. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

SUKOHARJO : FPI Bubarkan Rapat Pengurus Papernas

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

SUKOHARJO : FPI Bubarkan Rapat Pengurus Papernas

Postby Laurent » Mon Apr 30, 2007 7:47 am

Minggu, 29 April 2007 20:20:00
FPI Bubarkan Rapat Pengurus Papernas


Sukoharjo-RoL-- Rapat pembentukan pengurus Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) di Kabupaten Sukoharjo, Minggu berlangsung ricuh setelah puluhan orang dari Front Pembela Islam (FPI) datang berniat membubarkan acara tersebut.

Dalam rapat Papernas yang digelar di Gedung Gajah di Jalan Yos Sudarso, Grogol, Sukoharjo, Minggu, sempat terjadi ketegangan antara FPI dengan panitia penyelenggara.

FPI bersikeras agar acara yang digelar Papernas tersebut dibubarkan karena organisasi itu dinilai berbau komunisme, sementara pihak Papernas juga bersikeras karena mengaku sudah mendapat izin dari pihak kepolisian.

Ketengangan lebih lanjut dapat dicegah setelah Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto didampingi Kapolsek Grogol, AKP Ahmad Nadiri, datang ke lokasi kejadian.

Kedatangan Bupati tersebut bertujuan untuk menjadi mediator antara kedua pihak, agar keributan yang lebih besar tidak terjadi.

Dalam perundingan, pihak FPI diwakili koordinator aksi, Khoirul, sedangkan Papernas diwakili Ketua DPW Papernas Jawa Tengah, Kelik Ismunanto dan ketua panitia penyelenggara, Onang Tiyoso.

Menurut Khoirul, dalam AD/ART Papernas termuat mengenai pasal radikal dan propaganda yang dinilai berbau komunis.

FPI tidak peduli apakah kegiatan Papernas tersebut memiliki izin atau tidak, karena FPI tidak ingin ajaran komunis hidup lagi di Indonesia.

Setelah dilakukan perundingan secara tertutup, akhirnya pihak Papernas bersedia membubarkan acara yang mereka gelar dengan catatan, massa FPI terlebih dahulu mebubarkan diri.

Sementara itu, Ketua DPW Papernas Jawa Tengah, Kelik Ismunanto, meminta pihak-pihak yang mengatakan bahwa Papernas berbau ajaran komunis untuk membuktikan perkataannya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak setuju dengan cara pembubaran seperti ini karena kegiatannya sudah memiliki izin dari kepolisian.

Bentrokan lebih besar dapat dihindari setelah kedua belah pihak sama-sama membubarkan diri. antara


abi

http://www.republika.co.id/online_detai ... &kat_id=23
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5829
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby widon » Mon Apr 30, 2007 9:30 am

Satu lagi kebrutalan FPI, seolah-olah dia yg berkuasa dinegeri ini. Kelihatan sungguh-sungguh tidak cerdas orang FPI itu, dimana yg menentukan organisasi itu berbau komunis atau tidak adalah Kejaksaan Agung & Depkumham. Dan sepengetahuna saya Papernas ini sudah ada no registrasi pendaftaran organisasi di depkumham. Embrio seperti FPI ini kalau dibiarkan akan sangat mengganggu proses demikrasi di Indonesia. Atau mungkin sekalian FPI diubah aja singkatannya menjadi FORUM "PKI" ISLAM, piye cah ?
widon
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 120
Joined: Thu Apr 12, 2007 2:06 pm

Postby Inter » Mon Apr 30, 2007 12:39 pm

Seperti biasa, fpi (merasa) lebih berkuasa dari kepolisian, jelas2 sudah ada izin dari kepolisian, tetep aja bisa dibubarin ama fpi. Kalau memang Papernas ada unsur komunisnya harusnya dibuktikan dahulu, mana yang terkait unsur komunis dalam AD/ART Papernas.

Namun menurut saya jika berbicara soal radikalisme dan propaganda, fpi jauh lebih berbahaya dari Papernas.


Thanks
User avatar
Inter
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 252
Joined: Fri Nov 18, 2005 8:56 am

Postby Laurent » Wed May 02, 2007 8:13 am

Massa FPI-Front Anti Komunis Sweeping Anggota Papernas
YOGYAKARTA – Aksi demo peringatan hari buruh sedunia, sempat diwarnai bentrok, antara gelombang kelompok aksi buruh dari Aliansi Rakyat pekerja Yogyakarta (ARPY) dengan kelompok massa Front Pembela Islam (FPI) bersama Front Anti Komunis (Faki) Yogyakarta di depan Istana Negara Gedung Agung, Yogyakarta, Selasa (1/5/2007) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

FPI maupun Faki menuduh aksi peringatan hari buruh sedunia tersebut, disusupi kelompok Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Parpenas) yang dianggap oleh Faki dan FPI adalah kelompok Komunis gaya baru. Sebab, dalam selebaran yang dibagikan oleh ARPY, di dalamnya tertulis Papernas sebagai salah satu elemen aksi buruh tersebut.

