. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

siapa sebenarnya penulis al qur'an?

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Re: siapa sebenarnya penulis al qur'an?

Postby putri_jajang » Thu Jul 15, 2010 3:44 pm

turbulens wrote:Kepada seluruh "pencari" penulis Al-Qur'an. Saya akan beberkan SEJARAHNYA :-)

Assalamu'alaikum Wr. Wb ,
SEJARAH PENULISAN AL QUR'AN

Pertama: Penulisan Al Qur'an di masa Rasulullah saw.

Atas perintah Nabi saw., Al Qur'an ditulis oleh penulis-penulis
wahyu di atas pelepah kurma, kulit binatang, tulang dan batu.
Semuanya ditulis teratur seperti yang Allah wahyukan dan belum
terhimpun dalam satu mushaf. Di samping itu ada beberapa sahabat
yang menulis sendiri beberapa juz dan surat yang mereka hafal
dari Rasulullah saw.

Kedua: Penulisan Al Qur'an di masa Abu Bakar As Shiddiq.

Atas anjuran Umar ra., Abu Bakar ra. memerintahkan kepada Zaid
bin Tsabit untuk mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an dari para
penulis wahyu menjadi satu mushaf.

Ketiga: Penulisan Al Qur'an di masa Usman bin 'Affan.

Untuk pertama kali Al Qur'an ditulis dalam satu mushaf. Penulisan
ini disesuaikan dengan tulisan aslinya yang terdapat pada Hafshah
bt. Umar. (hasil usaha pengumpulan di masa Abu Bakar ra.).
Dalam penulisan ini sangat diperhatikan sekali perbedaan
bacaan (untuk menghindari perselisihan di antara ummat).
Usman ra. memberikan tanggung jawab penulisan ini kepada Zaid
Bin Tsabit, Abdullah Bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan Abdur-Rahman
bin Al Haris bin Hisyam.
Mushaf tersebut ditulis tanpa titik dan baris.
Hasil penulisan tersebut satu disimpan Usman ra. dan sisanya
disebar ke berbagai penjuru negara Islam.

Keempat: Pemberian titik dan baris, terdiri dari tiga pase;

Pertama: Mu'awiyah bin Abi Sofyan menugaskan Abul Asad Ad-dualy
untuk meletakkan tanda bacaan (i'rab) pada tiap kalimat
dalam bentuk titik untuk menghindari kesalahan dalm membaca.


Kedua: Abdul Malik bin Marwan menugaskan Al Hajjaj bin Yusuf
untuk memberikan titik sebagai pembeda antara satu
huruf dengan lainnya (Baa'; dengan satu titik di bawah,
Ta; dengan dua titik di atas, Tsa; dengan tiga titik di
atas). Pada masa itu Al Hajjaj minta bantuan kepada Nashr
bin 'Ashim dan Hay bin Ya'mar.

Ketiga: Peletakan baris atau tanda baca (i'rab) seperti: Dhammah,
Fathah, Kasrah dan Sukun, mengikuti cara pemberian baris
yang telah dilakukan oleh Khalil bin Ahmad Al Farahidy.



Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Saya kira sudah cuku rinci bukan? Tolong berika pertanyaan yang membangun, atau mengada-ada. Saya tahu maksud kalian, dan saya tahu kedok pertanyaan kalian. Tolong, kalau memang ingin mengetahui, atau berdiskusi mengenai Islam,atau agama lain, silahkan. Namun jangan hina, atau jelek2an agama APA PUN. Itu hanya akan menunjukkan derajat moral kalian yang sesungguhnya. Terima kasih :yawinkle:

jadi sapa yang nulis ?????????
bukan allah swt ya ????
yang ente tulis itu para penyusunnya #-o
User avatar
putri_jajang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 821
Joined: Sun Apr 19, 2009 8:22 pm
Location: Dirumah Pa' Jajang.di rumah istri yg ke 4,putri ke dua dari anak yg.......hilang

Re: siapa sebenarnya penulis al qur'an?

