. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Rukun Islam

Ttg shahadat, solat, zakat, puasa, haji, termasuk ttg KABAH, Hajar Aswad, Zamzam dan segala ritual spt Isra-Miraj, Idul Fitri dsb

Rukun Islam

Postby MasCebolang » Fri Mar 16, 2007 2:45 pm

Salam kenal
Aku dari Ngawi mas...tertarik masuk forum ini karena search engine.
Ada yang tahu rukun islam itu gimana sih?

maturnuwun yo
Cebolang
User avatar
MasCebolang
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 22
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:59 pm
Location: Ngawi

Postby somad » Fri Mar 16, 2007 3:31 pm

Mascebolan,

salam kenal juga.
Saya adalah kakek tua yang tidak pernah Khatam(tamat) mengaji tetapi izinkan saya untuk menjelaskan apa yang saya tau dari hasil mengaji sewaktu kanak kanak.

Biasanya sebelum mengenal RUKUN ISLAM kita di ajar untuk wajib mengamalkam RUKUN IMAN Yang terdiri atas 6 butir Yakni:

1. Beriman kepada Alah
2. Beriman kepada MalaikatNya
3. Beriman kepada Kitab-kitabNya
4. Beriman kepada Rasul RasulNya
4. Beriman kepada Hari kemudian
5. Beriman kepada Qadar

Dan butir butir diatas untuk mengimankannya masih harus diuraikan lebih lanjut
Seseorang Jika sudah mengimani RUKUN ISLAM disebut Muslim(yang berserah diri kepada Sang Khalik)
Seorang Muslim berkewajiban untuk melaksanakan RUKUN ISLAM yang terdiri atas 5 Hal Yakni:

1. Mengucap dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan Shalat
3. Membayar Zakat.
4. Berpuasa di bulan Ramadan
5. Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu.

Demikian dan bila masih diperlukan penjelasan lebih lanjut, akan saya jelaskan semampu mungkin.

Dan maaf meskipun di KTP seumur hidup saya dikolom agama tertulis Islam dan waktu lahir Ayah saya meneriakan Azan ditelinga saya.
Saya tidak bisa melaksakan Rukun Iman karena saya tidak percaya pada Alquran dan Rasulnya Moh. SAW.

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Nurlela » Fri Mar 16, 2007 3:39 pm

somad wrote:Dan maaf meskipun di KTP seumur hidup saya dikolom agama tertulis Islam dan waktu lahir Ayah saya meneriakan Azan ditelinga saya.
Yaya tidak bisa melaksakan Rukun Iman karena saya tidak percaya pada Nabi Moh. SAW.


kakek Somad anda seperti teman saya, dikolom agama pada KTP tertulis Islam tapi katanya ngapain nunggang-nungging 5 kali sehari.
Makanya muslim di-Indonesia kagak mau kalau kolom agama di KTP dihapus.
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby somad » Sat Mar 17, 2007 11:00 am

Nak Darsuki,

Terrima kasih atas responnya, mungkin yang dimaksud dengan
nungging2 adalah Sholat atau Sembahyang ala Arab.
Saya pribadi tidak mempermasalahkan untuk melakukan Doa,
karena bukankah doa adalah memohon sesuatu keinginan kita
kepada Tuhan pencipta alam semesta?
Namun kalau ditentukan kalau doa itu adalah W A J I B dan
merupakan Perintah Tuhan dan Berpahala Jika tidak maka
Azablah upahmya,
saya menolak ketentuan ini karena merupakan tindakan arogan dari
Tuhan yang notabene bertentangan dengan sifat Tuhan sendiri
disamping juga amat berbau Bisnis, masa Tuhan Perlu Doa kita dan
akan membayar dengan pahala atas doa yang kita lakukan.
Kitalah yang memerlukan Doa dan PertolonganNya bukan sebaliknya

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Nurlela » Sat Mar 17, 2007 11:08 am

he, he,he makasih ya kakek somad, gua awam nih sama islam. boleh nggak gua tanya apa bedanya islam khatam dan khafah. Trims ya kek.
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby somad » Sat Mar 17, 2007 12:24 pm

darsuki wrote:he, he,he makasih ya kakek somad, gua awam nih sama islam. boleh nggak gua tanya apa bedanya islam khatam dan khafah. Trims ya kek.

