. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Esa??

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Esa??

Postby Foxhound » Sat Apr 21, 2007 11:43 am

Ini saya ambil dari site yang melakukan klaim bahwa ‘AlQuran is a miracle’ karena mengandung ilmu pengetahuan. Mereka tidak mencantumkan dengan lengkap lokasi hadits atau ayat alqurannya. Tp itu situs islam, jadi kalau salah mohon maaf.

With power did We construct heaven. Verily, We are expanding it.
(dihubungkan ke Big Bang dan alam semesta yang mengembang)

Do not these disbelievers see that the heavens and the earth were an integrated mass, which We then split, and from water We made all living things? Will they not believe even then?
(dihubungkan ke Big Bang dan awal kehidupan adalah dari air)

And the moon. We have measured for it mansions. Till it returns like an old curved palm tree branch.
(dihubungkan ke orbit bulan terhadap bumi)

And We made the sky a well protected roof. Still they turn away from its signs
(dihubungkan dengan atmosfir yang melindungi bumi)

And We send the fecundating winds.
(dihubungkan dengan peran angin dalam reproduksi)

Have We not made the earth habitable? And the mountains as pegs?
(dihubungkan dengan lapisan substratum gunung yang masuk ke dalam bumi sehingga gunung dianggap lebih berbentuk paku yang menancap dibanding sekedar tonjolan yang keluar)

And has sent down water from the sky. With it have We produced diverse pairs of plants
(dihubungkan dengan tanaman punya kelamin)

You see the earth barren and lifeless, but when We pour down water on it, it vibrates, it swells and puts forth every kind of beautiful growth in pairs.
(dihubungkan dengan tanah yang bergetar yang artinya ada kehidupan di dalam tanah yang bisa tumbuh berkembang menjadi kehidupan)

And surely in the livestock there is a lesson for you, We give you to drink of that which is in their bellies from the midst of digested food and blood, pure milk palatable for the drinkers.
(dihubungkan dengan kandungan darah dalam susu)

Then We placed him as a drop in a firmly established lodging
Then We developed the drop into a hanging...
(dihubungkan dengan janin yang menggantung di dinding rahim)

Then We developed the drop into a hanging, then developed the hanging into a chewed lump of flesh. then created the chewed lump of flesh (mudga) into bones, then covered the bones with flesh (lahm)...
(dihubungkan dengan perkembangan pertumbuhan janin setelah itu)

Does the human being think that We cannot assemble his bones?
Surely, We are able to reconstruct even his fingertips.
(dihubungkan dengan kompleksitas sidikjari yang ‘katanya’ baru diketahui manusia tahun 1865, tapi kok nggak sekalian ngomong fingerprints by the way?)

We will show Our signs to them in the horizons, and within themselves, until it becomes clear to them that it is the truth. Is it not sufficient that your Lord witnesses all things?
(dihubungkan dengan kompleksitas tubuh dan pikiran manusia)

On that day We will fold the heaven, like the folding of a book. Just as We initiated the first creation, We will revert it. This is Our promise. We will certainly fulfill it.
(dihubungkan dengan Big Crunch, lawan dari Big Bang)


Koq Tuhan menyebut diriNya pakai We? Bukannya Maha Esa?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby Foxhound » Sun Apr 22, 2007 9:19 am

Koq gak ada yang comment lagi? Masak muslim meskipun nggak bisa bahasa inggris nggak tahu kata "WE"="KITA"??
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby xenin » Mon Apr 23, 2007 11:04 am

Penggunaan kata "Kami" dalam Al Quran sering kali disalah artikan orang2 yang berpikiran sempit untuk mengklaim bahwa Allah itu ada beberapa dan lebih dari satu. Tentu saja hal ini digunakan untuk erusak dan mendangkalkan akidah Islam. Padahal sudah jelas keesaan Allah itu sudah jelas tertulis dalam Al Quran.

Tentang KeEsaan Allah.
Keesaan Allah sudah tertulis jelas dalam Al Quran dan tidak perlu diragukan lagi, ini terdapat dalam ayat2 Al Quran sbb:
QS. 18:110; QS. 21:108; QS. 22:34; QS. 27:60-65; QS. 37:4; QS. 38:65; QS. 39:4; QS. 40:16; QS. 41:6; QS. 112:1; QS. 2:133; QS. 2:163; QS. 4:171; QS. 5:73; QS. 6:19; QS. 9:31; QS. 12:39; QS. 13:16; QS. 14:48; QS. 14:52; QS. 16:22; QS. 16:51; dan lain2. Untuk lebih jelasnya bacalah ayat2 berikut ini.

2:133. Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya."

6:19. Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".

12:39. Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

13:16. Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".

14:48. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

38:65. Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

39:4. Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

40:16. (yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

PENGGUNAAN KATA "KAMI"
Penggunaan kata "Kami" secara konsisten digunakan dalam Al Quran apabila Allah melakukan suatu tindakan dan disitu malaikat ikut terlibat / turut berpartisipasi dalam tindakan yang dilakukan Allah tsb.

contoh:
"Sesungguhnya KAMI-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya KAMI benar-benar memeliharanya." (QS. Al Hijr 15:9)
ket: dalam menurunkan Al Quran, Malaikat Jibril juga ikut terlibat.

keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (An Nahl 16:44)
ket: idem dg yg diatas.

PENGGUNAAN KATA "AKU"
Penggunaan kata "AKU" juga digunakan secara konsisten dalam Al Quran apabila Allah bertindak sendiri tanpa ada malaikat yang terlibat dalam tindakan tersebut. Selain itu kata "AKU" digunakan apabila mengekspresikan ibadah & iman kepada Allah SWT.

contoh:
Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada - Ku , maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah- Ku ) dan hendaklah mereka beriman kepada - Ku , agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al Baqarah 2:186)
ket: Manusia hanyalah beribadah & beriman kepada Allah saja, tdk ada malaikat yg terlibat.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(Adz Dzariat 51:56)
ket: idem dg yg diatas.

"Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: "Hai Musa. Sesungguhnya AKU inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa. Dan AKU telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya AKU ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain AKU, maka sembahlah AKU dan dirikanlah shalat untuk mengingat AKU. Segungguhnya hari kiamat itu akan datang AKU merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan." (QS. Thaha 20:11-15)
ket: disini Allah berfirman langsung kepada nabi Musa, tanpa melalui perantaraan malaikat.

Contoh penggunaan kata "KAMI" dan "AKU" yang berbarengan dalam 1 ayat:
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku ." (Al Anbiyaa 21:25)
ket: kata Kami digunakan saat Allah menurunkan wahyu dan disini malaikat ikutan terlibat, kata Aku digunakan saat mengekspresikan sikap ibadah & keimanan kita kepada Allah SWT.

Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (Al Mu'minuun 23:27)
ket: kata Kami digunakan saat Allah menurunkan wahyu kepada nabi Nuh dan disini malaikat ikutan terlibat, Kata Aku digunakan saat tidak ada perantaraan malaikat.

"Sesungguhnya KAMI telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada AKU. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat AKU dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (QS. Al Maa'idah 5:44)
Ket: idem dgn yang sebelum-sebelumnya.

Wallahu a`lam bisshawab

didapat saya dari:
http://cahyo.host.sk/2006/04/tentang-ka ... quran.html
xenin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Fri Mar 09, 2007 8:45 am

Postby xenin » Mon Apr 23, 2007 11:08 am

to Foxhound... keliatannya anda suka sekali sama Al Quran ya... karena Al Quran buatan Allah SWT / Maha Pencipta Alam semesta beserta isinya.. ^_^

gak tertarik sama injil.... karena injil buatan manusia kan.. buatan buatan bapa kalian di surga...

mau bukti :::

Dr.W.Graham Scroggie The Moody Bible Institut Chicago, salah satu lembaga penginjilan yang paling berpengaruh didunia dalam menjawab pertanyaan : Is The Bible Word Of God? (Apakah Bibel Itu Firman Tuhan) pada sub bab bukunya yang berjudul : It is Human, Yet Divine ( Bible bersifat manusiawi, sekaligus bersifat Ilahiyah) halaman 17 mengatakan :

“Yes, the Bible is human, thougt some, out of a zeal which is not according to knowledge, have denied this. Those books have passed through minds of men, are written in the language of men, were penned by the hand of men, and bear in the style the caracteristic of men” ( Ya, Bibel bersifat manusiawi, walaupun beberapa orang telah menyangkalnya, karena kebutaan pengetahuannya. Kitab-kitab tersebut telah berkembang melalui alam pikiran manusia, ditulis oleh tangan manusia dan dalam bahasa manusia, serta menurut gaya yang khas manusiawi).

Tokoh kristen lainnya, Kenneth Cragg , seorang uskup Gereja Anglikan di Yerusalem, dalam bukunya The Call Of Minaret halaman 277 mengatakan: Not so the New Testament...there in condensation and editing: there is choice, reproduction and witness. The Gospel has come through the mind of Church behind the authors. The represent experience and history.” ( tidak demikian halnya dengan kitab perjanjian baru...pada kitab ini terdapat pemenggalan-pemenggalan dan editing, terdapat penyeleksiam, reproduksi dan kesaksian. Dengan demikian ajaran injil telah muncul dalam alam pikiran gereja melalui para pengarangnya. Mereka menulis pengalaman dan sejarah).

Dengan adanya pernyataan-pernyataan diatas masih perlukah kita menambah argumentasi yang membuktikan kebenaran pendapat kita bahwa bibel itu bukan firman Tuhan. Tetapi para misionaris yang profesional-bahkan setelah mengetahui kebusukan ajaran agamanya terkuak –dengan bertopeng tembok tebal dan berada ditengah bayang-bayang keraguan, mereka tanpa malu berusaha meyakinkan para pendengarnya bahwa Bible itu firman Tuhan yang tak diragukan lagi. Cara mereka memutar kata-kata sungguh hebat.

Dengan bahasa manusia yang paling jelas, kedua doktor ahli teologi ini menyatakan bahwa Bible itu hasil karya manusia. Sementara umat Kristen tetap bertahan untuk mengatakan yang sebaliknya.

Dengan omong kosong seperti itu, para penginjil merasa mendapat ilham untuk menghukum orang-orang yang tidak mempercayainya. Seorang mahasiswa teologi yang termasuk misionaris yunior dari Universitas Witwatersrand berulang kali mengunjungi masjid Newtown di Johanesburg. Tujuannya adalah untuk menyaksikan kegiatan umat Islam di masjid itu. Pengertian kata “menyaksikan” ialah melakukan perembesan, perambatan sebagai usaha untuk mendapat simpati, dan akhirnya menarik umat lain masuk agama Kristen.

Ketika saya diperkenalkan kepada misionaris muda ini, dan setelah mempelajari tujuannya, dia saya undang untuk makan siang bersama dirumah saudara saya yang letaknya dekat masjid itu. Setelah makan siang, kami terlibat dalam diskusi mengenai keabsahan Bibel sebagai kitab suci.

“Guru besarmu, Prof. Geyser, dekan Fakultas Teologi, tidak percaya kalau Bibel itu firman Tuhan." Pancing saya.

“Saya tahu.” Dia menjawab dengan suara datar tanpa mengekspresikan kekagetan sama sekali.

Sebenarnya saya sendiri belum mengetahui pendirian Prof. Geyser mengenai bibel. Saya mengasumsikannya berkenaan dengan pendapat beliau yang sangat kontroversial tentang ketuhanan Yesus.

“Dosenmu tidak percaya kalau Bibel itu firman tuhan.” Pancing saya lagi.

“Saya tahu” Jawab pemuda itu, kemudian melanjutkan jawabannya: “Tetapi saya percaya bahwa Bibel itu firman Tuhan.”