Postby abuazizah » Thu Jul 22, 2010 10:45 pm

tongtong wrote:saya sengaja buka diskusi ini, karena mohammad dinyatakan buta huruf, tentu bukan mohammad yang menulis al qur'an.

jadi sebenarnya siapa sih penulis al qur'an?

ada yang bisa jawab ga?


Al-Qur'an itu diturunkan dalam bentuk lisan ke lisan Muhammad kemudian dihafal oleh Muahmmad sendiri dan para shahabatnya. Awalnya pada zaman nabi Al-Quran tidak ditulis melainkan dihafal. Dan setiap waktu-waktu tertentu Al-Qur'an dalam lisan nabi di cek oleh jibril dan dalam lisan shahabat di cek oleh nabi sendiri. Karena mereka berbahsa arab, maka tidak ada masalah dalam hal hafalan.

Dan karena semua shahabat hafal dan faham ayat per ayat, maka tidak mungkin ada yg hafalannya salah.

Pada zaman shahabat sepeninggalan nabi, banyak diantara para penghafal tersebut sudah meninggal, maka digagaslah untuk menuliskan hafalan tersebut dalam bentuk teks. dengan cara mengunpulkan semua penghafal Al-Qur'an yg dekat kehidupannya dengan rasul.

Sejak itulah Al-Quran di tulis. Dan para penghafal trus menghafal Al-Qur'an hingga akhir hayatnya. itulah mengapa tidak akan pernah ditemui perbedaan 1 saja hurup dalam Al-Qur'an diseluruh dunia. Karena memang Al-Qur'an itu dihafal. Dan para penghafal itu jumlahnya tidak sedikit.

Kalau ada teman-teman yg bisa menunjukan satu saja kitab yg bisa dihafal seluruh isinya oleh penganutnya, mohon berutahu saya. Dan kalau pun ada, maka penghafal di Afrika akan berbeda dengan penghafal di Indonesia.

KECUALI AL-QUR'AN

Semoga bisa membantu.
abuazizah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 46
Joined: Fri May 02, 2008 12:18 pm
Location: Indonesia

Re: siapa sebenarnya penulis al qur'an?

Postby iamthewarlord » Mon Aug 16, 2010 1:33 am

abuazizah wrote:
Al-Qur'an itu diturunkan dalam bentuk lisan ke lisan Muhammad kemudian dihafal oleh Muahmmad sendiri dan para shahabatnya. Awalnya pada zaman nabi Al-Quran tidak ditulis melainkan dihafal. Dan setiap waktu-waktu tertentu Al-Qur'an dalam lisan nabi di cek oleh jibril dan dalam lisan shahabat di cek oleh nabi sendiri. Karena mereka berbahsa arab, maka tidak ada masalah dalam hal hafalan.

Dan karena semua shahabat hafal dan faham ayat per ayat, maka tidak mungkin ada yg hafalannya salah.

Pada zaman shahabat sepeninggalan nabi, banyak diantara para penghafal tersebut sudah meninggal, maka digagaslah untuk menuliskan hafalan tersebut dalam bentuk teks. dengan cara mengunpulkan semua penghafal Al-Qur'an yg dekat kehidupannya dengan rasul.

Sejak itulah Al-Quran di tulis. Dan para penghafal trus menghafal Al-Qur'an hingga akhir hayatnya. itulah mengapa tidak akan pernah ditemui perbedaan 1 saja hurup dalam Al-Qur'an diseluruh dunia. Karena memang Al-Qur'an itu dihafal. Dan para penghafal itu jumlahnya tidak sedikit.

Kalau ada teman-teman yg bisa menunjukan satu saja kitab yg bisa dihafal seluruh isinya oleh penganutnya, mohon berutahu saya. Dan kalau pun ada, maka penghafal di Afrika akan berbeda dengan penghafal di Indonesia.

KECUALI AL-QUR'AN

Semoga bisa membantu.


