. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Sejarah, asal usul ALLAH & KABAH, hubungan Allah dgn Muhamad. Juga, pribadi dan latar belakang MUHAMAD

Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Sun Jan 11, 2009 1:47 pm

Bagian Pertama

Ibadah Haji Besar Islam

By Dr. Rafat Amari
http://religionresearchinstitute.org/

Fakta2 Sejarah Mengeliminasi Mekah sebagai sebuah Tempat di dalam Ziarah pada Masa Pra Islam
Berziarah, atau ibadah haji, ke Mekah dan ke bukit2 merupakan satu dari lima pilar Islam.

Setiap muslim mmpunyai kewajiban untuk melakukan perjalanan ibadah haji ini paling sedikit sekali dalam kehidupannya. [1]
Muhammed menjanjikan haji dengan imbalan yang bersifat magis bagi mereka yang melakukannya. Muhammed mengatakan ini dalam di dalam haditsnya, yang dianggap kedua terpenting dari Quran. Dia mengatakan:

Dia yang melaksanakan ibadah haji, kembali ke keadaan dia semula ketika ibunya melahirkan dia. [2]

Dengan demikian, Muhammed memberikan pengertian mereka yang melaksanakan ibadah haji menjadi tanpa dosa. Begitu banyak hal2 di dalam Islam yang berporos pada ziarah Islam tersebut, yang mana sekarang akan saya diskusikan mengenai ibadah haji dan akar pagannya.

Ada beberapa kelompok yang melakukan perziarahan mereka di tempat2 pagan supaya terlihat penting dengan mengklaim tokoh2 Bible berziarah di tempat yang sama.

Dalam sejarah, ibadah haji diketahui sebagai sebuah ritual pagan sekte tertentu di Timur Tengah. Salah satu dari sekte2 tersebut yang melakukan ibadah haji adalah kaum Harranian. Harran adalah sebuah kota di perbatasan antara Syaria, Irak dan Asia Kecil – Turki sekarang. Tuhan utama kaum Harranian adalah bulan, tetapi mereka juga menyembah matahari, planet2 dan dewa2 yang lain seperti Jin. Mereka melakukan ibadah haji mereka di gunung2 disekitar Harran. Al-Hashimi, seorang sejarawan Arab, menyebutkan salah satu dari festival2 mereka,” Festival dewa2 dari munculnya bulan baru.” [3] Harran menjadi sebuah kota yang terkenal dan sebuah tempat melaksanakan ibadah haji karena pemujaan Sin, dewa bulan. Ibn al-Nadim, sejarawan Arab lainnya, menyebutkan ibadah haji kaum Haranian ke beberapa tempat yang berbeda di mana mereka menyembah beberapa dewa, termasuk Sin, dewa bulan. Mereka juga menyembah planet2 dan dewa2 lainnya, seperti Hermes dan Jin. [4]

Kaum Harranian menimbulkan pengaruh yang besar pada Muhammed. Muhammed bergabung dengan sebuah kelompok di Mekah yang disebuh “al-Ahnaf”, yang berhubungan dengan kaum Harranian. Banyak anggota2 kelompok tersebut pergi mengunjungi daerah al-Jazirah yang terletak di perbatasan di antara Timur Laut Syria, Irak dan Turki. Para sejarawan memberitahu kita bahwa para anggota kelompok ini, seperti Zayd Bin Amru, pergi ke sana untuk mencari pengetahuan religius.[5] Melalui kontak2 ini, banyak ritual diambil dari kaum Harranian kepada Islam. Zayd Bin Amru adalah salah satu pendiri Ahnaf. Dia adalah kerabat Muhammed, dan Muhammed diketahui menemui Zayd di dalam gua2 di Harra’, di mana para anggota Ahnaf sering bertemu.[6]

Karena efek Kaum Harran pada Muhammed, Harran menjadi sebuah tempat yang penting di dalam Quran. Quran mengisahkan bahwa Sulaiman menundukkan angin dan menggunakannya untuk melakukan perjalanan ke sebuah tempat yang jauh. Quran mengatakan dalam ayat 21:81:

Kepada Sulaiman angin berhembus dengan ganas menuruti perintahnya menuju ke tanah yang kami berkati.

Banyak penulis dalam kepercayaan Islam menginterpretasikan ayat ini mengklaim bahwa Sulaiman menggunakan angin untuk mlakukan ibadah haji ke Harran. Harran pada waktu itu dianggap sebagai kota haji, [7] khususnya bagi kaum Harranian, yang menyembah bulan. Banyak kelompok yang dipengaruhi oleh kaum Harranian, yang membuat Harran menjadi sebuah tempat di mana masyarakat pergi untuk menyembah dewa kaum pagan seperti Sin, sang dewa bulan. Kelompok2 ini ingin berpikir Harran sebagai sebuah kota kuno ke mana masyarakat telah melakukan haji bertahun2 lamanya. Mereka menginginkan terlihatnya tokoh2 penting dalam sejarah seperti Sulaiman dan mengklaim mereka telah pergi ke Harran untuk berhaji. Hal tersebut akan menambah pentingnya agama mereka, jika nabi2 dari Perjanjian Lama mengakuinya.
Hal serupa terjadi atas Mekah. Kepercayaan Islam mencari cara untuk membuat Mekah menjadi sebuah pusat ibadah haji kuno. Mereka menghubungkan Abraham dengan Mekah ketika mereka mengatakan Abraham menggunakan seekor Baraq, yang merupakan unta bersayap, dan terbang ke Mekah. Hal itu merupakan sebuah perilaku dari kelompok2 religius untuk membuat kota2 pagan mereka menjadi tempat2 pemujaan yang penting dalam sejarah, dan mereka melakukannya dengan cara menghubungkannya dengan tokoh2 di dalam Bible.

Quran dan penulis2 Islam mengklaim Bahwa Abraham menyuruh Masyarakat Bumi untuk Melaksanakan Ibadah Haji ke Mekah.
Quran dalam Surah 22 ayat 27, mengklaim bahwa Allah memerintahkan Abraham untuk menampilkan dirinya di dalam sebuah minaret, atau menara yaitu sebuah tempat di mana kaum muslim yang beriman dipanggil untuk bersembahyang. Abraham menyuruh mayarakat untuk melaksanakan ritual ibadah haji yaitu sebuah ibadah haji ke Mekah. Kemudian masyarakat dari seluruh dunia akan menjawab panggilan Abraham dalam generasinya. Ibn Abbas mengklaim bahwa ketika Abraham memanggil untuk beribadah haji ke Mekah, semua batu2, bukit2 dan pohon2 yang mendengarkan dia, bahkan debu, pergi beribadah haji ke Mekah.
[8]

Ayat2 Quran mengklaim Abraham menggunakan Athan آذان, atau suara yang keras, guna memanggil mayarakat untuk bersembahyang. Meneriakan dengan suara yang keras dari atas sebuah minaret masih merupakan cara kaum muslim memanggil masyarakat untuk bersembahyang. Metode ini dikenali dan dilakukan sepanjang sejarah jazirah Arab. Para pemuja dari berbagai sekte Jin pada masa Muhammed biasanya berteriak dari sebuah minaret guna memanggil masyarakat untuk bersembahyang. Hal ini diterima utamanya oleh orang2 yang mengklaim sebagai nabi2 di jazirah Arabia, dan mereka diketahui memiliki hubungan dengan Jin. Sebelum Muhammed, Musaylimeh Bin Habib mengklaim dirinya adalah seorang nabi di kota Yamama. Dia memiliki seseorang yang berteriak kepada masyarakat dari minaret, memanggil mereka untuk bersembahyang, atau pergi beribadah haji ke sebuah kuil tertentu. Ritual semacam ini tidak dikenal di luar jazirah Arab, tidak diketahui juga apakah hal itu adalah hal yang biasa berabad2 sebelum Muhammed.

Ayat yang menunjukkan Abraham berteriak dari minaret juga mengatakan suara Abraham didengar oleh semua makhluk manusia di atas bumi. Hal ini merupakan mitos yang tidak mungkin terjadi. Dalam sejarah, tidak seorangpun di atas bumi pernah mendengar suara Abraham memanggilnya untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Lebih jauh, kita melihat dalam sejarah bahwa Mekah tidak eksis sampai abad keempat Masehi. Sehingga, bagaimana mungkin orang di setiap bagian bumi dapat datang ke sebuah tempat yang tidak eksis di gurun pasir dari kawasan tengah bagian Barat jazirah Arab di mana tidak seorangpun dalam sejarah pernah menginjaknya sebelumnya ?