Belasan massa FPI dan Faki yang sejak awal menduga keberadaan aktivis Papernas dalam aksi peringatan buruh sedunia tersebut, kemudian mendekati massa aksi ARPY saat berada di depan Istana Negara Gedung Agung, Jl Ahmad Yani, Yogyakarta. Burhanuddin, salah seorang aktvis Faki kemudian berorasi menolak penyusupan Papernas dalam aksi hari buruh sedunia tersebut.

Ia menegaskan, Faki maupun FPI tidak anti terhadap buruh, melainkan hanya melakukan semacam sweeping terhadap aktivis Papernas yang dianggap telah menyusup dalam gerakan aksi peringatan hari buruh sedunia, khususnya dalam elemen ARPY.

Setelah orasi anggota Faki tersebut, belasan anggota Faki dan FPI menyeruak mendekati mobil colt pick up yang membawa orator dan atribut demo ARPY, dan melayangkan pukulan ke salah seorang orator yang ARPY ditengarai adalah anggota Papernas.

Melihat bentrok yang terjadi, sejumlah aparat kepolisian Poltabes Yogyakarta mencoba menghalangi serangan kelompok Faki dan FPI tersebut. Kemudian polisi meminta sopir colt pick up untuk membawa lari kendaraannya ke arah Selatan keluar dari Jl Ahmad Yani, untuk menghindari bentrokan lebih lanjut.

Kelompok ARPY kemudian berjalan ke Timur, sementara massa FPI dan Faki berjalan ke Barat.

Kapoltabes Kombespol Haka Astana pun ikut terjun mengamankan aksi yang berjung bentrok tersebut.

Kapoltabes meminta kedua belah pihak untuk menghentikan bentrok, dan membubarkan diri. ”Semuanya kami minta bubar,” kata Kapoltabes, diikuti bubarkan aksi yang berunjung bentrok tersebut.

Usai bentrok, seorang orator perempuan dari kelompok ARPY menyatakan penyesalannya terhadap serangan yang dilakukan kelompok FPI dan Faki. Pihaknya akan menuntut sweeping dan penyerangan itu kepada yang berwajib.

Sementara itu aksi peringatan hari buruh sedunia yang dipusatkan di Monumen Serangan Umum 1 Maret persis di depan Gedung Agung, setengah jam sebelumnya sudah membubarkan diri, dan bergabung dengan kelompok pengunjukrasa buruh dan tani anti penambangan pasir besi di Kabupaten Kulonprogo, yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Komplek Kantor Gubernur DIY. (moch fauzi/Sindo/sjn)

Code:

http://www.okezone.com/index.php?option ... &Itemid=67
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5829
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby Phoenix » Wed May 02, 2007 2:04 pm

Wah..kenapa nuntut kpd yg berwajib..bisa apa polisi?? Kayaknya cara paling efektiv nuntut ame FPI, kalau macem-macem lagi, maka kelompok ARPY yg muslim akan murtad.

Kayaknya jitu deh!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Anti FPI » Sat May 05, 2007 6:37 pm

Gue akan nyoblos papernas pada tahun 2009 nanti sebagai bentuk kemuakkannku akan FPI.
Bukankah FPI yg benar2 komunis?
Beda dikit ding. Komunis nggak kenak ama Tuhan, tapi kalo FPi olloh tuhannye.
Kalo kelakuan mah mending komunis dari pade FPI. Tau ape FPI tentang PKI & papernas?
Anti FPI
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 20
Joined: Sat May 05, 2007 6:16 pm

Postby openyourmind » Sun May 06, 2007 4:02 pm

FPI mah lebih parah dari komunis. Komunis bukan ajaran setan tapi kalo FPI menganut ajaran setan.
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby swatantre » Mon May 07, 2007 4:54 pm

FPI itu arogan, munafik, ketakutan atau kegobloken sich? Kalau yang terkahir jawabannya, berarti rencana pemerintah memberantas kebodohan gagal tuh, habis yang udah jelas2 di depan mata didiemin aja sih..
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4135
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users