. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Pesantren Ramah Anak di Garut

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Thu Jun 09, 2011 5:38 pm

RNW :
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/arti ... k-di-garut

Pesantren kadang identik sebagai sarang kekerasan atau tempat anak nakal. Gambaran itu dicoba diperbaiki di Pondok Pesantren Persis Tarogong, di Garut, Jawa Barat. Mereka kini menerapkan konsep pesantren ramah anak. Seperti apa konsep ini dijalankan dan bagaimana hasilnya? Reporter KBR68H Sutami datang ke Garut, mengunjungi pesantren ini untuk Anda.

Berdiri di atas lahan seluas 3 hektar, Pesantren Persis Tarogong menampung sekitar 2700 santri putra dan putri dari berbagai tingkatan. 500 diantaranya mondok atau tinggal di asrama pesantren.


Drop out
Muhammad Iqbal Santoso, pemimpin Ponpes Persis Tarogong, bercerita soal awal mula penerapan konsep ramah anak di pesantren. "Tingkat drop out anak-anak pesantren juga tinggi. Artinya, kalau yang masuk 100 awal tahun, kalau SMP kelas 3 nya tinggal 60-70. Artinya ada 30-40 persen anak-anak yang putus di jalan. Ada sesuatu yang salah di sini, terutama yang mondok atau yang di asrama. "

Salah satu penyebab tingginya drop out: hukuman fisik. Muhammad Nur Ahsan pernah mengalaminya. Saat itu, ia di tingkat tsanawiyah alias SMP. Ahsan baru saja lulus tingkat Mu'allimin, setara SMA. "Nah kita melakukan kesalahan, kita disuruh ke depan semua. Ada yang ringan-ringan push up, paling berat sampai dipukul. Ada di kaki, kadang di tangan, paling parah itu di wajah. Kalau di wajah itu biasanya anak-anak yang sudah bandel-bandel banget."

Tradisi
Hukuman fisik di pesantren ini dulu terasa jamak. Saat menjadi santri, Iqbal Santoso, pemimpin ponpes Persis Tarogong, juga merasakannya. Ia pernah dipukul dengan rotan oleh sang kyai dan ditempeleng oleh ustad atau guru. "Dulu saya ditempeleng, lapor ke orang tua ditambah lagi sama bapak. Malu-maluin kamu.. begitu sama orang tua. Sekarang gak berani guru nempeleng."

Hak menghukum juga ada di santri senior, yang diberi tanggung jawab untuk mengasuh santri junior. Model pengasuhan macam ini lantas diwariskan kepada junior mereka. Iqbal Santoso, pemimpin ponpes Persis Tarogong."Karena itu sebetulnya dampak dari senior sebelumnya. Karena dulu ketika dia junior begitu. Maka ketika dia senior ingin balas dendam. Sama ketika dulu di perguruan tinggi ada plonco gitu. Tetapi sedikit-sedikit itu mulai dihilangkan."

Metode baru
Bosan dengan kekerasan yang tak berkesudahan, sejak tiga tahun lalu Iqbal Santoso menghapus jenis hukuman ini. Iqbal mengadopsi pola pendidikan ramah anak yang dikenalkan lembaga PBB untuk masalah anak UNICEF dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI.

Di program ini tak ada lagi hukuman fisik, kata Asrorun Ni'am Sholeh, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI. "Nah bagaimana mengarahkan hukuman atau punishment yang bersifat fisik itu, kepada punishment yang lebih human dan lebih bersifat edukatif. Inikan bagian dari menciptakan situasi kondusif bagi proses pembelajaran dan juga pendidikan di pesantren."

Kondusif, berarti santri nyaman belajar, tak lagi dibayangi ketakutan kena hukuman fisik. Tiga tahun terakhir, Pesantren Persis Tarogong, tak lagi menerapkan hukuman fisik. Sebagai gantinya, mereka pakai sistem poin. Muhammad Fauzi Rabbani, siswa kelas 2 Mualimin, setara 2 SMA."Kesiangan satu kali, point-nya ada. Nanti kalau udah tiga kali, point-nya udah bertambah, diakumulasikan baru dipanggil orang tuanya. Jadi mendidiknya begitu, gak cara fisik lah."

