Kelompok Militan Muslim Mengklaim Bertanggung-Jawab Atas Ledakan Mematikan di Nigeria
Sumber:
en.rian.ru/worldSebuah kelompok Muslim militan, Boko Haram mengatakan pihaknya bertanggung-jawab atas ledakan-ledakan hari Minggu (25/12/11) di Nigeria yang mengakibatkan hampir 30 orang tewas,
The Daily Trust Nigeria melaporkan.
Serangkaian penyerangan mengguncang Nigeri hari Minggu ketika ratusan jemaat menghadiri perayan-perayaan Natal.
Ledakan pertama menghantam gereja St. Theresa di Madalla, sebuah kota di negara-bagian Niger dekat ibukota Abuja, mengakibatkan sedikitnya 27 orang tewas, pihak berwenang mengatakan. Ledakan kedua menghantam sebuah gereja di kota Jos di Nigeria tengah, yang dilaporkan menewaskan seorang polisi. Ledakan ketiga mengoyak Gadaka di timur-laut ketika mobil-mobil yang dipergunakan para jemaat ke sebuah perayaan Natal dibakar sementara orang-orang berada dalam gereja. Tidak ada korban dilaporkan dari Gadaka,
The Daily Trust mengatakan.
Juru bicara Boko Haram, Abul Qaqa kepada
The Daily Trust mengatakan bahwa kelompok militannya telah mengorganisasi serangan-serangan tersebut. Ia mengatakan ledakan-ledakan baru lebih lanjut akan menghantam kawasan utara.
Tak lama setelah pernyataan Qaqa,
The Daily Trust melaporkan mengenai ledakan baru yang terjadi di kota Damaturu di negara-bagian Yobe di utara. Ledakan dilaporkan menarget Kepala Keamanan Damaturu.
"Para saksi mata mengatakan seorang pembom bunuh diri telah membuntuti Kepala Operasi Unit Gabungan di Damaturu, yang ingin mengambil barang bukti penting dari para tersangka Boko Haram," media tersebut melaporkan.
Belum terdapat catatan resmi mengenai jumlah korban dalam serangan Damaturu.
Insiden peledakan terjadi di tengah serangan-serangan terbaru oleh Boko Haram, yang berupaya memberlakukan hukum Sharia di seluruh Nigeria dengan mayoritas penduduk Kristennya di selatan dan Muslim di utara.
Bulan Agustus silam kelompok ini melaksanakan sebuah serangan bunuh diri terhadap markas-markas PBB di ibukota Nigeria Abuja, menewaskan hampir 20 orang.