. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Tanya,,bwt para murtad.. (saya hanya muslim yg taw secuil)

a/l ttg hak2 kaum dhimmi, kafir, minoritas non-Muslim, murtadin, musryikun dlm Islam.

Postby richardthelionheart » Sat Jun 23, 2007 8:39 pm

SORRY mas rendi, kayaknya comment orang kristen gak banyak deh di sini.
User avatar
richardthelionheart
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 284
Joined: Wed Jun 06, 2007 1:40 pm

Postby kartun abiz » Sat Jun 23, 2007 9:20 pm

gaston31 wrote:jadi selama ini, hati saya ga pernah bebicara ya...
hmm..


Ah anda terlalu merendah, saya yakin pasti hati anda pernah berbicara, dan saya juga yakin pasti anda juga seringkali bertindak menuruti hati nurani anda. Contoh : ketika anda merasa iba pada seorang miskin/pengemis dan anda tergerak untuk memberi sekedar uang makan padanya, atau ketika anda mencoba membantu orang yang terancam nyawanya, membantu teman yang terkena musibah, orang yang kecelakaan, (dengan tanpa melihat status orang tersebut), saya rasa anda pasti pernah mendengan suara hati anda. :D
User avatar
kartun abiz
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 305
Joined: Fri May 11, 2007 1:59 am

Postby gilito » Mon Jun 25, 2007 1:13 pm

@Bro KA n CS,

Klo setuju, kita coba ulas per-kasus ya, saya coba bahas dl 'case' kamu;

merujuk dari pertanyaan saya yang belum di jawab; bagaimana kamu tau 'isi' dalam 'hati nurani' mu itu bukan datang dari bisikan Iblis?

berawal dari cerita 'keluar' mu dari Islam yang kls 4 SD, akibat 'LARANGAN' bermain kepada non-Muslim. Lalu anda simpulkan 'yang melarang' adalah 'agama yang bersalah', lalu kamu putuskan untuk 'pindah' di saat umur mu masih anak2.

Betul begitu sejarahmu? Jika betul begitu, maka menurut ilmu jiwa, anda jelas berbohong, silakan kamu baca2 pada bab 'ilmu jiwa anak' untuk menjawab, "siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?"

Dan jika dibahas oleh ilmu Sosiologi, 'hati nurani' mu adalah kebenaran' yang tergantung oleh tempat dimana kamu bersosialisasi, saya umpamakan saja dengan pertanyaan:

Apakah 'sebuah keluarga Kristen, yang tinggal dilingkungan Muslimin, orang tuanya tidak 'khawatir' terhadap anaknya yang bermain? tidak 'khawatir' akan di susupi pelajaran Islam?

Jawabannya pasti : Betul "khawatir"!, SO...bgitulah uztad2 mu waktu kau masih kelas 3SD!

Kalo tidak percaya, coba kamu tanya sama Beca dan si Slayer; relakah anak2 mereka bermain dengan anak2 Muslim, sementara 'kekhawatiran' mereka kepada Islam begitu dalam???
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby richardthelionheart » Tue Jun 26, 2007 12:46 am

Tapi kk, orang pedalaman punya hati nurani yang beda sama kita orang kota loh. Contoh, suku pedalaman kalo liat orang kota, kalo aneh langsung dibunuh. Mereka tidak merasa aneh, karena suara hati nurani mereka juga tidak aneh bagi mereka. Jadi yang bener, SUARA TUHAN apa SUARA HATI NURANI nich ??
User avatar
richardthelionheart
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 284
Joined: Wed Jun 06, 2007 1:40 pm

Postby kartun abiz » Tue Jun 26, 2007 3:56 am

filsufsufi wrote:@Bro KA n CS,

Klo setuju, kita coba ulas per-kasus ya, saya coba bahas dl 'case' kamu;

merujuk dari pertanyaan saya yang belum di jawab; bagaimana kamu tau 'isi' dalam 'hati nurani' mu itu bukan datang dari bisikan Iblis?

berawal dari cerita 'keluar' mu dari Islam yang kls 4 SD, akibat 'LARANGAN' bermain kepada non-Muslim. Lalu anda simpulkan 'yang melarang' adalah 'agama yang bersalah', lalu kamu putuskan untuk 'pindah' di saat umur mu masih anak2.

