. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Analisa hubungan Islam dan Yahudi sejak jaman Muhammad dan Islam sampai saat ini.

Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby Adadeh » Fri Mar 05, 2010 5:28 am

Silakan baca buku Son of Hamas (Putra Hamas) dalam bahasa Indonesia di sini (klik):
SON OF HAMAS (PUTRA HAMAS)
====================================

Ini adalah wawancara dari wartawan FoxNews bernama Hannity dengan putra pendiri Hamas yakni Mosab Hassan Yousef.



Hannity (FoxNews):
Tamu kita berikut adalah Mosab Hassan Yousef. Dia adalah mata2 Israel yang paling berharga, yang berada dalam organisasi Hamas selama lebih dari 10 tahun. Dalam masa karirnya sebagai mata2 Israel, dia berhasil menyelamatkan sangat banyak nyawa karena keberhasilannya memberi informasi yang menggagalkan lusinan usaha bom bunuh diri. Dibandingkan mata2 lain, dia bisa lebih mudah mendapatkan informasi ini karena dia adalah putra dari pendiri organisasi Hamas yakni Syeikh Hassan Yousef yang ditangkap di tahun 2005. Mosab Yousef lalu murtad dari Islam dan kemudian memeluk Kristen, meninggalkan Tepi Barat Palestina untuk hidup di California, USA, di tahun 2007.

Image

Mosab Yousef menulis buku yang berjudul “Son of Hamas” (Putra Hamas) yang membahas pengalamannya yang heroik. Buku ini sangat mencekam, berisi keterangan akan teror, pengkhianatan, intrik politik, dan pilihan2 yang sulit.

Inilah Mosab Hassan Yousef. Selamat datang. Terima kasih atas kedatangan Anda di sini bersama kami. Pertama-tama aku ingin membahas apa yang kau jabarkan tentang Islam. Kau menjelaskan bahwa ibadah Islam tertinggi yang kau pelajari sejak kecil adalah JIHAD.

Image

MHY:
Ya, aku membandingkan Islam sebagai sebuah tangga. Tahap pertama dari tangga itu adalah budaya/tradisi Islam dan tahap tangga tertinggi adalah Jihad. Ini adalah ibadah tersuci dan kewajiban tertinggi yang bisa dilakukan Muslim bagi tuhan dalam Qur’an.

Hannity:
Baiklah. Kau juga bahkan menjelaskan bahwa yang paling dibenci masyarakat Palestina adalah keberadaan Israel. Ayahmu ingin menghancurkan negara Israel.

MHY:
Iya. Tuhan dalam Qur’an itu sangat benci Yahudi dalam segala hal, tak peduli Israel itu menjajah atau tidak. Jadi masalahnya terletak pada tuhan dalam Qur’an dan bukan pada umat Muslim.

Hannity:
Ayahmu membenarkan usaha bom bunuh diri, selama bukan dia yang melakukannya.

MHY:
Iya. Dia membenarkan perbuatan bom bunuh diri, dan pemimpin Hamas lainnya juga beranggapan begitu.

Hannity:
Kau menulis begini: “Jika aku mati, setidaknya aku mati syahid dan masuk surga.” Apakah kau benar² percaya bahwa jika kau membunuh orang tak bersalah dengan cara mengikatkan bom pada tubuhmu dan meledakkannya, maka kau akan masuk surga.

MHY:
Tentu saja. Memang begitu yang dipercayai setiap Muslim. Ini merupakan janji dari yang Maha Tinggi dalam umat Islam. Kau mati bagi kemuliaan tuhan Qur’an dan kau akan masuk surga.

Image

Hannity:
Apakah kau juga percaya kau akan dapat 72 perawan surgawi?

MHY:
(Senyum) Pada saat tertentu aku percaya akan hal itu seperti Muslim pada umumnya.

Hannity:
Apakah kau merasa kau dulu dicuci-otak atau diindoktrinasi untuk percaya hal seperti itu?