Berarti anda sangat yakin Al-Quran tidak berubah dan tidak ada yg lebih maupun yang kurang dari sejak jaman Muhammad ya?
Pertanyaan sederhana dan simple dahulu, sebelum kita berlanjut dengan sejarah.

Ada berapa versi Qur'an menurut anda?
Dimana ayat Rajam?

Itu dahulu, mohon dijawab.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: siapa sebenarnya penulis al qur'an?

Postby iamthewarlord » Mon Aug 16, 2010 2:10 am

ini say akasih bahan bacaan sejarahnya Al-Quran ya, yang bahkan tidak pernah anda dapatkan dari ustad atau guru2 agama anda.

1. KLAIM HEBAT MUSLIM

Muslim senantiasa menyatakan bahwa :
• Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang diterima oleh nabi SAW.
• Telah dihafalkan dengan sempurna oleh sangat banyak sahabat-sahabat nabi SAW.
• Tidak pernah ada kesalahan dalam penulisannya
• sangat cermat dalam penyusunannya

Apakah klaim tersebut benar? Ataukah hanya perwujutan keimanan yang membuta saja?

Uniknya jika dibaca dari tulisan-tulisan ulama-ulama kuno, justru hal yang sebaliknya yang terjadi yaitu :
• banyak bagian qur’an yang telah hilang
• banyak sahabat yang terlupakan ayat-ayat quran


2. QUR’AN SAAT MUHAMMAD MENINGGAL
2.1. QUR’AN BELUM DIKUMPULKAN.

Laporan sumber-sumer tradisi Islam tentang pengumpulan qur’an menyatakan bahwa qur’an belum dikumpulkan dalam satu mushaf hingga setelah nabi SAW meninggal ditahun 11 H / 632 M.

Sumber :
• Ibn Sa'd, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 3 p 211, 281
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
• Ibn Babawayh, Kamal ad Din, p 31-32
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 147-8
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 262
• Ibn al Hadid, Sharah of Nahj al Balagha. vol 1 p 27
• Ibn Juzayy, al Tashil li ulum al tanzil, vol 1 p 4
• Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
• Ibrahim al Harbi, Gharib al hadith, vol 1 p 270

Dikutip dari :
Fath al Bari 13th vol
Ahmad b. Ali b. Muhammad al 'Asqalani, ibn Hajar
Cairo 1939, vol. 9, p.9
[Zaid b. Thabit berkata:] "Nabi wafat dan Qur’an belum dikumpulkan dalam satu tempat "


2.2. QUR’AN SUDAH DIKUMPULKAN

Namun laporan ini ternyata berseberangan dengan beberapa laporan yang mengindikasikan bahwa nabi SAW telah mengumpulkan satu quran selama hidupnya. Kemungkinan terbesar adalah saat tahun-tahun awalnya di Madina.

Sumber :
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 237-38, 256, 258
• Suyuti, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 212-13, 216

Bahkan disebutkan nabi SAW sendiri yang memberitahukan tempat penyimpanan qur’an kepada Ali.
Dikutip dari :
Az-Sanjani, Tarikh, p 66
Diriwayatkan bahwa nabi SAW pernah berkata kepada Ali : “Hai Ali, al-Qur’an ada dibelakang tempat tidurku, (tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas. Ambil dan kumpulkanlah. ……… Ali menuju ketempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning

Jika Al-Qur’an yang dikumpulkan sendiri oleh nabi SAW ini memang ada, tampaknya sudah ikut dimusnahkan oleh Usman karena tidak ada catatan ulama kuno mengenai keberadaan Qur’an kumpulan dari nabi SAW ini. Kalau ini yang terjadi sungguh sangat berani Usman.


