
Bukankah kita, golongan muslim moderat, juga menguatkan fundamentalisme dengan tetap berpegang pada Islam ?
Bagaimana bisa Muhamad pergi kpd para jin dan menjadi utusan mereka jika dia bukan dari golongan mereka ?
Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu sekalian! Kalian adalah pahlawan2 bagiku. Aku (Muslim yg) sebenarnya tidak tahu apa2 tentang Islam.
Ketika aku membaca tulisan2 kalian di website-mu, pertama-tama aku mengira ini adalah sekedar website yang benci Islam seperti website2 lain yang serupa. Aku lalu mulai menelaah Islam secara lebih serius. DAN Semakin banyak yang kupelajari tentang Islam, semakin aku merasa ngeri!
Saat dia memukulku, dia selalu berkata bahwa dia diperbolehkan melakukan hal itu. Inilah alasan mengapa aku menjadi begitu marah di FFI ketika para Muslim mencoba mengatakan bahwa ayat pemukulan istri dalam Qur’an sebenarnya merupakan pelarangan. Ayat itu adalah izin untuk memukul istrimu dari tuhan...
Sebenarnya, kebebasanku baru dimulai saat aku menemukan FFI. FFI sungguh membuka mataku untuk menemukan cara baru dalam melihat kehidupan. Sekarang aku berharap kehidupanku akan menjadi lebih baik setelah ini. Sungguh tidak mudah bagi bekas Muslim seperti kami untuk menyingkirkan semua hasil cuci otak Islam dalam diri kami sejak masih kecil.
.. Pada saat itulah aku menemukan www.faithfreedom.org dan mulai membaca artikel2 dan semua yang terdapat dalam forum ini.
Sejak itu semua keyakinan imanku hancur luluh berantakan.
... akhirnya setelah melakukan riset selama 5 atau 6 tahun dan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa FFI itu salah, kuakui bahwa ternyata kalian di FFI ternyata memang benar.
Pukulan terakhir yang melenyapkan keinginan bunuh diriku terjadi ketika aku kembali ke FFI dan mulai membaca semua perdebatan oleh Ali Sina. Aku sangat menikmati setiap kata2 balasan perdebatannya, karena sepertinya Ali menolong diriku bangkit dari kejatuhanku dengan mengulurkan tangannya kpdku. Terima kasih banyak, Pak Sina, karena begitu sabar dan penuh semangat mendidik orang tentang bahaya Islam. Anggaplah diriku sekarang sebagai sekutumu.
Tak bisa kau bayangkan betapa leganya hatiku sekarang karena tidak usah tunduk di bawah agama jahat ini. Tidak bisa kau bayangkan bagaimana hidupku sekarang jauh lebih bahagia dibandingkan dulu. Perasaan bebas merdeka sangatlah luarbiasa. Terima kasih atas websitemu. Aku sangat senang bertemu orang2 yang juga mengalami hal yang sama seperti diriku.
Aku sadar bahwa untuk bisa mengerti dan berdiskusi secara masuk akal, orang harus melihat langsung isi agama itu sendiri tanpa terlebih dahulu menilai agama itu baik atau benar dan menyelidiki dengan hati tenang.
Aku dan banyak rekan2 ex-Muslim adalah fan FFI. Aku kenal setidaknya 20 ex-Muslim dan FFI adalah sarana yang sangat bagus bagi setiap ex-Muslim untuk mengungkapkan pendapat mereka terhadap agama barbar ini.
Ini adalah kisahku sebagai murtadin dari Saudi. Kuharap kisahku dapat memberi bimbingan kepada Muslim lain yang sedang berpikir untuk meninggalkan Islam.
ali5196 wrote:Gua ketemu situsnya A Sina ... gua baca dari permulaan sampai akhir (sampai 6 bulan lamanya). Dan dari A Sina gua mendapat shock yang PALING BESAR : yi ttg umur Aisya ketika dikawini Muhamad. YA AULLOOOOOOHHH ...
Tapi gua sempat stress berat dulu; muntah2, nggak mau makan, pusing2, saking shocknya bahwa Islam ternyata memang kiriman Be'elzebub (saudaranya Iblis). Ternyata bukan 'agamanya bagus tapi pengikutnya jelek', tetapi 'agamanya jelek, meracuni pengikut yg tadinya bagus' ! Buktinya, baca aja forum ini. Kalau racun Islam sudah mengakar, pedofilia & pembunuhan masal oleh nabi dgn antusias dimaklumi para pengikut.
Nader Ahmed wrote:Ribuan penonton menyaksikan penghinaan parah terhdp Ali Sina. ...
