
Adadeh wrote:
Ada 8 penyampai kisah di hadis Ibnu Kathir berikut:
Rantai penyampai cerita:
Said Bin Yahya >> ayahnya >> M. Ibn Ishaq >> Az Zuhri >> Ubaidullah Bin Abdullah >> Ibnu Abbas >> Umar Bin Khattab .
1. Muhammad/Allah SWT
Perawi hadis Ibnu Katsir di atas ternyata adalah para penyampai hadis yang terpandang. Hadis itu bersumber langsung dari Muhammad, lalu dari Umar (merupakah Sahabat Nabi tingkat tertinggi), lalu Ibn Abbas.
Jenis hadis yang bisa diterima kebenarannya disebut sebagai Hadis Maqbul (diterima), dan yang tidak diterima disebut sebagai Hadis Mardud (ditolak). Karena isi hadis sesuai dengan ayat Qur’an dan perawinya terpandang, maka tentunya hadis di atas (no. 34526) termasuk Hadis Maqbul.
Berdasarkan muntaha sanad (siapakah rantai penyampai kisah), maka terdapat empat jenis hadis:
1. Qudsi (suci, bersumber langsung dari Muhammad, bersangkutan dengan turunnya ayat Qur’an)
2. Marfu (bersangkutan secara langsung/tak langsung pada ucapan dan tindakan Nabi, disampaikan oleh sahabat Nabi)
3. Mauquf (bersumber dari sahabat Nabi)
4. Maqtu’ (bersumber dari tabi’in atau generasi Muslim SETELAH jaman para sahabat Nabi)
Hadis no. 34526 di atas bersangkutan langsung dengan turunnya ayat Qur’an 66:1 dari Allah/Muhammad. Berdasarkan sanadnya, hadis seperti ini merupakan hadis tertinggi, yakni hadis Qudsi.
Berdasarkan isi atau pesannya, suatu hadis dikelompokkan dalam empat jenis utama:
1. Sahih (sempurna)
2. Hasan (bagus)
3. Da’if (lemah)
4. Mawdu (palsu)
Hadis sahih adalah hadis yang (i) beraturan (bisa dirunut dari mana sumbernya), (ii) isinya tak bertentangan dengan Qur’an, dan (iii) para penyampai kisah bisa dipercaya. Hadis sahih yang memenuhi ketiga kategori ini disebut sebagai sahih mutlaq atau sahih li zatihi. Hadis no. 34526 di atas jelas sangat beraturan, karena bisa dilihat sumbernya berasal dari Muhammad, lalu Umar, lalu Ibn Abbas, dll, sampai ke Said bin Yahya. Mereka semua dipercaya di dunia Islam, dan hadis² lain dari mereka seringkali dikutip Bukhari, Muslim, dll. Isi hadis 34526 itu juga tak bertentangan sama sekali dengan isi Qur’an. Semua Muslim melek Islam tahu betul bahwa Muhammad memang halal ngesex dengan siapapun di ranjang mana pun di Medina (kalo di Jakarta sih tentunya dia udah dirajam mampus). Muslim di Medina tak akan ada yang menegurnya. Dengan begitu, hadis no. 34526 sudah jelas merupakan hadis qudsi maqbul yang sahih.



