. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Timor Leste : Masyarakat Sesali Perpisahan Dengan NKRI

Timor Leste : Masyarakat Sesali Perpisahan Dengan NKRI

Postby Laurent » Mon Nov 27, 2006 10:11 am

Masyarakat Timor Leste Mulai Sesali Perpisahan Dengan NKRI
Jumat, 24 November 2006
Masyarakat Timor Leste merasa menyesal harus memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum
Hidayatullah.com--Sebagian besar masyarakat Timor Leste yang memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum mulai menyesali perpisahan tersebut.

"Yang menikmati kemerdekaan Timor Leste hanyalah kelompok tertentu saja, sementara kehidupan mayoritas masyarakat Timor Leste yang tersebar di berbagai pelosok desa kian menderita, ketidakstabilan keamanan terjadi hingga saat ini," kata Ny. Domingos kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ny. Domingos yang kebetulan datang berkunjung ke Mataram guna menjenguk saudaranya menuturkan kehidupan masyarakat Timor Leste setelah merdeka dibandingkan saat menjadi bagian integral dengan NKRI, sangatlah memprihatinkan.

Sebagian besar penduduk pedesaaan Timor Leste yang hidup di masa integrasi dengan NKRI merasa menyesal, mereka berkeinginan untuk kembali merasakan hidup bebas seperti dulu.

Masyarakat Timor Leste dalam dua tahun terakhir merasakan hidup tidak aman di negaranya sendiri, karena pertikaian antara kelompok, khususnya masyarakat Timor Leste bagian Timur dengan masyarakat Timor Leste bagian Barat hingga saat ini belum reda.

Hampir setiap hari terjadi pertikaian kelompok yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga Timor Leste. Suasana itu telah menyebabkan banyak pengusaha dari Indonesia (Jakarta, Surabaya, Kupang dan Atambua) yang terpaksa meninggalkan kota Dili.

Di samping itu, biaya hidup di negara Timor Leste yang baru merdeka tersebut cukup tinggi, harga BBM jenis premium maupun minyak tanah harganya lebih dua kali lipat dari harga yang ada di Indonesia.

Harga eceran premium bisa mencapai 2,5 dolar US atau setara dengan Rp15.000 per liter, demikian juga harga minyak tanah bisa mencapai hampir Rp10.000/liter, sehingga minyak tanah banyak yang didapat dari daerah perbatasan melalui para pelintas batas.

"Kondisi kehidupan mereka yang kian sulit itu menyebabkan sebagian dari mereka sering mengungkapkan rasa penyesalan berpisah dengan NKRI, karena di masa integrasi masyarakat Timor Leste memiliki kehidupan yang lebih baik, padahal tujuan mereka merdeka sebelumnya agar mendapatkan kehidupan yang lebih dibanding sebelumnya," katanya.

Menjawab pertanyaan, Ny. Domingos mengemukakan hingga kini belum ada perubahan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, karena bangunan-bangunan yang terbakar di masa jajak pendapat tahun 1999, tidak satupun yang diperbaiki.

Bangunan peninggalan orang-orang Indonesia tersebut hingga kini masih tampak jelas, tidak ada upaya rehabilitasi, sehingga sekarang situasinya semakin kacau karena di saat terjadi konflik hingga lengsernya Perdana Menteri Mari Al-Katiri beberapa bulan lalu, banyak bangunan yang dibakar sehingga suasana kota Dili kian mencekam.

Kondisi itu banyak mengakibatkan pengusaha yang datang dari Indonesia terpaksa meninggalkan kota-kota di Timor Leste, karena sudah tidak tahan.

Menurut cerita Ny. Domingos, selain mereka terpaksa mengalami kerugian besar karena tempat usahanya banyak yang dijarah pada saat kerusuhan, merekapun tidak tahan menghadapi ganasnya pertikaian antar kelompok yang hingga kini belum bisa diatasi aparat keamanan yang dibantu tentara asing.

"Konflik perang saudara sekarang lebih sadis dibanding saat jajak pendapat dulu, membunuh sesama warga Timor Leste yang berbeda kelompok kerap terjadi, bahkan wanita hamilpun tidak segan-segan dibunuh," katanya.