Rupanya, pemuda itu sudah mengidap penyakit kejiwaan yang sangat parah. Tak ada lagi obat yang bisa menyembuhkan orang sakit seperti ini. Bahkan Yesus pun mengutuknya, sebagai mana yang termaktub dalam Injil Matius:

“ Sekalipun melihat, mereka tidak melihat. Sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti ”. (Matius 13:13)

Kitab suci Al-Qur'an juga mensinyalir penyakit mental seperti ini: “ Mereka tuli, bisu dan buta. Maka tidaklah mereka kembali (kejalan yang benar ).” (QS Al-Baqarah:18)

Buku kecil ini saya persembahkan hanya bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin mencari cahaya kebenaran dari Ilahi dan yang menghargai bimbingannya. Sementara bagi mereka yang menderita penyakit mental dan kejiwaan sebagaimana yang telah disitir oleh Matius dan Al-Qur'an diatas, bukti-bukti yang diungkap dalam buku ini hanya akan menambah parah penyakitnya.
xenin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Fri Mar 09, 2007 8:45 am

Postby Kane » Mon Apr 23, 2007 12:22 pm

Udah ada dibahas panjang waktu itu dengan non muslim, termasuk savior, bombastic ama lainnya, baca disitu aja mas...
User avatar
Kane
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Postby adheel » Mon Apr 23, 2007 12:55 pm

Yang dasar gini aja masih salah ngerti... pantesan bikin Threadnya selalu menggelikan,..
bikin ketawa aja...
User avatar
adheel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 831
Joined: Sat Jan 06, 2007 6:29 pm
Location: Mungkin Disebelahmu :D

Postby Foxhound » Mon Apr 23, 2007 1:06 pm

@Xenin

Kekristenan tidak pernah mengklaim alkitab keajaiban ilmu pengetahuan. Islamlah yang mengklaim AlQuran mujizat ilmu pengetahuan... dan terbukti konyol.

Anda bisa cek di kamus, apakah arti kami, mungkin sekalian kasih saya bahasa aslinya di dalam Arab. Saya lagi coba cek.

Kalau argumen anda adalah Kami berarti menggunakan malaikat. Berarti penciptaan alam semesta, menggunakan malaikat. Berarti malaikat diciptakan sebelum alam semesta.. benar begitu?

Satu hal lagi soal referensi yang anda tuliskan. Muslim sangat senang membuat cerita seorang Kristen yang murtad ke Islam. Tapi setelah dikonfrontir ternyata mengerti kekristenan saja tidak. Bukti paling akhir adalah yang di post Alley di dalam sub Dialog Islam Kristen.

Kalau anda yakin dengan cerita itu terserah. Kalau anda ingin membuktikannya sendiri, post ke saya dengan buktinya, bukan hanya quote pernyataan, saya akan buktikan kalau cerita anda adalah absurd.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby adheel » Mon Apr 23, 2007 1:11 pm

Pro 26:5 Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.
User avatar
adheel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 831
Joined: Sat Jan 06, 2007 6:29 pm
Location: Mungkin Disebelahmu :D

Postby Foxhound » Mon Apr 23, 2007 1:22 pm

@Adheel. Yang dasar gini aja dibolak balik ama Islam. Apalagi yang sudah soal kerasulan Muhammad.

Andai satu kali saja Allah menyebut diriNya dengan kata jamak, dan saya bisa buktikan bahwa yang dimaksud itu bukan malaikat, itu membuktikan bahwa Tuhan itu tiga dari satu (bukan satu dari tiga) adalah benar. Setuju?

Typical Muslim: Triumphalist
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby Kane » Mon Apr 23, 2007 1:42 pm

Apa yang bisa anda buktikan dari kata "Kami" disitu memang berarti Allah itu jamak?, apa anda tidak melihat Kalimat Allah yang mengatakan bahwa Dia adalah Tunggal?, tidak cukupkah ayat2 juga mengatakan bahwa Allah tidak dari "yang tiga?.

"Kami" disini adalah Pengucapan Allah, bagaimana anda tau memang "Kami" disitu adalah jamak?, bagaimana anda tau gaya berbahasa Allah sama dengan manusia?, sudahkah anda temui ayat Al Qur'an yang mengatakan Allah itu jamak?, sudahkah anda temui kalimat "Aku Maha Pengampun..." menjadi Kami Maha Pengampun..., coba anda perhatikan salah satu penggalan ayat dibawah...

Al Ahzab 50:
... .Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Perhatikan juga ayat ini...

Al Hijr 49-50:
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

Ayat2 yang menggunakan kata "Kami" digunakan berbeda pada kalimat2 yang jelas mengatakan ttg Allah dan SifatNya. Cobalah anda cari kalimat yang menggunakan kata ganti "Kami" dalam Maha Pengampun ato lainnya. Disamping ayat2 Al Qur'an yang memang udah jelas mengatakan bahwa Allah itu Tunggal tentunya.

Silahkan...
User avatar
Kane
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Postby Foxhound » Mon Apr 23, 2007 2:00 pm

Ayat2 yang menggunakan kata "Kami" digunakan berbeda pada kalimat2 yang jelas mengatakan ttg Allah dan SifatNya.


Setuju dan benar.. menggambarkan sifatNya... yang tidak melulu SATU

Bahkan KeKristenan yang anda tuduh tuhannya tigapun mengenal bahwa Tuhan adalah satu. Di dalam bible, Tuhan juga menjawab, AKU ADALAH AKU. Dan sometimes Dia menggunakan KITA, atau KAMI. Itulah sebabnya Kristen mengenal doktrin trinitas --> Dimana:




(Mod. ini cuma contoh pembanding mengenai kata KAMI yang diapakai bersama AKU)

Jadi kata Kami dan Aku yang dipakai dioccasion berbeda tidak bisa digunakan untuk mengklaim bahwa Tuhan itu Maha Esa seperti gambaran Islam. Kalau itu sesuai dengan gambaran Islam, Tuhan tidak akan pernah memakai kata Kami padahal Tuhan bisa menggunakan kata Aku. Kenapa harus pakai kata Kami?

