. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Selain Islam adalah Sesat

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Selain Islam adalah Sesat

Postby zonikhlas » Tue Sep 29, 2009 1:21 pm

Astaghfirullah, seorang tokoh dengan pemahaman yang dinyatakan sesat oleh fatwa MUI namun sang tokoh mencalonkan diri sebagai ketua umum Pengurus Besar NU, direncanakan pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-31 Januari 2010.
Sang Tokoh tsb adalah Ulil Abshar Abdalla.
Tokoh yang sangat mendukung pemahaman sekulerisme, liberalisme dan pluralisme agama. Tokoh yang sangat yakin bahwa ada banyak jalan namun satu tujuan. Padahal sudah jelas hanya satu jalan yang diridhoi Allah, lainnya sesat.

Prinsip utama, bahwa kebenaran / Al-Haq itu tunggal karena bersumber dari tunggal yakni Allah. Allah Yang Maha Esa. Selain dari yang Tunggal itu adalah bathil / salah. Buah Pemikiran, Pemahaman, Filsafat, Olah Pikir, Keyakinan, apalagi Agama, Sekte baru yang tidak lagi bersumber atau berselisih pada Al-Qur'an dan Hadist adalah bathil/salah.

Firman Allah, "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3)

Allah telah menyampaikan, bahwa Agama Islam adalah penyempurnaan artinya agama sebelumnya seperti Yahudi, Nasrani, dll telah menjadi tidak berlaku lagi karena terjadi penyesatan yang dilakukan manusia, mereka menulis/mengubah kitab suci.

Juga berarti agama Islam sudah sempurna sehingga tidak perlu lagi "penambahan" oleh manusia, yang diperlukan adalah pemahaman, tuntunan dan implementasi.

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).

Pengubahan, Penyembunyian, Penambahan, Pengingkaran kitab sebelum Al-Qur'an telah dijelaskan dalam firman Allah antara lain,

Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.
(QS. 2:42)

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. 2:146)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melanati, (QS. 2:159)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)

Kaum non muslim sebelum sampai / kedatangan Rasulullah dengan agama Islam, mereka akan mendapatkan pahala sesuai keimanan mereka kepada Allah, pada hari kemudian dan juga berdasarkan amal shaleh yang telah mereka perbuat.

Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62)

Namun setelah kedatangan Rasulullah dengan agama Islam maka seluruh umat manusia diwajibkan untuk mengikuti agama Islam sebagai bentuk iman kepada Allah.

Firman Allah, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." [Ali Imran:85]

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." [Ali Imran:19]

Rasulullah diutus oleh Allah setelah terjadinya kesesatan non muslim, diantaranya mensekutukan Allah,

Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73).

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maidah: 78-79).

"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. 98:6)

Sebagai konsekuensi dari doktrin bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT, maka otomatis agama-agama lain yang dianut dan diyakini oleh sebagian umat manusia ditolak kebenarannya, bukan keberadaannya. Sekali lagi, yang ditolak adalah kebenarannya, bukan keberadaannya! Keberadaannya tidak ditolak karena Allah tidak mau memaksa manusia untuk memeluk agama Allah. Islam mengajarkan kebebasan memilih agama. Hanya saja jika manusia memilih agama selain Islam, di Akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 256).

Jadi, kesimpulan bahwa bukanlah merasa benar namun telah jelas bahwa Islam adalah agama yang benar sedangkan selain Islam adalah ditolak kebenarannya (jalan yang sesat).

Semoga kaum non muslim menyadari kekeliruannya dan semoga mendapatkan hidayah dari Allah sehingga mereka mengikuti Islam.


Semoga kita bisa selalu menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidup yang merupakan petunjuk Allah.
Firman Allah, " Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa", (Q Al Baqarah:2)

Sedangkan bagaimana kita berperilaku, etika bergaul dengan non muslim bisa dilihat antara lain,

http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/06/17/menjaga-pergaulan-dengan-non-muslim/

http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2033/pondasi-dan-kode-etik-pergaulan%20-muslim-dengan-non-muslim/

http://islamqa.com/id/ref/26721

Wassalam

Zon at Jonggol

================================================

Al-Bayyinah, 1 s/d 8

1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (QS. 98:1)

2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lemnbaran yang disucikan (Al-Quran), (QS. 98:2)

3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. (QS. 98:3)

4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. 98:4)

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)

6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. 98:6)

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. 98:7)

8. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya. (QS. 98:8)

========================================
zonikhlas
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 16
Joined: Sat Nov 08, 2008 8:00 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby GLUESTICK » Tue Sep 29, 2009 4:41 pm

Selain islam tdk ada yg mempercayai kebenaran ayat2 teror yg anda tulis di atas. Krn sesungguhnya ayat2 tsb hanyalah alat/iklan dari muhammad utk memperkuat gerombolannya pada masanya, utk alat penebar kebencian kpd manusia di luar gerombolannya.
Pd masa kini ayat tsb dpt digunakan sbg alat/iklan utk merekrut dan memperkuat gerombolan teroris spt anda.

Gluestick
Recap after use
GLUESTICK
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 207
Joined: Fri Feb 20, 2009 10:05 am
Location: Freshair

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby madnear » Tue Sep 29, 2009 5:03 pm

saudara zoneikhlas..
tenang dulu..
gaboleh tiba2 mengklaim pihak lain sesat.. [-X


GLUESTICK wrote:Selain islam tdk ada yg mempercayai kebenaran ayat2 teror yg anda tulis di atas. Krn sesungguhnya ayat2 tsb hanyalah alat/iklan dari muhammad utk memperkuat gerombolannya pada masanya, utk alat penebar kebencian kpd manusia di luar gerombolannya.
Pd masa kini ayat tsb dpt digunakan sbg alat/iklan utk merekrut dan memperkuat gerombolan teroris spt anda.

Gluestick
Recap after use



om gluestick juga..
santai ajj..
gaboleh langsung mengklaim pihak lain terorist.. [-X


Board index ‹ MISSI KAMI : menguak wajah Islam sebenarnya.


saudara zoneikhlas hanya ingin berdiskusi tentang islam..
dan memberikan pemikiran2nya saja kok.. :turban:
madnear
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 28
Joined: Sat Sep 26, 2009 11:52 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby gedebul » Tue Sep 29, 2009 5:05 pm

[quote][/quote]
Sdr. Zonikhlas, apa yg salah dgn Sekularisme, pluralismd dan liberalisme Dlm Islam?. Tapi sebelum menjawab sebaiknya anda cek dulu definisi dan latar belakang konsep Sekularisme, pluralismd dan liberalisme Dlm Islam yg dipromosikan Sdr. Ulil atau Nurcholis Majid
gedebul
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 121
Joined: Sun Feb 01, 2009 6:07 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby zonikhlas » Thu Oct 01, 2009 3:14 pm

gedebul wrote:Sdr. Zonikhlas, apa yg salah dgn Sekularisme, pluralismd dan liberalisme Dlm Islam?. Tapi sebelum menjawab sebaiknya anda cek dulu definisi dan latar belakang konsep Sekularisme, pluralismd dan liberalisme Dlm Islam yg dipromosikan Sdr. Ulil atau Nurcholis Majid


Hal ini sudah difatwakan dalam KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA, Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005
Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA
link : http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137
Berikut potongan keputusan fatwanya,
............................
Dengan bertawakal kepada Allah SWT.

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM

Pertama : Ketentuan Umum
Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan
1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanyasaja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnaah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
4. sekulerisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan social.

Kedua : Ketentuan Hukum

1. Pluralisme, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.
2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.
3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah social yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan social denga pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

======
Topik ini saya sampaikan agar manusia penganut non Islam yang beriman pada Allah untuk dapat segera mengikuti agama Islam yang telah dibawa oleh Nabi Terakhir, Muhammad SAW. Agama yang telah disempurnakan, dan agama satu-satunya yang diridhai Allah.

Siapa saja yang tidak beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW, termasuk Ahlul Kitab, masuk dalam kategori penghuni neraka sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Surat Al-Bayyinah ayat 6:

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Jadi, Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang tidak beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW tidaklah yang termasuk dalam pengertian Surat Al-Baqarah 62, sehingga di akhirat kelak mereka tidak termasuk golongan yang selamat dari api neraka.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “kebenaran agama secara total” hanya ada pada Islam, sebagai satu-satunya agama Allah. Yang dimaksud dengan “secara total” adalah apabila kita menimbang dan menilai satu agama secara totalitas, bukan secara parsial. Hal ini berarti ­Islam tidak menafikan “kebenaran parsial” yang ter­dapat dalam agama-agama lain, terutama dari aspek muamalah dalam pengertian yang lebih luas, yaitu hubungan antara sesama manusia dan hubungan antara manusia dengan alam. Ajaran cinta kasih, tolong menolong, solidaritas, per­satuan, keadilan, kejujuran, kebersihan, disiplin, menuntut ilmu, bekerja dengan rajin dan giat, memelihara lingkungan dan lain sebagainya akan kita temukan tidak hanya dalam ajaran Islam semata, tetapi juga pada ajaran agama-agama lain.

