. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

perbedaan s'yah dan sunny

Artikel dan pertukaran pikiran mengenai SYI'AH, Ahmadiyah, Sufi, Salafi, Wahabi, dan berbagai aliran dan sekte Islam selain Sunni.

perbedaan s'yah dan sunny

Postby hijab » Sat Feb 17, 2007 2:00 pm

saya kurang mengerti perbedan diantara aliran syah san sunny, toong kalau ada penjelasan keduanya bagi umat moeslem, semoga kita dalam lindungan Allah swt
hijab
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Sat Feb 17, 2007 1:04 pm

Postby Rashidi » Sat Feb 17, 2007 6:18 pm

yg sama sih:
  • ke-duan-dua-nya saling tuduh kalau pihak lain itu kafir,
  • dan berhubung dianggap kafir, itu artinya darahnya halal,
  • berhubung "halal", makanya sampai sekarang bunuh-bunuh-an terus :P
Alhamdulilah
User avatar
Rashidi
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Postby Eneng Kusnadi » Sat Feb 17, 2007 7:18 pm

Beda Sunni dan Shi'ah klik aja di : http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=5672

Dua duanya teror dan horor!
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Hand15 » Tue Feb 20, 2007 6:47 pm

Hand15
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby sapujagad » Tue Feb 20, 2007 7:08 pm

yang sama: sama-sama punya musuh
yang beda: nama musuhnya
shiah punya musuh bernama syuni
syuni punya musuh bernama shiah
User avatar
sapujagad
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 513
Joined: Fri Oct 06, 2006 11:08 pm
Location: indonesia

Postby mr. Hercule Poirot » Sun Oct 07, 2007 10:30 pm

Eneng Kusnadi wrote:Beda Sunni dan Shi'ah klik aja di : http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=5672

Dua duanya teror dan horor!


saya klik, kagak ada topiknya. kemana ya....
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Postby mr. Hercule Poirot » Mon Oct 08, 2007 11:13 pm

Ahlussunnah
Sunnah secara harfiah berarti tradisi. Ahl as Sunnah berarti orang-orang yang secara konsisten mengikuti tradisi Nabi dalam tuntunan lisan maupun amalan beliau serta sahabat beliau.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa kelompok ahlussunah muncul sebagai reaksi atas paham Mu’tazilah, yang dimotori oleh Washil bin Atha (w. 131 H) yang sangat mengandalkan akal dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran islam. Disamping aliran Mu’tazilah, adalagi aliran Maturidiyah yang terbagi dalam 2 kelompk besar:
1. Kelompok yang berpusat di Samarkhand dengan pemahaman yang sedikit liberal
2. Kelompok yang muncul di Bukhara yang cenderung bersifat tradisional dan lebih dekat dengan aliran asy’ariyah.
Maturidiyah dan asy’ariyah termasuk golongan ahlussunah.

Dalam surat Syaikh al azhar, Salim al Bisyri, kepada seorang tokoh Syiah, yaitu Abdul Husein Syariffuddin al Musawi, dipahami bahwa yang dimaksud ahlussunah adalah goongan terbesar kaum muslim yang mengikuti aliran asy’ari dalam urusan aqidah dan keempat imam mahzab—maliki, syafi’I, ahmad bin hambal, dan hanafi—dalam urusan syariah.

Dalam al Farqu bain al Firaq (Abu al khair bin thaher al Baghdadi) menyatakan dengan pasti bahwa termasuk pula dalam kategori ahlussunah adalah pengikut al auza’iy (88-150 H), ats tsaury (w. 161 H), Ibn Abi Laila, dan Ahl Adh Dhahir. Ini dalam bidang fiqh. Sedang dalam bidang aqidah, tokoh-tokoh utama faham ini adalah Imam abu Hasan Al Asy’ari (w. 324 H), al Baqillani (403 H), Imam al haramain al Juwaini (w. 478 H) dan yang paling berperan dalam penyebarannya adalah Imam al Ghazali (w. 505)