Bukhari juga jelas² mendukung hadis no. 34526 dari Ibnu Katsir di atas dengan hadisnya sendiri di bawah ini:
http://Lidwa.com/app/?k=bukhari&n=387
Hanya ada 1 kasus di seluruh riwayat Nabi di mana SEMUA ISTRI² CEMBURU sampai nekad membangkang/berontak sama Muhammad. Dan ini semua bersangkutan dengan kasus Muhammad ngesex dengan Maria di Q 66:1, sehingga Muhammad mengancam semua istrinya yang cemburu dengan cerai (Q 66:5) dan bakar di api neraka (Q 66:10). Keterangan yang sama dipertegas oleh tafsir Ibn Kathir Sura At Tahrim (66) yang sekali lagi mengutip keterangan hadis Bukhari di sini:
http://abdurrahman.org/qurantafseer/ibn ... 54321.html
Quran: Tafsir Ibn Kathir: Surah No. 66:5
Al-Bukhari recorded that Anas said, "`Umar said, `The wives of the Prophet were ALL JEALOUS for his affection, and I said to them,
﴿عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَجاً خَيْراً مِّنكُنَّ﴾
(Maybe his Lord, if he divorces you, will give him instead of you, wives better than you.) Thereafter, this Ayah was revealed.'''
terjemahan:
Al Bukhari mencatat bahwa Anas berkata, "`Umar berkata, `Istri² Nabi SEMUAnya pada CEMBURU karena kasih sayangnya, dan aku berkata pada mereka (Mungkin Allahnya, jika dia menceraikan kalian, akan memberikannya istri² yang lebih baik daripada kalian.) Maka itulah ayat ini diturunkan.
Kasus “adegan ranjang Mamad & Maria di ranjang Hafsa” di Q 66:1 itulah yang membuat SEMUA istri Nabi CEMBURU dan berontak padanya. Poligami adalah sumber utama kesengsaraan keluarga Nabi. Kasus madu sih tak akan membuat mereka semarah itu pada Nabi gede nafsu Mamad SAW.
Hal ini lebih diperkuat lagi dari berbagai sumber Islam yang menceritakan istri² Nabi, terutama si Aisyah, sangat cemburu pada Maria Qibtiyya yang sangat cantik dan berambut ikal. Lihat nih keterangan dari artikel republika dari Sira Nabi oleh Husein Haykal (terima kasih Jarum_Kudus):
http://www.republika.co.id/berita/dunia ... l-mukminin
Sejarah Hidup Muhammad SAW: Kecemburuan Ummahatul Mukminin
Senin, 22 Agustus 2011 20:30 WIB
Pernah terjadi ketika pada suatu hari Hafshah pergi mengunjungi ayahnya dan bercakap-cakap di sana, Maria datang kepada Nabi tatkala beliau sedang di rumah Hafshah dan agak lama. Ketika Hafshah kembali pulang dan mengetahui ada Maria di rumahnya, ia menunggu keluarnya Maria dengan rasa cemburu yang meluap-luap. Makin lama ia menunggu, cemburunya pun makin menjadi.
Ketika Maria keluar kemudian, Hafshah masuk menjumpai Nabi. "Saya sudah melihat dengan siapa kau tadi," kata Hafshah. "Engkau sungguh telah menghinaku. Engkau tidak akan berbuat begitu kalau tidak kedudukanku yang rendah dalam pandanganmu."
Rasulullah segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong Hafshah mengungkapkan perasaannya, dan membicarakannya kembali dengan Aisyah atau Ummul Mukminin yang lain.
Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafshah, Rasulullah bahkan hendak bersumpah mengharamkan Maria buat dirinya, jika Hafshah tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. Hafshah berjanji akan melaksanakan. Namun kecemburuan begitu berkecamuk dalam hatinya, sehingga dia tidak sanggup lagi menyimpan perasaannya. Dan Hafshah pun menceritakan kejadian tersebut kepada Aisyah.
…
Setelah Maria melahirkan Ibrahim, rasa iri hati pada mereka makin menjadi-jadi, lebih-lebih Aisyah. Dalam menghadapi kegigihan sikap mereka yang iri hati ini, Rasulullah—yang telah mengangkat tinggi derajat mereka—masih tetap bersikap lemah-lembut. Rasulullah tidak punya waktu untuk melayani sikap yang demikian dan membiarkan dirinya dipermainkan oleh sang istri. Mereka harus mendapat pelajaran dengan sikap yang tegas dan keras. Persoalan Ummahatul Mukminin itu harus dapat dikembalikan ke tempat semula.
Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal
Kecemburuan Aisyah dan para istri Nabi terhadap Maria juga tercatat di Tabaqat dari Ibn Sa’d:
"I have never been as jealous of any woman as I have been of Mariya. That was because she had beautiful ringlets. She used to stay in the house of Haritha Ibn al-Numan. We frightened her and I became concerned. The Prophet of Allah (PBUH&HF) sent her to a higher place and he would visit her there. That was very hard upon us, and then Allah blessed him with a boy through her and we shunned him".
Terjemahan:
Aisyah berkata: “Aku tak pernah begitu cemburu pada wanita mana pun seperti pada Mariya. Hal ini karena rambut ikalnya yang sangat indah. Mariya dulu tinggal di rumah Haritha Ibn al-Numan. Kami menakut-nakuti dia dan aku jadi masygul. Nabi Allah lalu memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi dan dia mengunjungi Mariya di sana. Hal ini membuat kami sangat cemburu, dan lalu Allah menganugerahkan Nabi dengan seorang putra melalui Mariya dan kami menolak bayi itu.
Sunni references:
• al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v8, p212
• al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri, v1, p339
Kebencian Aisyah tak berhenti pada Mariya saja, tapi juga pada bayi Mariya dan Mamad SAW:
Aisha said: "When Ibrahim was born, the Prophet of Allah (PBUH&HF) brought him to me and said: 'Look how much he resembles me.' I said: 'I do not see any resemblance.' The Prophet of Allah (PBUH&HF) said: 'Don't you see how robust and fair he is?"' Aisha said: "I said: 'Whoever is fed with the milk of sheep becomes fair and robust.'"
Terjemahan:
Aisyah berkata: “Ketika Ibrahim lahir, Nabi Allah membawa bayi itu padaku dan berkata: ‘Lihat, dia mirip banget denganku.’ Aku berkata: ‘Ah, gak mirip sama sekali.’ Nabi Allah berkata: ‘Tidakkah kau lihat betapa gagah dan tampannya dia?’ Aisyah berkata: “Aku menjawab: ‘Siapapun yang diberi susu domba akan jadi gagah dan tampan.’”
Sunni references:
• al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v1, p37
• al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri
Keterangan Haykal dan Ibn Sad di atas sudah sangat jelas menggambarkan kekentalan kebencian dan kecemburuan para istri Nabi pada Mariyah dan juga bayinya, si Ibrahim.
Kesimpulan: SEMUA istri Muhammad merasa CEMBURU sampai berontak dan membangkang di Q 66:5 itu disebabkan oleh “adegan ranjang Mamad & Maria” di Q 66:1.


Aisha wrote:Sebelum saya counter hadist anda...saya akan jelaskan letak – letak kesalahan anda :
1.Hadist anda itu dalam rantai perawinya berujung pada Ibnu Abbas atau Umar Bin Khatab.... jadi, hadist anda itu bukan hadist Qudsi tapi hadist Mauquf
2.Hadist Qudsi itu adalah hadist yg disandarkan pada perkataan Allah melalui Rasulullah, contohnya :
“Rasulullah berkata, Allah berfirman :.......”
Sedangkan hadist anda diatas, jgnkan mengatakan “Allah berfirman”, “Rasulullah Berkata” pun juga tidak.
3.Jika anda menyebut Muhammad dgn garis miring Allah SWT, maka saya tidak heran jika argument dan karya – karya anda hanyalah sekumpulan fallacy.
Berikut satu – satunya link yg saya temukan yang menjelaskan derajat hadist anda :
Mariyah Alqibtiyah Ummu Ibrahim
Bukan berdasarkan opini anda tau saya...kita ambil jalan tengah.
Sekarang pertanyaannya, sanad bagus tapi terputus....kenapa ya?
Selidik punya selidik, saya menemukan nama Muhammad Ibnu Ishaq...
Saya akui…begitu banyak sumber yg menggambarkan kecantikan Mariyah Alqibthiyah dan kecemburuan yg disebabkan karenanya. Tapi saya tidak setuju kl anda hubung-hubungkan ini dgn adegan ranjang tersebut. Kecemburuan istri – istri Rasulullah itu manusiawi dan objeknya tidak selalu Mariyah…kadang Asiha, kadang Zainab, kadang Hafsah…dst, namanya juga berbagi cinta. Anda berkali – kali mencoba meyakinkan saya bahwa Bukhari mendukung hadist tersebut meskipun berklai-kali juga saya berusaha menghubungkannya…tapi saya justru jadi pusing. Okelah, karena anda sepertinya merasa berat..saya akan bantu anda.
Pasda postingan sebelumnya anda memberi saya sebuah link hadist dgn keterangan objek Mariyah didalam kurungnya. Saya ingin tau versi bahasa Arab hadist Bukhari No 648, apakah benar memuat dalam kurung ttg Mariyah seperti berikut