Betul begitu sejarahmu? Jika betul begitu, maka menurut ilmu jiwa, anda jelas berbohong, silakan kamu baca2 pada bab 'ilmu jiwa anak' untuk menjawab, "siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?"

Dan jika dibahas oleh ilmu Sosiologi, 'hati nurani' mu adalah kebenaran' yang tergantung oleh tempat dimana kamu bersosialisasi, saya umpamakan saja dengan pertanyaan:

Apakah 'sebuah keluarga Kristen, yang tinggal dilingkungan Muslimin, orang tuanya tidak 'khawatir' terhadap anaknya yang bermain? tidak 'khawatir' akan di susupi pelajaran Islam?

Jawabannya pasti : Betul "khawatir"!, SO...bgitulah uztad2 mu waktu kau masih kelas 3SD!

Kalo tidak percaya, coba kamu tanya sama Beca dan si Slayer; relakah anak2 mereka bermain dengan anak2 Muslim, sementara 'kekhawatiran' mereka kepada Islam begitu dalam???


Baiklah saudara FILSUFSUFI saya sekali-kali tidak berbohong dengan apa yang saya ceritakan, dan saya juga tidak akan pernah memaksa anda untuk percaya. Tapi itu adalah kenyataan yang saya alami.

Anda bilang bahwa "Hati nurani" berdasarkan ilmu sosiologi benar? Maaf mungkin yang anda maksud diisini adalah nilai/sistem nilai. Sekali lagi demikian juga apa yang dikatakan RICHARTHELIONHEART itu sebenarnya bukanlah hati nurani, tapi itu adalah nilai/sistem nilai.

Kita harus bedakan antara hati nurani dan nilai. Nilai tidaklah bersifat universal, seperti apa yang baik di suatu tempat belum tentu baik di tempat lain, tapi berbeda dengan hati nurani. Hati nurani bersifat UNIVERSAL. Oleh sebab itu para FILSUF (baik islam maupun non) dan juga SUFI (islam) sepakat bahwa bila kita berbicara HATI nurani maka kita berbicara RASA.

Makanya di dunia hukum dikenal NILAI KEADILAN X RASA KEADILAN, hukum yang baik bukan sekedar memenuhi nilai keadilan, melainkan hukum yang baik haruslah memenuhi RASA KEADILAN (hati nurani keadilan).
Dan itu dimiliki semua orang. Hati nurani akan selalu berbisik tetapi seringkali kita mengingkarinya dengna kepentigan2 kita. Jadi bisa dikatakan bahwa NILAI bersifat relatif tapi HATI NURANI bersifat ABSOLUT.
Contoh bentuk rasa KEADILAN (hati nurani keadilan) :
Anda jangan membunuh karena anda juga tidak mau dibunuh;
Anda jangan menipu karena anda juga tidak mau ditipu;
Anda jangan memukul orang karena anda juga tidak mau dipukul.

Dan untuk jawaban ini :
Apakah 'sebuah keluarga Kristen, yang tinggal dilingkungan Muslimin, orang tuanya tidak 'khawatir' terhadap anaknya yang bermain? tidak 'khawatir' akan di susupi pelajaran Islam?

Jawabannya pasti : Betul "khawatir"!, SO...bgitulah uztad2 mu waktu kau masih kelas 3SD!

Kalo tidak percaya, coba kamu tanya sama Beca dan si Slayer; relakah anak2 mereka bermain dengan anak2 Muslim, sementara 'kekhawatiran' mereka kepada Islam begitu dalam???


Saya rasa anda telah membuat kesimpulan yang terlalu premature dan tidak berdasar, hal itu saya katakan demikian karena anda telah menyimpulkan sesuatu yang relatif menjadi sesuatu yang mutlak. Anda menyimpulkan yang "belum tentu" menjadi yang "pasti/mutlak".

Dan landasan sikap dan apa yang diajarkan dari USTAD saya itu bukanlah berdasarkan pada kekuatiran tetapi memang HAL TERSEBUTLAH yang di simpulkan ustad itu dari mempelajari QURAN. Karena emang QURAN sendiri menentukan demikian.

