. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Ttg shahadat, solat, zakat, puasa, haji, termasuk ttg KABAH, Hajar Aswad, Zamzam dan segala ritual spt Isra-Miraj, Idul Fitri dsb

Postby meekomeeko » Mon Sep 22, 2008 5:33 am

o iya ki... ada sementara kritik pada spiritualitas jawa, di mana kebiasaan berpuasa ini mengkondisikan kita berada pada situasi serba kecukupan(maksudnya saya pernah merasakan keadaan yang mana saya tidak merasa ingin (bukan butuh) apa2 lagi makan,minum ,kerjaan dah ada) oleh karena itu kita tidak merasa perlu lagi mengejar hal-hal yg bisa dicapai bila kita benar-benar menginginkannya,seperti misalnya orang barat itu yang selalu mengejar puncak teknologi karena mereka "never satisfied". Dengan spiritualitas jawa ini -nrimo dll itu- berpengaruh terhadap kemajuan kita yang rada lelet, atu is there another explanation...?
Ki apa dulu waktu remaja, gk pingin seperti yg saya alami(pingin bisa macem daya linuwih , ato emang dah linuwih dri lair jd gak pengin ya?)
meekomeeko
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 95
Joined: Fri Nov 02, 2007 4:13 pm
Location: Solo

Postby ki_sabdopalon » Mon Sep 22, 2008 12:29 pm

meekomeeko wrote:o iya ki... ada sementara kritik pada spiritualitas jawa, di mana kebiasaan berpuasa ini mengkondisikan kita berada pada situasi serba kecukupan(maksudnya saya pernah merasakan keadaan yang mana saya tidak merasa ingin (bukan butuh) apa2 lagi makan,minum ,kerjaan dah ada) oleh karena itu kita tidak merasa perlu lagi mengejar hal-hal yg bisa dicapai bila kita benar-benar menginginkannya,seperti misalnya orang barat itu yang selalu mengejar puncak teknologi karena mereka "never satisfied". Dengan spiritualitas jawa ini -nrimo dll itu- berpengaruh terhadap kemajuan kita yang rada lelet, atu is there another explanation...?
Ki apa dulu waktu remaja, gk pingin seperti yg saya alami(pingin bisa macem daya linuwih , ato emang dah linuwih dri lair jd gak pengin ya?)


Pertama, oleh karena itu puasa tidak boleh terus-terusan kecuali kita sudah tua dan memang sudah cukup dengan dunia.
Kedua, dalam ajaran kejawen ada kewajiban yang harus dilakukan manusia hidup yaitu memayu hayunging bawono (ikut serta membangun dunia). Jadi manusia hidup itu wajib ikut serta membangun dunia. Nanging kudu tansah sepi ing pamrih rame ing gawe (Namun harus selalu dilakukan tanpa pamrih dan giat).
Ajaran kejawen yang diajarkan pada saya tidak mengenal konsep nrimo atau menerima apa adanya.

Waktu saya muda saya tidak ingin daya linuwih, saya hanya ingin manunggal karena saya pikir kalau sudah manunggal apapun bisa saya lakukan. Langit bisa kita jadikan bumi dan bumi bisa kita jadikan langit. Jadi buat apa ingin hal-hal yang remeh-remeh seperti daya linuwih.
ki_sabdopalon
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 188
Joined: Wed May 17, 2006 8:08 pm
Location: Jawa

Postby swatantre » Tue Oct 07, 2008 9:34 pm

bodhisattva wrote:
swatantre wrote:
bodhisattva wrote:kejawen bukannya agama campuran islam,hindu,buddha dan jawa ki?kejawen percaya tuhan arab gusti allah swt dan kanjeng muhammad saw sbgai nabi ya ki?kejawen sesat juga donk!harus diperangi juga!