Anda tenang saja, untuk hadist dari Bukhari dan Muslim sudah shahih sejak awalnya... jadi, tidak ada "penghilangan" hadist seperti yg dialami Tafsir Ibnu Katsir versi authentic. Masih tetap asli hingga kini.
Adadeh wrote:Baca lagi yang bener. Hadis dari Ibn Kathir 34526 yang kukutip di atas berujung pada perkataan Allah/Muhammad yang mengatakan dengan jelas ayat Q 66:1. Baca kalimat ini: ALLAH LALU MENURUNKAN AYAT: " Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu"... dst.
Allah menurunkan ayat itu kan sama dengan Allah berfirman. Dengan begitu jelas hadis 34526 itu adalah hadis Qudsi.
3.Jika anda menyebut Muhammad dgn garis miring Allah SWT, maka saya tidak heran jika argument dan karya – karya anda hanyalah sekumpulan fallacy.
Bagi kafir, anggapan Muhammad bukan Allah SWT adalah fallacy. Allah SWT itu sudah jelas banget tak lain adalah tuhan ciptaan Muhammad sendiri. Kau sendiri tak bisa membuktikan Allah SWT itu benar² ada. Jika Allah SWT benar² ada, kenapa dari sejak 10 tahun yang lalu sampe detik ini dia tetap tak bisa menutup forum FFI? Nutup FFI saja tak sanggup, apalagi menghancurkan Israel. Tuhan gadungan tuh.
Ini hanya pendapat subyektif Muslim yang gak suka hadis adegan ranjang Maria. Mursal, katanya, tapi gak ada penjelasan rincian apapun di bagian mana rantai hadis terputus. Kata siapa gak dimasukin hadis sahih? Apakah kriteria hadis sahih? Semua persyaratan kesahihan sudah dipenuhi hadis Ibn Kathir 34526 tersebut. Mata rantainya pun sangat jelas dari mana asalnya dan akhirnya.
Kau ini salah mengerti. Muhammad Ibn Ishaq di hadis Ibn Kathir 34526 bukanlah Muḥammad ibn Isḥaq ibn Yasār pengarang Sira Rasul Allah. Ini adalah dua orang yang berbeda. Kalo kau punya buku Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq ibn Yasār maka kau dengan mudah akan mengetahui bahwa Ibn Ishaq tak pernah menulis keterangan tentang adegan-ranjang-Maria. Gak ada di situ. Tapi karena kau tak punya bukunya, maka kau tak tahu. Dengan begitu, sampai detik ini kau tidak bisa menyangkal keteranganku bahwa hadis dari Ibn Kathir 34526 adalah hadis qudsi maqbul yang sahih.
Ini juga teori yang salah besar. Jika SASARAN KEMARAHAN CEMBURU SEMUA ISTRI ADALAH MUHAMMAD, maka Muhammad tak segan² menyemburkan puluhan ayat² Qur'an, bahkan seluruh Sura At-Tahrim, untuk membalas dan menghukum pemberontakan istri²nya. Jika sasaran cemburu adalah sesama istri, Muhammad tak pandang sebelah mata, tak peduli sama sekali, masa bodo amat. Silakan beri contoh satu saja ayat Qur'an yang menghukum Aisyah karena cemburu pada Hafsa, atau Aisyah yang benci sama si Juwariyah. Gak ada itu. Muhammad itu hanya peduli sama dirinya sendiri.
Hadis Bukhari yang tercantum di tafsir Ibn Kathir Q 66:5 dengan jelas mengatakan SEMUA istri cemburu pada Muhammad. Sasaran kemarahan cemburu semua istri adalah Muhammad, dan bukan sesama istri. Karena merasa dikeroyok itulah maka Muhammad mengatakan Q 66:4 yang isinya Allah, Jibril, semua malaikat, semua umat Muslim akan membela Mamad dan melawan istri² Nabi. Muhammad/Allah tidak pernah mengucapkan ancaman² seperti ini jika sasaran cemburu para istri adalah Aisyah, atau Saodah, atau Safiyah, dll. Mana peduli si Mamad sama mereka semua itu.
Aku sudah periksa di buku Hadis Bukhari, ternyata memang penerjemah Bukhari yakni Dr. Muhammad Muhsin Khan menambahkan nama Mariyah dalam tanda kurung. Sang penerjemah bekerja langsung pada Raja Abdul Aziz al Saud dari kerajaan Saudi Arabia dan buku terjemahannya dipakai di seluruh sekolah Islam sampai detik ini. Dengan begitu jelas sudah bahwa kerajaan Saudi juga setuju Bukhari sebenarnya menjelaskan tentang Maria.
Q 66:4
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya (1) Allah adalah Pelindungnya dan (2) (begitu pula) Jibril dan (3) orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu (4) malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
Nabi apaan nih yang tak mampu menjaga perdamaian rumah tangga sehingga nyuruh (1) tuhannya beserta (2) Jibril, ditambah (3) seluruh pasukan surga, ditambah lagi (4) seluruh Muslim untuk melawan semua istrinya? Hanya Muslim saja yang bisa dikibulin sama ayat² sampah seperti ini. Kafir sih dengan cepat sekali bisa melihat kejanggalan "firman tuhan" seperti ini. Gak mungkin tuhan semesta alam bisa diatur-atur "nabi" kayak gini.
Bukhari juga tak menyangkal bahwa adegan ranjang Maria memang terjadi, dan ini dipertegas oleh penjelasan dari Muhammad Muhsin Kahn dan juga dari kutipan Bukhari di tafsir Ibn Kathir Q 66:5 yang udah gw cantumin di atas.

Jadi meskipun didalamnya ada kata "Allah menurunkan", itu masih satu paket sama cerita Umar.
Kalau begitu kasih donk link lain yg gamblang menyatakan derajat hadistnya...soalnya kl cm opini pribadi tanpa kapasitas, itu diragukan Mas.
Adadeh wrote:Kau ini salah mengerti. Muhammad Ibn Ishaq di hadis Ibn Kathir 34526 bukanlah Muḥammad ibn Isḥaq ibn Yasār pengarang Sira Rasul Allah. Ini adalah dua orang yang berbeda. Kalo kau punya buku Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq ibn Yasār maka kau dengan mudah akan mengetahui bahwa Ibn Ishaq tak pernah menulis keterangan tentang adegan-ranjang-Maria. Gak ada di situ. Tapi karena kau tak punya bukunya, maka kau tak tahu. Dengan begitu, sampai detik ini kau tidak bisa menyangkal keteranganku bahwa hadis dari Ibn Kathir 34526 adalah hadis qudsi maqbul yang sahih.
Kl begitu...tolong perlihatkan profilenya.
Adadeh wrote:Hadis Bukhari yang tercantum di tafsir Ibn Kathir Q 66:5 dengan jelas mengatakan SEMUA istri cemburu pada Muhammad. Sasaran kemarahan cemburu semua istri adalah Muhammad, dan bukan sesama istri. ...
Ya memang,tapi gak ada yg mengatakan bahwa penyebabnya adegan ranjang Mariyah kan?
Saya tidak perdulu kerajaan Saudi, saya mau anda tidak perlu menggunakan nama Bukhari dan mengutip hadist beliau untuk mendukung fitnah anda.
Adadeh wrote:Q 66:4
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya (1) Allah adalah Pelindungnya dan (2) (begitu pula) Jibril dan (3) orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu (4) malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
Jadi menurut anda, kata bantu membantu menyusahkan nabi itu....kl kita masukan dln versi adegan ranjang, mksdnya bantu membantu dlm hal apa ? Bntu membantu cemburu, bantu membantu bergosip, atau apa?