Mungkin saya akan bercerita yang menyebabkan pacar (muslim) saya tertarik untuk mempelajari KATOLIK sendiri adalah karena perkataan dari temannya.

Suatu hari 4 bulan yang lalu dia (pacar saya) lagi dikampus, kebetulan dia sedang M, jadi dia tidak sholat. Kemudian ada seorang teman yang terhitung baru mendekati dan bertanya "Eh kamu KRISTEN ya?" terus pacarku bilang "Ga kok aku ISLAM", terus temannya nyahut "Oh syukurlah tak kira kamu KRISTEN kalo kamu KRISTEN aku ga mau berteman sama KAMU".

Nah beranjak dari peristiwa itu dia sering nanya2 tentang KATOLIK ke aku (sebelumnya kita ga pernah masalahin agama) dan udah 1 bulan terakhir dia selalu minta ikut kalo aku ke gereja, walau cuma duduk berdiri ama liatin doang.
User avatar
kartun abiz
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 305
Joined: Fri May 11, 2007 1:59 am

Postby dreamtheater » Tue Jun 26, 2007 4:21 am

randy wrote:(www.swaramuslim.net),menggambarkan 30 pendeta gereja vatikan roma masuk islam,dan seorang pendeta asal toli-toli masuk islam. dan seorang biarawati yang gemar membaca islamologi dan berusaha untuk menjadi alat pemurtadan islam(irene handoyo masuk islam)


taqiyah bin islam

sorry neh sebenernya gw males quote ini, dan banyak lagi kyai haji yang mereka ga mau terang2an ngaku.


Eku hidayat, KH Bambang noorseha yang adik kosim nurseha ustad cendana, Muhammad filemon ex laskar jihad, muhammad fatah, Fachli Bachriudin, syarif hidayatuloh, Daud Rajawali, yusuf rony, pariadji, ustad malay Bram mutu, Hamran Ambrie, Rusli Nurpea, Rifai Burhanuddin, Yusuf Ronni, Subarang Tabe, Akmal Sani, Andi Burhanuddin, Lukman hakim, Sudardmaji said.
User avatar
dreamtheater
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3089
Joined: Thu Mar 30, 2006 1:49 am
Location: Langit ke 7

Postby kartun abiz » Tue Jun 26, 2007 4:26 am

richardthelionheart wrote:Tapi kk, orang pedalaman punya hati nurani yang beda sama kita orang kota loh. Contoh, suku pedalaman kalo liat orang kota, kalo aneh langsung dibunuh. Mereka tidak merasa aneh, karena suara hati nurani mereka juga tidak aneh bagi mereka. Jadi yang bener, SUARA TUHAN apa SUARA HATI NURANI nich ??


Apa yang anda contohkan adalah bukan contoh hati nurani, melainkan NILAI, nilai sekilas mirip dengan hati nurani, tapi ciri utama yang membedakan adalah NILAI terikat pada tempat dan waktu. Terkadang apa yang baik disuatu tempat ternyata dianggap tidak baik di tempat lain. ATau apa yang baik di suatu masa/jaman ternyata dianggap tidak baik di masa/jaman yang berbeda. Demikian RICHARD.

Sebagian besar filsuf mendeskripsikan HATI NURANI sebagai SUARA TUHAN, sebab dia selalu membisikan kebenaran dan keadilan yang UNIVERSAL, dirasakan semua orang. Hanya kita mo dengar hati nurani kita atau tidak terserah kehendak bebas kita sebagai manusia yang seringkali terikat dengan kepentingan2 kita.

Contoh bisikan hati nurani : MENIPU adalah TIDAK BAIK, dan itu bersifat universal, maka semua orang akan marah, kesal, sakit hati dan lain sebagainya jika tahu dirinya ditipu. Dan terkadang kita sering tidak mau mendengar bisikan itu dan menipu dengan dalih kepentingan, kebaikan dll. Dalih itu sendiri sebenarnya sebagai alasan pembenaran bagi orang tersebut untuk menutupi rasa bersalah karena mengingkari hati nurani. Semakin sering dia menutupi hati nuraninya semakin tenggelam/ lemah bisikan dari hati nurani tersebut.