3. PENCATATAN AL-QUR’AN

Dikisahkan pencatat-pencatat wahyu biasa mencatat dengan cepat ayat-ayat segera setelah nabi SAW menerima wahyu dan mendiktekannya. Yang lain biasa menghafalkannya, dan ada juga yang mencatat di bahan-bahan yang seadanya yang tersedia. Pakar-pakar yang mendukung pandangan bahwa qur’an belum dikumpulkan beralasan karena saat itu nabi SAW masih hidup sehingga selalu ada kemungkinan ayat-ayat tambahan, ayat-ayat yang dihapuskan, penempatan ayat-ayat yang dirubah.

Alasan ini terasa sangat janggal. Al-Qur’an diturunkan dalam unit-unit wahyu yang jumlahnya hanya beberapa ayat setiap turun (ada yang berpendapat setiap turun 5 ayat, 10 ayat dll) dan isinya tentang satu permasalahan tertentu, sehingga :

• Kalau ada penambahan ayat tidaklah mungkin akan ditambahkan diantara satu unit wahyu karena itu akan sangat mengacak kontinuitas pesan dalam 1 unit wahyu tersebut.
• Kalau toh ada ayat yang dibatalkan / dihapuskan tidaklah mungkin akan menghapus misalkan 2 ayat saja dari 1 unit wahyu / pesan yang terdiri dari misalkan 5 ayat karena akan sangat merusak pesan yang akan disampaikan. Namun kalau toh ini terjadi, sebetulnya juga tidak ada masalah karena nabi SAW cukup menyuruh mencoret saja ayat –ayat yang dihapuskan tersebut.
• Kalau toh ada ayat yang dipindah tempat tidaklah mungkin memindah 1 atau 2 ayat saja dari 1 unit wahyu yang berisi pesan tertentu. Tidak masuk akal jika orang membaca 1 kesatuan ayat yang misalkan terdiri dari 5 ayat harus melompat sana melompat sini.

Lagipula penulisan Qur’an kan tidak langsung dijilid rapi seperti buku melainkan 1 unit wahyu ditulis dalam gulungan sendiri-sendiri sehingga jika terjadi revisi dapat dilakukan :
• Jika ada penambahan ayat-ayat, cukup dituliskan dalam gulungan terpisah dan kemudian disisipkan diantara gulungan yang ada ditempat yang ditentukan oleh Allah SWT
• Jika ada 1 unit wahyu ayat yang dibatalkan cukup diambil saja 1 gulungan unit wahyu tersebut dan dimusnahkan
• Jika ada ayat-ayat tertentu saja dalam 1 unit wahyu dibatalkan cukup dicoret saja ayat-ayat yang dibatalkan tersebut, Gulungan tetap diposisikan ditempat semula
• Jika ada 1 unit wahyu yang dipindah tempat tinggal pindahkan saja gulungan yang berisi unit wahyu tersebut ke tempat barunya.

Jadi, sebetulnya Al-Qur'an bisa dibukukan pada saat nabi SAW hidup!

Semua tulisan-tulisan yang ada belum dapat dikatakan mushaf yang lengkap. Banyak orang yang telah menghafalkan sebagian besar qur’an, yang mereka ulang-ulang saat berdoa dan mereka diktekan kepada sahabat-sahabat mereka. Selama nabi masih hidup, tidak diperlukan keberadaan satu kitab.

Sumber :
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 154
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 262
• Suyutim Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
• Ahmad al Naraqi, Manahij al ahkam, p 152


4. PENGUMPULAN PERTAMA
4.1 ALASAN PENGUMPULAN

Namun keadaan ini berubah setelah nabi SAW meninggal ditambah dengan kejadian-kejadian yang menimpa muslim saat itu. Kisah yang terekam dalam laporan adalah sbb :
Dua tahun setelah nabi SAW meninggal, muslim terlibat dalam pertempuran berdarah di Yamama. Banyak penghafal qur’an yang meninggal.

