
Aisha wrote:Owh...ternyata anda begitu butuh bantuan hingga harus mendengarkan saudara anda yg satu itu.



Itu hadis bukhari nomer berapa di lidwa? Tolong cantumkan nomernya.
Gw udah bilang tak jadi masalah Muhammad ibn Ishaq mana yang tercantum di situ
Hadis Ibn Kathir 34525 tetap sahih sekalipun Ibn Ishaq Ibn Yassar yang menyampaikan kisah di hadis tersebut. Hal ini terbukti dari banyaknya hadis² sahih yang memakai sumber bernama Muhammad ibn Ishaq, tak terkecuali Bukhari. Malahan Bukhari juga memakai sumber dari Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar.

Jalur sanad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar ini sama persis dengan jalur sanad hadis Ibn Kathir nomer 34525 di atas.
Mana buktinya hadis Ibn Kathir nomer 34525 itu invalid? Apakah karena datanya dari Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar? Justru Bukhari no. 5101 dari lidwa itu memperkuat kesahihan hadis Ibn Kathir nomer 34525 karena menggunakan sanad yang serupa. Dengan begitu hadis Ibn Kathir nomer 34525 tetap sahih, akurat, sesuai Qur'an, dengan urutan sanad yang juga dipakai Bukhari.
Kalo kau punya buku Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq ibn Yasār maka kau dengan mudah akan mengetahui bahwa Ibn Ishaq tak pernah menulis keterangan tentang adegan-ranjang-Maria. Gak ada di situ.
Tapi Ibn Ishaq pengarang Sirat Rasul Allah bukanlah murid Bin Rahwayh. Untuk memudahkan siapakah ibn Ishaq yang dimaksud, maka kita harus periksa dulu apakah pesannya tercantum atau tidak di Sirat Rasul Allah. Ibn Ishaq bin Yasar tidak menulis buku apapun selain Sirat Rasul Allah. Jika keterangan itu tak tercantum di Sirat Rasul, tentunya penyampai hadis itu bukan Ibn Ishaq bin Yasar. Selain itu, sangat jarang ada hadis sahih yang mengutip keterangan dari Ibn Ishaq bin Yasar.
Meskipun gemar mencaci-maki Ibn Ishaq ibn Yassar, ternyata Bukhari tidak segan² mengutip data darinya. Ini bukti lain dari Bukhari, dengan sumber isnad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar
Itu dia masalahnya. Kenapa sumber terpercaya dari Az-Zuhri menjadi tak sahih jika tentang kasus Maria, padahal Az-Zuhri itu hidup hampir sejaman dengan Aisyah? Az-Zuhri itulah penulis sejarah Islam pertama di Arab, makanya Bukhari banyak sekali mengutip darinya. Hilangnya data Maria di koleksi hadis Bukhari dan Muslim itu PASTI KARENA ulama² Muslim yang menghilangkan data²nya, sama seperti yang mereka lakukan terhadap begitu banyak hadis tentang Maria di tafsir Ibnu Katsir. Ada enam biji tuh, hilang lenyap semuanya!! Qur'an saja mereka bakar habis dan tulis ulang, apalagi sekedar hadis.
Ada 1.181 hadis Az-Zuhri yang dikutip Bukhari, dan ribuan hadis Az-Zuhri lainnya yang dikutip berbagai kolektor hadis sahih. Az-Zuhri itu adalah salah satu sumber utama hadis² sahih, karena dialah yang pertama kali mencatat sejarah Islam.
Tapi mengapa keterangan Az-Zuhri tentang Maria Qibtia dari Umar tidak dianggap sahih? Atas dasar alasan apa?
Karena memang dasarnya umat Muslim itu bersifat munafik, meskipun mereka mengritik habis Ibn Ishaq, tapi mereka ternyata doyan mengutip keterangan darinya. Ini contoh sebagian kecil saja hadis² sahih yang mengutip keterangan dari Ibn Ishaq. Kemunafikan Muslim ini mengejutkanku, sebab tadinya gw pikir tak banyak hadis sahih yang menggunakan data dari Ibn Ishaq, apalagi Bukhari. Eee... gak taunyaa.... mereka beramai-ramai mengutip keterangan Ibn Ishaq ibn Yassar.

