. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

ULAMA/KYAI POPULER DI INDONESIA

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Postby charles-mattel » Tue Jul 10, 2007 6:52 pm

biarawati pimpin misa?
mimpi siang bolong
ngibul jangan kebangetan, ketauan banget ngibulnya
charles-mattel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby mr. Hercule Poirot » Wed Jul 11, 2007 11:17 am

Phoenix wrote:
AkuAdalahAing wrote:Tapi, yang paling saya saluti adalah 14.IRENE HANDONO, mengapa ??? karena dia ternyata bisa mendobrak tradisi Katholik sebelum dia menjadi mualaf. Ceritanya begini... waktu dia masih sebagai suster di biara st.ursula bandung, dia bisa memimpin misa (tadinya saya cuman tahu yang mimpin misa itu disebutnya romo atau pastur yang notabene adalah laki-laki bin jalu). Tapi sayangnya, digereja mana dia mimpin misa saya belum dapat informasinya.

Apakah diantara saudara-saudara ada yang tahu di gereja mana pujaan kita Ustadjah Hj. Irene Handono dulu memimpin misa ? mohon infonya.


Selain itu dia dalah suster yg paling pinter. Karena baru masuk sekolah biarawati dalam waktu cuman setahun udah menjadi biarawati.


gue pernah baca buku tentang biarawati, Melintas Gerbang Sempit karangan Karen Armstrong, kan kalo mau jadi biarawati harus postulan dulu...trus novis... trus baru jadi biarawati, gitu ya....
orang islam juga percaya dia penipu kok. kakak gue pernah bawa vcd irene trus gue tanya vcd siapa. kata kakak gue, irene handono, orang yang ngaku biarawati masuk islam, tapi dia penipu... gue tanya penipu kok ditonton, kata kakak gue karena penipu itu dia jadi pengen nonton...
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Postby ceceps01 » Wed Jul 11, 2007 12:42 pm

Hercule,
kamu masih muda ya?
Tapi gua liat elu pikiran elu jauh lebih mateng drpd netter2 muslim lainnya.
User avatar
ceceps01
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby mr. Hercule Poirot » Wed Jul 11, 2007 12:59 pm

ah cecep01, gue jadi :oops:

mungkin karena gue punya kakek yang keren...mo kenalan gak? gak oot kan karena threadnya tentang ulama. nih kakek gue...

Image

Jalaluddin Rakhmat, lahir di Bandung, 29 Agustus 1949.

Dalam suatu wawancara, ia menuturkan : “Saya dilahirkan dalam keluarga Nahdiyyin (orang-orang NU). Kakek saya punya pesantren di puncak bukit Cicalengka. Ayah saya pernah ikut serta dalam perjuangan gerakan keagamaan untuk menegakkan syariat Islam. Begitu bersemangatnya, beliau sampai meninggalkan saya pada waktu kecil untuk bergabung bersama para pecinta syariat. Saya lalu berangkat ke kota Bandung untuk belajar di SMP.”

Karena merasa rendah diri kakek gue menghabiskan masa remajanya di perpustakaan negeri, peningggalan Belanda. Ia tenggelam dalam buku-buku filsafat, yang memaksanya belajar bahasa Belanda. Di situ ia berkenalan dengan para filosof, dan terutama sekali sangat terpengaruh oleh Spinoza dan Nietzsche. Ayahnya juga meninggalkan lemari buku yang dipenuhi oleh kitab-kitab berbahasa Arab. Dari buku-buku (kitab) peninggalan ayahnya itu, ia bertemu dengan Ihya Ulum al-Din-nya al Ghazali. Ia meninggalkan SMA-nya dan berkelana menjelajah ke beberapa pesantren di Jawa Barat. Pada masa SMA itu pula ia bergabung dengan kelompok Persatuan Islam (Persis) dan aktif masuk dalam kelompok diskusi yang menyebut dirinya Rijalul Ghad atau pemimpin masa depan.

Ini pun tidak berlangsung lama. Ia kembali ke SMA-nya. Ia masuk kuliah Fakultas Publisistik, sekarang Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad Bandung. Pada saat yang sama, ia memasuki pendidikan guru SLP Jurusan Bahasa Inggris. Ia terpaksa meninggalkan kuliahnya, ketika ia menikah dengan Euis Kartini. Setelah berjuang menegakkan keluarganya, ia kembali lagi ke almamaternya.

