. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Terorisme Zona Asia Tenggara

Aksi2 terorisme, pemboman, demonstrasi kekerasan, intimidasi dan serangan2 kelompok2 Islam atas nama Islam. TIDAK termasuk honor killing, atau pembunuhan secara individu

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Wed Jan 12, 2011 7:18 pm

Penembakan di Thailand Selatan Tewaskan 4 Orang
Sumber: StraitsTimes.com

Image

Yala (Thailand) - Para tersangka pemberontak Muslim membunuh empat orang dan melukai dua lainnya dalam serangan-serangan bersenjata di seantero Thailand selatan yang penuh kekerasan, demikian menurut kepolisian hari Selasa (11/01/11).

Dua pria Muslim, berusia 33 dan 40 tahun, tewas hari Senin dalam penembakan-penembakan sporadik terpisah di provinsi Narathiwat, kepolisian mengatakan. Pria yang lebih muda adalah seorang anggota pasukan keamanan tengah berada dalam perjalanannya melakukan penjagaan atas sebuah gedung pemerintah.

Di provinsi Yala hari Selasa, pasangan Muslim berusia 40 dan 45 tahun, ditembak mati dalam sebuah serangan ketika mereka kembali ke rumahnya sesudah bekerja di sebuah perkebunan karet. Sang suami juga adalah anggota sukarelawan keamanan.

Dua pria berumur 20-an tahun turut terluka parah hari Senin dalam penembakan-penembakan di kawasan selatan, yang disibukkan oleh sebuah pemberontakan tujuh tahun di mana mengakibatkan 4400 orang tewas, baik Muslim dan Buddhist.

Kaum militan diduga menarget sesama Muslim yang mereka anggap "pengkhianat" Islam. Sementara itu angkatan bersenjata yang bertugas di selatan, dituduh oleh para aktivis kemanusiaan bertindak tanpa mengenal hukum.

Pemerintah baru-baru ini mencabut status kedaruratan di sebuah kantong di kawasan bermasalah itu sebagai sebuah studi kasus bagi wilayah-wilayah Muslim sisanya.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby asal usil » Tue Jan 18, 2011 4:45 pm

Mengintip Gerilya Mujahidin Thailand Selatan

Dalam perjuangan melawan militer Thailand, para pejuang Pattani menerapkan taktik gerilya. Salah satu panduannya adalah strategi gerilya yang pernah diterapkan di Indonesia.

Oleh Chairul Akhmad

Pergi ke Thailand —apalagi ke Pattani— bukanlah perjalanan mudah. Mumpung ada kesempatan saya tidak menyianyiakannya. Meski Ramadhan tak ada alasan untuk menunda. Pariwisata seorang muslim adalah berjihad fi sabilillah, itulah kalimat nabi saw yang memotivasi keberangkatan ke Thailand.

Terdapat beberapa elemen perjuangan rakyat Pattani yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Thailand. Diantaranya Pattani United Liberation Organisation (PULO), Gerakan Mujahidin Islam Pattani (GMIP), Gerakan Islam Pattani (GIP), Barisan Nasional Pembebasan Pattani (BNPP), dan Barisan Revolusi Nasional (BRN). BRN sendiri bertambah menjadi BRN Congress dan BRN Coordinate.

Meskipun semuanya menuntut kemerdekaan, tetapi masing-masing memiliki karakter dan identitas sendiri. Pernah ada upaya untuk menyatukan semua gerakan perlawanan ini dalam satu atap, dengan menggunakan istilah Bersatu, namun tak efektif.

Ketidakefektifan ini terjadi karena sejak awal didirikan, ideologi mereka berbeda. Akhirnya, mereka berjuang dengan cara masing-masing karena tidak mungkin disatukan dalam satu wadah.

Muhammad Abdur Rahman Abdus Samad, mantan Ketua Majelis Agama Islam Narathiwat yang juga tokoh masyarakat di Pattani, termasuk salah seorang ulama yang menyayangkan ketidakbersatuan gerakan-gerakan perjuangan ini. “Kalau semua unsur pejuang Pattani ini bersatu, bagus sekali. Perjuangan menjadi mudah, tidak terlalu berat. Tapi memang susah untuk bersatu dan menjadi satu ideologi,” ujarnya.

Pada tahun 2006, beberapa kelompok perlawanan menandatangani perjanjian nota rekonsiliasi Joint Peace and Development Plan for South Thailand (Perdamaian Bersama dan Rencana Pembangunan Thailand Selatan). Di antara mereka adalah PULO, BRN Congress, GMIP, dan Barisan Pembebasan Islam Pattani (BPIP). Namun, tidak menghasilkan hal-hal yang konkrit demi terciptanya perdamaian. Akhirnya, gerakan-gerakan perjuangan mengangkat senjata dan melakukan perlawanan. Hingga kini yang termasuk aktif melakukan serangan adalah BRN dan PULO, namun kedua kelompok tak pernah mau mengaku. Gerilya yang mereka terapkan dilakukan secara underground dan diam-diam.