Makasih kembali,
Yah sayapun tidak begitu menguasai apalagi yang menggunakan istilah
arab. Khatam artinya adalah selesai tamat belajar kalau Khafah adalah
yang menjalankan perintah Allah dengan murni menurut Al Quran

Nak Dar, kalau boleh kakek sarankan signature anda yang tertera
one wife diganti dengan only one wife.

Thanks
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Nurlela » Sat Mar 17, 2007 12:31 pm

Trimakasih ya kakek Somad atas penjelasannya.
wah ada-ada saja kakek ini, kalau sudah satu nggak perlu ditambah only, ya cuma satu. saya kira itu cuma penekanannya saja, supaya lebih tegas. Trims atas sarannya, nanti aku tambahin only one wife, biar mantap. sekali lagi trims ya kek.
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby somad » Sat Mar 17, 2007 5:00 pm

Nak Dar,

Iya kan nyatanya begitu. kalau Adam diberikan istri lebih dari satu seperti Nabi Moh Saw (sampai 22), bisa bisa tulang rusuknya Adam habis dong!
Thanks again
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Pencari Tuhan

Postby pencari_tuhan » Sat Mar 17, 2007 5:20 pm

Chapters of life
Tuesday December 26, 2006 | Filed under: Spirituality

“Urip mung mampir ngombe,” tegas nenek saya. Hidup itu cuma bersinggah untuk minum.

Mari sini, teman-teman yang baik, mari sini. Sembari mengukur jalan ini, membuang kembali ingatan ke masa kecil, yang kata orang, masa paling indah. Ingatkah ruang itu, ketika kita menyusuri kebun tebu dan melempari danau bersama kawan-kawan sebaya, tanpa tuntutan, tanpa prasyarat? Dan jejak-jejak gairah itu, luka itu, rasanya baru kemarin, bukankah demikian?

Dan sungguh, waktu meluncur begitu cepat. Hal-hal yang tak terbayangkan di masa kecil, kini kita hadapi. Maka sampailah kita di sini, para penyusur jalanan dan gedung-gedung kota yang suram. Pergi pagi pulang petang. Lalu untuk apa? Mengisi lambung yang hanya seukuran setengah bantal ini? Menunggu maut?

Ah, sudahlah… ;-)

Ijinkan saya bercerita tentang bab-bab kehidupan, perjalanan sebagian besar kita, yang bermula dari suatu masa jauh sebelum kita dilahirkan, dan berakhir dengan… entahlah, saya ingin membiarkan jari-jari ini jatuh kemana pun yang disuka. Hanya dengan memahami bab-bab awal itu, kita akan beroleh clue dimana kita sekarang, untuk apa, dan kemana semuanya ini menuju.

* * * *

CHAPTER 1

Bersama Tuhan
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, kami menjadi saksi”. (QS [7]:172)


Tentang apakah ayat ini berkisah? Siapakah itu jiwa-jiwa keturunan Adam, yang berhadap-hadapan dengan Allah Yang Maha Tinggi itu, teguh bersaksi tiada ragu “Betul, kami menjadi saksi”?

Kita, teman-teman yang baik. Itu kita. Saya, anda, masing-masing, semuanya! Jiwa yang ada di sana itu, adalah juga yang ada di sini. Sosok yang bercakap-cakap dengan Sang Raja Diraja Semesta Raya itu, adalah juga sosok yang ini. Bukan siapa-siapa, bukan para tokoh di dongeng dan kisah pahlawan, tapi kita.

Kita adalah saksi tentang keesaan Tuhan, bukankah demikian? Kita lah, makhluk mulia yang diciptakan dengan sebaik-baiknya ini, yang akan angkat suara atas segala keraguan tentang keberadaan Tuhan. Karena bukankah kita telah melihat Dia, teman-teman yang baik? Berbicara dengan-Nya? Kita lah yang paham benar, kita yang tahu. Siapapun itu: presiden dan tukang cukur, guru dan para murid, sarjana dan kaum awam, laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin, tak satu pun terkecuali. Kita berasal dari sana, kita semua bersaksi, dan akan dituntut tentang persaksian itu.

… agar di hari kiamat engkau tak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.” (QS [7]:172)

Akan tetapi, lihatlah diri ini kini. Ingatkah kita tentang semua kejadian itu? Ingatkah kita akan sosok “wajah” yang kepada-Nya kita menghadap dahulu?

