. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Rajam dalam Islam

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Postby MONTIR KEPALA » Mon Apr 14, 2008 2:01 pm

makanhati wrote:Aa,
semestinya satu2 Aa jawab dulu yang mas Adadeh tanya, biar beres dan terus kita masuk ke topik lain. Saya juga ingin tahu. Aa nda salah baca kan?

Mungkin penafsiran yang terbaik kita lihat dari tafsir yang sudah tersedia sejak dahulu kala. Jangan pake penafsiran baru yang bertolak belakang dengan yang sudah ada dan diyakini shahih.

Saya tunggu dan saya perhatikan a.

susah dialog sama yg standar ganda dan tukang plintir mah ..gak ada ujungnya ... :lol:
saya kira dalil yg saya berikan sudah jelas karena ada contoh2 kasus rajam di dalamnya ...
rajam hanya bisa terjadi jika si pelaku INGIN DIRAJAM untuk menggapai ampunan Allah sebanyak ampunan yg mencukupi 70 warga madina dan balasan surga.
jadi ini sudah jelas ..... mana lagi yg belum jelas ??...

si asma dan si afak tukang pemecah belah muslim Aus dan Khazraj. padahal mereka sudah harmonis setelah perang besar melanda ke 2 belah pihak tsb.
sama kayak si Ka'ab dan sodaranya yg kampanye sana sini untuk memerangi muslim di madina.
itu pan orang2 gila ..... tukang rusuh ...
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Mon Apr 14, 2008 2:18 pm

Adadeh wrote:
makanhati wrote:Aa,
semestinya satu2 Aa jawab dulu yang mas Adadeh tanya, biar beres dan terus kita masuk ke topik lain. Saya juga ingin tahu.

Wahai makanhati,
Jika suamimu masih Muslim, berhati-hatilah bicara di hadapannya, terutama tentang Muhammad. Hal ini karena dalam Islam, halal bagi suami Muslim membunuh bini sendiri yang berani menghina sang Nabi, meskipun bininya sedang hamil, sambil sekalian bunuh jabang bayinya. Membunuh anggota keluarga sendiri (anak, istri, bapak, paman, kakek, dll) yang berani menghina Nabi atau menentang Islam adalah HALAL!!

Sunan Abu-Dawud Book 38, Number 4348
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini.
Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.
Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Aku punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan wanita ini adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.
Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya.

karena ente gak ngerti hukum ....
sekarang si tuan membunuh budaknya sendiri ...BAYAR DIYAT nya sama siapa ?????.....
kalo membunuh budak orang maka bayar diyatnya sama pemilik budak ... lah kalo budaknya sendiri yg dbunuh bayar sama siapa ??....
lagi pula budak itu pan seperti harta ...mana ada yang ngebakar dan menghilangkan hartanya sendiri ?? kecuali harta tsb bikin masalah.

Perlu kau ketahui bahwa Muhammad pun membunuh kedua paman kandungnya yakni Abu al-Bakhtari dan Abul Hakam dalam perampokan Badr. Abul Hakam bahkan dipancung kepalanya. Kedua korban ini adalah saudara2 kandung dari Abu Talib, paman Muhammad yang memelihara dan melindungi Muhammad selama 36 tahun sampai ajalnya. Abu Talib adalah anak kandung dari Abdul Muttalib yang sangat mengasihi Muhammad. Bagi Muhammad, hubungan keluarga ini tidak berarti apa2 jika anggota keluarga tersebut menolak agama ciptaannya.

yah itukan perang .... perang itu luh terbunuh atau membunuh ... apa susahnya mikir spt ini ?...
bukankah paman nabi sendiri yg bersemangat untuk berperang ke badr ? toh pada situasi yg sama di Uhud mereka pun kafir membunuhi sodara mereka sediri yang muslim.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Mon Apr 14, 2008 2:33 pm

osho wrote:
MONTIR KEPALA wrote:saya kan sudah bilang HUKUM RAJAM akan terjadi hanya JIKA SI PENZINAnya menginginkan dirajam .... kalo bicara HAK ...maka apa yg bisa menghalangi HAK SESEORANG UNTUK

perhatikan wajah wanita tersebut yang kena hukuman rajam

senang.....atau tak berdaya
Adadeh wrote:Image


mimik seorang wanita yang mau berontak dan sangat sedih....
bukan seperti yang montir katakan menginginkan hukuman tersebut dengan sukarela.....
ini yang anda maksud tak bisa menghalangi HAK SESEORANG yang menginginkan hukuman Rajam...... dilempari batu satu-persatu sampe mati.....?
hihihihih

lah siapa yg lagi bicara wanita di gambar tsb ???......
seharusnya TALIBAN atau siapa pun di dunia ini pemerintahan yag menerapkan hukum RAjam harus bersikap seperti rasulullah. yakni TUTUP KEMUNGKINAN TERJADINYA RAJAM .... bahkan kalo ada yang ngaku suruh pulang dan TOBAT di rumah saja ... bukanya maksa atau nyari2 pezina buat di RAJAM.
saya baca sejarah kaum SALAFY (wahabi) pernah rajanya menerima pengakuan seorang wanita yg berzina dan dia ingin dirajam dan raja tsb menyuruh wanita tsb mencabut pengakuannya agar hukum rajam tdk dilaksanakan .... namun wanita tsb memaksa ingin dirajam. maka jika demikian raja tdk bisa menolak hukum rajam.

BIARLAH HUKUM PEZINA TERLIHAT MENAKUTKAN ...AGAR ORANG2 MENGHINDARI ZINA ...TAPI JIKA KASUS SUDAH DIGELAR DI PENGADILAN MAKA ISLAM HARUS MENUNJUKKAN KASIH SAYANG ...
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 1:37 am

MONTIR KEPALA wrote:lah siapa yg lagi bicara wanita di gambar tsb ???......

Tidak tega ya melihat gambar nestapa itu? Itulah hasil Islam bagi Muslimah. Enak kan jadi Muslimah? Udah diperkosa, dirajam pula. Sama tuh sama nasib si Muslim yang jadi ayah wanita di hadis sahih
Sunan Abu Dawud, Book 38, Number 4421. Udah ngaku bertanggungjawab sebagai ayah, eeeh.... malah dirajam pula. Mana tuh kalimat pria Muslim itu minta dirajam, Mon?

seharusnya TALIBAN atau siapa pun di dunia ini pemerintahan yag menerapkan hukum RAjam harus bersikap seperti rasulullah. yakni TUTUP KEMUNGKINAN TERJADINYA RAJAM ....

Udah panik dan tak tahu lagi bagaimana membela nabinya, sampai2 hukum ciptaan Muhammad sang Rasul Allah sendiri disangkalnya.

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 82, Number 816:
Narrated Ibn 'Abbas:
'Umar said, "I am afraid that after a long time has passed, people may say, "We do not find the Verses of the Rajam (stoning to death) in the Holy Book," and consequently they may go astray by leaving an obligation that Allah has revealed. Lo! I confirm that the penalty of Rajam be inflicted on him who commits illegal sexual intercourse, if he is already married and the crime is proved by witnesses or pregnancy or confession." Sufyan added, "I have memorized this narration in this way." 'Umar added, "Surely Allah's Apostle carried out the penalty of Rajam, and so did we after him."
(See also: Vol. 8, No. 817 and Vol. 9, No. 424; Sahih Muslim, No. 4194)
terjemahan:
'Umar berkata, "Aku khawatir jika waktu lama telah berlalu, orang2 akan berkata, "Kami tidak menemukan ayat2 Rajam (dilempari batu sampai mati) dalam Al-Qur'an, " dan maka mereka jadi tidak melakukan kewajiban yang telah Allah tetapkan. Perhatikan! Aku menegaskan bahwa hukum Rajam harus dilaksanakan bagi dia yang melakukan hubungan seks haram, jika dia telah menikah dan kejahatan ini dibuktikan oleh saksi2 atau kehamilan atau pengakuan." Sufyan menambahkan, "Aku telah mengingatnya seperti ini." 'Umar menambahkan, "Sudah jelas bahwa Rasul Allah melakukan hukum Rajam, dan jadi kami pun harus mengikuti perbuatannya."