Dia tidak menyangkal, dia tidak meriwayatkan.... apa mungkin kejadian itu sebenarnya tidak pernah ada?
Siapakah yang mengatakan Q 66:1 di hadis Ibn Kathir 34526 itu? Umar atau Allah/Muhammad?
Yang ini dari Umar. Apakah ini Qudsi atau Marfu?
Disampaikan oleh Umar: Nabi berkata: siapapun diantara budak²ku yang berperang di jalanku demi kesenanganku, aku jamin kematiannya dengan hadiah dan harta jarahan dan jika dia mati, aku akan mengampuninya, mengasihaninya, dan memasukkannya ke surga.
Justru inilah yang menjadi masalah. Muslim menuduh hadis Ibn Kathir 34526 itu mursal, alias mata rantai terputus, padahal hadis itu jelas sekali mata rantainya. Isinya sesuai dengan Qur'an, para isnadnya bisa dipertanggungjawabkan, ada ayat Qur'an segala langsung dari congor Allah/Muhammad, para isnad hidup di jaman yang berbeda sehingga tak mungkin mereka semua bekerjasama untuk mengelabui. Hadis ini memenuhi kriteria sahih, tapi sebagian Muslim malah menuduh yang tidak² tanpa bukti apapun. Mursal, katanya. Mana buktinya? Tak ada. Tuduhan tanpa bukti seperti ini hanyalah pendapat pribadi orang tak bertanggungjawab yang tak perlu dianggap penting.
Ini baru SATU hadis tentang Maria saja. Terdapat sekitar 20 lebih hadis tentang Maria, dan sebagian dari Nasa'i dan Baihaqi yang termasuk sahih. Muslim jelas kebingungan dan kehilangan akal dalam membuktikan hadis² Maria Qibtiya ini palsu. Alasan satu²nya kenapa hadis Ibn Kathir 34526 itu tak diakui sebagian Muslim adalah karena mereka malu sama isinya.
Kau ini salah mengerti. Muhammad Ibn Ishaq di hadis Ibn Kathir 34526 bukanlah Muḥammad ibn Isḥaq ibn Yasār pengarang Sira Rasul Allah. Ini adalah dua orang yang berbeda. Kalo kau punya buku Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq ibn Yasār maka kau dengan mudah akan mengetahui bahwa Ibn Ishaq tak pernah menulis keterangan tentang adegan-ranjang-Maria. Gak ada di situ. Tapi karena kau tak punya bukunya, maka kau tak tahu. Dengan begitu, sampai detik ini kau tidak bisa menyangkal keteranganku bahwa hadis dari Ibn Kathir 34526 adalah hadis qudsi maqbul yang sahih.
Ada banyak tokoh penyampai hadis yang bernama Muhammad Ibn Ishaq. Contohnya, murid dan putra hafiz Ishaq bin Rahwayh juga bernama Muhammad ibn Ishaq dan namanya sering disebut di berbagai hadis sahih Muslim, Abu Daud, sebab mereka semua memang berguru pada Bin Rahwayh. Tapi Ibn Ishaq pengarang Sirat Rasul Allah bukanlah murid Bin Rahwayh. Untuk memudahkan siapakah ibn Ishaq yang dimaksud, maka kita harus periksa dulu apakah pesannya tercantum atau tidak di Sirat Rasul Allah. Ibn Ishaq bin Yasar tidak menulis buku apapun selain Sirat Rasul Allah. Jika keterangan itu tak tercantum di Sirat Rasul, tentunya penyampai hadis itu bukan Ibn Ishaq bin Yasar. Selain itu, sangat jarang ada hadis sahih yang mengutip keterangan dari Ibn Ishaq bin Yasar.
Ini contoh hadis sahih Abu Daud yang mengandung isnad Ibn Ishaq, tapi tentunya bukan Ibn Ishaq bin Yasar.
'Signet-Rings (Kitab Al-Khatam)' of Sunan Abu-Dawud
Narrated Abdullah ibn Abbas: Muhammad ibn Ishaq said: I saw as-Salt ibn Abdullah ibn Nawfal ibn AbdulMuttalib wearing the signet-ring on his right small finger. I asked: What is this? He replied: I saw Ibn Abbas wearing his ring in this manner. He put its stone towards the upper part of his palm. Ibn Abbas also mentioned that the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) used to wear his signet-ring in his manner.