Fasilitas kesehatan minim

Mengenai fasilitas kesehatan, Ny. Domingos menyatakan rumah sakit peninggalan Pemerintah Indonesia di Bidau itu tidak optimal, karena tenaga dokternya sangat minim dan tidak jarang mereka lari berobat ke Kupang (NTT).

Bagi keluarga yang kurang mampu, tentunya bisa dibayangkan ke mana mereka akan pergi berobat, sedang yang datang berobat ke Kupang itu adalah keluarga yang punya banyak uang.

Sedangkan rumah sakit milik TNI dulu, kini diperuntukkan bagi warga asing yang bertugas di Timor Leste, jadi fasilitas kesehatan masyarakat sangat minim.


Suasana keamanan yang kurang kondusif tersebut diperkirakan kian memanas, sehubungan akan dilangsungkannya Pemilihan Umum tahun 2007.

"Banyak warga Timor Leste yang ingin keluar, tetapi terbatas oleh penjagaan yang kian ketat di daerah perbatasan, demikian juga pengusaha dari Atambua ke Dili kian jarang karena mereka takut," katanya. [ant/cha]

http://hidayatullah.com/index.php?optio ... &Itemid=66
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5802
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby gus dark » Sat Dec 02, 2006 9:26 pm

Untung Temen gw si ALFES dah di bali kalo ga bisa di bantai juga nech...
makanya kalo blum merasa kuat jangan main mandiri aja...
makan aja masih disuapin kok, yang gw tau katamya, anak2 sekolah dipaksa berbahasa portugis, guru2 terpaksa belajar bhs portugis, tapi kalo pulang anak2 ga tau harus bicara apa karena ortu mereka semua berbahasa Indonesia! HIDUP BHINEKA TUNGGAL IKA!!! YANG ANTI BHINEKA TUNGGAL IKA BAKAL GW HAJAAAAAAAAR!!!
gus dark
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 8
Joined: Mon Nov 27, 2006 5:16 pm
Location: BALI

Postby DHESTA » Sat Dec 09, 2006 8:38 pm

JADI CATATAN BUAT RMS DAN OPM PAPUA...MAU HAJAR MEREKA MAS..
DHESTA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 72
Joined: Sun Sep 03, 2006 5:22 pm
Location: BANDUNG

Re: Timor Leste : Masyarakat Sesali Perpisahan Dengan NKRI

Postby salamus » Tue Jan 02, 2007 12:08 pm

Eh banyak loh warga TIMTIM yg cinta INDONESIA. Mereka2 inilah yg memilih tinggalkan TITIM saat jajak pendapat diumumkan OTONOMI dengan INDONESIA kalah. Mereka Kecewa berat dan memilih keluar dari TIMTIM dan hidup glantungan di camp2 di NTT. Pilihan itu mereka ambil sebagai bentuk protes atas 2 hal: 1. Kebijaksanaan Habibie utk selenggarakan Refrendum atau Jajak pendapat
2. karena HAsil jajak pendapat itu mereka nilai penuh kecurangan dari lembaga penyelenggaranya yaitu UNAMAET (PBB)

Mereka udah 7 tahun disana dan pendertiaanmereka adalah bukti bahwa mereka adalah NASIONALIS SEJATI. Salah satu temen akrabku kebetulan dari pihak ini jadi aku tau banyak soal itu.
salamus
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 98
Joined: Thu Jan 12, 2006 7:07 am

Postby El islaam » Fri Jan 12, 2007 2:44 am

Gue cuma mau tanya, Apa kalao msh gabung dgn Indonesia mrk akan lebih bagus nasibnya? Inget kejadian di Yahukimo? puluhan org MATI KELAPARAN tapi pemerintah cuma bilang di Yahukimo tdk ada bencana kelaparan tapi gagal panen! Nyawa mrk ga dihargai! Dan masih banyak kasus2 lainnya dimana pemerintah kagak peduli.

Kita sdh hampir 62 tahun aja masih kayak gini, msh susah, apalagi Timor Leste yg baru 7 tahun?

