. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Serangan balik ke markas FPI oleh SANTRI NU

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Serangan balik ke markas FPI oleh SANTRI NU

Postby Sashimi » Mon Jun 02, 2008 5:05 pm

Markas FPI di Cirebon Diserbu Santri NU



Aksi penyerangan yang dilakukan massa FPI di Monas, Jakarta, memicu kemarahan santri Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon. Mereka pun menyerbu markas FPI di Cirebon, Jawa Barat.

Penyerbuan itu dilakukan sekitar 30 santri yang tergabung dalam Aliansi Warga Nahdliyin (AWN). Mereka berasal dari dari berbagai pondok pesantren di Cirebon.

Santri-santri itu tiba Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) di Desa Setu, Weru, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6/2008) sekitar pukul 21.05 WIB.

Mereka datang dengan menumpang sepeda motor dan sempat dihadang sekitar 4 orang anggota FPI yang sedang duduk-duduk di ujung jalan. Adu mulut pun terjadi di antara kedua kubu.

Anggota FPI itu lantas meninggalkan kantornya :oops: . Para santri AWN kemudian merobohkan papan nama FPI yang yang berukuran selebar 1 meter. Papan nama itupun diinjak-injak dan diseret.

Aparat Polsek Waru yang berada di lokasi hanya hanya melihat aksi AWN itu tanpa berusaha mencegah. polisinya ga punya nyali he he he

Menurut Koordinator AWN, Nuruzzaman, aksi mereka merupakan bentuk kekesalan para santri NU atas penyerangan yang dilakukan FPI di Jakarta. Apalagi, salah satu korban rusuh Monas, Kiai Maman Imanulhaq, adalah tokoh NU di Cirebon yang mengasuh Ponpes Al Mizan.

"Kita tidak terima dengan aksi FPI yang main hakim sendiri. Inilah pembalasan dari aksi tersebut," imbuh Nuruzzaman.

AWN, lanjut dia, mengancam akan menduduki kantor FPI juga dalam 2 x 24 jam, jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan tersebut.

"Kita akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih banyak jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan di Monas," pungkasnya.


http://www.detiknews.com/indexfr.php...558/idkanal/10

di tunggu yuuuu berita selanjutnya, emang cuman FPI aja yang punya motto ngga bakal nyerang kalo ngga di zolimi dulu, hi hi hi ember!!!!, masak popcorn dulu ah, sambil nunggu yang berbaik hati uploadin video2 pertumpahan darah muslim di youtube :oops:
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby DHS » Mon Jun 02, 2008 6:00 pm

GUUUTTTTTTTTTTTT!!!! :lol: :lol: :lol: :lol:

Ini baru good news! Aku sueennneenggg banget!

Jangan biarkan FPI sombong dan main hakim sendiri.

Siapa yang bermain pentung pasti palanye juga bakal bonyok oleh pentung. Udah hukum alam tuh!
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Postby Eneng Kusnadi » Mon Jun 02, 2008 6:02 pm

"Kita tidak terima dengan aksi FPI yang main hakim sendiri. Inilah pembalasan dari aksi tersebut," imbuh Nuruzzaman.

AWN, lanjut dia, mengancam akan menduduki kantor FPI juga dalam 2 x 24 jam, jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan tersebut.

"Kita akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih banyak jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan di Monas," pungkasnya.

Nah bukti bahwa polisi impoten lagi, kalau hukum ditegakkan maka pernyataan ini tidak lagi perlu. Hukum yang bertindak.
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby openyourmind » Mon Jun 02, 2008 6:04 pm

User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby Sashimi » Mon Jun 02, 2008 6:45 pm

kaga salah deh kalo sampe FPI di serang balik, kalo ternyata jubirnya kesetanan kek begini


heboh nih

mantan ketua YLBHI nyekek orang waktu kerusuhan FPI di monas

]Image
Image


Image
Image


cocokin tompelnya :D


Sashimi wrote:JUBIR FPI

info, ternyata jubirnya adalah mantan ketua YLBHI, dan dulu pernah masukin gugatan ke pengadilan atas kasus densus 88, dengan kata lain, orang ini emang punya akar teroris, karna berhubungan dengan bapak teroris muslim indonesia Abu Bakar Baasyir



02/06/2008 14:05 WIB
Adnan Buyung Nasution:
Munarman Juga Harus Ditangkap!
Arfi Bambani Amri - detikcom

Jakarta - Meski pernah menjadi anak buah Adnan Buyung Nasution, jika Munarman terbukti melakukan kekerasan, ya harus ditangkap.