Ibnu Ishaq bin Yasar tidak pernah menulis ttg adegan ranjang Mariyah-Muhammad

Adadeh wrote:Masih ngotot bahwa hadis Ibnu Kathir no. 34526 itu invalid? Otak lo yang invalid!! Udah berapa hari debat nih? Sampai detik ini kau masih saja tak mampu menunjukkan SATU hadis Maria invalid. Belon lagi yang dari Ma'mar, Ibn Sa'd, Qurtubi, dll yang seabreq banyaknya.
Masih ngotot bahwa hadis Ibnu Kathir no. 34526 itu invalid? Otak lo yang invalid!! Udah berapa hari debat nih? Sampai detik ini kau masih saja tak mampu menunjukkan SATU hadis Maria invalid. Belon lagi yang dari Ma'mar, Ibn Sa'd, Qurtubi, dll yang seabreq banyaknya.
Ini gw ajukan bukti lagi, khusus bagi mereka yang ingin menemukan kebenaran di tengah dusta Muslim. Meskipun sebagian Muslim telah menghapus keterangan tentang Maria di Bukhari, tapi informasi dari Tabari Q 66:4 (Tabari, volume 25, hal. 233 dan 234) menunjukkan bahwa Bukhari juga mendukung hadis Az-Zuhri yang bersangkutan dengan skandal sex Muhammad dan Maria. Silakan lihat keterangan di bawah ini:
Perhatikan keterangan dalam kotak biru, hadis nomer 34539. Hadis ini dari Ibnu Zaid, sahabat Nabi. Ibnu Zaid setuju bahwa Q 66:4 bersangkutan dengan tindakan Rasulullah SAW menjauhi budak wanitanya. Silakan baca kalimat dalam kotak kuning:
SENADA dengan yang kami kemukakan ini (dari Ibnu Zaid) adalah pendapat para ahli tafsir berikut ini:
Yang berikut adalah hadis nomer 34540 dari Bukhari! Hadis Bukhari ini disampaikan oleh beberapa sanad terpercaya, antara lain adalah Az-Zuhri dan muridnya yakni Ma'mar ibn Rashid!! Kita sudah tahu bahwa Az-Zuhri mengatakan terjadinya skandal sex Muhammad dengan Maria:
Murid Az-Zuhri yakni Ma'mar juga mengatakan hal yang sama:
Ma'mar, Az-Zuhri, Ibnu Abbas, Umar, Bukhari, semuanya SENADA dengan pernyataan Ibnu Zaid skandal sex Muhammad dengan Maria. Hadis Bukhari ini sama dengan Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648, yang ternyata adalah tentang Maria Qibtiya. Meskipun Muslim berusaha menghapus, tapi kita masih tetap bisa melacak keterangan Bukhari tentang Maria.


Adadeh wrote:Hahaha.... hanya sekedar begitu saja jawabannya? Ngomel² saja? Tulisan sampah kayak gini kok pengen ditanggapin?
Tak ada data apapun, gak ada referensi apapun, gak ada tunjangan pendapat ahli apapun.
Memang tak ada di Sirat Rasulnya, tapi itu tak berarti Ibn Ishaq tak bisa menyampaikan apa yang dia dengar dari Az-Zuhri. Sesuka Ibn Ishaq dunk apa yang dia masukin ke bukunya. Kok bisanya lo ngatur orang?
Mana tuh isnad Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682? Kok sampe sekarang belon muncul? Mana buktinya dari lidwa? Gw gak ngelihat nomer hadisnya di lidwa sampe detik ini.
Coba lagi yang lebih bermutu dunk.