Oh ya di Aceh yg jadi gubernur ex anggota GAM tuh.
User avatar
El islaam
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 785
Joined: Thu Dec 07, 2006 2:04 pm

Postby Andromeda » Fri Jan 12, 2007 10:35 pm

setau gw, nasib mereka lebih baik ketika masih bagian NKRI.
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby kristen_gila » Wed Feb 28, 2007 2:10 pm

To el isalam

anda ngaku orang susaH kok bisa internet,

RASAIN TUH ORANG TIMTIM YANG PROKEM (PRO KEMERDEKAAN), udah nyawa, harta orang indonesia yang melayang, tidak tahu terima kasih. zaman portugis, jalan yg beraspal aja 2 km, sekarang harapan adanya bantuan dari USTARLI? mampus aja di habisin minyaknya, sibule itu mana mau pikirin orang timor lonte...eh timor leste......, malah barang2 murah adanya dari indonesia (NTT).........si bule anjing USTARLI, mana mau dia urusin............dah kaya portugis, lama-lama ditinggalin dan kemudian minta kita lagi yang meredam dan kemudian ditusuk lagi dari belakang sama si anjing USTARLI, dulu mendukung invasi, dah aman nusuk dari belakang. dasar bule gila

jangan mau diajak gabung lagi, kalo mau gabung harus :
1. rakyat timtim minta maaf pada rakyat indonesia
2. rakyat timtim minta maaf pada tentara dan rakyat indonesia yang gugur
3. balikin dulu modal kita
4. ikrar untuk tidak jadi pengkhianat lagi
kristen_gila
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 10
Joined: Wed Feb 28, 2007 10:49 am

Postby kristen_gila » Wed Feb 28, 2007 2:13 pm

betul sekali mas andromeda

nasib mereka jauh lebih baik dari pada dibawah XANANA, RAMOS HORTA dan SI NEGARA KANGURU USTARLI GILA
kristen_gila
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 10
Joined: Wed Feb 28, 2007 10:49 am

Postby Hand15 » Thu Mar 01, 2007 3:04 pm

Hus! Jangan aneh aneh degh....

Gua bukannya mengatakan bahwa Timor Leste lebih baik sekarang daripada jaman doloe.
Tapi yg sebenarnya terjadi adalah aneksasi tidak sah Timor Leste ke Indonesia, digembargemborkan ama Rezim Soeharto sebagai Integrasi...

Taukah anda bahwa PBB tidak pernah mengakui wilayah kekuasaan Indonesia di timor Timur sebagai propinsi ke 27?

Berita pembantaian rakyat timor timur ditutup tutupi ama Soeharto. Baru tau degh sekarang terkuak..

Timor Leste macem keluar dari Mulut Harimau masuk ke Mulut Buaya.. eh benar nggak yah pribahasanya?
Kasihaannnn.....
Hand15
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby swatantre » Fri Mar 02, 2007 1:15 pm

Gw lebih sepakat dengan analisanya Hand15.....

Integrasi Indonesia (klaim Suharto) adalah palsu..... Tapi Australi juga cuman ngincer minyak Celah Timor doang...

Portugis? Dah gak punya kekuatan apapun untuk memback up Timtim (eh Timor Leste, deng, heheh...), walau pengennya kebagian minyak Timor juga sih......
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4106
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby Andromeda » Sun Mar 04, 2007 7:49 am

PBB? masih percaya lo ama PBB?
mana ada PBB yg bener2 bisa netral tanpa ada kepentingan negara2 besar di belakangnya.

jadi mau PBB setuju ato ngga, integrasi sah2 aja. selama tujuan nya memajukan daerah tsb.

jadi ya skrg ini, mampus aja lah sana org timor leste itu.
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby ceceps01 » Sun Mar 04, 2007 2:03 pm

Jangan terjadi lagi seperti Timtim.

Negeri kita gua akui memang kaya raya, dr kebudayaan, hasil alam, tambang, terus posisi strategis.

Tapi sayang, pemimpinnya ga ada yg becus, baik yg paling atas sampe yg paling bawah.
Prioritasnya korupsi mulu.

