. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Pertanyaan tentang Hadist

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Pertanyaan tentang Hadist

Postby daniel-ntl » Wed Apr 30, 2008 8:33 am

to muslimer mau tanya nih
1.kenapa perlu ada hadist kalau sudah ada AlQuran yg "katanya" diturunkan dari surga?
2.apakah jaman semasa Muhammad hidup sudah ada hadist?
kalau sudah ada,apakah hadist itu sudah dilaksanakan pada masa Muhammad hidup?
3.kenapa banyak umat islam yg melaksanakan hadist itu terkesan pilih2?kalo yg masuk akal dilakukan tapi kalo gak masuk akal gak dilakukan.

best regards

daniel
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby Bang Haji » Wed Apr 30, 2008 8:38 am

katanya quran sdh sempurna? kenapa hrs ditopang sama hadist?
User avatar
Bang Haji
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby RektaltubE » Wed Apr 30, 2008 9:25 am

karena momod sendiri juga ndak yakin qurannya emang bener dilempar oleh olloh dari kayangan atau momod hanya berimajinasi dalam mimpi untuk buat quran
maka disuruhlah mumbuat hadis
RektaltubE
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 76
Joined: Sun Apr 06, 2008 4:28 pm

Re: Pertanyaan tentang Hadist

Postby MONTIR KEPALA » Wed Apr 30, 2008 11:11 am

daniel-ntl wrote:to muslimer mau tanya nih
1.kenapa perlu ada hadist kalau sudah ada AlQuran yg "katanya" diturunkan dari surga?

perlu karena Pokok2 Ajaran perlu di terjemahkan dalam konteks keseharian (juknis=petunjuk teknis). Nabi itu sbg BAYAN (penjelas teknis) dari pokok2 aturan dalam Quran. dan ini pun ada payung hukumnya yakni ayat Quran itu sendiri.

2.apakah jaman semasa Muhammad hidup sudah ada hadist?
kalau sudah ada,apakah hadist itu sudah dilaksanakan pada masa Muhammad hidup?

sudah ada, tentunya dilaksanakan.

3.kenapa banyak umat islam yg melaksanakan hadist itu terkesan pilih2?kalo yg masuk akal dilakukan tapi kalo gak masuk akal gak dilakukan.

ya harus donk ...karena ada hadits yg ditemukan ratusan tahun kemudian setelah saksi utama wafat.
jika hadits itu diceritakan oleh kurang dari 4 orang maka disebut hadits Ahad. dan perlu dicek track record penceritanya. dari sana muncul istilah Sahih, lemah, dan hasan. dsb.
jika ada 4 orang yg cerita akan satu hal yg sama maka ini disebut mutawatir. artinya cerita tsb pasti bukan bohong karena tdk mungkin 4 orang berbeda sepakat berbohong akan cerita yg sama. shg para pencerita tdk perlu dicek kredibilitasnya. hadits ini mutlak bisa diterima.

nah dari segi ISI hadits ada macam2 juga. misal hadits yg sampai pada Nabi, tapi ada juga hadits yg hanya omongan/pendapat sahabat saja, dsb.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby dulilah » Wed Apr 30, 2008 6:31 pm

Hadis disusun/dikumpulkan setelah 200 s/d 250 tahun setelah Muhammad meninggal.

Ini adalah daftar kriteria untuk menetapkan sebuah Hadis yang bisa dianggap Sahih:

a) Tidak bertentangan dengan Qur’an atau Hadis Sahih lainnya.

b) Punya mata rantai (isnad) penyampaian kisah yang lengkap

c) Tiada Ellah (cacat2). Sebenarnya terdapat banyak Hadis2 yang cacat oleh ahli Islam terkemuka seperti At-Termizhi dan Ad-Daraqutani.

d) Dan setiap Pencerita di dalam mata rantai haruslah Adil (moral baik), Jujur dan Dabit (punya daya ingat kuat).


Sayang, justru dari hadis2 yg sahih inilah terbuka penilaian tentang Muhammad yg sesungguhnya. Contoh dalam hal ini adalah sbb:


MUHAMMAD, HADIS ABU DAWUD, DAN PERBUDAKAN

Hadis Abu Dawud, vol. 2, bab 597 - "Tentang orang yang memukuli budaknya sewaktu dia mengenakan Ihram (dalam keadaan suci)”

Hadis Abu Daud, #1814- "(Abu Bakr) yang mulia memukuli budaknya dan sang Rasul Allah tersenyum dan berkata: “Lihatlah orang ini yang sedang dalam keadaan suci, apakah yang dilakukannya?” (pesan bagi Hadis ini mengatakan “Abu Bakr memukuli budaknya untuk mengajarnya rasa tanggungjawab.”)