Ketiadaan padang rumput Mekah yang memadai dan kekurangan air, mengeliminasinya dari menjadi sebuah tempat berhaji sebelum masa Islam

Mekah tidak mungkin menjadi sebuah tempat di mana dilakukan penziarah2 untuk beribadah haji sebelum masa Islam. Mekah pada masa tersebut adalah sebuah kota yang buruk kondisinya, dengan sedikit tempat untuk menggembalakan ternak. Bagaimana mungkin kota itu dapat menyediakan padang rumput bagi puluhan ribu unta yang membawa orang2 yang beribadah haji ? Sudah ada tempat2 lain yang lebih kondusif lahan penggembalaannya di jazirah Arab. Kaabah2 dari kota2 ini telah disiapkan untuk menyelenggarakan ibadah haji.

Hal penting lain yang tidak mencakup Mekah sebagai sebuah tempat berhaji adalah kondisi kekurangan airnya. Mekah waktu itu tanpa air sampai Abdel Mutaleb, kakek Muhammed, menggali sumur Zamzam, 50 sampai dengan 75 tahun sebelum Muhammed. Mekah bahkan tidak mampu menyediakan air yang cukup bagi hanya sebuah suku kecil Khuzaa’h, yang pertama kali membangun dan menghuni kota dalam masa abad keempat M. Bagaimana, kemudian, Mekah dapat menyediakan air yang cukup untuk ribuan penziarah yang akan membutuhkannya ? Bagaimana mereka akan memberi minum unta2 mereka, dan binatang2 lainnya yang dibawa serta, untuk dikorbankan sebagai bagian dari ritual ibadah haji ?
Sebelum sumur Zamzam digali persis 50 atau 70 tahun sebelum masa Muhammed, adalah tidak mungkin bahwa Mekah dapat menjadi sebuah tempat melaksanakan ibadah haji untuk orang2 Arab, karena dalil2 yang baru saja saya sebutkan.
Memang ada ibadah haji di daerah sekitar Mekah dalam masa sebelum Islam, tetapi Mekah bukan yang termasuk di antara tempat untuk beribadah haji.

Bertahun2 sebelum Islam, semacam ibadah haji ala pagan eksis pada bukit2 di luar Mekah, tetapi hal itu dilakukan oleh orang2 Arab penyembah berhala dalam jumlah yang terbatas. Dibawah Muhammed, pelaksanaan ibadah haji ke Mekah kemudian menjadi sebuah pilar utama dalam agama Islam.
Dalam masa sebelum Islam, Mekah diketahui menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai ‘ibadah haji kecil’, tetapi hal itu murni sekte sesat dan bagian dari ritual agama Jin Arab.

Diketahui dengan jelas bahwa orang2 Arab terbiasa melakukan perdagangan ketika sedang beribadah haji, atau perziarahan keagamaan. Pada masa sebelum Islam, masyarakat yang datang ke daerah untuk beribadah haji tidak berdagang di Mekah, melainkan di Ukkaz dan daerah2 lain di sekitarnya, seperti Majanna dan Dhul-Majaz. Penulis2 Arab memberitahu kita bahwa Ukkaz adalah sebuah kota “Haram”, yang berarti tidak seorangpun boleh membunuh, atau melakukan hal2 tertentu di sana, dalam bulan ibadah haji. Kita menemukan bahwa ketika kaum Quraish, suku dari mana Muhammed berasal, mengunjungi tempat2 ini, mereka selalu mengunjunginya dengan kondisi Ihram atau suatu kondisi yang khusyuk. Ibn Habib memberitahu kita bahwa suku Quraish tidak pernah mengunjungi Dhul-Majaz kecuali dengan sebuah kondisi yang khusyuk atau Ihram[9] . Kita mengetahui bahwa suku Quraish berada dalam kondisi Ihram atau khusyuk, ketika mereka berada di Ukkaz, ketika perang Fujjar mulai berkobar. [10] Fujjar mempunyai arti “penyesat, criminal atau pendosa”. Dalam perang Fujjar, sebuah persekutuan dibentuk oleh suku2 Quraish dan Kinaneh. Pada penghujung babd keenam Masehi, mereka berperang melawan suku2 Aran lain yang menjadi musuh2 mereka. Perang tersebut disebut Fujjar karena terjadi di dalam bulan2 Haram, dalam masa di mana orang2 Arab dilarang berperang. Al-Azruqi, seorang penulis Islam kuno yang menulis mengenai Mekah, juga mengatakan bahwa tidak seorangpun diperkenankan mengunjungi Ukkaz atau Dhul-Majaz kecuali dalam kondisi Ihram atau khusyuk.[11]

Bersambung...
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby fenomena » Mon Jan 12, 2009 4:48 pm

NejadBinLaden wrote:Nggak usah disambung... percuma... ini calon tret kuburan...
woi manusia speciment, mungkin ada yang salah dg otak loe, tret loe mandul semua...

:rofl:


Muhammad memang nggak mandul, tapi dia kena kutuk, meskipun punya 22 istri dan ratusan gundik tapi dia nggak punya anak laki, anaknya perempuan semua.
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby osho » Mon Jan 12, 2009 6:17 pm

fenomena wrote:Muhammad memang nggak mandul, tapi dia kena kutuk, meskipun punya 22 istri dan ratusan gundik tapi dia nggak punya anak laki, anaknya perempuan semua.

ada anak-laki-laki....
tapi semua anak-anak, cucu-cucunya ....
Allah tidak mau memelihara keturunannya dan telah dimusnahkan keturunan mereka dan digantikan dengan keturunan orang-orang lain....

45. Maka orang-orang yang zalim itu DIMUSNAHKAN sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. (QS. 6:45)

#-o
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Mon Jan 12, 2009 10:03 pm

NejadBinLaden wrote:Nggak usah disambung... percuma... ini calon tret kuburan...
woi manusia speciment, mungkin ada yang salah dg otak loe, tret loe mandul semua...

:rofl:


:lol:

Yaaa, mang percuma di sambung buat yang dah beku otaknya... :vom:

Tapi kan kite2 berharap ada yang masih punya akal budi yang diberikan oleh Sang Pencipta yang asli, sehingga bisa membuat KUBURAN YANG SESUNGGUHYA BUAT ISLAM, DAN KUBURAN ITU SESUNGGUHNYA TIDAK DIPERUNTUKKAN BUAT MUSLIM ... :goodman:

woi manusia speciment, mungkin ada yang salah dg otak loe, tret loe mandul semua...[/b]


:green:

[b]Masa yang salah otak gua yang menolak untuk mengkafirkan orang lain dan narsis plus sok suci ???[/b]

[-o<
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby mozaik » Tue Jan 13, 2009 4:08 pm

Ajaran islam udeh jelas-jelas meniru meniru ritual pagan, yang nyata-nyata menyembah berhala !
mozaik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 296
Joined: Sat Jan 03, 2009 5:10 pm

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Tue Jan 13, 2009 11:04 pm

NejadBinLaden wrote:
kalau begitu, silakan ditutup threadnya...
:rofl:


](*,)

Maxud lo ..??!!

Ga tahan lihat artikel nyang berat ??

:lol:
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Wed Jan 14, 2009 10:54 am

[Bagian Kedua]

Ibadah Haji Besar Islam

By Dr. Rafat Amari
http://religionresearchinstitute.org/

Saksi2 sejarah ini menunjukkan bahwa ibadah haji sebelum masa Islam bermula di pusat2 yang lain dari Mekah. Para penziarah berkumpul di tempat2 ini untuk mengunjungi kuil2 di sana, berdagang, dan mempersiapkan diri mereka untuk melakukan perziarahan ke tempat2 yang disakralkan yaitu di bukit2 Mina’, Arafah dan Muzdalifah. Tempat2 ini adalah obyek2 yang sesungguhnya dari ibadah haji, di mana akan kita lihat setelah ini. Mekah tidak termasuk dari peribadahan haji, karena ritual2 resminya dimulai pada bukit yang disebut Arafah dan berakhir di Mina’, di mana kondisi Ihram selesai. Jelaslah bahwa ibadah haji dilakukan di bukit2 tersebut di mana kaum Arab menyembah dewa2 mereka dan mereka tidak memasukkan Mekah ke dalamnya. Fakta2 ini menunjukkan pada kita bahwa Mekah dikecualikan dari ibadah haji, tetapi bukti2 tidak hanya berhenti sampai di sini. Kami melihat bahwa para pejabat kota Arafah adalah orang2 dari suku Tamim bukan dari suku Quraish.[12] Hal ini juga memberitahu kita bahwa Mekah dan Quraish, suku yang berdiam di sana, tidak berkaitan apapun dengan ibadah haji.