Berdasarkan hadis di atas, rajam sampai mati bisa dilakukan jika ada salah satu dari ketiga hal berikut:
1. Saksi2 (atau:)
2. Hamil (atau:)
3. Pengakuan
Salah satu dari ketiga hal di atas sudah cukup untuk mendapatkan hukuman rajam. Tidak ngaku, tapi terbukti hamil, juga sudah cukup syarat untuk menjalani hukuman rajam. Itulah yang dialami para TKW Indonesia di Timur Tengah. Mereka hamil karena diperkosa, dan akibatnya mereka harus menjalani hukuman rajam.

bahkan kalo ada yang ngaku suruh pulang dan TOBAT di rumah saja ... bukanya maksa atau nyari2 pezina buat di RAJAM.

Tidak ada aturan seperti itu, Montir.

saya baca sejarah kaum SALAFY (wahabi) pernah rajanya menerima pengakuan seorang wanita yg berzina dan dia ingin dirajam dan raja tsb menyuruh wanita tsb mencabut pengakuannya agar hukum rajam tdk dilaksanakan .... namun wanita tsb memaksa ingin dirajam. maka jika demikian raja tdk bisa menolak hukum rajam.

Sejarah itu jelas bertentangan dengan hadis sahih di atas, sehingga tentunya semua Muslim juga tahu mana yang harus diikuti.

BIARLAH HUKUM PEZINA TERLIHAT MENAKUTKAN ...AGAR ORANG2 MENGHINDARI ZINA ...TAPI JIKA KASUS SUDAH DIGELAR DI PENGADILAN MAKA ISLAM HARUS MENUNJUKKAN KASIH SAYANG ...

Tiada kasih sayang dalam Islam. Membunuh ayah kandung, anak kandung, istri kandung sendiri saja halal, kok.


susah dialog sama yg standar ganda dan tukang plintir mah ..gak ada ujungnya ...

Kau susah menjawab bantahanku sebab modalmu cekak. Mau ngomong tentang Sirat Rasul, tapi kagak punya bukunya. Meskipun sudah bertahun-tahun berdebat tentang Islam, tapi pengetahuan sejarah Islammu dari dulu sampai detik ini tetap saja kacau balau. Hal ini terjadi karena kau tidak mampu memeriksa informasi Islam langsung dari buku2 Islam aslinya. Kau tahu pengetahuanmu pas2an tergantung copy-paste orang lain, sehingga kau terpaksa mengarang saja hal2 yang tidak kau ketahui. Bagimu, yang penting Islam tampak indah dari luarnya.

saya kira dalil yg saya berikan sudah jelas karena ada contoh2 kasus rajam di dalamnya ...
rajam hanya bisa terjadi jika si pelaku INGIN DIRAJAM untuk menggapai ampunan Allah sebanyak ampunan yg mencukupi 70 warga madina dan balasan surga.
jadi ini sudah jelas ..... mana lagi yg belum jelas ??...

Silakan baca lagi hadis yang gue kutip di atas, dari si 'Umar. Elo sendiri yang paling jago memlintir dan memulas Islam agar tampak penuh kasih sayang. Usaha lo selalu buyar dan sia2, karena sumber Islam sendiri selalu menyangkal pernyataan elo.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 1:50 am

MONTIR KEPALA wrote:karena ente gak ngerti hukum ....
sekarang si tuan membunuh budaknya sendiri ...BAYAR DIYAT nya sama siapa ?????.....
kalo membunuh budak orang maka bayar diyatnya sama pemilik budak ... lah kalo budaknya sendiri yg dbunuh bayar sama siapa ??....
lagi pula budak itu pan seperti harta ...mana ada yang ngebakar dan menghilangkan hartanya sendiri ?? kecuali harta tsb bikin masalah.

Yang mengherankan adalah Muslim seperti elo yang tidak tergerak nuraninya sama sekali membaca Muslim membunuh ibu dari anak2 kandungnya sendiri, bahkan ibu itu sedang mengandung bayi kandung pria Muslim itu sendiri. Yang kau tunjukkan malahan halalnya majikan Muslim membunuh budaknya sendiri. Memang betul bahwa dalam Islam, majikan Muslim halal membunuh kafir, apalagi budak kafir. Hebatnya aturan agamamu.

yah itukan perang .... perang itu luh terbunuh atau membunuh ... apa susahnya mikir spt ini ?...

Yang jadi masalah adalah mengapa Muhammad menumpahkan darah kafir terlebih dahulu sehingga terjadi permusuhan antara sanak saudara sendiri.

bukankah paman nabi sendiri yg bersemangat untuk berperang ke badr ? toh pada situasi yg sama di Uhud mereka pun kafir membunuhi sodara mereka sediri yang muslim.

Para pedagang Quraish terpaksa membela harta mereka di perampokan Badr, karena sebelumnya para Muslim telah membunuhi anggota masyarakat mereka di Nakhla. Juga Muhammad telah melalukan usaha perampokan pedagang Quraish sebanyak 7x sebelum terjadi perampokan Badr. Masyarakat Quraish tidak pernah memulai pertumpahan darah dengan Muhammad dan gerombolan Muslimnya, dan mereka pun hanya ingin berdagang dari Mekah ke Syria dan balik lagi ke Mekah.
Perang Uhud terjadi gara2 Muhammad merampasi harga Quraish sebesar 1/4 juta dollar, membunuhi 70 orang2 Quraish, dan tanpa henti terus melakukan perampokan terhadap para pedagang Quraish, yang adalah masyarakat Muhammad sendiri.

Gara2 Muhammad dan Islam, maka terjadilah perang saudara bunuh membunuh antar paman, kakek, cucu, ayah, anak, ibu, dll. Semuanya itu halal dalam Islam, apalagi jika Muhammad sendiri yang melakukannya. Tapi Montir tidak pernah sanggup melihat ada yang salah dalam hal ini. Bagi Montir, sudah wajar Muslim memerangi kafir, salah sendiri kenapa kafir tidak mau memeluk Islam. Sudah wajar jika Muslim ngebom Bali dua kali, salah sendiri kenapa ada di situ saat bom meledag. Sudah wajar jika Muslim memperkosa wanita2 kafir Tionghoa, salah sendiri kenapa ogah masuk Islam. Begitulah cara berpikir Montir dan Muslim pada umumnya. Yang selalu disalahkan adalah pihak korban Muhammad, Islam, dan Muslim. Udah gitu dia tanpa malu2nya mengatakan Islam itu agama penuh kasih dan cinta damai pada sesama. Sungguh lawakan terbesar abad ini.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby MONTIR KEPALA » Wed Apr 16, 2008 10:09 am

Adadeh wrote:
MONTIR KEPALA wrote:lah siapa yg lagi bicara wanita di gambar tsb ???......

Tidak tega ya melihat gambar nestapa itu? Itulah hasil Islam bagi Muslimah. Enak kan jadi Muslimah? Udah diperkosa, dirajam pula. Sama tuh sama nasib si Muslim yang jadi ayah wanita di hadis sahih
Sunan Abu Dawud, Book 38, Number 4421. Udah ngaku bertanggungjawab sebagai ayah, eeeh.... malah dirajam pula. Mana tuh kalimat pria Muslim itu minta dirajam, Mon?

cara berfikir sama otak gak ekiuvalen dech ... :lol:
hukum rajam sudah tersosialisasikan di zaman nabi. semua orang tau bahwa pezina yg sudah menikah jika berzina akan dirajam. jadi kalo ada orang maksa membuat pengakuan itu PASTI DIA MENGINNGINKAN RAJAM. ...kok susah nangkep begini ???.... amit dah.


seharusnya TALIBAN atau siapa pun di dunia ini pemerintahan yag menerapkan hukum RAjam harus bersikap seperti rasulullah. yakni TUTUP KEMUNGKINAN TERJADINYA RAJAM ....