Abu Dawud, vol. 2, bab 683 - "Tentang perkawinan seorang budak tanpa persetujuan majikannya.”

#2074- "Ibn Umar menceritakan sang Nabi berkata: “Jika seorang budak menikah tanpa restu dari majikannya, maka perkawinannya tidak sah dan batal.”

Abu Dawud, vol. 2, bab 1317 - "Kewajiban kontrak seorang budak."
#3499, 3500- "Kewajiban berdasarkan kontrak untuk budak berlangsung selama tiga hari. Jika majikan menemukan suatu cacat pada budak itu dalam waktu tiga hari, majikan dapat mengembalikannya tanpa bukti; jika dia menemukan cacat setelah tiga hari, maka dia harus menunjukkan bukti bahwa budak itu cacat saat dia membelinya.”


MUHAMMAD, MUWATTA IMAM MALIK, DAN PERBUDAKAN

Bagian2 yang disebutkan di bawah menunjukkan hakiki perbudakan dalam hidup Muhammad, dan kehidupan para Kalifah. Muwatta adalah buku hukum Islam yang isinya penuh dengan peraturan bagaimana berhubungan dengan para budak. Budak2 digunakan terus-menerus di seluruh dunia Islam. Dengan melihat banyaknya Hadis2 di sini, bisa dimengerti bahwa banyak orang Muslim yang punya budak2.

Bagian 368 - "Siapa yang memiliki harta milik seorang budak jika budak itu diberi kemerdekaan.”
Bagian 371 - "Budak2 tidak dapat dimerdekakan sebagai Kewajiban dalam membebaskan seorang budak”
Bagian 383 - "Hidup bersama sebagai pasangan seksual dengan seorang budak wanita setelah mengumumkan Mudabbir-nya (Mudabbir = bebas setelah majikannya mati)
Bagian 387 - "Siapa yang berhak atas harta milik seorang budak atau budak gadis remaja pada saat budak dijual.”
Bagian 388 - "Batasan tanggung jawab bagi pihak penjual dalam penjualan seorang budak atau budak gadis remaja.”
Bagian 390 - "Aturan penjualan seorang budak gadis remaja.”
Ada bagian2 tambahan yang berhubungan dengan budak2. Daftar di atas sudah cukup untuk menunjukkan bahwa sangat banyak hubungan dengan para budak selama dan sesudah jaman Muhammad.

Masih banyak lagi hadis yang menggambarkan pribadi Muhammad yg tidak sesuai dengan golden rule universal s/d abad sekarang ini.
Hal ini yang memicu beberapa kaum muslim mencoba utk tidak mengakui hadis dan hanya berpegang pada Al Quran semata.

Semoga membantu.
User avatar
dulilah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 295
Joined: Fri Nov 23, 2007 8:50 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 02, 2008 8:19 am

@ dulilah

nah ini yg gw cari,tapi kenapa pernyataan dulilah bertentangan dengan montir kepala?soal ini :Hadis disusun/dikumpulkan setelah 200 s/d 250 tahun setelah Muhammad meninggal.

apa waktu jaman muhammad hidup ia dan pengikutnya sudah melaksanakan hadist?

kenapa banyak umat islam yg melaksanakan hadist itu terkesan pilih2?kalo yg masuk akal dilakukan tapi kalo gak masuk akal gak dilakukan.

padahal quran dan hadist berdampingan dan tak dapat dipisahkan katanya montir kepala:perlu karena Pokok2 Ajaran perlu di terjemahkan dalam konteks keseharian (juknis=petunjuk teknis). Nabi itu sbg BAYAN (penjelas teknis) dari pokok2 aturan dalam Quran. dan ini pun ada payung hukumnya yakni ayat Quran itu sendiri. jadi gimana ini kenapa banyak umat islam pilih2 soal hadist????????
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby gaston31 » Fri May 02, 2008 9:02 am

@daniel
apa waktu jaman muhammad hidup ia dan pengikutnya sudah melaksanakan hadist?
=======
ketika Muhammad SAW masih hidup, dia adalah sang hadits tsb. daniel udh tau kan apa yg disebut hadits?
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 02, 2008 9:24 am

ok @gaston

sekarang gimana jawaban saudara tentang:

1.kenapa perlu ada hadist kalau sudah ada AlQuran yg "katanya" diturunkan dari surga?

