. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Proses Islamisasi di Buku Babad Tanah Jawa

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Proses Islamisasi di Buku Babad Tanah Jawa

Postby shoeslover » Sun Jul 15, 2007 5:35 pm

Image
Buku Babad Tanah Jawa edisi ke 2 Tentang masa2 Kedatangan Islam
Isi Buku Halaman Pertama
GANCARAN

Kawiwitan saka Karaton Blambangan
Kang Nunggal jaman karo Majapahit
Tumeka Demak lan Pajang

Kaimpung dening
WIRJAPANITRA

Toko Buku SADU - BUDI Solo
==============================================================================================
heheheh....perkenalan dulu di hal 1, nanti Ana lanjut tapi tunggu diScan full dulu baru Ana beberkan di sini (FFI-Red)

Tapi ana akan coba berbaik hati dgn menampilkan sedikit Kutipan dari buku tsb : Kutipan Percakapan antara Syek Maulana, Sunan Bonang, Raden loro dan Pengikut2-nya

......Syek Maulana ngandika, Iya bener raden aturira iku. Kang dingin manusa iku wajib ngrawuhi marang sarirane dewe, kapindone wajib pracaya kang salugu marang Allah lan Nabi Muhammad. Mula saiki sira balia bae menyang Tanah Jawa angislamna sakabehing wong Buda ing Tanah Jawa sapangidul. Weruhna ananing shalat limang wektu,sahadat kalimah loro, zakat, pitrah, munggah Kaji, batal, karam, mekruh, kalal, iku kabeh wiyang-wiyangna kang mangerti temenan aja nganti tumpang suh panembahe

Sunan Bonang matur sendika, malah ngaturake nggone ngislamake wong Buda Saurut marga, kira-kira 670, wis pada ngrasuk agama Islam.

Syek Maulana ngendika maneh, iya iku terusna, ing besuk saya tambah akeh kaanane wong Islam. Wis pinesti raden sira dadi gegunungane wong Islam ing Tanah Jawa. lan ararina iku ing Giri kang minangka Imame......

Terjemahan ( Sorry kalo agak Sedikit Amburadul )

........Syek Maulana berkata, iya benar Raden perkataan itu, Sejak jaman dulu manusia itu wajib mengerti Keikhlasan Hatinya sendiri, dan yg Kedua wajib percaya dengan sepenuh hati sama Allah dan Nabi Muhammad, maka mulai sekarang kamu pulang saja je Tanah Jawa meng-Islam-kan semua orang Budha di Tanah Jawa sampai Selatan. Perlihatkan bagaimana caranya Sholat 5 waktu, 2 kalimat Shadat, Zakat, Fitrah, Naik Haji, Batal, Haram, Makruh, Halal. Itu semua disebar luaskan dengan benar-benar mengerti jangan sampai Tumpang tindih penjelasan-nya

Sunan Bonang berkata, malah membicarakan tempat yg buat meng-Islam-kan orang Budha. Sederet Marga kira-kira 670 Sudah pada masuk Agama Islam.

Syek Maulana berkata lagi, iya itu diteruskan, yang berkunjung jadi tambah banyak jumlah orang Islam. Sudah pasti Raden kamu yg akan jadi Panutan-nya orang Islam di Tanah Jawa. Dan atasnama itu Sunan Giri yg bakal menjadi Imamnya.....
==============================================================================================

Sungguh tragis nasib kebudayaan Indonesia di masa pra-Islam di Tanah Jawa dan Umat Budha pada Khusus-nya. Jika sudah membaca buku ini maka bisa menyimpulkan bahwa cara penyebaran Agama Islam di Indonesia pada Jaman dahulu juga tak jauh berbeda dengan jaman sekarang. Anarkis, Paksa, dan Kejam tapi "Halus".
Maksud ana, orang2 Muslim-kan sering ngatain orang2 Kresten kalo dalam menyebarkan Agamanya ( Kresten-red ) sering mengandal-kan embel-embel dan janji-janji Harta ( contoh Sarimie, Indomie, Mie Instan-red )...
padahal disini ( di Buku Babad Tanah Jawa ) cara2 orang Islam dalam Penyebaran-nya juga nyaris mirip dengan tuduhan2 kepada Kresten tsb ( contoh Islam = Singkong, Ladang, Sawah, dan yg pasti suatu kedudukan Terhormat di Kerajaan tsb-red )
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Postby shoeslover » Sun Jul 15, 2007 8:35 pm

Sebelum Men-Telaah lebih lanjut Kisah dalam buku Babad Tanah Jawa, tidak ada salahnya kita mencoba mengenal siapa2 saja sih tokoh-tokoh Islam pada masa itu / Para Walisongo ( Sunan Giri pada Khususnya - red )....Lihat dibawah ini :
==============================================================================================
"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dan Adat Tradisional Jawa ( Kejawen-red ) dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha

==============================================================================================

Dan dibawah ini adalah sedikit Profil Tentang Sunan Giri ( Tokoh yg dibahas dalam Buku Babad Tanah Jawa tsb - red )
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya--seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja

Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri.

Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Postby shoeslover » Sun Jul 15, 2007 8:52 pm

Nah, sebelum kita men-Telaah kisah-kisah tsb secara "Mendalam", mari kita coba merenungkan dan membayangkan secara "sederhana" seandainya Tanah Jawa ( Negara Indonesia ) tidak ada proses Islamisasi seperti yg dilakukakan oleh para Walisongo tsb,....akan JADI APA INDONESIA SEBENARNYA ???

Apakah rakyatnya akan menjadi Miskin2 ? ....> seperti sekarang
Apakah pemerintahan-nya akan Korup2 ? ....> seperti sekarang
Apakah negerinya akan banyak Hutang ? ....> seperti sekarang
Apakah masyarakatnya akan ber"otak" terbelakang ? ....> seperti sekarang
Apakah pembantaian antar pemeluk agama akan Terjadi ? ....> seperti sekarang

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Postby shoeslover » Sun Jul 22, 2007 7:22 pm

Bang Wachdie.jr kemana ya ? Katanya butuh Buku Babad Tanah Jawa.
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Postby ali5196 » Sun Jul 22, 2007 7:46 pm

tenk you man ! Akan gua link ke Resource Centre Jihad di Indonesia !
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Feb 13, 2012 12:54 am

ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Proses Islamisasi di Buku Babad Tanah Jawa

Postby nusakambangan » Thu Apr 12, 2012 7:19 am

Nice om, ini yang tak cari2 mbuleg sampe om google bosen. Tapi ternyata ketemu di FFI. FYI, aku terlahir kafir, tapi sempet jadi mualaf gara2 "daging se ons", tapi sekarang udah kafir lagi ... :supz:
nusakambangan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Tue Apr 10, 2012 3:38 pm


Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users