Inilah yang membuat sebagian besar warga Pattani bingung. Ada serangan terhadap militer Thailand, namun tidak ada pihak yang bertanggung-jawab. Semua gerakan perjuangan tutup mulut. Kondisi ini tentu saja kian memperuncing keadaan, karena dengan demikian, militer Thailand dapat melakukan serangan-serangan agresif dan pembunuhan semaunya. Mumpung trennya begitu –tak ada pihak yang mengaku-, yang otomatis sasaran tudingan akan mengarah kepada kelompok-kelompok perlawanan. Ibaratnya, militer kerajaan dapat memancing di air keruh, di tengah ketidakpastian situasi yang mendera. Hal ini sebenarnya disayangkan oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Islam di wilayah selatan, karena yang kerap menjadi korban adalah warga sipil tak berdosa.

Seorang pejabat pemerintah di Provinsi Yala yang enggan disebutkan namanya mengatakan, terdapat banyak kelompok perlawanan di selatan Thailand, namun tidak ada yang mengaku kala terjadi serangan. “Di sini beda dengan negara-negara lain, di mana pelaku penyerangan atau pemboman biasanya mengaku dan menyebutkan diri. Di sini tak ada yang mengaku, padahal jelas-jelas mereka yang melakukan serangan terhadap askar (tentara) kerajaan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar secara terbatas, yang termasuk getol beraksi adalah kelompok BRN. Mereka pula yang kerap merepotkan tentara kerajaan dengan aksi-aksi “siluman” dengan menyerang secara hit and run. Pasukan kerajaan sendiri bingung bukan kepalang. Mereka mengibaratkan diri melawan hantu yang tak tampak, namun terasa benar efek serangannya. Telah banyak korban dari pihak tentara akibat serangan bom maupun tembakan sniper (penembak jitu). Namun, pemerintah Thailand tak pernah memublikasikannya.

Taktik gerilya negeri seberang

Taktik gerilya para pejuang BRN terkenal cermat, penuh perhitungan, terorganisir rapi dan matang. Tentara Kerajaan Thailand jarang sekali berhasil menangkap para pelaku. Ketika melakukan serangan, para gerilyawan selalu memperhitungkan kapan patroli kerajaan lewat di suatu wilayah, lalu melepaskan tembakan atau melempar bom dan melarikan diri. Senjata kemudian diletakkan di suatu tempat yang telah ditentukan lantas diambil oleh pejuang lain untuk disembunyikan. Pelaku tembakan segera bersembunyi ke arah lain, kemudian muncul laskar berbeda berpakaian sipil mendatangi tempat serangan semula untuk mengelabui militer Thailand.

Ketika tentara mengejar pelaku serangan, yang mereka dapatkan adalah pejuang berpakaian sipil yang lain. Tentu saja militer kerajaan ini tidak mendapatkan apa-apa ketika melakukan pemeriksaan. Mereka juga tidak berhasil mengejar pejuang yang melakukan serangan karena telah menghilang. Tak heran jika sebenarnya tentara kerajaan menderita stress dan paranoid karena berperang dengan musuh yang tak tampak.

Yang lebih mengagumkan, ternyata taktik dan siasat perjuangan gerilyawan Pattani didapatkan dari Indonesia. “Kami belajar taktik gerilya dari buku bapak Abdul Haris, seorang jendral Indonesia yang ternama,” ujar salah seorang pejuang BRN yang enggan disebutkan namanya. Maksudnya adalah Jendral AH Nasution, ahli perang gerilya dan penulis buku fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare.

Kelompok terkecil milisi terdiri dari lima orang yang disebut arkeke. Salah satunya menjadi ketua kelompok. Tiap komandan arkeke ini hanya kenal dengan komandan arkeke lain, tidak dengan anggotanya. Koordinasi hanya dilakukan lewat ketua saja. Pun, tiap ketua kelompok terkecil ini juga merupakan sebuah kelompok dari kelompok di atasnya. Mereka juga terdiri dari beberapa orang dan dikomandani oleh seorang ketua. Demikian seterusnya hingga puncuk pimpinan. Dengan sistem sel yang rapi dan terkoordinir ini, membuat gerak dan langkah perjuangan jarang bocor.

Masyarakat pun tak tahu siapa-siapa yang menjadi anggota maupun simpatisan pejuang. Padahal para pejuang ini hidup membaur dengan masyarakat. Mereka adalah warga kota dan kampung-kampung yang bekerja dan mencari nafkah sebagaimana layaknya anggota masyarakat lain. Ada yang bekerja sebagai petani, nelayan maupun pegawai pemerintah dan swasta. Kadang seorang pejuang tidak mengetahui kalau tetangga sebelah rumahnya adalah pejuang juga, yang terdaftar pada kelompok lain. Demikian pula sebaliknya.

Dalam struktur BRN terdapat beberapa divisi yang mempunyai tugas dan fungsi masing-masing, diantaranya divisi militer, politik, dan ekonomi. Divisi militer tugasnya adalah latihan perang dan melakukan serangan atau gerilya. Divisi politik bertugas memobilisasi massa, melakukan pemberdayaan, dan diplomasi. Sedangkan divisi ekonomi berkonsentrasi dalam hal pencarian dana untuk menunjang gerak dan langkah perjuangan. Pun demikian, tiap anggota antar divisi ini tak mengenal satu sama lain, kecuali di tingkat pimpinan tertentu saja.

