. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Thu Dec 20, 2012 5:13 pm

SEMARANG
Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja
Penulis : Kontributor Semarang, Puji Utami | Rabu, 19 Desember 2012 | 18:30 WIB
Dibaca: 3249
Komentar: 43
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Jawa Tengah terus melakukan persiapan terhadap pelaksanaan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. Sejumlah pihak digandeng untuk pelaksanaan pengamanan perayaan ini, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Islam yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Djihartono, Rabu (19/12/2012). "Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan, juga melibatkan ormas-ormas Islam untuk menjaga gereja dan bersama-sama mewujudkan perayaan Natal yang kondusif," ujarnya.

Pihak Polda Jateng mengerahkan 12.682 personel untuk menjaga gereja dan tempat-tempat umum selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sejumlah tempat yang akan menjadi fokus pengamanan selain di gereja adalah mal, tempat wisata, dan tempat keramaian lainnya.

Di Jawa Tengah setidaknya terdapat lebih dari 2.000 gereja yang akan melaksanakan perayaan Natal. Di Kota Semarang terdapat lebih dari 180 gereja. "Sebenarnya pengamanan tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan TNI secara langsung serta pemerintah daerah setempat, seperti Satpol PP dan pihak terkait lainnya," katanya.
Editor :
Glori K. Wadrianto

http://nasional.kompas.com/read/2012/12 ... aga.Gereja
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Thu Dec 20, 2012 5:14 pm

Perayaan Natal 2012
Ini Tanggapan Kapolres Semarang Soal Ancaman FPI
Penulis : Kontributor Ungaran, Syahrul Munir | Kamis, 20 Desember 2012 | 10:17 WIB
Dibaca: 34200
Komentar: 0
|
Share:
Ini Tanggapan Kapolres Semarang Soal Ancaman FPIKOMPAS.com/ Syahrul MunirKapolres Semarang AKBP Agustinus Berlianto Pangaribuan.



UNGARAN, KOMPAS.com — Kepala Polres Semarang AKBP Agustinus Berlianto Pangaribuan menegaskan, polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap upaya yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban dalam Perayaan Natal 2013. Pernyataan itu terkait munculnya ancaman dari organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) yang akan menggagalkan perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo, Ungaran, 25 Desember mendatang.

"Sebagai warga negara Indonesia yang hidup dalam kebinekaan, sebaiknya jangan ada pihak yang mengganggu jalannya perayaan Natal. Kita ini hidup di negara hukum, wajib menjaga agar negara tetap aman dan kondusif. Jika ada pihak mana pun yang berani mengganggu keamanan, khususnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru, akan kami tindak tegas," kata Kapolres, Rabu (19/12/2012) siang.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, sebanyak 980 personel Polres Semarang akan disebar untuk mengamankan semua gereja dan lokasi keramaian. Pengamanan dengan sandi operasi Lilin Candi 2013 ini juga akan melibatkan unsur TNI, Satpol PP, dan ormas Islam GP Ansor.

"Dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, kami telah berkoordinasi dengan forum pimpinan daerah serta tokoh agama dan masyarakat. Karena keamanan merupakan tanggung jawab semua unsur masyarakat," ujar Kepala Polres.

Sebelumnya, pada Selasa lalu, Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng, Jindan Bahrul, telah menolak tegas perayaan Natal yang akan dilaksanakan di Lapangan Sidomulyo. Jindan menilai hal itu sebagai toleransi yang kebablasan dan tidak menghargai keberadaan Masjid Agung Ungaran, yang lokasinya tepat di sisi lapangan.

"Masih banyak lokasi lain yang layak digunakan untuk perayaan Natal, kenapa harus di depan Masjid Agung. Lebih baik dipindahkan ke lokasi lain daripada menyinggung perasaan umat Islam," ungkap Jindan.

Jindan menambahkan, FPI dan GPK akan melaksanakan pengajian akbar di Masjid Agung Ungaran sejak malam Natal sebagai aksi nyata untuk menggagalkan perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo.

***

Editor :
Glori K. Wadrianto

http://nasional.kompas.com/read/2012/12 ... ncaman.FPI
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Fri Dec 21, 2012 2:39 am

http://regional.kompas.com/read/2012/12 ... di.Ungaran.

Kandas, Ancaman FPI Gagalkan Natal di Ungaran
Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Kamis, 20 Desember 2012 | 20:08 PM


Masjid Agung IPHI Kabupaten Semarang, Jl Ahmad Yani Ungaran. Lapnagn Siomulyo atau dikenal sebagai alun-alun mini Ungaran tepat didepannya.
Photo: KOMPAS.com/ Syahrul Munir

UNGARAN, KOMPAS.com - Rencana pengajian akbar yang akan digelar Front Pembela Islam (FPI) di Masjid Agung Ungaran, Kabupaten Semarang pada malam Natal (24/12/2012) yang diklaim sebagai bentuk penggagalan ibadah Natal di Lapangan Sidomulyo yang ada di dekatnya, kemungkinan besar tak akan terwujud. Pasalnya, Takmir Masjid Agung Ungaran menyatakan tak akan mengizinkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan perselisihan umat.