Cara ini bagi Fauzi lebih baik dibandingkan hukuman fisik. "Masih banyak kan sekolah lain kalau kesiangan gurunya langsung marah. Langsung disetrap di depan kelas. Kalau disetrap di depan kelas, disuruh angkat kaki. Otomatis si anak itu yang disetrap kan jadi malu, nanti dia jadi cenderungnya pemalu, gak punya pendirian, gak pede lah."

Kontrak belajar
Tak cuma santri yang menikmati sistem baru ini. Guru pun senang, kata Dadang Ermawan pengajar Fiqih Syariah. Agar sama-sama enak, di awal tahun dibuat kontrak belajar bersama antara guru dan murid.

"Untuk lebih efektif pembelajaran ini harus ada kesepakatan bersama. Kalau ini bagaimana, kalau itu bagaimana. Tetapi kesepakatan itu bukan ditekankan oleh saya pribadi. Kita tawarkan kepada anak-anak. Misalnya begini. Bagaimana kalau saya lupa bawa buku, berapa jatah waktu tidak boleh masuknya? Kita sampaikan kepada anak-anak, kira-kira menurut kamu berapa kali? Dan harus tanggung jawab. Bagaimana kalau tiga kali? Sepakat? Sepakat ya sudah selesai. Jadi bukan kita yang mengatakan harus tiga kali, kalau tidak tiga kali gini-gini.'

Secara akademis, tingkat drop-out atau putus sekolah juga menurun, kata Pimpinan Ponpes Persis, Tarogong, Muhamad Iqbal Santoso bangga. Jumlah dan kualitas lulusan yang meningkat, menjadikan citra pesantren menjadi baik. Setidaknya untuk Pesantren Persis Tarogong.
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Postby yvptgxj » Thu Jun 09, 2011 6:00 pm

Hati2 buat bangsa/negara/suku/masyarakat islam yang dirahmati allah

Ini pasti ulah kerjaan yahudi dan kristen.

Pesan dari bapak presiden PKS Hidayat Nur Wahid waktu itu (capres favorit versi SMS)
khilafah-kafiriyah-one-world-government-t35244/
yvptgxj
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby duren » Thu Jun 09, 2011 6:01 pm

muslim_netral wrote:Iqbal mengadopsi pola pendidikan ramah anak yang dikenalkan lembaga PBB untuk masalah anak UNICEF dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI.

Kurikulum nya buatan JAHUDI
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11066
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Thu Jun 09, 2011 8:52 pm

duren wrote:Kurikulum nya buatan JAHUDI


Islam menerima segala sesuatu hal positif apapun,sejauh hal tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Allah
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby duren » Thu Jun 09, 2011 9:28 pm

muslim_netral wrote:Islam menerima segala sesuatu hal positif apapun,sejauh hal tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Allah

Iyahhh ... masalahnya Islam juga punya konsep pendidikan

Mendidik bini = Gamparin klo melawan ( ayatnya tau kan )
Mendidik murid murid = Gamparin klo banyak nanya nanya - Q 5.101

Nofe bukan kurikulum yang dari awlloh ini aja yang di fakai ??
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11066
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Thu Jun 09, 2011 9:44 pm

duren wrote:Iyahhh ... masalahnya Islam juga punya konsep pendidikan

Mendidik bini = Gamparin klo melawan ( ayatnya tau kan )
Mendidik murid murid = Gamparin klo banyak nanya nanya - Q 5.101

Nofe bukan kurikulum yang dari awlloh ini aja yang di fakai ??


Beuhhh itu itu lagi, dah berapa ratus halamana dibahas di sini, gak kreatif lo ah...
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby duren » Thu Jun 09, 2011 9:54 pm

muslim_netral wrote:Beuhhh itu itu lagi, dah berapa ratus halamana dibahas di sini, gak kreatif lo ah...

Ohh sory .. ane tadi adjuster nya " bacok bacok kan sama Cresent mode on " hehehe
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11066
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby swatantre » Fri Jun 10, 2011 1:41 am

Hehehe, yang ginian masuk berita, itu secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa pesantren bukanlah tempat yang ramah dan sadar HAM anak. Maka, kalo ada yang 'agak baik' begituan masuk berita dah... :rofl: :rofl:
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4147
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Fri Jun 10, 2011 2:11 am

swatantre wrote:Hehehe, yang ginian masuk berita, itu secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa pesantren bukanlah tempat yang ramah dan sadar HAM anak. Maka, kalo ada yang 'agak baik' begituan masuk berita dah... :rofl: :rofl:


Yah, namanya juga wartawan... ngikutin trend...
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Postby ali5196 » Fri Jun 10, 2011 6:07 am

Anak2 ini memang harus diperlakukan secara manusiawi, agar mereka juga secara manusiawi bisa melakukan:

-gaplok bini sesuai 4:34
-potong tangan dan kaki maling sesuai 5:38
-menyalib dan potong kaki/tangan kafir sesuai 5:33
-memotong leher kafir sesuai 8:12
:supz: :supz:
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby Calo » Mon Jun 13, 2011 2:33 pm

@ muslim_netral

tolong ente jawab pertanyaan ane ini :

apakah menurut ente pola pembelajaran anak di Pesantren Persis Tarogong sebelumnya memakai panduan dari alquran sebagai dasar2 metode pembelajaran yg diterapkan bagi para santrinya?
User avatar
Calo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1510
Joined: Sun Sep 30, 2007 3:08 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Mon Jun 13, 2011 2:35 pm

Calo wrote:@ muslim_netral

tolong ente jawab pertanyaan ane ini :

apakah menurut ente pola pembelajaran anak di Pesantren Persis Tarogong sebelumnya memakai panduan dari alquran sebagai dasar2 metode pembelajaran yg diterapkan bagi para santrinya?


Ane kagak tau,
lom pernah mesantren di sana
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby Calo » Tue Jun 14, 2011 1:08 am

muslim_netral wrote:Ane kagak tau,
lom pernah mesantren di sana

kalo belom pernah nyantren disana berarti ente pernah nyantren di pesantren yg lainnya dong :roll:
User avatar
Calo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1510
Joined: Sun Sep 30, 2007 3:08 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby muslim_netral » Tue Jun 14, 2011 1:16 am

Calo wrote:kalo belom pernah nyantren disana berarti ente pernah nyantren di pesantren yg lainnya dong :roll:

Ya pernah, tapi apa urusannye...
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby Calo » Tue Jun 14, 2011 2:30 am

muslim_netral wrote:Ya pernah, tapi apa urusannye...

gak, cuma nanya aja, supaya ane ada gambaran pola pembelajaran di pesantren secara umum.

di Pesantren ente memakai apa sebagai panduan metode pembelajaran yg diterapkan?
User avatar
Calo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1510
Joined: Sun Sep 30, 2007 3:08 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby pradnyaparamitha » Tue Jun 14, 2011 5:04 am

kurikulum nya netral keliatannya yang "nanya ke ahli kitab dan org nasrani", soalnya doi agak santun di banding yang lain. :-"
User avatar
pradnyaparamitha
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Tue May 10, 2011 4:36 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby tania » Tue Jun 14, 2011 3:07 pm

calo wrote:di Pesantren ente memakai apa sebagai panduan metode pembelajaran yg diterapkan?


Muhammad Iqbal Santoso, pemimpin Ponpes Persis Tarogong, bercerita soal awal mula penerapan konsep ramah anak di pesantren. "Tingkat drop out anak-anak pesantren juga tinggi. Artinya, kalau yang masuk 100 awal tahun, kalau SMP kelas 3 nya tinggal 60-70. Artinya ada 30-40 persen anak-anak yang putus di jalan. Ada sesuatu yang salah di sini, terutama yang mondok atau yang di asrama. "

Salah satu penyebab tingginya drop out: hukuman fisik. Muhammad Nur Ahsan pernah mengalaminya. Saat itu, ia di tingkat tsanawiyah alias SMP. Ahsan baru saja lulus tingkat Mu'allimin, setara SMA. "Nah kita melakukan kesalahan, kita disuruh ke depan semua. Ada yang ringan-ringan push up, paling berat sampai dipukul. Ada di kaki, kadang di tangan, paling parah itu di wajah. Kalau di wajah itu biasanya anak-anak yang sudah bandel-bandel banget."

Tradisi
Hukuman fisik di pesantren ini dulu terasa jamak. Saat menjadi santri, Iqbal Santoso, pemimpin ponpes Persis Tarogong, juga merasakannya. Ia pernah dipukul dengan rotan oleh sang kyai dan ditempeleng oleh ustad atau guru. "Dulu saya ditempeleng, lapor ke orang tua ditambah lagi sama bapak. Malu-maluin kamu.. begitu sama orang tua. Sekarang gak berani guru nempeleng."


ah..si calo kayak gak tau aja? apa pura" gak tau? dipesantren mah pola pembelajarannya ikutin quran lah...apalagi klo bukan itu... \:D/ \:D/
nabok,tempeleng itu hal yg wajar bagi mereka tapi sayang pola spt itu tidak mempan...akhirnya mereka ikut pola Yahudi untuk mendidik anak"...
Iqbal mengadopsi pola pendidikan ramah anak yang dikenalkan lembaga PBB untuk masalah anak UNICEF dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI.