Terima kasih
User avatar
kartun abiz
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 305
Joined: Fri May 11, 2007 1:59 am

Postby dreamtheater » Tue Jun 26, 2007 4:34 am

Pembodohan depag.

salah satu contoh aja data 2005

Kalimantan Tengah
Islam 1.302.444
Kristen 306.841
Katolik 58.193
Hindu 199.805
Budha 2.296

nah gubernurnye siape? islam apa kristen?

sekarang jalan2 dah tuh kepelosok kalimantan tengah, apa kagak banyak gereja tuh?

neh liat DKI Jakarta
islam 7.157.182
Kristen 501.168
Katolik 336.514
Hindu 28.508
Budha 313.217

Kristen + katolik 837000an? brukakakakaka....

Parno nih kalo populasi islam semakin kesaingin.

populasi islam bertambah ga lebih karena poligami, kawin sirih kontrak. Kalo ada non yang masuk muslim, paling banter karena jabatan or kawin dan bukan karena siar!

Islam murtad jelas karena mendapatkan mujizat dan pencerahan iman! itu fakta!
User avatar
dreamtheater
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3089
Joined: Thu Mar 30, 2006 1:49 am
Location: Langit ke 7

Postby swatantre » Tue Jun 26, 2007 8:23 am

dreamtheater wrote: Islam murtad jelas karena mendapatkan mujizat dan pencerahan iman! itu fakta!


Hahahaha.... Muslim murtad karena mendapatkan HIDAYAH (dari Tuhan yang Sejati...!!!)! Itu juga faktual dan real...!!!! :lol: :lol: :lol:
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4135
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby angels_2007 » Tue Jun 26, 2007 9:35 am

kartun abiz wrote:Suatu hari 4 bulan yang lalu dia (pacar saya) lagi dikampus, kebetulan dia sedang M, jadi dia tidak sholat. Kemudian ada seorang teman yang terhitung baru mendekati dan bertanya "Eh kamu KRISTEN ya?" terus pacarku bilang "Ga kok aku ISLAM", terus temannya nyahut "Oh syukurlah tak kira kamu KRISTEN kalo kamu KRISTEN aku ga mau berteman sama KAMU".

Nah beranjak dari peristiwa itu dia sering nanya2 tentang KATOLIK ke aku (sebelumnya kita ga pernah masalahin agama) dan udah 1 bulan terakhir dia selalu minta ikut kalo aku ke gereja, walau cuma duduk berdiri ama liatin doang.


hehehehe......no komen.....
:lol: :lol:

gue pernah ngalamin kehidupan kampus kayaknya yang muslim gak ada yang gitu tuh....agama gak dijadiin buat berteman apa enggak?
gue malah banyak teman yang kristen ambon, batak dan menado.....khususnya buat mabuk mabukan :lol: :lol:

maklum bekas anak bandel nih... :wink:
angels_2007
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Tue Jun 19, 2007 8:48 am

Postby gilito » Tue Jun 26, 2007 10:34 am

Baiklah saudara FILSUFSUFI saya sekali-kali tidak berbohong dengan apa yang saya ceritakan, dan saya juga tidak akan pernah memaksa anda untuk percaya. Tapi itu adalah kenyataan yang saya alami.
saya pun tidak mengatakan anda berbohong, saya katakan

Betul begitu sejarahmu? Jika betul begitu, maka menurut ilmu jiwa, anda jelas berbohong, silakan kamu baca2 pada bab 'ilmu jiwa anak' untuk menjawab, "siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?"

jadi menurut disiplin ilmu jiwa, karena ilmu itu dapat membuktikan 'kebenaran' atau 'kesalahan', btw tentu kamu gak sempat kan baca2 untuk menjawab "siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?" , nanti kalo kamu sudah baca2, akan terjawab sendiri 'kebohongan' yang sama maksud.

