. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby silancah » Mon Sep 28, 2009 8:33 am

Kepada Bung Hillman yth,

Ijinkan saya untuk memberi sedikit pandangan/pendapat mengenai sodomi seperti yang diungkapkan Ayatullah Khomenei di atas ya?
Menurut saya (dan mungkin sebagian besar - bila tidak seluruhnya - kaum Ahlusunnah wal jamaah/Sunni) apa yang diyakini oleh saudara2 kami dari kaum Syiah ada beberapa hal yang berbeda secara signifikan dan, maafkan saya atas penilaian ini, menyimpang dari ajaran Islam yang telah diturunkan Allah SWT dan diajarkan oleh Rasululloh SWT.
Di antara lain adalah hal2 seperti ini, sodomi, menikah dengan wanita usia berapa saja, kawin mut'ah, pembagian pajak (saya lupa istilahnya), permasalahan perselisihan warisan antara Fatimah ra dan para sahabat (Abu Bakar ra, Umar ra, dan Usman ra) bahkan sepengetahuan saya ada kaum Syiah yang menolak Al Quran. Wallahu a'lam.

Namun pada intinya, pada kasus yang kita bahas ini, saya tidak pungkiri sepertinya di antara kaum Syiah ada yang menghalalkan sodomi dan mengartikan hadits di atas seperti pemahaman yang anda dapatkan juga (tentunya dengan mengkoreksi beberapa tanda baca di dalam hadits tersebut). Tetapi saya dan beberapa teman di sini (yang mungkin mewakili keyakinan kaum Sunni) meyakini bahwa seharusnya hadits itu dipahami dalam konteks mengharamkan sodomi.

Demikian sumbang pendapat dari saya. Semoga bisa dipahami.

Salam,
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Mon Sep 28, 2009 10:44 am

Salam, mas Silancah yang saya hormati.

Dengan senang hati saya menerima pendapat anda yang berharga. Benar sekali apa yang anda tuliskan bahwa sumber yang saya tuliskan dari fatwa Ayatullah Khomenei bermazhabkan Syiah dan tafsir Al Quran Al Baqarah ayat 223 ini bersumber dari "DEPAG"-nya Saudi Arabia yang bermazhabkan Wahabi.

Tetapi dengan berat hati saya katakan bahwa tafsir At Tabari yang digunakan "DEPAG" Saudi Arabia ini adalah kitab klasik mazhab Sunni yang merupakan mazhab mayoritas di negara kita tercinta.

Tafsir At Tabari inilah yang menjadi rujukan dari banyak kitab tafsir klasik mazhab Sunni lain seperti tafsir Al Bhagawi, tafsir al Jalalayn karya Suyuti dan tafsir Ibnu Khatir.

Untuk mudahnya saya berikan reference antara lain:

http://en.wikipedia.org/wiki/Tafsir_al-Tabari
http://en.wikipedia.org/wiki/Tafsir_al-Baghawi
http://en.wikipedia.org/wiki/Tafsir_al-Jalalayn
http://en.wikipedia.org/wiki/Tafsir_ibn_Kathir

Demikian sedikit penjelasan yang menjadi dasar pemikiran saya, dan mas Silancah, maafkan jika saya katakan pemahaman serta pelaksanaan Islam yang "baik" dari umat di Indonesia saat ini adalah karena "ke-abang-an"nya. Nurani lebih dominan dari "firman" karena ketidak tahuan akan apa yang tertulis dalam bahasa sebenarnya. Sayangnya semakin kaffah umat, semakin kering nuraninya.

Wassalam
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby silancah » Mon Sep 28, 2009 12:12 pm

Wa'alaika Bung Hillman yth,

Ijinkan saya sekali lagi untuk berbeda pendapat dalam memahami apa yang anda kutipkan dari Tafsir At Tabari dari Depag Arab Saudi di bawah ini:

قَالَ : نَزَلَتْ فِي إتْيَان النِّسَاء فِي أَدْبَارهنَّ - qala : nazalat fi ityan alniisa' fi a’duburna’ = said : this verse was revealed about "penetrating women in their anus" = berkata : diturunkan ayat tentang "mendatangi wanita pada anus mereka".