Menurut Muhammad ‘Imarah (Guru Besar Universitas Al Azhar, Mesir):
Ahlussunah adalah mayoritas umat islam yang anutannya menyatakan bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Allah dan bahwa baik dan buruk adalah karena qadha dan qadarnya (dengan demikian mereka adalah pengikut Jabariyah (paham fatalisme) yang moderat). Mereka enggan membicarakan pergulatan/perselisihan sahabat-sahabat Nabi menyangkut kekuasaan. Mereka juga memperurutkan keutamaan Khulafa ar Rasyidin sesuai dengan urutan masa kekuasaan mereka. Mereka membaiat siapa yang memegang tampuk kekuasaan, baik penguasa yang taat maupun durhaka, dan menolak revolusi dan pembngkangan sebagai cara untuk mengubah ketidak adilan dan penganiayaan. Merka berpendapat bahwa rezeki bersumber dari Allah yang dianugerahkannya kepada hamba-hambanya, baik rezeki itu halal maupun haram (berbeda dengan Mu’tazilah yang menyatakan bahwa (yang dinamai) rezeki terbatas pada yang halal bukan yang haram.

Syiah
Kata syiah secara etimologi (kebahasaan) berarti pengikut, pendukung, pembela, pencinta, yang kesemuanya mengarah kepada makna dukungan kepada ide atau individu atau kelompok tertentu.

Muhammad Jawad Maghniyah:
Syiah adalah kelompok yang meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW telah menetapkan dengan nash (pernyataan yang pasti) tentang khalifah (penggani) beliau dengan menunjuk Imam Ali kw.

Ali Muhammad Al Jurjani (1134-1413 M) dalam at tarifat:
Syiah adalah mereka yang mengikuti Sayyidina Ali ra dan percaya beliau adalah Imam sesudah rasul saw dan percaya bahwa imamah tidak keluar dari beliau dan keturunannya

Saya rangkum dari buku Sunnah-Syiah Bergandengan tangan mungkinkah?
oleh M Quraish Shihab
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Postby mr. Hercule Poirot » Thu Oct 11, 2007 4:28 pm

Sunni dan Syiah menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam menetapkan hukum. Hanya saja, pengertian Sunnah dalam Sunni terbatas pada ucapan, perbuatan, dan pembenaran Nabi atas apa yang diucapkan/dilakukan sahabat-sahabat beliau. Dalam pandangan Syiah, Sunnah mencakup juga ucapan dan tradisi Imam. Sunni dan Syiah mengakui Ijma’ (consensus) sebagai salah satu sumber hukum, walau terdapat perbedaan dalam rinciannya. Dalam Syiah, Ijma adalah consensus para pakar agama mengenai pandangan Imam menyangkut suatu masalah sedangkan dalam Sunni Ijma adalah consensus para ulama dalam masalah apapun. Qiyas (analogi) tidak dijadikan sumber penetapan hukum oleh syiah, namun mereka menempatkan akal dalam kedudukan yang cukup tinggi sehingga apapun yang dibenarkan oleh akal sehat, maka hal tersebut data diterima oleh agama.
Secara ringkasnya seperti ini:

Sumber penetapan hukum Sunni:
1. Al Qur’an
2. Sunnah
3. Ijma’ (Consensus Ulama)
4. Qiyas (Analogi)

Sumber penetapan hukum Syiah:
1. Al Qur’an
2. Sunnah
3. Ijma’ (Pandangan pakar agama/Imam)
4. Akal Sehat (Apapun yang dapat diterima oleh akal sehat, maka itu dianggap tidak bertentangan dengan agama)

Literature yang menjadi sumber rujukan Sunni (selain al Qur'an):
1. Shahih Bukhari (Al Jami ash Shahih al Musnad, al Mukhtashar min Hadist Rasulillah) karya Abu Abdullah Muhammad (w. 256 H)
2. Shahih Muslim (al Jami ash Shahih) karya Muslim bin Hajjaj (w. 261)
3. Sunan Abu Dawud, karya Sulayman bin Asy’ast as Sijistani (w. 275)
4. Al Jami ash Shahih/Sunan at tirmidzy karya abu isa Muhammad at Tirmidzy (w. 279 H)
5. As Sunan/Sunan Ibnu Majah (w. 273)
6. Sunan an Nasa’I (w. 303)