"Takmir tidak pernah dimintai izin dan tidak akan mengizinkan pada tanggal tersebut dipakai," tegas MK salah satu Takmir yang keberatan ditulis nama terangnya, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (20/12/2012) malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Semarang Abdullah Maskur mengungkapkan surat izin penggunaan Lapangan Sidomulyo untuk perayaan Natal 2012 sudah lama diajukan, dan disetujui oleh Bupati. Proses pengeluaran izin tersebut pun melalui beberapa kali pembahasan dengan pihak-pihak terkait.

"Pemkab Semarang melalui Sekda sudah beberapa kali membahas masalah ini dengan Linmas, Polres, Kemenag dan FKUB. Intinya tidak ada persoalan dengan perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo. Bahkan, IPHI sebagai pengelola aula Masjid Agung juga tidak keberatan dengan kegiatan tersebut, karena menyadari Lapangan Sidomulyo tersebut bukan halaman masjid," kata Maskur.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng, Jindan Bahrul menolak tegas perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo. Jindan menilai hal itu sebagai toleransi yang kebablasan karena tidak menghargai keberadaan Masjid Agung Ungaran yang lokasinya tepat di sisi lapangan.

"Masih banyak lokasi lain yang layak digunakan untuk perayaan Natal, kenapa harus di depan Masjid Agung. Lebih baik dipindahkan ke lokasi lain daripada menyinggung perasaan umat Islam," ungkap Jindan.

Selanjutnya, Jindan menambahkan, FPI akan melaksanakan pengajian akbar di Masjid Agung Ungaran sejak malam Natal sebagai aksi nyata untuk menggagalkan perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo tersebut.
Editor: Glori K. Wadrianto
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Fri Dec 21, 2012 2:41 am

http://regional.kompas.com/read/2012/12 ... ncaman.fpi

Polda Jateng Siap Antisipasi Ancaman FPI
Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami

Kamis, 20 Desember 2012 | 19:03 PM


Ilustrasi gambar.
Photo: SHUTTERSTOCK

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) bertekad akan menindak tegas siapapun yang berupaya mengacaukan jalannya perayaan Natal 2012 di wilayah Jawa Tengah. Demikian disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Kombes Pol Djihartono, saat dihubungi Kamis (20/12/2012).

Hal itu terkait dengan ancaman dari organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) yang berencana akan menggagalkan Perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo, Ungaran, 25 Desember mendatang. "Kami akan tindak tegas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, target kami pelaksanaan Natal harus bisa berjalan dengan lancar dan aman," tegasnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah memetakan daerah mana yang rawan konflik dalam perayaan Natal mendatang. Sebab itu di daerah tersebut akan disiagakan personel yang mencukupi untuk mengantisipai hal buruk yang terjadi atau gesekan antarkelompok masyarakat. "Polisi siap mengamankan perayaan Natal dimanapun, baik di gereja atau di lapangan. Sehingga masyarakat yang akan beribadah juga tenang," tambahnya.

Terkait dengan ancaman tersebut, ia mengatakan hal itu bisa diantisipasi dan diharapkan tidak terjadi. Jika pihak FPI berencana akan mengadakan pengajian di hari yang sama, ia mengaku tetap akan mengamankannya.

"Kalau memang akan diselenggarakan ya silahkan saja, dua-duanya akan kami amankan. Jika memang dua-duanya berjalan dengan tertib justru bisa menjadi contoh toleransi yang baik, semoga saja bisa seperti itu karena kita memang harus saling menghormati," jelasnya.

Pihak kepolisian setempat juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk ormas Islam. Hal itu menurutnya bisa dikomunikasikan dengan baik tanpa harus ada kericuhan yang bisa merugikan masyarakat sendiri.

Polda Jateng, ungkapnya, telah menyiapkan 12.682 personel untuk menjaga ribuan gereja dan tempat-tempat umum selama perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013. Sejumlah tempat yang akan menjadi fokus pengamanan selain di gereja yakni di mal, tempat wisata serta tempat keramaian lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng, Jindan Bahrul, telah menolak tegas perayaan Natal yang akan dilaksanakan di Lapangan Sidomulyo. Jindan menilai hal itu sebagai toleransi yang kebablasan dan tidak menghargai keberadaan Masjid Agung Ungaran yang lokasinya tepat di sisi lapangan.