MHY:
Ini sih bukan cuci otak. Ini adalah bagaimana orang tumbuh besar di lingkungan Muslim. Semua orang mengatakan begitu padamu. Di sekolah, jalanan, setiap acara, semuanya melaporkan keterangan yang sama tentang Islam.

Hannity:
Bagaimana akhirnya kau bisa jadi mata² Israel? Kau dipenjara di Israel, dan agen Israel mendekatimu. Tadinya kau sebenarnya ingin membunuh agen Yahudi yang memintamu untuk jadi mata2 mereka. Bagaimana kisahnya kok kau sampai bisa bekerja bagi mereka?

MHY:
Iya, memang benar begitu. Kisahnya panjang, makanya aku menulis buku “Son of Hamas.” Kisah perubahan hati ini sangatlah panjang. Singkatnya adalah aku awalnya berpura-pura setuju untuk bekerja bagi Israel untuk menghancurkan mereka, tapi akhirnya yang terjadi malah sebaliknya. Aku jadi bekerja bagi Israel untuk memberitahu tentang usaha2 Hamas. Jujur saja, aku yakin aku berjuang melawan kejahatan, dan bukannya melawan Hamas, masyarakat Palestina. Aku lakukan yang benar untuk menyelamatkan nyawa manusia, baik nyawa orang2 Israel, maupun orang2 Palestina, termasuk nyawa ayahku dan para ketua Hamas lainnya.

Hannity:
Apakah dengan begitu nyawamu sekarang terancam, terutama setelah kau menulis buku?

MHY:
Iya betul, tapi dari dulu hidupku memang sudah penuh bahaya, jadi aku sih sudah terbiasa.

Hannity:
Berikan contoh informasi yang kau berikan pada pihak Israel tentang usaha pemboman bunuh diri.

MHY:
Aku bukan anggota Hamas, tidak berada dalam badan Hamas, dan tidak diwajibkan untuk jadi bagian dari Hamas. Jika aku jadi anggota Hamas, maka aku hanya bisa melakukan satu tugas saja. Posisiku adalah di luar dan dalam Hamas, cukup dekat dengan Hamas untuk bisa melihat rahasia strategi mereka. Aku berasal dari budaya, agama, dan lingkungan yang sama dengan mereka. Aku mengerti mentalitas teroris, aku mengenal nama2 mereka, aku bisa mengerti apa yang mereka katakan, dan karena itulah aku bisa berhasil mendapat informasi.

Hannity:
Jadi kau dibesarkan dengan mentalis bahwa kau nantinya akan mati syahid karena itulah ibadah tertinggi dalam Islam. Mari kita lihat gambaran besarnya. Apakah kebanyakan Muslim juga setuju dengan pendapatmu? Apakah kepercayaan seperti ini lumrah dalam Islam? Ini kutanyakan karena kita sering mendengar pernyataan bahwa ada perbedaan antara Islam radikal dan moderat.

MHY:
Ngawur berat tuh. Tidak ada tuh perbandingan antara Muslim moderat dan Muslim fanatik. Bagiku semua Muslim ya sama ajah. Mereka semua percaya tuhan dalam Qur’an dan bahwa Qur’an berasal dari tuhan tersebut.

Hannity:
Jadi apakah semua Muslim berpendapat bahwa Jihad adalah kewajiban hidup mereka?

MHY:
Tak ada pilihan lain. Jika mereka percaya bahwa setiap kata dalam Qur’an itu berasal dari tuhan, maka ...

Hannity:
Aku ingin bertanya lagi. Para Muslim banyak mengatakan tentang Islam moderat. Apakah menurutmu Islam moderat itu tidak ada?

MHY:
Tidak ada. Tapi kuberitahu satu hal yang penting. Muslim itu punya akhlak, rasa tanggung jawab, dan akal sehat yang melebihi tuhan mereka. Teroris Muslim yang terjahat sekalipun memiliki akhlak dan humanitas yang lebih besar daripada tuhannya sendiri. Tuhan mereka itu adalah makluk teroris nan g0bl0k.