فَقَالَ : أَنْ يَأْتِيهَا فِي دُبُرهَا - faqala : an ya'atyha fi duburha = he say : to have penetrating in their anus. = dia berkata : untuk mendatangi pada anus mereka.

Pemahaman saya adalah:
1. Memang benar, bahwa ayat Al Baqarah 2:223 diturunkan/diungkapkan sehubungan dengan 'kaum Quraisy yang mendatangi wanita pada anus mereka' Namun hal itu tidak menjadikan ayat ini pembenaran atas tindakan kaum Quraisy yang meniru kaum Yahudi dalam berhubungan seks dengan para istrinya tersebut.
2. Lalu
firman yang berkata

[نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُواْ حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ]
(Your wives are a tilth for you, so go to your tilth, when or how you will,)''

saya artikan bahwa boleh dari depan atau belakang (how you will) tetapi jangan lewat anus.

Demikian kiranya, bung.
Dan saya rasa penafsiran At Tabari pasti akan sejalan dengan penafsiran Ibnu Katsir berikut ini: http://www.tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=5921

Salam,
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Mon Sep 28, 2009 6:53 pm

Salam, mas Silancah.

Mohon maaf, bila saya lihat penjelasan anda ini bersifat memutar. Dimana ayat 223 dari Surah Al Baqarah ini dijelaskan dalam tafsir At Tabari, tetapi anda menjelaskan tafsir At Tabari dengan Surah Al Baqarah aya 223 kembali. Benarkah demikian?

Saya telah membaca tafsir Ibnu Khatir yang anda tunjukan dan memang fakta nyata pertentangan mengenai hal ini memang terjadi.

Tetapi pertimbangkan juga bahwa dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 223 ini sama sekali tidak dimaktubkan pemisahan jelas antara (maaf) farj dan sarj, qubul dan dubur.

Kita kembali ke tafsir At Tabari "DEPAG" Saudi Arabia ini, jika anda baca maka disana ada bagian yang khusus membahas kalimat وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ - “Waqaddimuu li’ anfusikum” = “Dan diciptakan untuk diri kamu” sebagai dalil tafsir "anal sex" ini.

Sebagai berikut:

http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispT ... tashkeel=0

Image

وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ

الْقَوْل فِي تَأْوِيل قَوْله تَعَالَى : { وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ } اخْتَلَفَ أَهْل التَّأْوِيل فِي مَعْنَى ذَلِكَ , فَقَالَ بَعْضهمْ : مَعْنَى ذَلِكَ : قَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ الْخَيْر


“Waqaddimuu li’ anfusikum”

Alqawla fi ta'awil qawlahu ta'ala’ : { waqaddimuu li’ anfusikum } Akhtalafa Ahlul ta'awil fi ma'naa dhalika , faqala ba'da'hum : Ma'naa dhalika : Qaddima li' anfusikum al khar.


Terjemahan bahasa Indonesia

= “Dan diciptakan untuk diri kamu”

Karena pemahaman dari ayat yang telah di firmankan : { dan telah diciptakan untuk diri kamu } memiliki berbagai pemahaman (ta’wil) yang berbeda dari para ahli, pada dasarnya mereka mengatakan: “Arti kalimat ini bagi anda sekalian ” : adalah “wujud” yang diciptakan untuk anda agar menjadi lebih baik.

Makna itu seiring dengan ta’wil Surah Ar-Ruum ayat 21 mengenai penciptaan "wujud" wanita untuk pria agar kehidupannya menjadi lebih baik.

Image

- wamin aayaatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilayhaa waja'ala baynakum mawaddatan warahmatan inna fii dzaalika laaayaatin liqawmin yatafakkaruuna

= Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


Mas Silancah, dengan berbagai dalil tersebut para penafsir ini pada akhirnya menyatakan pembolehan (maaf) anal sex dengan hukumnya adalah makruh, tidak dilarang untuk melakukannya tetapi sebaiknya dihindari, selama istri sebagai "wujud" yang diciptakan untuk suami ini setuju dan sama-sama merasa lebih baik.