"Masih banyak lokasi lain yang layak digunakan untuk perayaan Natal, kenapa harus di depan Masjid Agung. Lebih baik dipindahkan ke lokasi lain daripada menyinggung perasaan umat Islam," ungkap Jindan.

Jindan menambahkan, FPI dan GPK akan melaksanakan pengajian akbar di Masjid Agung Ungaran sejak malam Natal sebagai aksi nyata untuk menggagalkan perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo.
Editor: Glori K. Wadrianto
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby walet » Fri Dec 21, 2012 3:33 am

ini namanya perampokan, jaga pasti minta makanan dan duwit. Dasar perampok.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Mohmed Bin Atang » Fri Dec 21, 2012 4:45 pm

walet wrote:ini namanya perampokan, jaga pasti minta makanan dan duwit. Dasar perampok.


slim garong (on)
mau aman ye??
hehe.. jizyah dolo pirr.. :green:
slim garong (off)
User avatar
Mohmed Bin Atang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2329
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby hobit » Sun Dec 23, 2012 6:58 pm

Image

budak arab yang lidahnya bercabang persis ular :vom:
hobit
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby ulatulat » Sun Dec 23, 2012 9:34 pm

hobit wrote:Image

budak arab yang lidahnya bercabang persis ular :vom:


Wani Pirooo.... Ingat harus bayar jizyah dan kharaj nya... (muslim said)...:finga: :finga:
User avatar
ulatulat
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 32
Joined: Sat Aug 14, 2010 10:33 pm

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Mon Dec 24, 2012 10:12 pm

FPI Akan Kerahkan 2.000 Orang ke Alun-alun Ungaran
Senin, 24 Desember 2012 | 17:49 Wita


Dibaca: 596

Nurholis Huda
ilustrasi: Massa FPI saat mendatangi THM BOEC Banjarmasin, Minggu (30/9/2012) dini hari.

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng, Jindan Bahrul menegaskan akan menurunkan 2.000 anggota FPI untuk salat berjamaah di lapangan sidomulyo, Ungaran, Kabupaten Semarang. Hal itu untuk mencegah perayaan natal di lapangan depan masjid agung ungaran, Senin (24/12/2012) malam nanti.

"Kami sudah melarang dan memasang spanduk dan tulisan (menolak) di depan masjid itu," kata Jindan ketika dihubungi.

Ia mengatakan, jumlah itu bisa bertambah mengingat berita itu sudah menyebar ke seluruh anggota FPI Jateng. Selain menggelar salat, ia mengatakan akan menempuh jalur hukum.

Baginya, pelaksanaan perayaan natal di depan masjid agung melanggar pasal toleransi beragama. Pasal yang dimaksud adalah pasal 156 a tentang penistaan agama.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/ ... un-ungaran
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Mon Dec 24, 2012 10:17 pm

FPI Belum Terlihat di Alun-alun Ungaran

Senin, 24 Desember 2012 20:06 WIB TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG -Ancaman front pembela islam (FPI) untuk menggelar pengajian dengan massa 2.000 orang di Alun-alun Ungaran, Kabupaten Semarang, hingga kini Senin (24/12/2012) petang belum terbukti.

Barisan kursi di depan panggung untuk perayaan Natal pun tampak sudah siap ditempati.

Di Masjid Agung Ungaran belum tampak massa Front Pembela Islam (FPI).

Warga yang merayakan Natal pun juga masih sepi.

Beberapa petugas kepolisian berseragam preman tampak berjaga di sekitar Alun-alun Ungaran di tengah gerimis. (*)

http://jogja.tribunnews.com/m/index.php ... n-ungaran/
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Mon Dec 24, 2012 10:19 pm

2.000 Anggota FPI Batal Istighosah Tolak Perayaan Natal di Ungaran

Senin, 24 Desember 2012 22:01 WIB TRIBUNJOGJA.COM, MAKASSAR -Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Jindan Bahrul memastikan membatalkan kedatangan sekitar 2.000 anggota FPI ke Alun-alun Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (24/12/2012) malam.

Keputusan itu karena pihaknya mendengar kabar bahwa acara itu dipindahkan. Istighosah sebagai wujud penolakan Natal pun urung digelar.

Meskipun dibatalkan, Jindan mengaku kecewa dengan persiapan yang sudah dilakukan di Alun-alun Ungaran.

Lokasi Alun-alun padahal sudah lengkap dengan tata panggung dan ribuan kursi yang ditata di depan masjid Agung Ungaran.

Ia mengatakan, secepatnya akan melaporkan kegiatan perayaan Natal dengan pasal penodaan agama. Hal itu ia lakukan karena selama ini sudah melakukan sikap penolakan. Tidak hanya ke kepolisian namun juga ke Bupati Semarang Mundjirin.

