. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

TOLONG LAH!!! Kebimbangan hatiku, wahai Teman.. hix1000x

Kumpulan semua pengakuan murtadin situs ini, FFIndonesia, yang meninggalkan Islam.

Postby numplew » Fri Mar 03, 2006 11:47 pm

dua
gue jawab pertanyaan loe dulu tentang sunat
pertama ane cerite dulu nih. loe sbg murtadin gue yakin cukup tau banyak tentang islam. Dlam islam hukum yang tertinggi adalah
1. qur'an (firman Allah)
2. hadist yang shaheh (perilaku nabi Muhammad)
3. mufakat para alim utama

Nah kalo disatu tidak ada kita harus liat yang kedua. Contoh kewajiban tentang sholat, allah hanya berfirman saja bahwa solat wajib, masalah teknis liat saja hukum yang kedua yaitu hadis.

Masya ampun, jadi Alqur an itu belum lengkap toh..? Masih harus dijelaskan lagi ?Koq bisa diklaim sebagai kitab yang sempurna :cry:

Jadi perlu mufakat alim ulama juga ? Pantas aja ada fatwa MUI segala. Ntar kali ada fatwa FPI ya, hihi...

nah balik ke sunat, terus terang sampai saat ini gue belon temukan ayatnya..sabar..sabar gue cari lagi di Qur'an..atau via gogle.
Nah kalo nanti memang tidak ada kami akan lari ke hukum kedua yaitu hadis. Nah kalo muhaamad di sunat bahkan yesus pun, semua muslim akan sunat, krn memnag taurat, injil qur'an berasal dari tuhan yang sama yaitu Allah.

OOO, jadi benar toh nyontek

Kalo loe katkan islam nyontek, gue kira ngak bener karena taurat, injil dan qur'an pemiliknya sama.
Tapi masalahnya, udah nyontek salah lagi :cry:

Qur'an adalah penyempurna krn adanya peyelewangan yang dilakukan umat. Taurat mulai melenceng. disempurnakan dgn injil, injil mulai ada yang diubah-ubah disempurnakan oleh qur'an.
Qur an nyeleweng muncullah Ahmadiyah. Ahmadiyah melenceng muncullah Harry Potter

Shg Allah berfirman dlm qur'an (sayang ayatnya gue lupa" apabila engkau ditanya tentang injil sekarang jawabnya adalah, benar dan salah. Benar yaitu ayat-ayat yang sama seperti Qur'an contohnya adalah sunat, salah contohnya adalah penuhanan isa (yesus), serta ayat porno.
Hehe..pokonya semau gue dech...Yang mendukung teoriku aku ambil yang ndak...palsuuuuu...
Pilih pilih kayak di Indomaret aja

Huh kepanjangan niih, jawaban untuk pertanyaan lain menuyusul ya bung dago. EEhh..ngomong-ngomong loe belon jawab pertanyaan gue, loe sunat apa ngak sih

Loe sunatnya umur delapn hari apa kagak ? :wink:
User avatar
numplew
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 153
Joined: Sat Dec 17, 2005 12:32 pm
Location: nowhere

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:05 am

O..ya sangking emosinya saya salah ketik maksudnya orang yahudi itu adalah umat nabi musa dan mereka sama sekali tidak mengikuti ajaran nabi musa, mereka lebih senang dengan aturan budayanya begitu. Maaf yaa..

Taubatnya sang Penginjil
Journey to Islam Oleh : Fakta 24 Jan 2006 - 7:00 pm

Setelah 2 Tahun Murtad, dipandu oleh ustadz Abu Deedat, ayat Injil kitab Ulangan 4:35-39 mengantar Gunawan kembali bersyahadat La ilaha illallah - Muhammadar Rasulullah.

Shalat tarawih baru saja usai, Kamis (6/10). Jarum jam menunjuk angka 21.30 Wib, tiba-tiba telepon Ustadz Abu Deedat berdering. Setelah diangkat, terdengar suara, "Ustadz, ada pemuda lulusan madrasah tsanawiyah (MTs) jadi penginjil. Tolong selamatkan." Si penelepon adalah pengelola Klinik dan Rumah Sakit Bersalin Ratna Komala, Bekasi, Ustadz Ahmad Yani.

Pemuda yang bernama Gunawan (19) ini, diketahui murtad setelah mengalami kecelakaan dan dirawat di klinik miliknya. Malam itu juga, pemuda asal Lampung ini dibawa ke FAKTA. Gunawan bercerita, setelah ayahnya meninggal, ia mondok dan sekolah di sebuah MTs di Leuwiliang, Bogor, atas biaya pamannya. Setelah lulus tahun 2003, ia berkenalan dengan Ferdinand, laki-laki Batak. Gunawan diajak ke Bekasi dan dikenalkan pada pendeta, juga asal Batak. "Diajak ke gereja saya nurut," tutur Gunawan yang sudah mulai menjadi penginjil.

Meski hatinya berontak, Gunawan tak kuasa menolak ajakannya. "Mungkin, ini pengaruh minuman, seperti minyak urapan, yang diberikan pada saya," ujarnya menebak. Kemudian, ia memperlihatkan foto copy ijazah tsanawiyah miliknya.

Ustadz Deedat keheranan. Betapa tidak, nilai pendidikan Agama Islamnya sangat bagus, tapi kenapa murtad?


"Ibu tahu, jika Anda sudah Kristen?" tanya Deedat menelisik.

Ia mengatakan keluarganya sudah tahu. Ibunya pun berkali-kali menasihati agar bertaubat
dan kembali ke Islam, tapi ia malah marah-marah.


"Apa aktivitas Anda di gereja?"

Ia mengaku mengajar gitar di sekolah Kristen dan melakukan pelayanan dengan cara menyampaikan kesaksian di gereja dan KKR.


"Apa ajaran pendeta tentang Islam?" selidik Ustadz Deedat.

"Islam tak menjamin keselamatan. Nabinya saja belum selamat karena masih didoakan dengan shalawat. Jika nabinya tak selamat, bagaimana dengan umatnya?"
jawabnya polos.


"Apa lagi doktrin pendeta tentang Islam?" lanjut Deedat.

"Islam itu teroris yang suka ngebom gereja dan mengajarkan poligami," jawabnya.

Setelah itu, Abu Deedat mulai melakukan terapi.

"Jika Kristen menjamin keselamatan, coba baca Kisah Para Rasul 13:23."

Gunawan pun membaca ayat itu, Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.


"Asal Anda dari mana?" tanya Deedat.

"Lampung!" jawabnya singkat.


"Menurut ayat itu, Anda tak diselamatkan Yesus, karena Yesus hanya menyelamatkan orang Israel," jelas Deedat.

Gunawan menganggukkan kepala tanda petuju.


Deedat menambahkan beberapa dalil. "Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel," (Matius 15:24). Bahkan, Roh Kudus pun melarang penginjilan ke Asia: "Karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia," (Kisah Para Rasul 16:6).

Gunawan diam saja, pandangannya terpaku pada Alkitab di pangkuannya.


"Apakah Anda masih meyakini Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?" tanya Deedat.

"Ya!" jawabnya mantap.


"Jika begitu silakan baca Injil Markus 12:29."

Gunawan membacanya: "Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa."


"Jelas, kan? Di ayat itu Yesus mengakui dirinya bukan Tuhan, karena ia bertuhan pada Allah. Karena Yesus punya Tuhan, maka ia bukan Tuhan. "Silakan baca Injil Lukas 6:12," pinta Deedat.

Dengan cepat ia menemukan ayat itu, nampak jelas ia terbiasa mengkaji Bibel. "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman ia berdoa kepada Allah."


"Makin jelas, kan, bahwa Yesus bukan Tuhan, bukan Juruselamat dan penebus dosa. Sebab, Yesus sendiri berdoa pada Allah. Dalam Lukas 22:42 dan Matius 6:13 Yesus minta keselamatan pada Allah. Jika Yesus Juruselamat, seharusnya ia tak minta keselamatan pada siapapun," tegas Deedat.

Pemuda itu terperangah, pandangannya kosong.


Tanpa membuang waktu, Deedat melanjutkan, "Memang, di Alkitab ada ayat yang menyatakan, Yesus mati dan hidup kembali supaya menjadi Tuhan. Tapi ini bukan sabda Yesus. Silakan baca kitab Roma 14:9."

Ia pun membacanya, "Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."


"Ayat inilah yang jadi landasan bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi ini bukan sabda Yesus, melainkan tulisan Paulus pada jemaatnya di Roma. Ayat ini bertentangan dengan sabda Yesus dan firman Allah. Coba baca firman Allah dalam kitab Ulangan 4:35-39," lanjut Deedat.

Gunawan membacanya: "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.... Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."


"Perhatikan baik-baik. Allah berfirman bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Inilah syahadat La ilaha illallah.

Mendengar kalimat tauhid, Gunawan tak kuasa menahan air matanya. Begitu kalimat La ilaha illallah diulang, tangisnya makin menjadi.

Ustadz Yani dan beberapa orang yang hadir menyarankan, agar Gunawan mengikrar ulang dua kalimat Syahadat. Sambil menjabat tangan Gunawan, Abu Deedat menuntun ikrar dua kalimat syahadat. Jum'at (7/10) dini hari, hari ketiga Ramadhan, Gunawan kembali ke pangkuan Islam setelah dua tahun murtad.

Abu Deedat terus melanjutkan terapinya. Keraguannya terhadap Islam hasil indoktrinasi pendeta, dipatahkan satu persatu. Deedat juga menjelaskan makna dan hakikat al-Islam.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Deedat berpesan, "Selama ini, Dik Gun sudah berbuat dosa pada Allah, durhaka pada ibu dan bermusuhan dengan saudara kandung. Adik harus istighfar mohon ampun pada Allah. Besok harus minta maaf pada ibu di Lampung!" Ia pun hanya menangis menyesali dosanya.

Sekitar jam 01.15 dinihari, pertemuan berakhir. Wajah Gunawan nampak sumringah. Sebagai kenang-kenangan, ia menyerahkan Surat Baptisnya di Gereja Bethel pada Tim FAKTA. Semua yang hadir memeluk pemuda yang berbadan tinggi gempal, seraya berpesan, "Cukup dua tahun berpisah dengan Islam. Jaga iman, jangan lepas lagi. Semoga istiqamah di jalan Allah."

Tim FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan).
Melayani diskusi, dialog dan konsultasi agama.
PO. Box. 1426 Jakarta 13014
e-mail: timfakta@yahoo.com, timfakta@hotmail.com

------------------------------------
Bila anda punya pertanyaan tentang agama Islam silahkan hubungi Tim FAKTA via email di atas.
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:20 am

Pertemuan para tokoh Islam di kediaman Jusuf Kalla.
Oleh : Redaksi 18 Nov, 05 - 6:50 am

18/11/2005 00:19 : Sejumlah tokoh Islam yang hadir di kediaman Jusuf Kalla menegaskan aksi teroris bertentangan dengan ajaran Islam. Para pelaku bom bunuh diri keliru menafsirkan ayat-ayat Alquran tentang jihad dan mati syahid.

Jakarta: Untuk kedua kalinya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang sejumlah tokoh Islam ke kediamannya di Jakarta, Rabu (17/11). Mereka yang diundang antara lain mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kiai Haji Amidhan. Para tokoh ini sengaja diundang untuk menyaksikan rekaman penggerebekan teroris di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, dan pengakuan pelaku Bom Bali II sebelum beraksi.