Hadis Bukhari yang tercantum di tafsir Ibn Kathir Q 66:5 dengan jelas mengatakan SEMUA istri cemburu pada Muhammad. Sasaran kemarahan cemburu semua istri adalah Muhammad, dan bukan sesama istri. ...
Ya memang,tapi gak ada yg mengatakan bahwa penyebabnya adegan ranjang Mariyah kan?
Capedee... udah gw jawab di sini:
aisha-vs-adadeh-skandal-di-ranjang-hafsah-t46520/page60.html#p802928
Gini aja deh. Aku sudah menjelaskan panjang lebar alasannya mengapa kasus adegan-ranjang-Maria erat hubungannya dengan kemarahan / kecemburuan semua istri pada Muhammad. Karena kau tak terima, maka sekarang giliranmu menjelaskan:
Mengapa kasus madu bisa menyebabkan SEMUA istri Nabi cemburu pada Nabi?
Kasih sayang Nabi yang manakah yang membuat mereka semua marah dan berontak pada Nabi?
Saya tidak perdulu kerajaan Saudi, saya mau anda tidak perlu menggunakan nama Bukhari dan mengutip hadist beliau untuk mendukung fitnah anda.
Fakta Saudi Arabia mendukung terjemahan Bukhari oleh Muhsin Khan tentunya merupakan keterangan penting bagi kebanyakan Muslim yang ingin tahu kebenaran. Hanya yang beg0 saja yang tak peduli. Ini sama persis dengan sikapmu yang tak peduli dengan keterangan sahih berbagai literatur Islam tentang Maria, dan malah mendukung penghapusan keterangan ini dari buku² klasik Islam. Bukannya merenung, tapi malahan cepat² mengambil penghapus untuk menghilangkan keterangan menyesakkan hati tersebut.
Adadeh wrote:Q 66:4
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya (1) Allah adalah Pelindungnya dan (2) (begitu pula) Jibril dan (3) orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu (4) malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
Jadi menurut anda, kata bantu membantu menyusahkan nabi itu....kl kita masukan dln versi adegan ranjang, mksdnya bantu membantu dlm hal apa ? Bntu membantu cemburu, bantu membantu bergosip, atau apa?
Q 66:4 itu berhubungan dengan permintaan Muhammad pada Hafsa untuk merahasiakan adegan ranjangnya dengan Maria di atas ranjang Hafsa. Tapi Hafsa malah bergossip ke Aisyah dan keduanya saling bantu menyudutkan Muhammad supaya tetap gak ngesex lagi dengan Mariyah. Muhammad tentu saja tak senang akan hal itu, dan dia lalu membatalkan sumpahnya sambil tak lupa mengeluarkan ancaman lewat ayat Qur'an 66:4.
Bukhari juga gak pernah bilang Muhammad itu keturunan Ismael. Apa mungkin keturunan itu sebenarnya tidak pernah ada? Adanya hanya di Sirat Rasul dari Ibn Ishaq tuh.

aisha wrote:Dengan kata “disampaikan oleh Umar, Nabi berkata...” berarti marfu’. Tapi jgn lupa..”Nabi berkata” bukan brrti mmg asli dari dia. Oleh sebab itu ada yg namanya kritik hadist.....untuk tau asli apa palsu, apa benar beliau bilang begitu karena Allah mengingatkan untuk memeriksa setiap berita yg datang kepadamu, jgn mudah percaya.
Dengan kata “disampaikan oleh Umar, Nabi berkata...”
Oow...fatal sekali kesalahan anda. Az Zuhri hanya punya satu murid bernama Muhammad Ibn Ishaq....

Tp jika anda tetap bertahan kl itu adalah M ibn Ishaq Ibn Rahwayh, maka lebih jelas lagi bahwa sanadnya terputus dari Az Zuhri yang artinya hadist anda mursal. Anda telah menyangkal perawi anda dgn tangan anda sendiri seperti malakukan gol bunuh diri.
1.Mengapa kasus madu bisa menyebabkan SEMUA istri Nabi cemburu pada Nabi?
Karena Nabi terlalu lama berada dirumah salah satu istrinya karena menikmati madu tsb.
2.Kasih sayang Nabi yang manakah yang membuat mereka semua marah dan berontak pada Nabi?
Pemberontakan yg mana dulu ? Ttg uang belanja atau yg mana ?