Udah panik dan tak tahu lagi bagaimana membela nabinya, sampai2 hukum ciptaan Muhammad sang Rasul Allah sendiri disangkalnya.
Sahih Bukhari, Volume 8, Book 82, Number 816:
'Umar berkata, "Aku khawatir jika waktu lama telah berlalu, orang2 akan berkata, "Kami tidak menemukan ayat2 Rajam (dilempari batu sampai mati) dalam Al-Qur'an, " dan maka mereka jadi tidak melakukan kewajiban yang telah Allah tetapkan. Perhatikan! Aku menegaskan bahwa hukum Rajam harus dilaksanakan bagi dia yang melakukan hubungan seks haram, jika dia telah menikah dan kejahatan ini dibuktikan oleh saksi2 atau kehamilan atau pengakuan." Sufyan menambahkan, "Aku telah mengingatnya seperti ini." 'Umar menambahkan, "Sudah jelas bahwa Rasul Allah melakukan hukum Rajam, dan jadi kami pun harus mengikuti perbuatannya."
Berdasarkan hadis di atas, rajam sampai mati bisa dilakukan jika ada salah satu dari ketiga hal berikut:
1. Saksi2 (atau:)
2. Hamil (atau:)
3. Pengakuan
Salah satu dari ketiga hal di atas sudah cukup untuk mendapatkan hukuman rajam. Tidak ngaku, tapi terbukti hamil, juga sudah cukup syarat untuk menjalani hukuman rajam. Itulah yang dialami para TKW Indonesia di Timur Tengah. Mereka hamil karena diperkosa, dan akibatnya mereka harus menjalani hukuman rajam.

ha ha .... ini hadits mauquf ...berhenti hanya sampai UMAR tdk ke Rasulullah Saw..... jadi tdk bisa disebut Sabda Nabi .... masa gini aja mesti diajarin ...?? ...liat sendiri apa yg nabi lakukan pada perempuan ini padahal jelas2 hamil. dia tdk dirajam loh !!.

Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 063, Hadith Number 230.
Narated By Al-Qasim bin Muhammad : Ibn 'Abbas; said, "Once Lian was mentioned before the Prophet whereupon 'Asim bin Adi said something and went away. Then a man from his tribe came to him, complaining that he had found a man width his wife. 'Asim said, 'I have not been put to task except for my statement (about Lian).' 'Asim took the man to the Prophet and the man told him of the state in which he had found his wife. The man was pale, thin, and of lank hair, while the other man whom he claimed he had seen with his wife, was brown, fat and had much flesh on his calves. The Prophet invoked, saying, 'O Allah! Reveal the truth.' So that lady delivered a child resembling the man whom her husband had mentioned he had found her with. The Prophet then made them carry out Lian." Then a man from that gathering asked Ibn 'Abbas, "Was she the same lady regarding which the Prophet had said, 'If I were to stone to death someone without witness, I would have stoned this lady'?" Ibn 'Abbas said, "No, that was another lady who, though being a Muslim, used to arouse suspicion by her outright misbehaviour."

tidak dirajam tuh ..!! walaupun hamil !! .... karena kehamilannya bisa disamarkan benih suaminya bukan hasil selingkuh. dlm kasus seperti ini maka perempuan masih bisa mngelak dari rajam. hanya jika perempuan tsb mengaku dan mau dirajam maka rajam bisa terlaksana.
kalo perempuan itu perawan maka tdk ada hukum RAJAM pada perawan atau bujangan hanya hukum cambuk sbgmana yg ada di Quran.


bahkan kalo ada yang ngaku suruh pulang dan TOBAT di rumah saja ... bukanya maksa atau nyari2 pezina buat di RAJAM.

Tidak ada aturan seperti itu, Montir.

itu yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw .... satu lagi kasus banu aslam.... nah harusnya TALIBAN seperti Rasulullah Saw.

Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 063, Hadith Number 196.
Narated By Abu Huraira : A man from Bani Aslam came to Allah's Apostle while he was in the mosque and called (the Prophet) saying, "O Allah's Apostle! I have committed illegal sexual intercourse." On that the Prophet turned his face from him to the other side, whereupon the man moved to the side towards which the Prophet had turned his face, and said, "O Allah's Apostle! I have committed illegal sexual intercourse." The Prophet turned his face (from him) to the other side whereupon the man moved to the side towards which the Prophet had turned his face, and repeated his statement. The Prophet turned his face (from him) to the other side again. The man moved again (and repeated his statement) for the fourth time. So when the man had given witness four times against himself, the Prophet called him and said, "Are you insane?" He replied, "No." The Prophet then said (to his companions), "Go and stone him to death." The man was a married one. Jabir bin 'Abdullah Al-Ansari said: I was one of those who stoned him. We stoned him at the Musalla ('Id praying place) in Medina. When the stones hit him with their sharp edges, he fled, but we caught him at Al-Harra and stoned him till he died.


saya kira dalil yg saya berikan sudah jelas karena ada contoh2 kasus rajam di dalamnya ...
rajam hanya bisa terjadi jika si pelaku INGIN DIRAJAM untuk menggapai ampunan Allah sebanyak ampunan yg mencukupi 70 warga madina dan balasan surga.
jadi ini sudah jelas ..... mana lagi yg belum jelas ??...

Silakan baca lagi hadis yang gue kutip di atas, dari si 'Umar. Elo sendiri yang paling jago memlintir dan memulas Islam agar tampak penuh kasih sayang. Usaha lo selalu buyar dan sia2, karena sumber Islam sendiri selalu menyangkal pernyataan elo.

ente belum cukup amunisi membahas perkataan Umar .... :lol:
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Wed Apr 16, 2008 10:23 am

Adadeh wrote:
MONTIR KEPALA wrote:karena ente gak ngerti hukum ....
sekarang si tuan membunuh budaknya sendiri ...BAYAR DIYAT nya sama siapa ?????.....
kalo membunuh budak orang maka bayar diyatnya sama pemilik budak ... lah kalo budaknya sendiri yg dbunuh bayar sama siapa ??....
lagi pula budak itu pan seperti harta ...mana ada yang ngebakar dan menghilangkan hartanya sendiri ?? kecuali harta tsb bikin masalah.

Yang mengherankan adalah Muslim seperti elo yang tidak tergerak nuraninya sama sekali membaca Muslim membunuh ibu dari anak2 kandungnya sendiri, bahkan ibu itu sedang mengandung bayi kandung pria Muslim itu sendiri. Yang kau tunjukkan malahan halalnya majikan Muslim membunuh budaknya sendiri. Memang betul bahwa dalam Islam, majikan Muslim halal membunuh kafir, apalagi budak kafir. Hebatnya aturan agamamu.

kita bicara hukum ...diyat ..qisos...rajam dsb itu masalah hukum...jadi gak boleh keluar konteks hukum. di negara2 kristen dan di alkitab itu ada hukuman Mati dlm masalah hukum. jadi ini bukan sesuatu yg ANEH dan DISANGKUT PAUTKAN dgn rasa kasihan dan hanya menunjuk hidung aturan Islam saja. apalagi dlm situasi perang.

yah itukan perang .... perang itu luh terbunuh atau membunuh ... apa susahnya mikir spt ini ?...

Yang jadi masalah adalah mengapa Muhammad menumpahkan darah kafir terlebih dahulu sehingga terjadi permusuhan antara sanak saudara sendiri.

ente pan belegug sejarah .... Sumayya dan Ammar itu martil pertama dari pihak muslim di mekka. mereka disiksa dan dibunuh gara beriman sama omongan Sang Nabi. sadis amat ya ?.... kalo nabi melakkan pencegatan kafilah Quraisy itu wajar ..karena mereka memaksa sodara kandung, paman, kerabat dan cucu mereka sendiri diusir dari kampung halaman dan menjadi PENGUNGSI YANG HAMPIR MATI di MADINA. di daerah bbuas dan berbahaya. ini tdk berperikemanusian. maka untuk bertahap hidup muslim harus merampas barang2 Quraisy yg telah melepaskan tanggung jawab SAKRAL yakni MELINDUNGI ANGGOTA SUKU SENDIRI.


bukankah paman nabi sendiri yg bersemangat untuk berperang ke badr ? toh pada situasi yg sama di Uhud mereka pun kafir membunuhi sodara mereka sediri yang muslim.