Sumber :
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 15, menyatakan kebanyakan penghafal qur’an meninggal selama peperangan. Keseluruhan, sekitar 360 muslim meninggal diantaranya adalah sahabat-sahabat nabi SAW yang terdekat
• Tabari, Tarikh, vol 3 p 296
• Ibn al Jazari, al Nashr, p 7, melaporkan yang tewas adalah 500 orang.
• Ibn Kathir, Tafsir al Quran, vol 7 p 439
• Qurtubi, al Jami li Ahkam al Quran, vol 1 p 50
• Abd al Qahir al Baghdadi, Usul al Din p 283, menyebutkan yang tewas adalah 1200 orang.

Dikutip dari :
Muqadimah Al-Qur’an
Halaman 23

Diantara peperangan-peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut dalam peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat dan para penghafal Al-Qur’an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur’an. Bahkan sebelum itu gugur pula hampir sebanyak itu dari penghafal Al-Qur’an di masa nabi pada suatu pertempuran di sumur Ma’unah dekat kota Madinah

Ada beberapa hal yang menarik untuk diperdebatkan :
• Dalam beberapa laporan, disebutkan jumlah penghafal al-Qur’an yang tewas mencapai 500 orang dari keseluruhan korban tewas 1200 orang. Namun jika diteliti dari daftar nama 1200 muslim orang yang meninggal dalam perang ini, ternyata hanya 2 orang yang bisa dikatakan memiliki pengetahuan yang memadai akan al-Qur’an, yaitu Salim ibn Maqil dan Abdullah ibn Hafsh ibn Ganim
• Perang Yamama terjadi di Asia Tengah dan dilakukan oleh kaum muslim yang baru memeluk Islam, apakah mereka dapat telah menghafalkan al-qur’an sedemikian banyak sehingga dikuatirkan sebagian al-qur’an akan lenyap?

Dalam beberapa laporan disebutkan seolah-olah puluhan / ratusan orang telah hafal qur’an dengan lengkap dan sempurna.

Dikutip dari :
Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy
Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2000, halaman70

Kata Ibnu Atsir Al Jazary dlam kitab an Nasyr : Sahabat yang menghafal al Qur’an di masa nabi masih banyak yang hidup. Mereka tidak perlu menulis al Qur’an karena mereka sangat baik hafalannya.
Diantara sahabat yang hafal al Qur’an seluruhnya adalah :
Dari golongan muhajirin :
(1) Abu Bakar, (2) Umar, (3) Usman, (4) Ali bin Abi Thalib, (5) Thalhah, (6) Sa’ad, (7) Hudzaifah, ( Salim (meninggal di Yamama), (9) Abu Huraira, (10) Ibn Masud, (11) Abdullah ibn Umar, (12) Abdullah ibn Abbas, (13) Amar ibn Ash, (14) Abdullah ibn Amar ibn Ash, (15) Muawiyah, (16) Ibnu Zubair, (17) Aisha, (1 Hafsa, (19) Ummu Salamah

Dari golongan Anshar :
(20) Ubay bin Ka’b, (21) Muadz bin Jabal, (22) Zaid bin Tsabit, (23) Abu Darda, (24) Abu Zaid, (25) Haritsah, (26) Anas ibn Malik.

Selain itu terdapat pula beberapa shahaby, yaitu :
(27) Ubadah ibn Shamit, (2 Fudalah bin Ubaid, (29) Maslamah bin Khalid, (30) Qais Abu Shashah, (31) Tamim Ad Dhary, (32) Uqbah bin Amir, (33) Salamah bin Makhlad, (34) Abu Musa al Asyhari

Jadi dari 34 nama yang dituliskan oleh Atsir bin Jazary, hanya 1 yang meninggal yaitu Salim. Jadi toh sebetulnya masih ada 33 orang yang diklaim hafal seluruh al-Qur’an. Kenapa khalifah Abu Bakar, atau Umar harus merasa khawatir hilangnya al-Qur’an jika mereka berdua saja dan 31 orang lainnya masih hafal seluruh al Qur’an?

Atau memang laporan bahwa begitu banyak orang yang hafal quran adalah satu hal yang dilebih-lebihkan?