Ol la la…anda begitu penasaran rupanya. Membahas ttg Ismael…akan berefect pada mengutip kitab-kitab sebelumnya dan itu dilarang keras disini. Sy sarankan…kita ke forum lain yg tidak punya halangan moderasi.
Saya bisa buktikan bahwa Rasulullah itu keturunan Ismael...bahkan tanpa melibatkan Al Waqidi atau Ibnu Ishaq didalamnya.
Adadeh wrote:Hahaha.... sok ngejago, padahal ternyata tong kosong belaka. Saya perhatikan anda semakin gegabah menjawab..hati-hati mbok, Im watching u.
Hadis Umar di atas itu amat sangat terkenal banget, dan termasuk hadis qudsi. Dengan begitu teorimu hancur berantakan. Nih periksa sendiri kalo gak percaya:
http://ahadith.co.uk/hadithbynarrator.p ... d=14&let=I
Disampaikan oleh Umar: Nabi berkata: siapapun diantara budak²ku yang berperang di jalanku demi kesenanganku, aku jamin kematiannya dengan hadiah dan harta jarahan dan jika dia mati, aku akan mengampuninya, mengasihaninya, dan memasukkannya ke surga.
Dengan kata “disampaikan oleh Umar, Nabi berkata...” berarti marfu’.
Narrated Ibn Umar From 110 Hadith Qudsi
Found in: 110 Ahadith Qudsi (Sacred Hadith)
Hadith no: 33
Narrated: Ibn Umar
Prophet (SAW) quoted his Lord (SWT) as saying: Whoever of My slaves comes out to fight in My way seeking My pleasure, I guarantee him that I will compensate his suffering with reward and booty (during his lifetime) and if he dies, I would forgive him, have mercy on him and let him enter Paradise. (This Hadith is fairly sound and reported in Musnad Ahmad).
2.Hadist Qudsi itu adalah hadist yg disandarkan pada perkataan Allah melalui Rasulullah, contohnya :
“Rasulullah berkata, Allah berfirman :.......”
Dengan begitu, sudah jelas bahwa hadis Ibn Kathir 34526 adalah hadis qudsi nan sahih. Suci, penuh makna Islamiah, mengandung ayat Qur'an, berasal dari congor Muhammad/Allah, disampaikan oleh Umar ke Ibn Abbas.
Semua hadis qudsi disampaikan oleh orang lain, dan tidak dikatakan langsung oleh Muhammad. Masihkah kamu merasa sok pinter mau ngajarin kafir tentang ilmu hadis?
Oow...fatal sekali kesalahan anda. Az Zuhri hanya punya satu murid bernama Muhammad Ibn Ishaq....
Sumbermu ngaco tuh. Murid² Az Zuhri adalah Malik bin Anas (Malik Muwatta nan sahih), Ma'mar bin Rasid, Sufyan Ibnu Uyaynah. Sumber: Imam Sufyan Ibn Uyaynah oleh Salahudin ibn Ali ibn Abdul-Maujud
Tp jika anda tetap bertahan kl itu adalah M ibn Ishaq Ibn Rahwayh, maka lebih jelas lagi bahwa sanadnya terputus dari Az Zuhri yang artinya hadist anda mursal. Anda telah menyangkal perawi anda dgn tangan anda sendiri seperti malakukan gol bunuh diri.
Mengapa sanadnya terputus karena dari Az Zuhri?
Heiran gw sama jalan pikiranmu. Az Zuhri itu sangat dipercaya para pengumpul hadis sahih. Bahkan Bukhari sekalipun juga banyak mengutip dari Az Zuhri. Lihat nih buktinya:
http://ahadith.co.uk/hadithbynarrator.p ... uhri&bid=1
http://ahadith.co.uk/hadithbynarrator.p ... id=1&let=I
http://ahadith.co.uk/hadithbynarrator.p ... id=1&let=I
Giat bergantung penuh pada Bukhari, tapi ternyata Bukhari sendiri favorit berat sama Az Zuhri. Siapa yang melakukan usaha bunuh diri nih?
Malah lebih jauh lagi, hal ini jelas bersangkutan dengan usia kisah Adegan Ranjang Maria dan usia kisah Madu. Kisah adegan ranjang Maria tertulis dalam Sira pertama Islam oleh Ibn Shihab al-Zuhri (sekitar 680-742M). Muhammad mati tahun 632 M. Jadi Az Zuhri lahir sekitar 48 tahun setelah Muhammad mati. Tak ada catatan sejarah Nabi sebelumnya Sira dari Az Zuhri. Az Zuhri juga tidak menyampaikan keterangan tentang Madu. Kisah tentang Muhammad ngesex dengan Maria ini sudah beredar lama di antara masyarakat Arab, beberapa abad sebelum akhirnya kisah madu muncul kemudian. Hadis² berikut dari Bukhari, Muslim, dll tentang madu dan semuanya ditulis sekitar 200 tahun setelah Muhammad mati. Bukhari itu hidup dari tahun 810–870, atau 70 tahun setelah Az Zuhri wafat, atau 178 tahun setelah Muhammad mati.
Dari banyaknya hadis² Az Zuhri yang dikutip Bukhari, tampak nyata bahwa Bukhari sendiri menghormati Az Zuhri dan percaya pada berbagai keterangan Az Zuhri. Dengan demikian, hadis Bukhari Sahih 3:43:648 sudah tentu membicarakan tentang sumpah Nabi untuk tidak ngesex dengan Mariah, dan bukan sumpah untuk tidak minum madu lagi.
The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria).
(keterangan tepat dalam kurung ditulis oleh penerjemah Bukhari yakni Muhammad Muhsin Kahn.)
Dengan demikian, Bukhari mendukung keterangan Az Zuhri bahwa Q 66:1 adalah tentang Muhammad ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa. Semua hadis² sahih lainnya yang menulis keterangan tentang Madu adalah keterangan palsu, karena baru muncul ratusan tahun setelah kisah Adegan Ranjang Maria. Hadis dari Ibn Kathir 34526 adalah hadis qudsi maqbul yang sahih!
1.Mengapa kasus madu bisa menyebabkan SEMUA istri Nabi cemburu pada Nabi?
Karena Nabi terlalu lama berada dirumah salah satu istrinya karena menikmati madu tsb.
.Untuk menilai kebenaran keterangan ini, mari kita bandingkan dengan kasus lain yang bersangkutan dengan cemburu akut istri² Muhammad terhadap Aisyah.
Semua Muslim tahu betul Muhammad senang sekali menjenguk Aisyah, Aisyah itu adalah istri favorit Nabi, Aisyah merupakan inspirasi Muhammad dalam menciptakan ayat² Qur'annya saat bobo bersama di bawah satu selimut, Aisyah dapat banyak hadiah sogokan Muslim karena mereka tahu dia adalah favorit Nabi dan Nabi sering tinggal di tempatnya, sehingga istri² Nabi yang lain cemburu. Banyak banget tuh hadis sahih tentang hal memalukan itu, tapi gak ada satu pun ayat Qur'an yang turun untuk masalah ini. Fakta ini membuktikan Allah sama sekali tak peduli dengan kecemburuan semua istri Muhammad terhadap Aisyah. Bukanlah hal yang penting bagi Allah jika istri² Nabi pada cemburu sama Aisyah, bahwa Muhammad gak adil pada istri²nya karena lebih menyayangi Aisyah dibandingkan istri²nya yang lain.
Kenapa sekarang Muhammad terlalu lama berada dirumah salah satu istrinya karena menikmati madu tsb, Allah sampai² merasa perlu revot² menurunkan SATU SURA? Bukan hanya 1 ayat lagi, tapi sampai SATU SURA
2.Kasih sayang Nabi yang manakah yang membuat mereka semua marah dan berontak pada Nabi?
Pemberontakan yg mana dulu ? Ttg uang belanja atau yg mana ?
Pemberontakan yang disebut di hadis Bukhari di lidwa itu lhooo...
Umar berkata bahwa ada 3 ayat Qur'an turun karena gagasannya. Ayat ketiga adalah: saat istri² beliau cemburu kepada Muhammad (sehingga banyak yang membangkang). Gara² kejadian ini, maka turunlah ayat ancaman cerai semua istri Nabi di Q 66:5.

Adadeh wrote:[Jangan pake kitab kafir untuk membela Islam. Segudang literatur Islam sudah
cukup untuk membuktikan janjimu dulu yang ini:
Saya bisa buktikan bahwa Rasulullah itu keturunan Ismael...bahkan tanpa melibatkan Al Waqidi atau Ibnu Ishaq didalamnya.
Sama seperti kau minta bukti hadis sahih untuk kasus adegan-ranjang-Maria ini, aku juga minta bukti hadis sahih untuk kasus keturunan Ismael, misalnya dari Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa'i Alo, Baihaqi, Tirmizi, Muwatta Malik, dll.

Aisha wrote:Saya lihat anda sedikit linglung tapi mencoba mengecoh saya dgn trik murahan.
Hahahah........fatal sekali kesalahan anda dalam mencerna kalimat. Mksd saya, murid Az Zuhri bernama Muhammad Ibn Ishaq itu hanya satu orang yaitu Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar.
Adadeh wrote:Mengapa sanadnya terputus karena dari Az Zuhri?
Jika Ibn Ishaq ydmksd dlm hadist anda adalah Ibn Ishaq murid dan putra Rahwayh...maka tentunya nama AzZuhri tidak ada dalam salah satu rantai perawi dan penutur ketiga setelah Ubaidullah Ibn Abdullah seharusnya guru adari Ibn Ishaq Ibn Rahwayh. Jika ygdmksd adalah Ibn Ishaq murid Az Zuhri, maka rantai sanad anda tidak terputus pada Az Zuhri...tapi seperti kata anda sendiri, tidak satupun riwayat berstatus shahih dari Ibnu Ishaq murid Az Zuhri.
Simple saja pertanyaan saya, silahkan pilih....
Siapa Muhammad Ibn Ishaq yg dimaksud dalam rantai perawi anda, Muhammad Ibn Ishaq Ibn Rahwayh atau Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar ?
Saya yakin anda faham inti dari argument saya sebelumnya tapi saya tidak tau kenapa anda justru membelokkannya pada Az Zuhri seolah-olah saya meragukan Az Zuhri dan berpanjang lebar pada penjelasan-penjelasan yg tidak penting.