Seluruh tokoh agama yang hadir menyatakan aksi para teroris itu bertentangan dengan ajaran Islam dan didasarkan pada pemahaman yang keliru tentang jihad dan mati syahid. "Hanya dicari ayat-ayat dan diartikan secara parsial," jelas Syafii. Untuk itu, ia dan tokoh-tokoh Islam lainnya sependapat tentang perlunya menyampaikan ajaran Islam dengan benar kepada kaum muda agar tak mudah terjebak dalam doktrin yang menyesatkan.

Lebih jauh Amidhan menegaskan, terorisme adalah perbuatan haram karena membunuh orang tak bersalah dan menyebarkan rasa takut. "Terorisme bukan jihad," ucap Amidhan, mengingatkan. Pihaknya juga mengharamkan tindakan bom bunuh diri. Pendapat yang tak jauh berbeda diungkapkan Din Syamsuddin.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Departemen Informasi dan Data Majelis Mujahidin Indonesia Fauzan al Anshari menilai para pelaku bom bunuh diri keliru menafsirkan ayat-ayat Alquran dan Hadis tentang jihad. "Seperti melawan Amerika Serikat di Indonesia dengan sarana bom," ungkap Fauzan. Hal senada diungkapkan Manajer Jaringan Islam Liberal Nong Darol Mahmada.

Penegasan soal salah tafsir para pelaku bom bunuh diri tentang jihad dan mati syahid juga disampaikan belasan ulama yang ikut menyaksikan rekaman pengakuan pelaku Bom Bali II di rumah Kalla, Rabu silam. Selain menyelewengkan ajaran Islam, jihad tak dilaksanakan dengan bunuh diri [baca: Pesan-Pesan Terakhir Pengebom Jimbaran-Kuta].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)


Chaidar: Noordin Berniat Menghentikan Teror
Wawancara dengan Al Chaidar

17/11/2005 19:22 : Al Chaidar ragu pria yang memakai topeng dalam rekaman video para pelaku Bom Bali II adalah Noordin M. Top. Menurut Chaidar, suara Noordin lebih lembut dan bicara dalam logat Melayu yang medok.

Jakarta: "Kami ulangi, bahwa musuh-musuh kami adalah Amerika, Australia, Inggris, Italia. Dan kami sampaikan juga bahwa musuh kami adalah penolong-penolong dan pembantu Bush [Presiden Amerika Serikat George Bush], Blair [Tony Blair, Perdana Menteri Inggris] penguasa kafir dan penguasa murtad yang menguasai kaum muslimin, yang mengejar ulama, dan para mujahid. Mereka inilah musuh-musuh kami yang kami incar dalam serangan kami."

Demikian pernyataan pria bertopeng yang diduga Noordin M. Top dalam rekaman video pengakuan pelaku Bom Bali II. Namun mantan Juru Bicara Darul Islam, Al Chaidar, ragu bahwa orang bertopeng itu adalah Noordin. "Suara Noordin lebih lemah lembut," kata Chaidar dalam Liputan 6 Petang, Kamis (17/11).

Chaidar mengaku pernah sekali bertemu Noordin. Menurut dia, yang dilakukan tersangka sejumlah pengeboman di Tanah Air ini adalah melaksanakan perintah dari Usamah bin Ladin. Pimpinan Al-Qaidah itu sempat menyerukan untuk berjihad melawan Amerika Serikat dan sekutunya pascainvasi ke Afghanistan.

Chaidar mengaku bisa mengenal dekat para tersangka teroris karena pernah mempunyai hubungan personal sebelumnya. Dia melakukan itu untuk mencoba memahami jalan pikiran dan perasaan mereka. Penulis buku Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia Kartosoewirjo ini juga menjadi perwakilan pemerintah dalam bernegosiasi dengan kelompok teroris. Antara lain seperti yang dilakukan dalam pertemuan Syawal yang digelar pada 7 November silam yang juga diikuti Dr Azahari.

Menurut Chaidar, pertemuan Syawal membahas tentang rencana Noordin cs untuk menghentikan aksi terorisme. Sebab, Usamah bin Ladin bukan cuma mengeluarkan fatwa untuk membunuh orang-orang AS dan sekutunya. "Tapi, Usamah juga mengeluarkan fatwa untuk rekonsiliasi damai," kata pria berambut tipis ini.

Menurut Chaidar, perekrutan yang dilakukan Noordin biasanya melalui serangkaian doktrinisasi yang sangat panjang. Aktivis Islam yang pernah mengadukan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Makhmud Hendropriyono ke Markas Besar Polri ini juga membantah jika pendoktrinan ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren. Menurut dia, proses ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi di tempat rahasia. Orang-orang yang direkrut umumnya dari golongan miskin.

Anggota kelompok Noordin dan Dr Azahari biasanya telah memiliki alam pikiran sendiri tentang jihad. Mereka umumnya keliru memaknai jihad yang disebut dalam Alquran. Orang-orang yang mendapat wejangan dari Noordin menjadi tak peduli jika yang menjadi korban kemudian adalah warga sipil, baik wanita atau anak-anak. Menurut anggota kelompok Noordin, orang-orang di luar komplotan mereka adalah kafir harbi serta darahnya halal.

Aksi kelompok teroris ini menimbulkan reaksi beragam di masyarakat. Sejumlah warga yang ditemui SCTV mengutuk pengeboman yang dilakukan kelompok Noordin dan Azahari. "Yang menentukan masuk surga itu, kan, amalnya dia, enggak ada yang tahu," kata seorang perempuan yang enggan ditulis namanya.

Inti ajaran yang disalahgunakan komplotan Noordin dan Azahari adalah penghargaan dan penghormatan yang sangat tinggi dalam Islam terhadap mujahid. Maka tak heran jika kemudian salah satu hadis dalam Alquran dikutip oleh Salik Firdaus yang diduga telah tewas dalam bom bunuh diri di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali. "Dalam Alquran atau hadis disebutkan bahwa roh seseorang sahid itu berada dalam perut burung hijau yang terbang ke jannah (surga)." Demikian dikatakan Sulaiman dalam video rekaman [baca: Pesan-Pesan Terakhir Pengebom Jimbaran-Kuta].(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)


Pesan-Pesan Terakhir Pengebom Jimbaran-Kuta
Wajah tiga pelaku Bom Bali II dalam rekaman video.

17/11/2005 00:05 : Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang 12 ulama melihat rekaman video pernyataan ketiga pelaku bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran, Bali. Terdapat pernyataan pria bertopeng kupluk hitam yang diduga sebagai Noordin M. Top.

Jakarta: Video rekaman pernyataan tiga pelaku Bom Bali Kedua sebelum menjalankan misi bom bunuh diri diputar di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Rabu (16/11). Rekaman pernyataan ketiga pelaku bom bunuh diri ini ditemukan di persembunyian Noordin M. Top di Semarang, Jawa Tengah, pekan silam [baca: Rekaman Video Pelaku Bom Bali II Ditemukan].

Wapres Jusuf Kalla menyaksikannya bersama 12 ulama. Antara lain dari sejumlah pesantren di Jawa Timur. Di antara mereka tampak Kiai Haji Mahmud (pengasuh Pondok Pesantren Chusnul Chotimah) dan K.H. Safi`udin Wahid dari Sampang (Madura). Hadir pula K.H. Nurchlis Abdul Malik dari Madura dan Mohammad Haris (pengasuh Ponpes An-Nur).

Adapun dalam rekaman yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini, tampak wajah tiga pelaku serupa dengan pelaku bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta, Bali--yang selama ini dipublikasikan di berbagai media massa [baca: Pelaku Bom Bali Berusia Antara 20-25 Tahun]. Satu per satu mereka menyampaikan pesan. Pertama adalah seorang pria yang mengenakan pakaian gamis dan sorban. Dia menyampaikan alasan kelompoknya meneror. Teror itu sebagai peringatan bagi kaum kafir serta ulama dan orang-orang yang memusuhi Islam.

Rekaman selanjutnya menunjukkan seorang pria mengenakan jaket abu-abu dan kaos putih. Namun, pria ini lebih banyak meminta maaf kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Terutama atas semua kesalahan dirinya selama ini, baik yang disengaja maupun tidak. Pria ini bahkan berharap keluarganya melunasi utangnya bila ada yang datang menagih.

Setelah itu, muncul seorang pria berkaos hitam dan bercelana jin mengucapkan terima kasih kepada ibunya. Ia juga mengatakan, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan bahwa kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati.

Kemudian muncul seorang pria mengenakan jaket hitam. Sambil duduk, dia menyampaikan sudah berada di surga saat rekaman ini diputar. Pesan ini disampaikan untuk saudara dan istrinya. Lelaki itu juga mengatakan, jangan pernah berpikir bahwa yang terbunuh di jalan Allah bakal mati, tapi hidup kembali.

Pria muda itu juga menyampaikan pandangannya. "Dalam Alquran dan hadis disebutkan bahwa roh seseorang syahid itu berada di dalam perut burung hijau yang terbang ke jannah (surga)," ucap lelaki tersebut.

Dalam rekaman itu juga terdapat pernyataan dari pria bertopeng hitam yang diduga sebagai Noordin Mohammad Top. Sebab, lelaki itu berbicara dengan logat Malaysia. Dia mengancam beberapa negara Barat, yakni Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Italia. Ia juga menyebutkan musuh-musuh yang diincar kelompoknya. "Adalah penolong-penolong dan pembantu-pembantu Presiden AS (Amerika Serikat) George Walker Bush dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, penguasa kafir dan penguasa murtad yang menguasai kaum muslimin, yang mengejar ulama dan mujahidin," kata orang itu dengan nada dingin.

Selain itu, pria yang diduga Noordin memperingatkan bahwa Perdana Menteri Australia John Howard telah menuntun Negeri Kanguru menuju kegelapan. Begitu pula Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer. Lelaki bertopeng itu menambahkan, kecelakaan dan teror mujahidin akan terus berlangsung. Terutama selama negara-negara Barat masih menempatkan tentara mereka di Irak dan Afghanistan.

Usai menyaksikan rekaman video, para ulama mengatakan, isi pernyataan para pelaku Bom Bali II itu bukan bagian dari ajaran Islam yang benar. Menurut mereka, pelaku pengeboman itu telah menyelewengkan ajaran Islam. "Jihad itu bukan bunuh diri," kata K.H. Safi`udin Wahid.

Di kesempatan itu juga diputar video proses penyergapan Doktor Azahari bin Husin dan pengikutnya di Kota Batu, Jatim. Dalam penyergapan yang disertai baku tembak dan sebelas kali ledakan bom itu, Azahari dan seorang anggota kelompoknya akhirnya tewas [baca: Akhir Petualangan Doktor Pencabut Nyawa].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)


Akhir Petualangan Doktor Pencabut Nyawa

10/11/2005 03:10 : Doktor Azahari dilaporkan tewas meledakkan diri setelah lubang persembunyiannya di Kota Batu, Jawa Timur diserbu Detasemen 88, pasukan Antiteror Polri. Jejak Noordin M. Top masih gelap.