Dalam aspek muamalah ini Islam bersikap fleksibel, semua yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dapat diterima sebagai sebuah kebenaran. Dalam perspektif seperti itu kita menilai kebenaran yang terdapat dalam berbagai macam agama, bukan dalam pengertian totalitas sebagai agama.

Ada pandangan yang mengibaratkan agama sebagai “kendaraan menuju satu tujuan,” Pandangan ini menyatakan bahwa yang penting adalah tujuan yang sama, sedangkan kendaraan yang dinaiki dan jalan yang ditempuh boleh berbeda-beda, toh pada akhirnya semua akan sampai di tempat yang sama.

Pandangan ini tentu saja tidak dapat diterima oleh Islam. Dalam perspektif ­Islam, perbedaan kendaraan dan jalan yang ditempuh itu memang dibolehkan, asal semua kendaraan yang dinaiki itu laik jalan, sehingga dapat mengantarkan ke tujuan dengan selamat dan jalan yang ditempuh pun menuju ke arah yang sama.

Apabila ajaran Islam dipelajari dengan baik dan rinci, kita akan mengetahui bagian mana yang tidak boleh berbeda dan bagian mana pula yang memberikan keleluasaan untuk berbeda.
Bagian-bagian yang boleh berbeda itu sajalah yang dapat diibaratkan dengan kendaraan dan jalan yang beragam untuk mencapai tujuan. Misalnya, model bangu­nan masjid boleh beragam, asal semuanya meng­hadap kiblat. Warna pakaian boleh berbeda, asal semua menutup aurat. Model masjid dan pakaian dalam hal ini adalah dua contoh keraga­man yang dibenarkan, yang dapat diibaratkan dengan kendaraan dan jalan yang berbeda itu, tetapi shalat menghadap kiblat dan menutup aurat adalah dua hal yang tidak dapat diibaratkan kendaraan dan jalan yang boleh berbeda, karena perbedaannya bersifat substantif.

Dua contoh ini cukup untuk sekadar ilustrasi bahwa dalam Islam ada ajaran yang statis, tsabit, tidak dapat dirubah dan berbeda, dan ada juga ajaran yang dinamis yang dapat menerima perobahan dan perbedaan.

Tidak semuanya dapat diibaratkan dengan kendaraan dan jalan untuk mencapai satu tujuan, apalagi menyamakan persoalan ketuhanan, kerasulan dan kitab suci sebagai hanya sekadar kendaraan dan jalan. Analogi seperti itu adalah analogi yang sangat lemah, baik dari segi logika maupun teologi.

Untuk itu saya menganjurkan kepada teman-teman non muslim untuk mendalami kitab suci masing-masing sehingga pada akhirnya akan timbullah keraguan. Bahkan pendeta, rahib maupun pemimpin agama, akan melarang anda untuk bertanya atas keraguan tersebut. Kenapa saya pastikan pada akhirnya akan timbul keraguan karena kitab suci non muslim sudah ada campur tangan manusia. Manusia yang sesungguhnya lemah dan tidak mengetahui segalanya.

Sedangkan Al-Qur'an kitab suci kaum muslim, sudah disampaikaikan firman Allah, Al-Baqarah ayat 2
" Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa"

Teknologi dan Science pun sampai saat ini, beberapa hasil penelitian terbarupun pada akhirnya membuktikan kehebatan ayat-ayat Al-Qur'an. Banyak non-muslim akhirnya pasrah pada Islam setelah mereka memperdalami ilmu, teknologi maupun science.

Sekali lagi, kenapa topik ini saya sampaikan kepada teman-teman non muslim, adalah agar mereka tidak menyia-nyiakan kehidupan di dunia hanya karena salah memilih agama.

Apakah Bunda Theresa yang sepanjang usianya dibaktikan untuk umat miskin harus masuk neraka?
*******OOT ke Kristen dihapus. Baca dulu ini (klik): FFI BUKAN FORUM KRISTEN!!

Kalau memang akhlak yang dijadikan patokan oleh Tuhan untuk menentukan pantas tidaknya seseorang masuk surga atau neraka, maka agama tidak diperlukan lagi di muka bumi ini. Kalau memang akhlak sangat menentukan masuk surga atau tidak, maka untuk apa lagi agama, karena tanpa agama orang masih bisa berbuat baik. Di negeri seperti Rusia, China, atau di Eropa dan Amerika, ditemukan banyak orang yang tak beragama tapi memiliki akhlak yang baik.

Sifat baik adalah fitrah yang diberikan Allah sejak kita di dalam kandungan. Fitrah (sifat-sifat baik) adalah kecenderungan manusia untuk berbuat kebaikan, seperti halnya binatang buas diberi Allah SWT. kecenderungan untuk bersifat buas walaupun ia berusaha dijinakkan di lingkungan manusia. Hawa nafsu dan pilihan manusia sendiri yang membuat seorang manusia menjadi jahat dan berperilaku buruk.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT. berfirman:
“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya. Dan sesungguhnya mereka didatangi oleh syetan yang menyebabkan mereka tersesat dari agama mereka” (HR Muslim).
Allah menganugerahi manusia kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk sesuai firman Allah: “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (QS, Al-Balad 90: 10).
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS, Al-Insaan 76: 3).
Kemudian syetan berusaha mengaburkan jalan yang benar sehingga jalan yang baik oleh manusia dikira sesat, dan jalan yang sesat dikira benar.
Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran surat Al Baqarah 2: 216: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Namun demikian, jangan disalahpahami bahwa akhlak yang baik tidak penting, atau menjadi muslim yang berperilaku buruk lebih baik daripada non-Islam yang baik hati. Perlu disadari bahwa ada yang lebih penting kita capai dalam agama ini di samping kewajiban untuk berakhlak baik.

Saat Rasulullah SAW. lagi thawaf. Rasulullah SAW. bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet.
Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW. bertanya kepada anak muda itu: “Kenapa pundakmu itu?”
Jawab anak muda itu: “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”.
Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk ke dalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”
Nabi SAW. sangat terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu. Ia berkata: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu”.
Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita terhadap anaknya. Kita merasa sudah cukup, tapi dalam perhitungan Allah nilai jasa kedua orang tua pada anaknya jauh lebih besar nilainya dari yang dibayangkan manusia.
Pasti ada sesuatu perbuatan lain yang harus kita lakukan untuk memperbanyak balas budi kita pada kedua orang tua kita. Di antaranya dengan cara menjadi anak yang sholeh dan selalu mendoakan kedua orangtua kita.

Ada perspektif yang sama antara hadits tersebut barusan dengan hadits berikut ini.
Rasulullah SAW. pernah berkata, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”.
Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah?”.
Jawab Rasulullah SAW.: “Amal soleh saya pun tidak cukup”.
Lalu para sahabat kembali bertanya: “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”
Nabi SAW. kembali menjawab: “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.
Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah SWT. sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Dengan rahmat Allah SWT. itulah kita mendapatkan surga Allah. Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apa pun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah SWT. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah SWT. Kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah SWT.

Apa makna dari kedua hadits tersebut di atas?
Yaitu bahwa perbuatan baik (akhlak) dan ibadah kita ternyata tidak mampu untuk mendapatkan tiket ke surga. Hanya karena rahmat-Nyalah kita bisa ke surga. Akhlak dan amal ibadah juga tidak cukup menjamin kita terbebas dari api neraka, hanya ampunan-Nyalah yang bisa membuat kita terbebas dari api neraka. Karena itu kita diminta banyak memohon rahmat dan ampunan Allah SWT.

Apa syaratnya agar doa kita untuk memohon rahmat dan memohon ampunan Allah bisa diterima?
Tidak semua orang diberi rahmat surga, dan tidak semua orang diberi ampunan dari ancaman neraka. Allah menentukan syarat utamanya adalah beriman kepada-Nya dan rasul-Nya (melalui syahadat).

Apakah benar anggapan bahwa sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang akan membuat Allah tidak mungkin (tega) menghukum orang yang baik hati?
Di akhirat kelak orang yang tidak beriman kepada Allah SWT. akan membawa amal kebaikannya ke hadapan Allah, tapi kemudian Allah tidak menerimanya, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al Furqan ayat 23, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”.