“Saat yang sama, saya juga bergabung dengan Muhammadiyah, dan dididik di Darul Arqam Muhammadiyah dan pusat pengkaderan Muhammadiyah. Dari latar belakang itu saya sempat kembali ke kampung untuk memberantas bidáh, khurafat dan takhayul. Tapi yang saya berantas adalah perbedaan fiqih antara Muhammadiyah dan fiqih NU orang kampung saya. Misi hidup saya waktu itu saya rumuskan singkat: menegakkan misi Muhammadiyah dengan memuhammadiyahkan orang lain. Saya membuang beduk dari mesjid di kampung saya, karena itu dianggap bidáh. Tapi apa yang kemudian terjadi? Saya bertengkar dengan Uwa’ (Paman) saya yang membina pesantren dan dengan penduduk kampung. Sebab ketika semua orang berdiri untuk untuk shalat qabliyah Jumát, saya duduk secara demonstratif. Saya hampir-hampir dipukuli karena membawa fiqih yang baru itu.’’ (kakek emang suka ada-ada aja ah... :D )

Jalaludin Rakhmat memperoleh beasiswa Fulbright dan masuk Iowa State University. Ia mengambil kuliah Komunikasi dan Psikologi. Tetapi ia lebih banyak memperoleh pengetahuan dari perpustakaan universitasnya. Berkat kecerdasannya Ia lulus dengan predikat magna cum laude. Karena memperoleh 4.0 grade point average , ia terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi.

Pada tahun 1981, ia kembali ke Indonesia dan merancang kurikulum di fakultasnya, memberikan kuliah dalam berbagai disiplin, termasuk Sistem Politik Indonesia. Kuliah-kuliahnya terkenal menarik perhatian para mahasiswa yang diajarnya. Ia pun aktif membina para mahasiswa di berbagai kampus di Bandung. Ia juga memberikan kuliah Etika dan Agama Islam di ITB dan IAIN Bandung, serta mencoba menggabungkan sains dan agama.

Kegiatan ekstrakurikulernya dihabiskan dalam berdakwah dan berkhidmat kepada kaum mustadháfin. Ia membina jamaah di masjid-masjid dan tempat-tempat kumuh gelandangan. Ia terkenal sangat vokal mengkritik kezaliman, baik yang dilakukan oleh elit politik maupun elit agama. Akibatnya ia sering harus berurusan dengan aparat militer, dan akhirnya dipecat sebagai pegawai negeri.

Ia meninggalkan kampusnya dan melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke kota Qum, Iran, untuk belajar Irfan dan filsafat Islam dari para Mullah tradisional, lalu ke Australia untuk mengambil studi tentang perubahan politik dan hubungan internasional dari para akademisi moderen di ANU. Dari ANU inilah ia meraih gelar Doktornya.
Sekarang, lénfant terrible ini kembali lagi ke kampusnya, Fakultas ilmu Komunikasi, Unpad. Ia juga mengajar di beberapa perguruan tinggi lainnya dalam Ilmu Komunikasi, Filsafat Ilmu, Metode Penelitian, dll. Secara khusus ia pun membina kuliah Mysticism (Irfan/Tasawuf) di Islamic College for Advanced Studies (ICAS)- Paramadina University, yang ia dirikan bersama almarhum Prof.Dr. Nurcholis Madjid, Dr. Haidar Bagir, dan Dr. Muwahidi sejak tahun 2002.

Di tengah kesibukannya mengajar dan berdakwah di berbagai kota di Indonesia, ia tetap menjalankan tugas sebagai Kepala SMU Plus Muthahhari Bandung, sekolah yang yang didirikannya dan kini menjadi sekolah model (Depdiknas) untuk pembinaan akhlak. Sebagai ilmuwan ia menjadi anggota berbagai organisasi professional, nasional dan internasional, serta aktif sebagai nara sumber dalam berbagai seminar dan konferensi. Ia juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir dan Umar Shihab,MA.

Tahun 2004, ia mendirikan sekolah gratis : SMP Plus Muthahhari di Cicalengka Bandung yang dikhususkan untuk siswa miskin. ‘’Obsesi saya yang lain, melihat SMP Muthahhari berdiri di seluruh pelosok tanah Air sehingga anak-anak miskin tidak terputus aksesnya dari pendidikan. Mereka tidak bayar apapun, namun semua fasilitas disediakan dan mutu pendidikan yang diperolehnya tetap bermutu.’’

