. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Mors » Tue Jul 05, 2011 6:09 pm

Hukum qisas yang dipercaya sebagai hukum ilahi, peraturan dari langit dengan allah swt sebagai pemberi titah sering diklaim sempurna. Pencurian dibalas dengan pemotongan tangan, pemerkosaan dengan hukuman mati, zina dengan perajaman dan paling spektakuler pembunuhan dengan pembunuhan walaupun, ya ada pengecualian membayar "Diat" alias ganti rugi.

Orang waras yang berpikir waras pasti mengetaui bahwa ini adalah hukum barbar, hukum yang layak bagi manusia yang tidak beradab. Tidak beradab dan tidak adil, bagaimana kita mengetauinya?

Sila simak ayat dibawah ini:

QS.4. 92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.

Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Test case kali ini (pertama kali)
- Mengapa hukum qisas untuk pembunuhan hanya berlaku bagi kaum mukmin? (pembunuh dibalas dengan pembunuhan) sedangkan bagi kaum kafir berahir dengan DIAT?

- Untuk diat saja Mengapa harus ada syarat perjanjian (damai)?

Sumber:
Ayat quran-nya diambil dari sumber terpercaya "kafir" kompas di:

al-qur-an-menjawab-tuduhan-ali-sina-t45139/

Jadi kalau ada ketidaksesuaian sila diskusikan dulu dengan kompas yang mana yang benar setelah sepakat sila berdiskusi disini.
Mors
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Sat Jul 02, 2011 3:47 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Tue Jul 05, 2011 10:58 pm

yang saya fahami dalam ayat di atas adalah dalam KONTEKS membunuh tidak sengaja.
dan kenapa untuk kafir ada istilah Perjanjian damai. ya maksudnya bukan musuh. bagaimana bisa meminta diyat dgn pihak musuh ? kan gak mungkin.

memang beberapa ulama mengimani bahwa jika orang kafir dibunuh orang Islam, maka keluarga kafir hanya menerima diyat saja. tetapi menurut Ibnu Kathir ayat mengenai budak dengan budak, merdeka dgn merdeka, wanita dgn wanita sudah DIGANTI dengan surah al Maidah : 45. di sana disebut JIWA dibalas JIWA. jadi berlaku universal. salah satu IMAM yang menganut faham bahwa jika muslim membunuh kafir maka keluarga kafir berhak menuntut nyawa adalah imam ABU HANIFAH. dan sepertinya saya memilih pendapat ini, karena Allah MAHA ADIL.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby notarabian » Tue Jul 05, 2011 11:16 pm

CRESCENT-STAR wrote:yang saya fahami dalam ayat di atas adalah dalam KONTEKS membunuh tidak sengaja.
dan kenapa untuk kafir ada istilah Perjanjian damai. ya maksudnya bukan musuh. bagaimana bisa meminta diyat dgn pihak musuh ? kan gak mungkin.

memang beberapa ulama mengimani bahwa jika orang kafir dibunuh orang Islam, maka keluarga kafir hanya menerima diyat saja. tetapi menurut Ibnu Kathir ayat mengenai budak dengan budak, merdeka dgn merdeka, wanita dgn wanita sudah DIGANTI dengan surah al Maidah : 45. di sana disebut JIWA dibalas JIWA. jadi berlaku universal. salah satu IMAM yang menganut faham bahwa jika muslim membunuh kafir maka keluarga kafir berhak menuntut nyawa adalah imam ABU HANIFAH. dan sepertinya saya memilih pendapat ini, karena Allah MAHA ADIL.


boleh tau yang mengganti siapa?
apakah auloh? ataukah hanya tafsiran muslim saja?