Agar doa, ampunan, amal dan ibadah kita bisa diterima Allah hendaknya kita mengenal Allah secara baik. Kita pun sebagai hamba Allah perlu mencari tahu apa sebenarnya syarat utama yang diinginkan Allah agar segala amal ibadah dan akhlak baik kita diterima Allah. Tidak susah mengenal Allah karena karya-Nya ada di sekeliling kita, bahkan Ia telah memperkenalkan diri-Nya melalui kitab-kitab suci dan ajaran nabi-Nya. Sekarang tinggal kita saja mempelajarinya dan mencari kebenaran. Insya Allah manusia yang serius dan dengan tawadhu ingin mencari kebenaran, maka Allah memberi petunjuk (hidayah) melalui Qur’an dan hadits.

Memahami Allah hanya dengan menggunakan kemampuan akal manusia adalah sia-sia, karena hakikat Allah adalah di luar batas akal manusia. Hati manusia akan membantu kita memahami Allah, karena di dalam hati bersemayam fitrah manusia yang salah satunya memiliki sifat-sifat cinta kepada Allah. Hati pun perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran (sifat sombong, dengki, kikir, dsb.) agar fitrah manusia kembali bercahaya menerangi pikirannya.

Melalui pengenalan yang baik terhadap Allah SWT. melalui cara-cara yang diatur dalam Qur’an dan hadits, akan kita temukan bahwa Allah mensyaratkan aqidah Islam yang benar sebelum segala amal ibadahnya diterima. Aqidah Islam diwujudkan dalam bentuk syahadat.

Aqidah adalah apa yang diyakini seseorang, bebas dari keraguan. Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.

Aqidah Islam merupakan syarat pokok menjadi seorang mukmin, dan merupakan syarat sahnya semua amal kita. Untuk memperoleh aqidah yang lurus kita perlu mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah dan apa-apa yang disukai dan dibenci Allah. Tanpa aqidah yang lurus maka amal ibadah kita tidak diterima-Nya.

Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT. adalah syirik, yaitu mensejajarkan diri-Nya dengan makhluk atau benda ciptaan-Nya.
Allah berfirman, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang yang merugi” (QS, Az-Zumar: 65).

Aqidah adalah tauqifiyah, artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil, dan tidak ada medan ijtihad atau berpendapat di dalamnya. Sumbernya hanya al-Qur’an dan as-Sunnah, sebab tidak ada yang lebih mengetahui tentang sifat-sifat Allah selain Allah sendiri.

Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah SWT. dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan ta’at kepada-Nya, beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih tentang prinsip-prinsip agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.

Begitu pentingnya aqidah dalam Islam, sehingga pelurusan aqidah adalah dakwah yang pertama-tama dilakukan para rasul Allah, setelah itu baru mereka mengajarkan perintah agama (syariat) yang lain. Di dalam Al Qur’an, surat Al-A’raf ayat 59, 65, 73 dan 85, tertulis beberapa kali ajakan para nabi, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain-Nya”. Dengan demikian ilmu Tauhid sebagai ilmu yang menjelaskan aqidah yang lurus, merupakan ilmu pokok yang harus dipahami sebaik mungkin oleh setiap umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agamanya.

Tanpa aqidah yang benar seseorang akan terbenam dalam keraguan dan berbagai prasangka, yang lama kelamaan akan menutup pandangannya dan menjauhkannya dari jalan hidup kebahagiaan. Tanpa aqidah yang lurus seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu oleh berbagai informasi yang menyesatkan keimanan kita.

Ada juga yang berpendapat bahwa setiap amal saleh yang dilakukan oleh siapa pun akan mendapat penghargaan dari Allah swt., termasuk yang dilakukan oleh non-muslim.
Akan tetapi, tentu saja, kebaikan yang dilakukan non-muslim itu tidak menjadikannya sebagai ahli surga.
Imbalannya hanya sebatas diringankan dari siksa di alam Barzakh dan Akhirat.

Sebagai contoh disebutkan dalam sebuah hadts bahwa Abu Jahal, paman Rasul SAW. diringankan azabnya setiap hari Senin, karena ia “menyambut dan turut merasa gembira atas kelahiran Muhammad, keponakannya. Saking gembiranya, ia membebaskan seorang budaknya yang bernama Tsuwaibah”. Menyambut kehadiran bayi dan membebaskan budak adalah amal baik. Namun, tetap, kunci surga adalah iman kepada Allah dan kenabian serta kerasulan Muhammad saw.

Lalu bagaimana yang tidak percaya dengan Allah?
Iblis yang mempercayai Tuhan yang satu, mengakui-Nya sebagai pencipta alam semesta, masih juga di sebut kafir disebabkan pengikaran kepada perintah-Nya.

Prinsip dasar menjalani kehidupan di dunia adalah mengikuti Islam, jalan yang lurus, yaitu jalan hidup yang benar, yang membuat bahagia di dunia dan di akhirat.

Saya akhiri dengan firman Allah, Al-Fatihah . kerangka dasar manusia menjalani kehidupan di dunia yang tertuang pada 3 ayat terakhir, yakni ayat 5,6,7

5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus.
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Sekarang pilihan terserah anda, Jalan orang-orang yang telah diberi nikmat atau dimurkai atau sesat ?

Sebaiknya anda tidak menyia-nyiakan kehidupan anda di dunia hanya karena hawa nafsu, kemarahan atau hal-hal yang lain yang merendahkan anda sebagai manusia.

(dari berbagai sumber)
zonikhlas
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 16
Joined: Sat Nov 08, 2008 8:00 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby overdose » Thu Oct 01, 2009 4:26 pm

salam kenal mas/mbak ZI
menarik sekali ulasan anda.

dr semua uraian ttg bagaimana agama anda tersebut.
gw hanya ingin bertanya,
Bagaimana jika ada yg menyebutkan dan menjelaskan bahwa agama andalah yg sesat?
bagaimana sikap anda?

salam.
:turban:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby JANGAN GITU AH » Thu Oct 01, 2009 4:27 pm

@Zona iklas
Pergilah keneraka dengan Islamu!
:-" :-"
User avatar
JANGAN GITU AH
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5020
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby zonikhlas » Thu Oct 01, 2009 5:09 pm

overdose wrote:salam kenal mas/mbak ZI
menarik sekali ulasan anda.

dr semua uraian ttg bagaimana agama anda tersebut.
gw hanya ingin bertanya,
Bagaimana jika ada yg menyebutkan dan menjelaskan bahwa agama andalah yg sesat?
bagaimana sikap anda?

salam.
:turban:


Mas, kang, aa, uda, bung juga boleh...

Sekali lagi, mohon maaf buat yang non muslim, bukanlah saya yang mengatakan, selain Islam adalah sesat.
Namun semua itu tercantum pada Al-Qur'an.
Saya cuma terpanggil untuk sekedar menyampaikan kepada teman-teman non muslim atau yang baru saja keluar dari Islam. untuk menyadari kenyataan bahwa kabar / berita / petunjuk Allah, pencipta semesta alam yang terbaru hanyalah pada Al-Qur'an. Kita juga membaca buku / tulisan selalu mencari edisi, cetakan terbaru apalagi kitab suci seharusnya yang terbaru dan edisi terakhir !
Allah lah yang menyatakan bahwa Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya.
Allah lah pula yang menyatakan bahwa beliau telah menyempurnakan agama dan meridhoi, semua dalam Islam yang dibawa oleh penutup sekalian Nabi yakni Muhammad SAW. Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman.

Buat saya, jika ada manusia yang menyatakan Islam adalah agama yang sesat, apalah manusia dengan pengetahuannya dibanding dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Manusia itu lemah, Manusia pun menyadari bahwa tiada kekuatan selain izin Allah. Sebuah langkah kaki, detak jantung, kedip mata, tak satupun manusia dapat mengupayakan selain atas izin Allah. Apatah lagi manusia tahu kapan ajal akan menjemputnya.

Cobalah simak berita tentang kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an , makin hari, makin terkuaklah pengetahuan yang telah Allah jabarkan. Ahli-ahli Ilmu pengetahuan, science berdecak kagum, dan merunduk lemah atas ke Maha Kuasaan Allah, Pencipta semesta alam. Sekali lagi ini membuktikan secara jelas bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan manusia / Muhammad SAW. Sebaiknya anda, non muslim, tidak mengikuti fitnah-fitnah manusia yang mengikuti hawa nafsu, prasangka buruk saja kepada Islam.

Marilah ikutilah Islam, dalami Al-Qur'an, sehingga anda mendapatkan semua jawaban tentang masalah kehidupan anda di dunia sebagai bekal akhirat nanti.

Semoga Allah menyelamatkan kaum non muslim dari keraguan, kebimbangan, kebingungan ataupun keputus asaan dengan hidayahNya dalam jalan mengikuti Islam.
zonikhlas
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 16
Joined: Sat Nov 08, 2008 8:00 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby Yehuda » Thu Oct 01, 2009 5:21 pm

Mas, kang, aa, uda, bung juga boleh...
Sekali lagi, mohon maaf buat yang non muslim, bukanlah saya yang mengatakan, selain Islam adalah sesat.
Namun semua itu tercantum pada Al-Qur'an


Nah lho, pertanyaannya quran itu palsu atau tidak???