Jakarta: Kota Batu, Jawa Timur mendadak jadi bahan berita. Kota sejuk yang biasanya tenang itu mendadak hiruk-pikuk, setelah sebuah vila di Jalan Flamboyan Raya diserbu pasukan Detasemen 88 Antiteror, Rabu (9/11), sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam baku tembak selama tiga setengah jam disertai sebelas ledakan tersebut Doktor Azahari bin Husin tewas terbunuh. Teroris buronan nomor wahid itu dilaporkan meledakkan diri.

Penemuan "sarang" Azahari bagai kado Lebaran setelah polisi satu bulan bekerja keras mengintai. Tepatnya pascaledakan bom Bali kedua. Kebenaran Azahari tewas memang belum sah seratus persen. Ini mengingat identifikasi belum dilakukan. Dan, tidak cuma satu jenazah ditemukan di dalam vila, tapi tiga mayat.

Polisi meyakini mayat itu Azahari setelah mendengar pengakuan dari tersangka teroris lain yang diciduk di Semarang, Jawa Tengah. "Kami khawatir terjadi ledakan, karena ditemukan ransel [di lantai] dan ransel bom di tubuh mereka [ketiga mayat]. Kami juga khawatir ada ranjau," papar Kepala Polri Jenderal Polisi Sutanto saat berbincang dengan reporter SCTV Alvito Deannova dalam acara "Topik Minggu Ini", Rabu malam.

Sutanto mengatakan, kejelasan identitas ketiga mayat menunggu kedatangan Tim Gegana dan Tim Forensik dari Markas Besar Polri. Pemeriksaan rumah kemungkinan besar memakai robot. Yang pasti, lanjut Sutanto, pasukan penyerbu melihat tiga orang tergeletak tewas setelah mengintip dari jendela dan atap yang bolong.

Lebih detail, Sutanto menjelaskan kronologis kejadian bermula dari pengepungan vila. Polisi kemudian memerintahkan penghuni rumah keluar, tapi tidak digubris. "Mereka mendahului menembak seorang anggota kita yang mengawasi," kata Sutanto. Tembak-menembak sempat berhenti satu jam dan berlanjut lagi sampai akhirnya terjadi ledakan terbesar. "Ledakan itu yang menyebabkan mereka [teroris] meninggal," tambah dia. Kini, seorang lelaki bernama Suwandi tengah diinterogasi. Suwandi masih berstatus saksi.

Tempat persembunyian Azahari di Malang terungkap setelah polisi mengintai selama sepuluh hari. Keberadaan teroris asal Malaysia itu berbekal hasil penyidikan tiga pelaku bom bunuh diri di Jimbaran, Bali [baca: Kafe di Jimbaran Dibuka Kembali]. Dua orang yang tubuhnya ditemukan di Kafe Nyoman dikenali berinisial SF asal Majalengka (Jawa Barat) dan W dari Cilacap (Jawa Tengah). "Kejadian Bali dua berkaitan dengan Bali satu dan semuanya mengarah ke Azahari," jelas Sutanto. Menyoal keberadaan Noordin M. Top di vila itu dibantah Kapolri. "Dia tidak di [kota] Batu," tegas dia.

Penyergapan pasukan pimpinan Brigadir Jenderal Pol. Gories Mere ke markas teroris di permukiman yang padat itu jelas mengejutkan warga setempat. "Saya jantungan," kata Dewi Ambarwati yang ikut berdialog. Kediaman Dewi jaraknya hanya tiga rumah dari vila sasaran polisi. Begitu mendengar letusan, Dewi yang hendak menjemur pakaian bergegas ke halaman. Kaki Dewi lunglai. Bunyi yang dikiranya petasan ternyata suara desingan peluru. "Saya pikir pengejaran bawa kabur duit orang atau narkoba gitu," ujar Dewi yang baru boleh keluar rumah pukul 21.00 WIB [baca: Azahari Tewas].

Vila itu kini dijaga ekstra ketat. Polisi memblokade jalan menuju ke vila. Meski begitu, ratusan orang menyemut untuk menuntaskan keterkejutan mereka. Sedangkan penduduk yang tinggal berdekatan dengan vila sudah diungsikan. Umumnya, mereka mengaku kaget, orang-orang yang selama ini mengaku mahasiswa satu universitas di Malang ternyata biang pengeboman di Indonesia.

Pengamat politik Hermawan Sulistyo mengacungkan jempol jika benar Azahari tewas. Namun, identifikasi menggunakan robot dinilai Hermawan riskan mengingat struktur ruangan yang belum jelas. Paling mudah, menurut dia, mengidentifikasi dengan rontgen foto tulang dan foto wajah--jika masih utuh. Meski sudah menjadi berita utama di media massa pembuktiannya masih perlu dipertegas. "Jangan terlalu yakin dulu, kalau salah jadi bahan tertawaan," kata penulis "Bom Bali: Buku Putih tidak Resmi Investigasi Teror Bom Bali" itu.

Dalam pandangan Hermawan, Azahari paling lihai meracik dan merakit bom. Azahari pertama kali muncul pascatragedi Kuta, 12 Oktober 2002. Ia disebut oleh Ali Imron, salah seorang terdakwa peledakan itu, sebagai peracik dan perakit bom di rumah kontrakan di Jalan Pulau Menjangan, Denpasar. "Kemampuan Azahari [merakit bom] di luar keahlian biasa," kata Hermawan. Yang diragukan adalah kebenaran Azahari dan Noordin pentolan Jamaah Islamiyah--keberadaan organisasi itu juga masih absurd.

Yang perlu dikhawatirkan sekarang, menurut Hermawan, jaringan lebih luas di mana orang-orangnya bermain dengan bom low explosive tapi dapat menelan korban jiwa. Upaya menangkal potensi tindak terorisme memang tidak mungkin. Tapi, pemerintah bisa bergerak satu langkah lebih cepat dengan mengerahkan seluruh kekuatan intelijen. Masyarakat pun diminta peka dan bekerja sama untuk mencegah aksi teroris.

Menyinggung kemungkinan aksi balas dendam atas kematian Azahari ditampik Hermawan. Pola peledakan bom bukan berlatar belakang dendam. "Tapi, mereka tetap siap menjadi martir. Kelompok lain belum ada yang berani bunuh diri," kata Hermawan.

Terbunuhnya Azahari diharapkan menghentikan aksi-aksi berdarah yang terus membayangi Indonesia. Jika dibiarkan terjadi, berapa lagi nyawa harus terenggut atau berapa tubuh yang menanggung cacat seumur hidup, seperti dialami Brigadir Polisi Asep Wahyudi. Dia adalah salah satu korban Tragedi Bom Kuningan, 9 September 2004. Asep setelah kejadian itu mengalami gangguan permanen di bagian kepala, pendengaran dan fungsi motorik tubuhnya. Saluran pernapasannya juga mengalami penyempitan. Hidupnya kini ditopang sebuah selang yang ditanam di dalam tubuhnya [baca: Asep Wahyudi Masih Ingin Menjadi Polisi Jujur].(KEN/Liputan 6 SCTV)
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:23 am

Kalau Mati Konyol : Saya Tidak Mau
dan semua orang termasuk anda saya rasa tidak mau,
tapi

Kalau Jihad : Saya Mau dengan berbagai alasan :
- Memang sudah diwajibkan
- Ber Jihad tidak perlu Mati dan/atau Membunuh.
- Diskripsikan dulu Jihad mana dulu yg diutamakan dari yg termudah sampai yg tersusah.
- Lalu ukur kemampuan Harta dan Ilmu serta Iman yang anda miliki, sebab Berjihad : Tanpa Harta - Ilmu dan Iman = Konyol

Nah kalau dalam konteks negara dalam keadaan dijajah dan/atau perang seperti Irak.... silahkan kita masing-2 bertanya pada mereka yg ber Jihad di Irak.
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:26 am

MEWASPADAI KRISTENISASI DAN FITNAH TERHADAP UMAT ISLAM
Kritik & Investigasi Oleh : Redaksi 09 Oct 2005 - 4:50 am

Beberapa minggu yang lalu media massa ramai memberitakan aksi 'penutupan' sebuah 'tempat ibadah' di bilangan Kampung Sukabirus, Dayeuh Kolot, Bandung oleh beberapa ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Anti-Pemurtadan (AGAP) dan Barisan Anti-Pemurtadan (BAP). Aksi serupa konon terjadi juga di Tangerang Banten. Warga RW 11 Kelurahan Larangan Utara ramai-ramai mendatangi sebuah fasilitas umum (fasum) yang difungsikan sebagai tempat ibadah umat Kristiani.

Dengan cepat kabar ini tersebar luas, bukan hanya menjadi bahan pemberitaan media nasional, tetapi juga media internasional. Berita yang muncul ke permukaan: umat Muslim merusak tempat ibadah umat Kristen dengan kekerasan.

Namun, pemberitaan tersebut ternyata bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Pihak AGAP menegaskan, tidak ada kekerasan maupun intimidasi sedikit pun dalam aksi tersebut. Aksi juga telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur.

Sebelum aksi, AGAP telah melakukan koordinasi dengan tokoh setempat, RT, RW, dan unsur muspika lainnya. "Makanya saat penertiban pun muspika dan kepolisian ikut," kata Muhammad Mu'min, Koordinator AGAP.

Aksi berlangsung dengan damai dan saling terbuka melalui pertemuan antara warga, AGAP, dan pengelola gereja. Semua berjalan melalui proses kesepakatan yang tidak diwarnai dengan perdebatan panas. Setelah berdiskusi, pengelola gereja pun bersedia untuk menandatangani surat perjanjian penutupan gereja itu. Bahkan, di akhir diskusi, semua pihak saling berjabat tangan tanda tidak ada permasalahan lagi.

Aksi penutupan rumah ibadah umat Kristen dengan kekerasan juga dibantah oleh Kapolri. Menurut Kapolri, sebagaimana juga diberitakan sejumlah media, yang ada adalah penutupan rumah-rumah warga yang dijadikan sebagai rumah ibadah (baca: gereja).

Dari fakta tersebut, tampak bahwa ada upaya untuk melemparkan tuduhan negatif terhadap umat Islam. Kejadian ini bukan hanya terjadi pada masa sekarang saja. Umat Islam diopinikan seolah-olah sebagai pihak yang mempunyai sifat barbar dan keras, tidak adil, selalu main hakim sendiri, dan bertindak brutal. Tampak bahwa pihak-pihak yang tidak suka pada Islam, khususnya dari kalangan Kristiani, berkeinginan untuk mencitrakan Islam seburuk-buruknya dan 'membunuh' karakter mulia Islam sebagai ideologi rahmatan lil 'âlamîn. Mahabenar Allah SWT yang berfirman:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani (Kristiani) tidak akan pernah ridha kepadamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti jalan hidup mereka. (QS al-Baqarah [2]: 120).


Kristenisasi Terselubung

Sejak awal, umat Kristen sesungguhnya menolak Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri-Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri-bernomor 01/BER/MDN-MAG/1969 tetang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintahan dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-Pemeluknya. Alasan yang sering dipakai adalah bahwa SKB tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), meskipun alasan sebenarnya tentu karena SKB tersebut telah membatasi ruang gerak kristenisasi. Karena itulah, demi tetap memuluskan agenda kristenisasi, mereka terus-menerus berusaha mendirikan gereja-gereja liar tanpa izin atau mengalihfungsikan rumah-rumah warga menjadi gereja di tengah-tengah lingkungan masyarakat Muslim.