Kalau yg mengganti auloh berarti benar dalam qoran ada system nasakh-mansukh.
Dan auloh adalah sosok yg plin-pln dan sering berubah pikiran/pendirian, gitu ya?
notarabian
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 525
Joined: Fri Jul 23, 2010 11:45 am

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 06, 2011 4:20 am

CRESCENT-STAR wrote:yang saya fahami dalam ayat di atas adalah dalam KONTEKS membunuh tidak sengaja.
dan kenapa untuk kafir ada istilah Perjanjian damai. ya maksudnya bukan musuh. bagaimana bisa meminta diyat dgn pihak musuh ? kan gak mungkin.

memang beberapa ulama mengimani bahwa jika orang kafir dibunuh orang Islam, maka keluarga kafir hanya menerima diyat saja. tetapi menurut Ibnu Kathir ayat mengenai budak dengan budak, merdeka dgn merdeka, wanita dgn wanita sudah DIGANTI dengan surah al Maidah : 45. di sana disebut JIWA dibalas JIWA. jadi berlaku universal. salah satu IMAM yang menganut faham bahwa jika muslim membunuh kafir maka keluarga kafir berhak menuntut nyawa adalah imam ABU HANIFAH. dan sepertinya saya memilih pendapat ini, karena Allah MAHA ADIL.


Yang mana yang mau kamu ikuti, Muhammad sang nabi atau Abu Hanifah sang imam? Muhammad berkata muslim tidak dapat dibunuh karena dia membunuh seorang kafir.


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Wed Jul 06, 2011 8:56 am

pilihannya tidak begitu ... al maidah adalah surat terakhir turun.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 06, 2011 3:39 pm

CRESCENT-STAR wrote:pilihannya tidak begitu ... al maidah adalah surat terakhir turun.


Muhammad tidak pernah berkata apa yang sebaliknya. Kalau memang maksudnya seperti yang Abu Hanifah katakan, tentu ada hadith yang menjelaskan demikian. :green:


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby notarabian » Wed Jul 06, 2011 3:57 pm

CRESCENT-STAR wrote:pilihannya tidak begitu ... al maidah adalah surat terakhir turun.


ga jelas, njawab koment dan pertanyaan yg mana...
Ustadz CS kok kalo njawab sekarang model nubie... kayak alm rosesi aka dorama... :green:
notarabian
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 525
Joined: Fri Jul 23, 2010 11:45 am

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Wed Jul 06, 2011 4:15 pm

buktinya dalam hadits bukhari, istilah PERBEDAAN KELAS yg menghalangi Qisas sudah tidak digunakan Nabi saw lagi ...
    ‘Barangsiapa memotong budaknya, maka kami akan memotongnya. Dan barangsiapa yang mengibiri budaknya, maka kami akan mengebirinya’.”


awalnya merdeka dgn merdeka, budak dengan budak, muslim dengan muslim, dst ...tetapi akhirnya sang tuan kalau membunuh budaknya di qishah juga. tidak ada kelas sosial lagi.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 06, 2011 4:38 pm

CRESCENT-STAR wrote:buktinya dalam hadits bukhari, istilah PERBEDAAN KELAS yg menghalangi Qisas sudah tidak digunakan Nabi saw lagi ...
    ‘Barangsiapa memotong budaknya, maka kami akan memotongnya. Dan barangsiapa yang mengibiri budaknya, maka kami akan mengebirinya’.”


awalnya merdeka dgn merdeka, budak dengan budak, muslim dengan muslim, dst ...tetapi akhirnya sang tuan kalau membunuh budaknya di qishah juga. tidak ada kelas sosial lagi.


](*,)

Mon, elo mau ngibul itu kira-kira...tafsir Ibn Kathir aja udah dengan jelas mengatakan gak ada hadith sahih yang bertentangan dengan perkataan Muhammad bahwa muslim tidak bisa dibunuh jika dia membunuh kafir. Lagian, tidak semua budak adalah kafir...coba kasih yang jelas hadith nya.


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby kimi07 » Wed Jul 06, 2011 5:29 pm

CRESCENT-STAR wrote:buktinya dalam hadits bukhari, istilah PERBEDAAN KELAS yg menghalangi Qisas sudah tidak digunakan Nabi saw lagi ...
    ‘Barangsiapa memotong budaknya, maka kami akan memotongnya. Dan barangsiapa yang mengibiri budaknya, maka kami akan mengebirinya’.”


awalnya merdeka dgn merdeka, budak dengan budak, muslim dengan muslim, dst ...tetapi akhirnya sang tuan kalau membunuh budaknya di qishah juga. tidak ada kelas sosial lagi.


Mors wrote:
Sila simak ayat dibawah ini:

QS.4. 92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.

Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

.


klo mo taqiya jgn di sini ah

jelas-jelas QURAN itu lebih tinggi derajatnya dari Hadist, so,
apologi kamu, ga bisa di pake tuh.....
pura-pura ga tau yeee :p
User avatar
kimi07
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2287
Joined: Fri Dec 07, 2007 7:59 pm
Location: in the Father's Heart

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Mors » Wed Jul 06, 2011 7:38 pm

CRESCENT-STAR wrote:yang saya fahami dalam ayat di atas adalah dalam KONTEKS membunuh tidak sengaja.
dan kenapa untuk kafir ada istilah Perjanjian damai. ya maksudnya bukan musuh. bagaimana bisa meminta diyat dgn pihak musuh ? kan gak mungkin.

memang beberapa ulama mengimani bahwa jika orang kafir dibunuh orang Islam, maka keluarga kafir hanya menerima diyat saja. tetapi menurut Ibnu Kathir ayat mengenai budak dengan budak, merdeka dgn merdeka, wanita dgn wanita sudah DIGANTI dengan surah al Maidah : 45. di sana disebut JIWA dibalas JIWA. jadi berlaku universal. salah satu IMAM yang menganut faham bahwa jika muslim membunuh kafir maka keluarga kafir berhak menuntut nyawa adalah imam ABU HANIFAH. dan sepertinya saya memilih pendapat ini, karena Allah MAHA ADIL.


Sebelum CS melaju lebih jauh harus disetujui dulu ayat di atas dalam konteks:
a. Membunuh dengan TIDAK SENGAJA
b. Membunuh dengan SENGAJA

Setelah dijawab a atau b, pertanyaan saya coba ditulis dimana ayat mengenai hukum Qisas pembunuhan SENGAJA dan tidak SENGAJA?

Membunuh pasti mendapat Qisas? tolong jangan membual saya tidak gampang dikibulin, ini saya tampilkan al maidah 45:
And We ordained for them therein a life for a life, an eye for an eye, a nose for a nose, an ear for an ear, a tooth for a tooth, and for wounds is legal retribution. But whoever gives [up his right as] charity, it is an expiation for him. And whoever does not judge by what Allah has revealed - then it is those who are the wrongdoers.

Dalam bahasa Indonesia sehari-hari:
Dan Kami(red=allah swt yg jamak) tetapkan bagi mereka (=red orang yahudi pengikut taurat) di nyawa berbalas nyawa, mata untuk mata, hidung untuk hidung, telinga untuk telinga, gigi ganti gigi, dan untuk luka dengan luka (=red ada qisasnya). Tetapi barangsiapa melepasnya (hak qisasnya), melepaskan hak itu sebagai penebus kesalahan itu adalah kafarat baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Dimana ada aturan pembunuhan kafir oleh kaum muslim mendapat hukum Qisas nyawa berbalas nyawa???
Mors
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Sat Jul 02, 2011 3:47 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jul 07, 2011 3:22 pm

saya tidak mengajak kalian percaya dgn apa yg saya fahami ...
ulama seperti ABU HANIFAH serta penjelasan sahabat Nabi IBNU ABBAS, bahwa Al Maidah 45 menggantikan hukum Qisas yg ditentukan kelas sosial sudah cukup bagi saya untuk memahami demikian. saya berfikir merdeka bung ... jadi jangan memaksa saya .. terserah ulama lain tidak sependapat dengan Abu hanifah dan Ibnu Abbas

User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby infidel » Thu Jul 07, 2011 5:02 pm

Bukankah Al Maa'idah 45 itu isinya mereview isi Taurat?
Sedangkan An Nisaa' 92 adalah perintah Allah langsung utk Muslim

Urutan diturunkannya kitab:
Taurat -> Zabur -> Injil -> Al Quran

Bagaimana prosedurnya perintah Quran untuk Muslim di 4:92 diganti oleh ayat 5:45 yang merupakan review perintah kitab Taurat? :-k
User avatar
infidel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jul 07, 2011 5:09 pm

baca " Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah (red. yakni hukum jiwa balas jiwa tsb), maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim." ...
jadi sudah ada merger ... bahwa ketentuan itu sudah menjadi resmi hukum Islam sekarang pada Quran.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby infidel » Thu Jul 07, 2011 5:33 pm

CRESCENT-STAR wrote:baca " Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah (red. yakni hukum jiwa balas jiwa tsb), maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim." ...
jadi sudah ada merger ... bahwa ketentuan itu sudah menjadi resmi hukum Islam sekarang pada Quran.