Sebagai pembanding mengenai pembolehan (maaf) anal sex, anda dapat baca point 51 dan 52 dari site ini http://www.alulbayt.com/rulings/11.htm

Wassalam
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby silancah » Mon Sep 28, 2009 9:38 pm

HILLMAN wrote:Salam, mas Silancah.

Mohon maaf, bila saya lihat penjelasan anda ini bersifat memutar. Dimana ayat 223 dari Surah Al Baqarah ini dijelaskan dalam tafsir At Tabari, tetapi anda menjelaskan tafsir At Tabari dengan Surah Al Baqarah aya 223 kembali. Benarkah demikian?

Saya telah membaca tafsir Ibnu Khatir yang anda tunjukan dan memang fakta nyata pertentangan mengenai hal ini memang terjadi.

Tetapi pertimbangkan juga bahwa dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 223 ini sama sekali tidak dimaktubkan pemisahan jelas antara (maaf) farj dan sarj, qubul dan dubur.

Kita kembali ke tafsir At Tabari "DEPAG" Saudi Arabia ini, jika anda baca maka disana ada bagian yang khusus membahas kalimat وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ - “Waqaddimuu li’ anfusikum” = “Dan diciptakan untuk diri kamu” sebagai dalil tafsir "anal sex" ini.

“Waqaddimuu li’ anfusikum”

Alqawla fi ta'awil qawlahu ta'ala’ : { waqaddimuu li’ anfusikum } Akhtalafa Ahlul ta'awil fi ma'naa dhalika , faqala ba'da'hum : Ma'naa dhalika : Qaddima li' anfusikum al khar.


Terjemahan bahasa Indonesia

= “Dan diciptakan untuk diri kamu”

Karena pemahaman dari ayat yang telah di firmankan : { dan telah diciptakan untuk diri kamu } memiliki berbagai pemahaman (ta’wil) yang berbeda dari para ahli, pada dasarnya mereka mengatakan: “Arti kalimat ini bagi anda sekalian ” : adalah “wujud” yang diciptakan untuk anda agar menjadi lebih baik.


Mas Silancah, dengan berbagai dalil tersebut para penafsir ini pada akhirnya menyatakan pembolehan (maaf) anal sex dengan hukumnya adalah makruh, tidak dilarang untuk melakukannya tetapi sebaiknya dihindari, selama istri sebagai "wujud" yang diciptakan untuk suami ini setuju dan sama-sama merasa lebih baik.

Sebagai pembanding mengenai pembolehan (maaf) anal sex, anda dapat baca point 51 dan 52 dari site ini http://www.alulbayt.com/rulings/11.htm

Wassalam


Wa'alaika Bung Hillman,

Sebenarnya bukan berputar2 tetapi saya (dan didukung oleh Ibnu Katsir) memiliki pehamaman akan tafsir itu berbeda dengan anda. Saya tidak melihat tafsir At Tabari (yang notabene merupakan Tafsir yang digunakan oleh kaum Sunni) itu memiliki nada justifikasi untuk anal sex. Dan setelah saya baca penjelasan “Waqaddimuu li’ anfusikum” di atas pun sepertinya tidak menjustifikasi anal sex.

Kalau situs yang anda kutipkan tadi, sekali lagi saya lihat merupakan situs Syiah.
Sebagai orang yang tidak menganut madzhab Syiah, saya tidak akan berkomentar lebih jauh karena tidak punya ilmu mengenai itu.
Kalau Syiah mengizinkan sodomi, saya tetap beranggapan (berdasarkan tafsir Al Quran dan hadits2 yang melarang hal tersebut) bahwa pelakunya telah melanggar perintah Allah SWT.

Na'am, saya tidak ingin berpanjang2 lagi.
Akhirul kata, saya menghargai pendapat/pandangan/tafsir yang anda miliki. Tentu saja saya tidak setuju dengannya tetapi saya menghormati pendapat anda. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dan memberikan penerangan agar kita bisa melihat kebenaran yang haq dalam hal ini khususnya dan dalam hal2 lain pada umumnya.