Sebetulnya, pendirian gereja-gereja liar hanyalah salah satu modus kristenisasi. Beberapa modus lain telah lama digunakan kalangan Kristiani untuk melakukan kristenisasi atas umat Islam, di antaranya:


1. Pendidikan.

Bagi para misionaris, pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mempengaruhi masyarakat. John Moot, misionaris Amerika, pernah mengatakan, "Kami harus mengajarkan ajaran agama kepada anak-anak.

Sebelum dewasa, anak-anak itu harus kami tarik ke agama Kristen."

Karena itu, mereka mendirikan lembaga pendidikan Kristen dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, tentu saja dengan kualitas pendidikan dan fasilitas yang canggih.


2. Kesehatan dan Pengobatan.

Di beberapa rumah sakit Kristen, pasien Muslim biasa mendapat brosur tentang penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus; mereka juga ada yang diajak berdoa bersama oleh rohaniwan rumah sakit dengan tatacara peribadatan Kristen.

Tahun 2003 lalu diselenggarakan Bandung Festival 2003 di GOR Saparua, Bandung. Dalam poster dan selebaran tertera bahwa di sana akan ada pengobatan gratis oleh Peter Youngren.

Dari susunan acara yang mencantumkan doa bersama, dari sosok Peter Youngren yang mejeng di poster, dan dari penyelenggara acara itu, mudah ditebak bahwa itu adalah ajang pemurtadan di tengah kota.


3. Perkawinan/Pemerkosaan.

Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan oleh berita tentang Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, yang diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen. Ia diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tak berdaya, ia dibaptis. Linda, siswi SPK Aisyah Padang, diculik, disekap, dan diteror secara kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus. Di Bekasi, seorang pemuda Kristen pura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis Muslimah shalihah. Setelah menikah, mereka melakukan hubungan suami-istri. Adegan ranjang yang telah direncanakan itu difoto oleh kawan pemuda Kristen itu. Setelah dicetak, foto itu ditunjukkan kepada sang Muslimah dibarengi pertanyaan, "Tetap Islam atau pindah ke Kristen?" Jika tidak pindah agama, foto-foto telanjang Muslimah itu akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, akhirnya sang Muslimah terpaksa dibaptis demi menghindari aib.




4. Narkoba.

Beberapa tahun lalu, di Desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos menyebarkan Kristen dengan cara merusak moral calon korbannya terlebih dulu. Di sana, para pemuda berusia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obatan terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, para pemuda itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki injil.


5. Penerbitan Buku.

Buku yang diterbitkan ada yang berwajah Islam dan ada yang langsung menghujat Islam. Contoh yang berwajah Islam adalah Ayat-ayat al-Quran karya Drs. A. Poernarna Winangun, sementara Islamic Invasion: Confronting the World's Fastest Growing Religion oleh Robert Morey adalah contoh yang menghujat. Masih banyak lagi buku-buku sejenis.

Ada dua target yang ingin dicapai dengan menerbitkan buku-buku berwajah Islam. Pertama, target ke dalam, yaitu memantapkan ajaran Kristen, seolah-olah ajaran Kristenlah yang benar. Kedua, target ke luar, yakni mengelabui umat Islam yang masih dangkal pemahaman agamanya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin Kristen.


6. Mistik.

Para misionaris kini kerap menggunakan jurus-jurus alam gaib untuk memurtadkan orang Islam. Majalah Sabili (Edisi 12/Desember/2003) dan Gatra (Edisi 51, 31/Oktober/2003), misalnya, pernah menurunkan laporan mengenai maraknya aksi pemurtadan lewat jin, sihir, dan hipnotis di Sumatra Barat. Banyak Muslimah di sana yang dibuat kesurupan lantas diajak masuk Kristen.


Beberapa modus kristenisasi di atas disinyalir masih tetap dilakukan kalangan Kristiani terhadap umat Islam
.


Perhatian Pemerintah

Selama ini kristenisasi telah sering meresahkan umat Islam. Sayangnya, keresahan dan protes umat Islam selama ini tidak serta-merta ditanggapi secara serius oleh Pemerintah. Padahal, tidak jarang, kasus-kasus kristenisasi terselubung itulah yang justru sering memicu konflik antar umat beragama (Muslim-Kristen). Berbagai konflik tersebut sebenarnya tidak selayaknya terjadi jika unsur-unsur yang mempunyai tanggung jawab, dalam hal ini Pemerintah, cepat tanggap. Pemerintah seharusnya mengayomi dan menjaga akidah setiap individu masyarakat. Pemerintah juga harus menjaga kehidupan yang harmonis antar umat beragama.


Islam Memperlakukan Non-Muslim dengan Adil

Islam adalah agama yang adil, termasuk terhadap non-Muslim. Tidak sebagaimana Kristen yang sering menggunakan cara-cara 'kasar' sebagaimana dalam kasus-kasus kristenisasi di atas, Islam tidak pernah memaksa umat non-Muslim masuk Islam. Islam juga tidak membenarkan pengrusakan rumah-rumah ibadah non-Muslim. Akan tetapi, Islam pun jelas tidak akan mentoleransi upaya-upaya non-Muslim untuk melakukan pemurtadan terhadap kaum Muslim. Islam membiarkan non-Muslim untuk hidup berdampingan dengan kaum Muslim selama mereka tidak memusuhi dan memerangi kaum Muslim.

Lebih dari itu, dalam Daulah Khilafah Islamiyah, Muslim maupun non-Muslim akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat. Orang-orang non-Muslim yang hidup dalam Daulah Khilafah Islamiyah, atau disebut dengan kafir dzimmi, juga mendapatkan perlakuan dan hak yang sama dengan kaum Muslim. Harta dan darah mereka terjaga sebagaimana terjaganya darah dan harta kaum Muslim. Bahkan Rasulullah saw. pernah bersabda dalam sebuah hadis hasan, sebagaimana dituturkan al-Khathib dari Ibnu Mas'ud:
Siapa saja menyakiti kafir dzimmi, maka aku berperkara dengannya. Siapa saja yang berperkara denganku, maka aku akan memperkarakannya pada Hari Kiamat. (As-Suyuthi, Al-Jâmi' ash-Shaghîr).

Kafir dzimmi tidak akan pernah dipaksa meninggalkan agama mereka, tetapi mereka diwajibkan sekadar membayar jizyah saja. Mereka tidak dipungut biaya-biaya lain, kecuali jika hal itu merupakan syarat yang disebut dalam perjanjian. (An-Nabhani, Asy-Syakshiyyah al-Islâmiyyah, II/237).

Urwah bin Zubair berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Yaman (yang artinya): Siapa saja yang tetap memeluk agama Nasrani dan Yahudi, mereka tidak akan dipaksa untuk keluar dari agamanya; mereka hanya wajib membayar jizyah. (HR Ibnu Ubaid).


Khatimah

Kita sepakat bahwa kita harus membangun Indonesia agar lebih baik dari sekarang. Kita pun tidak menginginkan terjadinya perselisihan bahkan pertengkaran yang menjurus pada bentrokan fisik antar umat beragama. Kita pun berkeinginan hidup rukun. Persoalannya, pertengkaran dan konflik antar pemeluk agama (khususnya antara Muslim dan Kristen), yang bahkan menjurus pada bentrok fisik selama ini, sebetulnya bukan disebabkan oleh umat Islam yang selama ini dikenal toleran; tetapi justru lebih banyak dipicu oleh orang-orang Kristen. Bukankah munculnya berbagai konflik sejak 1997 yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalbar, Timtim, NTT, Ambon, Irian, Poso, dan Maluku, sebenarnya tidak lain adalah buah dari aktivitas kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan?

Karena itu, untuk menghindari konflik antar pemeluk agama dan agar tercipta kerukunan antar umat beragama, tidak ada jalan lain kecuali dengan menerapkan syariat Islam dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyah. Sejarah telah membuktikan, bahwa selama berabad-abad, hanya dalam sistem Islamlah, yakni dalam Daulah Khilafah Islamiyah, kerukunan antar umat beragama bisa terwujud dan konflik antar pemeluk agama bisa dihindarkan. Wallâhu a'lam bi ash-shawâb. [HT]

Buletin al-Islam Edisi 272
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:42 am

AWAS..!! PROPAGANDA PEMURTADAN BERLABEL ISLAM
Counter Liberalisme Oleh : Fakta 05 May 2005 - 6:00 pm

Dengan label dan moto Islam yang disandangnya, secara rutin majalah Syir’ah menanamkan propaganda pemurtadan dan mempromosikan berbagai aktivitas dan gerakan Kelompok Liberal berkedok Islam. Radio 68H milik JIL hampir tidak pernah absen dari iklan di back cover Syir’ah.

Pentolan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) yang pernah menghiasi cover depan Syir’ah adalah Ahmad Fuad Fanani. Pada edisi nomor 37, wajah Fuad Fanani tampil bareng bersama-sama dengan para liberalis lainnya, antara lain: Ahmad Baso, Yeny Wahid, Musdah Mulia –yang menggebrak umat Islam dengan KHI yang dinilai menyesatkan oleh mayoritas umat Islam– dan lain-lain.

Arah pijakan majalah yang didanai oleh founding Amerika ini, bisa ditebak dengan mudah. Bila terjadi polemik antara Islam dan Kristen, maka keberpihakannya tidak diarahkan kepada Islam. Bila mempublikasikan Yahudi dan Kristen, maka struktur dan gaya bahasanya diukir sedemikian terpuji penuh simpati. Tapi bila yang dipublikasikan itu Islam, maka gaya bahasanya sedemikian keras dan tajam menohok.

Fatwa-fatwa yang diusung oleh pengasuh rubrik Konsultasi Fiqh pun jelas mendukung perilaku murtad yang oleh Al-Qur‘an telah dikutuk dengan ancaman neraka.

Ketika memberitakan kaum Yahudi, Syir’ah menampilkan sisi kebaikannya serta-merta melupakan berbagai kejahatan dan kebiadabannya. Edisi nomor 32, Syir’ah memasang salah satu judul “Yahudi Pejuang Damai” di cover depan. Tulisan yang dimaksud adalah rubrik Mancanegara (hlm. 56-60) yang mengangkat bangsa Yahudi. Dalam rubrik itu, Yahudi disanjung sedemikian rupa dengan kalimat sinopsis: “Ulah kaum Yahudi identik dengan kekerasan. Padahal pelakunya hanya sebagian dari kelompok Zionis.”

Kalimat yang ditampilkan Syir’ah ini jelas bukan pandangan Islam, karena pernyataan tersebut bersinggungan balik dengan ayat Al-Qur‘an: “...Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (Qs. Ali Imran 110).

Untuk mendukung kesimpulan tulisannya bahwa Yahudi adalah pejuang damai, Syir’ah menampilkan bukti adanya 5 kelompok lintas agama yang diistilahkan oleh Syir’ah sebagai “Yahudi-yahudi berhati Mahatma Gandhi.” Menutup argumentasinya bahwa Yahudi adalah pejuang perdamaian, Syir’ah menyitir ayat Alkitab (Bibel) bagian Perjanjian Lama (Old Testament), yaitu kitab Deuteronomy 20:10-12. “Padahal, Yahudi dikenal sebagai agama yang menekankan perdamaian. Rukun ke-6 dari 10 Rukun Iman Yahudi menyebut, “Kamu tidak boleh membunuh,” tulis Syir’ah.

