sanada wrote:Orang Kristen seringkali mengklaim bahwa Al-Qur'an merupakan hasil jiplakan dari Alkitab. Pandangan seperti ini hanya pantas diucapkan oleh orang yang buta huruf dan berotak sempit (idiot).
terutama si kafir adadeh.
dari dulu sampai sekarang tak bosen2nya ngumbar hadist2 palsu.
Muhammad sang Nabi dan Rasul yang menyampaikan wahyu saja buta huruf dan tak bisa menulis.
bagaimana cara ia mengarang2 Alquran dari Alkitab
Apa yakin bahwa julukan ‘ummi’ itu emang benar. Ini sih hanya trik alias tipuan semata unt mengelabui para penentang islam dan sebagai penguat thd generasi penerus islam supaya memberikan kesan bahwa mr muhamad itu mah emang benar2 utusan ‘allah’ yg menerima wahyu ‘allah’ secara langsung lewat ‘jibril’. OK dech, katakanlah jika itu benar, apa anda ga pernah berpikir bahwa pembelajaran akan sesuatu itu hanya bisa diperoleh bagi yg bisa baca tulis. Apakah anda tdk pernah berpikir bahwa orang tuna runggu pun bisa bermain musik dgn sempurna? Nah, disinilah berlaku pula thd diri mr muhamad. Dia yg katanya sich tdk bisa baca tulis, justru tau sedikit banyak ttg agama2 yg lebih dulu berkembang sebelumnya di sekitarnya. Dari sinilah pembelajaran itu timbul. Kesan yg diperoleh dlm pergaulanya dari rahib yahudi & Kristen ini telah membentuk dia unt berpikir. Tapi sayangnya, dia hanya dapatkan itu (ajaran2 yahudi & Kristen) hanya samar2. Dan payahnya dia juga menambahkan ayat2 kitab yahudi & injil yg sebelumnya sudah ada dgn versi dirinya sendiri, juga ditambahkan pula oleh dia beberapa myth yg justru menurut yahudi & Kristen digolongkan dlm kitab2 cerita hisapan jempol belaka. Seperti Saint Cristhoper yg menggendong bayi Yesus menyeberangi sungai, bayi Yesus yg bisa berbicara ketika masih dlm kandungan, juga bagaimana sewaktu kecil yesus bermain2 dgn teman sebayanya mainan lumpur terus melemparkan lumpur tsb ke udara maka jadilah burung, juga bagaimana salomo atau sulaiman bisa berbicara dgn ratu semut, dll lagi legenda cerita serupa justru dimasukan dlm quran oleh mr muhamd ini. Padahal nich, crita2 tsb hanyalah sebuah legenda dari para orang tua dulu sebagai bahan cerita bagi anak2 kecil sebelum tdr. Padahal nich, justru mujijat yg diperbuat baik oleh para nabi sebelum Yesus dan muijijat yg diperbuat yesus sendiri itu mempunyai latar belakang yg bisa kita ambil sebagai perenungan (kenapa mujijat itu bisa timbul, apa yg meltarbelakangi timbulnya mujijat tsb, hasil apa yg didaptkan dari mujijat tsb). Jadi pelukisan muzizat yg digambarkan dlm injil sangat berbeda sekali dgn apa yg dituils dlm quran. Pertobatan, keselamatan dari seorang pendosa dan pada akhirnya kemuilaan yg kembali kpd sang pencipta. Itulah inti dari muzizat yg digambarkan dlm Injil, bukan malah berkesan ‘boombastis’ seperti yg digambarkan dlm quran.
Ke-dua, kemungkinan mr muhamad bisa baca tulis, bukankah dia itu juga dipercaya oleh khodijah sebagai pengantar barang2 dagangan, bagaimana dia mengadakan transaksi jual beli barang. Hal inilah yg memungkinkan dia membaca injil & taurat yg kemungkinan dia dapatkan dari para pedagang yahudi, dan Kristen
Ke-tiga, pada saat dia itu mengetahui akan apa2 yg telah ia dapatkan maka disampaikanyalah kpd kaumnya. Seiring dgn permasalahan yg timbul diantara kaumnya maka taurat & injilah sebagai referensinya. Dari sinilah mulai berangkat ‘naluri’ kenabianya dan sayangnya awalnya hanya beberapa kaumnya yg percaya pdnya sampai pd akhirnya dia bisa mengelabui semua jazirah arab dgn ayat2 yg digunakanya.
Ke-empat, bagimana quran itu terbentuk?. Mr muhamad dlm menyapaikan wejanganya tdk saat itu juga ditulis, tp secara lisan. Dari wejangan2 lisan itu td didengar dan didengar oleh para sahabat, sampai pada suatu saat nanti dituliskanya suatu quran dlm satu kesatuan berdasarkan hagfalan pendengaran tadi. Dan ini tentunya tdk berlaku bagi sahabat yg punya gangguan pendengaran hebat, juga tdk berlaku pula bagi para sahabat mr. muh ini yg bebal alias ***, alias telmi. Dlm penulisannya pun tdk menutup kemungkinan terjadi silang pendapat ttg hafalan dari para sahabat mr. muhamad ini. Mana yg dianggap paling cocok dgn wejangan sang nabi yg sudah mangkat, itulah yg dipakai sampai sekarang. Padahal belum tentu demikian bukan?
Jadi kesimpulanya, pandangan akan sifat ‘ummi’ yg ada pada diri mr. muhamad ini tdk lah bisa dijadikan penguat bahwa Quran itu emang benar2 Wahyu ALLAH
Salam
Judas