Saya cuma terpanggil untuk sekedar menyampaikan kepada teman-teman non muslim atau yang baru saja keluar dari Islam. untuk menyadari kenyataan bahwa kabar / berita / petunjuk Allah, pencipta semesta alam yang terbaru hanyalah pada Al-Qur'an. Kita juga membaca buku / tulisan selalu mencari edisi, cetakan terbaru apalagi kitab suci seharusnya yang terbaru dan edisi terakhir !
Allah lah yang menyatakan bahwa Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya.


Lagi-lagi berdasarkan quran...

Allah lah pula yang menyatakan bahwa beliau telah menyempurnakan agama dan meridhoi, semua dalam Islam yang dibawa oleh penutup sekalian Nabi yakni Muhammad SAW. Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman.


Dari quran itu lagi...

Buat saya, jika ada manusia yang menyatakan Islam adalah agama yang sesat, apalah manusia dengan pengetahuannya dibanding dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Manusia itu lemah, Manusia pun menyadari bahwa tiada kekuatan selain izin Allah. Sebuah langkah kaki, detak jantung, kedip mata, tak satupun manusia dapat mengupayakan selain atas izin Allah. Apatah lagi manusia tahu kapan ajal akan menjemputnya.


Emang quran berasal dari Allah ya??? Tolong jangan mengangkat sesuatu yang sudah basi disini...

Cobalah simak berita tentang ayat-ayat Al-Qur'an , makin hari, makin terkuaklah pengetahuan yang telah Allah jabarkan. Ahli-ahli Ilmu pengetahuan, science berdecak kagum, dan merunduk lemah atas ke Maha Kuasaan Allah, Pencipta semesta alam. Sekali lagi ini membuktikan secara jelas bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan manusia / Muhammad SAW. Sebaiknya anda, non muslim, tidak mengikuti fitnah-fitnah manusia yang mengikuti hawa nafsu, prasangka saja kepada Islam.


Ente baca buku Mark A. Gabriel ga? Science dalam quran itu sebenarnya sudah ada sebelum jaman muhammad, nah quran cuma copas ibaratnya...

Semoga Allah menyelamatkan kaum non muslim dari keraguan, kebimbangan, kebingungan ataupun keputusasaan dengan hidayahNya dalam jalan mengikuti Islam.


Semoga ente melihat terang yang besar itu, saat ente melihatnya janganlah keraskan hati ente...Dia mengetuk di depan pintu hati ente, persilakan Dia masuk...

Peace...

[-o<
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby I Want You » Thu Oct 01, 2009 5:22 pm

buat saudara Zona Ikhlas ,

bertobatlah sebelum terlambat , islam adalah agama yang paling sesat di muka bumi ( ISLAM = Ikut Setan Lewat Ajaran Muhammad ) , silahkan anda check sendiri , bagaimana prilaku nabi anda. coba anda baca2 Jesus dan Muhammad , karangan Mark Gabriel , Hidup di Ujung tombak , karangan MA.Khan. Yesus , Muhammad , dan saya karangan M. Ghozali . anda bisa merenungkan sendiri , agama yang anda anggap benar. buktikan dengan fakta2 terkini, hanya ada satu teroris yaitu islam !! tidak ada yahudi , nasrani , budha , atau hindu yang berteriak2 memanggil Tuhan mereka sambil melakukan aksi teroris !

semoga anda mau membuka hati untuk Tuhan Yang Sesungguhnya.
Tuhan berkati.
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2383
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby jameela » Thu Oct 01, 2009 5:37 pm

pantes saja banyak yang gak respek sama mui.

btw coba gw analisa zoniklas apakah masuk kriteria
menurut foxhound:

Beberapa ciri mencolok seorang muslim(ah) sejati
by Foxhound » Sun Apr 06, 2008 11:59 am

Ciri – ciri seorang muslim(ah) sejati:

1. Triumphalist ------> cocok

2. Tukang Claim agama Ibrahim -------> tidak nampak ?

3. Tukang claim terhadap mujizat AlQuran -------->cocok

4. Standard ganda ------->cocok

5. Membenci kekristenan -------->tidak nampak

6. Buta terhadap kelakuan busuk nabinya, dan rekan seukuwahnya -------->tidak nampak

ksimpulan:
sdr. zonikhlas BUKAN seorang muslim(ah) sejati ???!!!
jameela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 973
Joined: Thu Sep 25, 2008 6:07 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby SUAMI MURTAD » Fri Oct 02, 2009 5:54 am

zonikhlas wrote:Sekali lagi, mohon maaf buat yang non muslim, bukanlah saya yang mengatakan, selain Islam adalah sesat.
Namun semua itu tercantum pada Al-Qur'an.
Saya cuma terpanggil untuk sekedar menyampaikan kepada teman-teman non muslim atau yang baru saja keluar dari Islam. untuk menyadari kenyataan bahwa kabar / berita / petunjuk Allah, pencipta semesta alam yang terbaru hanyalah pada Al-Qur'an. Kita juga membaca buku / tulisan selalu mencari edisi, cetakan terbaru apalagi kitab suci seharusnya yang terbaru dan edisi terakhir !

Tentu kami memaafkan anda, tapi memaafkan Quran dan Islam yang menyebarkan doktrin sesat????? Rasanya belum.

Tulisan anda ini juga bukti bung... bahwa ISLAM TIDAK MEMBAWA MANFAAT BAGI KAUM LAIN....! Islam bukanlah RAHMATAN LIL’ALAMIN . Quran sebagai buku petunjuk Islam justru "ber-manuver" meluluhlantakkan perdamaian bagi umat manusia di bumi.

zonikhlas wrote:Allah lah yang menyatakan bahwa Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya.

Ini pro-claim. Ini self-proclaim dari Allah SWT.

Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya ===> Allah SWT sampai detik ini tidak menyebutkan dan menerangkan, yang mana yang diingkari, disembunyikan...??

RENUNGKAN kebenaran claim Allah SWT itu di Quran, mengandung kebenaran / tidak ?????

zonikhlas wrote:Allah lah pula yang menyatakan bahwa beliau telah menyempurnakan agama dan meridhoi, semua dalam Islam yang dibawa oleh penutup sekalian Nabi yakni Muhammad SAW. Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman.


Bung logika anda tampaknya hanya sepotong. Coba, bgmana kalau saya mengaku sebagai "PENCIPTA ANDA" ???? Apakah anda percaya ????

Jangan bung... jangan percaya begitu saja. Teliti dan selidiki dulu kebenarannya. Pengakuan secara sepihak (oleh Allah SWT di Quran) perlu dikaji dan dicarikan bukti-bukti kebenarannya, baru boleh kita percayai.

Contoh :
Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman ???

Ini sulit dipercaya.., bukankah tampaknya seperti banyak kekeliruan dalam Quran??

Silahkan anda baca dan renungkan kebenaran fakta-fakta ttg Islam yang dijabarkan melalui FFi ini.

zonikhlas wrote:Buat saya, jika ada manusia yang menyatakan Islam adalah agama yang sesat, apalah manusia dengan pengetahuannya dibanding dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Manusia itu lemah, Manusia pun menyadari bahwa tiada kekuatan selain izin Allah. Sebuah langkah kaki, detak jantung, kedip mata, tak satupun manusia dapat mengupayakan selain atas izin Allah. Apatah lagi manusia tahu kapan ajal akan menjemputnya.

Ini teori dan doktrin (walaupun memang tertulis dan diajarkan oleh Islam).

Contoh : INI DOKTRIN NGGAK MASUK AKAL : Manusia itu lemah ==> kenapa Allah SWT malah meminjam tangan manusia untuk membalas perbuatan orang kafir? Kenapa Allah SWT malah mendayagunakan manusia yang lemah itu untuk membela kepentingan Allah SWT ????

Bung, cobalah bandingkan antara teori yang tertulis di Quran dengan fakta...

zonikhlas wrote:Cobalah simak berita tentang kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an , makin hari, makin terkuaklah pengetahuan yang telah Allah jabarkan. Ahli-ahli Ilmu pengetahuan, science berdecak kagum, dan merunduk lemah atas ke Maha Kuasaan Allah, Pencipta semesta alam. Sekali lagi ini membuktikan secara jelas bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan manusia / Muhammad SAW. Sebaiknya anda, non muslim, tidak mengikuti fitnah-fitnah manusia yang mengikuti hawa nafsu, prasangka buruk saja kepada Islam.

Marilah ikutilah Islam, dalami Al-Qur'an, sehingga anda mendapatkan semua jawaban tentang masalah kehidupan anda di dunia sebagai bekal akhirat nanti.