Kapan ya negara kita bisa maju, potensi ada tinggal kesadarannya aja.
User avatar
ceceps01
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby Pandawa » Sun Mar 04, 2007 4:06 pm

Observasi Hand 15 dan Swatantre saya pikir sangat tepat, Timtim sejak dulu bukan "milik" Indonesia, rejim Suharto (r.S.) waktu itu cuma ketakutan saja, kalau Timtim bisa menjadi letik api perlawanan thd nya, yg akan meluas keseluruh nusantara tercinta. Alhasil : dg dalih "membebaskan" Timtim dari Portugis, r.S. seenaknya menganeksi Timtim dg kekerasan ( dg ber-ratus2 ribu korban rakyat Timtimyg dibantai).

Yg dibilang Andromeda kadang2 ada benarnya, tapi apakah " integrasi sah2 aja. selama tujuan nya memajukan daerah tsb.

jadi ya skrg ini, mampus aja lah sana org timor leste itu. " itu betul ?

Betulkah saat itu r.S. bertujuan/ punya maksud memajukan Timtim ? Itu bohong besar . Bagaimana mau memajukan Timtim, kalau saat itu di Indonesia sendiri banyak orang kelaparan, masih banyak manusia2 yg tinggal dibawah jembatan , mulut tidak boleh berbicara kritis thd r.S., yg kaya tambah kaya, yg mlarat tambah brengsek syarat2 hidupnya.
Dan berapa ratus ribu nyawa rakyat Timtim yg harus melayang demi "kemajuan" ini ?
Saya berharap agar rakyat Timor Leste bisa menemuka jalan yg paling cocok dan baik demi kemajuan dan kemakmuran negerinya, tanpa campur tangan asing. (kecuali bantuan2 yg tidak mengikat ).

Ceceps01 juga tepat sekali bilang :" Jangan terjadi lagi seperti Timtim.

Negeri kita gua akui memang kaya raya, dr kebudayaan, hasil alam, tambang, terus posisi strategis.

Tapi sayang, pemimpinnya ga ada yg becus, baik yg paling atas sampe yg paling bawah.
Prioritasnya korupsi mulu.

Kapan ya negara kita bisa maju, potensi ada tinggal kesadarannya aja. "

Pikiran yg sangat positif. Terus terang sekarang ini jarang/sedikit pikiran positif begini. Maklum selama 32 th tercekoki dg kultur " uang tidak bau" , yg berarti apapun usaha cari uang itu halal, biar itu dg jalan korupsi, jalan kekerasan, menipu, membabat hutan utk jual kayunya, menjual kekayaan alam tanpa malu dll. Selama 32 th "pemimpin2" orba memberi contoh bagaimana kultur " uang tidak bau" itu dijalankan.

Nah, generasi sekarang ini yg menanggung semua akibatnya. Ada yg mau meneruskan kultur busuk ini, ada yg sedar berusaha menendang kultur jahat itu dan mengganti dg kultur yg bertanggung jawab kpd nasib hari depan bangsa kita tercinta ini , ada pula yg (karena putus asa) tertipu dg propaganda2 peracun2 kultur arab yg pada hakekatnya mau menguasai Indonesia.
Sebetulnya kita mempunyai tugas yg jauh lebih mulia d.p. hanya berkoar2 menanamkan kebencian kpd golongan lain, bahkan sampai membunuh orang2 tidak bersalah hanya karena merasa telah menunaikan tugas yg dianggap benar .
Mempertahankan: (pinjam kata2 ceceps)kebudayaan Indonesia yg kaya dan mulia, kekayaan alam yg berlimpah2, posisi yg strategis dan tujuan pokok : membangun Indonesia tercinta yg adil, makmur, aman+damai,yg demokratis dan toleran, yg berperikemanusiaan.
Jangan lupakan tujuan dan cita2 leluhur kita pejoang2 kemerdekaan.
Pandawa
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 213
Joined: Thu Dec 28, 2006 8:35 pm

Postby swatantre » Mon Mar 05, 2007 3:49 pm

Pandawa wrote:
Yg dibilang Andromeda kadang2 ada benarnya, tapi apakah " integrasi sah2 aja. selama tujuan nya memajukan daerah tsb.

jadi ya skrg ini, mampus aja lah sana org timor leste itu. " itu betul ?