Crone, seorang cendekiawan, dalam pekerjaannya,” Perdagangan di Mekah dan Munculnya Islam,” juga menegaskan bahwa pembicaraan mengenai perdagangan dalam masa peribadahan haji terfokus di Arafah dan Mina’, mengecualikan Mekah. Ketika, menurut ritual keagamaan mereka, mereka akhirnya diizinkan untuk berdagang dalam masa peribadahan, mereka mulai berdagang di Arafah dan Mina’, tetapi tidak ada referensi kepada Mekah dalam pembicaraan2.[13] Jelaslah bahwa Arafah dan Mina’ adalah tempat yang sesungguhnya bagi kaum Arab beribadah haji, dan bahwa pada masa sebelum Islam, Mekah tidak dianggap sebagai pusat ibadah haji.

Setelah Muhammed gagal menyakinkan masyarakat untuk menjadi pemeluk agama baru Islam, dia mengubah strateginya, dan berusaha mencari sebuah suku yang bisa diajak berkompromi dan yang mau menerima dia sebagai seorang “nabi Allah”. Dia akan memimpin suku tersebut berperang melawan suku2 Arab, membunuhi kaum lelakinya dan memberikan para wanita dan anak2 perempuan orang2 Arab dan Yahudi yang mereka taklukkan. Para wanita akan menjadi gundik2 mereka, dan para anak laki2 akan dijual sebagai budak, dan rumah2 dan milik pribadi akan menjadi jarahan bagi penakluk. Bertahun2, Muhammed pergi ke Ukkaz, Majanna, Mina’ dan Dhul-Majaz, pusat2 ibadah haji, untuk memperlihatkan program2nya. Tetapi ia tidak pernah bertemu seorangpun seperti suku2 di Mekah.[14] Tetapi di tempat2 ini dia sungguh bertemu dengan perwakilan Oas dan Khazraj, dua suku yang menerima tawarannya.[15]

Walaupun kepercayaan Islam berusaha menghubungkan seremoni ibadah haji kaum pagan Arab dengan Abraham, fakta2 sejarah dengan jelas berlawanan dengan klaim2 mereka. Kita dapat melihat bahwa dengan tiada guna bagi muslim untuk menyandarkan seremoni pagan Arab untuk mencoba mendapatkan pengurangan atas dosa2 mereka. Pengurangan dosa2 tidak pernah berhubungan dengan ritual keagamaan; sebaliknya, hanya orang2 kaya yang mampu menerima pengurangan karena, pada masa kuno, seseorang akan menghadapi biaya yang sangat besar untuk mengadakan perjalanan begitu jauh dalam beribadah haji. Sebuah contoh, perjalanan dari Bangladesh sebelum penemuan moda transportasi bermotor sangatlah merepotkan dan sulit. Memutuskan untuk mengadakan perjalanan ini berarti menghabiskan waktu selama tujuh bulan dalam perjalanan ke Mekah, dan tujuh bulan berikutnya untuk pulang. Juga bahwa kemungkinan2 para penziarah tidak berhasil selamat dalam perjalanan. Melalui gurun2 pasir Asia dan Jazirah Arab, dia akan menghadapi pelbagai mara bahaya, seperti pencuri2, perompak, binatang2 liar dan ular2, belum lagi kekurangan makanan dan minuman. Resiko epidemi penyakit dapat menyebar di antara para penziarah yang berjumlah sangat banyak yang berkumpul untuk sebuah perjalanan yang panjang. Waktu yang diperlukan untuk sebuah perjalanan haji dari suatu daerah yang jauh dapat mencapai selama 12 sampai 16 bulan, suatu waktu yang sangat panjang memisahkan sang penziarah dengan keluarga dan pekerjaan2nya. Hal itu juga membebani dia sejumlah besar uang untuk biayanya dalam periode ini, karena ia tidak bekerja atau hidup dengan keluarganya. Ibadah Haji adalah beban biaya yang luarbiasa, ritual yang tidak masuk akal yang dapat menghancurkan keluarga dan kehidupan social dan ekonomi mereka yang menjalaninya dan membahayakan kesehatannya sendiri dan, barangkali, memakan jiwanya.

Muhammed dan sukunya yang tinggal di Mekah adalah satu2nya masyarakat yang diuntungkan dari ritual ibadah haji ke Mekah. Karena para penziarah membawa binatang2 untuk di korbankan, semua daging ditinggalkan untuk para penduduk Mekah. Banyak kambing dan domba ditinggalkan, belum termasuk uang yang dibawa para penziarah, atau perdagangan yang mereka lakukan. Kenyataannya, peribadahan haji yang dilakukan setiap muslim paling sedikit sekali dalam hidupnya, diperintahkan oleh Muhammed agar kaum muslim lain dapat membawa kekayaan bagi sukunya sendiri, Quraish. Dihadapkan pada perjalanan yang sulit dan mahal yang membebani setiap penziarah, kaum miskin akan menubruk tembok hak2 yang sangat arogan.

Ibadah Haji adalah sebuah pengorbanan yang tidak perlu bagi seseorang ketika, faktanya, pengurangan dosa2 telah ditebus pada kayu salib oleh Yesus, satu2nya manusia yang tidak berdosa. Dia menebus dosa2 kita dengan harmoni kematiannya pada kayu salib supaya kita dibebaskan dari dosa kita dan menjadi baik di hadapan Tuhan yang kudus. Karya penebusan Tuhan, melalui Kristus, diberikan pada siapapun, apapun kebudayaannya, keadaan social atau ekonomi. Tidak seorangpun diwajibkan untuk berziarah ke tempat tertentu agar dapat menerima secara cuma2 penebusan Tuhan dan pengurangan dosa2. Penebusan Tuhan tidak dapat dibeli melalui aktivitas2 keagamaan. Penebusan telah diperoleh dengan harga yang mahal – darah dari Putra Tuhan dalam tubuh manusia. Kita dapat menerimanya dalam keimanan, tidak dengan menciptakan ritual2 keagamaan dan kegiatan2 untuk mendapatkannya.

[Bersambung]

](*,)
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Sun Jan 18, 2009 11:19 pm

[Bagian Ketiga]

Ibadah Haji Besar Islam

By Dr. Rafat Amari

http://religionresearchinstitute.org/

Mekah merupakan bagian dari sebuah ibadah haji klenik, yang mengambil istilah Umra

Kita telah melihat bahwa masa sebelum Islam Mekah tidak pernah menjadi salah satu dari penziarahan agung yang disebut ibadah Haji, walaupun kaum Muslim mengklaim bahwa itu adalah kota kunci.
Kita akan melihat bahwa Mekah merupakan bagian dari Umra, sebuah ibadah haji klenik kecil, yang dapat dilaksanakan setiap saat sepanjang tahun. Dalam masa sebelum Islam, ibadah haji ini berhubungan dengan pemujaan klenik di jazirah Arab. Penziarahan dimulai dari tempat dua patung Kuhhan, bernama Safa dan Naelah. Kuhhan adalah pendeta2 dalam pemujaan jin di jazirah Arab. Patung2 mereka ditempatkan pada batu2 utama pada kuil di Mekah. Penziarah2 lainnya memulai ibadah haji dari patung yang sama Safa dan Naelah yang berlokasi di pantai dekat Mekah. Ibadah haji kemudian dilanjutkan ke bukit2 Safa dan Marwa, di mana ada patung2 lain dari Safa dan Marwa. Dalam sejarahnya, Safa dan Marwa adalah pusat bagi agama klenik jin. Muhammed memasukkan pemikiran ibadah haji ke dalam Islam.

TAHAPAN2 IBADAH HAJI BESAR DAN IMPLIKASI PAGAN MEREKA DAN ASAL USULNYA

Ibadah haji menuju bukit Arafah

Ibadah Haji, juga disebut “penziarahan agung”, dimulai pada tahun ketujuh dari Du al-Hijjah, bulan penziarahan. Di Mekah, para penziarah mendengarkan khotbah2 mengenai penziarahan, tetapi tidak ada ritual2 yang dilakukan di sana yang membuktikan Mekah sebagai bagian sesungguhnya dari penziarahan tersebut.