Anda bilang bahwa "Hati nurani" berdasarkan ilmu sosiologi benar? Maaf mungkin yang anda maksud diisini adalah nilai/sistem nilai. Sekali lagi demikian juga apa yang dikatakan RICHARTHELIONHEART itu sebenarnya bukanlah hati nurani, tapi itu adalah nilai/sistem nilai.
Silakan anda baca2 mengenai 'filsafat nilai' supaya gak ngaco2 simpang siur bgitu bahasanmu

Kita harus bedakan antara hati nurani dan nilai. Nilai tidaklah bersifat universal, seperti apa yang baik di suatu tempat belum tentu baik di tempat lain, tapi berbeda dengan hati nurani. Hati nurani bersifat UNIVERSAL. Oleh sebab itu para FILSUF (baik islam maupun non) dan juga SUFI (islam) sepakat bahwa bila kita berbicara HATI nurani maka kita berbicara RASA.
Nilai ada yang tidak bersifat Universal atau semua nilai tidak bersifat universal???

Hati nurani bersifat Universal? jadi 'Rasa' adalah universal??? wah...wah...makin sesat logika berfikir anda, silakan anda pisahkan dulu pemahaman 'ilmu pengetahuan umum' (filsafat) anda dengan agama baru anda supaya gak campur aduk gitu...

Makanya di dunia hukum dikenal NILAI KEADILAN X RASA KEADILAN, hukum yang baik bukan sekedar memenuhi nilai keadilan, melainkan hukum yang baik haruslah memenuhi RASA KEADILAN (hati nurani keadilan).
Keadilan kok pake rasa? berarti 'rasa' yang kamu maksud tentu temporary, bukan universal, kedadilan dunia hukum akan berbeda sesuai tempat dimana ia (hukum keadialn) itu akan diterapkan.

Jadi bisa dikatakan bahwa NILAI bersifat relatif tapi HATI NURANI bersifat ABSOLUT.
jah...tadi bilang 'hati nurani' adalah Universal, sekarang kesimpulan lain lagi; Absolut, emank sama UNIVERSAL ama ABSOLUT???
makanya pake bahasa Indonesia aja deh supaya gak bikin aku binun, karena dalam otak ku UNIVERSAL itu beda dengan ABSOLUT baik dalam arti maupun pemakaiannya dalam kalimat, kecuali 'dipaksakan' kedalam 'makna'.

Contoh bentuk rasa KEADILAN (hati nurani keadilan) :
Anda jangan membunuh karena anda juga tidak mau dibunuh;
Anda jangan menipu karena anda juga tidak mau ditipu;
Anda jangan memukul orang karena anda juga tidak mau dipukul.
Contoh2 yang kamu buat ini adalah terbit dari ilmu 'sosiologi' dan 'etika', jadi makin runyam lagi mengnai 'rasa keadilan' dan 'hati nurani',

jadi saya justru makin bertanya, bukankah sudah dekat kepada kebenaran bahwa "'isi' dalam 'hati nurani' mu datang dari bisikan setan? penjelasan2 mu agar sy sesat seperti setan yang membisikan kepada manusai agar mengikuti kesesatannya.

Saya rasa anda telah membuat kesimpulan yang terlalu premature dan tidak berdasar, hal itu saya katakan demikian karena anda telah menyimpulkan sesuatu yang relatif menjadi sesuatu yang mutlak. Anda menyimpulkan yang "belum tentu" menjadi yang "pasti/mutlak".
Anda berdebat menggunakan rasa, padahal rasa anda dengan rasa saya beda! Anda mengangkat kembali kata2 yang seharusnya anda pahami dulu, apa arti "MUTLAK" itu, karena kata dasar nya terbit dari bahasa arab!

Dan landasan sikap dan apa yang diajarkan dari USTAD saya itu bukanlah berdasarkan pada kekuatiran tetapi memang HAL TERSEBUTLAH yang di simpulkan ustad itu dari mempelajari QURAN. Karena emang QURAN sendiri menentukan demikian.
anda telah termakan omongan anda sendiri, kalimat kamu cocok untuk kam umakan sendiri:
anda telah membuat kesimpulan yang terlalu premature dan tidak berdasar, hal itu saya katakan demikian karena anda telah menyimpulkan sesuatu yang relatif menjadi sesuatu yang mutlak. Anda menyimpulkan yang "belum tentu" menjadi yang "pasti/mutlak".


