. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desember

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desember

Postby kirana zulfa » Wed Nov 28, 2012 6:59 am

ini beritanya gue ambil dari yahoo: http://id.berita.yahoo.com/satinah-tkw- ... 48961.html

MERDEKA.COM, Lagi, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Arab Saudi akan menerima hukuman pancung atau penggal kepala. TKW yang terancam dipancung adalah Satinah asal Ungaran, Kabupaten Semarang. Satinah terancam hukuman mati itu karena nekad membunuh majikannya.

Perbuatan itu dilakukan oleh Satinah karena sering dianiaya dan diperlakukan tak senonoh oleh sang majikan dan keluarganya.

Kini, pihak keluarga Satinah pun hanya bisa pasrah kepada pemerintah Indonesia untuk bisa berusaha membatalkan hukuman pancung yang akan dilakukan kepada Satinah yang rencanya akan dilaksanakan pada 14 Desember 2012 mendatang.

Tindakan nekad membunuh Nura Al Garib, majikan perempuannya ini dilakukan Satinah Binti Jumadi pada tahun 2007 silam. Atas perbuatannya tersebut TKW berusia 40 tahun asal Dusun Mruten, Kabupaten Semarang, Jateng ini akhirnya dijatuhi hukuman pancung oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kabar hukuman pancung yang akan diterima Satinah ini mengejutkan pihak keluarga yang ada di kampung halamannya.

Dalam pengakuannya kepada keluarga, Satinah terpaksa membunuh majikannya karena tak terima dituduh mencuri uang sang majikan senilai 38 ribu riyal.

Tak hanya itu, kesabaran Satinah pun sudah habis karena sering dianiaya dan diperlakukan tak senonoh oleh sang majikan.

Hampir enam tahun berlalu, usaha pemerintah Indonesia untuk bisa menyelamatkan Satinah seakan jalan di tempat. Padahal Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu untuk bisa membatalkan hukuman pancung dengan cara membayar diyat sebesar 7 juta riyal atau senilai Rp 20 miliar.

Jika sampai 14 Desember 2012 diyat atau pengganti darah tersebut tak terbayar, maka Satinah akan langsung dieksekusi dengan cara dipenggal kepalanya.

"Kami sebagai keluarga hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah Indonesia turun tangan untuk bisa menyelamatkan adik saya. Kami berharap kepada pemerintah Arab Saudi untuk membatalkan hukuman pancung tersebut," kata Pairi kakak kandung Satinah Selasa(27/11).

Raut kesedihan juga tampak dari wajah anak tunggal Satinah, Nur Afriani (17) yang semenjak kecil sudah ditinggal ibunya menjadi TKW di Arab Saudi.

"Saya sedih dan merasa terpukul dengan kabar bahwa Ibu saya bakal dihukum pancung. Saya mau ibu pulang dengan selamat," ucapnya lirih.

Kini pihak keluarga hanya bisa pasrah dan hanya bergantung kepada Pemerintah untuk bisa menyelamatkan Satinah dari hukuman pancung.
Sumber: Merdeka.com


Lagi-lagi bangsa Indonesia, diinjek-injek ama Arab, padahal tiap tahun Indonesia rutin setor devisa buat Arab.Ayo muslim Indonesia,kalo berani sana demo di depan kedubes Arab sambil membakar/menyobek bendera Arab kayak kalian waktu demo ke Kedubes Amerika itu lo, berani gak membakar bendera majikan kalian.
:vom: :vom: :vom: :vom:
kirana zulfa
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 184
Joined: Tue Feb 22, 2011 6:30 pm
Location: Negri tandus bernama Saudi Arabia

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby momed_xxx3 » Wed Nov 28, 2012 9:11 am

kirana zulfa wrote:Lagi-lagi bangsa Indonesia, diinjek-injek ama Arab, padahal tiap tahun Indonesia rutin setor devisa buat Arab.Ayo muslim Indonesia,kalo berani sana demo di depan kedubes Arab sambil membakar/menyobek bendera Arab kayak kalian waktu demo ke Kedubes Amerika itu lo, berani gak membakar bendera majikan kalian.
:vom: :vom: :vom: :vom:

Biasa itu mah sist budak2 arab di indonesia pada menutup mata ama hal2 yg begini, mereka akan teriak2 alohubarbar kalo Israel membela diri dari serangan slimer hamas palestin
User avatar
momed_xxx3
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 583
Images: 2
Joined: Fri Aug 31, 2012 11:15 am
Location: di Surga bersama anak2 kecil perawan

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby paidjoh » Wed Nov 28, 2012 12:56 pm

kirana zulfa wrote:
Lagi-lagi bangsa Indonesia, diinjek-injek ama Arab, padahal tiap tahun Indonesia rutin setor devisa buat Arab.Ayo muslim Indonesia,kalo berani sana demo di depan kedubes Arab sambil membakar/menyobek bendera Arab kayak kalian waktu demo ke Kedubes Amerika itu lo, berani gak membakar bendera majikan kalian.
:vom: :vom: :vom: :vom:


muslim mode on
ouwwww tidak bisa begitu pir..... [-X

coba lihat baik2 bendera tuan besar kami :

Image

itu terdapat shayadat didalamnya :yawinkle:
jadi bisa2 kami masuk neraka jahanam jika membakar bendera keramat itu....

mode off

akankah menjadi DARSEM ke 2 ?? :green:
paidjoh
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 907
Joined: Tue Nov 15, 2011 12:45 pm

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby Horus » Wed Nov 28, 2012 1:08 pm

Onta tidak akan menyerang tuannya...! :rofl:
User avatar
Horus
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 7
Joined: Fri Nov 23, 2012 2:04 pm
Location: "Dimensi Lain"

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby ordinari » Thu Nov 29, 2012 2:08 pm

Dan seperti yang sudah terjadi sebelumnya, muslim akan memakai motto :
SEE NO EVIL, HEAR NO EVIL, SPEAK NO EVIL, terhadap Tuan onta arabnya.
ordinari
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 30
Joined: Tue Jul 24, 2012 11:21 am

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby paidjoh » Sun Dec 16, 2012 7:09 pm

http://nasional.inilah.com/read/detail/ ... hukum-mati

Bayar Diyat, Satinah Batal Dihukum Mati
Headline

Image
ilustrasi
Oleh:

INILAH.COM, Jakarta - Momentum 14 Desember 2012 bukan peristiwa pelaksanaan hukuman mati (qishash) bagi TKI Satinah Binti Jumadi di Arab Saudi, melainkan batas waktu penyerahan uang diyat atas kasus pembunuhan yang melibatkan TKI asal Dusun Mruten Wetan Rt 02/03, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada 2009 itu.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, mengungkapkan hal itu di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2012).

Di tempat tersebut Jumhur meresmikan program pemberdayaan mantan TKI korban 'human trafficking' (perdagangan orang) kerjasama IOM (International Organization for Migration)-Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)-Pemerintah Kabupaten Wonosobo serta BNP2TKI.

Menurutnya, sesuai koordinasi pihaknya dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, pada 14 Desember nanti akan dilakukan pembayaran diyat oleh pemerintah RI kepada otoritas pengadilan setempat guna diteruskan ke ahli waris korban, terkait penyelesaian damai (tanazul) dari hukuman qishash Satinah.

"Sejauh ini, pemerintah mulai Kementerian Menkopolhukam, Kemenlu, Kemenakertrans, dan BNP2TKI masih memproses penyediaan uang diyat hingga batas akhir yang ditetapkan pengadilan yakni 14 Desember 2012 ini," ujar Jumhur.

Selanjutnya, usai penyerahan diyat, pengadilan akan meminta kehadiran pihak ahli waris sekaligus menyatakan penghentian hukuman qishash yang dihadapi Satinah.

Ia mengatakan, Satinah ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan terhadap majikan perempuannya, Nura Al Gharib di wilayah Gaseem pada awal 2009. Selain itu, ia juga menghadapi tuduhan pencurian uang majikan sebesar 37.970 Riyal Saudi (RS) sebelum melarikan diri ke KBRI.

Dalam pemeriksaan di hadapan polisi, Satinah mengakui perbuatannya untuk kemudian mengalami pemenjaraan di Kota Gaseem sejak 2009.

Jumhur menyebutkan, melalui vonis pengadilan syariah tingkat pertama hingga kasasi (2010), Satinah diganjar hukuman mati (qishash) karena terbukti melakukan pembunuhan berencana.

