. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Revisi SKB dan Intoleransi Beragama

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Revisi SKB dan Intoleransi Beragama

Postby somad » Thu Apr 13, 2006 10:51 pm

REF: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1023
Revisi SKB dan Intoleransi Beragama
Oleh Novriantoni
27/03/2006

Ada nada optimis akan kerukunan umat beragama dengan ditandanganinya aturan bersama itu. Menteri Agama berharap revisi ini dapat memberdayakan masyarakat dalam memelihara kerukunan beragama. Sebab, aturan ini akan menjadi pedoman gubernur, bupati, camat, dan kepala desa dalam pemeliharaan kerukunan beragama dan pengaturan rumah ibadah.

Selasa (21/3) kemarin, Peraturan Bersama Menag dan Mendagri No. 9/2006 dan No. 8/2006 sebagai revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri No. 1/1969 tentang pembangunan rumah ibadah ditandatangani.

Ada nada optimis akan kerukunan umat beragama dengan ditandanganinya aturan bersama itu. Menteri Agama berharap revisi ini dapat memberdayakan masyarakat dalam memelihara kerukunan beragama. Sebab, aturan ini akan menjadi pedoman gubernur, bupati, camat, dan kepala desa dalam pemeliharaan kerukunan beragama dan pengaturan rumah ibadah.

Optimisme juga muncul dari ungkapan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Ia menegaskan, Indonesia memang perlu instrumen hukum bagi upaya membangun kerukunan antarumat beragama yang sejati. Penandatanganan aturan soal rumah ibadah ini, ia anggap sebagai alat untuk menghindari konflik antarumat beragama.

Namun, nada pesimis juga muncul. Misalnya dari sebagian kalangan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Mereka pesimis, misalnya soal syarat dukungan paling sedikit 60 orang masyarakat setempat yang harus disahkan lurah atau kepala desa, selain tanda tangan dan KTP 90 orang yang akan menggunakan rumah ibadah tersebut.

Itu hanya sebagian keberatan mereka. Dan memang cukup logis juga. Karena saya menilai, memang ada beberapa titik rawan konflik dalam aturan bersama ini. Untuk lebih rinci, saya perlu kembali merefleksi butir-butir yang nantinya akan menjadi titik rawan konflik dalam pembangunan rumah ibadah dan memundurkan kerukunan umat beragama.

Pertama-tama, kita perlu memahami konteks keluarnya aturan revisi ini. Setahu saya, aturan ini lahir ketika semangat intoleransi beragama bergejolak di banyak tempat, seperti meluasnya aksi penutupan rumah ibadah oleh pihak-pihak yang menganggapnya tidak legal. Karena itu, aturan ini dapat dibaca sebagai respons atas semangat intoleransi yang terjadi di banyak tempat, baik dalam soal rumah ibadah, ataupun dalam relasi sosial antar agama yang lebih umum.

Dalam konteks demikian, mestinya sebuah aturan atau produk hukum hadir dengan maksud untuk menunjang terciptanya masyarakat yang lebih toleran. Asumsinya, kondisi intoleransi dalam masyarakat dapat dibenahi dengan adanya aturan bersama yang legal. Namun tampaknya, alih-alih mengusung dan menguatkan semangat toleransi, beberapa butir aturan baru ini tampaknya rawan terjebak pada upaya menguatkan intoleransi. Apa buktinya?

Pertama, bayangkanlah keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang antara lain bertugas membuat rekomendasi boleh-tidaknya suatu rumah ibadah dibangun. Komposisi orang atau kelompok yang akan mengisi forum ini tidak dibatasi secara spesifik (misalnya dari Islam hanya diwakili NU dan Muhammadiyah sebagai sayap kembar moderat Islam), tapi dibuat seumum mungkin, sehingga sangat mungkin dimasuki para pemuka dan kelompok keagamaan yang tidak toleran.

Prediksi saya, bila forum ini dibanjiri wakil-wakil kelompok agama apapun yang tidak toleran, ia justru akan menjadi medan tempur antaragama dan institusi penghambat pembangunan rumah ibadah. Rebirokratisasi dan repolitisasi pembangunan rumah ibadah yang amat rumit, akan bermula dari forum ini.

Kita bisa optimis kalau forum ini diisi oleh agamawan-agamawan yang toleran dan mengerti pentingnya kebebasan beragama tiap-tiap orang dan menghargai Pancasila dan UUD 45. Tapi bagaimana kalau forum ini diisi oleh orang-orang yang picik, penuh iri dan dengki, dan tak ingin agama-agama saling berdialog dan bekerja sama dalam kerangka keragaman masyarakat Indonesia?