Para pedagang Quraish terpaksa membela harta mereka di perampokan Badr, karena sebelumnya para Muslim telah membunuhi anggota masyarakat mereka di Nakhla.

itu kecelakaan ...karena tdk ada misi pembunuhan hanya penghadangan saja.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby osho » Wed Apr 16, 2008 11:47 am

MONTIR KEPALA wrote:BIARLAH HUKUM PEZINA TERLIHAT MENAKUTKAN ...AGAR ORANG2 MENGHINDARI ZINA ...TAPI JIKA KASUS SUDAH DIGELAR DI PENGADILAN MAKA ISLAM HARUS MENUNJUKKAN KASIH SAYANG ...

melempar batu satu persatu dengan Kasih Sayang
sampe mati......
mati dengan kasih sayang.....
hua...hua....huaaaaaa.......
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Postby MONTIR KEPALA » Wed Apr 16, 2008 12:08 pm

osho wrote:
MONTIR KEPALA wrote:BIARLAH HUKUM PEZINA TERLIHAT MENAKUTKAN ...AGAR ORANG2 MENGHINDARI ZINA ...TAPI JIKA KASUS SUDAH DIGELAR DI PENGADILAN MAKA ISLAM HARUS MENUNJUKKAN KASIH SAYANG ...

melempar batu satu persatu dengan Kasih Sayang
sampe mati......
mati dengan kasih sayang.....
hua...hua....huaaaaaa.......

kenapa sih harus banyak orang TULALIT di FFI ??...
penunjukkan kasih sayang itu ya seperti yg Nabi Lakukan ..menutup terjadinya RAJAM...spt memalingkan muka thd pengaduan...menyuruh pulang dan bertobat saja di rumah .... harus kasiahan jgn sampai pelaku zina bener2 dirajam. :oops:
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 12:51 pm

MONTIR KEPALA wrote:cara berfikir sama otak gak ekiuvalen dech ... :lol:

Tidak ekuivalen sama apa? Mohon jelaskan.

hukum rajam sudah tersosialisasikan di zaman nabi. semua orang tau bahwa pezina yg sudah menikah jika berzina akan dirajam.

Siapa yang mengasosiasikannya? Allah SWT tidak menetapkan hukum rajam!! Jadi atas perintah siapakah Muslim melaksanakan hukum rajam? Di Al-Qur'an tidak ada hukum rajam, jadi dari mana Muhammad dapat ide penerapan hukum rajam? Nyontek aturan agama tetangga?

ha ha .... ini hadits mauquf ...berhenti hanya sampai UMAR tdk ke Rasulullah Saw..... jadi tdk bisa disebut Sabda Nabi ....

Betul hadis ini dari sahabat Nabi yakni Umar yang sangat dipercaya dunia Islam dan juga adalah kalifah ketiga Islam. Karena itulah hadis yang disampaikannya adalah hadis maqbul yang berlaku sebagai bukti dalam ilmu hukum Islam, dan dianggap SAHIH, sehingga dimasukkan dalam kumpulan ahadis sahih Bukhari dan inipun sudah diakui seluruh dunia Islam. Emangnya elo siapa sehingga berani menuduh si Umar bohong?

masa gini aja mesti diajarin ...?? ...liat sendiri apa yg nabi lakukan pada perempuan ini padahal jelas2 hamil. dia tdk dirajam loh !!

Makanya baca lagi baik2 hadis yang kau ajukan. Jangan kasih contoh yang malah bikin teorimu makin jeblog dong. Wanita yang melahirkan anak itu jelas dirajam.

Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 063, Hadith Number 230.
Narated By Al-Qasim bin Muhammad : Ibn 'Abbas; said, "Once Lian was mentioned before the Prophet whereupon 'Asim bin Adi said something and went away. Then a man from his tribe came to him, complaining that he had found a man width his wife. 'Asim said, 'I have not been put to task except for my statement (about Lian).' 'Asim took the man to the Prophet and the man told him of the state in which he had found his wife. The man was pale, thin, and of lank hair, while the other man whom he claimed he had seen with his wife, was brown, fat and had much flesh on his calves. The Prophet invoked, saying, 'O Allah! Reveal the truth.' So that lady delivered a child resembling the man whom her husband had mentioned he had found her with. The Prophet then made them carry out Lian." Then a man from that gathering asked Ibn 'Abbas, "Was she the same lady regarding which the Prophet had said, 'If I were to stone to death someone without witness, I would have stoned this lady'?" Ibn 'Abbas said, "No, that was another lady who, though being a Muslim, used to arouse suspicion by her outright misbehaviour."
terjemahan:
Dikisahkan oleh Al-Qasim bin Muhammad : Ibn 'Abbas; berkata, "Suatu saat kasus Lian dibicarakan di hadapan sang Nabi ketika 'Asim bin Adi berkata sesuatu dan lalu pergi. Seorang pria dari sukunya datang padanya ('Asim), mengeluh bahwa dia mendapatkan pria lain bersama istrinya. 'Asim berkata, 'Aku tidak ditugaskan selain menyatakan kasus Lian itu.' 'Asim membawa pria itu menghadap sang Nabi dan pria itu menyampaikan pada sang Nabi bahwa dia mendapatkan istrinya bersama pria lain. Pria ini berkulit terang, kurus, dan berambut tipis, sedangkan pria yang dituduhnya bersama istrinya berkulit coklat, gemuk, dan tebal betisnya. Sang Nabi lalu memohon dan berkata, 'Wahai Allah! Tunjukkan kebenaran.' Maka istri orang itu melahirkan anak yang mirip dengan pria yang dituduh suaminya berada bersamanya. Sang Nabi lalu memerintahkan mereka menerapkan Lian.
Lalu seseorang dari kelompok orang yang berkumpul bertanya pada Ibn 'Abbas, "Apakah ini wanita yang sama yang disebut sang Nabi ketika berkata, 'Jika aku harus merajam seseorang sampai mati tanpa saksi, maka sudah tentu aku merajam wanita ini.'?"
Ibn 'Abbas berkata, "Bukan, itu adalah wanita lain, yang meskipun seorang Muslimah, tapi sikapnya membangkitkan kecurigaan."


tidak dirajam tuh ..!! walaupun hamil !! .... karena kehamilannya bisa disamarkan benih suaminya bukan hasil selingkuh.

Udah jelas di hadis itu tertulis bahwa wanita itu dituduh berzinah gara2 bayinya mirip pria gemuk yang dituduh sang suami berada bersama istrinya. Selain itu, justru hadis tersebut menunjukkan betapa lemahnya bukti2 Islam untuk merajam wanita. Bayi yang baru lahir sukar dinilai kemiripannya dengan seorang pria. Orang hanya bisa mengira-ngira saja, tanpa bisa tahu kepastian yang tidak terbantahkan. Betapa gilanya merajam seorang wanita yang baru punya bayi, hanya gara2 bayinya mirip wajah pria lain yang bukan suaminya sendiri.

Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 063, Hadith Number 196.Narated By Abu Huraira :

Ini pun tidak bertentangan dengan hadis sahih Bukhari yang diucapkan Umar.

ente belum cukup amunisi membahas perkataan Umar .... :lol:

Ngerasa lebih pinter tentang hukum Islam daripada si Umar, salah satu kalifah terbesar Islam, rupanya. Sungguh menggelikan kau Montir.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 1:23 pm

MONTIR KEPALA wrote:kita bicara hukum ...diyat ..qisos...rajam dsb itu masalah hukum...jadi gak boleh keluar konteks hukum.

Siapa sih yang bikin aturan rajam? Allah SWT tidak menetapkan aturan itu dalam Qur'an, kok bolehnya Muhammad bikin aturan sendiri yang membunuh sesama Muslim?

ente pan belegug sejarah .... Sumayya dan Ammar itu martil pertama dari pihak muslim di mekka.