Pada hari kedua, hari kedelapan dari Du al-hijjah, penziarah2 menuju bukit Arafah, berlokasi di Timur Mekah. Dibutuhkan lebih dari empat jam untuk mencapai bukit ini dengan unta. Di tengah perjalanan menuju Arafah, ada sebuah tempat yang disebut Muna, sekarang dikenal sebagai Mina’, di mana mereka bersembahyang untuk sholat pada tengah hari. Muna adalah seuah tempat yang penting dalam ibadah haji. Kedua kata2 Muna dan Manat memiliki kesamaan dalam bahasa Arab yang berarti.”berharap atau menginginkan”. Manat adalah anak perempuan Allah. Ini mengindikasikan Muna diperuntukkan bagi pemujaan Manat. Setelah ini, saya akan mendiskusikan ritual2 ibadah haji yang dilakukan di Muna dalam perjalanan pulang mereka ke Mekah,

Pada hari ketiga, hari kesembilan dari Du al-Hijjah, penziarah meneruskan ke bukit yang disebut Arafah. Mereka semua mengenakan pakaian putih, menunjukkan mereka berada dalam suatu kondisi khusyuk, menurut kepercayaan. Mereka berdiri pada suatu dataran dekat sebuah gunung yang disebut “jabal Al-Rahman,” yang berarti “gunung pengampunan”, dan mereka berteriak dengan suara yang keras dari tengah hari sampai matahari terbenam “Labeik Allahumma Labeik.” Allahumma berarti “Allah, adalah mereka,” jadi mereka teriakan mereka diterjemahkan,”Allah adalah mereka, Aku ada di sini.”

Teriakan “Allah adalah mereka, Aku ada di sini,” dan penggunaannya dalam pemujaan pagan di jazirah Arab.

Arti dari teriakan ini memiliki nilai penting yang khusus, karena para pemuja Keluarga Bintang jazirah Arab akan membacakan kalimat ini sebelum setiap anggota dalam Keluarga Bintang mengkonfirmasikan kepercayaan mereka bahwa semua anggota Keluarga Bintang pantas dimuliakan. Muhammed memasukkan teriakan ini ke dalam Islam, seperti juga dia memasukkan penziarahan itu sendiri ke dalam Islam.

Kita juga menemukan bahwa para pemuja Hubal, tempat pemujaan utama kuil di Mekah, akan membacakan kalimat ini.[16] “Hubal” adalah sebuah symbol bagi dewa bulan.[17] Banyak cendekiawan berpikir Hubal adalah Allah, sebelum planet, Venus, menggantikannya dengan title Allah.

Teriakan yang sama disuarakan orang Arab di depan Manat. Mereka berkata:

Allah adalah mereka, Aku ada di sini. Tanpa memohon yang datang lebih dahulu sebelum engkau, orang2 kan gagal dan meninggalkanmu, tetapi mereka masih datang kepadamu dalam setiap penziarahan setelah yang lainnya.[18]

Teriakan ini di depan Manat, anak perempuan Allah, mengajarkan kita bahwa hal itu adalah sebuah rumusan bersifat ritual yang ditampilkan oleh para pemuja Keluarga Bintang jazirah Arab ketika mereka melaksanakan sebuah ibadah haji ke setiap tempat suci yang didedikasikan pada setiap anggota Keluarga Bintang. Manat ditempatkan di mana para pemujanya pergi melaksanakan teriakan yang sama dan melaksanakan ritual2 lain, seperti mencukur rambut mereka.[19] Ritual teriakan yang sama dan pemotongan rambut di Muna telah dimasukkan Muhammed ke dalam ibadah haji Islam. Quraish dan Khuzaa’h, suku yang membangun Mekah, adalah termasuk mereka yang memuja Manat dan pergi ke sana untuk berziarah.[20]

Semua insiden2 dalam sejarah ini mengungkapkan alasan mengapa para penziarah biasanya berteriak degan teriakan yang sama pada bukit Arafah sampai terbenamnya matahari,”Allah adalah mereka, Aku ada di sini.” Arafah adalah tempat untuk memuja Ellat, sang matahari, sampai ia terbenam. Ellat, seperti suaminya, Allah, sang bulan, dan anak2 perempuannya Manat dan al-‘Uzza, diperlakukan dengan kemuliaan yang sama dan teriakan yang sama.
Muhammed telah melarang para pengikutnya untuk berdoa di ukti Arafah setelah matahari terbenam,[21] yang mengingatkan kita mengenai orang2 Arab pagan ketika mereka pergi dalam sebuah ibadah haji ke bukit Arafah. Mereka meneruskan pemujaan mereka dan berteriak di hadapan matahari sampai ia terbenam.

Istilah,”Allah adalah mereka,” diadopsi suku Quraish, dari mana Muhammed berasal, sebelum ia mengklaim sebagai nabi. Quraish biasanya memulai tulisan2 atau perjanjian2 “dalam nama Allah adalah mereka.”[22] Muhammed berasal dari klan Beni Hashem yang memulai dengan istilah yang sama,”dalam namamu Allah adalah mereka.”Dokumen Quraish melarang anggota2 mereka untuk melakukan hubungan apapun dengan Beni Hashem karena Beni Hashem menolak untuk menyerahkan Muhammed kepada Quraish supaya dapat diadili. Dokumen yang mereka tulis dimulai dengan frase,”dalam namamu Allah adalah mereka.”[23] Suku pagan ini biasanya menggunakan rumusan ini karena mereka menghormati setiap anggota dari Keluarga Bintang jazirah Arab.

Suhail Bin Amru, salah satu dari pemimpin2 suku Quraish, menegosiasikan sebuah perjanjian damai antara suku Quraish dan Muhammed. Dalam penulisan istilah pada perjanjian damai tersebut, Muhammed ingin memulai dengan kata2,”Dalam nama Allah sang Rahman al-Rahim.” Rumusan ini di mulai di depan Muhammed oleh Musaylimeh Bin Habib, orang yang mengklaim sebagai seorang nabi, dengan ikatan pada jin/setan. Quraish menentang Musaylimeh. Juru bicara suku tersebut, Suhail, keberatan dengan memulai perjanjian damai tersebut dengan kata2,”Dalam nama Allah, sang Rahman al-Rahim.”Suhail berkata pada Muhammed:

“Aku tidak mengenal siapa itu ‘Rahman’, sebaliknya, tulislah dengan cara ini,’Dalam nama Allah adalah mereka,’ sebagaimana engkau biasanya menulis.” [24]

Hal ini menunjukkan bahwa ketika Muhammed memulai sebuah perjanjian damai, atau menulis sebuah dokumen penting, dia menggunakan kata2 yang sama dengan sukunya dalam memuliakan anggota2 Keluarga Bintang jazirah Arab.
Agama Jin-setan di jazirah Arab menyebarkan bentuk pagan mereka melalui sebuah teologi yang mengatakan bahwa banyak dewa ada untuk dipuja. Hal itu berlawanan dengan seruan Bible agar masyarakat hanya menyembah satu Tuhan yang benar.
Umayya bin abi al-Salt adalah sepupu Muhammed dari ibunya. Umayya juga terlibat dengan jin-setan yang mengajarkannya banyak hal, di antaranya yaitu frase,”Dalam namamu, Allah adalah mereka.”[25] Umayya mengklaim dua ekor burung telah membuka dadanya dan mengambil “al-a’laka’ hitam” dari hatinya. Menurut konsep agnostic, “al-a’laka’ hitam” adalah substansi gelap dalam tubuh manusia yang menyebabkan manusia berdosa. Setelah itu diambil, Umayya menjadi tanpa dosa. Muhammed mengcopy klaim Umayya, tetapi Muhammed mengatakan bahwa dua malaikat yang membuka dadanya dan mengambil “al-a’laka’ hitam” membuatnya tanpa dosa.

Muhammed seringkali duduk bersama Fari’ah, saudara Umayya, karena Muhammed menyukai kecantikannya. Dia biasanya membacakan banyak puisi yang ditulis saudaranya, Umayya. Muhammed memasukkan banyak dari mereka ke dalam Quran. Muhammed, seperti Umayya, mengadopsi frase,”Dalam namamu, Allah adalah mereka.” Yang jin-setan ajarkan pada Umayya.
Jin-setan jazirah Arab menyebarkan pesan bahwa semua dewa2 jazirah Arab dan berhala harus dihormati dan dimuliakan. Dengan cara ini Jin-setan menarik kaum Arab pada dewa2 mereka. Istilah ”Dalam namamu, Allah adalah mereka.” Mengekspresikan tujuan gelap mereka untuk bersaing dengan konsep Bible tentang ketuhanan yang melarang siapapun memuliakan tuhan manapun kecuali Trinitas.

[Bersambung]

](*,)
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby mozaik » Tue Jan 20, 2009 7:44 pm

NejadBinLaden wrote:Haji mengajarkan Muslim bahwa dunia itu luas dan penduduknya beragam. Makanya Muslim berpikiran luas karena sekali seumur hidup mereka berhaji dan ketemu orang dari berbagai bangsa.