Sebagai pasukan gerilya yang bergerak underground, awalnya para pejuang ini bermarkas di hutan-hutan yang terdapat di berbagai wilayah selatan. Namun, setelah tentara kerajaan Thailand melakukan serangan besar-besaran dengan menggunakan senjata dan peralatan tempur yang lebih modern, para pejuang akhirnya berpindah-pindah tempat. Kini, mereka tidak hanya bergerilya di bukit-bukit, tapi juga mulai masuk kota dan perkampungan. Melakukan serangan-serangan sporadis, meledakkan bom, melakukan penembakan, lalu menghilang.

Para pejuang ini tak kenal menyerah dan pantang mundur dari medan laga. Targetnya, merdeka atau mati syahid. “Tak ada istilah kalah dalam perjuangan Islam. Kalau menang kita berjaya, kalau mati kita syahid,” kata seorang gerilyawan di Pattani. Pejuang yang pernah berjihad di Afghanistan bersama Imam Samudera ini, menyebutkan adanya keterkaitan antara pejuang Pattani dan mujahidin Indonesia.

Hal ini memang sempat disinggung oleh Imam Samudera ketika bertemu Sabili di Lapas Batu Nusakambangan beberapa hari menjelang Ramadhan 1429H lalu. Imam bahkan memberikan beberapa kontak di Pattani. “Mereka adalah mujahidin alumni Afghanistan. Kalau antum (Anda) bertemu mereka, sampaikan salam saya,” pesan Imam. Sayang, keterbatasan waktu dan kondisi yang tak memungkinkan kontak-kontak tersebut tak sempat ditemukan.

Namun, laskar Islam itu berjanji akan mengantarkan Sabili bertemu nama-nama yang disebutkan Imam jika berkunjung lagi ke Pattani. “Kami belum bisa membawa Anda ke markas sebelum kami yakin betul Anda adalah orang yang diamanahi akhi (saudara) Imam,” kata pemuda yang sehari-hari mencari nafkah dengan menyadap karet ini.

Bertemu dengan para pejuang Pattani memang tidak mudah, walau mereka tersebar di tiap kampung dan kota. Selain melalui jalur dan kontak yang rumit, kita harus bisa mendapatkan kepercayaan mereka dan punya penjamin orang lokal. Maksudnya, harus ada tokoh agama atau tokoh masyarakat setempat yang kita kenal dan bisa menjamin bahwa kita adalah orang yang bisa dipercaya. Walau sebenarnya, beberapa orang yang sempat ditemui adalah para pejuang, namun mereka tidak mengaku dan enggan membuka diri. “Mereka memang tidak mudah ditemui, apalagi terhadap orang asing yang baru dikenal,” kata Abdul, warga Pattani yang mengaku simpatisan pejuang.

Sayang, di tengah menggebunya semangat membebaskan diri dari belenggu penjajahan, masih ada saja sebagian warga Pattani yang berkhianat. Mereka rela menjadi mata-mata kerajaan demi lembaran-lembaran baht (mata uang Thailand). Pihak kerajaan memberi mereka uang sebesar 4000-5000 baht untuk mencari informasi tentang gerilyawan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang tak punya, yang memang sengaja dijadikan SB (special brain) atau mata-mata. Selain orang-orang tak mampu, banyak juga para pejabat Muslim yang ikutan-ikutan menjadi SB. Tak heran, jika orang-orang seperti ini kerap menjadi sasaran penembakan para gerilyawan.

Berharap dukungan

Kendala yang dialami para pejuang Pattani dalam melakukan perlawanan adalah tidak adanya dukungan dari negara-negara Islam lainnya, termasuk Malaysia dan Indonesia. Berbeda dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Indonesia, yang banyak menuai simpati dari luar kala mengangkat senjata dulu. Para pejuang Pattani ini miskin bantuan, baik dalam hal dana maupun persenjataan. Senjata yang mereka pakai kebanyakan hasil rampasan dari militer Thailand. Hal ini sangat disayangkan oleh kaum muslimin di sana.

Menurut Abdur Rahman, hanya ada satu negara yang menyokong perjuangan Muslim-Pattani, yaitu Syria. “Mereka banyak memberikan bantuan dana, perlindungan, suaka politik, dan lainnya. Dulu ada Libya dan Iran, namun sekarang sudah hilang. Bahkan Organisasi Konferensi Islam (OKI) pun tak bisa bersuara dalam menyelesaikan masalah Pattani ini,” kata tokoh agama yang juga mantan anggota National Reconciliation Commission (NRC) Komisi Rekonsiliasi Nasional. Sebuah komisi yang dibentuk pemerintah Thailand dengan tujuan menyelesaikan konflik namun tanpa hasil, karena pemerintah tidak pernah mau melaksanakan butir-butir rekomendasi yang dihasilkan NRC.
asal usil
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Tue Jan 18, 2011 6:57 pm

Para Guru Ditembak Mati di Thailand Selatan Yang Bergolak
Sumber: mysinchew.com

Narathiwat, 15 Januari 2011 - Tersangka para militan Muslim menembak mati dua orang termasuk seorang guru dalam perjalanan ke rumahnya selepas mengajar, dalam serangan-serangan terpisah di kawasan Thailand selatan yang bergolak hari Sabtu, demikian menurut kepolisian.

Guru berumur 38 tahun, yang tewas di Pattani sehari sebelum negara itu merayakan hari guru, adalah tenaga pengajar ke-37 yang meninggal dalam serangan-serangan di selatan sejak dimulainya sebuah pemberontak pada 2004.