Semoga Allah menyelamatkan kaum non muslim dari keraguan, kebimbangan, kebingungan ataupun keputus asaan dengan hidayahNya dalam jalan mengikuti Islam.


Wow salut..., kurangkah bukti bahwa Allah SWT tidak menolong umat-nya yang sedang kena bencana (contoh : gempa Jabar atau gempa Padang) ???????????

Marilah ikutilah Islam, dalami Al-Qur'an, sehingga anda mendapatkan semua jawaban tentang masalah kehidupan anda di dunia sebagai bekal akhirat nanti.


:rofl: IQ-jongkok yang mau ikut....!

Susu sapi, lumpur hitam, wahyu lalat, wahyu tawon, dan sperma (dalam Quran) ????

MEMBINGUNGKAN.... NON-SENSE.... BERLAWANAN dengan HATI NURANI & SCIENCE....!
User avatar
SUAMI MURTAD
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 441
Joined: Thu Apr 16, 2009 2:43 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby overdose » Fri Oct 02, 2009 11:16 am

zonikhlas wrote:
Mas, kang, aa, uda, bung juga boleh...

Sekali lagi, mohon maaf buat yang non muslim, bukanlah saya yang mengatakan, selain Islam adalah sesat.
Namun semua itu tercantum pada Al-Qur'an.
Saya cuma terpanggil untuk sekedar menyampaikan kepada teman-teman non muslim atau yang baru saja keluar dari Islam. untuk menyadari kenyataan bahwa kabar / berita / petunjuk Allah, pencipta semesta alam yang terbaru hanyalah pada Al-Qur'an. Kita juga membaca buku / tulisan selalu mencari edisi, cetakan terbaru apalagi kitab suci seharusnya yang terbaru dan edisi terakhir !
Allah lah yang menyatakan bahwa Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya.
Allah lah pula yang menyatakan bahwa beliau telah menyempurnakan agama dan meridhoi, semua dalam Islam yang dibawa oleh penutup sekalian Nabi yakni Muhammad SAW. Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman.

Buat saya, jika ada manusia yang menyatakan Islam adalah agama yang sesat, apalah manusia dengan pengetahuannya dibanding dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Manusia itu lemah, Manusia pun menyadari bahwa tiada kekuatan selain izin Allah. Sebuah langkah kaki, detak jantung, kedip mata, tak satupun manusia dapat mengupayakan selain atas izin Allah. Apatah lagi manusia tahu kapan ajal akan menjemputnya.

Cobalah simak berita tentang kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an , makin hari, makin terkuaklah pengetahuan yang telah Allah jabarkan. Ahli-ahli Ilmu pengetahuan, science berdecak kagum, dan merunduk lemah atas ke Maha Kuasaan Allah, Pencipta semesta alam. Sekali lagi ini membuktikan secara jelas bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan manusia / Muhammad SAW. Sebaiknya anda, non muslim, tidak mengikuti fitnah-fitnah manusia yang mengikuti hawa nafsu, prasangka buruk saja kepada Islam.

Marilah ikutilah Islam, dalami Al-Qur'an, sehingga anda mendapatkan semua jawaban tentang masalah kehidupan anda di dunia sebagai bekal akhirat nanti.

Semoga Allah menyelamatkan kaum non muslim dari keraguan, kebimbangan, kebingungan ataupun keputus asaan dengan hidayahNya dalam jalan mengikuti Islam.


bro,
ada agama lain yg menggolongkan agama ente itu sesat.
dan sejauh ini sdhkan klaim kebenaran kitab ente terbukti benar?
sudahkah ente mencoba memahami kitab ente? atau hanya beriman buta?
pahami postingan2 netter lain yg ada.
bagaimana sikap ente?
krn ada jalan yg disangka lurus, namun berujung maut.

peace .
:lol:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby Yehuda » Fri Oct 02, 2009 11:42 am

overdose wrote:Mas, kang, aa, uda, bung juga boleh...

Sekali lagi, mohon maaf buat yang non muslim, bukanlah saya yang mengatakan, selain Islam adalah sesat.
Namun semua itu tercantum pada Al-Qur'an.
Saya cuma terpanggil untuk sekedar menyampaikan kepada teman-teman non muslim atau yang baru saja keluar dari Islam. untuk menyadari kenyataan bahwa kabar / berita / petunjuk Allah, pencipta semesta alam yang terbaru hanyalah pada Al-Qur'an. Kita juga membaca buku / tulisan selalu mencari edisi, cetakan terbaru apalagi kitab suci seharusnya yang terbaru dan edisi terakhir !
Allah lah yang menyatakan bahwa Yahudi , Nasrani dan lainnya telah membuat pengingkaran, penyembunyian kebenaran yang sesungguhnya.
Allah lah pula yang menyatakan bahwa beliau telah menyempurnakan agama dan meridhoi, semua dalam Islam yang dibawa oleh penutup sekalian Nabi yakni Muhammad SAW. Allah pula yang menjaga Al-Qur'an sampai akhir zaman.

Buat saya, jika ada manusia yang menyatakan Islam adalah agama yang sesat, apalah manusia dengan pengetahuannya dibanding dengan Allah Yang Maha Mengetahui. Manusia itu lemah, Manusia pun menyadari bahwa tiada kekuatan selain izin Allah. Sebuah langkah kaki, detak jantung, kedip mata, tak satupun manusia dapat mengupayakan selain atas izin Allah. Apatah lagi manusia tahu kapan ajal akan menjemputnya.

Cobalah simak berita tentang kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an , makin hari, makin terkuaklah pengetahuan yang telah Allah jabarkan. Ahli-ahli Ilmu pengetahuan, science berdecak kagum, dan merunduk lemah atas ke Maha Kuasaan Allah, Pencipta semesta alam. Sekali lagi ini membuktikan secara jelas bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan manusia / Muhammad SAW. Sebaiknya anda, non muslim, tidak mengikuti fitnah-fitnah manusia yang mengikuti hawa nafsu, prasangka buruk saja kepada Islam.

Marilah ikutilah Islam, dalami Al-Qur'an, sehingga anda mendapatkan semua jawaban tentang masalah kehidupan anda di dunia sebagai bekal akhirat nanti.

Semoga Allah menyelamatkan kaum non muslim dari keraguan, kebimbangan, kebingungan ataupun keputus asaan dengan hidayahNya dalam jalan mengikuti Islam.


bro,
ada agama lain yg menggolongkan agama ente itu sesat.
dan sejauh ini sdhkan klaim kebenaran kitab ente terbukti benar?
sudahkah ente mencoba memahami kitab ente? atau hanya beriman buta?
pahami postingan2 netter lain yg ada.
bagaimana sikap ente?
krn ada jalan yg disangka lurus, namun berujung maut.

peace .
:lol:[/quote]

Ameeeeen brother...

\:D/
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby zonikhlas » Fri Oct 02, 2009 4:05 pm

Yehuda wrote:Ente baca buku Mark A. Gabriel ga? Science dalam quran itu sebenarnya sudah ada sebelum jaman muhammad, nah quran cuma copas ibaratnya...

Semoga ente melihat terang yang besar itu, saat ente melihatnya janganlah keraskan hati ente...Dia mengetuk di depan pintu hati ente, persilakan Dia masuk...

Peace...

[-o<


Mark A. Gabriel ?
maaf, beliau cuma seorang manusia biasa, yang mungkin tersesat dan mungkin juga malah menyesatkan.

Tentu ada science sebelum jaman Muhammad.
Namun Ilmu pengetahuan, science dalam Al-Qur'an begitu luas dan dalam, manusia akan menyadari, mengetahui, memahami sampai akhir zaman. Seberapa besar / maju pencapaian manusia dalam ilmu pengetahuan, science , selalu ada petunjuk Allah dalam Al-Qur'an.

Manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia dengan 4 cara yakni.

1. Dengan Insting
2. Dengan Panca Indera
3. Dengan Akal
4. Dengan Petunjuk Allah.

Mohon maaf, selain pemeluk Islam mengarungi kehidupan dengan Insting, Panca Indera dan Akal

Sedangkan petunjuk Allah bagi yang mengimani Al-Qur'an
Firman Allah dalam
Al-Baqarah : 2
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
Al-Maidah : 16
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Ali Imran : 138 (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
An_Nahl : 104 Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

Kitab Suci.
Kitab Suci Yahudi meski juga dikutip sebagai Perjanjian Lama oleh kaum Kristen tetap ada beberapa perbedaan mendasar. Selain itu bahasa Kitab Suci Yahudi sebagian besar bahasa Ibrani dengan sedikit Aramaic. Sementara Perjanjian Lama Kristen dalam bahasa Yunani kuno.
Ada tambahan 7 buku yang aslinya dalam bahasa Yunani di Perjanjian Lama Kristen.