Anda putus asa ya, smpe anda menutup mata dan pura-pura tidak liat ?
Itu kan catatan kaki untuk 382 bukan 383....jgn main cocokmology.
Adadeh wrote:Yang berikut adalah hadis nomer 34540 dari Bukhari! Hadis Bukhari ini disampaikan oleh beberapa sanad terpercaya, antara lain adalah Az-Zuhri dan muridnya yakni Ma'mar ibn Rashid!!
Yg mengatakan SENADA itu bukan Bukhari TAPI sumber anda.
Adadeh wrote:Nomer Bukhari di lidwa itu berapa? Musti berapa kali ditanya nih?

Aisha wrote:Oh iya...berhubung anda juga pakai lidwa, cb sekalian cari keyword Mariyah Alqibtiyah di Bukhari Muslim, siapa tau ketemu


Aku sudah bilang berkali-kali bahwa Muslim menghapus keterangan tentang Maria Qibtiyya di At Tahrim pada hadis² sahih Bukhari, Muslim, dan juga Nasa'i. Lidwa juga termasuk dalam golongan Muslim yang main hapus semua hadis sahih yang tak menyenangkan hati mereka.
Meskipun begitu, ada saja sisa² keterangan dari buku² lama tentang hadis² sahih ini. Mari kita lihat keterangan dari intisari tafsir Ibnu Katsir, cetakan tahun 1989.
kutipan:
Al-Hatisam bin Ka'ab meriwayatkan dari Umar,
"Nabi SAW mengatakan pada Hafshah, 'Jangan kamu beritahukan kepada siapapun bahwa ibu Ibrahim telah haram bagi diriku.' Hafshah bertanya, 'Apakah engkau telah mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah?' Maka beliau pun tidak mendekatinya sehingga aku memberitahukan hal itu kepada Aisyah. Kata Umar, 'Lalu turunlah ayat Allah 'Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.'"
Sanad hadits ini BAIK, namun tidak diriwayatkan oleh para penyusun kitab yang enam. (knafa yaaa??? gak suka sama isinya kali... tapi...) Dan telah dipilih oleh Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dalam kitabnya al-Mustakhraj.
Ini keterangan tentang Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dan kitabnya al-Mustakhraj. Dalam bukunya itu, Ad-Dhiya al-Maqdisi menelaah mana hadis yang sahih dan mana yang tidak dari Bukhari, Muslim, Nasa'i, dll.
Jika Ad-Dhiya al-Maqdisi mengatakan sanad hadisnya baik, maka apakah lalu kita harus percaya sama keterangan aishah bahwa hadis di atas itu sanadnya jelek?
Jika Tabari mengatakan hadis dari Ibnu Katsir tentang Maria Qibtiya itu baik, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa hadis itu jelek?
Jika Bukhari, Muslim, Nasa'i menggunakan sanad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibnu Ishaq dalam berbagai hadis mereka, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa sanad dari Muhammad ibnu Ishaq itu invalid?
Ibnu Katsir juga menerangkan bahwa Bukhari, Muslim, dan an-Nasai (semuanya sahih nih) sebenarnya mencantumkan keterangan tentang Maria Qibtiya di At-Tahrim ayat 1:
kutipan:
Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Sa'id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah mengatakan bahwa mengharamkan istrimerupakan sumpah yang mempunyai kifarat. Ibnu Abbas r.a. mengatakan,
"Sungguh bagi kamu pada diri Rasulullah saw. terdapat teladan yang baik.' Yaitu, Rasulullah telah mengharamkan jariahnya, lalu Allah menuruntkan ayat, 'Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu ... sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.' Kemudian Rasulullah membatalkan sumpahnya dengan kifarat, maka pengharaman istri berubah menjadi sumpah."
(Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari dan Muslim dan an-Nasa'i.)
Perhatikan kalimat terakhir dari Ibnu Katsir bahwa hadis Maria Qibtiya disampaikan oleh Bukhari, Muslim, an-Nasa'i. Tapi sekarang dimanakah hadis² tersebut? Semuanya sudah hilang dihapus Muslim. Di buku cetak gw hadis Bukhari sudah tak ada, di lidwa sudah dihilangkan, di hadis sahih internet apalagi. Begitulah kelicikan Muslim menghapus keterangan² najiz Nabi SAW. Muslim lebih memilih main edit seenak udel daripada menghadapi kenyataan pahit bahwa Nabi mereka memang bejad moral.