Sebagai kepala keluarga, ia sangat bahagia karena dikaruniai lima orang anak dan empat orang cucu. Sebagai hamba Allah, ia masih juga merasa belum sanggup mengsyukuri anugrah-Nya.

Dari pengalaman hidup masa remajanya ketika mengalami pubertas beragama, Kang Jalal akhirnya menemukan bahwa fiqih hanyalah pendapat para ulama dengan merujuk pada sumber yang sama, yaitu Al-Qurán dan Sunnah. ‘’Artinya kalau orang menentang al-Qurán dan Sunnah, jelas ia kafir. Tapi kalau hanya menentang pendapat orang tentang Al-Qurán dan Sunnah, kita tidak boleh menyebutnya kafir. Itu hanya perbedaan tafsiran saja.’’ Jelasnya.

‘’Karena itulah kemudian saya berfikir bahwa sebenarnya ada hal yang mungkin mempersatukan kita semua, yaitu akhlak. Dalam bidang akhlak, semua orang bisa bersetuju, apapun mazhabnya. Lalu saya punya pendirian: kalau berhadapan dengan perbedaan pada level fiqih saya akan dahulukan akhlak.’’

Belum lama ini, ia –bersama sejumlah tokoh populer, antara lain KH Abdurahman Wahid, Prof.Dr. Quraisy Shihab, hingga Dawam Raharjo – memperoleh atribut sesat lewat sebuah buku berjudul Aliran-aliran Sesat. ‘’Saya anggap saja numpang beken. Karena ngak cuma saya yang dicap sesat, tapi juga Gus Dur dan dan Ustadz Quraisy Shihab,’’ kelakarnya. Cap sesat acap dilekatkan padanya mungkin karena karena kedekatannya dengan komunitas agama lain (non-muslim, red). Ia tidak saja begitu toleran kepada Ahmadiyah yang dianggap sesat oleh MUI, tapi juga dengan umat lain. Cendikiawan yang belakangan dipanggil kiai ini sering juga diminta berbicara di gereja dan forum-forum umat Kristiani. ‘’Banyak berinteraksi dengan umat agama lain justru membuat keimanan saya menjadi lebih kuat, ‘’ dakunya. (sama donk kek…)

‘’Dan ‘’ lanjutnya, ‘’Tuhan menciptakan berbagai agama itu dimaksudkan untuk menguji kita semua : seberapa banyak kita memberikan konstribusi kebaikan kepada umat manusia. Kepada Tuhanlah semua agama itu kembali, maka kita tidak boleh mengambil ali kewenangan Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan agama dengan cara apapun, termasuk dengan fatwa.’’

Refleksi dan perjalanan hidupnya itu mengilhami Kang Jalal untuk membangun jembatan ukhuwah sesama Muslim, apapun mazhabnya. Meski sejak awal berdiri Yayasan dan SMU Muthahhari dicurigai sebagai pelopor gerakan Syiah di Indonesia, kurikulumnya justru justru mengajarkan pemikiran seluruh mazhab dan menjadi pelopor pembaharuan metode pendidikan-pengajaran di Indonesia. ‘’Saya tidak mengajak orang masuk Syiah. Di sini kami mengajarkan keterbukaan untuk menghargai perbedaan di antara berbagai mazhab’’, jelasnya suatu ketika. Bahkan Pluralisme menjadi isue yang kini kerap digaunkannya. Pluralisme versi Kang Jalal menghormati dan mengapresiasi perbedaan dan tidak memaksakan pemahaman dan penafsiran kita tentang keselamatan dan kebenaran kepada pihak lain. Ia ingin menampilkan wajah Islam yang benar-benar Rahmatan lil Álamin. Islam apa adanya yang rasional-progresif (moderen) namun tidak meninggalkan pedoman Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Pendekatannya terhadap Islam yang moderat, yang mengharmoniskan aktifitas dan metode pendekatan ‘fikir. dan ‘zikir’ secara proporsional, mendayung di antara dua karang ekstrimitas: Liberalisme dan Fundamentalisme Literal.[]