Sampe tanah Indonesia mau dibuat ke "arab-arab"an.
mozaik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 296
Joined: Sat Jan 03, 2009 5:10 pm

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby ponpes_ngruki » Tue Jan 20, 2009 8:00 pm

NejadBinLaden wrote:Haji mengajarkan Muslim bahwa dunia itu luas .....


Betul, sekalian sebagai bahan ralat.... bahwa bumi itu tidak datar. [-o< :toimonster:
User avatar
ponpes_ngruki
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Tue Nov 04, 2008 9:02 pm
Location: solo

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Wed Jan 21, 2009 12:18 am

NejadBinLaden wrote:Agama lain boleh iri kepada Muslim karena tidak mempunyai ritual semacam haji.


:vom:

Sorry, slim, habis baca nyang artikel di atas gw yakin non muslim pada muntah2.. ](*,)

Apa perlu kita minta mereka muntah2 di sini ?

:green:
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby a_man » Wed Jan 21, 2009 1:44 pm

binLaden wrote:Makanya Muslim berpikiran luas karena sekali seumur hidup mereka berhaji dan ketemu orang dari berbagai bangsa.

Ada yg dari agama laen gak ?
Ada yg dari planet laen gak ?

Klo gak ada, ngapain ngiri ?

Mending muntah aja lah....
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
:vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom: :vom:
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby ponpes_ngruki » Thu Jan 22, 2009 6:58 pm

NejadBinLaden wrote:Agama lain boleh iri kepada Muslim karena tidak mempunyai ritual semacam haji.



Gw yakin ritual haji akan menjadi bahan tertawaan zaman modern mendatang :rolling:
kenapa? karena sebuah ritual yg konyol menjadi tamu alloh. Emang level manusia itu apa koq jadi "tamu" ? :rofl:
Suatu saat nanti... orang akan malu kalo disebut "hajji"
karena melakukan ibadah haji berarti pernah melakukan ritual konyol. Bayangin saja... ALLAH YANG MAHA KUASA cuma disamakan dengan pagan!!
User avatar
ponpes_ngruki
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Tue Nov 04, 2008 9:02 pm
Location: solo

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby a_man » Mon Jan 26, 2009 10:56 am

Ahmadinejad bin Laden wrote:Ibadah sambil jalan-jalan, lihat negeri orang, lihat beragam orang. Haji bikin Muslim tidak mono.

"mono" maksudmu monotheis, ato monogamis ??
Kyknya monogamis,
gelar haji dipake buat nggaet perawan ingusan, contoh tuh Syeikh Pujiono.

Masa' ngliat negeri lain koq nunggu diperintah tuhan ?
Emang jaman batu ?

Ato maksudmu haji itu buat membersihkan piktor hasil brainwash sejak kecil : "dunia adalah milik islam" ?
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Mon Jan 26, 2009 4:51 pm

[Bagian Keempat]

Ibadah Haji Besar Islam

By Dr. Rafat Amari

http://religionresearchinstitute.org/

Ibadah haji dilanjutkan ke Muzdalifah di mana penziarah pagan menyembah bulan

Saya akan kembali pada diskusi kita mengenai apa yang terjadi dalam bulan ibadah haji. Telah saya sebutkan bahwa pada hari kesembilan dalam bulan peribadahan yang disebut Du al-Hijjah, para penziarah berada pada bukit Arafah sampai dengan matahari terbenam, meneriakan “Allah adalah mereka, aku berada di sini.” Setelah matahari terbenam, para penziarah memulai sebuah perjalanan ke sebuah tempat yang disebut al-Muzdalifah, di mana mereka akan bermalam dan melakukan sembahyang malam. Hari kedua, hari kesepuluh bulan peribadahan Du al-hijjah, mereka melakukan Waqfa sebelum matahari terbit, yang berarti mereka berdiri dan berseru kepada Allah.

Ketika kami mempelajari buku2 yang berisi Hadits Muhammed dan mendapatkan penjelasan mengenai kehidupannya, kami menemukan Muzdalifah adalah sebuah tempat di mana orang2 Arab pagan dari area sekitar Mekah dan Medina sering datang untuk bersembahyang. Mereka bersembahyang dari saat bulan terbit sampai menghilang. Buku2 al-Bukhari dan Sahih Muslim adalah dua buku yang dapat dipercaya yang berisi hadits Muhammed. Mereka mengutip kata2 Abdulah, pembantu Asmaa, saudari Aishah, istri termuda Muhammed:

Asmaa pergi ke Muzdalifah, dan mulai bersembahyang. Dia melakukannya selama satu jam, kemudian dia berkata,”Anakku, apakah bulan telah hilang?” Aku menjawab”tidak.” Kemudian dia bersembahyang selama satu jam dan berkata,”Apakah bulan telah menghilang?” Aku berkata “ya”, dan dia berkata “ayo pergi,” maka kami pergi dari sana.[26]

Muhammed, dalam salah satu haditsnya, juga mengatakan mengenai bersembahyang di Muzdalifah sampai bulan menghilang.[27] Kata2 ini memberitahu kita bahwa Muzdalifah berlokasi di sebuah tempat di mana para penziarah Keluarga Bintang jazirah Arab dimuliakan dan penyembahan bulan. Oleh karena itu, Asmaa bersembahyang di Muzdalifah selagi bulan sedang terbit di langit, dan dia tidak dapat menghentikan persembahyangannya selagi bulan masih tampak. Dia berhenti hanya karena dia mengetahui bahwa bulan telah menghilang. Sudah jelas bagi kita bahwa Muzdalifah adalah tempat di mana fase yang tepat dalam memulai penyembahan bulan dalam ibadah haji. Fakta bahwa penziarah harus meninggalkan Arafa setelah matahari terbenam, menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi kewajiban mereka kepada matahari pada tingkatan ini dalam ibadah haji, dan bahwa mereka tidak perlu tidur di Arafah, lokasi yang dipersembahkan kepada matahari dalam ibadah haji. Barangkali, bahkan sebelum ibadah haji diadakan, mereka mencapai Muzdalifah pada malam hari ketika bulan disembah.

Diskusi tentang ibadah haji ini, dan akar pagan jazirah Arabnya, adalah sebuah usaha untuk menolong teman2 muslim kita mengerti sifat asli ritual2 Arab yang mencakupi Keluarga Bintang jazirah Arab, dan menghindarkan anggapan bahwa mereka merupakan bagian dari penyembahan pada Tuhan yang sesungguhnya. Bahkan jika Muhammed dapat mendandani penyembahan berhala para nenek moyangnya dengan banyak klaim, hal itu tidak membuat penyembahan seperti ini menjadi suatu penyembahan yang benar dan berketuhanan.

Kita telah melihat pusat2 peribadahan haji yang berlokasi dekat Mekah. Pada masa sebelum peribadahan haji Islam, setiap tempat peribadahan mempunyai sebuah tempat untuk menyembah anggota Keluarga Bintang jazirah Arab. Kita telah mempelajari bahwa penziarah berhenti untuk menyembah matahari di Arafah dan mereka menyembah bulan di Muzdalifah. Saya akan meneruskan penjelasan mengenai fase2 ibadah haji.

Suku yang berbeda2 lebih mementingkan beberapa pusat peribadahan daripada yang mereka lakukan pada tempat yang lain. Pada masa lalu, kita asumsikan bahwa loasi2 ini tidak berhubungan. Sebuah suku akan mendedikasikan setiap tempat pada satu anggota Keluarga Bintang jazirah Arab. Pada akhirnya, mereka menyatukan dan mengkoordinasikan semua tempat2 penyembahan ini, menjadi satu dalam peribadahan haji agung, diterima oleh semua suku yang sebelumnya menghormati dewa bintang yang lebih mereka sukai.

Waqfa adalah sebuha penghentian dalam peribadahan. Para penziarah melakukan waqfa di Muzdalifah. Mereka selalu berhenti di Muzdalifah sebelum matahari terbit. Ini mengkonfirmasi bahwa, sebelum mereka menyatukan ritual2, Muzdalifah adalah sebuah tempat yang dipersembahkan secara eksklusif untuk menyembah bulan, dan hanya dalam beberapa jam pada malam harinya sebelum matahari terbit diberikan para pemuja kesempatan dengan bulan jazirah Arab sebelum menghilang. Mereka melakukan sedikitnya dua kali waqfa, sekali pada malam harinya dan yang berikutnya sebelum matahari terbit, sebelum bulan menghilang.

Di Muna, atau Mina, mereka mempunyai sebuah pusat peribadahan dalam ibadah haji yang dipersembahkan untuk menyembah Manat, salah satu dari dua putri Allah.