Dan terakhir, contoh tentang pacarmu, adalah terbit dari 'sosiologi' lagi, tidak berhubungan dengan mana agama yang salah dan agama yang benar.
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby gilito » Tue Jun 26, 2007 10:47 am

gue pernah ngalamin kehidupan kampus kayaknya yang muslim gak ada yang gitu tuh....agama gak dijadiin buat berteman apa enggak?
gue malah banyak teman yang kristen ambon, batak dan menado.....khususnya buat mabuk mabukan
Hai Angle-2007, Bro KA itu mengangkat contoh 'satu' kasus, dengan maksud membenarkan 'seluruh' ucapannya, jadi dengan satu cerita (entah bohong atau tidak) dia bermaksud untuk bisa dijadikan bukti 'kebenaran agama barunya'
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby AlhamdBukanMuslim » Tue Jun 26, 2007 11:15 am

Agama adalah pengalaman spiritual yang diformalkan. Jadi, klo sang individu tidak mendapatkan apa-apa di agamanya yang lama, ia akan menjadi terbuka dan menanti pengalaman spiritual yang baru.
AlhamdBukanMuslim
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 415
Joined: Wed May 02, 2007 8:57 am
Location: Dubai

Postby kartun abiz » Tue Jun 26, 2007 8:44 pm

filsufsufi wrote:
Baiklah saudara FILSUFSUFI anda bilang tidak menuduh saya berbohong tapi lihat kalimat anda :
FILSUFSUFI wrote :
Saya pun tidak mengatakan anda berbohong, saya katakan
Betul begitu sejarahmu? Jika betul begitu, maka menurut ilmu jiwa, anda jelas berbohong, silakan kamu baca2 pada bab 'ilmu jiwa anak' untuk menjawab, "siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?"


Anda meminta saya untuk menjawab :
"siapa yang pertama kali dianggap tuhan oleh seorang anak?"
Kenapa saya harus membaca buku ilmu jiwa anda untuk menjawab pertanyaan itu, bukankah saya juga mengalami masa anak2, dan bayangan anak2 mengenai ALLAH adalah dia maha baik, maha adil, maha kuasa itu itu saja sudah cukup biar ga melebar. Anda membaca buku ilmu jiwa, buku ilmu jiwa yang mana begitu banyak buku2 tentang kejiwaan :roll:

filsufsufi wrote:
Silakan anda baca2 mengenai 'filsafat nilai' supaya gak ngaco2 simpang siur bgitu bahasanmu

Baiklah ini saya ambil mengenai nilai :
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara apda masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun.

Tambahan :
1. filsafat tentang pengetahuan:
obyek material : pengetahuan ("episteme") dan kebenaran
epistemologi;
logika;
kritik ilmu-ilmu;
2. filsafat tentang seluruh keseluruhan kenyataan:
obyek material : eksistensi (keberadaan) dan esensi (hakekat)
metafisika umum (ontologi);
metafisika khusus:
antropologi (tentang manusia);
kosmologi (tentang alam semesta);
teodise (tentang tuhan);
3. filsafat tentang nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah tindakan:
obyek material : kebaikan dan keindahan
etika;
estetika;

4. sejarah filsafat.

filsufsufi wrote:
Hati nurani bersifat Universal? jadi 'Rasa' adalah universal??? wah...wah...makin sesat logika berfikir anda, silakan anda pisahkan dulu pemahaman 'ilmu pengetahuan umum' (filsafat) anda dengan agama baru anda supaya gak campur aduk gitu...

Suara hati nurani itu adalah satu. Hati nurani bersifat universal melintasi batas suku, ras, agama, dan golongan. Ia tidak pernah mengacu pada seseorang. Tapi, pada sejumlah karakter seperti kebenaran, kejujuran, ketulusan, dan integritas. Hati nurani adalah kemampuan terdalam yang dimiliki setiap orang untuk menemukan kebenaran. Hati nurani juga adalah samudera terdalam yang melintasi kendala ruang dan waktu. Di dalam samudera hati nurani, kita bukan lagi makhluk fisik tetapi makhluk spiritual. Di sinilah tempat kita berkomunikasi tanpa suara, tanpa sepatah kata. Kita berbicara dalam keheningan tetapi semuanya dapat dimengerti dengan mudah. Tak ada salah paham, tak ada perselisihan, tak ada perdebatan. Segalanya sederhana dan indah. Percakapan terjadi melampaui batas kata-kata

Saya tekankan sekali lagi rasa keadilan disini adalah "rasa", untuk lebih jelasnya anda bisa membaca buku2 mengenai FILSAFAT HUKUM.