Lalu mana cara memutuskan perkara qishas dengan kafir di ayat 5:45?

Bukankah justru dijelaskan di 4:92?
Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Bukankah perintah Taurat itu hanya untuk Bani Israel, sedangkan Quran untuk seluruh manusia? :-k

Plus: Taurat -> Zabur -> Injil -> Al Quran
User avatar
infidel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Mors » Thu Jul 07, 2011 8:27 pm

CRESCENT-STAR wrote:yang saya fahami dalam ayat di atas adalah dalam KONTEKS membunuh tidak sengaja.
dan kenapa untuk kafir ada istilah Perjanjian damai. ya maksudnya bukan musuh. bagaimana bisa meminta diyat dgn pihak musuh ? kan gak mungkin.

memang beberapa ulama mengimani bahwa jika orang kafir dibunuh orang Islam, maka keluarga kafir hanya menerima diyat saja. tetapi menurut Ibnu Kathir ayat mengenai budak dengan budak, merdeka dgn merdeka, wanita dgn wanita sudah DIGANTI dengan surah al Maidah : 45. di sana disebut JIWA dibalas JIWA. jadi berlaku universal. salah satu IMAM yang menganut faham bahwa jika muslim membunuh kafir maka keluarga kafir berhak menuntut nyawa adalah imam ABU HANIFAH. dan sepertinya saya memilih pendapat ini, karena Allah MAHA ADIL.

Mors wrote:Sebelum CS melaju lebih jauh harus disetujui dulu ayat di atas dalam konteks:
a. Membunuh dengan TIDAK SENGAJA
b. Membunuh dengan SENGAJA

Setelah dijawab a atau b, pertanyaan saya coba ditulis dimana ayat mengenai hukum Qisas pembunuhan SENGAJA dan tidak SENGAJA?

Membunuh pasti mendapat Qisas? tolong jangan membual saya tidak gampang dikibulin, ini saya tampilkan al maidah 45:
And We ordained for them therein a life for a life, an eye for an eye, a nose for a nose, an ear for an ear, a tooth for a tooth, and for wounds is legal retribution. But whoever gives [up his right as] charity, it is an expiation for him. And whoever does not judge by what Allah has revealed - then it is those who are the wrongdoers.

Dalam bahasa Indonesia sehari-hari:
Dan Kami(red=allah swt yg jamak) tetapkan bagi mereka (=red orang yahudi pengikut taurat) di nyawa berbalas nyawa, mata untuk mata, hidung untuk hidung, telinga untuk telinga, gigi ganti gigi, dan untuk luka dengan luka (=red ada qisasnya). Tetapi barangsiapa melepasnya (hak qisasnya), melepaskan hak itu sebagai penebus kesalahan itu adalah kafarat baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Dimana ada aturan pembunuhan kafir oleh kaum muslim mendapat hukum Qisas nyawa berbalas nyawa???


Sudah saya duga CS pasti tidak atawa belum berani menjawab pertanyaan sebelumnya. Mungkin ada yang bisa membantu CS, ini baru test case 1 masih ada test case lainnya.
Mors
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Sat Jul 02, 2011 3:47 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby cendol » Thu Jul 07, 2011 10:53 pm

Ajakin kompas ke sini, mumpung dia juga lg buat trit tentang kisas.

Kompos where are you?
User avatar
cendol
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1009
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:04 pm
Location: Bermain Rudal Bersama 72 Bidadari

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby CRESCENT-STAR » Fri Jul 08, 2011 9:17 am

infidel wrote:Lalu mana cara memutuskan perkara qishas dengan kafir di ayat 5:45?
Bukankah justru dijelaskan di 4:92?

itu untuk ketidaksengajaan membunuh atau salah vonis pengadilan. saya kan sudah jelaskan di atas. jadi jangan lagi tanyakan 2X. ayat itu hukum membunuh secara tidak sengaja, tidak tau, atau salah vonis pengadilan.