Aisha wrote:Seingat saya juga sudah berulang-ulang kali saya menjelaskan bahwa kata “menghapus” itu tidak tepat.
Kl anda bertanya kenapa Bukhari Muslim dan penulis kitab 6 tidak meriwayatkan, mudah mas menjawabnya.. karena dalam penerimaan hadist itu dr rawi ke rawi menggunakan lafazh ‘an (dari) dan ini masuk kategori hadist mursal yg tidak bs dijadikan hujjah.

karena dalam penerimaan hadist itu dr rawi ke rawi menggunakan lafazh ‘an (dari) dan ini masuk kategori hadist mursal yg tidak bs dijadikan hujjah.

Adadeh wrote:Tampaknya usahamu gagal, Aisha, karena gak didukung Muslim tuh. Di forum kafir ini ajah para Muslim menentangmu, apalagi di dunia nyata.
Hadis punya gw gak murshal, silakan periksa sendiri di Lidwa. Baca tuh keterangan dari Asbabun Nuzul punya Suyuti yang mengutip Nasa'i dan Imam Ali:
Asal bunyi sih gampang, Aisha. Tapi dikau dikeroyok para ahli hadis nih. Syafa yang musti Muslim percayai: dikau atau Suyuti + Nasa'i + Imam Al Hakim? [/size]
Bukhari, Muslim, dll juga banyak kok yang mursal. Ini buktinya:
Lihat ndiri tuh buanyak banget hadis yang katanya sahih ternyata mursal, termasuk hadis madu kebanggaanmu. Ntar gw buktiin lewat Lidwa.
Dari debat denganmu, aku menyadari bahwa banyak Muslimah Indonesia yang tak tahu tentang skandal sex di ranjang Hafsah ini. Untuk mengatasi hal itu, gw bikin videonya versi Indonesia, lengkap dengan literatur Asbabun Nuzul dari Suyuti dan Tafsir Ibn Kathir favoritmu:
Ntar gw buktiin lewat Lidwa.
Aku sudah bilang berkali-kali bahwa Muslim menghapus keterangan tentang Maria Qibtiyya di At Tahrim pada hadis² sahih Bukhari, Muslim, dan juga Nasa'i. Lidwa juga termasuk dalam golongan Muslim yang main hapus semua hadis sahih yang tak menyenangkan hati mereka.

Aisha wrote:Baik Mas Adadeh, bbrpa waktu lalu saya vakum memposting krn sgt tertarik mencari tau kebenaran dan derajat hadist dari semua hadist yg anda hadirkan dari A s/d Z. Hadist yg anda posting terakhir ini akan sy masukkan list. Anggap saja posting saya dari page 1 - 6 hanya pemanasan saja dan skrg saya akan serius menanggapi semuanya.
Kita mulai dari sini saja :
Baik hadist Mariyah maupun hadist Madu menggunakan lafadzh 'an yg menandakan kemursalannya.
Saya sudah mereview semua hadist anda mulai dari page 1 dan saya sdh menemukan kelemahan2 dari semua hadist itu yg akan saya jabarkan selanjutnya. Lets make a deal, kita buat kesepakatan... jika saya bisa membuktikan kemutashilan hadist berlafadzh 'an menurut syarat Bukhari Muslim dan jumhur ulama dan mematahkan semua hadist anda, anda juga harus bs membuktikan kemuthasilan hadist2 anda dan mematahkan hadist2 saya dgn cara yg sama, bgamana ?
Istilah hadistnya anda menuduh Lidwa melakukan Tadlis .
Return to Ruang Debat Terbatas
Users browsing this forum: No registered users