Salam damai bung,
Semoga Allah SWT memberikan hidayahNya kepada anda dan saya, kepada kita semua.
Amin.
Last edited by silancah on Mon Sep 28, 2009 9:49 pm, edited 2 times in total.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby Yehuda » Mon Sep 28, 2009 9:42 pm

=D>

Wah tanggapan yang baik dari ente, hmmm...bagus sebagai contoh buat montje atau PP dalam berdiskusi...muter-muter masih wajar kok...

Peace...

:-"
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby davish » Tue Sep 29, 2009 1:30 am

akirnya kelar juga....
davish
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 16
Joined: Thu Sep 10, 2009 12:10 am

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby duren » Tue Sep 29, 2009 1:55 am

silancah wrote:Kalau situs yang anda kutipkan tadi, sekali lagi saya lihat merupakan situs Syiah.
Sebagai orang yang tidak menganut madzhab Syiah, saya tidak akan berkomentar lebih jauh karena tidak punya ilmu mengenai itu.
Kalau Syiah mengizinkan sodomi, saya tetap beranggapan (berdasarkan tafsir Al Quran dan hadits2 yang melarang hal tersebut) bahwa pelakunya telah melanggar perintah Allah SWT.

Jadi gimana ne, apa dah bolehkah kalimat berikut dianggap sebagai kesimpulan ?

Walau berbeda aliran dengan yg diyakini Silancah, tapi tidak diragukan lagi bahwa sebahagian aliran islam MEMANG mengizinkan anal sex
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11039
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby silancah » Tue Sep 29, 2009 7:35 am

duren wrote:Jadi gimana ne, apa dah bolehkah kalimat berikut dianggap sebagai kesimpulan ?

Walau berbeda aliran dengan yg diyakini Silancah, tapi tidak diragukan lagi bahwa sebahagian aliran islam MEMANG mengizinkan anal sex


Kepada saudara duren yth,

Kalau dilihat dari situs yang diberikan bung Hillman memang terlihat seakan2 kaum Syiah memperbolehkankan anal sex (walaupun hukumnya makruh).
Sekali lagi, saya tekankan, ini berdasarkan informasi yang kita dapatkan dari satu sisi (dari sebuah situs) ... tentunya akan lebih baik/idealnya bila kita bisa bertanya kepada sang pembuat fatwa sendiri mengenai dalil2 yang mendukung fatwanya tersebut. Wallahu a'lam.
Karena tidak dipungkiri fatwa seseorang belum tentu mengandung kebenaran ... banyak fatwa yang diucapkan seorang 'pemimpin agama' yang ternyata menyesatkan dan sudah banyak buktinya di permukaan bumi khususnya di Indonesia ini. Seperti ada aliran yang memperbolehkan sholat dengan membaca Al Fatihah yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, lalu saya dengar ada profesor dari UIN yang memperbolehkan hubungan sesama jenis. Naudzubillah min dzalik.

Dan yang perlu diingat, hal ini tidak hanya terjadi di agama Islam saja, di agama lain pun kita temukan kesesatan2 yang didukung oleh 'pemimpin agamanya' masing2, seperti direstui-nya pernikahan sesama jenis, beribadah menggunakan nyanyian dan musik rock (di mana hal ini ditabukan oleh aliran yang lain), de el el. (Contoh2 ini pun baru saya dengar dari satu pihak, belum saya cek ke pihak yang bersangkutan, jadi belum tentu benar 100% juga).

Intinya, bila kita temukan sebuah penyimpangan dari ajaran agama tertentu, janganlah kita menggeneralisasi bahwa ajaran itu menjadi sesuatu yang diyakini umatnya, bahwa ajaran itu merupakan ajaran yang paling benar dari agama tertentu.
Akan lebih baik bila kita check dan cross check berulang kali sebelum menyatakan hal tersebut karena yang kita takutkan bersama adalah hal itu akan menjadi fitnah yang tentunya sangat berbahaya bagi kehidupan umat beragama.

Salam,
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Tue Sep 29, 2009 9:57 am

Salam, mas Silancah.

Terima kasih atas tanggapan anda yang berharga untuk saya.
Pada garis besarnya, keberadaan saya disini adalah serupa dengan pemahaman anda terhadap potensi penyimpangan dalam setiap "agama", saya ingin umat tidak terjebak menjadi hakim atas umat lain karena merasa paling suci, hanya karena DIA lah yang paling suci tiada lain. Sayangnya agresivitas menyerang ajaran lain dengan kekerasan yang di justifikasi ayat-ayat Qur'an terakumulasi di ajaran Islam.