Para penziarah mengunjungi Muna sebelum matahari terbit untuk melaksanakan ritual2 khusus. Pertama2, mereka melemparkan tujuh buah kerikil atau bebatuan kecil, pada sebuah gunung mini; kedua, mereka mengorbankan binatang; dan ketiga, mereka memotong rambut mereka, secara resmi menyelesaikan peribadahan haji. Ritual2 yang dilakukan pada pusat peribadahan ini identik dengan ritual2 yang dilakukan orang2 Arab ketika melaksanakan peribadahan ke tempat2 yang dipersembahkan untuk Manat, salah satu dari dua putri Allah.

Muna, atau Mina’, adalah sebuah tempat penting dalam peribadahan. Kita melihat ini melalui cara penziarah melemparkan tujuh buah bebatuan. Mekah berada pada sisi kiri mereka dan Muna berada pada sisi kanan.[28] Dalam pikiran orang2 Arab, meletakkan Mekah pada sisi kiri berarti Mekah mempunyai arti yang kurang penting daripada Muna di mana mereka memuliakan Manat, salah satu dari dua putri Allah, dan seorang dewa yang spesifik dalam Keluarga Bintang. Nama2 untuk Muna dan Manat, putri2 Allah, mempunyai arti yang sama, yaitu “harapan”, atau “aspirasi”. Manat banyak disembah dibanyak lokasi di dalam dan di sekitar Mekah dan Medina. Medina adalah kota di mana Muhammed beremigrasi. Salah satu tempat penyembahan adalah Mashlal, tujuh mil dari Medina.[29] Juga ada banyak tempat untuk menyembah Manat di antara Mekah dan Medina; salah satunya adalah Khadid,[30] dan lain2nya di sepanjang pesisir pantai.[31] Kami asumsikan bahwa MUna, atau Mina’, adalah lokasi utama dalam peribadahan untuk menyembah Manat, karena Muna diberi nama mengikuti Manat.

Menurut banyak sejarawan Arab yang menulis mengenai masa jazirah Arab sebelum Islam, seperti Ibn al- Kalbi, Khazraj dan Oas adalah dua suku yang para penyembahnya lebih terikat pada Manat.[32] Kedua suku ini membantu Muhammed mengobarkan perang melawan orang2 Arab untuk menundukkan mereka kepada islam. Itulah salah satu alasan Muhammed memasukkan perayaan2 ibadah haji ke Muna ke dalam peribadahan haji Islam. Dalam rangka Muhammed menyenangkan Khazraj dan Oas, dia mengadopsi banyak hukum2 keagamaan dan perayaan mereka. Dia mengambil hari Jum’at yang merupakan hari di mana kedua suku bersembahyang, dan meneruskan peribadahan di antara kedua batu Safa dan Marwa, ritual yang dilakukan oleh kedua suku ini.

Sebelumnya saya menyebut Mashlal, sebuah tempat yang berjarak tujuh mil dari Medina di mana Khazraj dan Oas berdiam. Ada sebuah kuil di sana, dibangun disekeliling sebuah batu yang melambangkan Manat. Kuil itu memiliki suatu Sidneh, atau pelayanan, seperti yang dilakukan dalam kuil di Mekah.[33] Kuil lainnya untuk Manat adalah di Khadid. Di antara suku2 yang menyembahnya adalah Khuzaa’h, suku yang membangun Mekah.[34]

Manat adalah dewi kepada siapa orang2 Arab berdoa ketika mereka memerlukan hujan. Pada akhir peribadahan haji mereka, mereka mempersembahkan korban binatang kepada Manat.

Manat, aslinya sebuah planet, dilambangkan oleh sebuah batu di mana dipersembahkankan korban kepada beragam dewa dewi yang dilakukan dalam masa perayaan2 peribadahan haji. Menurut banyak pembaca kisah, hal ini ini merujuk kepada dua factor yang terhubung dengan Manat. Pertama, kata Mana berarti “menumpahkan darah” yang dikabarkan oleh beberapa pembaca kisah bahwa batu Manat diberi nama tersebut karena semua korban yang dilakukan di atas batu Manat.[35] Kedua, karena Manat berarti “harapan atau aspirasi”, adalah sebuah tempat di mana banyak suku datang untuk mempersembahkan korban binatang mereka, yang mana mewakili aspirasi2 mereka dan memohon hujan.[36] Semua ini moga2 menerbitkan pencerahan mengenai asal usul dan motif2 peribadahan haji sebagaimana yang masih dipraktekkan oleh kaum muslim kini. Kita melihat mengapa korabn2 dipersembahkan hanya di tempat peribadahan haji yang disebut Muna. Suku2 yang berbeda dalam suatu wilayah mempersembahkan korban2 mereka kepada dewa dewi mereka di atas batu Manat.
Kita juga melihat bahwa salah satu tujuan dari peribadahan haji dalam masa sebelum Islam adalah memohon hujan kepada dewa dewi. Itu sebabnya mereka mendedikasikan korban2 mereka dan menyelesaikan ibadah haji di tempat di mana Manat disembah karena Manat adalah dewa dengan siapa mereka mohon hujan. Kekeringan dan hujan adalah masalah yang serius bagi orang2 Arab. Kelihatannya bahwa ketika musim hujan berakhir selama beberapa bulan, suku2 Arab di area sekitar Mekah dan Medina menyiapkan suatu retreat khusus ke bukit2, untuk memohon anggota2 Keluarga Bintang jazirah Arab menurunkan hujan. Permohonan selesai ketika mereka mempersembahkan korban mereka kepada Manat, dewi yang mereka pikir mampu mengabulkan harapan mereka supaya hujan.

[bersambung]

:-"
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby ponpes_ngruki » Tue Jan 27, 2009 8:04 pm

NejadBinLaden wrote: Mengenai haji, tetap merupakan konsep ibadah yang brilian, yang tidak dipunyai agama lain. Hanya Islam yang punya ibadah seperti haji. Ibadah sambil jalan-jalan, lihat negeri orang, lihat beragam orang. Haji bikin Muslim tidak mono.


He..hee... emang ritual pilgrim ini konsepnya murni dari islam? :lol:
jauh sebelum islam ada, ritual begonoan udah pernah ada, Brur. Dan itu ritualnya Jewish, ritualnya agama Yahudi yang mengunjungi bait Allah dalam event-event keagamaan tertentu(yg tempat itu sekarang udah dirampok muslim jadi Masjid Al-Aqsa).
(Cerita sejarah itu terlalu panjang untuk di ceritakan... yang sekarang akhirnya ritual itu tidak dilanjutkan, ini berkaitan dengan Tabut Perjanjian Suci dan Peralatan di Kemah Suci.)

Itu membuktikan bahwa Mohammad hanya seorang plagiator mengenai ritual pilgrim itu ( dan ditambahi adanya replika kelentit Aisyah yang diperbesar, -hajar aswad-)
User avatar
ponpes_ngruki
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Tue Nov 04, 2008 9:02 pm
Location: solo

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby Yehuda » Tue Jan 27, 2009 8:23 pm

:rock:

Mending main gitar aja daripada ikut nabi yang jelas-jelas tukang jiplak...

\:D/
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby spaceman » Fri Jan 30, 2009 11:39 pm

[Bagian kelima]

Ibadah Haji Besar Islam

By Dr. Rafat Amari

http://religionresearchinstitute.org/


Peribadahan haji Islam sama dengan ibadah haji yang dilakukan oleh suku2 Arab pagan dalam memohon kepada dewa dewi untuk memberikan mereka hujan. Pada kemunculan Islam, Mekah ditambahkan ke dalam peribadahan haji ini, dan perayaan2 lain dikembangkan.

Ibn al-Kalbi, yang menulis mengenai tradisi orang2 Arab sebelum Islam, menyebutkan sebuah peribadahan yang suku2 Khazraj dan Oas, bersama2 dengan suku2 Ozd dan Ghassan, laksanakan di al-Mashlal, sebuah tempat yang berjarak tujuh mil dari Medina dan dipersembahkan untuk menyembah Manat. Dia berkata:

Mereka biasanya melaksanakan sebuah peribadahan berziarah dan melakukan “waqfa,” suatu penghentian keagamaan, di beberapa tempat. Mereka tidak akan memotong rambut mereka. Ketika mereka menyelesaikan kunjungan pada beragam tempat peribadahan haji, mereka kan mendatangi Manat, di mana mereka memotong rambut mereka. Mereka tidak menganggap peribadahan mereka lengkap tanpa melakukan ini.[37]

Hal ini persis terjadi kini dalam peribadahan haji Islam. Setelah penziarah mengunjungi beberapa tempat berbeda, mereka berhenti di bukit Arafah, di mana kita melihat sebagai tempat di mana orang2 Arab melakukan “waqfa” untuk menyembah matahari. Mereka meneruskan ke Muzdalifah, di mana mereka berhenti untuk menyembah bulan, kemudian menyelesaikannya di Muna, di mana mereka mempersembahkan korban dan memotong rambut mereka. Kini, peribadahan haji Islam dengan pasti merefleksikan ritual2 pagan yang sama seperti yang dilakukan pada masa sebelum Islam. Orang2 pagan Arab bersatu dalam suatu usaha keras untuk memohon dewa2 mereka, khususnya matahari, bulan dan Manat, tiga dari empat anggota2 Keluarga Bintang. Hal ini sebelum planet Venus menggantikan bulan sebagai penyandang title Allah.