3.kenapa banyak umat islam yg melaksanakan hadist itu terkesan pilih2?kalo yg masuk akal dilakukan tapi kalo gak masuk akal gak dilakukan.
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby MONTIR KEPALA » Fri May 02, 2008 9:37 am

daniel-ntl wrote:@ dulilah

nah ini yg gw cari,tapi kenapa pernyataan dulilah bertentangan dengan montir kepala?soal ini :Hadis disusun/dikumpulkan setelah 200 s/d 250 tahun setelah Muhammad meninggal.

saya akan kasih bukti bahwa pendokumentasian hadits terjadi pada masa Nabi .... bukan abad ke 2 saja ...

Hadits ditulis di zaman nabi

Sahih Bukhari, Volumn 001, Book 003, Hadith Number 112.
Narated By Abu Huraira : In the year of the Conquest of Mecca, the tribe of Khuza'a killed a man from the tribe of Bani Laith in revenge for a killed person, belonging to them. They informed the Prophet about it. So he rode his Rahila (she-camel for riding) and addressed the people saying, "Allah held back the killing from Mecca. (The sub-narrator is in doubt whether the Prophet said "elephant or killing," as the Arabic words standing for these words have great similarity in shape), but He (Allah) let His Apostle and the believers over power the infidels of Mecca. Beware! (Mecca is a sanctuary) Verily! Fighting in Mecca was not permitted for anyone before me nor will it be permitted for anyone after me. It (war) in it was made legal for me for few hours or so on that day. No doubt it is at this moment a sanctuary, it is not allowed to uproot its thorny shrubs or to uproot its trees or to pick up its Luqatt (fallen things) except by a person who will look for its owner (announce it publicly). And if somebody is killed, then his closest relative has the right to choose one of the two... the blood money (Diyya) or retaliation having the killer killed. In the meantime a man from Yemen came and said, "O Allah's Apostle! Get that written for me." The Prophet ordered his companions to write that for him. Then a man from Quraish said, "Except Al-Iqhkhir (a type of grass that has good smell) O Allah's Apostle, as we use it in our houses and graves." The Prophet said, "Except Al-Idhkhiri.e. Al-Idhkhir is allowed to be plucked.

Sahih Muslim, Book 013, Hadith Number 4015.
Chapter : He who has not anything with him to will away should not do it.
Sa'id b. Jubair reported from Ibn Abbas that he said: Thursday, and what about Thursday? Then tears began to flow until I saw them on his cheeks as it they were the strings of pearls. He (the narrator) said that Allah's Messenger (may peace be upon him) said: Bring me a shoulder blade and ink-pot (or tablet and inkpot), so that I write for you a document (by following which) you would never go astray. They said: Allah's Messenger (may peace upon him) is in the state of unconsciousness
.

Sebagian umat islam banyak yang terbawa-bawa oleh tuduhan orientalis (dan para pendukung orientalisme) yang mengatakan bahwa hadits baru ditulis pada abad kedua hijriah, padahal tuduhan itu tidak berdasar dan keluar dari mulut orang-orang yang tidak mengerti sejarah hadits. ketahuilah, sebagian hadits sudah ditulis sejak masa Rasulullah hidup. Salah satu figur yang terlibat aktif dalam pencatatan ini adalah 'Abdullah ibn 'Amru ibn al-Ash, putera 'Amru ibn al-Ash, mantan gubernur Mesir yang pertama. Abdulah menghimpun hadits-hadits yang disampaikan Nabi Saw populer dengan sebutan "Al-Shahifah al-Shadiqah" (lembaran yang benar). Sampai-sampai Abu Hurairah r.a., seorang pendekar hadits, guru dari delapan ratus shahabat dan tabi'in itu, mengakui kelebihan Abdullah dalam soal pencatatan hadits.

Shahih al-Bukhari dan Musnad Ahmad ibn Hanbal :
Abu Hurairah mengatakan: "Tidak ada orang yang lebih banyak mengetahui hadits dariku selain Abdullah, sebab tangannya menulis kepalanya menghafal, sedangkan aku hanya menghafal, tidak menulis." .