Beberapa bukunya Kakek gue (yah…bolehkan sekalian promosi…):
1. Psikologi Komunikasi (1985). Dalam buku ini kakek gue mengatakan bahwa kualitas hidup kita, hubungan kita dengan sesama manusia, dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang kita lakukan. Kita dapat mempelajarinya dengan berbagai tinjauan tentang komunikasi dan psikologi seperti yang diuraikan.
2. Islam Alternatif (1986).
3. Islam Aktual (1991),
4. Renungan-Renungan Sufistik (1991). Buku kakek yang satu ini mengajak kepada pembaca untuk menyesuaikan diri kita dengan perintah Allah (muwâfaqah), bagaimana mencintai rasul dan para imam suci, dan saling menyayangi di antara hamba Allah (munâsabah), bagaimana melawan keinginan hawa nafsu (mukhâlafah), serta bagaimana memerangi setan (mu hârabah).
5. Retorika Moderen (1992) Buku ini berupaya memberikan petunjuk-petunjuk praktis dalam retorika: Persiapan, penyusunan, dan penyampaian pidato; lengkap dengan bahasan khusus mengenai pidato informatif, persuasif dan rekreatif. Petunjuk-petunjuk itu dilandasi teori-teori ilmiah.
6. Catatan Kang Jalal (1997). Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan Kang Jalal yang telah dimuat di berbagai media massa. Isinya berupa ceramah-ceramah spontan, makalah santai dan serius, obrolan ringan dan berat, yang berlangsung dari 1990-an, kemudian disarikan kembali oleh Miftah Fauzi Rakhmat.
7. Reformasi Sufistik (1998). buku ini pun merupakan respon penulis atas berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari politik, kepemimpinan nasional, kekerasan sosial, demokrasi, keadilan, figur pemimpin Nabi, sampai persoalan sufistik.
8. Jalaluddin Rakhmat Menjawab Soal-Soal Islam Kontemporer (1998).
9. Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik (1999).
10. Tafsir Sufi Al-Fâtihah (1999).
11. Rekayasa Sosial: Reformasi Atau Revolusi? (1999)
12. Rindu Rasul (2001buku ini ingin mengajak kepada pembaca untuk lebih dekat, mengenal, memahami dan mencintai Rasulullah manusia pilihan, nabi teladan dan pemberi syafa’at di hari kemudian.
13. Dahulukan Akhlak Di Atas Fikih (2002). Buku ini berisi pesan agar umat Islam tidak terpecah-belah oleh karena perbedaan fikih yang diyakini.
14. Psikologi Agama (2003) Agama adalah kenyataan terdekat dan sekaligus misteri terjauh Buku ini mencoba menyingkap misteri terjauh dan kenyataan terdekat itu dalam proses-proses kejiwan manusia...

15. Meraih Kebahagiaan (2004), Melalui buku ini, Jalaluddin Rakhmat ingin membuktikan bahwa baik penderitaan maupun kebahagiaan, kedua-duanya adalah pilihan kita. Melalui kajian agama, filsafat dan ilmu pengetahuan, serta makna yang hakiki tentang kebahagiaan, Anda dapat memilih cara untuk meraih kebahagiaan yang Anda inginkan (judulnya jadul, tapi ini buku bagoeees jek!)
16. Belajar Cerdas Berbasiskan Otak (2005).
17. Memaknai Kematian (2006) Kajian eskatologis tentang kematian, hidup sesudah mati, akhirat, pertemuan dengan Tuhan Allah, dll. Dipaparkanya berdasarkan kajian al-Qur;an dan hadits-hadits.
18. Islam dan Pluralisme, Akhlak Al-Quran dalam Menyikapi Perbedaan (2006).

BTW: nah...buku-buku diatas cuman 2 biji yang baru gue baca...tapi kayaknya bagus-bagus deh.. hehehe...
BTW Lagi: Gue mirip kan sama kakek gue...goanteng...
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Postby van Houten » Tue Aug 28, 2007 2:17 am

ada lagi tuh mas, ulama ulama dadakan hasil pencarian minat dan bakat (audisi), wekekekeke, kalo membayangkan ini aku jadi senyum senyum sendiri, islamlah yang pertama melakukan hal hal konyol macam ini, cari dai lewat audisi (dai TPI) atau pildacil (lativi), cukup bermodalkan muka alim beserta testimoni dari teman2 nya, yang lebih lucunya lagi pas memasuki babak final untuk menentukan juara dai nya MC nya teriak "INDONESIA MEMILIH", lalu teriakan histeris alohubarbar alohubarbar dari keluarga si pemenang tersebut, gilak ngga tuh?, MC nya lebih sawan lagi berani beraninya pake kata "INDONESIA MEMILIH", ada ngga loe loe pada ngirim sms untuk mendukung kebodohan seperti di atas?, koq bisa bisanya ya dia bilang Indonesia memilih, dan sampe sekarang nasib dai juara tersebut tak jelas juntrungannya.
User avatar
van Houten
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 104
Joined: Wed Aug 22, 2007 4:10 am