Hannity:
Baiklah. Pertanyaan terakhir. Kau telah berbicara dengan ayahmu. Dia tahu bahwa kau bekerja bagi Israel. Gimana sih percakapan tersebut?

Image

MHY:
Dia sepenuhnya memaafkan diriku. Tapi begitu aku mengutarakan keberadaan diriku di muka umum, dia tidak bisa lagi menahan tekanan dari tuhannya dan masyarakatnya. Tuhannya telah menguliti habis nuraninya. Sekarang dia merasa terbelah antara membela diriku dan tuhannya.

Hannity:
Baiklah. Buku “Son of Hamas” sungguh menarik. Aku tak sanggup berhenti membacanya. Terima kasih atas penjelasanmu.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Fri Mar 05, 2010 3:46 pm

ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Mar 05, 2010 3:53 pm

ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Mereka Harus Dibebaskan dari Tuhan Mereka****

Postby Adadeh » Wed Mar 10, 2010 7:07 am

Mereka Harus Dibebaskan dari Tuhan Mereka
The 'Son of Hamas' author on his conversion to Christianity, spying for Israel, and shaming his family.
By MATTHEW KAMINSKI
Nashville, Tenn.

Image
Mosab Hassan Yousef

'I absolutely know that in anybody's eyes I was a traitor," says Mosab Hassan Yousef. "To my family, to my nation, to my God. I crossed all the red lines in my society. I didn't leave one that I didn't cross."

Now 32, Mosab is the son of Sheikh Hassan Yousef, a founder and leader of the Palestinian terrorist group Hamas. Throughout the last decade, from the second Intifada to the current stalemate, he worked alongside his father in the West Bank. During that time the younger Mr. Yousef also secretly embraced Christianity. And as he reveals in his book "Son of Hamas," out this week, he became one of the top spies for Israel's internal security arm, the Shin Bet.

The news of this double conversion has sent ripples through the Middle East. One of Mr. Yousef's handlers at the Shin Bet confirmed his account to the Israeli daily Haaretz. Hamas—already reeling from the assassination of a senior military chief in Dubai in January—calls his claims Zionist propaganda. From the Israeli prison he has occupied since 2005, Sheikh Yousef on Monday issued a statement that he and his family "have completely disowned the man who was our oldest son and who is called Mosab."

For the past two years, Mosab Yousef has lived near San Diego, where he's kept a low profile out of concern for his security. The U.S. is currently weighing his application for political asylum, and until his confession to espionage and the publicity blitz that accompanied it this week, only knew him as the son of a terrorist who sometimes attends evangelical churches in California. The book is intended to launch a new life in America.

Mr. Yousef, whose large, engaging eyes sit prominently on an oval face, says he was confused for many years himself, and realizes many people will be as well. His family has been shamed and old friends refuse to believe him. The book, a Le Carréesque thriller wrapped in a spiritual coming-of-age story, is an attempt to answer what he says "is impossible to imagine"—"how I ended up working for my enemies who hurt me, who hurt my dad, who hurt my people."

"There is a logical explanation," he continues in fairly fluent English. "Simply my enemies of yesterday became my friends. And the friends of yesterday became really my enemies."

The first half of his memoir describes a childhood in Ramallah marked by close familial ties and the Israeli occupation. He describes a kind and unusual Muslim father who cooks dinner, treats his mother well, and cares for his neighbors. An imam trained in Jordan, Sheikh Hassan Yousef rises to prominence in their hometown, and in 1986—along with six other men including the wheelchair-bound cleric from Gaza, Sheikh Ahmed Yassin—forms Hamas at a secret meeting in Hebron. The first Palestinian Intifada—or uprising—breaks out the following year. Mosab did his part, throwing stones at Israeli settlers and army vehicles.