Sunan Abu Dawud, Mustadrak al-Hakim dan Sunan ad-Darimy
Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amru, katanya: "Aku terus menulis setiap yang kudengar dari Rasulullah Saw untuk kuhafal, lalu suatu hari aku ditegur oleh orang Quraisy. Kata mereka: 'Kamu menulis setiap yang kamu dengar dari Rasul Saw sedangkan Rasul adalah manusia biasa yang bisa bicara dalam keadaan snang dan dalam keadaan marah?'. Lalu hal itu kuadukan kepada Rasulullah Saw, beliaupun berkata: 'Tulis saja!. Demi (Allah) yang diriku ada di tangan-Nya, tidak ada yang keluar dari sini, kecuali yang benar'. Beliau menunjuk mulutnya."
"Tulislah apa yang kamu dengar dariku, demi Tuhan yang jiwaku di tangannya. tidak keluar dari mulutku. selain kebenaran ".


shahabat-shahabat lain yang tercatat memiliki peninggalan Shahifah (Lembaran) catatan Hadits adalah :

1. Abu Bakar r.a. dengan lembarannya yang dikenal dengan "Shahifah Abi Bakar as-Shiddiq",
2. 'Umar r.a. dengan lembarannya "Shahifah 'Umar ibn Khattab",
3. 'Ali r.a. dengan lembarannya yang terikat di pedangnya yang berisi hadits-hadits tentang ketentuan hukum pidana Islam yaitu "Shahifah Ali ibn Abi Thalib", serta
4. 'Amru ibn Hazm dengan lembarannya yang populer dengan sebutan al-Shahifah al-Shahifah".




apa waktu jaman muhammad hidup ia dan pengikutnya sudah melaksanakan hadist?

bang Gaston udeh jawab dgn tepat

kenapa banyak umat islam yg melaksanakan hadist itu terkesan pilih2?kalo yg masuk akal dilakukan tapi kalo gak masuk akal gak dilakukan.

pilah2 itu penceritanya... itu ttg kualitas atau kredibilitas seseorang dlm menyampaikan berita ..kira2 layak gak ceritanya di terima. kalo tdk mungkin sbg kebohongan masa muslim nolak hadits tsb sih ?[/u]
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby kok_bingung » Fri May 02, 2008 10:01 am

pertanyaan gw juga mirip..., nape klo Qur'an sudah bener2 suci, turun dari ouloh loe, cinta damai, hak dan keadilan diajarin, tetek bengek yang bagus2 tapi masih harus ditopang ama hadits?
Qur'an yg kalian anggap levelnya dari ouloh VS hadits yg levelnya manusia, kok bisa2nya manusia pengen menambahin bagian2 yg jauh lebih tinggi dari dirinya?

gw mencium bau politik waktu jaman dulu neh...
kok_bingung
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 535
Joined: Fri Apr 18, 2008 10:13 pm

Postby MONTIR KEPALA » Fri May 02, 2008 10:08 am

udeh dibilang JUKNIS masih ngeyel aja nih
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby daniel-ntl » Fri May 02, 2008 12:04 pm

@ montir kepala:
gimana dengan hadist yg sahih,kok banyak muslim terkesan pilih2 dalam melaksanakan hadist sahih tersebut?
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby MONTIR KEPALA » Fri May 02, 2008 12:58 pm

dari tadi kamu teh "terkesan...terkesan...terkesan ...." apanya sih yg terkesan ???..... coba atuh kasih contoh barang 1 atau 2 kasus
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby dulilah » Fri May 02, 2008 1:15 pm

HADIS DAN SUNNAH

Karena Quran penuh dgn :
- ayat-ayat yang akhirannya terbuka (artinya terlalu luas);
- adanya hal-hal yang bersifat penjelasan umum ataupun tidak masuk
akal ;
- dan menjurus kepada bermacam2 tafsir ttg kondisi biografis seputar
ucapan-ucapan, kebiasaan, dan perbuatan Muhammad dan para
pengikutnya ;

maka dibutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk mengerti Quran dgn lebih seksama. Inilah yang dimaksud dengan HADIS, yang juga dianggap kitab suci, tapi nomor dua setelah Quran.

Cukup banyak penulis menghasilkan bermacam Hadis sepanjang rentang waktu 600 tahun (mulai sekitar 800 M. sampai 1,400 M.), dan ini malah menambah banyak kebingungan, perbantahan, dan distorsi, penyelewengan dalam banyak aliran (madhab) oleh berbagai penulis ini, karena hampir semua dari mereka tidak pernah mengenal Muhamad secara langsung.