Peribadahan haji, seperti yang saya sebutkan, kemungkinan besar bertujuan memohon hujan. Karena persembahan korban dan pemotongan rambut mereka merupakan fase akhir dari peribadahan yang dilaksanakan orang pagan Arab, kita mengetahui bahwa peribadahan haji berakhir secara resmi di Muna. Segala sesuatu yang muncul belakangan, dan dilakukan dalam Islam kini, merupakan penambahan pada perayaan2 kuno dari peribadahan haji yang dilakukan sebelum Islam.

Muhammed menambahkan beberapa hal pada peribadahan haji pagan. Para haji kembali ke Mekah. Orang2 mengelilingi Kaabah di Mekah sebanyak tujuh kali. Mereka yang tidak melaksanakan Umra, atau haji kecil, harus menjalani rute di antara dua bebatuan Safa dan Marwa tujuh kali sebelum kembali lagi ke Manat di mana kondisi khusuk. Yang disebut Ihram, selesai. Para penziarah memasuki kondisi penghiburan dan kesenangan dalam masa hari ke 11,12 dan 13 Du al-Hijjah, bulan haji. Para penziarah diperintahkan untuk melempar batu2 ke semua arah. Mereka meminum air dari sumur Zamzam dan mengunjungi makam Muhammed.

Berikutnya, tiga suku kembali ke Mekah setelah melaksanakan peribadahan haji ke Manat. Beberapa perayaan telah ditembahkan pada peribadahan haji aslinya.

Perayaan pertama adalah kembali dari Muna atau Mina, ke Mekah. Kami menemukan kunci ke perayaan ini dalam narasi2 penulis Arab yang menulis mengenai penziarahan dan tradisi keagamaan suku2 di jazirah Arab tengah bagian barat. Mereka memberitahu kita bahwa suku2 Khuzaa’h, Oas dan Khazraj memuliakan Manat di Mashlal, sekitar tujuh mil dari Medina. Itu adalah tempat utama di mana Manat disembah, dan dari Manat mereka kembali berbaris di sekitar Kaabah Mekah.[38]
Dari hal ini kita melihat bahwa suku Khuzaa’h, yang pertama kali membangun Mekah pada masa abad keempat Masehi, akan pergi ke batu Manat untuk mempersembahkan korban mereka, memohon hujan. Bagi Khuzaa’h, kembali untuk mengelilingi Kaabah dapat dimengerti, karena Kaabah tersebut adalah kuil mereka, dibangun bagi mereka oleh pemimpin Himyarite, Abu Karb Asa’d, ketika dia menduduki Mekah. Dia memerintah di Yaman dari tahun 410 ~ 435 Masehi. Khuzaa’h mempunyai sebagai dewa utamanya, Venus, yang disebut “Allah”, title yang diambil alih dari bulan. Bagi Khuzaa’h, memuliakan Manat, putri Allah, dan memohon kepadanya untuk hujan tanpa kembali kepada ayahnya, Allah, diperlindungannya di Mekah, akan berarti tidak loyal kepada pimpinan Keluarga Bintang jazirah Arab. Maka mereka diperintahkan untuk kembali ke Kaabah dan mengelilinginya. Bukanlah Quraish,suku Muhammed, yang menduduki Mekah dan mengusir Khuzaa’h. Quraish tidak masuk daftar dengan ketiga suku yang kembali dari batu Manat untuk mengelilingi Kaabah.

Muhammed menambahkan Mekah ke dalam peribadahan Haji, mengasosiasikan tradisi okultis Oas dan Khazraj dalam peribadahan haji mereka yang disebut Umra’, yang dilakukan kepada dua tugu pendeta kuno agama jinn Mekah.
Kedua suku lainnya, yang biasa mengunjungi Manat dan kembali ke Mekah, adalah Oas dan Khazraj. Inilah kedua suku yang membantu Muhammed menundukkan orang2 Arab dan membuat mereka pindah ke Islam melalui pedang. Ketika kita mempelajari sejarah keagamaan dan ritual2 suku2 ini, kita mengerti mengapa Oas dan Khazraj akan kembali ke Mekah setelah melaksanakan sebuah peribadahan haji kepada Manat. Kedua suku ini melakukan sebuah peribadahan haji khusus kepada dua tugu yang, menurut tradisi, adalah dua pendeta agama jin-setan. Kedua pendeta tersebut adalah Asaf, seorang pria dan Naelah, seorang wanita. Orang2 Arab di sekitar Mekah dan Medina mempercayai bahwa kedua pendeta ini berzinah dalam Kaabah, dan diubah menjadi batu2 oleh dewa2. Batu2 ini dimuliakan atas dua batu utama, yang disebut Rukun, dalam Kaabah di Mekah. Karena batu2 tersebut ditempatkan di mana dewa utama berdiri di dalam kuil, kita dapat mengerti nilai penting Asaf dan Naelah dalam system pemujaan Mekah.

Oas dan Khazraj, seperti juga para pemuja2 lainnya yang memuliakan pendeta2 kuno agama jin-setan, Asaf dan Naelah, mempunyai sebuah peribadahan haji khusus yang disebut Umra’. Mereka memulai Umra dengan menciumi kedua patung Asaf dan Naelah di Mekah. Tetapi suku2 Oas dan Khazraj, sebaliknya, memulai dengan menciumi replica patung2 tersebut yang ditempatkan di pantai di arah yang berhadapan dengan Mekah. Kemudian mereka pergi ke sebuah bukit dekat Mekah ke dua batu yang disebut Safa dan Marwa, di atas mana ditempatkan patung2 lain dari Asaf dan Naelah. Mereka berjalan bolak balik tujuh kali di antara kedua batu2 ini, kemudian kembali ke Mekah untuk mencium kedua patung Asaf dan Naelah. Kedua batu Safa dan Marwa terhubung dengan pemujaan okultis.

Pada Umra ini, atau peribadahan haji kecil, ditambahkan meminum air dari sumur Zamzam, di mana patung2 lain Asaf dan Naelah, pendeta2 kuno agama jin-setan, ditempatkan. Muhammed memasukkan ibadah haji kecil ke dalam ibadah haji besar. Hanya tiga suku yang kembali ke Mekah setelah menyelesaikan ibadah haji besar di Muna. Mereka adalah Khuzaa’h, pendiri Mekah, dan Khazraj dan Oas, kedua suku dari Medina.

Saya menyebutkan bahwa masyarakat Khuzaa’h kembali ke Mekah setelah mengunjungi Manat, untuk memuliakan dewa mereka, Allah, atau Venus. Oas dan Khazraj kembali ke Mekah untuk memenuhi sumpah mereka untuk menyembah Asaf dan Naelah, patung2 pendeta2 terkenal agama jin-setan, sebelum mereka melanjutkan ibadah haji dengan pergi ke Safa dan Marwa, di mana kedua patung Asaf dan Naelah ditempatkan.[39] Kemudian mereka melanjutkan ke sumur Zamzam, yang tidak memiliki patung2 kecuali Asaf dan Naelah. Tour di sekitar patung2 Asaf dan Naelah ini adalah sebuah indikasi yang jelas bahwa pendeta2 agama jin merupakan subyek2 ibadah Umra yang diadakan untuk menghormati mereka.
Patung2 Asaf dan Naelah ditempatkan pada sumur Zamzam oleh Abdul Mutaleb, kakek Muhammed, orang yang pertama kali menggali sumur tersebut. Abdul Mutaleb adalah seorang penganut agama jin jazirah Arab dan Asaf dan Naelah, sehingga dia menempatkan patung2 mereka di atas sumur yang dia gali.