Dlm sebuah simposium di Frontpagemag.com, Ali melemparkan tuduhan ini terhdp Nabi Muhamad (saw):
“Cerita lain yang lebih lucu lagi adalah ketika Muhamad mengangkat tangannya untuk memukul seorang wanita yang menolak keinginannya untuk menidurinya. Bukhari 7.63.182”
Padahal isi Bukhari itu bahwa Muhamad mengangkat tangan utk menenangkan wanita itu dan bukan utk memukulnya.
Roach wrote:Tentang kisah yang Pak Sina kutip bahwa Muhammad mengangkat tangan untuk memukul wanita yang menolak ajakan seksualnya di Bukhari 7.63.182. Pak Sina dengan sengaja merubah kata yang ada di Hadis dari “untuk menepuk” jadi “untuk memukul”. Apakah begini tingkah seorang sarjana dalam sebuah Seminar? Ini seluruh kisah dalam Hadis ini agar pembaca berhati-hati akan bukti yang bertentangan dengan Islam dipalsukan untuk mengecoh orang2.
Dikisahkan oleh Abu Usaid:
Kami ke luar bersama sang Nabi di sebuah taman yang bernama Ash-Shaut sampai kami mencapai dua tembok dan kami duduk diantara tembok itu. Sang Nabi berkata, “Duduk sini, “ dan dia pergi (menemui
Jauniyya) ...
Ketika sang Nabi mendekatinya, dia berkata padanya, “Berikan padaku dirimu (dalam perkawinan) sebagai hadiah.”![]()
Dia (Jauniyya) berkata, “Dapatkah seorang putri raja memberikan dirinya pada orang biasa?”
Sang Nabi mengangkat tangannya untuk menepuknya agar dia jadi tenang.
Dia (Jauniyya) mengatakan, “Aku mencari perlindungan Allah dari kamu.”
Nabi berkata, “Kamu telah meminta perlindungan dari Dia yang memberi perlindungan.” Lalu sang Nabi pergi ...
“Dapatkah seorang putri raja memberikan dirinya sendiri (dalam perkawinan) pada seorang pria awam ? Muhammad mengangkat tangannya untuk menepuknya agar dia jadi tenang.”
Semua orang yang dapat berpikir sudah tahu apa yang terjadi. Tawaran Muhamad mestinya membuat wanita itu tersinggung sehingga wanita itu berkata “Dapatkah seorang putri raja memberikan dirinya sendiri (dalam perkawinan) pada seorang pria biasa?”
Kata (perkawinan) ditaruh di dalam tanda kurung karena ini tambahan dari penerjemah. Lalu Hadis berkata “Muhamad mengangkat tangannya untuk menepuknya agar dia jadi tenang.” Sudah jelas Jauniyya tersinggung. Wanita tidak tersinggung karena lamaran pernikahan, mereka tersinggung kalau mereka dianggap murahan dan diminta ngeseks. Lalu Jauniyya berkata “Aku minta perlindungan Allah darimu (!).”
Ini jelas bahwa “tepukan” ini tentunya cukup kasar. Jelas penulis (atau penerjemah) Hadis merasa malu akan kelakuan nabinya dan mencoba memperlembut kejadian kasar ini dengan memilih kata2 yang lebih lembut. “Tepukan” ini tentunya cukup mengancam sehingga membuat wanita itu berseru: “Aku minta perlindungan Allah darimu !” dan menghentikan Muhammad. Ini tentunya cukup membuat Muhamad merasa bersalah sehingga dia memberi Jauniyya hadiah (yang nota bene dicurinya dari suku Jauniyya sendiri !!).
Keseluruhan cerita sungguh memuakkan dan dengan jelas tidak layak dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai contoh terbaik untuk diikuti seluruh umat manusia.
Wahai Nn. Roach, saya tahu SUKAR bagimu untuk menerima bahwa Muhamad sebenarnya bermaksud memukul ketika dia berkata pukullah istrimu (Q4:34). Daraba bukan berarti “tepukan ringan”. Daraba berarti pukul. Pemukulan didukung Hadis pula.
Abu Dawood 11. 2142: “Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.”
Cerita lucu lain tentang pemukulan istri dapat dijumpai di Hadis ini: Muwatta 30.2.13. Disini seorang wanita mencoba menipu suaminya agar dia berhenti meniduri pelayan mereka. Tapi Umar mengatakan pada sang suami untuk memukul istrinya dan tetapi meniduri budak wanitanya.



Return to PENGUMUMAN bagi Pendatang BARU & MANFAAT FFI
Users browsing this forum: No registered users