Kematiannya terjadi di saat PM Abhisit Vejjajiya bersiap mengunjungi Pattani hari Senin untuk sebuah upacara yang didedikasikan bagi para guru yang tewas selama 7 tahun pemberontakan, di kawasan predominan Muslim tersebut.

Lebih dari 4400 orang baik Muslim dan Buddhist, telah tewas dalam pemberontakan.

Para guru yang bekerja di sekolah-sekolah negeri kerap menjadi target karena mereka dipandang sebagai simbol kekuasaan pemerintah di selatan, di mana para pemberontak Muslim memandang sistem pendidikan sebagai sebuah usaha Bangkok untuk menanamkan cara hidup Buddhist.

Dalam serangan lain hari Sabtu, seorang Muslim kepala desa berumur 51 tahun ditembak mati ketika berjalan pulang dari sebuah mesjid setelah melakukan ibadah pagi di Narathiwat.

Pemerintah Thailand baru-baru ini mengumumkan bahwa undang-undang kedaruratan yang memberikan otoritas luas bagi pasukan keamanan akan dicabut di distrik Mae Lan Pattani, salah satu dari tiga provinsi dekat dengan perbatasan Malaysia yang disibukkan oleh pemberontakan.

Abhisit akan mengunjungi distrik tersebut, yang dimaksudkan sebagai studi kasus setelah pencabutan undang-undang kedaruratan di kawasan, selama perjalanannya meresmikan sebuah program kesejahteraan pemerintah.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby novalino » Fri Jan 21, 2011 3:39 pm

http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-12238656



Militan menyerbu basis militer tentara musyrik Thailand di Narathiwat



NARATHIWAT (BBC) - Mujahidin di Thailand selatan berhasil membunuh empat tentara dalam sebuah serangan berani ke pangkalan militer di provinsi Narathiwat.

Pejabat militer mengakui sekitar 40 pria bersenjata menyerbu kamp di Narathiwat dalam sebuah serangan yang luar biasa dan terorganisir dengan baik.

Mujahidin biasa melakukan serangan di tiga provinsi di wilayah selatan Thailand, namun sejauh ini biasanya menggunakan taktik serangan bom tepi jalan atau penembakan langsung dari atas kendaraan.

Dalam serangan terbaru, Mujahidin menyerang basis dari bagian depan dan belakang. Mereka menembak prajurit, melakukan pemboman dan merampas lebih dari 50 senapan dan 5.000 peluru.

Militer Thailand menyebar 60.000 tentaranya di tiga wilayah tersebut.

Kelompok bayangan

Sedikit informasi yang diketahui tentang kelompok yang melakukan serangan itu, namun wartawan BBC di Bangkok, Alastair Leithead mengatakan mereka diperkirakan beroperasi dengan anggota sedikit, sel independen tanpa kepemimpinan yang kuat.

Tetapi serangan tersebut memperlihatkan koordinasi yang sangat baik.

Para pejuang telah menyerukan kemerdekaan bagi wilayah bersejarah yang dikenal dengan Pattani agar terbebas dari Thailand lebih dari ratusan tahun lalu.

Serangan di Narathiwat melemahkan argumen yang menyatakan bahwa serangan telah menurun di wilayah itu.

"Serangan terbaru memperlihatkan bahwa pergerakan militan sangat hidup dan baik dan mengobarkan perang terhadap negara Thailand," ujar Duncan McCargo, pengamat Thailand di Universitas Leeds.

:-#
novalino
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Dec 28, 2010 4:09 pm

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Akukomkamu » Fri Jan 21, 2011 3:47 pm

@novalino

Kok mingkem saja...elo ga ngebantu sdr seukuwah elo di thailand sono...dapat 72 bidadari berdada muntuk lhooo...klo elo tewas. Ga pingin kamu ya ?


Piss... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby novalino » Fri Jan 21, 2011 3:50 pm

:lol:

Ikut2 saya aja nih... ce kokom saya tulis dithread ini eh... ikut kesini juga.. saya tulis disebelah ikut juga...

Suka ya.. :heart: :heart: :heart:
novalino
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Dec 28, 2010 4:09 pm

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Akukomkamu » Fri Jan 21, 2011 3:54 pm

novalino wrote::lol:

Ikut2 saya aja nih... ce kokom saya tulis dithread ini eh... ikut kesini juga.. saya tulis disebelah ikut juga...

Suka ya.. :heart: :heart: :heart:

emang ga boleh ngikutin elo ? SUKA ? hahahaha...elo ce pa co ?


Piss... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Fri Jan 21, 2011 7:56 pm

Anggota Sukarelawan Keamanan Tewas di Narathiwat
Sumber: Bangkok_Post

Seorang anggota sukarelawan keamanan ditembak mati di provinsi Narathiwat hari Selasa (18/01/11), di saat kekerasan di kawasan selatan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Udom Chaisit, seorang sukarelawan yang ditugaskan di kantor distrik Sungai Kolok, tewas oleh sebuah kelompok yang terdiri dari empat pria bersenjata di rukonya di kotamadya Sungai Kolok pukul 9 pagi.

Keempat pria tersebut yang berpura-pura sebagai pelanggan, datang di depan ruko dengan dua sepeda motor dan mengatakan ingin membeli bensin. Ketika Udom akan menyerahkan botol-botol bensin itu, mereka melepaskan tiga tembakan ke arahnya. Korban ditembak tiga kali dan kemudian diumumkan meninggal.