Cobalah anda cari kalimat yang menggunakan kata ganti "Kami" dalam Maha Pengampun ato lainnya. Disamping ayat2 Al Qur'an yang memang udah jelas mengatakan bahwa Allah itu Tunggal tentunya.


Dalam proses tertentu, dengan fungsi berbeda, dalam waktu yang berbeda, Tuhan akan menyebut dirinya Aku. Akan menyebut dengan kata ketiga, Dia (inipun kadang dilakukan oleh manusia, meyebut dirinya sendiri dengan seolah2 dirinya itu pihak ketiga). Pernah juga didapatkan menyebut kata pihak kedua tunggal, ENGKAU. Dan juga kadang menyebutkan dengan kata pihak pertama jamak.

Tapi memang Tuhan setahu saya di kekristenan dan juga islam. Tidak pernah menggunakan kata pihak kedua dan ketiga jamak.

Dan itu semua adalah dalam fungsi yang berbeda-beda. Tapi jelas ini beda dengan maksud Islam bahwa Tuhan itu benar2 tunggal.

Pertanyaan saya yang simple dan belum terjawab oleh muslim di berbagai post adalah soal kalau Tuhan itu Esa, siapakah yang di ka'bah padahal menurut kalian Tuhan itu di surga?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby Kane » Mon Apr 23, 2007 2:16 pm

Foxhound wrote:Setuju dan benar.. menggambarkan sifatNya... yang tidak melulu SATU


Masukin semua ayatnya yang mengatakan Sifat Allah itu tidak melulu satu...

Foxhound wrote:Bahkan KeKristenan yang anda tuduh tuhannya tigapun mengenal bahwa Tuhan adalah satu. Di dalam bible, Tuhan juga menjawab, AKU ADALAH AKU. Dan sometimes Dia menggunakan KITA, atau KAMI. Itulah sebabnya Kristen mengenal doktrin trinitas --> Dimana:


Menuduh?, bukannya emang mengakui?, bapa, yesus dan roh kudus, bukan begitu?. Nah coba anda lihat di Al Qur'an. Tidak ada yang menyatakan seperti itu.

Foxhound wrote:Jadi kata Kami dan Aku yang dipakai dioccasion berbeda tidak bisa digunakan untuk mengklaim bahwa Tuhan itu Maha Esa seperti gambaran Islam. Kalau itu sesuai dengan gambaran Islam, Tuhan tidak akan pernah memakai kata Kami padahal Tuhan bisa menggunakan kata Aku. Kenapa harus pakai kata Kami?


Kenapa tidak bisa?, udah jelas2 banyak ayat yang mengatakan bahwa Allah itu Tunggal bukan?, ato anda tidak tau ayat itu?.

Pengucapan tentang Sifat Allah adalah yang paling mendasar, karena SifatNya itulah yang menggambarkan tentang Allah. Maha Pengampun, Maha Penyayang..., makanya saya meminta anda temukan untuk Sifat2 seperti itu yang menggunakan kata ganti "Kami", coba temukan...

Foxhound wrote:Dalam proses tertentu, dengan fungsi berbeda, dalam waktu yang berbeda, Tuhan akan menyebut dirinya Aku. Akan menyebut dengan kata ketiga, Dia (inipun kadang dilakukan oleh manusia, meyebut dirinya sendiri dengan seolah2 dirinya itu pihak ketiga). Pernah juga didapatkan menyebut kata pihak kedua tunggal, ENGKAU. Dan juga kadang menyebutkan dengan kata pihak pertama jamak.


Ya, banyak sekali, mau ngebahasnya satu2?...

Kan anda tidak mau manerima ttg pernyataan Allah itu Tunggal pada ayat2 yang memang udah jelas mengatakannya demikian, lebih baik bahas satu2...

Foxhound wrote:Tapi memang Tuhan setahu saya di kekristenan dan juga islam. Tidak pernah menggunakan kata pihak kedua dan ketiga jamak.

Dan itu semua adalah dalam fungsi yang berbeda-beda. Tapi jelas ini beda dengan maksud Islam bahwa Tuhan itu benar2 tunggal.


Maksud Islam ato maksud anda?, yang jelas dong?....

Foxhound wrote:Pertanyaan saya yang simple dan belum terjawab oleh muslim di berbagai post adalah soal kalau Tuhan itu Esa, siapakah yang di ka'bah padahal menurut kalian Tuhan itu di surga?


Tidak ada yang di ka'bah. Kalo kaga percaya cek aja...

Mana ada muslim yang menganggap Allah ada di ka'bah, ngawur...
User avatar
Kane
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Postby Foxhound » Mon Apr 23, 2007 2:42 pm

Kane wrote:Masukin semua ayatnya yang mengatakan Sifat Allah itu tidak melulu satu...


Lho? Lha yang pertama post saya itu kan menunjukkan bahwa keputusan menciptakan itu menyebut diriNya jamak. Berarti ketika menciptakan, Tuhan menyebut diriNya jamak. Apa saya salah bahwa itu bukan ayat2 AlQuran? Karena itu saya ambil dari situs muslim.

Kane wrote:Menuduh?, bukannya emang mengakui?, bapa, yesus dan roh kudus, bukan begitu?. Nah coba anda lihat di Al Qur'an. Tidak ada yang menyatakan seperti itu.


Kami mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga yang satu. Bukan tiga (titik). Kalau saya quote ayatnya dari bible, moderator bakal nuduh gua OOT ke Kristen lagi. Tapi di AlQuran ada menyebutkan bukan?

Kafirlah orang yang menyebut Allah adalah satu dari tiga (bukan tiga dari satu).

Ada muslim yang menganggap Allah mereka sama dengan Bapa orang Kristen. dengan demikian kalimat di atas tersebut menggambarkan kalian orang Islam. Yang menyebut Allah hanyalah yang satu (dari tiga). Sedangkan orang Kristen menyebut Tuhan adalah tiga dari satu.