Ada pun Injil yang resmi ada 4 versi yang berbeda. Masing-masing ditulis oleh Markus, Mathius, Lukas, dan Yohanes.
Penulisan dilakukan sekitar tahun 70 hingga 100 Masehi sekitar 40 tahun setelah Yesus wafat ? (diperkirakan tahun 29 M).


Sebagai contoh Lukas menulis Injil yang ditujukan kepada seseorang yang disebut Teofilus:
1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang
telah terjadi di antara kita,
2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. [Lukas 1:1-4]

Lukas kadang hanya mengira-ngira seperti Yesus umurnya kira-kira 30 tahun ketika memulai pekerjaanNya serta memakai kata “Anggapan Orang”:
Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah
anak Yusuf, anak Eli, [Lukas 3:23]
Jika bahasa Yesus adalah bahasa Aramaic, bahasa Perjanjian Baru aslinya adalah bahasa Yunani.

Sebaliknya Al Qur’an hanya ada satu versi yang dihafal oleh banyak orang dan masih murni dalam bahasa Arab sesuai bahasa Nabi Muhammad. Kalau bukan dalam bahasa Arab itu tak lebih dari terjemahan saja. Bukan Al Qur’an:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya Al Quran pada malam kemuliaan” [Al Qadr:1]
“Kitab[ Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

Al Qur’an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Oleh Nabi Muhammad disampaikan ke pengikutnya. Para pengikutnya ada yang menghafal, ada pula yang menulis di berbagai media (daun, tulang, kulit kambing/onta, dsb). Oleh pengikutnya Abu Bakar kemudian Al Qur’an dijadikan satu. Kemudian oleh sahabat Nabi, Usman dijadikan satu buku berikut diberi tanda tulisan (panjang pendek, dsb) sehingga pengucapannya sesuai dengan aturan Bahasa Arab yang standar.

Dalam Al-Qur'an, Kaum Yahudi diuraikan rasa permusuhan mereka kepada kaum Muslim.
Klo Iblis menjadi kafir karena ketidaktaatan pada perintah Allah dengan alasan pembuatan mereka dari api lebih mulia dari manusia.
Klo kaum Yahudi, mengingkari karena mereka, kaum yang lebih mulia dan pandai dibanding kaum non Yahudi.

Sejauh pengetahuan saya, kaum Yahudi pula dengan kepandaiannya menyesatkan kaum Nasrani melalui tokoh Paulus atau Saulus.

Saya ambil dari salah satu sumber http://media.isnet.org/antar/Eddy/Paulus.html

SIAPAKAH PAULUS ITU?

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme. Dari percampuran darah Yahudi dan Yunani, yaitu darah Pandai dan darah Berpikir (Kita mengetahui bukan bahwa orang-orang Yahudi terkenal kepandaian dan penemuan-penemuan ilmiahnya, dan Yunani kita kenal pula telah melahirkan tokoh-tokoh falsafah yang agung-agung), maka Paulus memang luar biasa sekali. Otaknya cerdas luar biasa, dapat kita saksikan nanti dalam surat-surat kirimannya. Ia bahkan dengan gemilang, sekalipun mendapatkan tantangan yang bukan sedikit berhasil menyatukan alam pikiran orang-orang Gerika, Alexandria, Gybelle dan Yahudi, yang kemudiannya merupakan suatu kekuatan yang luar biasa. Terdorong oleh ibunyalah barangkali makanya ia berkeras hati ingin mengabarkan Injil kepada orang orang kafir (Gerika maksudnya), dan terdorong
oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat
memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun.

PRIBADINYA

Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban sebagai berikut:

1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

Menurut definisi ilmu jiwa, maka bila saja seseorang memberikan dua buah keterangan, dan kedua-duanya tidak sama,
artinya manusia itu tengah berdusta. Paulus saya kira menyadari dustanya ini, sebab dikemudian hari ia bahkan
menekankan kepada pengikut-pengikutnya untuk berbuat demikian seperti katanya dalam Korintus I: 9:21: yang
bunyinya, berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang Yahudi, dan berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika.
Ia kemudian dengan sombongnya mengatakan: Bila dustaku ini melimpahkan kepada kemuliaan Allah, adakah aku ini masih akan dihukumkan pula? (Rum 3:7)

Pribadi Paulus telah kita kenal. Ia bukan saja ahli putar balik yang baik, tetapi iapun seorang yang keras kepala. Ia
dengan bangganya pula menulis, bahwa ia tidak mau tunduk kepada suatu hukum apapun dan begitulah katanya, bahwa segala sesuatu halal baginya, meskipun segala sesuatunya itu belum tentu berfaedah. Keterangan dustanya ini berlarut-larut terus, sehingga kita dapatkan pula nanti, pada waktu ia menerima "panggilan Ilhami," menurut
keterangannya yang pertama, ia tidak menampak apa-apa, menurut keterangan kedua ia melihat cahaya. (Kisah
rasul-rasul 9:4 dan 22:9). Menurut keterangannya yang pertama pula ia sendiri saja yang mendengarkan suara itu,
menurut keterangannya yang kedua, katanya kami semuanya mendengarkan. (Kisah rasuh-rasul 9:4 dan 21:9, menurut keterangannya yang pertama pula ia mengatakan bahwa ia sendiri yang jatuh, menurut keterangan yang kedua ia mengatakan "kami semuanya rebah." Lho, dia buta, tetapi ia dapat melihat dengan jelas kawan-kawannya pada berjatuhan, aneh sekali bukan? (Kisah rasul-rasul 9:4 dan 26:14)

Maaf, buat saya pribadi, baik Paulus atau Mark A. Gabriel sama - sama manusia biasa.

Sedangkan Al-Qur'an adalah murni petunjuk Allah, tidak ada keraguan lagi.

Akhirnya semua terpulang kepada teman-teman, semoga anda mendapat hidayah dan mengikuti Islam. Jikalau anda mengikuti selain Islam maka telah jelas dalam petunjuk Allah bahwa anda akan tersesat.
Saya sekedar menyampaikan dengan semangat menolong teman-teman agari tidak menyia-nyiakan kehidupan di dunia.
zonikhlas
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 16
Joined: Sat Nov 08, 2008 8:00 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby overdose » Fri Oct 02, 2009 4:32 pm

zonikhlas wrote:
Mark A. Gabriel ?
maaf, beliau cuma seorang manusia biasa, yang mungkin tersesat dan mungkin juga malah menyesatkan.

Tentu ada science sebelum jaman Muhammad.
Namun Ilmu pengetahuan, science dalam Al-Qur'an begitu luas dan dalam, manusia akan menyadari, mengetahui, memahami sampai akhir zaman. Seberapa besar / maju pencapaian manusia dalam ilmu pengetahuan, science , selalu ada petunjuk Allah dalam Al-Qur'an.

Manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia dengan 4 cara yakni.

1. Dengan Insting
2. Dengan Panca Indera
3. Dengan Akal
4. Dengan Petunjuk Allah.

Mohon maaf, selain pemeluk Islam mengarungi kehidupan dengan Insting, Panca Indera dan Akal

Sedangkan petunjuk Allah bagi yang mengimani Al-Qur'an
Firman Allah dalam
Al-Baqarah : 2
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
Al-Maidah : 16
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Ali Imran : 138 (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
An_Nahl : 104 Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

...............
...............
bla bla bla..
.............
Sedangkan Al-Qur'an adalah murni petunjuk Allah, tidak ada keraguan lagi.

Akhirnya semua terpulang kepada teman-teman, semoga anda mendapat hidayah dan mengikuti Islam. Jikalau anda mengikuti selain Islam maka telah jelas dalam petunjuk Allah bahwa anda akan tersesat.
Saya sekedar menyampaikan dengan semangat menolong teman-teman agari tidak menyia-nyiakan kehidupan di dunia.


muter2 dulu.
belum ada terbukti satupun klaim ente.
siapa yg tersesat dan siapa yg penyesat.
ada jalan yg disangka lurus, namun berujung maut.

more peace.
:supz:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby jameela » Sat Oct 03, 2009 7:01 pm

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).


sdr. zongakiklas,
gw mau tanya nih, yang nulis Al Quran itu siapa ya?
kalau yang menulis allah, apakah bisa dibuktikan ?
kalau yang menulis manusia yang mengaku diperintah/mendapat wahyu
dari allah, bukankah itu maksud dari ayat diatas ?
jameela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 973
Joined: Thu Sep 25, 2008 6:07 pm

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby walet » Sat Oct 03, 2009 7:35 pm

jameela wrote:sdr. zongakiklas,
gw mau tanya nih, yang nulis Al Quran itu siapa ya?
kalau yang menulis allah, apakah bisa dibuktikan ?
kalau yang menulis manusia yang mengaku diperintah/mendapat wahyu
dari allah, bukankah itu maksud dari ayat diatas ?