Bukankah perintah Taurat itu hanya untuk Bani Israel, sedangkan Quran untuk seluruh manusia? :-k
Plus: Taurat -> Zabur -> Injil -> Al Quran

betul, tapi kalau Allah berkehendak ada bagian hukum taurat yang jadi hukum Islam. itu jelas ada.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby Mors » Thu Jul 14, 2011 9:32 pm

Gimana bung CS sudah bisa mencarikan hukum syariah mengenai membunuh kafir
a. secara sengaja
b. secara tidak sengaja

Tolong disebutkan juga ayat, hadis atau sumber lainnya.

Selanjutnya bagaimana menentukan suatu pembunuhan terhadap kafir oleh muslim itu "sengaja" atau "tidak sengaja"? dan siapa yang berhak menentukan?

Sebagai pembanding anda menyebutkan bahwa anda mengikuti si A tetapi ada yang mengikuti pemikiran si B atawa mungkin si C dan D. Masalah sangat serius ini, pada hukum yang katanya paling sempurna masih memakai sistem tebak buah manggis alias tergantung yang menerjemahkan/menghakimi suka ke pemikiran siapa?
Mors
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Sat Jul 02, 2011 3:47 pm

Re: Qisas bukan hukum yang adil (test case 1)

Postby AIR » Thu Jul 14, 2011 11:07 pm

QS.4. 92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah.

Nyawa Muslim = Memerdekakan hamba + Diat (Materi)


Macam Macam Diyat wrote:1. Diyat Mughaladhoh (diyat berat). Senilai dengan 100 ekor unta terdiri dari 30 ekor berumur 3 tahun, 30 ekor berumur 4 tahun dan 40 ekor berumur 5 tahun yang sedang hamil. Berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi.

2. Diyat Mukhaffafah ( diyat ringan). Berupa 100 ekor unta terdiri dari 5 macam: 20 ekor unta betina 3 tahun, 20 ekor unta betina 4 tahun, 20 ekor unta betina 2 tahun, 20 ekor unta jantan 2 tahun dan 20 ekor unta betina 1 tahun.Berdasaran hadist riwayat Daruquthni.

Diyat Mughalazhah, yakni denda berat
Diyat Mughalazhah ialah denda yang diwajibkan atas pembunuhan sengaja jika ahli waris memaafkan dari pembalasan jiwa serta denda aas pembunuhan tidak sengaja dan denda atas pembunuhan yang tidak ada unsur-unsur membunuh yang dilakukan dibulan haram, ditempat haram serta pembunuhan atas diri seseorang yang masih ada hubungan kekeluargaan. Ada pun jumlah diat mughallazhah ialah : 100 ekor unta terdiri 30 ekor unta berumur 3 tahun, 30 ekor unta berumur 4 tahun serta 40 ekor unta berumur 5 tahun (yang sedang hamil).

Diat Mughalazah ialah :
• Pembunuhan sengaja yaitu ahli waris memaafkan dari pembalasan jiwa.
• Pembunuhan tidak sengaja / serupa
• Pembunuhan di bulan haram yaitu bulan Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
• Pembunuhan di kota haram atau Mekkah.
• Pembunuhan orang yang masih mempunyai hubungan kekeluargaanseperti Muhrim, Radhâ’ah atau Mushaharah.
• Pembunuhan tersalahdengan tongkat, cambuk dsb.
• Pemotongan atau membuat cacat angota badan tertentu.

Diyat Mukhaffafah, yakni denda ringan.
Diyat Mukhoffafah diwajibkan atas pembunuhan tersalah. Jumlah dendanya 100 ekor unta terdiri dari 20 ekor unta beurumur 3 tahun, 20 ekor unta berumur 4 tahun, 20 ekor unta betina berumur 2 tahun, 20 ekor unta jantan berumur 2 tahun dan 20 ekor unta betina umur 1 tahun.

Diyat Mukhoffafah dapat pula diganti uang atau lainya seharga unta tersebut. Diat Mukhoffafah adalah sebagai berikut :

• Pembunuhan yang tersalah.
• Pembunuhan karena kesalahan obat bagi dokter.
• Pemotongan atau membuat cacat serta melukai anggota badan.


Baru tau saya kalau nilai nyawa seorang muslim cuman segitu ya?... se- Image ...hihihi... murah ga? :green:


Image
AIR
User avatar
AIR
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users