Tambahan dari artikel Jalaludin Rachmat mengenai sufi dan hati nurani :
Bagi para sufi kesempurnaan manusia diperoleh melalui pengetahuan
melalui pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah).
Adapun yang dimaksud hati di sini adalah hati dalam arti yang
halus, hati-nurani --daya pikir jiwa (daya nafs nathiqah) yang
ada pada hati, di rongga dada. Dan daya berfikir itulah yang
disebut dengan rasa (dzauq), yang memperoleh sumber pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Dalam kaitan ini Allah
berfirman, "Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan
memahaminya." (QS. 7:1-79).

filsufsufi wrote:
Keadilan kok pake rasa? berarti 'rasa' yang kamu maksud tentu temporary, bukan universal, keadilan dunia hukum akan berbeda sesuai tempat dimana ia (hukum keadialn) itu akan diterapkan.


Sekali lagi saya tekankan bahwa rasa disini apa yang dirasakan, jadi rasa keadilan adalah apa yang dirasakan manusia mengenai keadilan.

filsufsufi wrote:
Keadilan dunia hukum akan berbeda sesuai tempat dimana ia (hukum keadialn) itu akan diterapkan.

Disini anda mungkin sedikit bingung, tapi akan saya coba saya jelaskan :
Dari pernyataan anda di atas, anda harus membedakan antara hukum dan keadilan. Hukum janganlah sekali-kali disamakan dengan keadilan. Tapi tujuan hukum adalah untuk menegakkan keadilan jawabannya adalah YA. Makanya saya sebelumnya menekankan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang dapat memenuhi RASA KEADILAN (tidak hanya NILAI KEADILAN tapi RASA).

Jadi kalo anda menanyakan apakah ada hukum yang tidak memenuhi RASA KEADILAN jawabannya adalah YA. Dan masih banyak karena harus kita ingat bahwa dalam pembuatan hukum seringkali kita melihat ada kepentingan2 yang bermain disitu.

filsufsufi wrote:
jah...tadi bilang 'hati nurani' adalah Universal, sekarang kesimpulan lain lagi; Absolut, emank sama UNIVERSAL ama ABSOLUT???
makanya pake bahasa Indonesia aja deh supaya gak bikin aku binun, karena dalam otak ku UNIVERSAL itu beda dengan ABSOLUT baik dalam arti maupun pemakaiannya dalam kalimat, kecuali 'dipaksakan' kedalam 'makna'.

Saya balik bertanya apakah saya menuliskannya dalam satu kalimat, saya jadi sangat meragukan kemampuan anda menarik kesimpulan.
Bukankah inti yang ingin saya sampaikan pada pernyataan saya adalah : Hati nurani adalah universal karena dimiliki dan dirasakan oleh semua orang.
Lihat jawaban saya di atas : "Hati nurani bersifat universal melintasi batas suku, ras, agama, dan golongan. Ia tidak pernah mengacu pada seseorang." Dan HATI NURANI adalah MUTLAK/ABSOLUT karena hati nurani merupakan kemampuan terdalam yang dimiliki setiap orang untuk menemukan kebenaran dan dia selalu dan konsisten membisikan kebenaran pada manusia.

Hati nurani bukanlah segumpal daging yang berada di rongga dada kita. Ia tak dapat digambarkan karena memang bersifat spiritual. Ia berada jauh di bawah kesadaran kita. Kita tak tahu dimana persisnya ia berada. Kita hanya tahu ''pintu'' yang bisa digunakan untuk menuju kesana. Pintu tersebut berada dalam otak kita. Inilah yang disebut Danar Zohar dan Ian Marshal dengan titik Tuhan (God Spot) yang terdapat di bagian lobus temporal di otak kita.