"Kami sudah menolak secara tegas. Ada bukti sms ke bupati. Kami minta Polres usut tuntas apa motivasi di balik ini semua," katanya di depan masjid Agung Ungaran.

Menurutnya, masih banyak tempat lain selain Alun-alun Ungaran, misalnya di halaman rumah dinas bupati kabupaten Semarang. Yang terpenting baginya tidak di halaman Masjid Agung Ungaran. (*)

http://jogja.tribunnews.com/m/index.php ... i-ungaran/
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby jambrong » Tue Dec 25, 2012 8:45 am

hobit wrote:Image

budak arab yang lidahnya bercabang persis ular :vom:



nie kalau orang jawa bilang mencla-mencle mulut nya :lol:
jambrong
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 332
Joined: Mon Jul 09, 2012 4:23 pm

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Tue Dec 25, 2012 12:25 pm

Natal 2012
Ancaman Pembubaran Perayaan Natal oleh FPI Tak Terbukti
Tribunnews.com - Selasa, 25 Desember 2012 09:07 WIB



Share
Text + –
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Suasana perayaan Natal di Gereja GKY Jalan Krakatau,Dempo Dalam, Palembang, Minggu (23/12/2012). Pada acara perayaan natal di gereja GKY ini ratusan jemaat dihibur dengan tarian dan drama yang dibawakan oleh anak-anak. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)


Laporan Wartawan Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Perayaan Natal yang dihadiri sekitar 3.000 umat gereja se-Kabupaten Semarang digelar di Alun-alun Ungaran akhirnya berjalan lancar, Selasa (25/12/2012) pagi. Kekhawatiran adanya gangguan sirna begitu acara bertema 'Menjadi Pancaran Berkat Bagi Kota' itu berjalan.

"Luar biasa, acaranya berjalan aman dan lancar. Tidak ada gangguan. Kami semua tidak menyangka jadi seperti ini," kata pendeta Revol R Tumbukku saat dikonfirmasi Tribun Jogja (Tribunnews Network), Selasa (25/12/2012).

Acara yang diikuti oleh jemaat 40 gereja se-Kabupaten Semarang itu berlangsung lancar sejak pukul 04.30 WIB. Setelah umat muslim menunaikan ibadah salat subuh, pihaknya bergantian merayakan Natal.

Rangkaian acara mulai dari pembukaan, pujian, khotbah, pembacaan firman Tuhan, sambutan pejabat setempat, hingga diakhiri doa, berjalan dengan lancar. Tidak tampak massa Front Pembela Islam (FPI) yang tampak di sekitar alun-alun.

"Para petugas pun berjaga seperti tidak ada apa-apa. Ini seperti mimpi," kata Revol.

Acara itu berakhir sekitar pukul 06.15 WIB. Setelah selesai, seluruh bangku dan panggung langsung dirapikan dan dibersihkan agar masyarakat bisa bergantian menggunakan alun-alun.

Editor: Dewi Agustina | Sumber: Tribun Jogja

http://www.tribunnews.com/2012/12/25/an ... k-terbukti
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Wed Dec 26, 2012 6:06 pm

Rabu, 26 Desember 2012 | 15:16 WIB
FPI Gugat Bupati Soal Misa Natal di Alun-alun
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Ungaran - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah mengancam menggugat Bupati Semarang, Mundjirin, karena telah mengizinkan umat Kristiani melaksanakan Misa Natal di Alun-alun Kabupaten pada Senin malam, 24 Desember 2012.

"Ini hanya untuk kepentingan Bupati yang sok gagah agar kelihatan melindungi umat," ujar Sekretaris Front Pembela Islam Jawa Tengah, Jindan, Selasa, 25 Desember 2012.

Semula, Jindan hendak membuat acara di Alun-alun Kabupaten Semarang untuk menandingi Misa Malam Natal. Namun upaya itu urung dilakukan. Menurut dia, Bupati Mundjirin mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan untuk memunculkan konflik antar umat beragama.

Menanggapi tudingan itu, Bupati Mundjirin mengatakan izin misa saat Natal di Alun-alun Mini atau Sidomulyo Kabupaten Semarang punya landasan hukum, yakni Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2008 tentang pedoman izin penggunaan lapangan di Kabupaten Semarang.

"Lapangan itu fasilitas publik. Kegunaanya untuk kegiatan keagamaan, ormas dan pedagang kaki lima," ujar Mundjirin.

Ia menjelaskan lapangan tempat dilaksanakannya Misa Natal bukan ini halaman Masjid Agung Alun-alun Kabupaten Semarang. Bahkan, kata Mundjirin, kegiatan misa ini telah dilakukan selama 10 kali dan baru menimbulkan protes saat FPI hadir di Kabupaten Semarang.