"Saya sendiri harus mengakui mantan anak buah saya seperti ini," kata Bang Buyung dalam jumpa pers di Wahid Institute, Jl Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2008).

"YLBHI sebenarnya telah memecatnya secara halus. Dia dipecat karena sudah keluar dari habitat. Kalau dia hari ini melakukan kekerasan, dia juga harus ditangkap!" kata Bang Buyung dengan lantang.

"Saya tak habis pikir mengapa Munarman seperti itu. 15 Tahun di LBH ternyata gagal. Saya tak habis pikir. Apa dia dibrainwashed?" kata Bang Buyung.

Munarman merupakan juru bicara Forum Umat Islam/Komando Laskar Islam yang mengklarifikasi penyerangan FPI Minggu 1 Juni. Munarman menyatakan, aksi itu respons terhadap tindakan AKK-BB yang membela Ahmadiyah. Munarman adalah eks Direktur YLBHI. ( aba / nrl )

http://www.detiknews.com/index.php/deti ... idkanal/10


sekilas info aja

http://swaramuslim.com/foto/more.php?id=5624_0_10_0_m

Ditemukan Fakta Pelanggaran HAM Berat Densus 88



Ditemukan Fakta Pelanggaran HAM Berat Densus 88


Katagori : Domestik
Oleh : Redaksi 27 Jun, 07 - 10:56 pm

Rabu, 27 Juni 2007 : Menurut Ketua Advokasi Korban Penangkapan Densus 88 (TANGKAP Densus 88) Munarman S.H, ada fakta pelanggaran berat pada Densus 88

Tim Advokasi Korban Penangkapan Densus 88 (TANGKAP Densus 88) hari ini mendaftarkan gugatan perwakilan golongan (class action) atas dugaan sejumlah pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, (17/6) pukul 10 WIB pagi tadi.

Gugatan didaftarkan oleh Ketua ”TANGKAP Densus 88” Munarman S.H dan anggota Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan. Gugatan diterima Panitera Muda Perdata Sobari Achmad. Sesudah membayar administrasi sebesar Rp 470 ribu, gugatan resmi terdaftar dengan nomor 893/PDTG/2007/PN Jaksel.

”TANGKAP Densus 88” mewakili nama seluruh korban penangkapan Densus 88, baik yang diadili ataupun yang tidak diadili. “Korban-korban ini mengajukan gugatan yang diwakili Ustad Abubakar Ba’asyir. Yang digugat adalah Pemerintah Indonesia dan Kapolri,” jelas Munarman kepada para wartawan.

Munarman melanjutkan, dengan Surat Keputusan (SK) Kapolri lah Detasemen Khusus 88 dibentuk. Maka atas nama seluruh korban, ”TANGKAP Densus 88” meminta Pemerintah membubarkan Densus 88 dengan beberapa alasan.

Secara konstutisional, menurutnya Densus 88 telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Karena di dalam pasal 28 i UUD 1945 ada klausul hak untuk tidak disiksa dalam keadaan apapun juga.

“Pengertiannya adalah siapa pun dia, apa pun profesinya, apa pun kasusnya, apa pun kejahatannya, dalam keadaan perang atau damai seseorang tidak boleh disiksa untuk diperoleh pengakuan atau informasinya, katanya”

Dari hasil temuannya Munarman mengatakan, dalam setiap penangkapan terhadap tersangka kasus terorisme polisi menggunakan metode penyiksaan. Baik psikis (mental) maupun pisik.

Secara psikis yakni, Densus 88 memaksa para aktivis Islam yang mereka tuduh sebagai teroris ini untuk menonton film porno, atau menelanjangi mereka. Sedang secara pisik dengan menyetrum atau menembak mereka. Hal ini dilakukan dalam setiap penangkapan. Hal-hal tersebut diakui sendiri oleh para korban penagkapan.