Literature yang menjadi rujukan Syiah (selain Al Qur’an):
1. Ushul al Kafi karya Muhammad Ya’qub al Kulaini (w. 329)
2. Kitab Man la Yahdurhu al Faqih karya ash Shadiq ibn Bawaih al Qummi (w. 381)
3. Al Ibtibshar dan Tahdzib al Ahkam karya Muhammad ibn al Hasan at Thusy (w. 460)


Kelompok-kelompok dalam Syiah

Para ahli sejarah Islam tidak dapat bersepakat mengenai jumlah kelompok-kelompok dalam Syiah, namun secara umum Syiah terbagi dalam 4 golongan. Dari 4 golongan tersebut hanya 2 golongan yang masih dapat dikatakan berada dalam golongan umat Islam, 2 golongan yang lain selain dianggap sesat oleh umat syiah sendiri pun dianggap tidak termasuk dalam agama islam lagi. 4 golongan itu adalah:

1. Ghulat, adalah salah satu golongan yang dianggap telah keluar dari Islam dan diperkirakan saat ini telah punah (ataupun kalau masih ada, hanya tersisa sebagai sekte kecil). Golongan ini terbagi atas:

a. As Sabaiyah. Konon mereka merupakan pengikut Abdullah bin Saba’ (namun Abdullah bin Saba’ juga adalah tokoh yang tidak jelas dan bahkan disinyalir hanya tokoh fiktif belaka) yang meyakini bahwa Imam Ali kw adalah Tuhan atau penjelmaan Tuhan di Bumi. Selain memiliki tetesan Ke-Tuhan-an, Imam Ali kw juga dapat berubah wujud menjadi awan. Diyakini pula bahwa Imam Al kw pada suatu saat nanti akan turun kembali ke bumi untuk menegakkan keadilan.

b. Al Khaththabiyah, mereka adalah pengikut Abu al Khaththab al Asady yang menyatakan bahwa Imam Ja’far ash Shadiq (Imam ke-6 Syiah) adalah Tuhan. Imam Ja’far as Shadiq sendiri marah dan menolak kelompok ini (ngefans-nya keterlaluan hehehe..). karena penolakan Imam Ja’far ash Shadiq, maka abu al Khaththab mengangkat dirinya sendiri sebagai Imam. Salah satu ajaran Abu Khaththab adalah bahwa para Nabi itu adalah Tuhan, dunia itu adalah kekal, shalat tidak wajib, dan minuman keras adalah halal.

c. Al Ghurabiyah, adalah kelompok yang meyakini bahwa Nabi yang terakhir adalah Ali ibn Abi Thalib, namun malaikat Jibril keliru dan bahkan berkhianat sehingga menyampaikan wahyu kepada Muhammad ibn Abdullah yang sebetulnya bukan siapa-siapa.

d. Al Qaramithah, ini adalah kelompok yang dianggap telah keluar islam yang paling ekstrem. Kelompok ini tidak hanya mempert-Tuhan-kan Imam Ali kw tapi juga menganjurkan kepemilikan harta dan wanita (wanita dianggap barang) secara bersama-sama. Membatalkan shalat, puasa, dan menyerang jemaah haji dan pernah mencuri hajar aswad (wah seru banget tuh kayaknya..) setelah sebelumnya menyerbu dan menguasai kota makkah (930 M).
e. Al Manshuriyah
f. An Nushaiziyah
g. Al Kayyaliyah
h. Al Kaisaniyah
i. Dll