Quran yang ada hari ini dibuat pada tahun 1924

Islam sering bilang kitab sebelah selalu direvisi. Tapi kita lihat Quran sendiri yang dibaca sekarang baru distandarisasi tahun 1924 di Mesir, sebelum itu Quran ada banyak versi.

http://islamlib.com
Kolom
17/11/2003
Merenungkan Sejarah Alquran
Oleh Luthfi Assyaukanie

Pengkajian sejarah Alquran bukan hanya dimaksudkan untuk mengungkap dimensi-dimensi tersembunyi yang selama ini tak terpikirkan oleh umat Islam, tapi juga merupakan modal intelektual untuk memahami kitab suci yang hingga hari ini terus menjadi sumber inspirasi hukum dan moral kaum Muslim. Saya ingin berangkat dari sebuah pijakan bahwa kajian ilmiah tidaklah merusak akidah. Kajian ilmiah juga tidak bertentangan dengan semangat dasar Islam yang mendukung kebenaran dan menjunjung tinggi kebebasan.

Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran dan sekaligus merupakan bulan puji-pujian terhadap kitab suci ini. Tanggal 17 Ramadhan dianggap sebagai puncak dari ritual pengagung-agungan terhadap Alquran, karena pada tanggal inilah Alquran diyakini diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Di bulan yang suci ini, saya ingin merenungkan sejarah Alquran yang panjang, yang berproses, yang berjuang dengan berbagai tantangan zaman, hingga menjadi wujud dalam bentuknya yang kita kenal sekarang.

Pengkajian sejarah Alquran bukan hanya dimaksudkan untuk mengungkap dimensi-dimensi tersembunyi yang selama ini tak terpikirkan oleh umat Islam, tapi juga merupakan modal intelektual untuk memahami kitab suci yang hingga hari ini terus menjadi sumber inspirasi hukum dan moral kaum Muslim. Saya ingin berangkat dari sebuah pijakan bahwa kajian ilmiah tidaklah merusak akidah. Kajian ilmiah juga tidak bertentangan dengan semangat dasar Islam yang mendukung kebenaran dan menjunjung tinggi kebebasan.

* * *

Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Alquran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafdhan) maupun maknanya (ma’nan). Kaum Muslim juga meyakini bahwa Alquran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam.

Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Alquran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.

Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia ini didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan standar Edisi Mesir pada tahun 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang bervariasi.

Hadirnya mesin cetak dan teknik penandaan bukan saja membuat Alquran menjadi lebih mudah dibaca dan dipelajari, tapi juga telah membakukan beragam versi Alquran yang sebelumnya beredar menjadi satu standar bacaan resmi seperti yang kita kenal sekarang.

Pencetakan Edisi Mesir itu bukanlah yang pertamakali dalam upaya standarisasi versi-versi Alquran. Sebelumnya, para khalifah dan penguasa Muslim juga turun-tangan melakukan hal yang sama, kerap didorong oleh keinginan untuk menyelesaikan konflik-konflik bacaan yang muncul akibat beragamanya versi Alquran yang beredar.

Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Alquran Edisi Mesir itu merupakan versi Alquran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim.

Keberhasilan penyebarluasan Alquran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa-masa sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Alquran adalah karya institusi yang didukung oleh --dan menjadi bagian dari proyek-- penguasa politik. Alasannya sederhana, sebagai proyek amal (non-profit), publikasi dan penyebaran Alquran tak akan efektif jika tidak didukung oleh lembaga yang memiliki dana yang besar.

Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia mencetak ratusan ribu kopi Alquran sejak tahun 1970-an merupakan bagian dari proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya penyuksesan standarisasi kitab suci. Kendati tidak seperti Uthman bin Affan yang secara terang-terangan memerintahkan membakar seluruh versi (mushaf) Alquran yang bukan miliknya (kendati tidak benar-benar berhasil), tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).

Agaknya, tak lama lagi, di dunia ini hanya ada satu versi Alquran, yakni versi yang kita kenal sekarang ini. Dan jika ini benar-benar terwujud (entah kapan), maka itulah pertama kali kaum Muslim (baru) boleh mendeklarasikan bahwa mereka memiliki satu Alquran yang utuh dan seragam.

Edisi Mesir adalah salah satu dari ratusan versi bacaan Alquran (qiraat) yang beredar sepanjang sejarah perkembangan kitab suci ini. Edisi itu sendiri merupakan satu versi dari tiga versi bacaan yang bertahan hingga zaman modern. Yakni masing-masing, versi Warsh dari Nafi yang banyak beredar di Madinah, versi Hafs dari Asim yang banyak beredar di Kufah, dan versi al-Duri dari Abu Amr yang banyak beredar di Basrah. Edisi Mesir adalah edisi yang menggunakan versi Hafs dari Asim.

Versi bacaan (qiraat) adalah satu jenis pembacaan Alquran. Versi ini muncul pada awal-awal sejarah Islam (abad pertama hingga ketiga) akibat dari beragamnya cara membaca dan memahami mushaf yang beredar pada masa itu. Mushaf adalah istilah lain dari Alquran, yakni himpunan atau kumpulan ayat-ayat Allah yang ditulis dan dibukukan.

Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah ketiga, memerintahkan satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal dengan “Mushaf Uthmani,” pada masa itu telah beredar puluhan --kalau bukan ratusan-- mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. Beberapa sahabat Nabi memiliki mushafnya sendiri-sendiri yang berbeda satu sama lain, baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, maupun jumlah ayat dan surah.

Ibn Mas’ud, seorang sahabat dekat Nabi, misalnya, memiliki mushaf Alquran yang tidak menyertakan surah al-Fatihah (surah pertama). Bahkan menurut Ibn Nadiem (w. 380 H), pengarang kitab al-Fihrist, mushaf Ibn Mas’ud tidak menyertakan surah 113 dan 114. Susunan surahnyapun berbeda dari Alquran yang ada sekarang. Misalnya, surah keenam bukanlah surah al-An’am, tapi surah Yunus.

Ibn Mas’ud bukanlah seorang diri yang tidak menyertakan al-Fatihah sebagai bagian dari Alqur’an. Sahabat lain yang menganggap surah “penting” itu bukan bagian dari Alquran adalah Ali bin Abi Thalib yang juga tidak memasukkan surah 13, 34, 66, dan 96. Hal ini memancing perdebatan di kalangan para ulama apakah al-Fatihah merupakan bagian dari Alquran atau ia hanya merupakan “kata pengantar” saja yang esensinya bukanlah bagian dari kitab suci.

Salah seorang ulama besar yang menganggap al-Fatihah bukan sebagai bagian dari Alquran adalah Abu Bakr al-Asamm (w. 313 H). Dia dan ulama lainnya yang mendukung pandangan ini berargumen bahwa al-Fatihah hanyalah “ungkapan liturgis” untuk memulai bacaan Alqur’an. Ini merupakan tradisi populer masyarakat Mediterania pada masa awal-awal Islam. Sebuah hadis Nabi mendukung fakta ini: “siapa saja yang tidak memulai sesuatu dengan bacaan alhamdulillah [dalam hadis lain bismillah] maka pekerjaannya menjadi sia-sia.”

Perbedaan antara mushaf Uthman dengan mushaf-mushaf lainnya bisa dilihat dari komplain Aisyah, isteri Nabi, yang dikutip oleh Jalaluddin al-Suyuthi dalam kitabnya, al-Itqan, dalam kata-kata berikut: “pada masa Nabi, surah al-Ahzab berjumlah 200 ayat. Setelah Uthman melakukan kodifikasi, jumlahnya menjadi seperti sekarang [yakni 73 ayat].” Pandangan Aisyah juga didukung oleh Ubay bin Ka’b, sahabat Nabi yang lain, yang di dalam mushafnya ada dua surah yang tak dijumpai dalam mushaf Uthman, yakni surah al-Khal’ dan al-Hafd.

Setelah Uthman melakukan kodifikasi dan standarisasi, ia memerintahkan agar seluruh mushaf kecuali mushafnya (Mushaf Uthmani) dibakar dan dimusnahkan. Sebagian besar mushaf yang ada memang berhasil dimusnahkan, tapi sebagian lainnya selamat. Salah satunya, seperti kerap dirujuk buku-buku ‘ulum al-Qur’an, adalah mushaf Hafsah, salah seorang isteri Nabi, yang baru dimusnahkan pada masa pemerintahan Marwan ibn Hakam (w. 65 H) beberapa puluh tahun kemudian.