"Most people heard about Hamas after Hamas started carrying out terrorist attacks," he says now, speaking near his agent's home here in Nashville. "Hamas started out as an idea. Let's say a noble idea—resisting occupation." Those early clashes with the Israelis begat worse violence, and the cemetery near his house began to fill up with cadavers. Palestinians also turned on each other. A corrupt and authoritarian Palestinian Liberation Organization (PLO) sparred with the rising Hamas and other groups. All of them used accusations of "collaboration" as an excuse to torture and kill rivals or the weak.

Mr. Yousef traces his awakening to his first sustained exposure to Hamas cruelty. In 1996, he was arrested by the Israelis for buying weapons. He says he was beaten and tortured badly in custody. It was then that the Shin Bet approached him. He says he thought about becoming a double agent. "I wanted revenge on Israel," he writes. But when he was sent to serve his term at the Megiddo prison in northern Israel, he says he was more shocked by the way the maj'd, Hamas's security wing, dealt with other prisoners.

"Every day, there was screaming; every night, torture. Hamas was torturing its own people!" he writes. The Muslims he met in jail "bore no resemblance to my father" and "were mean and petty . . . bigots and hypocrites."

By agreeing to work with the Shin Bet, he got out of prison early. He says he was curious about the Israelis and fast abandoned his idea to become a double agent. Though he took money from Shin Bet and stayed on their payroll for a decade, his handlers in the early years didn't ask much of him. They encouraged him to study and be a model son. His code name was the Green Prince: green as in the color of the Islamist Hamas flag, and prince as the offspring to Hamas royalty.

During those quiet years he met a British cabbie in Jerusalem who gave him an English-Arabic copy of the New Testament and invited him to attend a bible study session at their hotel. "I found that I was really drawn to the grace, love and humility that Jesus talked about," he says in "Son of Hamas."

As a spy, Mr. Yousef wasn't fully activated until the outbreak of the second Intifada in September 2000. A few months before at Camp David, the late PLO chief Yasser Arafat had turned down the Israeli offer of statehood on 90% of the West Bank with East Jerusalem as the capital. According to Mr. Yousef, Arafat decided he needed another uprising to win back international attention. So he sought out Hamas's support through Sheikh Yousef, writes his son, who accompanied him to Arafat's compound. Those meetings took place before the Palestinian authorities found a pretext for the second Intifada. It came when future Prime Minister Ariel Sharon visited the Temple Mount in Jerusalem, site of the Al-Aqsa Mosque and the Dome of the Rock. Mr. Yousef's account helps to set straight the historical record that the uprising was premeditated by Arafat.

Mr. Yousef tells me that he was horrified by the pointless violence unleashed by politicians willing to climb "on the shoulders of poor, religious people." He says Palestinians who heeded the call "were going like a cow to the slaughterhouse, and they thought they were going to heaven." So, as he writes in the book, "At the age of twenty-two, I became the Shin Bet's only Hamas insider who could infiltrate Hamas's military and political wings, as well as other Palestinian factions."

Mr. Yousef claims some significant intelligence coups for himself, and he says he isn't telling the world everything. Early on, he was first to discover that the Al-Aqsa Martyrs Brigades, a terrorist group born during the second Intifada, was made up of Arafat's guards, who were directly funded by international donors. He says he found the most lethal Palestinian bomb maker and foiled assassination plots against President Shimon Peres, then foreign minister, as well as a prominent rabbi. He says he broke up cells of suicide bombers about to attack Israel. And he helped convince his father to be the first prominent Hamas leader to offer a truce with Israel.

His handler—a "Captain Loai," now retired from the Shin Bet—corroborated many of these stories to Haaretz. The paper said the Shin Bet considered Mr. Yousef "the most reliable and most senior agent."

Mr. Yousef strains to justify himself, but ultimately "the question is whether I was a traitor or a hero in my own eyes."

So we're back to why?

The motivation, he says, was to save lives.