Kane wrote:Kenapa tidak bisa?, udah jelas2 banyak ayat yang mengatakan bahwa Allah itu Tunggal bukan?, ato anda tidak tau ayat itu?.


Saya pernah baca ayatnya di forum ini juga postingan anda Kane. Tapi
itu cuma menggambarkan bahwa Tuhan adalah juga satu, selain Tuhan adalah juga jamak. Karena... kalau Tuhan benar2 satu menurut orang Islam. Penyebutan kata 'KAMI' harus benar2 tidak ada di dalam AlQuran. Pertanyaan saya kan kenapa Tuhan harus menggunakan kata Kami kalau bisa menggunakan kata Aku?


Kane wrote:Pengucapan tentang Sifat Allah adalah yang paling mendasar, karena SifatNya itulah yang menggambarkan tentang Allah. Maha Pengampun, Maha Penyayang..., makanya saya meminta anda temukan untuk Sifat2 seperti itu yang menggunakan kata ganti "Kami", coba temukan...


Tuhan itu Pencipta atau tidak? Tuhan menggunakan kata "Kami" ketika menciptakan.

Soal maha, saya tidak bisa menjawabnya tanpa memberi contoh tentang keKristenan. So... sorry mod.

Contoh dalam Kekristenan:
Tuhan maha hadir -> Roh Kudus. Tidak pernah dijumpai di dalam Alkitab, Bapa dan Anak digambarkan maha hadir. Karena Bapa dan Anak digambarkan seperti personal.

Kane, jangan terlalu bicara soal Maha, karena Maha itu adalah paradox. Sama seperti Maha Esa dan Maha Hadir... ini paradox
Sama seperti Maha Pengasih dan Maha Adil... ini paradox
dan Tuhan, tidak sama seperti manusia. Jangan dianalogikan kesana.

Kane wrote:
Dan itu semua adalah dalam fungsi yang berbeda-beda. Tapi jelas ini beda dengan maksud Islam bahwa Tuhan itu benar2 tunggal.


Maksud Islam ato maksud anda?, yang jelas dong?....


Maksud Islam... adalah Tuhan itu MAHA Esa.. benar? Tidak mungkin ada dua, tidak mungkin ada tiga. Tapi kalau benar Tuhan itu MAHA Esa... berarti in noway Tuhan bisa disebut 'KAMI' atau 'KITA', sedangkan AlQuran menulisnya demikian. Juga kalau Tuhan itu MAHA Esa, in noway Dia itu MAHA Hadir. Karena AlQuran juga menulis kemana muka kita memandang disitu ada Tuhan.

Kane wrote:Tidak ada yang di ka'bah. Kalo kaga percaya cek aja...

Mana ada muslim yang menganggap Allah ada di ka'bah, ngawur...


Sorry. Tapi Gaston pernah mengatakan bahwa Islam tidak menggunakan perantara dalam menyembah Tuhan. Kalau memang demikian apa fungsi Ka'bah? Kalau Ka'bah bukan perantara, berarti Tuhan itu ada di Ka'bah, atau Tuhan orang Islam adalah Ka'bah itu sendiri karena kalian sujud menyembah Ka'bah.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby osho » Mon Apr 23, 2007 2:49 pm

Kane wrote:Pengucapan tentang Sifat Allah adalah yang paling mendasar, karena SifatNya itulah yang menggambarkan tentang Allah. Maha Pengampun, Maha Penyayang...,
Maha pengampun....? Maha Penyayang.....?
Kanapa mengatakan Allah memilik musuh-musuh.....?
Tak ada yang memusuhi Allah tapi....dikatakan menjadi musuh-musuh Allah......
Meskipun kalau jadi musuh-musuh....kata kamu Allah Maha pengampun...kenyataannya...tidak demikian...dengan ayat-ayat di bawah ini...

[2.98] Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

[8.60] Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

[41.19] Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan (semuanya).

[41.28] Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.


Maha Pengampun....Maha Penyayang......Tapi Maha Pembalasan juga...? :lol:
Heran juga ada musuh-musuh Allah....?
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Postby xenin » Mon Apr 23, 2007 2:58 pm

ya, Maha Pembalas bagi orang-orang jahat & KAFIR...

Yesus anda sendiri seperti apa..?
apa benar yesus itu Tuhan..??????
Benar yesus itu anak TUHAN...??

tuhannya siapa? tuhannya para domba..???
xenin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Fri Mar 09, 2007 8:45 am

Postby xenin » Mon Apr 23, 2007 3:02 pm

ini ada sedikit artikel mengenai yesus:
jika artikel ini salah / absurd dll... silakan dibantah DENGAN ARGUMEN & BUKTI yang jelas,yang jelas ya.......

Buktikan jika kalian, orang yang kristen beriman.. serta cerdas dan pandai...

Yesus lahir dalam keadaan suci. Orang Kristen sering menyebut berbagai keajaiban yang ditunjukkannya sebagai bukti ketuhanannya. Jelas, dasar pemikiran ini lemah. Di dalam Alkitab dikisahkan penciptaan Adam tanpa ayah dan ibu, juga tentang mukjizat Nabi Elisa (Kejadian; 2 Raja-raja 4,5,6). Meskipun kedua nabi tersebut secara umum memiliki kualifikasi yang sama dengan Yesus, tidak ada seorang Kristen pun yang menuhankannya.

Beberapa orang Kristen bertahan pada pandangan bahwa Yesus adalah Tuhan karena kitab-kitab Yahudi telah meramalkan kedatangannya. Namun, pendapat ini pun lemah karena kitab-kitab Yahudi juga disebut-sebut telah meramalkan peranan Yohanes Sang Pembaptis (Maleakhi pasal 4).

Kami kemukakan tiga argumentasi lebih dahulu untuk menunjukkan bahwa klaim Kristen secara sengaja melupakan bagian tertentu kitab suci. Mereka mengetahui fakta kesucian kelahiran Yesus sebagaimana mereka juga mengetahui asal-usul Adam. Mereka memberikan penafsiran yang bersifat ketuhanan pada yang pertama (Yesus), tetapi mengabaikannya pada yang kedua (Adam).