Tidak ada keterangan seperti itu di Qur'an, ahadis, Sirat, sejarah Tabari, tafsir, dll. Ibn Sa’d menulis bahwa Summayyah, suaminya Yasir dan anak mereka Ammaer dianiaya di Mekah (hal. 227). Tapi setelah Yasir (yang meninggal secara alami), Summayyah lalu menikahi budak Yunani bernama Azrak dan mendapat seorang anak laki bernama Salma. Gimana mungkin Summayyah yang katanya mati sebagai martir ternyata bisa kawin lagi dan punya anak??
Majikan Azrak adalah Taif dan Azrak adalah satu dari beberapa budak yang ketika kota itu diserbu (sekitar 15 tahun kemudian), lari ke pusat pertahanan Muhammad. Sudah sewajarnya untuk dimengerti bahwa setelah kematian Yasir, Summayyah menikah dengan Azrak dan hidup di tempat Taif.

Pada kenyataannya, penulis biografi yang sama (Ibn Sa’d) juga mengakui bahwa Bilal adalah juga martir pertama, meskipun dia dapat bertahan hidup cukup lama dari luka yang dialaminya. Dia kembali ke Mekah dan melafalkan Azan dari puncak atap Ka’ba setelah Muhammad menaklukkan kota itu dan Bilal ternyata lalu meninggal secara alami. Jadi Ibn Sa'd sendiri menulis berbagai keterangan tentang martir pertama Islam yang saling bertentangan kisahnya satu sama lain. Yang lebih parah lagi, tiada penulis2 Islam pertama (Ibn Ishaq, Bukhari, Muslim, Abu Daud) yang mendukung keterangan Ibn Sa'd tersebut.

itu kecelakaan ...karena tdk ada misi pembunuhan hanya penghadangan saja.

Bohong siah. Silakan para Muslim dan non-Muslim memeriksa sendiri langsung dari tulisan al-Tabari, The Foundation of the Community, volume VII, tentang perampokan Nakhla:
Image
Yang gue beri kotak merah artinya adalah:
Lalu 'Ukkashah b. Mihsan (Muslim) maju ke muka dan dia telah menggunduli kepalanya, dan ketika mereka (pedagang2 Quraish) melihatnya, mereka merasa aman dan berkata, "Mereka akan melakukan 'umrah; tidak perlu takut dengan mereka."
Kelompok Muslim berunding tentang para pedagang Quraish, dan hari itu adalah hari terakhir bulan Rajab, dan mereka berkata, "Demi Tuhan, jika kita membiarkan orang2 ini hari ini, mereka akan mencapai Haram (daerah suci Mekah) dan kita tidak akan bisa menyerang mereka di sana; jika kau bunuh mereka (hari ini), ini berarti kau membunuh mereka di bulan suci."
Mereka merasa ragu2 dan takut menyerang para pedagang Quraish, tapi akhirnya mereka mengumpulkan keberanian dan setuju untuk membunuh pedagang Quraish sebanyak-banyaknya yang mereka mampu dan merampas harta mereka. Waqid b. 'Abd Allah al-Tamimi menembakkan panah kepada 'Amr b. al-Hadrami dan membunuhnya, dan 'Uthman b. 'Abd Allah dan al-Hakam b. Kaysan menyerah, tapi Nawfal b. 'Abd Allah melarikan diri dan mereka (kaum Muslim) tidak bisa menangkapnya. Lalu 'Abd Allah b. Jahsh dan gerombolannya mengambil kafilah Quraish dan dua sandera kepada Rasul Allah di Medina.


Masyarakat Muslim takut ketika mendengar rekan2 Muslimnya membunuh kaum pagan di bulan suci, tapi Allah menurunkan Q 2:217 yang menghalalkan pembunuhan atas kafir di bulan suci:
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Enak saja Muhammad menyebut pagan Quraish berbuat fitnah, padahal pihak Muslimlah yang terlebih dahulu menyerang mereka dengan menipu pura2 mau umroh sampai2 kepala digunduli segala biar bo'ongnya tambah meyakinkan.

Bagi netter kafir, jangan heran jika pagan Quraish melakukan umroh, menggunduli kepala, yang sama persis dengan ibadah Islam umroh dan naik haji. Ini karena Muhammad memang jelas2 mencontek ibadah agama pagan Quraish.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 1:25 pm

MONTIR KEPALA wrote:kenapa sih harus banyak orang TULALIT di FFI ??... penunjukkan kasih sayang itu ya seperti yg Nabi Lakukan ..menutup terjadinya RAJAM...spt memalingkan muka thd pengaduan...menyuruh pulang dan bertobat saja di rumah .... harus kasiahan jgn sampai pelaku zina bener2 dirajam. :oops:

Dasar nabi tulalit. Allah SWT tidak pernah memerintahkan rajam dalam Qur'an, jadi mengapa Muhammad menerapkannya? Karena penuh rasa kasih sayang pada para Muslimah yang hamil di luar nikah ya?
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby MONTIR KEPALA » Wed Apr 16, 2008 1:29 pm

gak tau LI'An kok berani2 nya debat ya ?? ..kik..kik
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Adadeh » Wed Apr 16, 2008 1:38 pm

MONTIR KEPALA wrote:gak tau LI'An kok berani2 nya debat ya ?? ..kik..kik

Siapa yang tidak mengerti, Montir? Lian aja kok tidak tahu?

If, after an accusation by li'an, the wife does not deny the charge by the li'an formula, this is taken as a tacit confession, and she is subject to the hadd punishment for zina. The li'an is the only legal means by which a man may contest the paternity of his child.

Nah, apakah wanita di hadis tersebut menyangkal tuduhan li'an? Tidak tertulis begitu, sehingga wanita tersebut dijatuhi hukuman atas perzinahan, yakni rajam. Dalam hadis tersebut tertulis bahwa bukti sudah di depan mata, yakni bayi yang mirip dengan pria gemuk yang bukan suaminya. Gitu aja kok susah banget dimengerti?

Kenapa kok tidak pake test DNA saja? Lian mah tidak akurat dan sering salah. Pemerkosa2 Muslim juga seringkali tidak mau mengaku memperkosa dan mereka berani sumpah 4x pakai Qur'an tidak melakukan perkosaan agar mereka dibebaskan dengan mudahnya. Jika pakai test DNA, gampang sekali diperiksa sperma milik siapa yang terdapat dalam vagina wanita, atau sperma siapa yang menghamili sang wanita. Apakah Allah SWT tidak tahu akan teknologi DNA ini sehingga harus muter2 bikin segala aturan yang tidak karuan dan tidak ada kepastiannya?

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 89, Number 303:
Narrated Abu Huraira and Zaid bin Khalid Al-Juhani:
A bedouin came and said, "O Allah's Apostle! Judge between us according to Allah's Book (Laws)." His opponent stood up and said, "He has said the truth, so judge between us according to Allah's Laws." The bedouin said, "My son was a laborer for this man and committed illegal sexual intercourse with his wife. The people said to me, 'Your son is to be stoned to death,' so I ransomed my son for one hundred sheep and a slave girl. Then I asked the religious learned men and they said to me, 'Your son has to receive one hundred lashes plus one year of exile.' " The Prophet said, "I shall judge between you according to Allah's Book (Laws)! As for the slave girl and the sheep, it shall be returned to you, and your son shall receive one-hundred lashes and be exiled for one year. O you, Unais!" The Prophet addressed some man, "Go in the morning to the wife of this man and stone her to death." So Unais went to her the next morning and stoned her to death.

terjemahan:
Seorang Baduy datang dan berkata, "Wahai Rasul Allah! Hakimi kami sesuai buku (hukum) Allah." Lawannya berdiri dan berkata, "Dia telah mengatakan yang sebenarnya, jadi hakimi kami menurut hukum Allah."
Orang Baduy itu berkata, "Anak lakiku adalah pekerja orang ini dan telah melakukan zinah dengan istrinya. Orang2 berkata padaku, 'Anak lakimu harus dirajam sampai mati,' maka aku membayar ganti rugi untuk anakku sebanyak 100 domba dan seorang budak wanita. Lalu aku bertanya pada orang2 relijius dan mereka berkata padaku, 'Anak lakimu harus dihukum cambuk dan diasingkan selama setahun.'"
Sang Nabi berkata, "Aku akan menghakimi kalian berdasarkan buku (hukum) Allah! Tentang budak wanita dan domba, itu semua harus dikembalikan padamu, dan anak lakimu harus dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama setahun. Dan kamu, Unais!" Sang Nabi berkata pada beberapa orang lain, "Pergilah di pagi hari ke istri orang ini dan rajam dia sampai mati."
Maka Unais pergi ke wanita itu di keesokan paginya dan merajam wanita itu sampai mati.