Kini, kita telah melihat melalui sebuah studi mengenai sejarah, bahwa Muhammed memasukkan ibadah haji kecil atau Umra yang mana adalah, dalam masa sebelum Islam, terhubung dengan agama Jin jazirah Arab, ke dalam ibadah haji besar. Dia melakukan itu untuk menyenangkan kedua suku Khzraj dan Oas, yang menerima dia sebagai pemimpin mereka, dan menerima agendanya untuk menundukkan orang2 Arab dan memindahkan mereka kepada Islam melalui banyak peperangan. Tetapi jauh sebelum masa sebelum Islam Muhammed, Mekah tidak berhubungan apapun dengan peribadahan haji yang disebut peribadahan haji besar Islam. Sebaliknya, Mekah melakukan Umra’, ibadah okultisme haji agama jin jazirah Arab.
Saya ingin menampilkan pertanyaan ini yang penting bagi teman2 muslim. Apakah agama okultis kedua suku yang membantu Muhammed mengubah orang2 Arab menjadi Islam dan tradisi pagan beberapa suku2 padang pasir jazirah Arab barat bagian tengah yang memohon hujan dari dewa2 mereka, sesuatu untuk dijaga dan dipersepsikan oleh pikiran dan hati ketika engkau rindu akan kebenaran Tuhan ?

“Ibadah haji besar” yang dimasukkan ke dalam Islam, adalah sebuah peribadahan ziarah yang dibuat oleh beberapa suku local pagan saja yang menciptakannya di daerah sekitar Mekah dan Medina.

Saya sebelumnya telah menyebutkan bahwa hanya tiga suku yang kembali ke Mekah untuk mengelilingi Kaabah setelah melakukan ibadah haji ke Manat, yang berlokasi dekat Medina. Suku2 tersebut adalah Khuzaa’h, Oas dan Khazraj. Hal ini memberitahu kita bahwa Mekah mempunyai arti penting khusus bagi suku2 ini secara istimewa, tetapi menyelesaikan ibadah haji dengan kembali ke Mekah tidak dianggap sebagai bagian dari ibadah haji apapun bagi suku2 Arab manapun. Walaupun mereka terbatas dalam jumlah, mayoritas suku2 yang terlibat dalam ibadah haji pagan aslinya di sekitar Arafah, Muna dan Muzdalifah, adalah suku2 yag tinggal di wilayah di sekitar Mekah dan Medina. Ketiga lokasi ini, Arah, Muna dan Muzdalifah, menarik sejumlah kecil suku2 lokal, yang mengindikasikan bahwa ibadah haji berasal dari sebuah perayaan local untuk penyembah matahari, bulan dan Manat, putri Allah. Tidak satupun suku2 Arab bagian timur, utara maupun selatan yang terlibat dalam ibadah haji ini, walaupun mereka termasuk di antara suku2 terkuat di jazirah Arab.

Kita mengetahui suku2 mana yang memulai ibadah haji sebelum munculnya Islam dengan menguji jenis2 perayaan yang dilakukan setiap suku pada seiap pusat ibadah haji. Setia suku menghormati dewa2 favoritnya sendiri di antara anggota2 Keluarga Bintang. Quraish, suku darimana Muhammed berasal, menjadikan Muzdalifah sebagai pusat lokasi peribadahan haji. Muzdalifah adalah sebuah tempat yang didedikasikan untuk menghormati dan menyembah bulan dalam perayaan2 peribadahan haji. Aishah, istri termuda dan yang paling disayangi Muhammed, melaporkan banyak hadits Muhammed dan menjelaskan tradisi2 Jahiliyah. Aishah mengatakan:

Quraish, dan semua yang mengikuti agama Quraish, disebut Hummas, biasa melakukan waqfa, atau penghentian utama, dalam ibadah haji di Muzdalifah, sementara yang lainnya berhenti di Arafah. Ketka Islam muncul, Allah memerintahkan nabinya untuk datang ke Arafah dan menjadikannya penghentian utama sebelum melanjutkan ke lokasi lain dalam ibadah haji, seperti Muzdalifah dan Mina.[40]

Quraish ingin menghormati bulan, yang merupakan pimpinan Keluarga Bintang, maka mereka membuat sebuah ibadah haji yang didisain untuk kembali ke Mina’ untuk memohon Hujan kepada Manat, putri Allah. Kelompok yang lain memilih Arafah sebagai waqfa mereka, atau penghentian utama. Mereka melakukannya untuk menekankan pentingnya Ellat, yaitu matahari, dan favorit dewa mereka di antara Keluarga Bintang. Kita melihat bahwa, sebelum Islam, Arafah, yang merupakan di antara bukit2 di mana suku2 Arab melakukan ibadah haji, merupakan tempat di mana matahari dimuliakan dan disembah.
Sebelum Islam, persaingan di antara penyembah Matahari dan penyembah Bulan sangatlah jelas dalam ibadah haji. Umar Bin al-Khattab, Khalifah kedua Muhammed, dan salah satu dari mertua Muhammed, mengatakan:

Kaum pagan tidak melangkah setelah waqfa mereka sendiri, kecuali kalau matahari telah terbit. Muhammed telah menentang tradisi mereka, memulai langkahnya sebelum matahari terbit.[41]

Kita dapat mengerti konflik di antara ritual2 ketika kita menyadari bahwa Ellat, matahari, merupakan dewa utama bagi banyak suku2 Arab di wilayah tersebut. Mereka tidak dapat meninggalkan Waqfa mereka sebelum matahari terbit. Karena Beni Hashem, klan darimana Muhammed datang, adalah bagian dari suku Quraish, yang lebih terikat pada bulan, sehingga, mereka tidak mempunyai masalah untuk mengabaikan matahari terbit. Dalam tradisi mereka, bulan lebih dihormati daripada matahari. Muhammed mengklaim bahwa bulan menatap kepadanya dengan lembut dan kasih ketika dia masih kanak2. Muhammed akan mendengar suara2 bulan ketika ia bersujud di depan singasana Allah,[42] karena keluarga Muhammed lebih menghormati bulan daripada matahari.

Suku Sufa melakukan perayaan keagamaan mereka dari Arafah ke Muna. Adalah di Muna mereka melakukan pelemparan batu2. Seorang Sufa secara khusus ditugaskan untuk melempar batu pertama. Tidak seorangpun boleh melempar batu2 sebelum dia melakukannya.[43] Hal ini menunjukkan bahwa Sufa memulai ibadah haji pertama, atau peribadahan ziarah, yag dimulai di Arafah, dan dilanjutkan ke Muna. Kelihatannya bahwa merekalah yang pertama menciptakan hukum2 awal dan perayaan2, dan mengarahkan ibadah haji kepada kedua lokasi. Pertama, mereka menghormati matahari di Arafah; kemudian mereka melanjutkan ke Muna, di mana mereka memohon hujan dalam perayaan2 yang dilakukan bagi Manat, pemotongan rambut, dan pelemparan batu2. Semua ini dimulai oleh suku Sufa dan dilakukan di Muna.

[Bersambung]
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

:-"
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby siedan » Sat Jan 31, 2009 2:52 am

ajaran Nabi Ibrahim masih dipegang oleh sebagian penduduk mekah,
sehingga adanya kesamaan hal ini biasa karena memang berasal dari perintah
tuhan yg sama, seperti yg juga bisa kita lihat didlm ajaran kitab2 suci
yahudi (taurat), tetapi mengalami penyimpangan, sehingga dgn datangnya Nabi
Muhammad maka ajaran yg mengalami penyimpangan ini kembali diluruskan dan
dibenarkan kembali sesuai perintah dari Allah.

Kenapa haji harus dimekah?
sejarahmu mengatakan bahwa mekah terjadi pada abad berapa gitu.
apakah ada kiteratur kapan ka'bah dibangun?
karena ibdah haji intinya mengunjungi ka'bah bukan mekah
siedan
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 191
Joined: Thu Jan 15, 2009 11:17 am

Re: Ritual Pagan yang dicopy Muhammed : Ibadah Haji Besar Islam

Postby osho » Sat Jan 31, 2009 11:25 am

siedan wrote:ajaran Nabi Ibrahim masih dipegang oleh sebagian penduduk mekah,
sehingga adanya kesamaan hal ini biasa karena memang berasal dari perintah
tuhan yg sama, seperti yg juga bisa kita lihat didlm ajaran kitab2 suci
yahudi (taurat), tetapi mengalami penyimpangan, sehingga dgn datangnya Nabi
Muhammad maka ajaran yg mengalami penyimpangan ini kembali diluruskan dan
dibenarkan kembali sesuai perintah dari Allah.


diluruskan.....
loh dulunya Perintah Tuhan adalah keliling dengan telanjang......
kayaknya bengkok juga.......

[-o<
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Next

Return to Resource Centre ttg Allah, Kabah & MUHAMAD



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users