Selain itu lanjut Munarman, Densus 88 juga melanggar hukum. Yakni UU No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, maupun UU No. 5 tahun 1998 yang merupakan ratifikasi konvensi anti penyiksaan.

“Yang dimaksud penyiksaan dalam konvensi tersebut adalah tidak boleh memperlakukan seseorang dengan tidak manusiawi, merendahkan martabat kemanusiaannya baik pisik atau mental untuk mendapatkan pengakuan atau informasi.”

Sementara alasan politiknya, berdasarkan data primer dan sekunder yang kita miliki, Densus 88 dibiayai oleh Amerika Serikat. Bantuan sebesar $10 juta untuk tahun 2001, tahun 2002 sebesar $16 juta. Bukti-bukti tersebut kata Munarman, di antaranya dokumen-dokumen asli Departemen Pertahanan AS tentang bantuan dana jutaan dolar untuk melatih dan melengkapi Densus 88.

Bahkan pada konfresi pers, ”TANGKAP Densus 88” di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta kemarin dia mengungkapkan, untuk tahun 2006, AS telah mengeluarkan dana sebesar 4,8 juta dolar AS (sekitar Rp 43,5 miliar). ”Untuk tahun 2007 dan 2008 jelas lebih besar lagi,” katanya.

Munarman menegaskan, seharusnya penanganan tersangka kasus terorisme bisa dilakukan prosedur standar. Tidak perlu dengan melakukan penyiksaan atau penembakan.

“Para pelaku korupsi, yang melakukan kejahatan luar biasa tidak pernah ditembak-tembak tuh orangnya,” tukasnya Geram.

Kata Munarman, sesuai prosedur, gugatan diajukan sesuai domisili tergugat. Salah satunya Kaporli yang berkantor di Jalan Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Maka gugatan ini diajukan di PN Jakarta Selatan. [Surya /hidayatullah.com]


ImageImage

Image

inilah mental pengacara muslim yang totok banget islamnya, udah bagus di percaya jadi pengacara, eeeeee masih ga puas aje mau jadi hakim sekalian
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby kok_bingung » Mon Jun 02, 2008 10:16 pm

bagh, pemerintah mandul! FPI bukannya dibubarkan malah dibekukan aja, sompre-te

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/220056/idnews/949208/idkanal/10
kok_bingung
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 535
Joined: Fri Apr 18, 2008 10:13 pm

Postby OnTheWay » Mon Jun 02, 2008 11:10 pm

Wakakaka...nice info...FPI dodol, kudu dibubarin segera...mampus FPI.
OnTheWay
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 13
Joined: Sun May 11, 2008 2:21 pm

Postby Adadeh » Tue Jun 03, 2008 12:53 am

PP Ansor Gatal, NU Desak Bubarkan FPI

Senin, 2 Juni 2008 | 20:34 WIB
JAKARTA, SENIN - Keluarga besar Nahdlatul Ulama mendesak pemerintah agar segera membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Pernyataan sikap itu disampaikan keluarga besar NU diantaranya, PP GP Ansor, DKN Garda Bangsa, PP Ikatan Pencak Silat pagar Nusa, PP lakpesdam, PB PMII, PP IPPNU, PP Fatayat NU, P3M, The Wahid Institute.

"Pagi tadi kami sudah lapor ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Porli untuk menyampaikan tuntutan kami agar FPI segera dibubarkan," ujar A Malik Haramain, Sekjen PP GP Ansor, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/6).

Malik menyebut, pemerintah tidak perlu berpikir lambat karena FPI telah berulang kali terbukti melakukan kekerasan. Menurutnya, jika Polri berkoordinasi dengan kementrian dalam negeri, terutama Kesbang, akan bisa membubarkan FPI dengan menyertakan catatan, indikasi, dan bukti bahwa keberadaan FPI memang benar-benar menganggu. Namun, jika nantinya pemerintah lambat dalam bersikap, Haramain sudah punya rencana lain. "Jika pemerintah tidak tegas, kami akan melakukan pembubaran paksa FPI," sambung dia.