:rofl: :rofl: :rofl:
User avatar
tania
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 95
Joined: Mon Apr 11, 2011 2:34 pm

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby Calo » Wed Jun 15, 2011 12:36 am

tania wrote:ah..si calo kayak gak tau aja? apa pura" gak tau? dipesantren mah pola pembelajarannya ikutin quran lah...apalagi klo bukan itu... \:D/ \:D/
nabok,tempeleng itu hal yg wajar bagi mereka tapi sayang pola spt itu tidak mempan...akhirnya mereka ikut pola Yahudi untuk mendidik anak"...

:lol: bisa aja nih sis tania


ane cuma mau menguji aja kok, soalnya muslim kalo kepepet nguibulpun dapat permakluman dari awloh swt menjadi makruh :finga:
User avatar
Calo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1510
Joined: Sun Sep 30, 2007 3:08 am

Re: Pesantren Ramah Anak di Garut

Postby sixpackguy » Thu Jun 16, 2011 2:38 am

muslim_netral wrote:Pesantren kadang identik sebagai sarang kekerasan atau tempat anak nakal.

Yg ini memang sudah jelas.
:axe:


Rabu, 15/06/2011 14:16 WIB

Santri Ponpes di Tulungagung Tewas Diduga Dianiaya Teman
Tamam Mubarrok - detikSurabaya


Image
Repro: Samsiduha/Tamam Mubarrok


Mojokerto - Seorang santri asal Kabupaten Mojokerto tewas setelah dipukuli temannya di Ponpes Al-Ghozali Karangrejo, Tulungagung. Korban, Samsiduha (13) tersungkur bersimbah darah dan tewas saat dirawat di RSU Saiful Anwar Malang.

Menurut ayah korban Dusun Kedungtalon Desa Padangasri Kecamatan Jatirejo, Munif Sulaiman (43), peristiwa naas terjadi Senin (13/6/2011) malam. Saat itu usai mengikuti kegiatan lomba tartil Al-Quran di pondoknya, korban kembali ke kamarnya. Tanpa dinyana, seorang santri langsung memukulnya hingga berdarah.

"Dari beberapa temannya yang saya tanyai, anak saya meninggal akibat berkelahi," kata Munif kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (15/6/2011).

Usai dipukuli, pihak ponpes yang tidak mengetahui kejadian tesebut langsung menghubungi Munif jika anaknya tiba-tiba pingsan dan dirawat di salah satu rumah sakit di Tulungagung. Saat akan berangkat ke Tulungagung, Munif dihubungi kembali jika anaknya telah dirujuk ke RS Wardi Waluyo Blitar.

Dengan penuh perasaan khawatir, Munif bersama beberapa keluarganya datang ke Blitar untuk mengetahui kondisi anak sulungnya. Setibanya di Blitar, Munif mengetahui kondisi anaknya telah bersimbah darah dan koma. Karena RS di Blitar tak mampu, akhirnya Samsiduha dirujuk ke RSU Saiful Anwar, Selasa (14/6/2011) dinihari.

Sampai di Malang, Samsiduha langsung dirawat secara intensif di IRD. Hingga pukul 18.00 WIB, kondisi Samsiduha semakin kritis. Beberapa dokter yang menanganinya mengatakan jika anaknya dalam Stadium 2.

"Dokter bilang anak saya memasuki stadium 2, kemungkinan hidup sudah sedikit," ujar Munif.

Namun sayang sekitar pukul 19.00 WIB, Samsiduha meninggal dunia. Munif pun minta agar jenazah anaknya tidak diotopsi dan langsung dibawa pulang untuk dimakamkan. Sesampai di rumah duka, beberapa anggota keluarga korban yang tidak tidak terima kejadian tesebut langsung melapor ke Polsek Jatirejo.

Usai melaporkan peristiwa tersebut ke polisi, pagi tadi jenazah Samsiduha langsung diberangkatkan ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani otopsi. Sementara belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat.

(fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2011/06/ ... iaya-teman
User avatar
sixpackguy
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users