"I'd seen enough killing. I was a witness to lots of death . . . Saving a human life was something really, really beautiful . . . no matter who they are. Not only Israeli people owe me their lives. I guarantee many terrorists, many Palestinian leaders, owe me their lives—or in other words they owe my Lord their lives."

He says he used his influence at Shin Bet to get the Israelis to try to arrest Hamas and other Palestinian figures rather than blow them up with missile strikes. He says he saved his father from the fate of Sheikh Yassin and other Hamas leaders whom the Israelis killed by secretly arranging to have him arrested. "I know for sure that my father is alive today, he still breathes, because I was involved in this thing," he says.

Mr. Yousef has some of the evangelist in him, even as he insists he is not a particularly devoted Christian and is still learning about his new religion. He wants Palestinians and Israelis to learn what he did from the Christian God.

"I converted to Christianity because I was convinced by Jesus Christ as a character, as a personality. I loved him, his wisdom, his love, his unconditional love. I didn't leave [the Islamic] religion to put myself in another box of religion. At the same time it's a beautiful thing to see my God exist in my life and see the change in my life. I see that when he does exist in other Middle Easterners there will be a change.

"I'm not trying to convert the entire nation of Israel and the entire nation of Palestine to Christianity. But at least if you can educate them about the ideology of love, the ideology of forgiveness, the ideology of grace. Those principles are great regardless, but we can't deny they came from Christianity as well."

Mr. Yousef says he felt burned out and decided to stop working for the Shin Bet in 2006, against their wishes. He made his way to friends in southern California whom he'd met through bible study.

As the son of a Muslim cleric, he says he had reached the conclusion that terrorism can't be defeated without a new understanding of Islam. Here he echoes other defectors from Islam such as the former Dutch parliamentarian and writer Ayaan Hirsi Ali.

Do you consider your father a fanatic? "He's not a fanatic," says Mr. Yousef. "He's a very moderate, logical person. What matters is not whether my father is a fanatic or not, he's doing the will of a fanatic God. It doesn't matter if he's a terrorist or a traditional Muslim. At the end of the day a traditional Muslim is doing the will of a fanatic, fundamentalist, terrorist God. I know this is harsh to say. Most governments avoid this subject. They don't want to admit this is an ideological war.

"The problem is not in Muslims," he continues. "The problem is with their God. They need to be liberated from their God. He is their biggest enemy. It has been 1,400 years they have been lied to."

These are all dangerous words. Of the threats issued to his life by Islamists, he says, "That's not the worst thing that can happen to you. I'm OK with it, I'm not afraid. . . . Palestinians have reason to kill me. Some Israelis may want to kill me. My goal is not to defeat my enemy. It is to win over my enemy."
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby Adadeh » Thu Mar 18, 2010 1:10 pm

Mus’ab Hassan Yusuf
Putra Ketua Hamas di Tepi Barat, Syeikh Hassan Yusuf.

Wawancara dengan BBC Arab di Inggris, 12 Maret, 2010.



MY (Mus'ab Yusuf):
Aku telah katakan, dan akan terus kukatakan bahwa masalahku bukan dengan Hamas atau dengan umat Muslim. Masalahku adalah dengan Tuhan Islam dan dengan Nabi Islam. Karena merekalah pertikaian terus-menerus terjadi. Dan ini membuat aku berpikir arah mana yang akan kupilih dalam hidupku. Tentu saja, penyiksaan yang dilakukan orang² Hamas terhadap anggota² Hamas sendiri di penjara, kebodohan mereka, ketidakmampuan berpolitik mereka, membuat aku akhirnya berbicara di depan umum.


Memri TV:
Apakah kau berkata bahwa pandangan²mu yang kau sebut sebagai “Hamas Islam” membuatmu bekerjasama dengan orang² Israel?