Kutipan ayat Bibel kitab Deuteronomy (kitab Ulangan) untuk menyatakan Yahudi sebagai pejuang (pahlawan) perdamaian, adalah bukti nyata bahwa Syir’ah sangat ceroboh dalam membaca kitab suci. Ayat yang dimaksud berbunyi demikian:

“Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.

Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau menge­pungnya.

Dan setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kau rampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, boleh kau pergunakan” (Ulangan 20:10-14).

Ayat ini jelas bukan mendorong perdamaian, tapi pemicu penjajahan, perbudakan dan pembunuhan terhadap negara lain yang lebih lemah. Tersebut jelas dalam ayat tersebut, bila suatu negara mau berdamai harus dijajah dengan pekerjaan rodi. Tapi jika negara tersebut tidak mau berdamai, maka harus dikepung sampai takluk. Jika negara tersebut sudah takluk, maka seluruh penduduknya yang laki-laki harus dibunuh, sedangkan wanita dan anak-anak harus dijadikan sebagai jarahan.

Perhatikan pula gaya bahasa yang dipakai Syir’ah untuk memberitakan komunitas Kristen. Guratan-guratan kalimatnya begitu indah penuh simpati. Dalam rubrik Mancanegara (Syir’ah No. 39, hlm. 62-64), Syir’ah mengangkat kiprah gereja Saintologi di Aceh dengan tulisan berjudul “Dari Gereja, Bergerak Lintas Identitas.” Di sini Syir’ah memuji-muji kiprah Gereja Saintologi, salah satu sekte yang dianggap sebagai bidat oleh Protestan dan Katolik.

Ketika terjadi pro-kontra umat Islam dan Kristen tentang RUU Kerukunan Umat Beragama, Syir’ah malah berpihak ke kalangan Nasrani. Maka bulan Januari 2004 Syir’ah mengangkat tema utama “Kerukunan Dalam Bahaya”. Berita dan analisisnya pun jelas mendukung aspirasi umat Nasrani, dengan beberapa judul tulisan: “Urungkan RUU Kerukunan Umat Beragama” (hal. 16); “Aturan Kerukunan yang Mencakar” (hal. 18-22); “Akui yang Lima, Akui Selain yang Lima” (hal. 23-26); “Kerukunan Tak Bisa Didikte” (hal. 28-31), dan lain-lain.

Nuansa propaganda pemurtadan yang diusung majalah Syir’ah nampak mencolok pada edisi nomor 27 yang mengangkat tema “Pindah Agama Karena Hidayah.” Nampaknya, edisi ini sepenuhnya dipersembahkan untuk mendukung pemurtadan umat.

Dari opini redaksi (semacam rubrik editorial), sejak awal dikatakan, “Tak perlu panik karena pindah agama. Barangkali harus kita akui, orang Islam itu suka plin-plan... Kita tak perlu lagi mencemaskan seberapa besar orang keluar dari Islam. Yang kita cemaskan adalah seberapa parah Islam tak berdaya melahirkan kedamaian di masyarakat. Dan kita tak akan panik, meskipun orang berpindah-pindah agama sehari tiga kali, seperti minum obat” (hlm. 16).


Islam Diinjak-injak, Non Islam Dijunjung Tinggi

Kalau dicermati, dari struktur dan gaya bahasanya, kalimat di atas jelas bukan ucapan orang Islam, tapi ucapan yang keluar dari mulut orang non Islam, orang kafir atau orang munafik yang mempropagandakan anti Islam.

Kalau dibandingkan dengan pilihan kata ketika menulis tentang Yahudi dan Kristen di atas, jelas sekali betapa berat dan besarnya keberpihakan dan subjektivitas Syir’ah dalam menganakemaskan Yahudi dan Kristen, serta-merta menganaktirikan Islam.

Ketika melukiskan perilaku Yahudi, kalimat yang dipakai adalah: “Yahudi Pejuang Damai,” “Yahudi-yahudi berhati Mahatma Gandhi,” “Yahudi dikenal sebagai agama yang menekankan perdamaian,” dan sebagainya. Betapa agungnya pujian Syir’ah kepada Yahudi.

Tapi, ketika melukiskan Islam dan penganutnya, kalimat yang dipakai adalah: “Harus kita akui, orang Islam itu suka plin-plan,” “seberapa parah Islam tak berdaya melahirkan kedamaian di masyarakat,” “Biasanya para pemeluk agama menghindari perilaku haram itu. Akan tetapi, fenomena ini di kalangan mahasiswa Muslim tak begitu. Sebagian dari mereka bahkan menganggap seks bebas itu sudah biasa,” dan masih banyak lagi. Masya Allah! Betapa tengiknya caci-maki majalah Syir’ah yang ditujukan untuk agama Islam dan umat Islam.

Memang, begitulah keyakinan Syir’ah. Rusak!! Orang masuk Islam dengan orang keluar Islam (murtad), sama-sama dikatakan mendapat petunjuk (hidayah) Ilahi. “Isyarat Langit Menjelang Pindah Agama. Mereka pindah agama bukan karena disogok mi instan. Baik yang “murtad” maupun yang muallaf sama-sama berangkat dari petunjuk Ilahi.” (hlm. 18).

Padahal orang yang masuk Islam itu adalah orang yang mendapat petunjuk (hidayah) Allah. Sebaliknya, Al-Qur‘an surat An-Nisa 137 secara tegas dan jelas menyebutkan orang yang murtad tidak mendapat petunjuk (hidayah) Allah (lihat rubrik Tafsir “Kata Al-Qur‘an tentang Murtad”).

Mempertegas sikapnya terhadap murtad, Syir’ah berujar, “Kita tak akan panik, meskipun orang berpindah-pindah agama sehari tiga kali, seperti minum obat.” Untuk mendukung sikapnya itu, Syir’ah menampilkan pengalaman rohani Piet Hasbullah Khaidir, mantan Ketua Umum PP IMM 2001-2003, yang kini menjadi anggota presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM). Diberitakan bahwa dia pindah iman sebanyak tiga kali dari Budha, Katolik bahkan Atheis. Ketika Tabligh mewawancarai, Piet membantah. “Saya sangat dirugikan betul dengan pemberitaan itu. Karena wartawan Syir’ah tidak memahami konteks pembicaraan saya. Saya hanya menanggalkan “iman” sebentar untuk menyelami agama lain. Karena saya kuliah di jurusan akidah filsafat yang salah satu materinya adalah perbandingan agama,” bantahnya.

Anehnya, sampai sekarang Piet tak menggunakan hak jawabnya dengan memberikan bantahan kepada Syir’ah tentang kemurtadan dirinya. Ketika Masyhud dan Abu Mumtaz dari Surabaya mewawancarai Mujtaba Hamdi, Pemimpin Redaksi Syir’ah, dengan tenang dia menjelaskan bahwa sampai sekarang kami belum pernah menerima komplain dari yang bersangkutan. “Kalau berita kami salah, kami tunggu sanggahan dan hak jawab Piet Haidar,” tantangnya.

Para aktivis persyarikatan Muhammadiyah berharap agar informasi Syir’ah tentang kemurtadan mantan ketua IMM ini tidak benar. Sebab berita ini sungguh mencoreng muka kader persyarikatan. “Seharusnya Piet Haidir membantah pemberitaan Syir’ah, jika berita itu salah. Ini penting, demi nama baik kita semua,” ujar seorang mubaligh Muhammadiyah dalam perbincangannya dengan Tabligh di Masjid At-Taqwa PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

Terakhir, dalam rubrik Konsultasi Fiqh (Syir’ah No. 39, hlm. 84-85), Abdul Moqset Ghazali, menjawab pertanyaan tentang hukum pindah agama (murtad). Seorang ibu bertanya perihal anaknya yang berencana akan pindah agama meninggalkan Islam. Menurut penjelasan penanya, anaknya yang sedang duduk di bangku kuliah itu sudah tidak betah dalam Islam karena termakan isu terorisme akhir-akhir ini. “Bagaimana pandangan fikih Islam menyangkut perpindahan agama ini?” tanya ibu Fatimah, pembaca Syir’ah.

Menjawab pertanyaan hukum murtad tersebut, Abdul Moqset Ghazali mengemukakan tiga ayat Al-Qur‘an, yaitu: surat Al-Kafirun 6 “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (lakum dinukum waliyadin), surat Al-Kahfi 29 “Barangsiapa yang ingin beriman maka berimanlah, dan barangsiapa yang ingin kafir maka kafirlah” (faman sya’a falyu’min, faman sya’a falyakfur), dan Al-Baqarah 256 “Tidak ada paksaan di dalam urusan agama” (la ikraha fid-din).

Setelah mengutip ayat tersebut, Abdul Moqset menjelaskan, “Ayat-ayat di atas cukup jelas, bahwa manusia tidak dipaksa untuk memeluk suatu agama dan keluar dari agamanya. Tuhan memberi kebebasan penuh kepada manusia untuk beriman atau tidak beriman, beragama Islam atau tidak. Kalau Tuhan saja tidak memaksa seluruh hamba-hamba-Nya untuk beriman kepada-Nya, maka lebih-lebih orang tua terhadap anaknya.”

Kemudian Abdul Moqset menyimpulkan, “Namun, sekiranya dia telah berketetapan hati untuk pindah ke agama lain, maka tidak ada pilihan lain kecuali bahwa Ibu Fatimah mesti mengikhlaskan kepergiannya ke agama lain itu. Sesuai dengan perintah Al-Qur`an di atas, tidak boleh ada pemaksaan menyangkut perkara agama.”

Betapa lancangnya orang yang mengaku Ustadz dari Madura ini. Dengan gegabah disimpulkan bahwa surat Al-Kafirun 6, Al-Kahfi 29 dan Al-Baqarah 256 memerintahkan umat Islam untuk mengikhlaskan seseorang (anak, istri, suami, ayah, ibu, saudara, kerabat dan seterusnya) jika mau murtad meninggalkan Islam.

Kesesatan fatwa kiyai pengasuh Syir’ah ini dibongkar lebih lanjut oleh Buya Risman, pengasuh Biro Konsultasi Agama MTDK PP Muhammadiyah. Menurutnya, ketiga ayat tersebut jika dibaca utuh, menjelaskan prinsip Islam bahwa pilihan agama yang benar itu adalah masuk agama Islam yang disertai dengan menjauhi kesesatan dan kekafiran. (baca rubrik Konsultasi Agama halaman 20-21).

Secara tidak langsung, anjuran Kiyai Syir’ah agar bersedia mengikhlashkan orang yang murtad ke agama lain, sama artinya dengan menyarankan agar mengikhlashkan orang menjadi orang kafir, sesat dan akhirnya masuk neraka. Padahal Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim 6).


Propaganda “Mesum” Majalah Syir’ah

Misi lain Syir’ah yang tak kalah rusaknya dengan pemurtadan adalah pencitraburukan umat Islam dalam hal seksual. Pencitraburukan ini semakin kurang ajar bila digeneralisir bahwa semua mahasiswa Muslim melakukan penyimpangan seksual.

Pada edisi nomor 30, Syir’ah mengangkat topik utama berjudul “Seks Bebas di Kampus Hijau.” Edisi ini khusus membleceti penyimpangan seksual di kampus-kampus Islam yang disoroti secara gebyah uyah (dipukul rata).