Haramain mengatakan, bahwa sekarang ini, tidak sedikit dari anggota Ansor yang sudah gatal ketika mendengar kabar penyerangan di Monas tersebut. Terlebih karena dalam kekerasan di Monas Minggu (1/6), ada kiai, dan aktivis NU yang menjadi korban. Namun, ia membantah itu akan rentan memunculkan konflik horizontal.

"Saya denger-denger teman-teman Ansor sudah banyak yang gatal dan mendesak FPI segera dibubarkan karena telah terbukti mengancam warga NU dan warga lainnya. Tapi, tentunya lewat cara yang konstitusional dan tidak anarkis Bagaimanapun, kalau anarkis tidak ditindak dengan tegas, akan bahaya. Karena itu pemerintah harus tegas," sambung Haramain.


Hadi Santoso
Sumber : Persda Network
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 03, 2008 12:57 am

Sultan HB X Kecam Kekerasan terhadap AKKBB

Image
Sri Sultan Hamengku Buwono X

Senin, 2 Juni 2008 | 16:52 WIB
JAKARTA, SENIN - Sultan Hamengku Buwono X menyatakan keprihatinannya dan mengecam keras penyerangan yang dilakukan sekelompok orang yang memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 1 Juni 2008 terhadap Aliasi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Dalam surat pernyataan yang dikirim ke redaksi Kompas.com, Sultan mendesak pemerintah, khususnya kepolisian, untuk menindak tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran supaya tidak menjadi pemicu pecahnya konflik horizontal. Menurutnya, pelanggaran konstitusi akan mengancam kelangsungan dan keutuhan NKRI.

"Para Founding Fathers mendirikan bangsa ini tidak atas nama suku, agama, ras, dan golongan. Bahwa bangsa Indonesia didirikan didasari kesadaran dan kesediaan akan adanya multikultur/pluralitas. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai semboyan, tapi harus dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," papar Sultan. "Semua pihak harus saling menghargai dan saling menghormati."

Sultan juga menyerukan agar kelompok-kelompok yang tidak bisa hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda agama, suku, ras, maupun golongan tidak boleh dibiarkan hidup dan berkembang. "Peristiwa 1 Juni 2008 di Monas Jakarta harus merupakan kejadian terakhir," ujarnya.

Demikian bunyi Pernyataan Sikap yang ditandatangani Sultan dan berlambang Keraton Yogyakarta itu:

Saya, Hamengku Buwono X dengan in merasa prihatin dan mengecam keras atas penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 1 Juni 2008 terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).
Pelanggaran konstitusi akan mengancam kelangsungan dan keutuhan Negara RI, untuk itu Pemerintah dan khususnya Kepolisian untuk menindak dengan tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran supaya tidak menjadi pemicu pecahnya konflik horizontal. Sudah saatnya pemerintah menggunakan otoritasnya untuk menindak segala macam perbuatan yang merongrong konstitusi dan keutuhan bangsa dan negara.
Para Founding Fathers mendirikan bangsa ini tidak atas nama suku, agama, ras, dan golongan. Bahwa bangsa Indonesia didirikan didasari kesadaran dan kesediaan akan adanya multikultur/pluralitas. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai semboyan tapi harus dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua pihak harus saling menghargai dan saling menghormati.
Kelompok-kelompok yang tidak bisa hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda agama, suku, ras, maupun golongan tidak boleh dibiarkan hidup dan berkembang di Negara Indonesia tercinta, peristiwa 1 Juni 2008 di Monas Jakarta harus merupakan kejadian terakhir.

Yogyakarta, 2 Juni 2008


===================================

Ingat nih kata2 pak Sultan:
Para Founding Fathers mendirikan bangsa ini tidak atas nama suku, agama, ras, dan golongan. Bahwa bangsa Indonesia didirikan didasari kesadaran dan kesediaan akan adanya multikultur/pluralitas.
Prinsip di atas sangat bertentangan dengan Islam, sebab Islam tidak mengakui keberadaan agama lain. Muhammad/Allah SWT dengan jelas dan tegas sekali memerintahkan Muslim untuk memerangi kafir yang menolak Islam.
Pesan Islam sudah jelas: Muslim vs. Kafir sampai hari kiamat.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users