Sekarang kita ajukan pertanyaan. Adakah didalam alkitab pernyataan Yesus yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan ? Didalam teks Alkitab, Yesus menggunakan istilah “anak manusia”, “anak Tuhan”, “mesias”, dan “saviour” (juru selamat), namun istilah-istilah tersebut juga digunakan untuk merujuk orang-orang selain dia. Misalnya, Yehezkiel disebut sebagai “anak manusia” (Yehezkiel 3:1). Selain itu, Yesus menyebut para pembawa kedamaian sebagai “anak-anak Tuhan” (Matius 5:9). Cyrus (Koresy), raja Persia disebut mesias (Yesaya 45:1). Sikap mendua para penerjemah Alkitab terlihat dengan diterjemahkannya kata “mesias” yang tidak menunjuk kepada Yesus sebagai “yang diurapi”. Sedangkan ayat-ayat Alkitab yang merujuk kepada Yesus, mereka terjemahkan dengan “mesias” atau padanan kata Yunani yakni “Christ” (Kristus). Dengan cara ini mereka berusaha memberi kesan bahwa hanya ada satu mesias. Untuk orang selain Yesus, mereka menggunakan kata “saviour” (penolong), seperti yang tercantum dalam 2 Raja-raja 13:5. Disamping itu, orang Kristen sering menunjuk Yesaya pasal 43 sebagai bukti hanya ada satu juru selamat.

Lebih jauh lagi, para penerjemah berusaha mengaburkan fakta bahwa Tuhan adalah satu-satunya penyelamat dalam pengertian bahwa Dia adalah satu-satunya pemberi rezeki dan pelindung kita, meskipun dalam pengertian yang berbeda-beda, tugas-tugas seperti itu bisa juga dikenakan kepada manusia biasa. Dengan bersandar pada pernyataan didalam Yesaya itu, para penerjemah Alkitab mengharapkan kita percaya bahwa Tuhan juga sama dengan juru selamat sehingga Yesus sama dengan Tuhan.

Persekongkolan jahat dalam aktivitas penerjemahan Bible dapat dibuktikan dengan mudah. Alkitab King James Version (KJV) yang terbit tahun 1611 tersebar secara luas. Bandingkan Alkitab tersebut dengan revisi Alkitab yang lebih akhir, misalnya New American Bible. Pada Alkitab KJV, kitab 2 Raja-rajha 13:5 kita dapatkan kata saviour. Namun demkian, kata saviours (bentuk jamak dari saviour ) dapat dijumpai dalam Obaja 21 dan Nehemia 9:27. Kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa konotasi ketuhanan yang dikaitkan dengan saviour dipertahankan oleh versi terjemahan Alkitab modern, meskipun melalui penerjemahan yang kurang jujur.

Sekali lagi kita melihat pola pembenaran yang lemah. Ternyata bahwa istilah-istilah yang dikatakan “mengandung konotasi ketuhanan” itu juga digunakan untuk orang-orang selain Yesus.

Ada pernyataan lain yang dapat disebutkan disini. Dalam Yohanes 8:58 dikatakan “… Sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Seandainya Yesus bermaksud - dengan kata-kata tersebut - mengklaim ia telah hidup sebelum Abraham, apakah itu merupakan alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ia adalah Tuhan ? Bahwa Yesus hidup di Surga kemudian turun ke bumi merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, tetapi hal itu tidak cukup untuk menetapkan dia sebagai “Tuhan yang turun ke bumi”.

Selain itu harus dicatat bahwa teks Alkitab diatas sangat terbuka terhadap berbagai penafsiran. Orang Kristen mungkin tidak menyangka bahwa nabi Yeremia juga telah mengalami kehidupan sebelum manusia (Yeremia 1:5). Seharusnya, mereka menafsirkan pernyataan didalam Yeremia sama ketika mereka menafisirkan Yohanes 8:58, yaitu secara harfiah. Namun, mengapa mereka tidak menerapkan pemahaman yang sama ?
xenin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Fri Mar 09, 2007 8:45 am

Postby osho » Mon Apr 23, 2007 3:12 pm

xenin wrote:ya, Maha Pembalas bagi orang-orang jahat & KAFIR...
Memang bener perkiraan gw.......hilang deh Maha Pengampun-Nya...... :D

Ps.
Jangan OOT kalau tak bisa membela.....ini forum bukan untuk Kristen.
Delete Mod......
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Postby Kane » Mon Apr 23, 2007 3:35 pm

Foxhound wrote:Lho? Lha yang pertama post saya itu kan menunjukkan bahwa keputusan menciptakan itu menyebut diriNya jamak. Berarti ketika menciptakan, Tuhan menyebut diriNya jamak. Apa saya salah bahwa itu bukan ayat2 AlQuran? Karena itu saya ambil dari situs muslim.


Mana ayatnya, masukin lage dong...

Foxhound wrote:Kami mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga yang satu. Bukan tiga (titik). Kalau saya quote ayatnya dari bible, moderator bakal nuduh gua OOT ke Kristen lagi. Tapi di AlQuran ada menyebutkan bukan?

Kafirlah orang yang menyebut Allah adalah satu dari tiga (bukan tiga dari satu).


Tiga yang satu, pake titik lage... :lol:

Bagaimana bisa anda menyangkal ttg tiga kepercayaan anda itu padahal udah jelas2 memang ada tiga, apapun itu alasannya. Dilain sisi kata ganti "Kami" dalam Al Qur'an anda permasalahkan, padahal udah sangat jelas Allah menyatakan dalam Al Qur'an dengan Tunggal, dan tidak diberitahukan ini satu, ini dua dan ini 3, dst.

Berarti kan anda memegang prinsip "semau gue", pokoknya anda benar dan saya salah...

Karena memang anda tidak ada bukti lain ttg itu, hanya kata ganti "Kami"...