Jika perang Yamamah terjadi sekitar tahun 11/12 H, berikut diinformasikan tahun meninggal beberapa sahabat yang diklaim hafal seluruh Al-Qur’an.
1. Abu Bakar : 13 H
2. Umar bin Khattab : 23 H
3. Usman bin Affan : 35 H
4. Ali bin abi Thalib : 40 H
5. Muawiyah : 60 H
6. Abdullah bin Umar (putra Umar) : masih hidup saat pembunuhan Usman (35 H)
7. Thalhah : meninggal dalam perang Jamal (36 H)
8. Zubair : meninggal dalam perang Jamal (36 H)
9. Hudzaifah : masih hidup saat penaklukan Irak (14 H)
10. Abu Huraira : meninggal 59 H
11. Ibn Mas’ud : meninggal 33 H
12. Ubay bin Kaab : meninggal 19 H / 22 H
13. Abdullah ibn Abbas : meninggal 68 H
14. Abu Musa : meninggal 42 H

Sumber :
1 – 5 : Sejarah Islam, Ahmad Al-Usairy
6 - 9 : Sejarah Islam, Rasul Ja’farian, 324, 325, 133
10 : Dictionary of Islam, Thomas P Hughes
11 – 14 : Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an, Taufik Adnan Amal, 169, 161, 182, 180

Terlihat bahwa begitu banyak “penghafal Al-Qur’an” yang masih hidup bertahun-tahun setelah perang Yamamah. Jadi alasan pengumpulan pertama sungguh patut diragukan keabsahannya dan kebenaran apakah memang ada pengumpulan pertama tersebut.


3.2. BERAGAM VERSI PENGUMPULAN

Tentang siapa yang mempunyai ide pengumpulan pertama ini dan pelaksananya juga ada beberapa laporan yang berbeda-beda.

1). Versi Pertama :
Ide pengumpulan berasal dari Umar
Versi ini yang paling umum diterima dimana menyebutkan bahwa ide pengumpulan adalah berasal dari Umar yang dia sampaikan kepada Abu Bakar.

Dikutip dari :
Bukhari, Volume 006, Buku 061, Hadis nomor 509
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Abu Bakar memberitahukan kepadaku tentang orang yang gugur dalam pertempuran Yamamah, sementara Umar berada disisinya. Abu Bakar berkata : “Umar telah datang kepadaku menceritakan bahwa peperangan Yamamah telah mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al-Qur’an, dan Umar khawatir akan berguguran pula para penghafal lainnya dalam peperangan-peperangan lain sehingga mungkin banyak bagian Al-Qur’an akan hilang. Umar minta agar aku memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Lalu aku katakan kepada Umar : Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah

2). Versi Kedua
Ide berasal dari Abu Bakar.
Khawatir jika sebagian besar qur’an lenyap bersamaan dengan meninggalnya penghafal, Abu Bakar, khalifah pertama memerintahkan pengumpulan qur’an. Sahabat-sahabat nabi dan penghafal qur’an diminta untuk datang dan menginformasikan apa yang mereka ketahui baik bahan tertulis maupun hafalan. Abu Bakar memerintahkan Umar bin Khattab dan Zaid bin Tsabit untuk duduk dimuka pintu masuk masjid di Medina dan menuliskan setiap ayat atau bagian qur’an dimana setidaknya dikuatkan oleh kesaksikan 2 orang. Dalam satu kasus khusus, kesaksian 1 orang dianggap cukup yaitu dalam kasus 2 ayat terakhir dari surah 9 dimana hanya ditemukan pada Abu Khuzaima.

Sumber :
• Bukhari, Sahih, vol 3 p 392-93
• Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 346-47
• Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abi Bakr al Siddiq, p 97-99, 102-4
• Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 6-7, 9, 20
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 27
• al Khatib al Baghdadi, Mudih awham al jam wa l tafrig, vol 1 p 276
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 149-50

3) Versi Ketiga :
Pengumpulan dilakukan oleh Ali
Ada juga banyak laporan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Ali bersumpah untuk tidak keluar dari rumah hingga berhasil mengumpulkan seluruh qur’an dalam satu mushaf. Ali bahkan tidak hadir saat pelantikan Abu Bakar sebagai khalifah pengganti kepemimpinan nabi SAW.