Kisah di hadis di atas menunjukkan benarnya perkataan kalifah Umar bahwa adanya saksi sudah cukup untuk menerapkan hukum rajam, meskipun pihak yang dirajam tidak membuat pengakuan. Kesaksian telah diajukan oleh bapak anak laki yang ngeseks dengan istri majikannya. Muhammad pun tidak merasa perlu mendapat pengakuan langsung dari istri majikan tersebut apakah dia berzinah atau tidak. Pengakuan dari ayah anak laki itu saja sudah cukup untuk merajam sang istri majikan sampai mati. Yang aneh dan tak adil adalah pihak pria yang juga berzinah ternyata selamat nyawanya, padahal dia meniduri istri majikannya. :roll:
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby gilito » Wed Apr 16, 2008 2:28 pm

MONTIR KEPALA wrote:gak tau LI'An kok berani2 nya debat ya ?? ..kik..kik


Montir2 di A-FFI eloe emang bisa SOK menjadi ustadz, tapi disini eloe kena batunya sama ustadz adadeh. :D:D:D
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby MONTIR KEPALA » Thu Apr 17, 2008 4:18 pm

Adadeh wrote:
MONTIR KEPALA wrote:gak tau LI'An kok berani2 nya debat ya ?? ..kik..kik

Siapa yang tidak mengerti, Montir? Lian aja kok tidak tahu?

If, after an accusation by li'an, the wife does not deny the charge by the li'an formula, this is taken as a tacit confession, and she is subject to the hadd punishment for zina. The li'an is the only legal means by which a man may contest the paternity of his child.

Nah, apakah wanita di hadis tersebut menyangkal tuduhan li'an? Tidak tertulis begitu, sehingga wanita tersebut dijatuhi hukuman atas perzinahan, yakni rajam. Dalam hadis tersebut tertulis bahwa bukti sudah di depan mata, yakni bayi yang mirip dengan pria gemuk yang bukan suaminya. Gitu aja kok susah banget dimengerti?

Kenapa kok tidak pake test DNA saja? Lian mah tidak akurat dan sering salah. Pemerkosa2 Muslim juga seringkali tidak mau mengaku memperkosa dan mereka berani sumpah 4x pakai Qur'an tidak melakukan perkosaan agar mereka dibebaskan dengan mudahnya. Jika pakai test DNA, gampang sekali diperiksa sperma milik siapa yang terdapat dalam vagina wanita, atau sperma siapa yang menghamili sang wanita. Apakah Allah SWT tidak tahu akan teknologi DNA ini sehingga harus muter2 bikin segala aturan yang tidak karuan dan tidak ada kepastiannya?

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 89, Number 303:
Narrated Abu Huraira and Zaid bin Khalid Al-Juhani:
A bedouin came and said, "O Allah's Apostle! Judge between us according to Allah's Book (Laws)." His opponent stood up and said, "He has said the truth, so judge between us according to Allah's Laws." The bedouin said, "My son was a laborer for this man and committed illegal sexual intercourse with his wife. The people said to me, 'Your son is to be stoned to death,' so I ransomed my son for one hundred sheep and a slave girl. Then I asked the religious learned men and they said to me, 'Your son has to receive one hundred lashes plus one year of exile.' " The Prophet said, "I shall judge between you according to Allah's Book (Laws)! As for the slave girl and the sheep, it shall be returned to you, and your son shall receive one-hundred lashes and be exiled for one year. O you, Unais!" The Prophet addressed some man, "Go in the morning to the wife of this man and stone her to death." So Unais went to her the next morning and stoned her to death.

terjemahan:
Seorang Baduy datang dan berkata, "Wahai Rasul Allah! Hakimi kami sesuai buku (hukum) Allah." Lawannya berdiri dan berkata, "Dia telah mengatakan yang sebenarnya, jadi hakimi kami menurut hukum Allah."
Orang Baduy itu berkata, "Anak lakiku adalah pekerja orang ini dan telah melakukan zinah dengan istrinya. Orang2 berkata padaku, 'Anak lakimu harus dirajam sampai mati,' maka aku membayar ganti rugi untuk anakku sebanyak 100 domba dan seorang budak wanita. Lalu aku bertanya pada orang2 relijius dan mereka berkata padaku, 'Anak lakimu harus dihukum cambuk dan diasingkan selama setahun.'"
Sang Nabi berkata, "Aku akan menghakimi kalian berdasarkan buku (hukum) Allah! Tentang budak wanita dan domba, itu semua harus dikembalikan padamu, dan anak lakimu harus dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama setahun. Dan kamu, Unais!" Sang Nabi berkata pada beberapa orang lain, "Pergilah di pagi hari ke istri orang ini dan rajam dia sampai mati."
Maka Unais pergi ke wanita itu di keesokan paginya dan merajam wanita itu sampai mati.


Kisah di hadis di atas menunjukkan benarnya perkataan kalifah Umar bahwa adanya saksi sudah cukup untuk menerapkan hukum rajam, meskipun pihak yang dirajam tidak membuat pengakuan. Kesaksian telah diajukan oleh bapak anak laki yang ngeseks dengan istri majikannya. Muhammad pun tidak merasa perlu mendapat pengakuan langsung dari istri majikan tersebut apakah dia berzinah atau tidak. Pengakuan dari ayah anak laki itu saja sudah cukup untuk merajam sang istri majikan sampai mati. Yang aneh dan tak adil adalah pihak pria yang juga berzinah ternyata selamat nyawanya, padahal dia meniduri istri majikannya. :roll:


F-22 wrote:
MONTIR KEPALA wrote:gak tau LI'An kok berani2 nya debat ya ?? ..kik..kik


Montir2 di A-FFI eloe emang bisa SOK menjadi ustadz, tapi disini eloe kena batunya sama ustadz adadeh. :D:D:D

heee.... mau bukti betapa bodohnya adadeh ...?
he he perhatikan postingan dia di atas ...ada 2 poin :


1. masalah li'an jika si istri melakukan laknatan thd dirinya jika dia bohong maka dia lepas dari RAJAM. di haidits yg die kritiki katanya tdk disebutkan wanita tsb menolak li'an. kalo emang dirajam wanita tsb pasti direcord karena itu peristiwa besar.

2. hadits yang dia posting di atas adalah contoh baca haditsnya gak lengkap...jadi harus banyak belajar sama AA Ustadz Montir. dlm hadits tsb ustad adadeh menuduh bahwa istri unais dirajam tanpa pengakuan. ini dogol namanya ... kik..kik...die gak baca hadits berikut ini :

Sahih Bukhari, Volumn 008, Book 082, Hadith Number 826.
Narated By Abu Huraira and Zaid bin Khalid : Two men had a dispute in the presence of Allah's Apostle. One of them said, "Judge us according to Allah's Laws." The other who was more wise said, "Yes, Allah's Apostle, judge us according to Allah's Laws and allow me to speak (first)" The Prophet said to him, 'Speak " He said, "My son was a labourer for this man, and he committed illegal sexual intercourse with his wife, and the people told me that my son should be stoned to death, but I have given one-hundred sheep and a slave girl as a ransom (expiation) for my son's sin. Then I asked the religious learned people (about It), and they told me that my son should he flogged one-hundred stripes and should be exiled for one year, and only the wife of this man should be stoned to death " Allah's Apostle said, "By Him in Whose Hand my soul is, I will judge you according to Allah's Laws: O man, as for your sheep and slave girl, they are to be returned to you." Then the Prophet had the man's son flogged one hundred stripes and exiled for one year, and ordered Unais Al-Aslami to go to the wife of the other man, and if she confessed, stone her to death. She confessed and was stoned to death.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Adadeh » Fri Apr 18, 2008 2:55 am

MONTIR KEPALA wrote:1. masalah li'an jika si istri melakukan laknatan thd dirinya jika dia bohong maka dia lepas dari RAJAM.