Foxhound wrote:Ada muslim yang menganggap Allah mereka sama dengan Bapa orang Kristen. dengan demikian kalimat di atas tersebut menggambarkan kalian orang Islam. Yang menyebut Allah hanyalah yang satu (dari tiga). Sedangkan orang Kristen menyebut Tuhan adalah tiga dari satu.


Satu dari tiga berarti salah satu dari tiga, tiga dari satu berarti satu terbagi tiga, bukan begitu?

Foxhound wrote:Saya pernah baca ayatnya di forum ini juga postingan anda Kane. Tapi
itu cuma menggambarkan bahwa Tuhan adalah juga satu, selain Tuhan adalah juga jamak. Karena... kalau Tuhan benar2 satu menurut orang Islam. Penyebutan kata 'KAMI' harus benar2 tidak ada di dalam AlQuran. Pertanyaan saya kan kenapa Tuhan harus menggunakan kata Kami kalau bisa menggunakan kata Aku?


Bukankah anda juga mengatakan Tuhan anda menggunakan kata ganti "kita", dsb, nah itu kenapa?

Kalo pertanyaannya kenapa make kata ganti itu kaga bisa ketemu jawabannya, nanti diakhirat tanya sendiri...

Nah jalan lainnya kita hanya menjawab ayat Allah dengan ayat Allah, carilah ayat Allah yang mengatakan DiriNya satu, dan lihatlah ayat2 yang mengatakan Sifat KeMahaanNya yang menggunakan kata ganti "Kami" jika memang itu yang dipermasalahkan...

Foxhound wrote:Tuhan itu Pencipta atau tidak? Tuhan menggunakan kata "Kami" ketika menciptakan.


Ya, kalo begitu, kenapa Allah tidak menggunakan kata Kami pada saat mengatakan Maha Pengampun, Maha Penyayang dsb yang menyatakan SifatNya, itu yang dari tadi saya coba sampaikan kepada anda, jika memang Kami itu berarti jamak, bukan begitu?

Foxhound wrote:Soal maha, saya tidak bisa menjawabnya tanpa memberi contoh tentang keKristenan. So... sorry mod.

Contoh dalam Kekristenan:
Tuhan maha hadir -> Roh Kudus. Tidak pernah dijumpai di dalam Alkitab, Bapa dan Anak digambarkan maha hadir. Karena Bapa dan Anak digambarkan seperti personal.


Ya, seperti itulah, Allah Maha Pengampun, tidak pernah ada kalimat "Kami Maha Pengampun...dan Maha Lainnya...

Foxhound wrote:Kane, jangan terlalu bicara soal Maha, karena Maha itu adalah paradox. Sama seperti Maha Esa dan Maha Hadir... ini paradox
Sama seperti Maha Pengasih dan Maha Adil... ini paradox
dan Tuhan, tidak sama seperti manusia. Jangan dianalogikan kesana.


Seperti manusia?, Maha dalam Islam hanya dimilaki Allah, dan tentu saja itu dasar dari pemahaman anda yang mengatakan bahwa Allah jamak. SifatNya lah yang menjadi point penting yang menunjukkan Allah. Nah kalo "Kami" digunakan pada kata "Maha..." baru kemudian ada pemikiran lain dari saya...

Foxhound wrote:Maksud Islam... adalah Tuhan itu MAHA Esa.. benar? Tidak mungkin ada dua, tidak mungkin ada tiga. Tapi kalau benar Tuhan itu MAHA Esa... berarti in noway Tuhan bisa disebut 'KAMI' atau 'KITA', sedangkan AlQuran menulisnya demikian. Juga kalau Tuhan itu MAHA Esa, in noway Dia itu MAHA Hadir. Karena AlQuran juga menulis kemana muka kita memandang disitu ada Tuhan.


Sama hal nya kalo Allah lebih dari Satu, noway kata "Kami" adalah berarti jamak dan noway ada ayat yang mengatakan bahwa Allah adalah Tunggal.

Foxhound wrote:Sorry. Tapi Gaston pernah mengatakan bahwa Islam tidak menggunakan perantara dalam menyembah Tuhan. Kalau memang demikian apa fungsi Ka'bah? Kalau Ka'bah bukan perantara, berarti Tuhan itu ada di Ka'bah, atau Tuhan orang Islam adalah Ka'bah itu sendiri karena kalian sujud menyembah Ka'bah.


Sujud menyembah ka'bah?, itu hanyalah arah sebagai pemersatu arah sholat, kalo emang ka'bah nya yang disembah, ngapain saya berdo'a melihat langit?
User avatar
Kane
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Postby Foxhound » Mon Apr 23, 2007 6:21 pm

Kane wrote:Mana ayatnya, masukin lage dong...


Di halaman 1 Kane

Dari situsnya sendiri, sudah dipotong2 dan tidak lengkap.

Kane wrote:Tiga yang satu, pake titik lage... :lol:


Titiknya setelah satu. Bukan setelah tiga. Terlalu kecilkah fontnya?

Kane wrote:Bagaimana bisa anda menyangkal ttg tiga kepercayaan anda itu padahal udah jelas2 memang ada tiga, apapun itu alasannya. Dilain sisi kata ganti "Kami" dalam Al Qur'an anda permasalahkan, padahal udah sangat jelas Allah menyatakan dalam Al Qur'an dengan Tunggal, dan tidak diberitahukan ini satu, ini dua dan ini 3, dst.


Saya tidak menyangkal ttg Trinitas. Andalah yang memaksakan bahwa kepercayaan Kristen itu Tuhannya tiga, bukan trinitas.

Kane wrote:Berarti kan anda memegang prinsip "semau gue", pokoknya anda benar dan saya salah...
Karena memang anda tidak ada bukti lain ttg itu, hanya kata ganti "Kami"...


Semau gue? Saya bahkan belum bilang anda salah Kane. Saya kan baru bertanya? Kenapa Tuhan memakai kata "kami" yang jamak?

Kane wrote:Satu dari tiga berarti salah satu dari tiga, tiga dari satu berarti satu terbagi tiga, bukan begitu?