2. Ismailiyah dan sekte-sektenya.
Ismailiyah sampai sekarang masih memiliki pengikut, namun beberapa pandangan dari kelompok ini dianggap menyimpang dari agama islam. Ismailiyah adalah kelompok minoritas di sekian banyak Negara yaitu: Afganistan, India, Pakistan, Suriah, Yaman, Amerika Utara, dan Inggris.
Kelompok Ismailiyah meyakini bahwa Ismail putera Imam Ja’far ash Shadiq adalah Imam dan bukan Musa al Kadzim yang anggapan umum merupakan Imam ke-7. Ismail ibn Ja’far ash Shadiq telah meninggal dunia 5 tahun sebelum ayahnya wafat dan Imam Ja’far as Shadiq sendiri telah berupaya menjelaskan tentang kematian puteranya dan menyatakan bahwa puteranya tidak akan pernah kembali lagi (hidup lagi). Namun kelompok Ismailiyah sampai saat ini berpendapat bahwa Ismail ibn Ja’far ash Shadiq blum meninggal dunia dan suatu saat nanti akan kembali lagi. Ismailiyah ini pada akhirnya akan terpecah-pecah lagi ke banyak sekte.
Imam-Imam dari Ismailiyah:
1. Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
2. Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
3. Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid
4. Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin
5. Muhammad bin Ali (676–743), juga dikenal dengan Muhammad al-Baqir
6. Ja'far bin Muhammad (703–765), juga dikenal dengan Ja'far ash-Shadiq
7. Ismail bin Ja'far (721 – 755), adalah anak pertama Ja'far ash-Shadiq dan kakak Musa al-Kadzim.

3. Az Zaidiyah
Adalah pengikut Zaid ibn Muhammad ibn Ali Zainal abidin ibn Husein ibn Ali in Abi Thalib (80-122 H).

Setelah tragedy karbala (680 M), terdapat pertanyaan besar di kalangan syiah: apakah mereka akan terus melawan pemerintahan yang zalim walau dengan pengorbanan yang besar, ataukah berdiam diri dan menyerahkan segalanya kepada Allah walau itu berarti berarti berlanjutnya penganiayaan dan penindasan kepada masyarakat dan khususnya ahlul bayt.
Sikap yang diambil syiah, termasuk diantaranya Ali Zainal Abidin putera Husein ibn Ali yang selamat dari karbala, adalah menjauhkan diri dari politik, berdiam diri, dan berdakwah diam-diam dibawah tanah. Sikap itu adalah untuk menjaga persatuan umat Islam, sikap itu juga yang diambil oleh Imam Ja’far ash Shadiq dan sebagian besar penganut syiah lainnya.

Namun saudara Imam Ja’far ash Shadiq, Zaid ibn Muhammad al Baqir lebih merujuk kepada Imam Husain dan berpendapat, bahwa kepada penguasa yang zalim, harus mengadakan pelawanan.

Zaidiyah berkeyakinan bahwa Imam Ali kw adalah sahabat Nabi Muhammad yang termulia, namun mereka juga mengakui kekhalifahan Abu Bakr, Umar dan Ustman. Zaidiyah tidak mengakui konsep taqiyah, tidak mengakui adanya ilmu khusus dari Tuhan kepada para Imam, dan tidak mengakui dapat kembalinya seseorang yang sudah meninggal ke bumi. Dalam menetapkan hukum, Zaidiyah menggunakan Al Qur’an, Sunnah, dan nalar. Penggunaan nalar cukup besar pengaruhnya sehingga Zaidiyah dianggap sebagai kelompok Islam yang sangat rasionalis.

4. Istna ‘Asyariyah
Dikenal juga dengan nama Imamiyah, adalah kelompok mayoritas Syiah saat ini. Mempercayai adanya 12 Imam yang semuanya adalah keturunan dari Ali ibn Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad.
Kedua belas Imam itu adalah:
1. Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
2. Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
3. Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid
4. Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin
5. Muhammad bin Ali (676–743), juga dikenal dengan Muhammad al-Baqir
6. Jafar bin Muhammad (703–765), juga dikenal dengan Ja'far ash-Shadiq
7. Musa bin Ja'far (745–799), juga dikenal dengan Musa al-Kadzim
8. Ali bin Musa (765–818), juga dikenal dengan Ali ar-Ridha
9. Muhammad bin Ali (810–835), juga dikenal dengan Muhammad al-Jawad atau Muhammad at Taqi
10. Ali bin Muhammad (827–868), juga dikenal dengan Ali al-Hadi
11. Hasan bin Ali (846–874), juga dikenal dengan Hasan al-Asykari
12. Muhammad bin Hasan (868—), juga dikenal dengan Muhammad al-Mahdi
User avatar
mr. Hercule Poirot
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta


Return to Aliran dan Sekte2 Dalam Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users