Entah apa maunya Syir’ah menampilkan berita ini? Yang jelas, berita ini bisa menimbulkan antipati dan sinisme orang awam dan kalangan non Islam terhadap kampus berlabel “Islam.” Betapa tidak? Perhatikan saja sinopsisnya: “Terpuruknya iman di lubang hasrat. Ajaran agama menilai seks di luar nikah sebagai perbuatan berbuah dosa. Biasanya para pemeluk agama menghindari perilaku haram itu. Akan tetapi, fenomena ini di kalangan mahasiswa Muslim tak begitu. Sebagian dari mereka bahkan menganggap seks bebas itu sudah biasa.” (hlm. 18).

Pada halaman berikutnya, kalimat yang dicapture dengan huruf besar pun semakin melecehkan pesantren: “Ihwal kebebasan seks di kalangan mahasiswa bukanlah hal aneh. Tapi cukup mengagetkan jika ternyata pelakunya banyak dari kalangan pesantren.”

Diblow up di dalamnya tentang seks bebas di kampus Islam yang dilakukan oleh para aktivis kampus Islam, aktivis Harakah Khilafah (Hizbut Tahrir?), dan alumnus pesantren. Foto ilustrasinya pun sangat mesum dan melecehkan Islam. Ada foto wanita berjilbab sedang tidur berpelukan di ranjang dengan lawan jenisnya, ada beberapa keping cover VCD porno lengkap dengan cuplikan foto bugilnya, dan seterusnya. Ada gambar setengah badan dua orang pasangan sedang berpelukan saling berpegangan pinggang selayaknya suami-istri. Seolah-olah, adegan mesum itu sangat akrab di kalangan “kampus hijau.”

Perwajahan Syir’ah yang seronok pun tak pantas menyandang label Islam. Dari capture foto di dalamnya, lebih tepat kalau Syir’ah dikategorikan sebagai media “biru” sejajar dengan tabloid Hot, Pop, Lipstik, Lelaki, Ehm, dll.

Bayangkan saja, ketika mengangkat kontroversi film Buruan Cium Gue (BCG), dibahas polemik antara AA Gym dengan Raam Punjabi (Syir’ah edisi nomor 35).

Capturenya pun sangat seronok, adegan film BCG dicapture utuh. Ada dua pasang remaja berdiri berpelukan. Yang sepasang sebelah kiri, seorang remaja putra yang lebih tinggi dari pasangannya menempelkan kepalanya pas ke kening sang putri. Tangan yang putra memegang perut pas di bawah buah dadanya. Sang putri terlihat diam menikmati perlakuan tersebut.

Pasangan yang kedua, berdiri di sebelah kanan. Sang cewek memakai busana ketat, ketiaknya melompong, roknya di atas lutut, panjangnya setengah paha. Dia berdiri dengan wajah penuh rangsangan, menempelkan –maaf– kedua buah dadanya ke perut sang cowok. Sementara sang cowok yang berkaus hitam yang lebih tinggi, berdiri memegang lehernya dan mengarahkan pandangannya ke bawah, seolah sedang mengamati buah dada sang cewek. (hlm. 53).

Pada edisi nomor 22, Syir’ah menyajikan topik utama “Sex on TV: Bangkrutnya Petuah Halal-Haram”. Intinya, mengajak pembaca untuk pembaca untuk mengabaikan “sementara” halal-haram guna meramaikan pembicaraan seksual.

Ilustrasinya pun jauh dari etika Islam. Pada halaman 18 ditampilkan foto relief –maaf– alat kelamin laki-laki berdiri menjulang ke atas –maaf– sedang menusuk alat kelamin wanita. Pantaskah media ini disebut majalah Islam?

Kita memang harus cerdas dan teliti dalam memilih bacaan. Memang buku adalah guru yang paling baik. Tapi jika salah baca, maka akan jadi racun bagi keselamatan iman kita. Waspadai media-media yang didanai oleh founding asing.

Uang memang bisa merubah segalanya jadi kejam. Karena uang, sahabat bisa jadi musuh, bahkan tak jarang berujung pada dendam dan pembunuhan. Gara-gara uang pula, orang memusuhi agama dan keyakinannya, bahkan tak jarang berujung pada fitnah dan pemurtadan. (Majalah tabligh)

Wallahu musta’an.
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:44 am

Nyata: Dialog Rasulullah SAW dengan Pendeta Yahudi
Dipublikasi pada Thursday, 13 May 2004
Topik: Kisah & Hikmah

Aldakwah.org--Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya hadits dari Aban, ia berkata:

Aku sedang berada di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu datang seorang pendeta Yahudi. Ia berkata, "Salam sejahtera kepadamu Wahai Muhammad." Mendengar salamnya, aku langsung mendorongnya. Ia pun jatuh tersungkur dan nyaris pingsan. Ia berkata, "Kenapa Anda mendorongku seperti itu?" Aku berkata, "Kenapa Anda tidak mengatakan, 'Wahai Rasulullah'.?" Pendeta Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya."



Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya nama yang diberikan keluargaku kepadaku adalah Muhammad!" Pendeta Yahudi tadi berkata, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan beberapa hal." Beliau berkata, "Apakah ada gunanya bagimu kalau aku menjawab pertanyaanmu ?" Maka dia menjawab, "Aku akan mendengarkan dengan kedua telingaku."

Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memotong kayu yang beliau bawa dan bersabda, "Silahkan bertanya !" Pendeta Yahudi bertanya, "Di mana manusia berada ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain?" Beliau menjawab, "Mereka berada pada dzulmah (kegelapan)."

Dia bertanya lagi, "Siapakah orang yang pertama kali lolos pada Hari Kiamat ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Orang-orang fakir dari kalangan kaum Muhajirin."

Pendeta Yahudi tadi bertanya, "Apa hidangan untuk mereka ketika mereka masuk surga ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Seketul daging pada hati ikan paus."

Pendeta Yahudi bertanya, "Apa makanan siang mereka setelah itu ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Disembelihkan untuk mereka sapi jantan surga yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga."

"Apa minuman mereka ?" Tanya si Yahudi lagi. Dijawab oleh beliau, "Dari mata air yang bernama Salsabila."

Pendeta Yahudi itu berkata, "Anda benar !" Lalu katanya, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan masalah yang hanya diketahui oleh nabi atau satu atau dua orang saja.!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Adakah kegunaan bagimu kalau aku berbicara denganmu ?" Dia menjawab, "Aku akan mendengarkan perkataan Anda dengan kedua telingaku."

Pendeta Yahudi itu melanjutkan, "Aku ingin menanyakanmu tentang proses pembentukan bayi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Sperma laki-laki berwarna putih sedangkan sperma wanita berwarna kuning. Jika kedua sperma tersebut bertemu, kemudian sperma laki-laki berada di atas sperma wanita, maka kedua sperma tersebut membentuk anak laki-laki dengan izin Allah Ta'ala. Sebaliknya jika sperma wanita berada di atas sperma laki-laki, maka kedua sperma itu membentuk anak wanita dengan izin Allah Ta'ala."

Pendeta Yahudi tadi berkata, "Anda benar dan tidak ragu lagi bahwa anda adalah seorang nabi." Setelah itu dia menyelonong keluar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Pendeta Yahudi tadi banyak (bertanya) masalah kepadaku sementara aku tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang masalah-masalah yang ditanyakan sehingga Allah Azza wa Jalla datang membawa jawaban masalah-masalah tadi." (Diriwayatkan Muslim)

Dalam Shahih Bukari diriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

Bahwa Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah. Abdullah bin Salam ketika itu sedang berada di perkebunan kurma tengah memanen kurma. Lalu ia mendatangi beliau dan berkata, "Aku ingin bertanya kepadamu tentang tiga perkara dan hanya nabi yang bisa menjawab pertanyaan tadi.! Apa tanda-tanda pertama terjadinya Hari kiamat ? Apa makanan pertama kali penghuni surga ? Seorang bayi itu meniru ayahnya atau ibunya ?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jibril belum lama memberitahu aku semua hal di atas." Abdullah bin Salam berkata, "Jibril ?" Kata Beliau lebih lanjut, "Ya betul, Jibril. Dialah malaikat yang paling dimusuhi orang-orang Yahudi." Kemudian beliau membaca ayat, "Katakanlah, 'Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah' (QS. Al-Baqarah (2): 91). Tanda-tanda pertama Hari Kiamat adalah api yang menghimpun seluruh manusia dari timur hingga barat. Makanan pertama kali di makan penghuni surga adalah seketul daging pada hati ikan paus. Jika sperma laki-laki lebih dahulu masuk daripada sperma wanita, maka lahirlah anak laki-laji dan jika sperma wanita lebih dahulu masuk daripada sperma laki-laki, maka membentuk anak wanita."

Abdullah bin Salam berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Ya, Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang susah dipegang ucapannya.. Jika mereka mengetahui ke-Islamanku sebelum engkau bertanya kepada mereka, pasti mereka tidak mempercayaiku."

Tidak lama kemudian datanglah orang-orang Yahudi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya kepada mereka, "Bagaimana kedudukan Abdullah bin Sallam di kalangan kalian ?" Mereka menjawab, "Abdullah bin Sallam adalah orang terbaik yang kami miliki dan anak yang terbaik yang kami miliki. Ia adalah tokoh kami dan anak tokoh kami."

Kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Bagaimana pendapat kalian kalau Abdullah bin Salam masuk Islam.?" Mereka menjawab, "Semoga Allah menjauhkannya dari masuk Islam." Kemudian Abdullah bin Salam keluar dan berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Orang-orang Yahudi tadi berkata, "Engkau adalah orang yang paling jelek yang kami miliki dan anak orang yang paling jelek yang kami miliki." Mereka semua merendahkan martabat Abdullah bin Salam. Abdullah bin Salam berkata, "Inilah yang saya khawatirkan wahai Rasulullah." (Diriwayatkan Bukhari)
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby ad1saja » Sat Mar 04, 2006 12:47 am

Saya sengaja mempostingkan beberapa Artikel penting tentang keislaman. Dengan begini akan lebih bermanfaat. Orang akan lebih tahu kenyataan yang sebenarnya tentang agama Islam yang sesungguhnya dan sebenarnya. Fakta ini membuat orang-orang semakin yakin dengan kebenaran Islam.

Wassalamuailaikum Wr. Wb.
ad1saja
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Wed Feb 22, 2006 10:25 pm

Postby Phoenix » Sat Mar 04, 2006 1:03 am

Memangnya masih ada yang percaya sama islam?
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby numplew » Sat Mar 04, 2006 4:59 am

ad1saja

O..ya sangking emosinya saya salah ketik maksudnya orang yahudi itu adalah umat nabi musa dan mereka sama sekali tidak mengikuti ajaran nabi musa, mereka lebih senang dengan aturan budayanya begitu. Maaf yaa..


:wink:

"Jika Kristen menjamin keselamatan, coba baca Kisah Para Rasul 13:23."

Gunawan pun membaca ayat itu, Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

"Asal Anda dari mana?" tanya Deedat.

"Lampung!" jawabnya singkat.


"Menurut ayat itu, Anda tak diselamatkan Yesus, karena Yesus hanya menyelamatkan orang Israel," jelas Deedat.
Gunawan menganggukkan kepala tanda petuju.
Deedat menambahkan beberapa dalil. "Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel," (Matius 15:24).