Di lain pihak, Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, menilai protes misa saat Natal baru terjadi kali ini. "Organisasi itu (FPI) juga tak terdaftar di kantor Kesbangpolinmas," ujarnya.

EDI FAISOL

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/2 ... -Alun-alun
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby swatantre » Wed Dec 26, 2012 7:50 pm

Ia menjelaskan lapangan tempat dilaksanakannya Misa Natal bukan ini halaman Masjid Agung Alun-alun Kabupaten Semarang. Bahkan, kata Mundjirin, kegiatan misa ini telah dilakukan selama 10 kali dan baru menimbulkan protes saat FPI hadir di Kabupaten Semarang.

Memang, setiap islam datang, maka rahmat dan 'damai' selalu menjelang... :green: :green: :green:

Di lain pihak, Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, menilai protes misa saat Natal baru terjadi kali ini. "Organisasi itu (FPI) juga tak terdaftar di kantor Kesbangpolinmas," ujarnya.

Lho..lho..lho.. ormas liar toh.... Ya bubarin aja!!! :finga: Pengin tahu ane reaksi islam, soalnya dulu FPI juga pernah gagah2an soal ormas lingkungan (WALHI ?) JAkarta yang gak kedaftar di kota itu lalu ngancem bikin ribut buat membubarkan si ormas tadi...
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4173
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Thu Dec 27, 2012 2:17 pm

Takmir Masjid Agung Ungaran Dukung Perayaan Natal
Rabu, 26 Desember 2012 | 20:24
Logo FPI
Logo FPI (sumber: google.co.id)
Meski sebelumnya diselimuti suasana ketegangan karena penolakan oleh Front Pembela Islam (FPI), perayaan Natal yang digelar di Lapangan Sidomulyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada malam Natal kemarin, berlangsung khidmat dan lancar.

Sebanyak 3.000 jemaat khusyuk mengikuti rangkaian peribadatan hingga selesai. Kekhawatiran adanya gangguan tersebut sirna begitu acara bertema 'Menjadi Pancaran Berkat Bagi Kota' itu berjalan.

"Acara berjalan aman dan lancar, tidak ada gangguan. Acara diikuti oleh jemaat dari 40 gereja se-Kabupaten Semarang berlangsung lancar, setelah umat muslim menunaikan ibadah salat subuh, kami bergantian merayakan Natal," kata Panitia Perayaan Natal, Pendeta Revol R Tumbukku, Rabu (26/12).

Pihak masjid Agung Ungaran sendiri tidak mempermasalahkan lapangan yang berada tepat di sisi depan masjid digunakan untuk perayaan Natal, karena acara tersebut legal.

"Selama legal, silakan. Yang jelas bukan di masjid tapi di lapangan. Meski sebelumnya ada pemasangan spanduk tentang penolakan acara oleh FPI. Kami sudah menurunkannya, karena tidak ingin ada pihak ketiga," kata Ketua Remaja Masjid Agung Ungaran, Muhammad Birun.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Semarang, Abdullah Maskur menyatakan surat izin penggunaan Lapangan Sidomulyo untuk perayaan Natal 2012, sudah lama diajukan dan disetujui oleh Bupati Semarang, Mundjirin.

Proses izin tersebut juga sudah melalui beberapa kali pembahasan dengan pihak-pihak terkait.

"Sudah beberapa kali membahas masalah itu dengan Linmas, Polres, Kemenag, dan FKUB. Intinya tidak ada persoalan tentang perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo. IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) sebagai pengelola aula masjid juga tidak keberatan dengan kegiatan tersebut, karena menyadari Lapangan Sidomulyo tersebut bukan halaman masjid," ungkap Maskur.

Istighosah yang rencananya akan digelar Front Pembela Islam (FPI) di Masjid Agung Ungaran, Kabupaten Semarang pada malam Natal kemarin, sebagai aksi tandingan dan bentuk penolakan perayaan natal di Lapangan Sidomulyo urung terwujud.

Sebelumnya, FPI menolak tegas perayaan Natal di Lapangan Sidomulyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, karena dianggap sebagai toleransi yang kebablasan lantaran tidak menghargai keberadaan Masjid Agung Ungaran, yang lokasinya tepat di sisi lapangan.

"Masih banyak lokasi lain yang layak digunakan untuk perayaan Natal, mengapa harus di depan Masjid Agung. Lebih baik dipindahkan ke lokasi lain daripada menyinggung perasaan umat Islam," kata Jindan.

FPI sendiri berencana akan menggelar istighosah di masjid, sebagai bentuk upaya menggagalkan perayaan Natal tersebut. Selain FPI, penolakan juga dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kabupaten Semarang dengan melayangkan surat yang ditujukan kepada Bupati Semarang, tertanggal 20 Desember 2012.