Sebetulnya, kendati mushaf-mushaf para sahabat itu secara fisik dibakar dan dimusnahkan, keberadaannya tidak bisa dimusnahkan dari memori mereka atau para pengikut mereka, karena Alquran pada saat itu lebih banyak dihafal ketimbang dibaca. Inilah yang menjelaskan maraknya versi bacaan yang beredar pasca-kodifikasi Uthman. Buku-buku tentang varian-varian bacaan (kitab al-masahif) yang muncul pada awal-awal abad kedua dan ketiga hijriah, adalah bukti tak terbantahkan dari masih beredarnya mushaf-mushaf klasik itu. Dari karya mereka inilah, mushaf-mushaf sahabat yang sudah dimusnahkan hidup kembali dalam bentuk fisik (teks tertulis).

Sejarah penulisan Alqur’an mencatat nama-nama Ibn Amir (w. 118 H), al-Kisai (w. 189 H), al-Baghdadi (w. 207 H); Ibn Hisyam (w. 229 H), Abi Hatim (w. 248 H), al-Asfahani (w. 253 H) dan Ibn Abi Daud (w. 316 H) sebagai pengarang-pengarang yang menghidupkan mushaf-mushaf klasik dalam karya masahif mereka (umumnya diberijudul kitab al-masahif atau ikhtilaf al-masahif). Ibn Abi Daud berhasil mengumpulkan 10 mushaf sahabat Nabi dan 11 mushaf para pengikut (tabi’in) sahabat Nabi.

Munculnya kembali mushaf-mushaf itu juga didorong oleh kenyataan bahwa mushaf Uthman yang disebarluaskan ke berbagai kota Islam tidak sepenuhnya lengkap dengan tanda baca, sehingga bagi orang yang tidak pernah mendengar bunyi sebuah kata dalam Alquran, dia harus merujuk kepada otoritas yang bisa melafalkannya. Dan tidak sedikit dari pemegang otoritas itu adalah para pewaris varian bacaan non-Uthmani.

Otoritas bacaan bukanlah satu-satunya sumber yang menyebabkan banyaknya varian bacaan. Jika otoritas tidak dijumpai, kaum Muslim pada saat itu umumnya melakukan pilihan sendiri berdasarkan kaedah bahasa dan kecenderungan pemahamannya terhadap makna sebuah teks. Dari sinilah kemudian muncul beragam bacaan yang berbeda akibat absennya titik dan harakat (scripta defectiva). Misalnya bentuk present (mudhari’) dari kata a-l-m bisa dibaca yu’allimu, tu’allimu, atau nu’allimu atau juga menjadi na’lamu, ta’lamu atau bi’ilmi.

Yang lebih musykil adalah perbedaan kosakata akibat pemahaman makna, dan bukan hanya persoalan absennya titik dan harakat. Misalnya, mushaf Ibn Mas’ud berulangkali menggunakan kata “arsyidna” ketimbang “ihdina” (keduanya berarti “tunjuki kami”) yang biasa didapati dalam mushaf Uthmani. Begitu juga, “man” sebagai ganti “alladhi” (keduanya berarti “siapa”). Daftar ini bisa diperpanjang dengan kata dan arti yang berbeda, seperti “al-talaq” menjadi “al-sarah” (Ibn Abbas), “fas’au” menjadi “famdhu” (Ibn Mas’ud), “linuhyiya”menjadi “linunsyira”(Talhah), dan sebagainya.

Untuk mengatasi varian-varian bacaan yang semakin liar, pada tahun 322 H, Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. Setelah membanding-bandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni Nafi (Madinah), Ibn Kathir (Mekah), Ibn Amir (Syam), Abu Amr (Bashrah), Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah). Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”

Tapi, sebagian ulama menolak pilihan Ibn Mujahid dan menganggapnya telah semena-mena mengesampingkan varian-varian lain yang dianggap lebih sahih. Nuansa politik dan persaingan antara ulama pada saat itu memang sangat kental. Ini tercermin seperti dalam kasus Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh yang pandangan-pandangannya dikesampingkan Ibn Mujahid karena adanya rivalitas di antara mereka, khususnya antara Ibn Mujahid dan Ibn Shanabudh.

Bagaimanapun, reaksi ulama tidak banyak punya pengaruh. Sejarah membuktikan pandangan Ibn Mujahid yang didukung penguasa itulah yang kini diterima orang banyak (atau dengan sedikit modifikasi menjadi 10 atau 14 varian). Alquran yang ada di tangan kita sekarang adalah salah satu varian dari apa yang dipilihkan oleh Mujahid lewat tangan kekuasaan. Yakni varian bacaan Asim lewat Hafs. Sementara itu, varian-varian lain, tak tentu nasibnya. Jika beruntung, ia dapat dijumpai dalam buku-buku studi Alquran yang sirkulasi dan pengaruhnya sangat terbatas.

***

Apa yang bisa dipetik dari perkembangan sejarah Alquran yang saya paparkan secara singkat di atas? Para ulama, khususnya yang konservatif, merasa khawatir jika fakta sejarah semacam itu dibiarkan diketahui secara bebas. Mereka bahkan berusaha menutup-nutupi dan mengaburkan sejarah, atau dengan memberikan apologi-apologi yang sebetulnya tidak menyelesaikan masalah, tapi justru membuat permasalahan baru.

Misalnya, dengan menafsirkan hadis Nabi “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf” dengan cara menafsirkan “huruf” sebagai bahasa, dialek, bacaan, prononsiasi, dan seterusnya yang ujung-ujungnya tidak menjelaskan apa-apa. Saya sependapat dengan beberapa sarjana Muslim modern yang mengatakan bahwa kemungkinan besar hadis itu adalah rekayasa para ulama belakangan untuk menjelaskan rumitnya varian-varian dalam Alquran yang beredar. Tapi, alih-alih menjelaskan, ia malah justru mengaburkan.

Mengaburkan karena jumlah huruf (bahasa, dialek, bacaan, prononsiasi), lebih dari tujuh. Kalau dikatakan bahwa angka tujuh hanyalah simbol saja untuk menunjukkan “banyak,” ini lebih parah lagi, karena menyangkut kredibilitas Tuhan dalam menyampaikan ayat-ayatnya.

Apakah kita mau mengatakan bahwa setiap varian bacaan, baik yang berbeda kosakata dan pengucapan (akibat dari jenis penulisan dan tatabahasa) merupakan kata-kata Tuhan secara verbatim (apa adanya)? Jika tidak terkesan rewel dan simplistis, pandangan ini jelas tak bertanggungjawab, karena ia mengabaikan fakta kaum Muslim pada awal-awal sejarah Islam yang sangat dinamis.

Lalu, bagaimana dengan keyakinan bahwa Alquran dari surah al-Fatihah hingga al-Nas adalah kalamullah (kata-kata Allah) yang diturunkan kepada Nabi baik kata dan maknanya (lafdhan wa ma’nan)? Seperti saya katakan di atas, keyakinan semacam ini hanyalah formula teologis yang diciptakan oleh para ulama belakangan. Ia merupakan bagian dari proses panjang pembentukan ortodoksi Islam.

Saya cenderung meyakini bahwa Alquran pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi tapi kemudian mengalami berbagai proses “copy-editing” oleh para sahabat, tabi’in, ahli bacaan, qurra, otografi, mesin cetak, dan kekuasaan. Proses-proses ini pada dasarnya adalah manusiawi belaka dan merupakan bagian dari ikhtiyar kaum Muslim untuk menyikapi khazanah spiritual yang mereka miliki.

Saya kira, varian-varian dan perbedaan bacaan yang sangat marak pada masa-masa awal Islam lebih tepat dimaknai sebagai upaya kaum Muslim untuk membebaskan makna dari kungkungan kata, ketimbang mengatribusikannya secara simplistis kepada Tuhan. Seperti dikatakan seorang filsuf kontemporer Perancis, teks --dan apalagi teks-teks suci-- selalu bersifat “repressive, violent, and authoritarian.” Satu-satunya cara menyelamatkannya adalah dengan membebaskannya.

Generasi awal-awal Islam telah melakukan pembebasan itu, dengan menciptakan varian-varian bacaan yang sangat kreatif. Jika ada pelajaran yang bisa diambil dari sejarah pembentukan Alquran, saya kira, semangat pembebasan terhadap teks itulah yang patut ditiru, tentu saja dengan melakukan kreatifitas-kreatifitas baru dalam bentuk yang lain.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5863
Images: 15
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sat Oct 03, 2009 8:47 pm

jah...si zoneiklas percaya amad ma MUI, si preman 'HALAL'. orang sesat ngatain orang lain sesat, dasar gila.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4405
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Selain Islam adalah Sesat

Postby Yehuda » Sat Oct 03, 2009 8:54 pm

\:D/

Biarpun preman tapi kata allah kalau dia beriman pada allah akan masuk surga. Baru preman, penjahat pun kalau beriman sungguh masuk surg...

Peace...

:rolleyes:
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Next

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users