Karena itu, janji Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, bahwa PBNU akan terus mengondisikan masyarakat agar tak sulit dalam memberi rekomendasi, menjadi penting dicermati. Itu artinya, secara implisit Pak Hasyim mengerti betul kalau forum ini suatu saat akan menjadi ajang kontestasi kuasa dan unjuk rasa intoleransi yang justru dapat menghambat kerukunan umat beragama.

Kedua, persyaratan dukungan minimal 60 orang masyarakat setempat, selain 90 orang yang akan menjadi jemaah suatu rumah ibadah, juga akan sangat problematis. Aspek persetujuan 60 orang itu akan sangat rawan manipulasi, politisasi, dan bisa menjadi lahan perseteruan. Bisakah kita membayangkan minoritas Kristen di tengah-tengah mayoritas Islam akan dengan mudah mendapat restu minimal 60 orang masyarakat setempat ketika hendak membangun sebuah gereja?

Bayangkan juga hal sebaliknya: apakah mudah bagi umat Islam di wilayah mayoritas Kristen atau agama lainnya untuk mendapat persetujuan minimal 60 orang masyarakat setempat demi membangun sebuah masjid? Cobalah dikiaskan dengan contoh-contoh lainnya.

Saya rasa, aturan ini tidak akan banyak membantu terciptanya kerukunan antarumat bergama. Ketika tidak ada kekuatan-kekuatan sosial keagamaan yang mengupayakan terciptanya harmoni dan toleransi antar umat beragama di suatu daerah, kaum minoritas hanya akan mengurut dada untuk punya sebuah rumah ibadah. Artinya, aturan ini sangat terkait dengan seberapa lapang dada dan toleran masyarakat setempat terhadap perkembangan agama lain.

Karena itu, yang perlu direnungkan lebih dalam daripada butir-butir aturan ini adalah soal iklim kehidupan beragama kita yang makin tidak toleran dan sangat gampang dipolitisir. Peningkatan tren intoleransi itulah yang kini ditunjukkan data-data survei lembaga semacam LSI (Lembaga Survei Indonesia). Lalu apa yang bisa diperbuat oleh aturan baru ini ketika masyarakat memang tidak toleran? Itulah yang kelak menjadi tugas kita bersama!

User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby ali5196 » Fri Apr 14, 2006 5:17 pm

Somad, mereka khan bisanya NATO DOANG ! NO ACTION, TALK ONLY.

Mau apa mereka, kalau diancam pedang MUI ! Lihat saja Bali, sebentar lagi jadi GURUN PASIR !
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Phoenix » Mon Apr 17, 2006 6:31 am

Utk beribadah di lahan gereja sendiri aja susah banget..apalagi
mau bangun gereja baru atau adaian acara di rumah)

Media Indonesia, 14 April 2006 dalam
Komentar Editorial, Jumat Agung, Paskah dan Pengorbanan memuat laporan

Pengirim:
tonipabayo

Saya tidak akan menanggapi editorial ini, namun saya ingin menyampaikan
fakta yang sangat menyedihkan sehubungan dengan perayaan Jumat Agung bagi umat
Santa Clara. Hari ini umat tidak bisa mengadakan Misa sesuai rencana di Lahan milik gereja yang sudah dipasang tenda dan kursi. Tadi malam aparat Polres Bekasi meminta umat untuk membatalkan Misa Jumat Agung di Lahan milik Gereja karena ada ancaman demo dari Front Pembela Islam. Dengan sangat sedih akhirnya tenda2 yg sudah dipasang dibongkar kembali malam-malam. Menyedihkan, di negara Pancasila dan UUD 1945 yg menjamin kemerdekaan setiap penduduk utk beribadah
menurut agama & kepercayaannya masing-masing, umat Khatolik harus dipaksa untuk membatalkan ibadahnya. Kami sangat menyesalkan aparat Polres Bekasi yg tidak mampu memberikan perlindungan kepada warga negara yg ingin beribadah. Polres Bekasi seolah-olah diatur dan dikuasai oleh FPI. Polres Bekasi bukannya menghadapi masa FPI yg berniat melakukan pembubaran acara ibadah, malah mengrbankan umat Khatolik yg ingin beribabah.

Namun demikian, umat Khatolik Santa Clara Bekasi menerima perlakuan ini dengan
tabah, diiringi doa semoga orang-orang yang melakukan kezaliman terhadap orang
lain diampuni dosa-dosanya oleh Tuhan Yang Maha Kasih. Gereja memang menderita,
namun kita percaya Tuhan akan selalu beserta kita.

Umat Khatolik adalah umat yg cinta damai. Kekerasan jangan dibalas dengan
kekerasan. Biarlah Tuhan yang akan menentukan.


Source: Media Indonesia ---> Source: Milis Apakabar
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby alqaida » Mon Apr 17, 2006 8:04 am

IZIN BIKIN DISCOTIK LEBIH MUDAH DARI PADA IZIN BIKIN GEREJA.