Surat tersebut mencakup enam poin, terkait pemberian ijin pelaksanaan ibadah Natal di lapangan yang berbatasan langsung dengan Masjid Agung Ungaran tersebut.

"Kami menghormati umat Kristiani untuk melaksanakan kegiatan misa Natal, tapi kami menolak halaman Masjid Agung Ungaran digunakan untuk kegiatan Natal. Itu tidak etis dan melukai perasaan umat muslim karena diselenggarakan di depan masjid," ungkap Ketua GPK Kabupaten Semarang, Arief Widiyanto.

Arief menambahkan, misa Natal di depan masjid merupakan tindakan provokatif yang mengusik kedamaian dan mengancam kerukunan umat beragama.
Penulis: Dhana Kencana/ Kristantyo Wisnubroto

http://www.beritasatu.com/nusantara/896 ... natal.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Thu Dec 27, 2012 2:19 pm

Kamis, 27 Desember 2012 | 10:46 WIB
Digugat FPI, Bupati Semarang Tak Takut
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Semarang - Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin siap menghadapi gugatan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah yang menudingnya menistakan agama. Mundjirin punya alasan kuat untuk mengeluarkan izin perayaan Natal di alun-alun mini Sidomulyo, Kabupaten Semarang, Senin lalu. “Kebijakan saya dilandasi payung hukum yang telah diteken oleh kepala daerah sebelumnya. Itu masih berlaku,” ujar Mundjirin di rumah dinasnya, Rabu, 26 Desember 2012.

Menurut dia, keputusannya memberi izin misa berlandaskan Peraturan Bupati No 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Izin Penggunaan Lapangan di Kabupaten Semarang. “Lapangan itu fasilitas publik, kegunaannya untuk kegiatan keagamaan, ormas, dan pedagang kaki lima,” kata dia.

Mundjirin menjelaskan, alun-alun mini bukan merupakan halaman Masjid Agung, yang dibangun tiga tahun lalu. Selain itu, katanya, kegiatan misa di tempat itu telah berlangsung 10 kali selama ini. “Baru menimbulkan protes saat kehadiran FPI di Kabupaten Semarang,” katanya. Menurut dia, masyarakat Kabupaten Semarang pun tak ada yang protes karena sudah paham situasinya.

Toh, Mundjirin mengatakan bisa memahami keberatan penyelenggaraan misa di lapangan yang berhadapan dengan Masjid Agung. Dia sempat memberi alternatif penyelenggaraan misa di lapangan alun-alun Gilirejo, Ungaran. “Namun belum selesai dibangun. Tempatnya tidak memungkinkan untuk digunakan misa,” katanya.

Gugatan terhadap Bupati Mundjirin disampaikan oleh Sekretaris Front Pembela Islam Jawa Tengah, Habib Jindan, yang sebelumnya hendak menandingi acara misa Natal di tempat yang sama Senin lalu. “Perayaan dilaksanakan di alun-alun yang dekat dengan Masjid Agung ini rawan menimbulkan konflik,” ujarnya.

Dia mengakui perayaan Natal sudah berlangsung tiap tahun di tempat itu. Namun, katanya, perayaan sebelumnya di Masjid Agung tidak jadi. “Ketika dilakukan perayaan seperti kemarin akan memicu kemarahan umat Islam,” ujar Jindan. Menurut dia, izin yang diberikan Bupati Mundjirin itu merupakan toleransi yang kebablasan. Pada 6 November lalu, FPI telah mengingatkan Bupati agar perayaan Natal tak lagi dilakukan di alun-alun itu.

Dia mengatakan telah menghentikan kedatangan sekitar 2.000 anggota FPI yang hendak membubarkan perayaan Natal itu karena mendapat informasi perayaan dipindahkan ke rumah dinas Bupati. “Ternyata masih dilakukan di alun-alun,” ujarnya. Jindan memperkirakan jika ribuan masa FPI itu jadi datang, akan terjadi bentrokan yang mengancam integritas sosial. “Bisa jadi Amerika tak percaya kepada Indonesia, yang bermula dari kebijakan Bupati.”

Jindan membantah tudingan bahwa gugatan itu hanya mencari sensasi. Dia mengatakan ingin menegakkan hukum sesuai dengan profesinya sebagai pengacara di kantor advokat Habib Jindan ST SH dan Rekan di Perumnas Mapagan, Ungaran. “Itu melayani konsultasi hukum dan spiritual, advokasi berbasis usaha dakwah dan iman,” katanya.