Jadi gimana nih arah penjelasanmu tentang tujuan Hukum Rajam?
Katamu di atas: jika dia bohong maka dia lepas dari RAJAM
Jadi menurut kamu, dalam aturan hukum Syariah Islam, Muslim berzinah sebaiknya bohong saja agar tidak dirajam? Bohong agar tidak dirajam itu anjuran Muhammad atau Allah SWT, Mon?
Ngga' salah tuh, Mon? Elo ustadz gadungan ya?
Pernyataanmu membuat Islam jadi agama yang sangat menggelikan. Tidak ada buku2 Islam atau ahli2 Islam mana pun yang menyatakan hal ini.

Kau dulu mengatakan bahwa hukum rajam adalah untuk penebusan dosa, tapi lalu ternyata hal ini terbukti bertentangan dengan Q. 53:38.
Apakah Muhammad menetapkan hukum rajam agar para Muslim bohong aja agar tidak dirajam?
Sudah berapa Muslim yang dibunuh Muhammad dengan rajam gara2 mereka tidak berbohong?

2. hadits yang dia posting di atas adalah contoh baca haditsnya gak lengkap...jadi harus banyak belajar sama AA Ustadz Montir. ...
if she confessed, stone her to death. She confessed and was stoned to death.

Ini juga tidak menunjukkan bukti apapun. Di hadis yang lain tidak dikisahkan bahwa wanita itu mengaku, tapi di hadis lainnya dikatakan wanita itu mengaku. Mana yang benar sedangkan dua2nya adalah hadis sahih Bukhari?
Lagipula bagaimana jika wanita itu ternyata dipaksa mengaku padahal dia tidak melakukan zinah? Kan banyak tuh orang2 tak bersalah yang dipaksa polisi untuk mengaku melakukan tindakan kriminal melalui berbagai siksaan sehingga akhirnya orang itu terpaksa membuat pengakuan bohong.

Semua hal yang tak masuk akal ini membawa kita kembali ke pertanyaan:
APAKAH TUJUAN HUKUM RAJAM?
JIKA MUHAMMAD BENCI HUKUM RAJAM, MAKA MENGAPA DIA MENETAPKAN HUKUM RAJAM PADAHAL ALLAH SWT TIDAK PERNAH MEMERINTAHKANNYA DALAM QUR'AN?

Mengapa bersetubuh di luar nikah menjadi dosa yang terbesar dalam Islam, padahal Muslim bebas memperkosa begitu banyak budak2 wanita kafir bahkan di hadapan suami kafir mereka?

Selain itu kau juga berani mengatakan bahwa Umar bohong di Hadis Bukhari dengan menetapkan tiga syarat rajam (1. saksi, 2. mengaku, 3. bukti hamil). Sudah jelas kau ini Ustad palsu.

Semua aturan tak masuk akal ini jelas adalah karangan orang gila belaka. Tapi inilah yang diterapkan di negara2 Islam dari 1.400 tahun yang lalu sampai detik ini. Kapan ya Aceh menerapkan hukum rajam? Kok belon juga dilaksanakan sampai detik ini?
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby MONTIR KEPALA » Fri Apr 18, 2008 9:13 am

Ada2ajadech wrote:
MK wrote:itu kecelakaan ...karena tdk ada misi pembunuhan hanya penghadangan saja.


Bohong siah. Silakan para Muslim dan non-Muslim memeriksa sendiri langsung dari tulisan al-Tabari, The Foundation of the Community, volume VII, tentang perampokan Nakhla:

Yang gue beri kotak merah artinya adalah:
Lalu 'Ukkashah b. Mihsan (Muslim) maju ke muka dan dia telah menggunduli kepalanya, dan ketika mereka (pedagang2 Quraish) melihatnya, mereka merasa aman dan berkata, "Mereka akan melakukan 'umrah; tidak perlu takut dengan mereka."
Kelompok Muslim berunding tentang para pedagang Quraish, dan hari itu adalah hari terakhir bulan Rajab, dan mereka berkata, "Demi Tuhan, jika kita membiarkan orang2 ini hari ini, mereka akan mencapai Haram (daerah suci Mekah) dan kita tidak akan bisa menyerang mereka di sana; jika kau bunuh mereka (hari ini), ini berarti kau membunuh mereka di bulan suci."
Mereka merasa ragu2 dan takut menyerang para pedagang Quraish, tapi akhirnya mereka mengumpulkan keberanian dan setuju untuk membunuh pedagang Quraish sebanyak-banyaknya yang mereka mampu dan merampas harta mereka. Waqid b. 'Abd Allah al-Tamimi menembakkan panah kepada 'Amr b. al-Hadrami dan membunuhnya, dan 'Uthman b. 'Abd Allah dan al-Hakam b. Kaysan menyerah, tapi Nawfal b. 'Abd Allah melarikan diri dan mereka (kaum Muslim) tidak bisa menangkapnya. Lalu 'Abd Allah b. Jahsh dan gerombolannya mengambil kafilah Quraish dan dua sandera kepada Rasul Allah di Medina.

Masyarakat Muslim takut ketika mendengar rekan2 Muslimnya membunuh kaum pagan di bulan suci, tapi Allah menurunkan Q 2:217 yang menghalalkan pembunuhan atas kafir di bulan suci:
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Enak saja Muhammad menyebut pagan Quraish berbuat fitnah, padahal pihak Muslimlah yang terlebih dahulu menyerang mereka dengan menipu pura2 mau umroh sampai2 kepala digunduli segala biar bo'ongnya tambah meyakinkan.

Bagi netter kafir, jangan heran jika pagan Quraish melakukan umroh, menggunduli kepala, yang sama persis dengan ibadah Islam umroh dan naik haji. Ini karena Muhammad memang jelas2 mencontek ibadah agama pagan Quraish.

ha ha ..... masih mau dipermalukan luh dech ..kasian si F22 udeh muji2 luh ..... mana ayat menghalalkan pembunuhan itu ?....baca tafsirnya yg komplit donk ....ha ha

The Companions conferred among themselves. That day was the last day in the (sacred) month of Rajab. They said to each other, "By Allah! If you let them pass, they will soon enter the Sacred Area and take refuge in it from you. If you kill them, you will kill them during the Sacred Month.'' They at first hesitated and did not like to attack them. They then began encouraging themselves and decided to kill whomever they could among the disbelievers and to confiscate whatever they had. Hence, Waqid bin `Abdullah At-Tamimi shot an arrow at `Amr bin Al-Hadrami and killed him. `Uthman bin `Abdullah and Al-Hakam bin Kaysan gave themselves up, while Nawfal bin `Abdullah was able to outrun them in flight. Later on, `Abdullah bin Jahsh and his companions went back to Allah's Messenger in Al-Madinah with the caravan and the two prisoners. dIbn Ishaq went on: I was told that some members of the family of `Abdullah bin Jahsh said that `Abdullah said to his companions: "Allah's Messenger will have one-fifth of what we have confiscated.'' This occurred before Allah required one-fifth for His Messenger from the war booty. So, `Abdullah designated one-fifth of the caravan for Allah's Messenger and divided the rest among his companions. Ibn Ishaq also stated that at first, when the Sariyah came back to Allah's Messenger , he said to them:

«مَا أَمَرْتُكُمْ بِقِتَالٍ فِي الشَّهْرِ الْحَرَام»

(I have not commanded you to conduct warfare during the Sacred Month. )

He left the caravan and the two prisoners alone and did not take any share of the war booty.