Ikrima melaporkan bahwa Ali bin Abi Thalib tinggal di rumahnya hingga setelah selesai pelantikan Abu Bakar. Dikabarkan bahwa Ali tidak senang dengan terpilihnya Abu Bakar. Maka Abu Bakar kemudian menemui Ali dan berkata, “Apakah engkau tidak senang dengan pelantikanku?” Ali menjawab, Tidak, demi Tuhan!” Abu Bakar bertanya kembali, “Kalau begitu apa yang menyebabkan engkau tidak hadir dalam pelantikanku?” Ali menjawab, “Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.” Abu Bakar berkata, “Itu adalah hal yang sangat mulia.”

Sumber :
• Ibn Sa’d, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 2 p 338
• Ibn Abi Shayba, vol 6 p 148
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
• Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 10
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
• Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219-20
• Abu Buaym, vol 1 p 67
• Ibn Abd al Barr, al Istiab, p 333-34
• Ibn Juzay, vol 1 p 4
• Ibn Abi al Hadid, vol 1 p 27
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204, 248
• Kulayni, al Kafi, vol 8 p 18

Setelah berhasil menyusun mushafnya, Ali menunjukkannya kepada sahabat-sahabat nabi, namun mereka menolaknya sehingga Ali harus membawanya pulang kembali.
Sumber :
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 72, 108
• Basair al Darajat, p 193
• Kulayni, al Kafi, vol 2 p 633
• Abu Mansur al Tabrisi, vol 1 p 107, 255-28
• Ibn Shahrashub, Manaqib Al Abi Talib, vol 2 p 42
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135-6

Variasi cerita beragam, berikut diberikan lagi dari sumber syiah.
Dikutip dari :
Syi'ah dan Al Qur'an
Dr. Ihsan Ilahi Zhahier
http://media.isnet.org/islam/Etc/SQ1.html

Dalam riwayat yang dikemukakannya itu seorang ahli hadist Syi'ah mengatakan, bahwa menurut riwayat dari Abu Dzar Al-Ghifariy, ketika Rasul Allah s.a.w. wafat, Ali (bin Abi Thalib) mengumpulkan ayat-ayat suci Al-Qur'an kemudian diberikan kepada kaum Muhajirin dan Anshar, sebagaimana yang telah diwasiatkan kepadanya oleh Rasul Allah s.a.w. Ketika Al Qur'an yang dihimpun oleh Ali itu dibuka oleh Abu Bakar, pada halaman pertama ia menemukan ayat-ayat yang mengungkapkan keburukan golongannya. Melihat hal itu Umar naik pitam lalu berkata kepada Ali, "Hai Ali, ambillah Qur'an itu, kami tidak membutuhkannya!" Himpunan ayat-ayat itu lalu diambil kembali oleh Ali, kemudian ia pergi. Umar memanggil Zaid bin Tsabit, seorang penghafal Al-Qur'an. Kepadanya Umar berkata, "Ali datang kepadaku membawa Al Qur'an, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang menjelek-jelekkan kaum Muhajirin dan Anshar. Kami berpendapat lebih baik kita menghimpun Al Qur'an dan menghilangkan ayat-ayat yang menjelek-jelekan kaum Muhajirin dan Anshar." Beberapa hari kemudian Zaid datang membawa Al-Qur'an yang dikarang atas permintaan Umar. Ia berkata kepada Umar, "Jika kita telah selesai membuat Al Qur'an yang anda minta, kemudian Ali memperlihatkan Al Qur'an yang dihimpunnya sendiri, apakah semua yang telah anda kerjakan itu tidak akan sia-sia?" Umar berkata, "Lantas bagaimanakah cara untuk mengatasinya?" Zaid menjawab, "Tidak ada jalan lain kecuali kita harus membunuhnya agar kita dapat beristirahat dari gangguannya!". Umar lalu merencanakan pembunuhan Ali dengan menggunakan tangan Khalid bin Al Walid, tetapi gagal.