Postby Basman » Tue Aug 28, 2007 2:54 am

ceceps01 wrote:Hercule,
kamu masih muda ya?
Tapi gua liat elu pikiran elu jauh lebih mateng drpd netter2 muslim lainnya.


sepertinya mrs. hercules ini dah berkeluarga yah......
Dari posting yang datar2 aja emang bisa sedikit ditebak datang dari islam aliran yang satu lagi.

omong2 apa mrs. her ini yang bikin blog dari LN yah...? kapan hari gue jalan2 nemu blog yg bilang 'anak angkat' kang jalal... :oops: :oops:
User avatar
Basman
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby Adadeh » Tue Aug 28, 2007 4:46 am

mr. Hercule Poirot wrote:ah cecep01, gue jadi :oops:
mungkin karena gue punya kakek yang keren...mo kenalan gak? gak oot kan karena threadnya tentang ulama. nih kakek gue...
Image
Jalaluddin Rakhmat, lahir di Bandung, 29 Agustus 1949.
...

Jalaluddin Rakhmat kan Muslim Sufi yang dekat dengan pandangan Islam liberal (Nurcholish Madjid, Imaduddin Abdulrahim). Pantesan pandangan Islam-mu ternyata berbeda jauh dengan Muslim Sunni.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby mr. Hercule Poirot » Thu Aug 30, 2007 5:57 pm

kepada tuan adadeh dan mr. basman, aduh saya jadi malu...
sebenernya postingan itu bohong, saya cuman becanda aja. waktu saya posting itu saya baru masuk ke forum ini, jadi saya gak tau kalo ternyata forum ini serius juga. saya cuman asal ngonong aja (cuman canda doang). sama seperti saya taro potonya abdurahman faiz, saya blum ngerti saat itu seberapa seriusnya kemungkinan yang dapat terjadi dari tindakan saya ini. trus lama-lama saya lupa bahwa saya pernah posting itu. seandainya saya inget, saya pasti langsung apus.
saya bukan cucunya kang Jalal dan juga gak punya hub apa-apa sama kang jalal. saya cuman fans ajah..

dan saya blum bekeluarga. saya masih single, pacaran juga baru mulai pertama kali.
yah, tapi masalah percaya atau gak saya gak bisa maksa...biar bagaimanapun saya udah bohong.

mohon maap atas postingan saya ntu..
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Re: ULAMA/KYAI POPULER DI INDONESIA

Postby NoeMoetz » Sat Oct 06, 2007 2:13 pm

Arab Indo wrote:ULAMA2/KYAI2 YG POPULER DI NEGERI INI:
1.QURAISH SHIHAB
2.KH.ZAENUDDIN MZ
3.GUSDUR
4.ALM.CAKNUR
5.H.TIFATUL SEMBIRING
6.SYAFI'I MAARIF
7.DIN DYAMSUDDIN
8.HM.AMIEN RAIS
9.AA GYM
10.USTADZ ARIFIN ILHAM
11.AA GATOT
12.OMA IRAMA
13.USTDZ.JEFRI AL BUKHORI
14.IRENE HANDONO
15.DLL.


YAng no 15 aku belum pernah dengar dakwahnya.... :lol: :lol:
NoeMoetz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby gaston31 » Mon Oct 08, 2007 11:11 am

lbh ga ush silau ama gelarnya. simak aja ucapan2 beliau. konsisten ga?
jaman skrng klo pingin ngetop mah gampng, tinggl msuk TV aj trs ngomong sepatah 2 kata nasehat, udh.
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby Tanpa Nama » Thu Mar 06, 2008 11:30 pm

AkuAdalahAing wrote:Salam kenal Arab Indo...

menurut saya, anda adalah orang yang sangat rasist sekali... bagaimana mungkin anda tidak memasukkan atau bahkan sampai melupakan nama panglima besar pujaan kita Ustadz Jaffar Umar Thalib ?