When Allah's Messenger did that, the soldiers from the attack were concerned and felt that they were destroyed, and their Muslim brethren criticized them for what they did.
The Quraysh said that Muhammad and his Companions violated the sanctity of the Sacred Month and shed blood, confiscated property and took prisoners during it. Those who refuted them among the Muslims who remained in Makkah replied that the Muslims had done that during the month of Sha`ban (which is not a sacred month). Meanwhile, the Jews were pleased about what happened to Allah's Messenger . They said, ` Amr bin Hadrami was killed by Waqid bin `Abdullah: `Amr, means the war has started, Hadrami means the war has come, as for Waqid (bin `Abdullah): the war has raged (using some of the literal meanings of these names to support their fortune-telling!).'' But, Allah made all that turn against them.

The people continued talking about this matter, then Allah revealed to His Messenger :

﴿يَسْـَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ﴾

(They ask you concerning fighting in the Sacred Months. Say, "Fighting therein is a great (transgression) but a greater (transgression) with Allah is to prevent mankind from following the way of Allah, to disbelieve in Him, to prevent access to Al-Masjid Al-Haram (at Makkah), and to drive out its inhabitants, and Al-Fitnah is worse than killing.)

This Ayah means, `If you had killed during the Sacred Month, they (disbelievers of Quraysh) have hindered you from the path of Allah and disbelieved in it. They also prevented you from entering the Sacred Mosque, and expelled you from it, while you are its people,

﴿أَكْبَرُ عِندَ اللَّهِ﴾

(...a greater (transgression) with Allah) than killing whom you killed among them. Also:

﴿وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ﴾

(...and Al-Fitnah is worse than killing.) means, trying to force the Muslims to revert from their religion and re-embrace Kufr after they had believed, is worse with Allah than killing.' Allah said:

﴿وَلاَ يَزَالُونَ يُقَـتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ﴾

(And they will never cease fighting you until they turn you back from your religion (Islamic Monotheism) if they can.)

So, they will go on fighting you with unrelenting viciousness.



Allah hanya bilang FITNAH LEBIH BESAR DARI PEMBUNUHAN ..... apa yg dilakukan sahabat Nabi di nkhlah adalah salah ..namun kesalahan mereka tak seberapa dibanding dgn FITNAH yang dibuat kafir Quraisy. jadi tidak ada yang MENGHALALKAN ..... ustad kok bloon dech ... ustadnya F22
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Fri Apr 18, 2008 10:28 am

Adadeh wrote:
MONTIR KEPALA wrote:1. masalah li'an jika si istri melakukan laknatan thd dirinya jika dia bohong maka dia lepas dari RAJAM.

Jadi gimana nih arah penjelasanmu tentang tujuan Hukum Rajam?
Katamu di atas: jika dia bohong maka dia lepas dari RAJAM
Jadi menurut kamu, dalam aturan hukum Syariah Islam, Muslim berzinah sebaiknya bohong saja agar tidak dirajam? Bohong agar tidak dirajam itu anjuran Muhammad atau Allah SWT, Mon? Ngga' salah tuh, Mon? Elo ustadz gadungan ya? Pernyataanmu membuat Islam jadi agama yang sangat menggelikan. Tidak ada buku2 Islam atau ahli2 Islam mana pun yang menyatakan hal ini. Kau dulu mengatakan bahwa hukum rajam adalah untuk penebusan dosa, tapi lalu ternyata hal ini terbukti bertentangan dengan Q. 53:38. Apakah Muhammad menetapkan hukum rajam agar para Muslim bohong aja agar tidak dirajam? Sudah berapa Muslim yang dibunuh Muhammad dengan rajam gara2 mereka tidak berbohong?

kok ustad sama tulalitnya dgn domba sih ?....
pan udeh dijelasin kalo Zina tobat saja di rumah sama Allah gak usah lapor .... toh kalo lapor juga pemerintahan Islam akan memberikan advice agar mencabut pengakuannya karena had rajam akan terjadi jika diteruskan....kalo pezina memaksa lapor berarti emang dia pengen dirajam. nah pemerintah gak boleh nolak jika ada yg mau dirajam walaupun Tidak wajib bagi pemerintah merajamnya.
kalo kasusnya dituduh maka wanita berbohong demi tdk terjadi rajam adalah urusan dia sama Tuhan ... kalo itu dosa toh berzina juga dosa ...sekalian aja taubat di rumah sama Allah dan manusia tdk perlu tahu kesalahan dan dosa dia. Allah maha penerima taubat.

2. hadits yang dia posting di atas adalah contoh baca haditsnya gak lengkap...jadi harus banyak belajar sama AA Ustadz Montir. ...
if she confessed, stone her to death. She confessed and was stoned to death.

Ini juga tidak menunjukkan bukti apapun. Di hadis yang lain tidak dikisahkan bahwa wanita itu mengaku, tapi di hadis lainnya dikatakan wanita itu mengaku. Mana yang benar sedangkan dua2nya adalah hadis sahih Bukhari?
Lagipula bagaimana jika wanita itu ternyata dipaksa mengaku padahal dia tidak melakukan zinah? Kan banyak tuh orang2 tak bersalah yang dipaksa polisi untuk mengaku melakukan tindakan kriminal melalui berbagai siksaan sehingga akhirnya orang itu terpaksa membuat pengakuan bohong.

ha ha ..di dalam LIAN tdk ada peluang pemaksaan mengaku cing ...!

Semua hal yang tak masuk akal ini membawa kita kembali ke pertanyaan:
APAKAH TUJUAN HUKUM RAJAM?
JIKA MUHAMMAD BENCI HUKUM RAJAM, MAKA MENGAPA DIA MENETAPKAN HUKUM RAJAM PADAHAL ALLAH SWT TIDAK PERNAH MEMERINTAHKANNYA DALAM QUR'AN?

Ayat rajam dinasakh tapi hukum tetep berlaku karena ayatnya pernah turun...

Mengapa bersetubuh di luar nikah menjadi dosa yang terbesar dalam Islam, padahal Muslim bebas memperkosa begitu banyak budak2 wanita kafir bahkan di hadapan suami kafir mereka?

he he ... kebiasaan nih fitnah mulu ...

Selain itu kau juga berani mengatakan bahwa Umar bohong di Hadis Bukhari dengan menetapkan tiga syarat rajam (1. saksi, 2. mengaku, 3. bukti hamil). Sudah jelas kau ini Ustad palsu.
Semua aturan tak masuk akal ini jelas adalah karangan orang gila belaka. Tapi inilah yang diterapkan di negara2 Islam dari 1.400 tahun yang lalu sampai detik ini. Kapan ya Aceh menerapkan hukum rajam? Kok belon juga dilaksanakan sampai detik ini?

loh ... Umar pan tdk sesuai apa yg dilakukan nabi ... udeh 2 kasus wanita bersuami melakukan zina dan hamil tdk dirajam tuuuuh .... umar bisa saja salah namanya juga manusia .... hamil sbg bukti hanya terjadi di hukum cambuk
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby osho » Fri Apr 18, 2008 12:26 pm

Adadeh wrote:Semua hal yang tak masuk akal ini membawa kita kembali ke pertanyaan:
APAKAH TUJUAN HUKUM RAJAM?
JIKA MUHAMMAD BENCI HUKUM RAJAM, MAKA MENGAPA DIA MENETAPKAN HUKUM RAJAM PADAHAL ALLAH SWT TIDAK PERNAH MEMERINTAHKANNYA DALAM QUR'AN?

@Montir
Muhammad kata loe tak suka hukuman Rajam.. dan Hukuman Rajam juga tak ada di Al-Quran...
jadi Anda setuju ngak dengan HUKUMAN RAJAM ini...?
A. Setuju
B. Tidak Setuju.
C. Dihapus aja karena tak sesuai dengan KEMANUSIAAN.

PILIH MANA MON....?
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users