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya… (QS [36]:78)

Kebanyakan kita, tak sedikit pun mampu mengingatnya. Mengapa? Coba kita teruskan, barang sebentar.

CHAPTER 2
Di Dalam Rahim
Di rahim ibu, lumbung kokoh nan penuh kasih sayang, sebuah “kendaraan” pun hati-hati disiapkan, ditumbuhkan dari segumpal tanah.

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. (QS [71]:17)

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. (QS [39]:6)

Empat bulan lamanya (atau 120 hari, atau 3 kali 40 hari) adalah usia janin ketika terjadi apa yang di dunia kedokteran disebut sebagai quickening, ketika sang ibu mulai merasakan gerak-gerik yang kuat di rahimnya, ketika seluruh bagian tubuh mengalami perkembangan cepat — yang oleh sebagian tafsir disebut sebagai saat ketika jiwa dan ruh mulai ditiupkan.


Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya… (QS [32]:9)

Dia-lah yang menciptakan kamu dari turaab, kemudian dari nuthfah, sesudah itu dari ‘alaqah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak… (QS [40]:67)

Jiwa anak-anak adalah jiwa yang bersih nan suci, begitu kata Rasulullah s.a.w.

Lihatlah bayi-bayi itu, teman-teman yang baik. Mereka tersenyum kepada setiap orang, walau tetap sensitif pada setiap bersitan niat buruk yang hadir, bukankah begitu? Mereka bercakap-cakap dengan hewan dan tumbuhan, bahkan bercanda memandang ke arah sesuatu yang kita tak mampu melihatnya. Mereka menyentuh sana dan sini, memasukkan apa saja ke mulutnya, belajar tentang dunia barunya, dunia yang asing yang kini musti dijalani, bumi beserta seluruh penghuninya, juga tubuh — kendaraan barunya ini, yang memungkinkannya merambah belantara, samudra dan angkasa, di sini.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menjadi abdi-Ku. (QS [51]:56)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” (QS [2]:30)

Dan babak baru pun dimulai…

CHAPTER 3
Dunia, Tempat Persinggahan

Tubuh, kata Al-Ghazali, adalah kendaraan bagi jiwa, kendaraan kita. Tubuh dengan kepala dan kaki, tangan dan punggung yang kita sentuh ini, adalah bak kereta kuda bagi kita kusirnya, sang pengendali kuda. Namun semenjak hari pertama itu pun, kita menumbuhkan “aku” yang lain, egoisme, dan melakukan apa saja demi keakuan yang baru ini. Kita bercermin, dan menyangka bayangan itulah diri kita. Kita mengambil foto dan meyakinkan semua orang, lihatlah diriku, betapa ayu dan gagah sungguh.

Teman-teman yang baik, adakah sama, kusir dengan keretanya? Adakah sama, “aku” dengan “tubuhku”? Pernahkah kita bertanya, di manakah diri kita yang sebenarnya, kini? Di manakah kita yang dulu berhadap-hadapan dengan Sang Penguasa Semesta? Kapan terakhir kita sanggup melihat-Nya?

Dan keserakahan, hawa nafsu, syahwat pun kian mewabah. Sang bayi yang telah tumbuh besar itu pun kini tak lagi mudah tersenyum pada orang-orang, atau berbicara pada pohon dan kupu-kupu. Kita jadi mudah marah, dan merasa diri telah bersikap tegas. Kita mengurangi timbangan pelanggan dan karyawan, dan merasa diri telah melakukan hal yang cerdik. Kita pergi haji, dan merasa lengkaplah sudah satu set kapling di dunia dan villa di surga. Padahal kepada Tuhan dan kisah para nabi, diam-diam kita menepisnya “Dongengan jaman dulu! Berbicara dengan Tuhan? Ah, hari gini?”, sembari mengangkat cawan selamat hari raya, demi koneksi dan relasi.

… seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. (QS [59]:19)

Teman-teman yang baik, jiwa ini telah lumpuh! Digerogoti oleh prahara dosa, nafsu dan amarah. Lumpuh, dalam arti sebenarnya, pingsan dan tak sadarkan diri, tak bisa bangkit, terpuruk!


Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS [91]:10)

Maka siapakah kini yang tengah berjalan-jalan ini?