Karena urusan halal dan haram itu bukan hal sepele. Rasulullah itu adalah contoh bagi muslim, jika dia menghindari, menyukai, dan membenci sesuatu maka itu akan menjadi sunnah. Jika Rasulullah mengharamkan madu yg jelas-jelas dipuji-puji manfaatnya dalam Surah An Nahl.... hanya karena kecemburuan sepele dari wanita, maka apa kata dunia ?
Aisha wrote:Saya janji tidak akan melibarkan Al Waqidi dan Ibnu Ishaq.... berarti selain dari itu tidak melanggar janji

Gw udah bilang sumbermu ngaco. Gak ada murid Az Zuhri yang bernama Muhammad Ibn Ishaq. Sumbermu bahkan tak menyebut Ibn Malik, murid Az Zuhri yang paling ternama, pengumpul hadis sahih Malik Muwatta. Guru Muhammad ibn Ishaq itu adalah Abdullah Ibn Abu Bakr (684-752).
Itu kan aturan ciptaanmu sendiri, sedangkan ilmu hadis Sunni tak ada yang menentukan isnad itu harus dari guru ke murid atau ke mana. Siapapun yang pernah ketemu atau kenal Az-Zuhri di masa itu juga bisa mengutip keterangannya meskipun bukan muridnya.
Simple saja pertanyaan saya, silahkan pilih....
Siapa Muhammad Ibn Ishaq yg dimaksud dalam rantai perawi anda, Muhammad Ibn Ishaq Ibn Rahwayh atau Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar ?
Tak jadi masalah siapakah keduanya. Kalau kau mempermasalahkan hal ini, kenapa banyak hadis sahih yang memakai sumber dari Muhammad Ibn Ishaq tanpa peduli apakah itu Ibn Rahwayh atau Ibn Yasar. Contohnya ini:
'Signet-Rings (Kitab Al-Khatam)' of Sunan Abu-Dawud
Narrated Abdullah ibn Abbas: Muhammad ibn Ishaq said: I saw as-Salt ibn Abdullah ibn Nawfal ibn AbdulMuttalib wearing the signet-ring on his right small finger. I asked: What is this? He replied: I saw Ibn Abbas wearing his ring in this manner. He put its stone towards the upper part of his palm. Ibn Abbas also mentioned that the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) used to wear his signet-ring in his manner.
Siapa tuh Muhammad ibn Ishaq di atas? Ibn Ishaq Ibn Rahwayh atau Ibn Ishaq Ibn Yasar ?
Selain itu hadis itu diucapkan oleh Yahya bin Zaid, sumber yang banyak menyampaikan hadis² sahih. Lihat nih contoh hadis² sahihnya:
http://ahadith.co.uk/searchresults.php?q=ibn+yahya
kenapa banyak hadis sahih yang memakai sumber dari Muhammad Ibn Ishaq tanpa peduli apakah itu Ibn Rahwayh atau Ibn Yasar
Az-Zuhri (680-742M) adalah termasuk sejarawan Islam pertama , kira² seabad sebelum ahadis ditulis oleh siapapun. Az-Zuhri lahir sekitar 40 tahun setelah Muhamad mati. Az-Zuhri menyampaikan kisah tentang skandal ranjang Muhammad & Maria yang memalukan itu. Az-Zuhri itu mengenal Urwa bin al Zubayr, yang mengenal langsung Aisyah. Tapi dari Aisyah di jaman itu tak pernah keluar kisah tentang madu pada Urwa bin al Zubayr dan Az-Zuhri. Dengan begitu kisah skandal sex Maria sudah beredar lama di masyarakat Muslim Arab sebelum hadis² sahih ditulis oleh Bukhari, dan muridnya Muslim. Tak ada penulis sejarah Islam di jaman Az-Zuhri dan Urwa yang menyampaikan kisah madu di At Tahrim.
Selain Zuhri, penulis Sira lain yang juga mencantumkan kisah skandal ranjang Muhammad & Maria adalah Waqidi dan Ibn Sa'd.
Adadeh wrote:5. Az-Zuhri → Tabi’in → tabi’in
Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab az-Zuhri ia tinggal bersama Sa’id bin Al-Musayyab di sebua desa bernama Sya’bad di pinggir Syam. Disana pula ia wafat.Az-Zuhri memang selalu berusaha keras untuk meriwayatkan hadits, ada yang berkata bahwa az-Zuhri menghimpun hadits jumlahnya mencapai 1.200 hadits, tetapi yang musnad hanya separuhnya.
Az-Zuhri meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat riwayat yang mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya.
Imam bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib)”.
Ia wafat di Sya’bad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H.
Kita tahu bahwa Bukhari hidup di tahun 810–870 M, dan Aisyah hidup tahun 614-678 M. Itu berarti, Bukhari lahir 132 tahun setelah Aisyah mati. Dengan begitu, Bukhari tidak pernah bertemu / wawancara langsung dengan Aisyah saat menulis kisah madu di Volume 8, Book 78, Number 682. Tak ada keterangan sanad atau rantai penyampai kisah apapun di hadis tersebut, alias sanadnya tidak bisa ditelusuri. Hadis itu tiba² saja dimulai oleh Aisyah, padahal Bukhari tak pernah bertemu langsung dengan Aisyah. Dengan begitu keaslian kisah madu di Bukhari sangat layak diragukan keasliannya dan baru muncul di jaman Bukhari saja.
Sudah jelas bahwa usia kisah skandal sex Muhammad & Maria jauh lebih tua usianya daripada kisah Madu. Dengan begitu, kisah Madu adalah karangan Muslim saja, dan bukan fakta!