Rencananya, hari ini Jindan akan mengadukan Mundjirin ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah dengan tuduhan penistaan agama. “Gugatan yang hendak dilakukan ini untuk menghindari konflik antar-pemeluk agama dan menjaga keutuhan toleransi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Semarang, Purbatin Hadi, menilai protes FPI terhadap kebijakan Bupati tidak realistis. Sebab, katanya, masyarakat Kabupaten Semarang telah lama menjaga persatuan antar-umat beragama dengan saling menghargai kepercayaan masing-masing. Apalagi FPI tidak terdaftar di instansinya. “Kami tak akan membubarkan FPI karena memang belum terdaftar di kantor Kesbangpolinmas,” katanya.

EDI FAISOL

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/2 ... -Tak-Takut
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Thu Dec 27, 2012 2:22 pm

NASIONAL | Polkamnas

Indahnya Toleransi di Gereja Kebon Dalem

[images]
Rabu, 26 Desember 2012

Sungguh indah jika umat beragama hidup damai berdampingan, saling menunjukkan toleransi kepada umat lain. Keberagaman menjadi indah jika semua umat beragama saling menunjukkan toleransi. Keberagaman menjadi sebuah mutiara keselamatan dan kedamaian sehingga semua makhluk ciptaan Tuhan dapat hidup dengan landasan kasih.

Inilah indahnya keberagaman, yang ditunjukan sesama umat yang berbeda keyakinan saat perayaan misa malam Natal di Gereja St Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Semarang, Jawa Tengah. Gereja yang terletak di pinggir kali tersebut tampak berbeda dari perayaan Natal tahun yang lalu.

Sebelum misa malam Natal, Senin (24/12), yang dipimpin Romo Aloysius Budi Purnomo PR itu, belasan pemuda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisanga Semarang datang. Mereka bahkan duduk di kursi lipat paling depan dalam gereja yang disediakan secara mendadak karena kursi yang disediakan telah habis.

Kedatangan 12 mahasiswa dari IAIN Walisanga itu sebelumnya sempat membuat terkejut para staf gereja, tidak terkecuali Romo Budi. Mereka ternyata menunjukkan rasa hormat dan sikap toleransi yang tinggi. Bagaimana tidak, kedatangan mereka di tengah oknum elite keagamaan Islam yang melarang, bahkan memfatwakan haram, memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani oleh umat Islam.

Ke-12 mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang. Kedatangan mereka memberitahukan dan memohon izin untuk mengikuti misa malam Natal di gereja.
Romo Kepala Paroki St Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Aloysius Budi Purnomo PR, mengatakan kedatangan teman-teman mahasiswa dan mahasiswi IAIN Walisanga Semarang itu bermaksud mengikuti perayaan misa malam Natal. "Saya pikir, mereka datang untuk ikut mengamankan jalannya perayaan misa malam Natal, ternyata mereka mengatakan mau ikut serta dari awal sampai selesai," kata dia.

Namun, karena semua bangku dan kursi di dalam dan di luar gereja sudah dipadati oleh ribuan umat yang hadir, mereka dipersilakan duduk di kursi lipat yang disediakan secara mendadak di bagian paling depan di dalam gereja. Mereka dengan khidmat mengikuti jalannya upacara misa malam Natal.

Tepuk tangan dan senyuman penuh arti oleh ribuan umat Katolik yang mengikuti misa tersebut riuh saat Romo Budi memperkenalkan kepada umat akan kedatangan mereka. "Yesus Kristus memang lahir bukan hanya untuk orang Kristiani, tetapi untuk siapa pun juga," ujar dia.

Menurut Romo Budi yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Semarang, peristiwa ini menjadi penting di tengah disertifikasi spiritual saat orang mudah terjebak dalam padang gurun kekeringan rohani yang bahkan membuat orang menolak keberadaan Tuhan.

"Apa pun yang menjadi motivasi mereka, kehadiran mereka dalam misa malam Natal hingga selesai memberikan kesejukan harmoni di tengah padang gurun kehausan orang mendambakan hidup rukun dan damai," ungkap dia.

Aktualisasi

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang yang hadir pada misa malam di Gereja Kebon Dalem, Ahmad Muqsith, mengatakan apa yang dilakukannya bersama teman-teman adalah wujud tolorensi beragama yang diaktualisasikan. Wujud toleransi itu diaktualisasikan dengan menghadiri acara misa malam Natal.

"Kami mencoba mengambil bagian dalam upaya melestarikan kerukunan antarumat beragama. Saya rasa saat semua orang sudah mampu mempelajari agama dari beberapa aspek sosial. Mereka akan sangat menghargai umat agama lain. Karena saat kita berbuat baik, orang tidak akan menanyakan apa agama kita," ujar dia.