Teman-teman yang baik, kereta kuda itu telah melalang buana tanpa kendali, pergi kemanapun yang disuka: kepada harta, kekuasaan, dan senggama. Terbangun di pagi hari, sampai terkulai di malam hari, tubuh kita menjalankan berbagai hal, tanpa tahu untuk apa semua itu.

Mari pikirkan baik-baik persaksian itu. Adakah tubuh ini turut bersaksi di sana?

Tentu tidak! Tubuh terbentuk di dalam rahim, dan tak tahu menahu tentang persaksian yang kita alami. Tubuh tak punya “acara” di bumi ini, selain sebagai kendaraan bagi jiwa, bagi kita. Tubuh tak peduli soal kita yang musti menjadi abdi-Nya, yang musti menjadi wakil-Nya, khalifah-Nya di muka bumi. Teman-teman yang baik, kita lah yang merekam peristiwa persaksian itu, tubuh tak ingat apa-apa. Hati yang bersih yang akan sanggup mengingatnya, otak tak tahu apa-apa. Tubuh tak ada di sana! Namun bila bahkan jiwa dan hati ini tak mengingat apapun… wahai, tidakkah itu berarti jiwa ini tengah sekarat, teman-teman yang baik?

Tanpa sang kusir, bukankah tubuh akan bak kereta kuda yang pergi kemana pun yang disuka, melakukan apapun yang dimauinya?

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya… Mereka itu tak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. (QS [25]:43-44)

Dan hal ini pun berlangsung, sampai senja menyadarkan kita… tatkala jiwa dilepaskan, dicabut dari tubuhnya, maka kita akan paham. Kita akan tahu, teman-teman yang baik, kita akan melihat semuanya!

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (QS [50]:22)

* * * *

dan CHAPTER 4, 5…

Dan chapter 4 adalah sebuah perjalanan di alam yang berbeda, alam barzakh. Sebuah kehidupan yang jauh lebih panjang, jauuuuhh lebih lama dari yang kita jalani di dunia sekarang ini. Sebuah masa yang berawal ketika jiwa dan ruh “dicabut” dari tubuh, ketika tubuh menyelesaikan tugasnya dan kembali ke tanah dan kita (jiwa) meneruskan perjalanannya, dan berakhir tatkala sangkakala mulai ditiup, yang menandai awal dari qiyamah ketika semesta raya ditutup dan seluruh makhluk dikumpulkan di sebuah padang, Chapter akhir dari kehidupan.

Maka, bila kita (jiwa ini) dalam keadaan lumpuh, bagaimana kita akan melanjutkan perjalanan yang jauh nan panjang nanti?

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan. (QS [17]:72)

Teman-teman yang baik, kita masing-masing di sini, di tempat persinggahan ini, ditugaskan untuk mengambil sesuatu, dan kita diberi fasilitas yang berbeda-beda.

Tiap-tiap diri dimudahkan sesuai dengan untuk apa ia diciptakan. (Rasulullah SAW — HR Bukhari)

Dan Al Quran adalah sebuah peta rahasia, yang menceritakan tentang seluruh alam ini, kehidupan ini, apa yang akan dihadapi, dan bagaimana melewatinya dengan baik, dari awal sampai akhir, bukankah begitu? Al Quran pada dasarnya berkisah tentang diri kita, ketika berbicara tentang orang-orang kafir dan para pencinta dunia. Al Quran menunjuk diri kita, ketika berbicara tentang penyembah berhala yang menuhankan hawa nafsunya. Al Quran tidak menunjuk siapa-siapa, ketika berkisah tentang Bani Israil. Kita, teman-teman yang baik. Kita yang ditunjuk.

* * * *

Semoga sebuah kehendak yang sungguh-sungguh untuk kembali… barangkali itu sebuah awal yang baik.

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS [7]:23)

Allah menarik orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada-Nya orang yang kembali. (QS [42]:13)

Kembali, teman-teman yang baik. Dan jika kita kembali berjalan menuju-Nya, Dia akan berlari menjemput. Itu pasti. Insya Allah.
pencari_tuhan
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Thu Jun 22, 2006 4:30 pm

Postby Nurlela » Sat Mar 17, 2007 5:31 pm

Iya nih, kek bisa-bisa Adam koit nggak punya tulang rusuk lagi.