Penelitian Zohar dan Marshal menunjukkan bahwa bagian ini akan bercahaya begitu kita melakukan aktivitas yang bersifat spiritual. Inilah yang disebut sebagai spiritual quotient (SQ). Pada saat kita beribadah, ataupun melakukan meditasi, sebenarnya kita tengah masuk ke dalam samudera hati nurani ini. Kita menyatukan hati nurani kita bersama hati nurani semua manusia yang ada di jagat raya. Kita memasuki samudera diri kita yang sejati. Pada saat beribadah (bila dilakukan secara khusus) kita sebenarnya sedang melakukan mi'raj. Ini karena kita melepaskan semua kepentingan kita di bumi menuju samudera yang jauh tempat berkumpulnya semua nurani dengan Diri Sejati kita.

Jadi HATI NURANI bersifat UNIVERSAL dan ABSOLUT

Untuk pertanyaan lain anda, hanya permainan kata2 anda. Jadi saya tidak akan menjawabnya. Biar orang lain yang menilai kemampuan anda menarik dalam kesimpulan.

Terima kasih.
User avatar
kartun abiz
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 305
Joined: Fri May 11, 2007 1:59 am

Postby richardthelionheart » Wed Jun 27, 2007 1:12 pm

wizsh.... abang kartun luas pengetahuannya yah?
User avatar
richardthelionheart
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 284
Joined: Wed Jun 06, 2007 1:40 pm

Postby gilito » Wed Jun 27, 2007 1:17 pm

@Atas gw, terima kasih atas penjelasan yang uda ngalor ngidul itu, tapi gw hargai atas copy-paste dari buku2 yang lo baca itu.

tapi sepanjang lo ngecap ye...gak ada tuh ngejawab atau menidakkan baha 'isi' dalam 'hati nurani' lo itu bukan berasal dari bisikan setan?

dan contoh2 logika yang lo berikan, jg gak ngejawab bahwa 'pilihan' agama baru lo lebih baik

Inga..inga...gw bilang bahas perkasus 'pindah' nya lo atas bisikan 'hati nurani', bukan bgitu?
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby Alibaba » Wed Jun 27, 2007 3:25 pm

Good posting, Kartun..!!
User avatar
Alibaba
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 380
Joined: Mon May 21, 2007 11:22 pm
Location: di selatan

Postby M-SAW » Wed Jun 27, 2007 3:29 pm

kartun abiz
Penjelasan yang mantap
enak ngebacanya euy :)
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby shoeslover » Wed Jun 27, 2007 3:37 pm

filsufsufi wrote:@Atas gw, terima kasih atas penjelasan yang uda ngalor ngidul itu, tapi gw hargai atas copy-paste dari buku2 yang lo baca itu.


alahhh..kamunya aja yg ngga bisa mencerna penjelasan siKA.....ngaku2-nya si Filsuf...tapi dikasih pencerahan ama anak kecil aja ( KartunAbiz ) udah keok...!
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Postby gilito » Thu Jun 28, 2007 12:43 pm

shoeslover wrote:
filsufsufi wrote:@Atas gw, terima kasih atas penjelasan yang uda ngalor ngidul itu, tapi gw hargai atas copy-paste dari buku2 yang lo baca itu.


alahhh..kamunya aja yg ngga bisa mencerna penjelasan siKA.....ngaku2-nya si Filsuf...tapi dikasih pencerahan ama anak kecil aja ( KartunAbiz ) udah keok...!
Ad hominem ni ye..., justru gw uda paham banget ama yang dia kutib, justru ngacak bahasannya, gak jelas isi ajaran dan inti nya itu dari Islam dari Nasrani apa dari yang dia kleim Universal??? moso' ngutib suenak2 nya, klo cocok ama 'history' nya di 'ambil', klo gak cocok dengan 'pribadi' nya dibuang, kumaha' atuh?

coba fokus ke 'history' pindahnya dia dengan 'hati nurani', kok mengambil arti dari Islam lalu mengambil penjelasan dari Nasrani kemudian mengambil kesimpulan dia bilang universal, ente yang mesti bisa milah2 Tonk/Jenk!
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

PreviousNext

Return to Ttg SYI'AH, KAFIR, MURTADIN, MUSYRIKUN dll



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users