SUNNAH adalah ‘jalan’ atau ‘cara’ (tersirat di dalamnya perbuatan-perbuatan dan kebiasaan Muhamad), dan juga dianggap suci, namun nomor 3 setelah Quran. Juga di sini, perbedaan-perbedaan yang besar dari berbagai penulis menghasilkan sangat banyak masalah yang tidak diketahui oleh khalayak dan malah menjurus ke kekacauan.

Tergantung dari macamnya aliran Islam, Hadis dan Sunnah yang mereka pilih untuk dituruti, perbedaan-perbedaan di antara umat Muslim sendiri bisa sangat besar sehingga benturan-benturan di antara aliran-aliran tersebut masih berlangsung hingga saat ini seperti di Pakistan, Indonesia, Aljazair, Afghanistan, dan Timur Tengah.

a) Dalam pengertian linguistik (bahasa), “hadis” berarti sebuah komunikasi atau sebuah cerita.
b) Dari sudut pandang teknis (yang relatif terhadap i.p. hadis): Ini adalah kumpulan perbuatan, perkataaan dan kebijaksanaan sang Nabi. Sebagai tambahan, semua tradisi yang menjabarkan tentang Nabi dan penampilan fisiknya dan harta miliknya juga termasuk hadis, seperti “Ash-Shama’il Al-Muhammadiyah.”

Dalam Qur’an, kata Hadis juga disebut. Allah mengatakan Qur’an sebagai “Ahsan Al-Hadith” (39:23) yang berarti pesan terbaik atau kata2 terbaik. Dia juga memperingatkan “[68:44] Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Hadis). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.”


Tingkatan2 Hadis:

Sekarang kita pelajari perbedaan tingkat Hadis melalui mata rantai Hadis dan juga isinya.

1) Maqbul (diterima):
Ini berarti Hadis ini diterima sebagai bukti dalam Ilmu Hukum Islam. Seorang ahli hukum Islam dapat menggunakan Hadis ini sebagai bukti kebenaran pendapatnya. Ini dibagi dalam beberapa tingkat:

a. Sahih (benar/bentuk yang tepat): Ini adalah tingkat keaslian tertinggi dan ini pun dibagi dalam dua sub tingkatan:
i. Sahih secara hakiki: Sahih karena mata rantai dan isinya telah lulus semua ujian yang ditentukan.
ii. Sahih berdasarkan arti Hadis lain: Ini berarti Hadis ini cacat sedikit dalam mata rantainya dan seharusnya berada pada tingkat Hassan (lihat keterangan di bawah), tapi karena Ahadis lain mengungkapkan arti Hadis ini, maka Hadis ini dinaikkan tingkatnya ke dalam tingkat Sahih.

b. Hassan (bagus/baik):
Inipun dibagi dalam dua sub tingkatan yang sama seperti Sahih, yakni Hassan secara hakiki dan Hassa berdasarkan arti lain.

2) Mardud (ditolak):
Tingkat ini mewakili Ahadis yang punya cacat berat dalam mata rantai dan isinya sehingga tidak bisa digunakan sebagai bukti dalam Tata Hukum Islam. Tingkat ini dibagi dalam 2 golongan:

a) Da’if (lemah): Ahadis ini punya cacat2 dalam mata rantai penyampainnya yang tidak bisa diperbaiki. Ini tidak langsung berarti bahwa Hadis ini hanyalah karangan orang belaka. Tapi isi Hadis ini tidak bisa dianggap sebagai kata2 sang Nabi.
b) Maudhu’ (palsu): Ini adalah sebuah Hadis yang memiliki kecacatan jelas dalam mata rantai atau isinya.


Dalam perjalanannya hingga sekarang, justru hadis yg dianggap Sahih inilah yang memunculkan perdebatan antar kaum muslim sendiri, karena dalam hadis2 Sahih tsb masih mengungkapkan penjelasan kehidupan Muhammad dan pengikutnya - yg dalam era saat ini bertentangan dengan nilai2 universal humanisme serta banyak pula Hadis2 yg dianggap sahih yang dianggap mencontek Bibel.
Contoh hal2 diatas dapat dilihat di link bawah ini:


Sahih Muslim Book 008, Number 3311
'A'isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=9483

Doa Tuhan ditujukan pada Muhammad, lihat Sunan Abu Dawud, no.3883; mirip dengan Matius 6:9-13:

Buku 022, Nomor Hadits 3883:
Diriwayatkan oleh AbudDarda: Kudengar Rasul Allah (pbuh) berkata: Jika salah satu darimu menderita apapun atau saudaranya menderita, dia harus berdoa: Tuhan Allahku yang ada disurga, disucikanlah namaMu, Berkuasalah perintahmu disurga dan dibumi, seperti pengampunanmu disurga jadikan pengampunanmu dibumi; ampuni dosa2 kami dan kesalahan2 kami; Kau adalah Tuhan orang2 baik; turunkan pengampunanMu dan tolong kami, lepaskanlah pertolonganMu atas penderitaan ini agar disembuhkan.