Kepolisian menuduh para pemberontak.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Fri Jan 21, 2011 7:57 pm

Seorang Wanita Dibunuh di Pattani
Sumber: Bangkok_Post

Seorang wanita ditembak dan tewas dalam sebuah serangan sporadik di distrik Thung Yang Daeng provinsi Pattani hari Selasa (18/01/11).

Polisi mengatakan Jinda Thepsuwan, 43, membonceng sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang wanita lainnya. Mida Useng, 24, bersama dengan Thung Yang Daerng, melintas di jalan Tha Thong di kecamatan Paku ketika mereka dicegat dua pria yang membuntuti mereka dengan sepeda motor lainnya,

Salah seorang dari kedua pria melepaskan satu tembakan menggunakan pistol kaliber 11mm ke arah kepala Jinda sebelum melarikan diri. Wanita itu diumumkan meninggal di rumah sakit Thung Yang Daeng.

Suami Jinda tewas dalam serangan serupa oleh para pemberontak di tahun 2007.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Sun Jan 23, 2011 6:56 pm

3 Tewas Dalam Sejumlah Penembakan di Thailand Selatan
Sumber: Straits_Times

Yala (Thailand) - Tiga Muslim warga sipil, termasuk di antaranya pasangan suami istri, ditembak mati di kawasan Thailand selatan yang disibukkan pemberontakan, demikian kepolisian hari Jumat (21/01/11).

Sekawanan pria bersenjata tak dikenal membunuh seorang pria 33 tahun dan istrinya, 23 tahun, di sebuah pasar malam di provinsi Narathiwat hari Kamis.

Dalam insiden terpisah di malam yang sama, seorang pria 23 tahun tewas dalam penembakan sporadik di provinsi Yala.

Dua anggota polisi, yang baru saja bertugas melindungi para guru setempat turut terluka dalam sebuah ledakan bom tepi jalan di provinsi Pattani.

Insiden berdarah terjadi setelah para pemberontak bersenjata melancarkan serangan nekat yang tidak biasa ke sebuah basis militer Thailand di Narathiwat hari Rabu malam, menewaskan sedikitnya empat tentara dan melukai sejumlah personil lainnya.

Para pemberontak tak dikenal melancarkan sebuah kampanye kekerasan di kawasan selatan yang berbatasan dengan Malaysia sejak awal tahun 2004, mengakibatkan lebih dari 4400 orang tewas, termasuk warga Muslim dan Buddhist.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby murtad mama » Mon Jan 24, 2011 2:34 am

saran mama sih cuman satu buat tentara Thailand (semoga Allah melindungi mereka), yakni segera laksanakan pelepasan babi dan anjing di camp mereka (camp tetara Thailand) atau pada waktu penyisiran penggrebekan terrorist dilepas aja anjing dan babi, soalnya muslim paling anti dengan 2 hewan tersebut :lol: :lol:
User avatar
murtad mama
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Mon Jan 24, 2011 8:22 pm

Warga Muslim Tewas & Dua Terluka di Thailand Selatan Yang Bergolak
Sumber: reuters.com

(Reuters) - Tersangka para separatis Muslim menembak mati seorang sukarelawan pertahanan Muslim dalam sebuah serangan mendadak di provinsi Pattani Thailand selatan hari Sabtu (22/01/11), ketika Ia pulang dengan mengendarai motornya, kepolisian mengatakan.

Dalam dua serangan lainnya di provinsi-terdekat Narathiwat, sejumlah bom tepi jalan melukai seorang Muslim warga desa ketika berkendara motor dan seorang Muslim sukarelawan pertahanan yang tengah berjalan bersama rekan para tentara, kepolisian mengatakan. Tidak seorangpun dari tentara itu mengalami luka.

Hari Rabu, dalam insiden paling berdarah dalam beberapa bulan terakhir, tersangka para separatis menewaskan empat tentara dan melukai lima lainnya dalam sebuah serangan ke markas militer kecil di Range, provinsi Narathiwat, Menurut laporan beberapa media, para pelaku melarikan diri dengan rampasan senjata.

Aksi kekerasan, yang diduga dilakukan kaum separatis etnis Melayu yang memberontak terhadap kekuasan satu abad pemerintah predominan Buddhist Thailand, telah menewaskan lebih dari 4300 jiwa sejak dekade pemberontakan dimulai kembali pada January 2004.

Pemerintah mengatakan bahwa penanganan keamanan yang ketat yang didukung lebih dari 40.000 tentara, telah menurunkan tingkat kekerasan selama beberapa tahun terakhir dan pemerintah mempertimbangkan penurunan status kedaruratan secara bertahap..

Kawasan yang kaya akan hasil karet itu terletak hanya beberapa jam dari kawasan-kawasan utama pariwisata Thailand, sekalipun serangan-serangan semacam itu sejauh ini terbatas pada empat provinsi yang berbatasan dengan Malaysia.

Aksi kekerasan umumnya melibatkan penembakan-penembakan sporadik, penyergapan dan ledakan-ledakan bom tepi jalan, sekalipun serangan bom mobil dan pemenggalan kepala juga terjadi selama ini. Selain dari pihak pasukan keamanan, para guru dan lainnya yang bekerja dengan pemerintah telah menjadi target penyerangan.