Bukan.. yang benar tiga dari satu. Tiga dari satu adalah konsep ketuhanan yang tidak matematis. Bukan terbagi. Tapi saya akan menghormati anda, dan mengikuti anda. Andaikata anda ingin menggambarkan dengan kata terbagi, berarti anda menganalogikan dengan matematika. Tapi kalau memang mau dianalogikan dengan matematika, God is infinite. Ini adalah pandangan saya yang juga diyakini dengan rekan2 muslim anda, namely Filsufsufi di debat kami soal Tauhid islam di masjid.co.nr.

Berapakah hasil dari ~ / 3?


Kane wrote:Bukankah anda juga mengatakan Tuhan anda menggunakan kata ganti "kita", dsb, nah itu kenapa?


Karena Tuhan ingin menggambarkan juga bahwa Tuhan itu adalah juga punya sifat jamak. Bahwa ciptaannya itu bukan muncul atas 'Ego'

Kane wrote:Kalo pertanyaannya kenapa make kata ganti itu kaga bisa ketemu jawabannya, nanti diakhirat tanya sendiri...

Nah jalan lainnya kita hanya menjawab ayat Allah dengan ayat Allah, carilah ayat Allah yang mengatakan DiriNya satu, dan lihatlah ayat2 yang mengatakan Sifat KeMahaanNya yang menggunakan kata ganti "Kami" jika memang itu yang dipermasalahkan...


Tetapi kami telah menemukannya di dalam kitab kami. Kami tidak perlu menanyakan di akhirat. Dunia punya kesusahannya sendiri, akhirat juga mempunyai kesusahannya sendiri. Di akhirat anda tidak akan sempat mempertanyakan ini. Tapi di dunia anda sempat, pertanyakanlah dulu apa yang bisa dipertanyakan baru anda ambil keyakinan.

Kane wrote:Ya, kalo begitu, kenapa Allah tidak menggunakan kata Kami pada saat mengatakan Maha Pengampun, Maha Penyayang dsb yang menyatakan SifatNya, itu yang dari tadi saya coba sampaikan kepada anda, jika memang Kami itu berarti jamak, bukan begitu?

Ya, seperti itulah, Allah Maha Pengampun, tidak pernah ada kalimat "Kami Maha Pengampun...dan Maha Lainnya...

Seperti manusia?, Maha dalam Islam hanya dimilaki Allah, dan tentu saja itu dasar dari pemahaman anda yang mengatakan bahwa Allah jamak. SifatNya lah yang menjadi point penting yang menunjukkan Allah. Nah kalo "Kami" digunakan pada kata "Maha..." baru kemudian ada pemikiran lain dari saya...


Soal menemukan ayatnya di AlQuran. Saya bukan ahli AlQuran. Pertanyaan saya cuma kenapa menggunakan kata "Kami" kalau bisa menggunakan kata "Aku". Ini belum terjawab malah anda menyuruh saya mencari hal yang lain.

Dan pertanyaan ini hanyalah untuk AlQuran dan Islam karena Islamlah yang menyatakan Tuhan itu tidak mungkin jamak. Sedangkan Alkitab dan Kristen menyatakan Tuhan itu tiga (jamak) dari satu.

(Mod: Jawaban di bawah ini cuma pembanding untuk menemukan arti kata Maha yang dibandingkan dengan Ketuhanan oleh Kane)

Di Alkitab, kata maha tidak melulu digunakan untuk Tuhan.

Gen 37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Saya terus terang masih bingung dengan arti kata "Maha" dalam Bahasa Indonesia. Mungkin anda bisa mengajarkan terlebih dahulu pada saya? Karena dalam bahasa Ibrani dan Inggris, kesan kata Maha dalam bahasa indonesia kadang tidak terdapat disana.

Sekarang perhatikanlah hal ini

Gen 17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Kata Aku yang dipakai disini adalah
אני
'ănîy -> an-ee'
Digunakan untuk menyebut pihak pertama secara general. Bisa tunggal bisa jamak. Dan dipakai juga untuk 'we'

Sedangkan kata Aku yang benar-benar tunggal adalah
אנכי
'ânôkîy -> aw-no-kee'

Ada perbedaan dalam pemahaman bahasa indonesia di sini. Dan ini tidak akan selesai kalau kita berkutat di sini. Jadi, mungkin anda bisa mempresentasikan dalam bahasa Arab, bahasa asli AlQuran.

Kane wrote:Sama hal nya kalo Allah lebih dari Satu, noway kata "Kami" adalah berarti jamak dan noway ada ayat yang mengatakan bahwa Allah adalah Tunggal.


Kata "Kami", itu jelas jamak, mungkin anda bisa sodorkan ke saya bahasa Arabnya? Mungkin terjemahan Inggrisnya yang salah?

Kalau kekristenan sendiri, mereka sudah menjawab. Yaitu tiga (jamak) dari satu. Tapi Islam mengatakan - hanya satu, tidak ada jamak. Thus my question still stand, "Terus kenapa ada kata 'kami'?"

Kane wrote:Sujud menyembah ka'bah?, itu hanyalah arah sebagai pemersatu arah sholat, kalo emang ka'bah nya yang disembah, ngapain saya berdo'a melihat langit?


Ok.. tentang ka'bah ini saya hentikan di sini supaya tidak OOT. Informasi ini saya simpan terlebih dahulu. Setuju?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Postby Phoenix » Mon Apr 23, 2007 9:12 pm

xenin wrote:ya, Maha Pembalas bagi orang-orang jahat & KAFIR...

Yesus anda sendiri seperti apa..?
apa benar yesus itu Tuhan..??????
Benar yesus itu anak TUHAN...??

tuhannya siapa? tuhannya para domba..???


Oiii..lari lagi ke Kristen..nggak bisa menjelaskan agamanya sendiri?

Soal Yesus itu Tuhan sudah ada di Forum Kristen. Silahkan baca sendiri disana. Kalau belum puas ada site Kristen lain spt Ekaristi.org, sarapan pagi, gereja congor made in muslim...
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Next

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users