Image

MY:
Siapa bilang ada Hamas Islam dan Al-Qaeda Islam? Itu hanya perkataanmu sendiri saja. Aku tidak mengatakan begitu kok. Yang kukatakan adalah Islam ya Islam, dan Qur’an ya Qur’an. Qur’an itu punya kepribadian ganda, dan Tuhan Islam juga menderita kepribadian ganda. Semua Muslim yang mengikuti Tuhan Islam mengartikan Islam sesuka mereka sendiri. Tapi ini tidak merubah sifat Islam yang teroristik dan suka membunuh. Melalui Qur’an, Islam mengajak orang² untuk membunuh orang lain dan meledakkan diri mereka sendiri.


Memri TV:
Di bagian mana Qur’an mengajak Muslim untuk melakukan terorisme?

MY:
Silakan lihat Qu’ran, Sura At-Taubah, ayat 5 dan 29.
Masalahnya adalah Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Aku mengajak umat Muslim untuk membaca Qur’an dan mengerti artinya, sebelum mereka mengatakan Islam itu agama damai dan penuh belas kasih. Tuhan Islam itu memerintahkan pembunuhan atas semua non-Muslim. Tuhan Islam memerintahkan Muslim untuk membunuhku hari ini.


Memri TV:
Tapi tidakkah kau setuju bahwa Islam juga mengakui agama² lain, meninggikan Yesus, mengakui Yudaisme, dll? Kamu mengakui hal ini atau tidak?

MY:
Ada beberapa pandangan tak dapat dipercaya dari beberapa pemikir Islam, tapi mereka semua tidak setaraf dengan Tuhan Islam yang mengatakan, “Bunuh para Ahli Kitab di mana pun kau jumpai mereka.”


Memri TV:
Bagaimana kau bisa mengatakan begitu? Apakah benar Qur’an memerintahkan untuk membunuh para Ahli Kitab?

MY:
Tuhan Islam berkata, “Bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.” Silakan baca Sura-nya.


Memri TV:
Tapi para Ahli Kitab kan bukan orang pagan?

MY:
Jika kau ingin berdebat denganku… baiklah. Muhammad, si Nabi Islam, adalah teladan utama umat Muslim, bukan? Apakah Muhammad membunuh para Yahudi di Khaybar? Iya atau tidak? Katakan padaku. Kenapa musti memlintir fakta? Umat Muslim harus jujur terhadap diri mereka sendiri dan pada seluruh masyarakat di dunia. Muhammad – sang teladan utama umat Muslim – membunuhi Yahudi Khaybar, Qurayza, dan Nadhir. Dia membunuh anak² mereka dan menangkapi kaum wanitanya. Begini nih teladan utama umat Muslim.


Image

Memri TV:
Jadi masalahmu adalah dengan sejarah Islam dan bukannya dengan keadaan jaman sekarang.

MY:
Masalahku adalah dengan si Nabi Palsu Muhammad dan Tuhan Islam. Umat Muslim itu bukanlah teroris secara alamiah. Menurut pendapatku, mereka merupakan salah satu dari negara² terbaik. Tapi jika umat Muslim terus-menerus melindungi para teroris, dan memuji dan menghormati para teroris yang meledakkan diri mereka, membunuhi anak², artinya mereka melakukan tindakan terorisme itu. Ayahku juga melakukan itu.
Israel telah melakukan kekerasan dan membunuh orang² tak bersalah. Israel kadangkala melakukan kesalahan. Setiap negara di dunia juga pernah melakukan kesalahan, tidak hanya Israel saja. Perbedaan antara Israel dan Hamas adalah:


Memri TV:
Jika tentara Israel membunuh orang² tak bersalah, maka itu adalah “kesalahan,” tapi jika orang lain membunuh orang² tak bersalah, maka itu bukan “kesalahan.” Apakah begitu?