Tidak ada kelompok aktual yang menyatakan bertanggung-jawab.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Wed Jan 26, 2011 8:00 pm

Seorang Tewas & Terluka di Pattani
Sumber: Bangkok_Post

Letkol polisi Tuander Juthanan, wakil kepala polisi Yarang, mengatakan dua pria -Mama Jehmo, 48, dan Tu-wae-aw Japakiya, -keduanya dari distrik Bannang Sata- berkendara menggunakan sebuah truk pick-up di jalur Bannang Sata-Yala dan diserang oleh kawanan pria dengan truk pick-up lainnya, yang melepaskan tembakan ke arah mereka dekat sebuah desa di kecamatan Mo Mawi.

Mama terkena sejumlah tembakan di kepala dan tubuhnya, dan tewas seketika. Tu-wae-ae menderita sejumlah luka di tubuhnya.

Banyak selongsong peluru AK-47 ditemukan di tempat kejadian.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Thu Jan 27, 2011 5:12 pm

Bom Tewaskan 9 Warga Sipil di Thailand Selatan Yang Bergolak
Sumber: newsdaily.com

Image

Yala, Thailand, 25 Januari 2011 (Reuters) - Sebuah bom tepi jalan menewaskan sembilan warga sipil dan melukai dua orang di provinsi-provinsi paling selatan Thailand hari Selasa, kepolisian mengatakan, serangan-serangan terburuk dalam 19 bulan di kawasan predominan Muslim yang berbatasan dengan Malaysia.

Seluruh korban adalah warga Buddhist yang berkendara dalam truk pick-up untuk berburu babi liar ketika sebuah bom meledak di Yala, salah satu dari tiga provinsi yang dirongrong kekerasan sporadik pemberontak dalam tujuh tahun usaha separatisme.

Itu merupakan serangan terburuk sejak kasus penembakan dengan senjata otomatis oleh kelompok bersenjata ke sebuah mesjid, ketika sedang dilaksanakan ibadah malam tanggal 9 Juni 2009, menewaskan 11 orang.

Lebih dari 4300 orang telah tewas sejak 2004 di saat etnis Melayu Muslim berjuang untuk otonomi dari mayoritas Buddhist di Thailand, di kawasan yang kaya hasil karet.

Serangan itu merupakan kedua yang berskala besar dalam enam hari terakhir dan menjadi pukulan bagi pemerintah dan pasukan keamanan, yang mengatakan aksi kekerasan telah menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir, memberlakukan keamanan yang lebih ketat dan serangkaian kampanye hubungan masyarakat.

Empat tentara tewas dan lima terluka hari Rabu silam ketika para pemberontak bersenjata dengan granat dan senapan serbu menyerang sebuah pos militer di provinsi Narathiwat. Media melaporkan sedikitnya 20 senapan dirampas.

Kepolisian mengatakan bom pada hari Selasa di tanam di jalan dan diledakkan dari jarak jauh dengan handphone, meledakkan truk tersebut. Ledakan-ledakan tepi jalan biasa terjadi di kawasan ini, namun patroli militer dan polisi menjadi target umum.

Aksi kekerasan dipercaya merupakan ulah para militan etnis Melayu, sekalipun belum ada kelompok yang secara resmi menyatakan bertanggung-jawab atas sejumlah serangan.

Kawasan ini merupakan sebuah kesultanan Muslim independen hingga dianeksasi oleh Thailand yang predominan Buddhist seabad lalu.

Sekitar 80 persen penduduk di ketiga provinsi yaitu Pattani, Yala dan Narathiwat adalah Muslim.

Serangan-serangan yang terjadi umumnya adalah penembakan sporadik, penyergapan, dan ledakan-ledakan tepi jalan sekalipun bom mobil dan pemancungan telah terjadi dalam tahun-tahun terakhir, meski telah disiagakan 40.000 tentara.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Wed Feb 02, 2011 5:53 pm

Para Pemberontak Tewaskan Pasangan Buddhist, Anak-Anak di Thailand Selatan
Sumber: bdnews24.com

Yala, Thailand, 1 Februari 2011 - Tersangka para separatis Muslim menembak mati empat orang dari sebuah keluarga Buddhist di pedalaman selatan Thailand, demikian kepolisian hari Selasa, serangan terkini dari sebuah ekskalasi kekerasan di kawasan itu.

Kasus pembunuhan menyusul sebuah serbuan mematikan ke sebuah kamp militer dan pemboman tepi jalan dahsyat dalam 12 hari terakhir yang dipercaya dilancarkan para pemberontak Muslim etnis Melayu yang memperjuangkan otonomi dari pemerintah predominan Buddhist Thailand.

Mayat-mayat pasangan Buddhist itu, putri mereka, 15 tahun, dan anak lelaki usia 7 tahun ditemukan di sebuah hutan di Yala, satu dari tiga provinsi yang didominasi warga Muslim berbatasan dengan Malaysia, di mana lebih dari 4300 orang telah tewas dalam kekerasan sejak 2004.

Polisi mengatakan keluarga itu hilang sejak Minggu dan semuanya dibunuh dengan gaya eksekusi. Keluarga tersebut memiliki sebuah perkebunan karet kecil di distrik Ruseo, sebuah kubu pertahanan di mana warga Buddhist terhitung sebagai minoritas.