Kenapa tidak dilanjut bacanya ke
Mat 28 : 19 : Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Bahkan, Roh Kudus pun melarang penginjilan ke Asia: "Karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia," (Kisah Para Rasul 16:6).
:roll:
FYI : Asia tidaklah sama dengan Benua Asia
Walaupun akhirnya Rasul Paulus pergi juga ke Asia

Jika begitu silakan baca Injil Markus 12:29."

Gunawan membacanya: "Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa."

Ya, makanya Tuhan orang Kristen adalah satu. Yang bilang tiga kan anda anda?

"Jelas, kan? Di ayat itu Yesus mengakui dirinya bukan Tuhan, karena ia bertuhan pada Allah. Karena Yesus punya Tuhan, maka ia bukan Tuhan. "Silakan baca Injil Lukas 6:12," pinta Deedat.

Dengan cepat ia menemukan ayat itu, nampak jelas ia terbiasa mengkaji Bibel. "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman ia berdoa kepada Allah."

"Makin jelas, kan, bahwa Yesus bukan Tuhan, bukan Juruselamat dan penebus dosa. Sebab, Yesus sendiri berdoa pada Allah. Dalam Lukas 22:42 dan Matius 6:13 Yesus minta keselamatan pada Allah. Jika Yesus Juruselamat, seharusnya ia tak minta keselamatan pada siapapun," tegas Deedat.

Pemuda itu terperangah, pandangannya kosong.

Tanpa membuang waktu, Deedat melanjutkan, "Memang, di Alkitab ada ayat yang menyatakan, Yesus mati dan hidup kembali supaya menjadi Tuhan. Tapi ini bukan sabda Yesus. Silakan baca kitab Roma 14:9."

Ia pun membacanya, "Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."

Yoh 13 : 13

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

"Ayat inilah yang jadi landasan bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi ini bukan sabda Yesus, melainkan tulisan Paulus pada jemaatnya di Roma. Ayat ini bertentangan dengan sabda Yesus dan firman Allah.

Yoh 13 : 13

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.


Coba baca firman Allah dalam kitab Ulangan 4:35-39," lanjut Deedat.

Gunawan membacanya: "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.... Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."

Ya, Tuhan adalah Yahweh, Tuhannya Abraham, Ishak dan Yakob. Bukan alloh yang bersemayam di bulan

"Perhatikan baik-baik. Allah berfirman bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Inilah syahadat La ilaha illallah.
:roll: :roll:
User avatar
numplew
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 153
Joined: Sat Dec 17, 2005 12:32 pm
Location: nowhere

Postby numplew » Sat Mar 04, 2006 5:10 am

ad1saja wrote:Pertemuan para tokoh Islam di kediaman Jusuf Kalla.
Oleh : Redaksi 18 Nov, 05 - 6:50 am

18/11/2005 00:19 : Sejumlah tokoh Islam yang hadir di kediaman Jusuf Kalla menegaskan aksi teroris bertentangan dengan ajaran Islam. Para pelaku bom bunuh diri keliru menafsirkan ayat-ayat Alquran tentang jihad dan mati syahid.
....


:wink: :wink: Sesuai dengan signature ku dibawah ini "Dua Wajah Muslim". The Real War itu adalah antara moslem sendiri.

Makanya Oom, ketimbang sibuk menafsirkan ajaran agama orang lain, mending duduk bersama dulu ente ente yang seukuwah. Bahas tuh alqur an nya, tafsir yang benar yang gimana sich sebenarnya ?

Alloh itu nanti nrima "gang Amrozi cs" atau ente ente yang klaim diri "gang damai" ? :wink:

Kalau nanti ente ente yang diterima, Amrozi cs pasti protes : Enak aja, kami yang berani korban diri, koq mereka yang minum arak surga?

Sedangkan kalau ternyata Amrozi cs yang diterima, kan anda yang gigit jari melihat Amrozi bersetubuh terus dengan 72 perawan,sedang anda cuman bisa nelan ludah :wink:
User avatar
numplew
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 153
Joined: Sat Dec 17, 2005 12:32 pm
Location: nowhere

Postby fren » Sat Mar 04, 2006 6:59 am

ad1saja wrote:Assalamualikum Wr. Wb.

Simple saja mau saya katakan, Islam tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang telah beragama. Ada kok ayatnya di Al Quran, tetapi bila orang itu belum beragama seperti orang yahudi dan agamanya berasal dari budaya[xo], maksudnya orang yahudi itu adalah umat nabi musa dan mereka sama sekali tidak mengikuti ajaran nabi musa, mereka lebih senang dengan aturan budayanya begitu jadi? boleh kita memaksakan agama Islam kepadanya.

:shock: :shock: :shock: :shock: Maaf yaa yaaaaaaaaaaaaaaaaa …
:butthead:
Ini lhoo ooooooo wankyai Aa. Dzyyyyymmm…kebetulan saye penyembah pisang ni abis enak sih dan gak ngerusak kayak gengnya Islam,Qoran,samaMochamchat gemane neeh jadinye dipaaksa dooong? Gak mau aaah masuk Eslaaamm..abis udah kenal siiihhhh…kalo Esmambo aje boleh deee. sayaaaaaang deehehehehee

(Many Thanks, Bung Ali5196)

Surah Mekah vs Surah Medinah http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... c.php?t=33

Membenci kafir
http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... c.php?t=44

Bgm dgn perasaan non-Muslim ?
http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... php?t=1281


"tidak ada paksaan dalam agama"..., :finga: .... Right from the get go, after the death his first wife Mr. Mohammad's 13 years of quest to impose his Allaha religion/cult/political party of Mohammad and his followers is well documented in Islamic History, let us Start from year 623., and remember, 619 was the year of sorrow i.e. Abu Talib and Khadija(PUBH).. wife of Mr. Prophet died.
Quote: :axe:
623: Nakhla expedition. 624: Battle of Badr. Expulsion of the Bani Qainuqa Jews from Madina. 625: Battle of Uhud. Massacre of 70 Muslims at Bir Mauna. Expulsion of Banu Nadir Jews from Madina. Second expedition of Badr. 626: Expedition of Banu Mustaliq. 627: Battle of the Trench. Expulsion of Banu Quraiza Jews. 628: Truce of Hudaibiya. Expedition to Khyber. The Holy Prophet addresses letters to various heads of states. 629: The Holy Prophet performs the pilgrimage at Makkah. Expedition to Muta (Romans). 630: Conquest of Makkah. Battles of Hunsin, Auras, and Taif. 631: Expedition to Tabuk. Year of Deputations. 632: Farewell pilgrimage at Makkah. 632: Death of the Holy Prophet.Election of Hadrat Abu Bakr as the Caliph. Usamah leads expedition to Syria. Battles of Zu Qissa and Abraq. Battles of Buzakha, Zafar and Naqra. Campaigns against Bani Tamim and Musailima, the Liar.[/b][/u] 633: Campaigns in Bahrain, Oman, Mahrah Yemen, and Hadramaut. Raids in Iraq. Battles of Kazima, Mazar, Walaja, Ulleis, Hirah, Anbar, Ein at tamr, Daumatul Jandal and Firaz. 634: Battles of Basra, Damascus and Ajnadin. Death of Hadrat Abu Bakr. Hadrat Umar Farooq becomes the Caliph. Battles of Namaraq and Saqatia. 635: Battle of Bridge. Battle of Buwaib. Conquest of Damascus. Battle of Fahl. 636: Battle of Yermuk. Battle of Qadsiyia. Conquest of Madain. 637: Conquest of Syria. Fall of Jerusalem. Battle of Jalula. 638: Conquest of Jazirah. 639: Conquest of Khuizistan. Advance into Egypt. 640: Capture of the post of Caesaria in Syria. Conquest of Shustar and Jande Sabur in Persia. Battle of Babylon in Egypt. 641: Battle of Nihawand. Conquest Of Alexandria in Egypt. 642: Battle of Rayy in Persia. Conquest of Egypt. Foundation of Fustat. 643: Conquest of Azarbaijan and Tabaristan (Russia). 644: Conquest of Fars, Kerman, Sistan, Mekran and Kharan.Martyrdom of Hadrat Umar. Hadrat Othman becomes the Caliph. 645: Campaigns in Fats. 646: Campaigns in Khurasan, Armeain and Asia Minor. 647: Campaigns in North Africa. Conquest of the island of Cypress. 648: Campaigns against the Byzantines. 651: Naval battle of the Masts against the Byzantines. 652: Discontentment and disaffection against the rule of Hadrat Othman. 656: Martyrdom of Hadrat Othman. Hadrat Ali becomes the Caliph. Battle of the Camel. 657: Hadrat Ali shifts the capital from Madina to Kufa. Battle of Siffin. Arbitration proceedings at Daumaut ul Jandal. 658: Battle of Nahrawan. 659: Conquest of Egypt by Mu'awiyah. 660: Hadrat Ali recaptures Hijaz and Yemen from Mu'awiyah. Mu'awiyah declares himself as the Caliph at Damascus. 661: Martyrdom of Hadrat Ali. Accession of Hadrat Hasan and his abdication. Mu'awiyah becomes the sole Caliph. 662: Khawarij revolts. 666: Raid of Sicily. 670: Advance in North Africa. Uqba b Nafe founds the town of Qairowan in Tunisia. Conquest of Kabul. 672: Capture of the island of Rhodes. Campaigns in Khurasan. 674: The Muslims cross the Oxus. Bukhara becomes a vassal state. 677: Occupation of Sarnarkand and Tirmiz. Siege of Constantinople. 680: Death of Muawiyah. Accession of Yazid. Tragedy of Kerbala and martyrdom of Hadrat Hussain. 682: In North Africa Uqba b Nafe marches to the Atlantic, is ambushed and killed at Biskra. The Muslims evacuate Qairowan and withdraw to Burqa. 683: Death of Yazid. Accession of Mu'awiyah II.

to be continued… (dan continued sampe sekarang) :axe:
:axe:
Islam is a bloody Feudal religion with Foolish followers. It is always in War and destruction, either within Muslims or with others..
User avatar
fren
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 784
Joined: Tue Nov 22, 2005 6:27 am

Postby dua » Sat Mar 04, 2006 8:18 am

dago, loe kemana aja jangan kabur dong !!!!!!!!
pertanyaan loe tentang sunat udah gue jawab, nah pertanyaan gue jawab dong (loe sunat apa kagak)
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby dago » Sat Mar 04, 2006 8:35 am

dua
gue jawab pertanyaan loe dulu tentang sunat


Kapan? tunjukan linknya
Mana ayat2nya diQuran?

pertama ane cerite dulu nih. loe sbg murtadin gue yakin cukup tau banyak tentang islam. Dlam islam hukum yang tertinggi adalah
1. qur'an (firman Allah)
2. hadist yang shaheh (perilaku nabi Muhammad)
3. mufakat para alim utama
Nah kalo disatu tidak ada kita harus liat yang kedua. Contoh kewajiban tentang sholat, allah hanya berfirman saja bahwa solat wajib, masalah teknis liat saja hukum yang kedua yaitu hadis.


So kalu Quran, Hadist dan Fatwah adalah hukum Islam, maka kamu setuju dengan para jihadis terrorism yang menjalankan perintah2 Allah:

[2.191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.