Ya, betapa indahnya keberagaman tersebut. Apa yang dicontohkan mereka (mahasiswa IAIN) itu semakin meneguhkan betapa sikap saling menghormati, toleransi, dan menghargai perbedaan masih dijunjung tinggi oleh umat bergama di negeri ini. henri pelupessy

IKUT MISA NATAL � Dua belas mahasiswa dari Fakultas Ilmu Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang, Jawa Tengah, berfoto bersama Romo Aloysius Budi Purnomo PR seusai misa malam Natal di Gereja St Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/12).
lucgen.com

http://m.koran-jakarta.com/index.php?id ... tadetail=1
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby Laurent » Fri Dec 28, 2012 5:47 pm

Kamis, 27 Desember 2012 | 18:52 WIB



Digugat FPI, Bupati Semarang Dapat Dukungan

TEMPO.CO, Semarang- Sikap Bupati Semarang Mundjirin yang telah mengizinkan perayaan Misa Natal di alun-alun Mini Ungaran 24 Desember lalu menuai dukungan dari berbagai lembaga masyarakat. Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia Jawa Tengah dan Lembaga Studi Sosial dan Agama Jawa Tengah menyatakan membela Bupati Mundjirin yang telah digugat oleh Front Pembela Islam.

Dua lembaga ini juga siap mendukung langkah bupati lain yang menerapkan toleransi terhadap umat beragama. “Sikap bupati ini sebagai institusi negara yang tak mendukung intoleransi. Kami siap mendampingi,” ujar Ketua Majelis Wilayah PBHI Jawa Tengah, Deni Septiviant di kantornya, Kamis 27 Desember 2012.

Menurut Deni, sikap Mundjirin ini patut mendapat apresiasi karena serius menjalankan sikapnya sebagai aparatur negara yang menghargai perbedaan. “Ia berani bertindak, sedangkan gugatan FPI menciderai kebhinekaan,” kata Deni.

Menurut dia, sikap bupati Semarang itu menjadi momentum yang baik dan layak ditiru bagi pemerintah daerah lain yang kadang lalai dalam menciptkan toleransi di masyarakat. Sikap yang sama juga disampaikan oleh ketua Lembaga Studi Sosial dan Agama Jawa Tengah, Tedi Kholiluddin yang menilai langkah Mundjirin sudah sesuai dengan kapasitasnya yang memegang mandat sebagai pemimpin masyarakat. “Saya menilai izin perayan Natal di alun-alun Mini yang diberikan oleh bupati Mundjirin sesuai dengan garis kontitusi,” ujar Tedi.

Menurut dia kebijakan Mundjirin itu telah diatur oleh Gubernur Jawa Tengah tentang penggunaan fasilitas publik yang diteken tahun 2008 lalu. Ia menilai tudingan FPI terhadap Mundjirin yang tendensi menyebarkan kebencian terhadap suatu kelompok sangat lemah. “Alun-alun itu digunakan untuk ibadah, sama halnya ketika umat Islam hendak menggunakan tempat itu untuk itstigotsah,” katanya.

Ihwal gugatan, Front Pembela Islam Jawa Tengah memundurkan untuk memasukkan ke polisi. Rencana, FPI memasikkan gugatannya kemarin. Namun, FPI menjadwal ulang untuk memasukkan gugatan terhadap polisi pada Selasa pekan depan. Sekretaris Dewan Syuro FPI Jawa Tengah Habib Jindan mengaku masih menunggu pengurus lain yang sedang sibuk. “Kami undur, laporan akan diserahkan selasa pekan depan,” ujar Habib Jindan.

Ia menyatakan sudah melengkapi sejumlah berkas laporan yang hendak diserahkan ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Laporan ini ditembuskan ke Kepala Kepolisian RI dan Presiden Susilo Bambang Yudiyono. “Kebijakan Bupati Semarang itu bisa menciptakan kerusuhan,” ujar Jindan.

EDI FAISOL

http://m.tempo.co/read/news/2012/12/27/ ... t-Dukungan
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: SEMARANG : Amankan Natal, Ormas Islam Jaga Gereja

Postby swatantre » Fri Dec 28, 2012 6:14 pm

Laurent wrote:...
Ia menyatakan sudah melengkapi sejumlah berkas laporan yang hendak diserahkan ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Laporan ini ditembuskan ke Kepala Kepolisian RI dan Presiden Susilo Bambang Yudiyono. “Kebijakan Bupati Semarang itu bisa menciptakan kerusuhan,” ujar Jindan.

...dan siapakah yang melakukan kerusuhan itu...???
Kalo emang umat terbaik, apalagi dibandingkan dg umat keturunan kera dan babi, jawab dunks slam slim slum slem(ot)... :rolling: :green: :lol: :lol: :lol: :finga:
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4173
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users