Tuh kan Mas Adadeh, masih belum ngerti2...pdhl saya sudah kasih link buat belajar, tp yg digaris justru yg gak penting.
Yang kuminta hanya membahas
SATU hadis saja sejak dua hari yang lalu, tapi jawabanmu gak karuan, menghindar ke mana² sampai Ibn Majjah segala. Semua teori hadis yang kau ajukan ternyata tong kosong nyaring bunyinya. Begitu gw minta kau mempraktekkan teori hadismu untuk menilai SATU SAJA hadis dari Ibnu Katsir, hasilmu sampai sekarang:
NOL KOSONG.
Ada 8 penyampai kisah di hadis Ibnu Kathir berikut:

Rantai penyampai cerita:
8.
Sa’id bin Yahya → Atba’ Tabi’it Tabi’in (setelah para tabi’ut tabi’in)
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/0 ... fat-198-h/Ia menerima hadits dari Yahya bin Sa’id al-Anshary, Ibnu Juraij, Sa;id bin Arubah, ats Tsaury, Ibnu Uyainah, Malik, Syu’bah dan lain lainnya.
Diantara murid murinya adalah Ahmad bin Hambal, Yahya bin Ma’in, Ali bin al-Madainy, Ishaq bin Rahawaih, Ibnu Mandie, Abu Ubaid al-Qasim bin Salam dan lain lainnya.
Para ulama sepakat mengatakan bahwa ia ulama besar di bidang hadits, kuat hapalannya, luas ilmunya serta dikenal dengan orang yang shalih, Hal ini diakui kebanyakan ulama hadits.
Ahmad bin HAmbal berkata,” Belum pernah aku melihat ulama yang sebanding dengan Yahya dalam segala kedudukannya”.
7.
Ayah Sa’id bin Yahya → tabi’ut tabi’in
6.
Muhammad bin Ishaq → tabi’in
5.
Az-Zuhri → Tabi’in → tabi’in
Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab az-Zuhri ia tinggal bersama Sa’id bin Al-Musayyab di sebua desa bernama Sya’bad di pinggir Syam. Disana pula ia wafat.Az-Zuhri memang selalu berusaha keras untuk meriwayatkan hadits, ada yang berkata bahwa az-Zuhri menghimpun hadits jumlahnya mencapai 1.200 hadits, tetapi yang musnad hanya separuhnya.
Az-Zuhri meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat riwayat yang mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya.
Imam bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib)”.
Ia wafat di Sya’bad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H.
4.
Ubaidullah bin Abdullah → tabi’in
Nama sebenarnya adalah Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hudzaly, seorang ulama ta’biin yang terkenal, Ubaidullah menerima ilmunya dari beberapa tabi’in yang terkenal dan juga menerima ilmunya dari beberapa orang sahabat seperti Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abu Sa’id al-Khudlry, Abu Waqid al-Laitsy, Zaid ibn Khalid, an Nu’man bin Basyir, Aisyah, Fatimah binti Qais, dan lainnya.
Hadist hadistnya diriwayatkan dari Irak bin Malik, az-Zuhry, Abu Zinad, Shalih bin Kaisan dan lain lain.
Para ulama sepakat ia orang yang tsiqah, kuat hapalannya hingga Ibnu Abbas menghormatinya sebagai orang yang tinggi ilmunya dalam bidang hadist dan fiqh.
3.
Ibnu Abbas → Al-Abadillah (Sahabat, sepupu, dan juru tulis Nabi)
Abdullah bin Abbas adalah sahabat kelima yang banyak meriwayatkan hadist sesudah Sayyidah Aisyah, ia meriwayatkan 1.660 hadits. Dia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah dan ibunya adalah Ummul Fadl Lababah binti harits saudari ummul mukminin Maimunah.
2.
Umar bin Khathab → Khalifah ar-Rasyidin (= Salah satu dari empat Kalifah Teladan, Umar adalah Kalifah kedua setelah Abu Bakr)
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/0 ... khaththab/Umar turut serta dalam peperangan yang dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin”.
Rasulullah memberikan gelar al-Faruq kepadanya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia berkata,” Aku telah bertanya kepada Aisyah, “ Siapakah yang memanggil Umar dengan nama al-Faruq?”, maka Aisyah menjawab “Rasulullah”.
Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:” Sungguh telah ada dari umat-umat sebelum kamu para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘Umarlah orangnya”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi bersabda,” Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin al-Khaththab orangnya.”
1.
Muhammad/Allah SWT Perawi hadis Ibnu Katsir di atas ternyata adalah para penyampai hadis yang terpandang. Hadis itu bersumber langsung dari Muhammad, lalu dari Umar (merupakah Sahabat Nabi tingkat tertinggi), lalu Ibn Abbas.
Jenis hadis yang bisa diterima kebenarannya disebut sebagai Hadis Maqbul (diterima), dan yang tidak diterima disebut sebagai Hadis Mardud (ditolak). Karena isi hadis sesuai dengan ayat Qur’an dan perawinya terpandang, maka tentunya hadis di atas (no. 34526) termasuk Hadis Maqbul.