Saya banyak berdiskusi dengan umat Syiah, umat Sunni maupun umat Salafy (Wahabi) , yang saya tuliskan di bawah ini memang pemahaman dan dalil "makruh"nya (maaf) anal sex dalam praktek kehidupan umat Syiah dan Wahabi yang merupakan mayoritas umat di Mekkah, Saudi Arabia. Saya mengaris bawahi umat di Mekkah, yang pastinya lebih mengenal dan paham Al Quran tetapi membolehkan praktek ini.

Dan salah satu dalil mereka terutama adalah yang pernah saya tuliskan untuk mas dibawah ini:

HILLMAN wrote:http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispT ... tashkeel=0

Image

وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ

الْقَوْل فِي تَأْوِيل قَوْله تَعَالَى : { وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ } اخْتَلَفَ أَهْل التَّأْوِيل فِي مَعْنَى ذَلِكَ , فَقَالَ بَعْضهمْ : مَعْنَى ذَلِكَ : قَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ الْخَيْر


“Waqaddimuu li’ anfusikum”

Alqawla fi ta'awil qawlahu ta'ala’ : { waqaddimuu li’ anfusikum } Akhtalafa Ahlul ta'awil fi ma'naa dhalika , faqala ba'da'hum : Ma'naa dhalika : Qaddima li' anfusikum al khar.


Terjemahan bahasa Indonesia

= “Dan diciptakan untuk diri kamu”

Karena pemahaman dari ayat yang telah di firmankan : { dan telah diciptakan untuk diri kamu } memiliki berbagai pemahaman (ta’wil) yang berbeda dari para ahli, pada dasarnya mereka mengatakan: “Arti kalimat ini bagi anda sekalian ” : adalah “wujud” yang diciptakan untuk anda agar menjadi lebih baik.

Makna itu seiring dengan ta’wil Surah Ar-Ruum ayat 21 mengenai penciptaan "wujud" wanita untuk pria agar kehidupannya menjadi lebih baik.

Image

- wamin aayaatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilayhaa waja'ala baynakum mawaddatan warahmatan inna fii dzaalika laaayaatin liqawmin yatafakkaruuna

= Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


Berbagai dalil tersebut para penafsir ini pada akhirnya menyatakan pembolehan (maaf) anal sex dengan hukumnya adalah makruh, tidak dilarang untuk melakukannya tetapi sebaiknya dihindari, selama istri sebagai "wujud" yang diciptakan untuk suami ini setuju dan sama-sama merasa lebih baik.



InsyaAllah apa yang kita tuliskan untuk diri masing-masing membawa manfaat dan menjauhkan mudarat.

Wassalam
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby gaston31 » Fri Oct 02, 2009 5:32 am

krn sumber hadits awal udh ditolak oleh bung hillman krn 'diragukan' lbh baik pake hadits lain
Hadits lain juga melarang perbuatan (anal) ini,
“(Sungguh) terlaknat orang yang menggauli isteri lewat duburnya.”( Hadits riwayat Ahmad, 2/479; dalam Shahihul Jami’, hadits no. 5865.)
Diriwayatkan dari Khuzaimah bin Tsabit r.a, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak malu dalam menerangkan kebenaran, janganlah kalian menyetubuhi wanita pada duburnya," (Shahih, HR Ibnu Majah [1924] dan Ibnu Hibban [4198]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa menggauli isteri (yang sedang) haid atau menggauli di duburnya atau mendatangi dukun maka ia telah kufur (mengingkari) dengan apa yang diturunkan pada Muhammad.”( Hadits riwayat At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah, 1/243; dalam Shahihul Jami’, hadits no. 5918.)
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Fri Oct 02, 2009 1:22 pm

Mas Gaston, hadits-hadits yang anda berikan diatas sudah saya berikan sedikit tanggapan pada tanggal posted Sun Sep 27, 2009 11:30 am, tetapi terpindahkan karena OOT ke thread Hokage_3 membela islam.

Saat ini saya quote kembali untuk anda.