"Mereka tampaknya dibunuh oleh para pemberontak Muslim untuk menebar ketakutan di kalangan keluarga Buddhist yang tinggal di kawasan itu," Mayjen Polisi Phoompetch Pipatpetchoom kepada Reuters.

Para ahli yakin bahwa pemberontakan, yang tidak pernah diklaim kelompok manapun, adalah sebuah kampanye ethno-nasionalis oleh Muslim Melayu yang mengatakan bahwa identitas, bahasa dan kultur mereka tidak dihargai maupun dimengerti oleh negara Thailand.

Pemerintah membanjiri kawasan kaya karet tersebut dengan lebih dari 40.000 tentara yang berupaya menghancurkan para pemberontak, namun mereka tidak membuat kemajuan apapun dan kehadiran militer secara luas mengundang kemarahan masyarakat di kawasan.

Ketiga provinsi (di selatan) membentuk bagian dari sebuah kesultanan independen bernama Pattani, hingga dianeksasi oleh Thailand tahun 1909 sebagai bagian dari perjanjian dengan Inggris.

Intensifitas kekerasan yang mendadak terjadi setelah pemerintah memuji kesuksesan sjumlah operasi keamanan dan kampanye hubungan masyarakat dalam andilnya menurunkan jumlah serangan.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Fri Feb 04, 2011 6:54 pm

Para Pemberontak Tewaskan 5 Warga Buddhist di Thailand Selatan
Sumber: Reuters

Reuters - Tersangka separatis Muslim menembak mati lima warga Buddhist di pedalaman selatan Thailand hari Kamis (03/02/11), polisi mengatakan, serangan terkini dalam sebuah ekskalasi kekerasan di kawasan itu.

Aksi pembunuhan itu menyusul sebuah penyerbuan berdarah ke sebuah kamp militer, sebuah pemboman tepi jalan yang dahsyat dan sejumlah penembakan sporadik di dua minggu terakhir, yang oleh para analis dipercaya merupakan statemen politik oleh para pemberontak Muslim yang mengupayakan otonomi dari Thailand yang predominan Buddhist.

Intensifikasi kekerasan terjadi setelah pemerintah memuji kesuksesan operasi-operasi keamanan dan kampanye hubungan masyarakat dalam mengurangi jumlah serangan.

Para korban dalam peristiwa terkini itu tengah duduk di sebuah kedai teh terbuka di pinggir jalan di provinsi Pattani, ketika sekelompok pemberontak dengan sebuah truk pick-up menembak ke arah mereka, kata Kolonel polisi Naruecha Suwanmala.

Pattani adalah salah satu dari tiga provinsi predominan Muslim yang berbatasan dengan Malaysia di mana lebih dari 4300 orang telah tewas dalam kekerasan sejak tahun 2004.

Para analis percaya bahwa pemberontakan, yang belum diklaim pihak manapun, merupakan sebuah perjuangan ethno-nasionalis kaum Muslim Melayu yang mengatakan bahwa identitas, bahasa dan kultur mereka tidak dihargai dan tidak dimengerti sepenuhnya oleh negara.

Pemerintah membanjiri kawasan kaya-karet tersebut dengan lebih dari 40.000 tentara yang berupaya menghancurkan para pemberontak namun mereka hanya membikin kemajuan kecil dan kehadiran mereka mengundang kemarahan secara luas oleh pihak lokal.

Ketiga provinsi membentuk bagian dari sebuah kesulatanan independen bernama Pattani hingga dianeksasi oleh Thailand tahun 1909 sebagai bagian dari perjanjian dengan Inggris. Kawasan ini hanya berjarak beberapa jam dengan mobil dari sejumlah tujuan-tujuan wisata terbesar Thailand.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Mon Feb 07, 2011 8:57 pm

1 Tentara Tewas, 2 Terluka Dalam Pemboman di Yala
Sumber: adventureinthailand.net

Yala, 4 Februari 2011 - Seorang tentara yang bertugas dalam unit perlindungan guru tewas dan dua lainnya menderita luka-luka dalam sebuah pemboman tepi jalan di Yala hari Jumat, dan tiga warga Buddhist setempat terluka dalam sebuah penembakan di provinsi Pattani yang disibukkan pemberontakan.

Tiga tentara terluka ketika mereka berpatroli jalan kaki mengawal para guru di distrik Raman provinsi Yala.

Cpl Padungpong Song-archin, 25 tahun, mengalami luka berat dan beberapa saat kemudian diumumkan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit Raman.

Sementara itu, anggota sukarelawan keamanan Noppadol Meebon, 28 tahun, menderita luka pecahan material di punggung dan torso, sedangkan sukarelawan pertahanan Chaiporn Photaret, 26 tahun, mengalami kesulitan bernapas dan gangguan pendengaran setelah itu.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Mon Feb 07, 2011 8:57 pm

1 Tewas, Terluka Dalam Serangan Oleh Pemberontak Moro
Sumber: sunstar.com

Kota Kindapawan - Sekitar 30 pria bersenjata menyerang sebuah desa pertanian di kota M'lang di Cotabato Utara dan menewaskan seorang petani berusia 27 tahun dan melukai seorang lainnya, sekitar pukul 09:45 pagi waktu setempat hari Sabtu (05/02/11).