4. Versi Keempat :
Pengumpul pertama adalah Salim
Laporan lainnya menyatakan bahwa orang pertama yang mengumpulkan Qur’an adalah Salim, salah satu pelanggan Abu Hudayfa. Dilaporkan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Salim bersumpah untuk tidak menggunakan jubahnya hingga berhasil mengumpulkan Qur’an dalam satu mushaf. Kisah ini sangat mirip dengan kisah Ali diatas, hanya beda subyeknya saja. Salim kemudian meninggal di pertempuran Yamama.

Sumber :
Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 205,
mengutip dari Ibn Ashta Kitab al Masahif

5) Versi Kelima :
Murni oleh Umar - diselesaikan oleh Umar
Laporan bersumber dari Noeldeke, Geschichte, halaman 17 yang mengutip dari Yaqubi, Kitab al Tarikh.
Laporan menyatakan bahwa Karena Abu Bakar menolak mengumpulkan Al-Qur’an dengan alasan nabi tidak pernah melakukannya, maka Umar mengambil inisiatif sendiri untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan menuliskannya sendiri. Kemudian Umar memerintahkan 25 orang Quraish dan 50 orang Anshar untuk menyalinnya dan mengajukannya kepada Said ibn al Ash.
Jadi disini tidak ada peran Usman dan Zaid bin Tsabit sama sekali.

6) Versi Keenam :
Ide oleh Umar - Penyelesaian oleh Usman
Akibatnya muncullah laporan lain untuk menyelaraskan pertentangan ini dengan menyebutkan bahwa pengumpulan dilakukan oleh khalifah Umar, namun beliau meninggal sebelum pengumpulan selesai. Tugas ini kemudian dilanjutkan oleh Usman yang berhasil mengumpulkan quran yang resmi dalam satu mushaf.

Dikutip dari :
Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219
Umar ibn Khattab memutuskan mengumpulkan Al-Qur’an. Ia berdiri ditengah manusia dan berkata : “Barang siapa yang menerima bagian Al-Qur’an apapun langsung dari Rasulullah, bawalah kepada kami.” Mereka telah menulis yang mereka dengar (dari Rasulullah) di atas lembaran-lembaran, luh-luh dan pelepah-pelepah kurma. Umar tidak menerima sesuatupun dari seseorang hingga dua orang menyaksikan (kebenarannya). Tetapi ia terbunuh ketika tengah melakukan pengumpulannya. Usman bin Affan bangkit (melanjutkannya) dan berkata : “Barang siapa memiliki sesuatu dari Kitab Allah, bawalah kepada kami ..........

7). Versi Ketujuh :
Ide pengumpulan oleh Usman
Namun, beberapa laporan menolak pendapat bahwa telah ada perintah resmi pengumpulan quran sebelum masa khalifah Usman. Pengumpulan dilakukan oleh khalifah Usman. Jadi dalam hal ini sama sekali tidak ada peran dari Abu Bakar dan Umar dalam proses pengumpulan Al-qur’an

Sumber :
• Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 170
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 241

Laporan ini diperkuat dengan beberapa kesaksian dari komunitas muslim awal.

Sumber :
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol1 p 211
• Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 243-46

Jadi setidaknya ada 7 versi pengumpulan pertama Al-Qur’an dan ke 4 khalifah pertama (Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali) semuanya mendapat bagian untuk diceritakan sebagai pengumpul Al-Qur’an yang pertama.

Image

Apa yg dipercayai sbg Quran mushaf Usman, disimpan di Kairo
http://www.islamic-awareness.org/Quran/ ... ssein.html

Selanjutnya silahkan diskusi disini :

sejarah-mana-mushaf-quran-yg-asli-bag-i-t2278/
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Previous

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users