aisha wrote:Mas, saya sarankan anda tarik lagi argument anda yg ini... krn argument ini benar-benar menunjukan bahwa anda sangat buta hadist. Saya tidak perlu mengcounternya, menghabiskan waktu saja.
aisha wrote:Mas, saya sarankan anda tarik lagi argument anda yg ini... krn argument ini benar-benar menunjukan bahwa anda sangat buta hadist. Saya tidak perlu mengcounternya, menghabiskan waktu saja.
Adadeh wrote:Pakailah otak sedikiit saja jika nulis. Kapan Bukhari itu hidup? Kapan Aisha itu hidup? Pernahkah mereka berdua bertemu? Kaget ya? Semua hadis "sahih"-mu tentang kisah madu ternyata hanyalah hadis mu'allaq. Terputus sejak tingkat awal. Semua ini membuktikan kisah Madu tak lebih hanyalah karangan Muslim saja. Ngawur 100% halal.
Jika netter aisha tetap tak bisa menunjukkan kesahihan isnad Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682, maka kasus ini kuanggap selesai. Silakan aisha, tunjukkan usahamu yang lebih keras. Jangan cuman bisa minta gw narik argumen untuk menutupi kebingunganmu.

Aisha wrote:Saya meyakini bahwa Ibnu Ishaq yg dimaksud adalah Ibnu ishaq Ibn Yasar...dan saya menjabarkan dgn panjang lebar sebelum saya menyimpulkan bahwa Ibnu Ishaq yg dimaksud adalah Ibn Ishaq Ibn Yasar. Tidak ada mslh dgn Az Zuhri, tp seperti yg anda bilang bahwa Az Zuhri juga mempunyai riwayat-riwayat mursal dalam karyanya.... sehingga bias jadi masalah Skandal Di Ranjang Hafsah itu merupakan salah satu bagian dari riwayat mursalnya sehingga para pakar hadist abad ke 3 beramai-ramai meninggalkan hadist tsb. Ingat Mas, dalam ilmu hadist juga ada penelitian.



Jika kau tak terima keterangan gw tentang Muhammad ibn Ishaq, silakan cari sendiri bukti untuk membantahnya, jangan malah minta gw bikin PR-mu.
Kalau Anda begitu hebatnya, tolong tunjukkan pada seluruh kafir di FFI ini bahwa hadis Q 66:1 dari tafsir Ibn Kathir ini salah, berdasarkan sumber Islam yang kau pakai:
Udah berhari-hari nih, masakan satu hadis saja kagak bisa? Katanya mau ngajarin gw, katanya udah jago menggunakan artikel² Islam, tapi MANA HASILNYA? Silakan tunjukkan kemampuanmu, jangan malu²in pihak Muslim atuuh.
Yang kuminta hanya membahas SATU hadis saja sejak dua hari yang lalu, tapi jawabanmu gak karuan, menghindar ke mana² sampai Ibn Majjah segala. Semua teori hadis yang kau ajukan ternyata tong kosong nyaring bunyinya. Begitu gw minta kau mempraktekkan teori hadismu untuk menilai SATU SAJA hadis dari Ibnu Katsir, hasilmu sampai sekarang: NOL KOSONG.
Kebanyakan perawi di atas hidup sejaman atau 1-2 generasi berikut setelah Nabi mati. Ini juga merupakan bukti bahwa kisah skandal sex At Tahrim sudah beredar luas di kalangan Muslim sejak Nabi masih hidup. Kedua murid Az-Zuhri seperti Malik ibn Anas dan Mu'ammar ibn Rashid setuju dan mendukung keterangan Az-Zuhri di hadis Ibn Kathir 34526 bahwa At Tahrim 66:1 memang adalah tentang skandal sex Muhammad dan Maria di ranjang Hafsa. Dengan begitu, tak jadi masalah lagi siapakah Muhammad ibn Ishaq di hadis Ibn Kathir 34526.
Hadis dari tafsir Ibn Kathir dan Fath al-Bari di atas juga berasal dari generasi² awal Muslim. Zaid bin Aslam itu hidup sejaman dengan Az-Zuhri dan Malik bin Anas. Mereka semua menyampaikan keterangan yang sama tentang skandal sex At Tahrim. Hampir semua hadis skandal sex Muhammad dan Maria bisa ditelusuri dengan jelas dari mana asalnya, dan ternyata usianya sangat tua, sejak Nabi masih hidup. Perawinya juga ternyata adalah para penyampai hadis yang dihormati, yang keterangannya banyak dikutip berbagai hadis sahih. Mereka semua adalah orang² yang berbeda, hidup di waktu yang berlainan, tapi semuanya menyampaikan keterangan yang sama.
Kejelasan ini tidak ditemukan di hadis² tentang kisah Madu yang sukar sekali ditelusuri sanadnya. Nama orang² penyampai cerita dihapus begitu saja, dan hadis tiba² dimulai dari Aisyah. Mengapa kok begitu?

Jika ada orang yg mengutip Al Bukhari tnpa menyebutkan sanadnya, karena mmg itu tidak perlu.. bukan brrti Bukhari tidak menyebutkan sanad dalam kitab aslinya.

Moderator 1 wrote:netter aisha, sangat tak adil jika Anda tak menyebut sanad Bukhari tsb, sedangkan netter Adadeh terus mengajukan sanad dengan lengkap dari berbagai hadis yang diajukannya dan membahasnya satu per satu. Sebaliknya, Adadeh hanya meminta sanad satu hadis saja pada Anda. Agar adil, penuhi permintaannya dengan mengajukan sanad yang lengkap juga.
Perdebatan akan dilanjutkan setelah netter asiha mengajukan sanad yang lengkap untuk Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682.
Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682


Rantai Sanad :
Ibrahim Bin Musa >> Hisyam Bin Yusuf >> Ibnu Juraij >> Atha' >> Ubaid Bin Umar >> Aisha
saya hanya bertanya Muhammad Ibn Ishaq mana yg anda maksud, apa pertanyaan saya terlalu berat untuk anda jawab ?


Kita msh membahas satu hadist yg anda minta dan seingat saya, saya blm memberi anda lampu hijau untuk membahas hadist lainnya.
Bukannya saya tidak menghargai argument anda tapi saya tidak akan berhenti menuntut sblm anda mengakui bahwa satu hadist ini invalid.
tak terkecuali Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadist juga darinya meskipun secara ta’liq TAPI untuk kasus Mariyah Alqibtiyah, saya berani jamin....bahwa Bukhari Muslim tidak pernah meriwayatkan darinya.


Return to Ruang Debat Terbatas
Users browsing this forum: No registered users