Kepala polisi M'lang Reinante delos Santos telah mengidentifikasi korban tewas sebagai Crispin Sabel Macagsaid dari jalan Zamora, di Poblacion-B, dan korban luka sebagai Noel Arac Deboce dari Purok 8, distrik Palma Perez, keduanya dari kota M'lang.

Delos Santos mengatakan para korban tengah menggarap ladang mereka di distrik Dungguan di M'lang ketika para tersangka, dilengkap dengan senjata-senjata berat, melepas tembakan ke arah mereka.

Macagsaid tewas karena sejumlah luka tembak sementara Deboce dilarikan ke Rumah Sakit Distrik M'lang.

Sebuah tim yang dipimpin Letnan Hands Oliver Berneaza dari Batalion Infanteri ke-68 mengejar para pria bersenjata, yang diyakin bersembunyi di rawa-rawa di suatu tempat di distrik Dungguan.

Serangan tersebut memicu sejumlah keluarga yang tinggal dekat lokasi kejahatan untuk mengosongkan rumah mereka.

Delos Santos menunjuk sengketa tanah menjadi motif serangan itu, yang dipimpin oleh 'komandan' Jerry Saidale yang juga dikenal sebagai Kidi Pigkaulan dari Para Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro di bawah komando basis ke 608 kelompok Front Pembebasan Islam Moro.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Wed Feb 09, 2011 5:41 pm

6 Warga Sipil Tewas Dalam Pertikaian Antar Kelompok Pemberontak
Sumber: abs-cbnnews.com

Cotabato City - Enam warga sipil termasuk seorang anak berusia empat tahun, tewas di saat sebuah pertikaian antara dua kelompok Muslim pemberontak meningkat di kawasan autonom Filipina Selatan, kepolisian mengatakan hari Senin (07/02/11).

Kematian itu menambah jumlah korban menjadi 19 orang sejak bentrokan muncul sebulan lalu, di mana para komandan dari masing-masing kelompok rival bersaing memperebutkan tanah pertanian yang berharga di pulau Mindanao.

Namun demikian korban dalam insiden terakhir yang terjadi selama akhir pekan merupakan pertama kali yang melibatkan pihak sipil.

Keenam warga desa tewas setelah kelompok-kelompok yang bertikai saling bertukar tembakan dan serangan mortir di kota-terpencil Kabacan, kata kepala polisi setempat Inspektur Joseph Samillano.

"Warga sipil di kawasan ini berkata pada kami bahwa setidaknya telah jatuh enam korban hari Minggu, termasuk seorang anak lelaki," katanya kepada para wartawan.

Kekerasan melibatkan ratusan gerilyawan dari sebuah unit separatis Front Pembebeasan Islam Moro (MILF) melawan sebuah faksi Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).

MILF telah melakukan perjuangan selama beberapa dekade untuk membentuk sebuah tanah kebebasan Muslim di Filipina selatan, dan minggu ini direncanakan menggelar perundingan damai dengan pemerntah.

Namun demikian, para pemimpin MILF mengakui kehilangan kendali atas sejumlah faksi beberapa bulan ini, yang dalam perkembangannya telah meningkatkan kewaspadaan bagi Manila.

Kelompok rival MNLF menandatangani sebuah perjanjian dengan Manila tahun 1996 tetapi banyak dari para anggotanya tetap menyimpan senjata mereka, dan para pemimpinnya secara umum tidak dapat mengontrol faksi-faksi dalam kelompok tersebut.

Kepala bidang kesejahteraan sosial kota Kabacan, Susan Makalipat, mengatakan bahwa anak yang tewas itu berasal dari sebuah keluarga yang tinggal di samping sebuah pusat evakuasi yang mereka pikir aman dari pertempuran.

"Sang ibu baru saya mendapatkan suplai makanan bagi keluarganya dari pusat evakuasi. Ketika anak-anak melihat makanan itu, sebuah pantulan peluru masuk ke dalam rumah dan mengenai si anak laki-laki," Makalipat kepada AFP.

Sekitar 6500 warga desa, mayoritas buruh miskin Muslim, telah meninggalkan tempat terjadinya pertempuran, kata dia, tetapi sejumlah orang masih tinggal untuk menjaga lahan-lahan pertanian mereka.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

Re: Terorisme Islam Zona Asia Tenggara

Postby Rurik » Thu Feb 10, 2011 8:29 pm

Pria Tewas, Istri Terluka Dalam Penembakan di Yala
Sumber: adventureinthailand.net

Yala, 8 Februari - Sepasang suami istri diserang oleh pria bersenjata bersepeda motor di provinsi Yala hari Kamis dan sang suami meninggal kemudian di rumah sakit.

Mahama Sulong, 58, dan Kooseyoh Sulong, 49, tengah berkendara dengan sepeda motor di distrik Yaha ketika dua pelaku serangan bersepeda motor membuntuti mereka dan menembakkan sejumlah peluru ke arah para korban.

Seorang pelintas jalan mengirim mereka ke rumah sakit, di mana Mahama tewas. Istrinya, yang tertembak di pergelangan tangan dan abdomen, dipindahkan ke sebuah rumah sakit tingkat provinsi.
User avatar
Rurik
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1338
Joined: Mon Apr 13, 2009 8:12 am

PreviousNext

Return to AKSI2 TERORISME ISLAM dlm Berita Internasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users