Mengenai istri nabi muhammad yang 22 itu kok muslim nggak bisa jawab dengan tegas dan pasti ya, ada yang bilang istri muh. 12, 13, 20 dsb. terus yang bener berapa ? Waktu gua tanya temen satu kantor yang muslimah dan baru naik haji katanya istrinya muhammad cuma 12 ( 12 kok cuma ) dan katanya istrinya tua-tua dan jelek-jelek yang muda cuma Aisha untuk meneruskan keturunan katanya. Mosok sih gua kok nggak percaya, normalnya pria kalau cari istri lagi ya yang muda-muda dan cantik, masa yang tua dan jelek, kok nggak logis gitu lho. Apa karena Muhammad seorang nabi jadi nggak bisa salah ya kek ?

Terus habis rukun iman dan rukun islam, katanya ada tingkat-tingkat muslim yaitu dari Muslim, Mukmin, Mukhlis, Mukhsin, Muttaqien.
Terus kalau habis Muttaqien bisa Musrik dan Murtad enggak kek ?
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby Eneng Kusnadi » Sat Mar 17, 2007 5:40 pm

Yang terakhir barulah MUSTAJAB!
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Nurlela » Sat Mar 17, 2007 6:30 pm

He..he..he ada-ada saja Eneng Kusnadi ini.

Bisa-bisa dari Muslim, Mukmin, Mukhlis, Mukhsin,Mustaqien terus Musrik dan Murtad.

Tapi nanti Muslim pasti akan menjawab Mustahil
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby Eneng Kusnadi » Sat Mar 17, 2007 7:44 pm

Tapi kawan saya namanya MusMujiono ternyata katholik lho!
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Nurlela » Sun Mar 18, 2007 3:48 am

Jadi Mustahil jadi Mualaf Ya ? He..he..he..
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby Eneng Kusnadi » Sun Mar 18, 2007 4:15 am

Back to Lap toooooop ( Mode Tukul : ON)

Membahas rukun Islam saya yakin didalam dunia Islam tidak ada kerukunan.
Setelah kita lihat :

1. Islam Vs Hindu di India
2. Islam Vs Budha di Thailand
3. Islam Vs Katholik di Filipina
4. Islam Vs Kristen dimana-mana
5. Islam Vs Islam Iraq Vs Iran Sunni Vs Achmadiyah Vs Shiite Vs Shiyah

kok masih PD yach pake istilah RUKUN? rukun dengan warga sendiri saja gak bisa boro boro rukun dengan saudara yang beragama lain, bhuahahaha :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Nurlela » Sun Mar 18, 2007 4:24 am

iya, wong RT ( Rukun sama Tetangga ) and RW ( Rukun sama Warga ) aja nggak bisa ya !
Waktu azan Sering bengok-bengok lewat loud speaker, Bangun mesjid minta sumbangan kalau kristen bangun gereja dipersulit, maksain sariat islam.
User avatar
Nurlela
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby somad » Tue Mar 20, 2007 12:26 pm

Sdr Pencari_Tuhan,

Posting anda panjang sekali, dan maaf saya tidak mengerti apa hubungannya dengan Rukun Islam, apa anda tidak salah kamar.?

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby somad » Fri Apr 06, 2007 5:45 am

Mengenai Rukun Islam ke 2 (Sholat}

Anda bisa membuka keterangan dari muslim di
http://masjid.forumportal.us/viewtopic. ... e927ad8f74

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby babenya muhammad » Mon Apr 09, 2007 12:06 am

Seorang Muslim berkewajiban untuk melaksanakan RUKUN ISLAM yang terdiri atas 5 Hal Yakni:

1. Mengucap dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan Shalat
3. Membayar Zakat.
4. Berpuasa di bulan Ramadan
5. Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu.


makna lain dari rukun islam rukun islam adalah

1. Belajar ngomong bahasa arab dulu, berbentuk 2 kalimat
2. Menyembah arab dgn cara membenturkan kepala ke lantai sebanyak 5 kali sehari
3. Menyumbang duit buat pemodalan dan pembinaan teroris
4. Dalam setahun wajib bermalas malasan selama sebulan, semakin malas akan mendapat pahala yg besar
5. Menyumbang uang ke tuan tuan arab bagi yg mampu

semoga bisa engkau mengerti makna dari rukun islam....peace
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am


Return to Ttg Kelima RUKUN Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users