MY:
Membunuh itu adalah kesalahan, tidak peduli siapapun pembunuhnya. Tapi Hamas tidak punya prinsip, tidak punya hukum, tidak punya batas apapun, sedangkan Israel terikat dengan hukum dan konstitusi. Jika warga Israel bersikap rasis, maka dia akan diajukan ke Pengadilan. Coba tunjukkan padaku pejabat Hamas yang diajukan ke pengadilan?
Menurut pandanganku, jika Islam diterapkan dengan benar, maka seluruh dunia Arab dan Muslim, bahkan seluruh dunia, akan hancur, karena setiap Muslim akan menjadi seorang Bin Laden.
Masyarakat Kristen telah ditindas selama 14 abad, bukan oleh Muslim, tapi oleh Tuhan Islam. Penindasan ini dimulai dari Qur’an dan perilaku sang Nabi Islam.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby AkuAdalahAink » Thu Mar 18, 2010 2:15 pm

Sekedar menandai untuk mengingatkan diri sendiri agar menyundul setiap hari... O:)
User avatar
AkuAdalahAink
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1083
Joined: Thu Mar 11, 2010 9:44 pm

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby slowrock » Fri Mar 19, 2010 7:37 am

nice :supz:
Dunia tidak ****. Dunia bisa melihat \:D/
slowrock
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Joined: Tue May 06, 2008 2:21 am

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby abi ihsan » Fri Sep 28, 2012 12:42 am

Ada yg perlu diluruskan di sini, perbuatan umat bukan sebuah ajaran. Jika Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, muslimnya banyak yang tidak sholat komplit 5 waktu, hukum sholat tidak berubah menjadi tidak wajib. Hukum sholat 5 waktu tetap wajib, apapun perilaku umatnya. Sama seperti kasus beberapa pendeta di eropa yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak (maaf saya tidak bisa menyediakan link, tapi saya kira kita tahu berita itu, kalau penasaran coba search di google). Bukan berarti di ajaran kristen membolehkan pendeta melakukan pelecehan seksual terhadap anak kan.

Itulah yang terjadi. Mosab mempelajari islam melalui kelakuan umatnya (tak terkecuali ayahnya). Dan perlu dipahami bahwa di Islam terdapat golongan2 yang akan/telah muncul seperti yang telah dikabarkan Nabi Muhammad (sholawat dan salam kepadanya). Salah satunya golongan khawarij yang biasa melakukan bom bunuh diri. Di Islam (bukan kelakuan umat Islam ya sekali lagi) tidak diperbolehkan membunuh anak2 dan wanita dan orang kafir dalam salah satu jenis: dalam lindungan negara islam dan/atau dalam perjanjian. Penakhlukan Sholahuddin Al Ayubi di Palestina contohnya (kebetulan ini kelakuan umat yang sesuai ajaran Islam). Jangankan di luar Islam, Umat Islam yang benar2 menjalankan Islam dengan benar sendiri pun selalu disusahkan bahkan dimusuhi oleh umat Islam yang tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya.

Maaf, kalau ada tanggapan/pertanyaan, mungkin saya tidak sedang memantau forum ini. Tapi lebih jelasnya silahkan kunjungi www.salafy.or.id karena di situ anda insyaAllah sudah akan menemukan jawabannya. Saya pun masih belajar banyak dari situs tersebut.
abi ihsan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Fri Sep 28, 2012 12:11 am

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby spaceman » Fri Sep 28, 2012 4:08 pm

abi ihsan wrote:Ada yg perlu diluruskan di sini, perbuatan umat bukan sebuah ajaran. Jika Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, muslimnya banyak yang tidak sholat komplit 5 waktu, hukum sholat tidak berubah menjadi tidak wajib. Hukum sholat 5 waktu tetap wajib, apapun perilaku umatnya. Sama seperti kasus beberapa pendeta di eropa yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak (maaf saya tidak bisa menyediakan link, tapi saya kira kita tahu berita itu, kalau penasaran coba search di google). Bukan berarti di ajaran kristen membolehkan pendeta melakukan pelecehan seksual terhadap anak kan.