Betulkah saat itu r.S. bertujuan/ punya maksud memajukan Timtim ? Itu bohong besar . Bagaimana mau memajukan Timtim, kalau saat itu di Indonesia sendiri banyak orang kelaparan, masih banyak manusia2 yg tinggal dibawah jembatan , mulut tidak boleh berbicara kritis thd r.S., yg kaya tambah kaya, yg mlarat tambah brengsek syarat2 hidupnya.
Dan berapa ratus ribu nyawa rakyat Timtim yg harus melayang demi "kemajuan" ini ?
Saya berharap agar rakyat Timor Leste bisa menemuka jalan yg paling cocok dan baik demi kemajuan dan kemakmuran negerinya, tanpa campur tangan asing. (kecuali bantuan2 yg tidak mengikat ).


Aduh Pak PAndawa, si Andro ini kok kaya gak tau aja bahwa integrasi kalo intinya adalah aneksasi/agresi ya tetap aja haram menurut hukum internasional!!!! MAu buat kesejahteraan rakyat kek mau kagak keg...terbukti sampai akhir hayatnya bergabung dg RI, Timtim gak maju2 toh? Peristiwa Santa Cruz katanya terkait agama, romo2 juga ditekan karena melindungi orang2 yang dicari Pemerintah Harto?

Ceceps01 juga tepat sekali bilang :" Jangan terjadi lagi seperti Timtim.

Negeri kita gua akui memang kaya raya, dr kebudayaan, hasil alam, tambang, terus posisi strategis.

Tapi sayang, pemimpinnya ga ada yg becus, baik yg paling atas sampe yg paling bawah.
Prioritasnya korupsi mulu.

Kapan ya negara kita bisa maju, potensi ada tinggal kesadarannya aja. "

Pikiran yg sangat positif. Terus terang sekarang ini jarang/sedikit pikiran positif begini. Maklum selama 32 th tercekoki dg kultur " uang tidak bau" , yg berarti apapun usaha cari uang itu halal, biar itu dg jalan korupsi, jalan kekerasan, menipu, membabat hutan utk jual kayunya, menjual kekayaan alam tanpa malu dll. Selama 32 th "pemimpin2" orba memberi contoh bagaimana kultur " uang tidak bau" itu dijalankan.

Nah, generasi sekarang ini yg menanggung semua akibatnya. Ada yg mau meneruskan kultur busuk ini, ada yg sedar berusaha menendang kultur jahat itu dan mengganti dg kultur yg bertanggung jawab kpd nasib hari depan bangsa kita tercinta ini , ada pula yg (karena putus asa) tertipu dg propaganda2 peracun2 kultur arab yg pada hakekatnya mau menguasai Indonesia.
Sebetulnya kita mempunyai tugas yg jauh lebih mulia d.p. hanya berkoar2 menanamkan kebencian kpd golongan lain, bahkan sampai membunuh orang2 tidak bersalah hanya karena merasa telah menunaikan tugas yg dianggap benar .
Mempertahankan: (pinjam kata2 ceceps)kebudayaan Indonesia yg kaya dan mulia, kekayaan alam yg berlimpah2, posisi yg strategis dan tujuan pokok : membangun Indonesia tercinta yg adil, makmur, aman+damai,yg demokratis dan toleran, yg berperikemanusiaan.
Jangan lupakan tujuan dan cita2 leluhur kita pejoang2 kemerdekaan.


Korupsi nomer satu karena agamapun (baca:islam) menghalalkannya!!!!
HAbis korupsi, pas dipengadilan, enak aja dia pake koko, pici putih dst, seolah2 mau2nya terlihat lebih suci!!!! ATau, habis korup, sebagian duitnya buat zakat, amal jariah, dst.......suci dah duit korupnya..!!! Sick religion always drive sick behaviour..!!!!!!!!!!!
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4106
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby Pandawa » Mon Mar 05, 2007 9:06 pm

Betul sekali mas Tantre, tapi biarkan saja Andro atau yll memberikan pembelaan thd agresi Harto ke Timtim dg segala alasan2nya, kita bisa membuka bhw alasan2 itu bohong besar semuanya, jadi supaya yg belum tahu persoalannya bisa memikirkan dan men judge sendiri.
Pandawa
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 213
Joined: Thu Dec 28, 2006 8:35 pm


Return to Politik Agama



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users