[2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

[3.85] Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

[8.12] (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.



nah balik ke sunat, terus terang sampai saat ini gue belon temukan ayatnya..sabar..sabar gue cari lagi di Qur'an..atau via gogle.


Loh ngapa kamu harus nyari melalui Google alat kafir?
Bukankah kamu ada imam2, ustad yang expert hal2 hukum Islam?

Nah kalo nanti memang tidak ada kami akan lari ke hukum kedua yaitu hadis. Nah kalo muhaamad di sunat bahkan yesus pun, semua muslim akan sunat, krn memnag taurat, injil qur'an berasal dari tuhan yang sama yaitu Allah. Kalo loe katkan islam nyontek, gue kira ngak bener karena taurat, injil dan qur'an pemiliknya sama. Qur'an adalah penyempurna krn adanya peyelewangan yang dilakukan umat. Taurat mulai melenceng.


Bukankah menurut Allah via Muhammad (what ever) Taurat dan Injil sudah dirubah, kok sunat berasal dari Judaism masih dilakukan oleh Islam.? sedangkan sepuluh Hukum2 Tuhan yang sangat penting ditiadakan oleh Allah ( buktinya Allah itu tidak sama dengan Yahweh)

disempurnakan dgn injil, injil mulai ada yang diubah-ubah disempurnakan oleh qur'an. Shg Allah berfirman dlm qur'an (sayang ayatnya gue lupa" apabila engkau ditanya tentang injil sekarang jawabnya adalah, benar dan salah. Benar yaitu ayat-ayat yang sama seperti Qur'an contohnya adalah sunat, salah contohnya adalah penuhanan isa (yesus), serta ayat porno.


Sorry mate yang mengubah Injil (termasuk Taurat) adalah Muhammad atau Allah, dewa bulan agama pagan Arabia.
Kamu akan tahu nanti bila kamu mati.

Porno? selidikilah Quran dan Hadis baik2 dan jujur. Misalnya seorang kakek yang nota bene berbuat sex dengan anak 9 tahun. Itu mah yang tertulis, kita tidak tahu perbuatan2 muhammad yang tidak dilaporkan karena takut sama diktator nabi.

-----------
ad1saja,
dengan mempertunjukan artikel2 ini bukannya aku bisa mengharagai Islam melainkan melihat betapa aneh dan illogical islam itu.
1. Cerita soal penginjil masuk Islam adalah tipikal cara Muslims membual.

2. Dalam kisah2 dihadis ternyata Muhammad tidak mengerti apa Surga itu sebenarnya. Misalnya:
Aldakwah.org--Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya hadits dari Aban, ia berkata:

Aku sedang berada di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu datang seorang pendeta Yahudi. Ia berkata, "Salam sejahtera kepadamu Wahai Muhammad." Mendengar salamnya, aku langsung mendorongnya. Ia pun jatuh tersungkur dan nyaris pingsan. Ia berkata, "Kenapa Anda mendorongku seperti itu?" Aku berkata, "Kenapa Anda tidak mengatakan, 'Wahai Rasulullah'.?" Pendeta Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya."


1. Tidak ada Istilah pendeta di-Judaism.
2. Mendorong orang sampai hampir jatuh pingsan karena hanya tidak pakai bumbu titel , serta reaksi seorang nabi yang tidak menegur akan perbuatan sahabatnya dan minta maaf, ini menunjukan Muhammad bukan seorang nabi dan kedua2nya tidak bermoral/ethic.

Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memotong kayu yang beliau bawa dan bersabda, "Silahkan bertanya !" Pendeta Yahudi bertanya, "Di mana manusia berada ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain?" Beliau menjawab, "Mereka berada pada dzulmah (kegelapan)."


So ada dua bumi? Dapatkah Muslims membuktikan adanya bumi lama dan bumi baru?

Dia bertanya lagi, "Siapakah orang yang pertama kali lolos pada Hari Kiamat ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Orang-orang fakir dari kalangan kaum Muhajirin."


Manusia bisa lolos dari hari Kiamat, wah kita kafir deh yang enak, Muslims tak bisa lolos dari Kiamat.
So think Muslims think!! :lol: :lol:

Pendeta Yahudi tadi bertanya, "Apa hidangan untuk mereka ketika mereka masuk surga ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Seketul daging pada hati ikan paus.
Pendeta Yahudi bertanya, "Apa makanan siang mereka setelah itu ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Disembelihkan untuk mereka sapi jantan surga yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga."Apa minuman mereka ?" Tanya si Yahudi lagi. Dijawab oleh beliau, "Dari mata air yang bernama Salsabila."
"

Oi, di surganya Islam itu binatang2 masih tidak safe. karena manusia masih perlu makan dan minum dan main sex. Wah what a bullshit.
Ini membuktikan dalam Islam tidak ada spiritual sama sekali.
Jesus mengatakan bahwa diSurga manusia yang telah diselamatkan bukan lagi seprti hidup dalam bandaniah melainkan spiritual seperti malaikat. Suatu dimension lain bukan matter.


Pendeta Yahudi itu melanjutkan, "Aku ingin menanyakanmu tentang proses pembentukan bayi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Sperma laki-laki berwarna putih sedangkan sperma wanita berwarna kuning. Jika kedua sperma tersebut bertemu, kemudian sperma laki-laki berada di atas sperma wanita, maka kedua sperma tersebut membentuk anak laki-laki dengan izin Allah Ta'ala. Sebaliknya jika sperma wanita berada di atas sperma laki-laki, maka kedua sperma itu membentuk anak wanita dengan izin Allah Ta'ala."


1. Wanita tidak mempunyai sperma, tetapi telur.
2. Muhammad mengatakan iti karena observasi waktu melalukan sex dengan berbagai wanita. Ada wanita yang gampang orgasm yang mengakibatkan keluarnya cairan mirip sperm. Bahkan ada yang ejaculate yang menyemprut cairan banyak yang mana saya pikir dari mana ide Muhammad bahwa manusia berasal dari semprotan air.

So ini hanya beberapa contoh keganjilan pengertian Islam. dari artikel yang kamu postkan.
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby dua » Sat Mar 04, 2006 10:32 am

dago....dago jangan oot ngapa
loe blm jawab pertanyaan gue
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby numplew » Sat Mar 04, 2006 10:37 am

dua wrote:dago....dago jangan oot ngapa
loe blm jawab pertanyaan gue


Koq maksa sich sama bung dago ? Yang oot sapa nich ?

Sunatnya delapan hari kagak ? :wink:
User avatar
numplew
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 153
Joined: Sat Dec 17, 2005 12:32 pm
Location: nowhere

Postby dua » Sat Mar 04, 2006 12:19 pm

dago...jangan kabur
jawab pertanyaan gue
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby dago » Sat Mar 04, 2006 1:01 pm

dua wrote:dago....dago jangan oot ngapa
loe blm jawab pertanyaan gue


Dasar otak udang, sudah dijawab.nanya terus kaya burung beo.
Kamulah yang oot.

Ditanya malah balik tanya tampa memberikan jawab.
mana itu ayat qouran bilang bahwa muslims harus disunat.
Kalu ngengga menolak akan argumentku bilang saja, jangan balik bertanya.Kamulah yang oot.


Inikah yang kamu anggap OOT karena saya menjawab dan bertanya atas argumentmu:

dua

Quote:
pertama ane cerite dulu nih. loe sbg murtadin gue yakin cukup tau banyak tentang islam. Dlam islam hukum yang tertinggi adalah
1. qur'an (firman Allah)
2. hadist yang shaheh (perilaku nabi Muhammad)
3. mufakat para alim utama
Nah kalo disatu tidak ada kita harus liat yang kedua. Contoh kewajiban tentang sholat, allah hanya berfirman saja bahwa solat wajib, masalah teknis liat saja hukum yang kedua yaitu hadis.


So kalu Quran, Hadist dan Fatwah adalah hukum Islam, maka kamu setuju dengan para jihadis terrorism yang menjalankan perintah2 Allah:

[2.191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.


[2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

[3.85] Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

[8.12] (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.


Sudahkah kamu lakukan hukum2 Allahmu tersebut? Kalau belum mengapa tidak? Apakah kamu bingung? karena ayat Allah berkontradiksi? atau dalam hatimu kamu ragu2 bahwa Allah itu Tuhan, the real God?

Quote:
nah balik ke sunat, terus terang sampai saat ini gue belon temukan ayatnya..sabar..sabar gue cari lagi di Qur'an..atau via gogle.


Loh ngapa kamu harus nyari melalui Google alat kafir?
Bukankah kamu ada imam2, ustad yang expert hal2 hukum Islam?


Quote:
Nah kalo nanti memang tidak ada kami akan lari ke hukum kedua yaitu hadis. Nah kalo muhaamad di sunat bahkan yesus pun, semua muslim akan sunat, krn memnag taurat, injil qur'an berasal dari tuhan yang sama yaitu Allah. Kalo loe katkan islam nyontek, gue kira ngak bener karena taurat, injil dan qur'an pemiliknya sama. Qur'an adalah penyempurna krn adanya peyelewangan yang dilakukan umat. Taurat mulai melenceng.


Bukankah menurut Allah via Muhammad (what ever) Taurat dan Injil sudah dirubah, kok sunat berasal dari Judaism masih dilakukan oleh Islam.? sedangkan sepuluh Hukum2 Tuhan yang sangat penting ditiadakan oleh Allah ( buktinya Allah itu tidak sama dengan Yahweh)

Quote:
disempurnakan dgn injil, injil mulai ada yang diubah-ubah disempurnakan oleh qur'an. Shg Allah berfirman dlm qur'an (sayang ayatnya gue lupa" apabila engkau ditanya tentang injil sekarang jawabnya adalah, benar dan salah. Benar yaitu ayat-ayat yang sama seperti Qur'an contohnya adalah sunat, salah contohnya adalah penuhanan isa (yesus), serta ayat porno.


Sorry mate yang mengubah Injil (termasuk Taurat) adalah Muhammad atau Allah, dewa bulan agama pagan Arabia.
Kamu akan tahu nanti bila kamu mati.



Porno? selidikilah Quran dan Hadis baik2 dan jujur. Misalnya seorang kakek yang nota bene berbuat sex dengan anak 9 tahun. Itu mah yang tertulis, kita tidak tahu perbuatan2 muhammad yang tidak dilaporkan karena takut sama diktator nabi.

You muslim are a strange creatures
half jinn :twisted: and half :evil: robot living in a :shock: Zombie's body. mengeluarkan suara :? beo dan :x wanita latah.
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby dago » Sat Mar 04, 2006 1:03 pm

dua wrote:dago...jangan kabur
jawab pertanyaan gue


Elu yang **** yang kabur dengan bilang oot karena engga bisa ngejawab.
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby numplew » Sat Mar 04, 2006 1:08 pm

dago wrote:
dua wrote:dago...jangan kabur
jawab pertanyaan gue


Elu yang **** yang kabur dengan bilang oot karena engga bisa ngejawab.


Bung Dago, makhluk yang satu ini sepertinya bukan dalam kapasitas yang layak untuk diajak diskusi.

Tapi kalau bung masih mau sabar menghadapi si dua ini, ya silahkan....
User avatar
numplew
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 153
Joined: Sat Dec 17, 2005 12:32 pm
Location: nowhere

PreviousNext

Return to MENGAPA SAYA MURTAD ?



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users