Anda ternyata tidak bisa membedakan perbuatan oknum yang sangat ditentang dalam agama si pendeta dan perbuatan yg diizinkan dalam quran tetapi secara kemanusiaan sulit diterima akal sehat ?
Coba baca seluruh quran dan abaikan kata2 dalam kurungnya.
Sekalian investigasi hadis dan sirah ya

abi ihsan wrote: Itulah yang terjadi. Mosab mempelajari islam melalui kelakuan umatnya (tak terkecuali ayahnya). Dan perlu dipahami bahwa di Islam terdapat golongan2 yang akan/telah muncul seperti yang telah dikabarkan Nabi Muhammad (sholawat dan salam kepadanya). Salah satunya golongan khawarij yang biasa melakukan bom bunuh diri. Di Islam (bukan kelakuan umat Islam ya sekali lagi) tidak diperbolehkan membunuh anak2 dan wanita dan orang kafir dalam salah satu jenis: dalam lindungan negara islam dan/atau dalam perjanjian.


Anda keliatan tidak membca dan hanya percaya buta pada kata2 ustad anda, kasian...anda tertipu !

abi ihsan wrote: Penakhlukan Sholahuddin Al Ayubi di Palestina contohnya (kebetulan ini kelakuan umat yang sesuai ajaran Islam). Jangankan di luar Islam, Umat Islam yang benar2 menjalankan Islam dengan benar sendiri pun selalu disusahkan bahkan dimusuhi oleh umat Islam yang tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya.


Kalau kisah itu benar, itu perbuatan mulia seorang pribadi, bukan karena ajaran nabimu. Karena ia sendiri mengeksekusi 600-900 pria yahudi bani qurayza. Termasuk anak laki2 yg baru tumbuh bulu kemaluan !!

abi ihsan wrote: Maaf, kalau ada tanggapan/pertanyaan, mungkin saya tidak sedang memantau forum ini. Tapi lebih jelasnya silahkan kunjungi http://www.salafy.or.id karena di situ anda insyaAllah sudah akan menemukan jawabannya. Saya pun masih belajar banyak dari situs tersebut.


Asal anda mau membuka hati nurani anda dan sedikit saja berlogika, anda akan tersadar dari tipuan arab barbar ini.

Salam
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Putra Hamas Jadi Mata² Yahudi

Postby MyLovelyCarnation » Fri Sep 28, 2012 7:05 pm

ihsan wrote:Penakhlukan Sholahuddin Al Ayubi di Palestina contohnya (kebetulan ini kelakuan umat yang sesuai ajaran Islam). Jangankan di luar Islam, Umat Islam yang benar2 menjalankan Islam dengan benar sendiri pun selalu disusahkan bahkan dimusuhi oleh umat Islam yang tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya.

Huahahahahaha... setiap muslim sudah dibaiat utk berbohong soal tindakan & ajaran bejat bin biadab Muhammad & Alquran-nya, ngga malu2 bersembunyi di balik seorg jongosnya, Sholahuddin.

Sesuai ajaran Islam??? Udah pasti! Atas perintah Islam aka Muhammad, Sholahuddin mati2an membela rejim Islam sunni sekaligus membasmi syiah, mati2an mengentuti para kalifah pendahulunya & mendirikan dinasti kalifah baru, mati2an mempertahankan Jerusalem hanya utk mempertahankan kebohongan Muhammad tentang pentingnya Jerusalem bagi Islam!

Klo kamu mau berpikir jernih & bersikap jujur, apa sih keuntungan Jerusalem bagi dunia Islam di saat itu & hingga saat ini?? Kenapa Islam TAK TAU MALU nebeng pada kota Jerusalem sebagai salah satu KOTA SUCI-nya??? Jawaban apologetis apapun yg kamu berikan hanya akan menambah panjang riwayat kebohonganmu di FFI ini... Silahkan jika ingin dilanjutkan.
User avatar
MyLovelyCarnation
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 522
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:30 am
Location: komunitas Ganyang Islam


Return to Resource Center: Islam dan YAHUDI



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users