Akibat putusan itu, KBRI meminta pihak Gubernur Gaseem untuk memediasi langkah perdamaian di samping adanya pemaafan keluarga korban. Namun demikian, keluarga korban bersikukuh tak mau menerima upaya maaf serta perdamaian.

Akhirnya, pada 8 Februari 2011, berkat fasilitasi yang intens dari Gubernur Gaseem, tercapai pemaafan maupun damai dengan menyepakati diyat sebesar 500.000 RS (Rp 1,250 M) sebagai pengganti hukuman qishash.

Hanya saja, selang waktu tak lama, keluarga korban justru menaikkan besaran diyat menjadi 10 juta RS atau Rp 25 M.
Persoalan ini pun lantas melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan WNI/TKI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri yang dipimpin, Maftuh Basyumi, yang beberapa kali bertemu sejumlah pihak di Saudi pada 2011 untuk tujuan penurunan angka pembayaran diyat.

"Usaha-usaha untuk menurunkan uang diyat ini pun tetap dilakukan dan mudah-mudahan semakin membawa hasil, tanpa mengurangi kecermatan pemerintah memperhitungkan momentum akhir pembayaran diyat," tambah Jumhur.

Di lain pihak, pengadilan di Arab Saudi pada 2011 juga mengulang proses persidangan kasus Satinah mulai di tingkat pertama, Mahkamah Banding, hingga Mahkamah Tinggi, dan kembali memutuskan Satinah dengan hukuman qishash.

"Bedanya, putusan pengadilan yang kedua ini menyatakan tindakan pembunuhan Satinah dilakukan tidak dalam sebuah perencanaan," jelasnya. [gus]


judul sumber berita diatas masih belum tentu benar seiring dengan tidak jelasnya uang diyat yang disanggupi pemerintah.
tapi yang menarik adalah yang saya besarkan hurufnya..

Akhirnya, pada 8 Februari 2011, berkat fasilitasi yang intens dari Gubernur Gaseem, tercapai pemaafan maupun damai dengan menyepakati diyat sebesar 500.000 RS (Rp 1,250 M) sebagai pengganti hukuman qishash.

Hanya saja, selang waktu tak lama, keluarga korban justru menaikkan besaran diyat menjadi 10 juta RS atau Rp 25 M.


ohhh betapa murah hatinya perlakuan tuan besar bangsa(t) arab kepada para arab kw 3 wannabe..... #-o

mana nih suara para arab kw 3 wannabe, dari 500.000 yang disetujui semula lalu di batalkan dan diganti menjadi 10 juta....
gimana apakah bersedia, uang ONH/ bunganya dipakai untuk membayar uang diyat yang diminta ??

jangan2 para arab kw 3 wannbe mendadak menjadi buta terhadap berita seperti ini .... [-X
paidjoh
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 907
Joined: Tue Nov 15, 2011 12:45 pm

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby Mohmed Bin Atang » Sun Dec 16, 2012 11:57 pm

Butuh berapa nyawa TKW lagi biar para katcung arab sadar akan kebejatan dan kebiadaban majikannya..? ](*,)
User avatar
Mohmed Bin Atang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2320
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby CrimsonJack » Mon Dec 17, 2012 3:43 pm

Ada fulus, semua mulus....
User avatar
CrimsonJack
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2075
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Postby ali5196 » Wed Dec 26, 2012 4:37 am

Mana nih FPI???
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re:

Postby kirana zulfa » Fri Dec 28, 2012 11:20 am

ali5196 wrote:Mana nih FPI???


FPInya pura-pura gak tahu, mereka pada gak berani protes ke majikannya sana ntar bisa berdosa lo Om Ali, beraninya ama Israel ama Amerika
kirana zulfa
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 184
Joined: Tue Feb 22, 2011 6:30 pm
Location: Negri tandus bernama Saudi Arabia

Re: Satinah, TKW asal Semarang akan dihukum pancung 14 Desem

Postby akuadalahkafir » Tue Jan 01, 2013 3:33 pm

Ngomong-ngomong.. itu 25M siapa yang bakal bayar ya? :-k
User avatar
akuadalahkafir
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Images: 2
Joined: Wed Jun 08, 2011 8:57 pm


Return to Ruang TKW Indonesia



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users