Berdasarkan muntaha sanad (siapakah rantai penyampai kisah), maka terdapat empat jenis hadis:
1. Qudsi (suci, bersumber langsung dari Muhammad, bersangkutan dengan turunnya ayat Qur’an)
2. Marfu (bersangkutan secara langsung/tak langsung pada ucapan dan tindakan Nabi, disampaikan oleh sahabat Nabi)
3. Mauquf (bersumber dari sahabat Nabi)
4. Maqtu’ (bersumber dari tabi’in atau generasi Muslim SETELAH jaman para sahabat Nabi)
Hadis no. 34526 di atas bersangkutan langsung dengan turunnya ayat Qur’an 66:1 dari Allah/Muhammad. Berdasarkan sanadnya, hadis seperti ini merupakan hadis tertinggi, yakni hadis Qudsi.
Berdasarkan isi atau pesannya, suatu hadis dikelompokkan dalam empat jenis utama:
1. Sahih (sempurna)
2. Hasan (bagus)
3. Da’if (lemah)
4. Mawdu (palsu)
Hadis sahih adalah hadis yang (i) beraturan (bisa dirunut dari mana sumbernya), (ii) isinya tak bertentangan dengan Qur’an, dan (iii) para penyampai kisah bisa dipercaya. Hadis sahih yang memenuhi ketiga kategori ini disebut sebagai sahih mutlaq atau sahih li zatihi. Hadis no. 34526 di atas jelas sangat beraturan, karena bisa dilihat sumbernya berasal dari Muhammad, lalu Umar, lalu Ibn Abbas, dll, sampai ke Said bin Yahya. Mereka semua dipercaya di dunia Islam, dan hadis² lain dari mereka seringkali dikutip Bukhari, Muslim, dll. Isi hadis 34526 itu juga tak bertentangan sama sekali dengan isi Qur’an. Semua Muslim melek Islam tahu betul bahwa Muhammad memang halal ngesex dengan siapapun di ranjang mana pun di Medina (kalo di Jakarta sih tentunya dia udah dirajam mampus). Muslim di Medina tak akan ada yang menegurnya.
Dengan begitu, hadis no. 34526 sudah jelas merupakan hadis qudsi maqbul yang sahih. Bukhari juga jelas² mendukung hadis no. 34526 dari Ibnu Katsir di atas dengan hadisnya sendiri di bawah ini:
http://Lidwa.com/app/?k=bukhari&n=387
Hanya ada 1 kasus di seluruh riwayat Nabi di mana SEMUA ISTRI² CEMBURU sampai nekad membangkang/berontak sama Muhammad. Dan ini semua bersangkutan dengan kasus Muhammad ngesex dengan Maria di Q 66:1, sehingga Muhammad mengancam semua istrinya yang cemburu dengan cerai (Q 66:5) dan bakar di api neraka (Q 66:10). Keterangan yang sama dipertegas oleh tafsir Ibn Kathir Sura At Tahrim (66) yang sekali lagi mengutip keterangan hadis Bukhari di sini:
http://abdurrahman.org/qurantafseer/ibn ... 54321.htmlQuran: Tafsir Ibn Kathir: Surah No. 66:5Al-Bukhari recorded that Anas said, "`Umar said, `The wives of the Prophet were ALL JEALOUS for his affection, and I said to them,﴿عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَجاً خَيْراً مِّنكُنَّ﴾
(Maybe his Lord, if he divorces you, will give him instead of you, wives better than you.) Thereafter, this Ayah was revealed.'''terjemahan:
Al Bukhari mencatat bahwa Anas berkata, "`Umar berkata, `Istri² Nabi SEMUAnya pada CEMBURU karena kasih sayangnya, dan aku berkata pada mereka (Mungkin Allahnya, jika dia menceraikan kalian, akan memberikannya istri² yang lebih baik daripada kalian.) Maka itulah ayat ini diturunkan. Kasus “adegan ranjang Mamad & Maria di ranjang Hafsa” di Q 66:1 itulah yang membuat SEMUA istri Nabi CEMBURU dan berontak padanya. Poligami adalah sumber utama kesengsaraan keluarga Nabi. Kasus madu sih tak akan membuat mereka semarah itu pada Nabi gede nafsu Mamad SAW.
Hal ini lebih diperkuat lagi dari berbagai sumber Islam yang menceritakan istri² Nabi, terutama si Aisyah, sangat cemburu pada Maria Qibtiyya yang sangat cantik dan berambut ikal. Lihat nih keterangan dari artikel republika dari
Sira Nabi oleh Husein Haykal
(terima kasih Jarum_Kudus):
http://www.republika.co.id/berita/dunia ... l-mukmininSejarah Hidup Muhammad SAW: Kecemburuan Ummahatul MukmininSenin, 22 Agustus 2011 20:30 WIB
Pernah terjadi ketika pada suatu hari Hafshah pergi mengunjungi ayahnya dan bercakap-cakap di sana, Maria datang kepada Nabi tatkala beliau sedang di rumah Hafshah dan agak lama. Ketika Hafshah kembali pulang dan mengetahui ada Maria di rumahnya, ia menunggu keluarnya Maria dengan rasa cemburu yang meluap-luap. Makin lama ia menunggu, cemburunya pun makin menjadi.