Jadi intinya, bisa saja aliran2 kejawen memakain istilah islam dicampur bahasa jawa bernuansa hindu-buddha, dan kebanyakan emmang begitu, tapi bukan berarti mereka percaya ama islam, awloh sbg Tuhan apalagi muh tolol sbg nabi. Istilah boleh dipake, tapi pengertian esensialnya beda. Jadi, lain kali kalo posting jangan ngasal nuduh orang lain sesat. Jangan sok cuap2 dan ngerasa bener sdr. Btw, muslim banget sih kamu......
untuk memerangi muslim kamu harus menjadi muslim,geto swartantre,mang muslim ajah yang boleh ****?kite2 boleh juga lha ya0o....!
pokoke yang namanya nyembah gusti olloh dan kanjeng muhammad musti kudu dimusuhi juga!soale akarnya islam juga kan?jadi mesti di perangi dengan hadist dan ayat2 alquran juga!tul gak?


BUKAN!!!! Akar Kejawen bukan Islam!!!! Liat lagi dong jawaban saya:"Istilah boleh dipake, tapi pengertian esensialnya beda."
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4147
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby caberawit » Fri Oct 10, 2008 6:33 am

ki_sabdopalon wrote:
meekomeeko wrote:..idola gw Om Yesus dong sama mbah Semar(itu yg satu tangan nunjuk ke atas satunya yg di belakang nunjuk ke bawah) Ki Sabdo bisa nggak jelasin filosofinya?
Soal filosofi Eyang Semar maaf saya tidak tahu. Saya pelajari sapto darmo waktu SMP dan tidak intens jadi lupa sekarang.



Mengenai semar saya pernah tulis di sini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... &start=280
caberawit wrote:Mengenai semar
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 4664&start =60

Semar bukan Tuhan, tapi semar adalah simbolisasi Tuhan. Sebab Semar memang tidak ada. Itulah sebabnya ia diberi nama Hyang Ismaya. Maya artinya tidak ada. Tokoh semar itu digunakan oleh orang Jawa untuk menggambarkan Tuhan yang sulit digambarkan (tidak dapat dibandingkan dengan apa pun - tan kena kinaya ngapa). Bagi orang Kejawen, Tuhan itu tan kena kinaya ngapa, berbeda dengan Allah Islam yang serba pasti.

Coba kita lihat gambaran semar: .....


Tulisannya cukup panjang, tapi saya tidak paste-kan semua di sini, biar ngga OOT atau keluar jalur. Sebab, thread ini kan mengenai puasa. Jadi, silahkan dibaca di tempat, kalau tidak sesuai silahkan dikritik, kalo banyak kekurangan silahkan ditambahi.

Rahayu.
User avatar
caberawit
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 280
Joined: Mon Oct 16, 2006 12:59 am

Re: Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Postby membius77 » Wed Jul 07, 2010 1:10 am

waduh...... ni kayaknya ada yg nggak bisa memfungsikan "kacamata" ni. kalau bicara tentang keyakinan, agama, sesembahan atau apalah...! bukankah kita harus "bercermin" dulu hey...! nggak usah sok sing paling bener tentang idealisme, idologi atau teori teori terminologo, kosmologi...... spt kui...! lha mbok yo udah sing arep puasa awan bengi, puasa siang tok, puasa 41 dino, puasa opo wae, ra usah dipermasalahke... tentunya kite kite sbg MANUSIA itu kan diberi akal pikiran budi pekerti hatinurani lan diri. kalau toh apa yang kita lakukan kita anggap benar trus yang dilakukan orang lain itu salah, trus siapa YG berani menjamin bahwa semua " APA INI APA ITU" adalah yg paling BENAR...! apakah "dia" sudah membuktikan kebenarannya dan langsung bernegosiasi dengan yang dianggap TUHANnya itu..! yang menurut kita "pribadi" mengabsolutkan apa apa yang kita diyakini berdasrkan TUHAN ku,mu,dia,dan nya......! pokokmen "beda' kui lumrah hananging luwih lumrah maneh nek ora nganggo saling menjelek jelekkan "sesuatu"nya...!


piss love damai dengan hati .....
membius77
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Wed Jul 07, 2010 12:47 am

Re: Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Postby cah_mulyo » Thu Dec 02, 2010 2:03 pm

Kalau kita waras sudah pasti mengatakan bahwa puasa Romadhon itu jauh lebih mulia dari puasa apapun termasuk puasanya orang ala Kejawen karena, disamping perintahnya jelas aturannya jelas, dan diperintahkan kepada manusia yang beriman. Sementara puasa kejawen itu meniru perilaku binatang, sebut saja ngalong itukan meniru kelakuan Kalong atau sebut saja Pati Geni tidak makan atau tidak minum, itu mengingatkan saya akan kelakuan beruang kutub yang pati geninya hampir lebih dari dua bulan. Perlu saya sampaikan bahwa organ pencernaan kita di desain oleh Allah untuk makanan makanan yang layak, tidak harus Ngebleng, Ngerowot atau lebih-lebih Ngalong.