HILLMAN wrote:Sun Sep 27, 2009 11:30 am
Dan sebenarnya tanpa debat panjangpun, jika anda memang berniat untuk tahu, tafsir Al Quran Surah Al Baqarah ayat 223 dari website DEPAG nya Kerajaan Arab Saudi pun sudah dengan jelas meng-HALAL-kan QUBUL dan DUBUR, seperti yang saya terjemahkan di atas.


gaston31 wrote:knp anda merujuk ke depag, knp merujuk ke Tabari? Apakah anda tidak tahu, Jika Rasul sendiri meLARANG dubur??
atau anda juga ragu dgn text hadits berikut?

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir r.a, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat laki-laki yang menyetubuhi wanita pada dubur mereka," (Shahih ligharihi, HR Ibnu Adi dalam al-Kamil [1466] dan Ahmad [II/444]).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Allah tidak akan melihat pada laki-laki yang menyetubuhi wanita pada duburnya," (Hasan, HR at-Tirmidzi [1165] dan Ibnu Hibban [4203]).


HILLMAN wrote:Sun Sep 27, 2009 11:30 am

Saya merujuk sumber utama yaitu Al Quran dan penafsir yang dirujuk sumber utamanya juga yaitu Saudi Arabia tempat kiblat Islam berada, serta dari Departemen yang mengurusi agama Islam. Sangat sahih bukan?

http://quran.al-islam.com
http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispT ... tashkeel=0

Btw, anda tidak mengutip seluruh pendapat dari sumber anda sendiri:

http://alislamu.com/index.php?Itemid=67 ... &task=view

Disana ada tertulis pada point 3:

3. Sebagian ahli ilmu seperti al-Qaasimi dalam tafsirnya Mahasinut Takwil (III/572), berpendapat bahwa hadits-hadits larangan menyetubuhi wanita pada duburnya adalah lemah.

HILLMAN wrote:Sun Sep 27, 2009 11:30 am

Kalimat itu berarti ada pendapat dari ahli ilmu dalam Islam yang menyatakan SODOMI HALAL, meski tentunya pasti ada yang menolaknya.

Salam


Saya tambahkan screenshoot situs tersebut.
http://alislamu.com/index.php?Itemid=67 ... &task=view
Image

Dan saya membuat kesimpulan (maaf) makruhnya anal sex ini dengan dalil utama adalah Al Quran dan tafsir resmi DEPAG Saudi Arabia, yang sudah saya berikan faktanya di post sebelum ini.
Wassalam
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby stressguy » Fri Oct 02, 2009 2:18 pm

Klo q pribadi: pastinya islam sangat menghalalkan sodomi.
buktinya noordeeeen aja dah bolong bool nya krn disodomi
pdhl kan noordeen paham bgt koran
stressguy
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 30
Joined: Thu Aug 27, 2009 3:31 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby gaston31 » Sat Oct 03, 2009 6:47 am

Bung Hilman kok ga diteruskan membacanya..
"Namun pendapat ini tertolak..bla..bla..bla..."
hadits tsb sdh jelas keshahihannya..
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby Akukomkamu » Sat Oct 03, 2009 6:54 am

Apa mungkin begini , kalo pada wanita haram hukumnya klo menyetubuhi pada duburnya krn punya lubang yg semestinya tapi klo pada laki2 halal hukumnya menyetubuhi lewat dubur sebab laki2 lubangnya cuman di dubur aja....hahahaha.... :lol:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Sat Oct 03, 2009 9:39 am

gaston31 wrote:Bung Hilman kok ga diteruskan membacanya..
"Namun pendapat ini tertolak..bla..bla..bla..."
hadits tsb sdh jelas keshahihannya..


Mas Gaston, saya telah tuliskan diatas :

HILLMAN wrote:Sun Sep 27, 2009 11:30 am

Kalimat itu berarti ada pendapat dari ahli ilmu dalam Islam yang menyatakan SODOMI HALAL, meski tentunya pasti ada yang menolaknya.