Matius 6:9-13 :
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=18160

Mohammed menyebut orang2 Hitam sbg KISMIS. (Sahih Al Bukhary vol. 1, no. 662 and vol. 9, no. 256).
Mohammed dikutip sbg mengatakan bahwa Orang2 HItam adalah "budak2 berhidung lebar". (Sahih Moslem vol. 9 pages 46 and 47).

Hadith; vol.9:162,163: Muhammad memperingatkan bahwa mimpi ttg wanita2 hitam berarti datangnya penyakit.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=21688
User avatar
dulilah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 295
Joined: Fri Nov 23, 2007 8:50 pm

Postby daniel-ntl » Fri May 02, 2008 2:20 pm

MONTIR KEPALA wrote:dari tadi kamu teh "terkesan...terkesan...terkesan ...." apanya sih yg terkesan ???..... coba atuh kasih contoh barang 1 atau 2 kasus
Volume 1, Book 6, Number 295:

Narrated 'Urwa:

A person asked me, "Can a woman in menses serve me? And can a Junub woman come close to me?" I replied, "All this is easy for me. All of them can serve me, and there is no harm for any other person to do the same. 'Aisha told me that she used to comb the hair of Allah's Apostle while she was in her menses, and he was in Itikaf (in the mosque). He would bring his head near her in her room and she would comb his hair, while she used to be in her menses."

Volume 1, Book 6, Number 296:

Narrated 'Aisha:

The Prophet used to lean on my lap and recite Qur'an while I was in menses.

Volume 1, Book 6, Number 297:

Narrated Um Salama:

While I was laying with the Prophet under a single woolen sheet, I got the menses. I slipped away and put on the clothes for menses. He said, "Have you got "Nifas" (menses)?" I replied, "Yes." He then called me and made me lie with him under the same sheet.

Volume 1, Book 6, Number 298:

Narrated 'Aisha:

The Prophet and I used to take a bath from a single pot while we were Junub. During the menses, he used to order me to put on an Izar (dress worn below the waist) and used to fondle me. While in Itikaf, he used to bring his head near me and I would wash it while I used to be in my periods (menses).

Volume 2, Book 18, Number 150:

Narrated Abu Bakra:

We were with Allah's Apostle when the sun eclipsed. Allah's Apostle stood up dragging his cloak till he entered the Mosque. He led us in a two-Rakat prayer till the sun (eclipse) had cleared. Then the Prophet (p.b.u.h) said, "The sun and the moon do not eclipse because of someone's death. So whenever you see these eclipses pray and invoke (Allah) till the eclipse is over."

Volume 2, Book 18, Number 151:

Narrated Abu Masud:

The Prophet said, "The sun and the moon do not eclipse because of the death of someone from the people but they are two signs amongst the signs of Allah. When you see them stand up and pray."
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby MONTIR KEPALA » Fri May 02, 2008 2:43 pm

trus hadits2 ono kenapa ??.... yg terkesannya sebelah mana ????
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby daniel-ntl » Fri May 02, 2008 5:07 pm

ya kenapa hadist itu tidak lagi dilakukan sebagian umat islam?
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby daniel-ntl » Mon May 05, 2008 10:03 am

yah dicuekin :(
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1618
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Postby MONTIR KEPALA » Mon May 05, 2008 10:22 am

loh maksudnya apa ?.... menses tdk dilakuin gimana ?
sholat gerhana tdk dilakuin gimana ... banyak kok yg sholat gerhana
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Jibaok » Mon May 05, 2008 10:42 am

Muhammad mewariskan, amanahkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah dari Allah kepada manusia2. Tidak pernah dikatakan "amanahkan Hadith". Harus difahami perbedaan diantara Sunnah Rasulullah dan Hadith, kerana tidak semua Hadith mengandungi Sunnah Rasulullah.
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users