Orang yang Puasa Romadhon apabila dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan maka kelak mereka akan menjadi orang yang tinggi derajatnya baik dimata manusia maupun dimata sang Pencipta ( Makoman Mahmuudah), sementara kalau melaksanakan puasa ala kejawen bisa dipastikan kelak perilakunya akan mirip dengan binatang yang ditirunya. Kalau dikatakan mempunyai kekuatan spiritual itu omong kosong, karena sesungguhnya dia sedang diikuti dan di manja-manja oleh setan dan sekutunya tanpa disadari.

Jadi kesimpulannya apapun alasannya puasa kejawen seperti itu bukan untuk manusia. Kalau ada manusia yang melakukan hal seperti itu, jelas dia hanya ingin menyamakan dirinya dengan perilaku binatang. Padahal dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia dimuka bumi jauh lebih mulia dari mahluk apapun atau binatang apapun didunia ini. Untuk itu saya hanya bisa menyarankan agar si Aki sadarlah dan ingat tobat, karena bagaimanapun besarnya kesalahan anda, Insya Allah, Allah akan mengampuni. Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang patuh kepada hukum-hukum Allah yang jelas.
cah_mulyo
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Thu Dec 02, 2010 1:43 pm

Re: Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Postby Doc Holliday » Thu Dec 02, 2010 5:09 pm

cah_mulyo wrote:
[b]Kalau kita waras sudah pasti mengatakan bahwa puasa Romadhon itu jauh lebih mulia dari puasa apapun termasuk puasanya orang ala Kejawen karena, disamping perintahnya jelas aturannya jelas, dan diperintahkan kepada manusia yang beriman. Sementara puasa kejawen itu meniru perilaku binatang, sebut saja ngalong itukan meniru kelakuan Kalong atau sebut saja Pati Geni tidak makan atau tidak minum, itu mengingatkan saya akan kelakuan beruang kutub yang pati geninya hampir lebih dari dua bulan. Perlu saya sampaikan bahwa organ pencernaan kita di desain oleh Allah untuk makanan makanan yang layak, tidak harus Ngebleng, Ngerowot atau lebih-lebih Ngalong.

Orang yang Puasa Romadhon apabila dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan maka kelak mereka akan menjadi orang yang tinggi derajatnya baik dimata manusia maupun dimata sang Pencipta ( Makoman Mahmuudah), sementara kalau melaksanakan puasa ala kejawen bisa dipastikan kelak perilakunya akan mirip dengan binatang yang ditirunya. Kalau dikatakan mempunyai kekuatan spiritual itu omong kosong, karena sesungguhnya dia sedang diikuti dan di manja-manja oleh setan dan sekutunya tanpa disadari.

Jadi kesimpulannya apapun alasannya puasa kejawen seperti itu bukan untuk manusia. Kalau ada manusia yang melakukan hal seperti itu, jelas dia hanya ingin menyamakan dirinya dengan perilaku binatang. Padahal dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia dimuka bumi jauh lebih mulia dari mahluk apapun atau binatang apapun didunia ini. Untuk itu saya hanya bisa menyarankan agar si Aki sadarlah dan ingat tobat, karena bagaimanapun besarnya kesalahan anda, Insya Allah, Allah akan mengampuni. Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang patuh kepada hukum-hukum Allah yang jelas.
[/b]


dimana sih mulia nya puasa atas dasar perintah? koq sy belum bisa memahaminya ya? :-k
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Postby yayaya » Thu Dec 09, 2010 12:42 am

iyaaaa.... saya setuju sama yg di atas.....

dimana mulianya puasa yang dilakukan karena kewaiban dan karena perintah.....??????????