Salam


Ada yang menolaknya, tetapi pasti ada juga yang menyetujuinya, benar bukan? Tetapi yang menolak belum tentu mutlak benar karena ada juga fakta bahwa karya beliau mengenai tafsir ayat "anal sex" ini dinyatakan bebas dari khurafat dapat saya berikan di bawah ini. Btw. tentunya anda tahu makna bebas khurafat.

Untuk informasi bagi yang belum mengetahuinya, khurafat adalah suatu keyakinan yang dihasilkan dari rekaan, khayalan, atau rekayasa orang yang mengaitkan kejadian satu dengan yang lain tanpa dasar ilmiah dan syariah.

ImageImage

Ingat mas, Al Qasimi ini bukan menafsirkan hadits, tetapi beliau menafsirkan Qur'an dalam kitabnya tersebut.
Fakta pula tafsir Qur'an at Tabari yang di pergunakan sebagai tafsir resmi Saudi Arabia membolehkan praktek (maaf) anal sex ini bagi warganya.

Salam bagi orang yang berpikir.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby gaston31 » Sat Oct 03, 2009 11:57 pm

gak masalah jika Al Qasimi menafsirkan ayat Quran langsung. yg jadi pertanyaan dgn cara apa?
bukankah tafsir Quran 'terbenar' adalah yg dilakukan nabi alias hadits?
Al Qasimi menyatakan hadits tsb lemah. jd dia menafsir tanpa hadits.tanpa melihat bbrp larangan nabi soal anal.

bdw, apakah Al Qasimi menghalalkan anal?
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby HILLMAN » Sun Oct 04, 2009 7:07 pm

Mas Gaston, mengenai metode penafsiran beliau, sungguh saya tidak mempelajarinya sejauh itu.

Benar sekali tafsir bi al matsur, sunnah yang dicatat adalah yang paling mendekati kebenaran. Tetapi andapun pasti mengetahui bahwa tafsir b al matsur inipun banyak yang merupakan "isapan jempol" dari para perawi, contohnya hadits mengenai "shalat Raghaa’ib" dan banyak hadits lain yang menggunakan sabda nabi muhammad saw, walau sesungguhnya palsu.

Sejauh pengetahuan saya Imam Al Qasimi menyatakan "lemahnya hadits pelarangan", dan didukung oleh banyak literatur "bebas khurafat"nya karya beliau mahasinul takwil.

Sebab itu, saya membawakan sebuah fakta yang sama-sama dapat kita periksa, karena kemudahan sumber dan ke-valid-annya, yaitu sumber dibawah ini:

HILLMAN wrote:Sun Sep 27, 2009 11:30 am
[b]
Saya merujuk sumber utama yaitu Al Quran dan penafsir yang dirujuk sumber utamanya juga yaitu Saudi Arabia tempat kiblat Islam berada, serta dari Departemen yang mengurusi agama Islam. Sangat sahih bukan?

http://quran.al-islam.com
http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispT ... tashkeel=0


Dipersilahkan untuk sama-sama kita periksa kebenarannya.

Wassalam.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby intanberlian » Sun Oct 04, 2009 7:11 pm

Akukomkamu wrote:Apa mungkin begini , kalo pada wanita haram hukumnya klo menyetubuhi pada duburnya krn punya lubang yg semestinya tapi klo pada laki2 halal hukumnya menyetubuhi lewat dubur sebab laki2 lubangnya cuman di dubur aja....hahahaha.... :lol:


Hiiiii...jijik ,akukomkamu kok mikir begitu ya? itu namanya negativ thinking jangan begitu tidak baik , lebih baik anda baca aja diskusi ini buat wacana bila jelek jangan diikutin. [-X
intanberlian
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 133
Joined: Mon Sep 21, 2009 7:50 am

Re: Sodomi (Anal Sex) dalam Islam

Postby walet » Sun Oct 04, 2009 8:15 pm

intanberlian wrote:Hiiiii...jijik ,akukomkamu kok mikir begitu ya? itu namanya negativ thinking jangan begitu tidak baik , lebih baik anda baca aja diskusi ini buat wacana bila jelek jangan diikutin. [-X


Kamu bijaksana yah, bagus kalau banyak orang FFI kaya kamu. Kalau bisa kamu sering2 disini kasih wejangan yah. Kalau ada yang nakal ditegur.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users