Ketika Maria keluar kemudian, Hafshah masuk menjumpai Nabi. "Saya sudah melihat dengan siapa kau tadi," kata Hafshah. "Engkau sungguh telah menghinaku. Engkau tidak akan berbuat begitu kalau tidak kedudukanku yang rendah dalam pandanganmu."
Rasulullah segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong Hafshah mengungkapkan perasaannya, dan membicarakannya kembali dengan Aisyah atau Ummul Mukminin yang lain.
Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafshah, Rasulullah bahkan hendak bersumpah mengharamkan Maria buat dirinya, jika Hafshah tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. Hafshah berjanji akan melaksanakan. Namun kecemburuan begitu berkecamuk dalam hatinya, sehingga dia tidak sanggup lagi menyimpan perasaannya. Dan Hafshah pun menceritakan kejadian tersebut kepada Aisyah. …
Setelah Maria melahirkan Ibrahim, rasa iri hati pada mereka makin menjadi-jadi, lebih-lebih Aisyah. Dalam menghadapi kegigihan sikap mereka yang iri hati ini, Rasulullah—yang telah mengangkat tinggi derajat mereka—masih tetap bersikap lemah-lembut. Rasulullah tidak punya waktu untuk melayani sikap yang demikian dan membiarkan dirinya dipermainkan oleh sang istri. Mereka harus mendapat pelajaran dengan sikap yang tegas dan keras. Persoalan Ummahatul Mukminin itu harus dapat dikembalikan ke tempat semula. Sumber:
Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal
Kecemburuan Aisyah dan para istri Nabi terhadap Maria juga tercatat di
Tabaqat dari Ibn Sa’d:
"I have never been as jealous of any woman as I have been of Mariya. That was because she had beautiful ringlets. She used to stay in the house of Haritha Ibn al-Numan. We frightened her and I became concerned. The Prophet of Allah (PBUH&HF) sent her to a higher place and he would visit her there. That was very hard upon us, and then Allah blessed him with a boy through her and we shunned him".Terjemahan:
Aisyah berkata: “Aku tak pernah begitu cemburu pada wanita mana pun seperti pada Mariya. Hal ini karena rambut ikalnya yang sangat indah. Mariya dulu tinggal di rumah Haritha Ibn al-Numan. Kami menakut-nakuti dia dan aku jadi masygul. Nabi Allah lalu memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi dan dia mengunjungi Mariya di sana. Hal ini membuat kami sangat cemburu, dan lalu Allah menganugerahkan Nabi dengan seorang putra melalui Mariya dan kami menolak bayi itu.Sunni references:
•
al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v8, p212
•
al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri, v1, p339
Kebencian Aisyah tak berhenti pada Mariya saja, tapi juga pada bayi Mariya dan Mamad SAW:
Aisha said: "When Ibrahim was born, the Prophet of Allah (PBUH&HF) brought him to me and said: 'Look how much he resembles me.' I said: 'I do not see any resemblance.' The Prophet of Allah (PBUH&HF) said: 'Don't you see how robust and fair he is?"' Aisha said: "I said: 'Whoever is fed with the milk of sheep becomes fair and robust.'"Terjemahan:
Aisyah berkata: “Ketika Ibrahim lahir, Nabi Allah membawa bayi itu padaku dan berkata: ‘Lihat, dia mirip banget denganku.’ Aku berkata: ‘Ah, gak mirip sama sekali.’ Nabi Allah berkata: ‘Tidakkah kau lihat betapa gagah dan tampannya dia?’ Aisyah berkata: “Aku menjawab: ‘Siapapun yang diberi susu domba akan jadi gagah dan tampan.’”Sunni references:
•
al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v1, p37
•
al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri
Keterangan Haykal dan Ibn Sad di atas sudah sangat jelas menggambarkan kekentalan kebencian dan kecemburuan para istri Nabi pada Mariyah dan juga bayinya, si Ibrahim.
Kesimpulan: SEMUA istri Muhammad merasa CEMBURU sampai berontak dan membangkang di Q 66:5 itu disebabkan oleh “adegan ranjang Mamad & Maria” di Q 66:1.
Sama seperti jika anda tetap mempercayai teori evolusi Darwin yg memonyetkan anda sedangkan sekarang para ilmuan telah menemukan fakta bahwa dia telah berdusta, tapi anda tetap mau percaya bahwa anda adalah keturunan monyet.
Dari kualitas jawabanmu, gw mah malah yakin teori Darwin itu berlaku untuk jenis makhluk sepertimu.