Misal kita adalah seorang Bos di sebuah perusahaan...kita yg manusia aja bisa menilai bahwa karyawan yang berkinerja baik karena kesadaran itu lebih mulia daripada karyawan yang kinerjanya baik hanya karena takut melanggar aturan.....

Bukankah "karyawan yang sadar dan sukarela" untuk berkinerja baik itu lebih mulia daripada "karyawan yang baiknya cuman karena takut PUNISHMENT (Dosa) atau ingin REWARD (pahala)" ......??

perlu kejujuran yang mendalam untuk menyadari hal ini.......... O:) O:) O:)

-thanks-
yayaya
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Thu Dec 09, 2010 12:32 am

Re: Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Postby cah_mulyo » Thu Dec 16, 2010 2:28 pm

Begini Bapak....

Sebetulnya yang dimaksud perintah itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya. Contoh yang paling mudah adalah apabila kita disuruh atau diperintah oleh ibu kita untuk mandi, artinya kebersihan hasil mandi itu bukan untuk ibu tetapi untuk si anak sendiri jadi kalau anak melaksanakan perintah sang ibu ogah2an ya jelas hasilnya tidak akan bisa bersih mandinya. Disinilah butuh kedewasaan sang anak sendiri untuk melaksanakan perintah sang ibu secara tulus, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Kasih sayang ibu kepada anak merupakan salah satu tanda-tanda kasih sayang Allah kepada umatnya. Jadi semua perintah Allah pada dasarnya bukan untuk Allah tetapi justru untuk manusia sendiri. Kalau kita melaksanakan perintah dengan ikhlas maka dijamin hasilnya akan maksimal. didalam Al-quran disebutkan bahwa sesungguhnya: tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada Ku. dari ayat ini sudah dapat di ambil pengertian bahwa sesungguhnya diciptakan manusia itu tugas pokoknya di dunia adalah menyembah kepada Allah karena kepada Nya lah kita akan kembali.

Perintah-perintah yang diberikan oleh Allah tidak sama dengan perintah Bos dalam perusahaan kepada karyawannya. Dalam perusahaan apapun pasti ada aturan yang harus dipatuhi, mau diterima dengan ikhlas atau tidak perusahaannya tetap berjalan, jadi apabila seorang bawahan tidak mematuhi aturan bos nya dapat di pastikan dan pasti dia akan di pecat atau dikeluarkan karena tidak mungkin seorang bos memelihara karyawan yang tidak mau di atur. Sekarang kita sadari bahwa langit,bumi dan segala isinya adalah milik Allah, kalau kita tidak mematuhi perintah Allah, terus kita mau tinggal dimana?
cah_mulyo
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Thu Dec 02, 2010 1:43 pm

Postby yvptgxj » Fri Jan 07, 2011 12:37 am

Hal. 1

ki_sabdopalon wrote:Bagi saya orang kejawen, puasa orang islam hanya seperti dagelan tanpa isi. Seperti tong kosong nyaring bunyinya. Tidak membawa manfaat apa-apa kecuali kelaparan di siang hari. Apalagi sekarang sebagian orang islam demikian sombong sehingga memaksa warung-warung makan tutup agar mereka tidak tergoda untuk makan. Katanya puasa islam itu untuk menahan hawa nafsu, lha kalau pemancing-pemancing hawa nafsu dihilangkan semua terus apa yang dipuasai? Tidak ada. Lantas hawa nafsu apa yang ditahan?


Muslim: "Allah SWT membenarkan kemarahan umatnya karena manusia itu tidak ada yang sempurna. Itu lumrah. Sesuai dgn fitrah manusia. Jadi, bila terjadi ketersinggungan/kemarahan umat Islam gara2 warung-warung makan tidak ditutup, itu sebenarnya peringatan dari Allah SWT karena mengganggu makna dari puasa makan, minum & sex. Maknanya apa? Maknanya adalah menjauhkan semua makanan/minuman/sex di hadapan umat islam (dimana saja umat islam berada)."
yvptgxj
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Previous

Return to Ttg Kelima RUKUN Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users