Valkyrie wrote:aku tidak pernah dengar ada ustad/cendekiawan muslim ternama bernama Jafar Umar Thalib di Indonesia.


Ustadz Jaffar Umar Thalib adalah pemimpin Laskar Jihad yang adalah otak dari kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. :wink:
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby murtad mama » Wed Mar 12, 2008 4:31 pm

gelar ulama atau kyai kan buat laki2 :lol: lah di point ke 14 itu laki atau perempuan :lol:
User avatar
murtad mama
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby tardoen » Fri Mar 14, 2008 10:09 pm

hmmmmmmmmmmmmmmm......
User avatar
tardoen
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 86
Joined: Tue Sep 04, 2007 10:04 am
Location: Dolly Gg2/21A. Surabaya

Postby russkayapravda » Sat Mar 15, 2008 10:03 am

15. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
russkayapravda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 492
Joined: Mon Mar 03, 2008 5:35 pm

Postby murtad mama » Sat Mar 15, 2008 1:58 pm

tardoen wrote:hmmmmmmmmmmmmmmm......


udah lah tardoen daripada ente berguman sendiri tanpa memberikan comments yg baik, mending ente ber orgy ria di jalan dolly :lol:
User avatar
murtad mama
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby Bodo.bale » Sat Mar 15, 2008 3:44 pm

kayaknya susah didengerin orang, soalnya Islam Liberal sekaligus Syiah...
baca bukunye yang Psikologi Agama, bagoeees....[/quote]

=======

kok susah dengerin islam liberal?tanya mengapa?
User avatar
Bodo.bale
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 97
Joined: Thu Feb 28, 2008 1:01 am
Location: Di dekat tiang jemuran

Postby betablocker06 » Sat Mar 15, 2008 5:21 pm

mr. Hercule Poirot wrote:kepada tuan adadeh dan mr. basman, aduh saya jadi malu...
sebenernya postingan itu bohong, saya cuman becanda aja. waktu saya posting itu saya baru masuk ke forum ini, jadi saya gak tau kalo ternyata forum ini serius juga. saya cuman asal ngonong aja (cuman canda doang). sama seperti saya taro potonya abdurahman faiz, saya blum ngerti saat itu seberapa seriusnya kemungkinan yang dapat terjadi dari tindakan saya ini. trus lama-lama saya lupa bahwa saya pernah posting itu. seandainya saya inget, saya pasti langsung apus.
saya bukan cucunya kang Jalal dan juga gak punya hub apa-apa sama kang jalal. saya cuman fans ajah..

dan saya blum bekeluarga. saya masih single, pacaran juga baru mulai pertama kali.
yah, tapi masalah percaya atau gak saya gak bisa maksa...biar bagaimanapun saya udah bohong.

mohon maap atas postingan saya ntu..


:lol: :lol: :lol:

si adadeh n basman tu gampang bgt y dboongin.. Poirot, coba loe ga ngaku, pasti dah mereka nyambung lagi.. Hehe...
User avatar
betablocker06
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 9
Joined: Thu Mar 06, 2008 10:19 am
Location: Ciputat-Bandung-Sukabumi

Postby dark_freedom » Sat Mar 15, 2008 5:49 pm

Ini harusnya jangan tokoh diindonesia aja, terlalu sempit, sekalian pake tokoh islam seluruh dunia siapa aja gitu, terus ntar cari tokoh2 yang diakui oleh orang2 secara umum. nah setelah ketemu misalnya 1 aja yang paling dijagoin tinggal dibandining sama tokoh agama lain, kan lebih jelas tuh ajaran kalo udah ambil sample yang terbaik. Contoh: yang non muslim mungkin bisa ambil sample kayak mahatma gandhi, yang katolik pake mother theresa, baru liat buah yang dihasilkan itu mana yang baik.

gak usah pake sample nabinya masing2, soalnya gak bisa dibandingin karena hidup dizaman yang berbeda2 (oot mode: on) hehe ambil sample yang manusia normal aja tapi yang mengamalkan jalannya ajaran masing2, gimana? setuju?
User avatar
dark_freedom
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 362
Joined: Mon Feb 18, 2008 7:47 am

Previous

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users