. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Tass Saada: murtadin Palestina, kini fans G Wilders

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Tass Saada: murtadin Palestina, kini fans G Wilders

Postby ali5196 » Sat Sep 10, 2011 9:13 pm

mantap-wilders-kita-butuh-hari-murtad-international-t43723/page20.html

Saada: Mantan Muslim yang Mengidolakan Wilders
25 Agustus 2011 - 11:50am
| Oleh Klaas den Tek

Image

Pada tahun 60-an ia anggota gerakan muslim Palestina, Fatah, dan membunuh puluhan orang Yahudi. Namun setelah pindah agama menjadi kristen, Tass Saada berubah drastis. Injil telah menjanjikan tanah Israel kepada orang Yahudi, begitu pendapatnya. Dan ia sepenuhnya mendukung politikus populis Belanda Geert Wilders dalam perjuangan melawan islam.

Minggu ini Tass Saada mengunjungi Belanda untuk mempromosikan bukunya, Arafat Pahlawanku. Sudah sejak kecil Saada diajarkan untuk membenci. Dan kebencian terhadap Yahudilah yang membuatnya jadi “tukang jagal Fatah.” Tass Saada dilahirkan di kamp pengungsian di jalur Gaza dan tumbuh di Arab Saudi dan Qatar. Orangtuanya melarikan diri dari Jaffa, Israel, pada 1948.

Fatah
Di kamp itu pengungsi Palestina dihina dan diperlakukan sebagai warga kelas dua. Mereka telah menjual tanah mereka kepada Yahudi, begitu kata orang. “Di Timur Tengah, jika Anda tak punya negara, berarti Anda tak punya kehormatan,” kata Saada.

Ketika pada 1967 tentara Arab tidak berhasil mengalahkan Israël, Saada memutuskan bergabung dengan gerakan Palestina, Fatah. Ia tersentuh oleh penampilan karismatik pemimpin PLO Yasser Arafat, yang datang ke rumah keluarga Saada.

Tass Saada berjuang untuk Afarat da menjadi supirnya. Pada usia 17 tahun Saada menjadi penembak gelap dan membunuh banyak musuh Fatah. Berapa banyak orang yang dibunuhnya pada periode tersebut, Tass Saada tak tahu lagi. Ia sudah berhenti menghitung.

Saada: “Tuhan telah memaafkan saya, namun saya tak mudah memaafkan diri sendiri. Waktu itu saya yakin, kekerasan diperlukan. Saya yakin, keluarga kami akan merebut kembali tanah Palestina. Saya lebih baik mati ketimbang hidup tanpa ibu pertiwi.”

September Hitam
Tass Saada yakin ia sudah mati jika ayahnya tidak memintanya kembali ke Qatar pada tahun 1970. Sehari setelah kepergiannya ke Qatar, September Hitam pecah di Yordania. Tentara Yordania menyerang organisasi Palestina, Fatah. Konflik menewaskan puluhan ribu orang. Tass Saada tak kembali ke Fatah namun masih mendukung organisasi tersebut selama bertahun-tahun.

Saada lalu berangkat ke Amerika Serikat. Di sana ia menikah dengan seorang perempuan Amerika dan menjadi pengusaha sukses. Pada 1993 Saada pindah agama menjadi kristen. Sebuah langkah yang tidak dihargai sebagian orang. Terutama jika ia ke masjid untuk berceramah dan berdoa. Di Amerika Serikat Saada dipukuli muslim ketika mereka tahu bahwa ia murtad.

Saada: “Keluarga saya juga tidak setuju. Mereka menganggap keputusan saya dosa besar, lebih besar dari perselingkuhan saudara perempuan saya. Saudara laki-laki saya mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh saya. Saya harus kembali memeluk islam. Namun saya tidak takut mati. Saya tak bisa memungkiri kepercayaan saya terhadap kristen. Akhirnya keluarga saya menyerah.”

Muslim
Tass Saada yakin, islam adalah agama berbahaya yang ingin menguasai dunia. Namun ia menekankan, ada perbedaan antara muslim dan islam. Tidak semua muslim teroris. Pendapatnya sama dengan politikus Belanda Geert Wilders, yang ingin sekali ditemuinya selama kunjungan ke Belanda. Ia menganggap Wilders rekan seperjuangan.

“Dia hebat, dia memperjuangkan kebenaran dan tidak takut menyatakan pendapat. Lihatlah betapa berpengaruhnya islam di dunia Barat sekarang. Sayang sekali, pendapat Wilders tidak dianggap serius.”

Negara Israel
Pendapat Saada mengenai Israel berubah drastis. Ia menyarankan perdamaian antara Yahudi dan Arab. Di Jalur Gaza ia membangun sekolah dan pusat kebudayaan. Karena kehadiran Hamas ia akhirnya harus menyingkir ke Jericho dan Yerusalem. Menurut Saada, orang Yahudi dan orang Arab bisa hidup berdampingan dengan damai di Israel.

Saada: “Di Injil tidak ada cerita bahwa harus dibentuk negara baru. Tuhan telah menjanjikan tanah kepada kaum Yahudi. Namun Ia juga bilang, orang Yahudi harus hidup berdampingan dengan damai dengan tetangga mereka. Orang Palestina punya hak sama dengan orang Yahudi. Namun dalam satu negara: Israel.”
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tass Saada yakin, islam adalah agama berbahaya yang ingin menguasai dunia!!!

Kalu orang yang masih islam, katanye agame islam Rahmatan Lil ‘Alamin!!!

Apa Mr. Tass Saada salah tafsir agame islam?
:supz: :supz:
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Sep 10, 2011 9:17 pm

ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Tass Saada: murtadin Palestina, kini fans G Wilders

Postby walet » Sat Oct 08, 2011 4:34 am

Ini video Tass Saada:

walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5966
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am


Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users