JANGANKAN 60 TANDA TANGAN ,1000 TANDA TANGAN PASTI DI PARAF OLEH SI DOYAN KAWIN INI
alqaida
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 7
Joined: Sat Apr 15, 2006 11:51 am

Postby unagi » Wed Apr 19, 2006 2:53 pm

Hihi..menggelikan...
giliran bikin masjid di Bali..mendadak SKB 3 menteri ngga berlaku...

SKB 3 Mentri cuma berlaku buat kapir doang sihhh...
User avatar
unagi
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 912
Joined: Thu Mar 16, 2006 4:17 pm
Location: no where near a fanatic moslem, *i-wish*

Postby somad » Thu Apr 20, 2006 2:31 am

ali5196 wrote:Somad, mereka khan bisanya NATO DOANG ! NO ACTION, TALK ONLY.

Mau apa mereka, kalau diancam pedang MUI ! Lihat saja Bali, sebentar lagi jadi GURUN PASIR !

Bang Ali5196,
Nampaknya demikian seperti kita juga di FFI, namun bagus juga ada yg teriak dan Pihak JIL dimasyarakat nyata lebih di indahkan, Bukti nya Fatwa mati Islam Kafah grupnya MUI terhadap Ulil Abdalah tidak jalan. Sehingga dimasyarakat MUI hanya merupakan macan ompong yg mempunyai filial in cognito di pemerintahan cq DEPAG. Itu pula yg menyebabkan terjadinya penyimpangan proses hukum terhadap pelaku pelaku keonaran berlandaskan SARA Dan kantor JIL dikawasan jl Pramuka (Utan Kayu) masih tetap berdiri kokoh.
Jadi rasanya lebih baik teriak daripada tidak.
Wassallam.
:roll: :roll: :roll:
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby DARAH DAN DOA » Thu Apr 20, 2006 10:29 pm

alqaida wrote:IZIN BIKIN DISCOTIK LEBIH MUDAH DARI PADA IZIN BIKIN GEREJA.

JANGANKAN 60 TANDA TANGAN ,1000 TANDA TANGAN PASTI DI PARAF OLEH SI DOYAN KAWIN INI
gimana kl kite2 beribadah di diskotik aje percis di P.R.C sono klop dah :P :twisted:
DARAH DAN DOA
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 191
Joined: Mon Feb 20, 2006 6:06 pm
Location: U.I.S.R

Postby aput_1 » Sat Jun 03, 2006 12:26 am

Assalamualaikum.........


silahkan Anda pertanyakan SKB ke pemerintah.....



itu bukan masalah umat Muslim.....


melainkan hasil keputusan pemerintah......




***Lebih open mind yah Domba-domba.........
aput_1
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Thu Jun 01, 2006 3:54 pm

Postby sato x » Sat Jun 03, 2006 5:15 pm

Menanggapi aput_1:

Hahahaha...belagak **** atau apaan seh? Masa dibilang bukan masalah umat muslim? Justru SKB dan juga Depag itu ada karena ada umat muslim (islam)! Pemerintah disetir oleh muslim! Wadaow...apa ini yang namanya ketidak-pedulian atau ketidak-tahuan (=kebodohan) yang teramat sangat? Akan tetapi kalau sampai tidak tahu, masyaallahhh...belajar koran dulu biar tahu ujungnya SKB itu ke mana! Belajar sejarah oiiiii! Jangan sampe aput_1 juga gak ngeh perihal piagam jakarta???? Nyuruh orang laen open mind, dia sendiri ga pake mind! Kekekekek... no hard feeling, ya? This is a fact!

* aput_1 selama ini mungkin tinggal di mars ya? ke bumi setelah ada rover.

Salam.
sato x
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 259
Joined: Wed Apr 12, 2006 5:40 pm

Postby Sola Gracia » Sun Jun 04, 2006 10:20 pm

Masalah pemerintah? Bukannya karena umat muslim pada reseh, sehingga dibuatlah SKB itu? Kalo kita, mau ibadah di mana aja nggak masalah...di mall, OK...di hotel apalagi...enak banget...di bioskop juga OK...nggak masalah...tapi nanti biasanya para muslim reseh lagi dan bilang kalo hotel itu buat nginap bukan buat ibadah...usil banget...lha wong kita bayar, kok :lol:
Sola Gracia
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 177
Joined: Tue May 16, 2006 8:38 pm

Postby -The Archangel- » Sun Jun 04, 2006 10:27 pm

aput_1 wrote:Assalamualaikum.........

silahkan Anda pertanyakan SKB ke pemerintah.....

itu bukan masalah umat Muslim.....

melainkan hasil keputusan pemerintah......
makin banyak anda bicara makin banyak pula terbongkar ketololan anda.
User avatar
-The Archangel-
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 142
Joined: Sun Apr 30, 2006 11:55 pm


Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users