. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Thu Apr 14, 2011 4:30 pm

Di Forum FFI, Banyak kita temui komentar-komentar bahwa para kafir tidak ikut berjuang merebut dan membela kemerdekaan Republik Indonesia. Saya tidak tahu siapa yang memulai penyesatan ini duluan. Padahal dalam buku sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah. Rekaman catatan partisipasi para kafir dalam berjuang merebut dan membela kemerdekaan Republik Indonesia, tercatat dengan baik.

seperti saya kutipkan dari sini:
    tendangin wrote:1. Knapa Pejuang ISLAM berusaha merebut INDONESIA dari penjajah BELANDA?(Jika ada yang membantah ada pejuang yang bukan dari ISLAM,kasih tau link/referensinya).

Ketika saya membaca post-post seperti itu, kejengkelan bercampur dengan keprihatinan. Sudah sedemikian parahkah pikiran-pikiran para muslim, sehingga mengabaikan atau menutup mata terhadap partisipasi bagian dari bangsa lainnya. Oleh Karena itu thread ini dibuat yang bertujuan :
    1. Mengingatkan kembali pelajaran sejarah di bangku sekolah
    2. Memberi fakta dan wawasan kepada netter muslim(ah) yang berteriak, kemerdekaan RI hanya direbut oleh pejuang muslim.
    3. memberikan fakta bahwa kafir juga memberikan kontribusi kelas satu untuk mengisi kemerdekaan, yang bahkan muslim sendiri belum mampu melakukannya.

Kata-kata bijak wrote: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya..
Catatan wrote:Thread ini bukan pembelaan terhadap keberadaan dan kontribusi para kafir. Thread ini hanya memaparkan fakta-fakta dan bukti-bukti sehingga penyesatan-penyesatan yang seperti diatas dapat dihilangkan.

Berikut ini saya buatkan daftar-daftar pejuang kafir yang ikut merebut kemerdekaan, membela kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan.
Para Pejuang Kafir ini, memberikan kontribusi bagi Republik Indonesia, dalam bidang Pendidikan, Militer, Seni dan Pergerakan Wanita..:
1. Dr. FL. Tobing
    Ferdinand Lumbantobing atau sering pula disingkat sebagai FL Tobing (lahir di Sibuluan, Sibolga, Sumatera Utara, 19 Februari 1899 – meninggal di Jakarta, 7 Oktober 1962 pada umur 63 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari Sumatra Utara.
    1. Ia lulus sekolah dokter STOVIA pada tahun 1924 dan bekerja di CBZ RSCM, Jakarta.
    2. Pada tahun 1943 ia diangkat menjadi Syu Sangi Kai' (DPD) Tapanuli dan juga sebagai Chuo Sangi In (DPP).
    3. Setelah kemerdekaan ia diangkat menjabat beberapa jabatan penting seperti Menteri Penerangan dan Menteri Kesehatan (ad interim). Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
    4. Beliau dimakamkan di Desa Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
2. TB SIMATUPANG
    Dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Simatupang turut berjuang melawan penjajahan Belanda. Ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI (1948-1949) dan kemudian dalam usia yang sangat muda ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang RI (1950-1954). Pada tahun 1954-1959 ia diangkat sebagai Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI. Ia kemudian mengundurkan diri dengan pangkat Letnan Jenderal dari dinas aktifnya di kemiliteran karena perbedaan prinsipnya dengan Presiden Soekarno waktu itu.
    Setelah melepaskan tugas-tugas aktifnya sebagai militer, Simatupang terjun ke pelayanan Gereja dan aktif menyumbangkan pemikiran-pemikirannya tentang peranan Gereja di dalam masyarakat.
    Dalam aktivitas gerejawinya itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Ketua Dewan Gereja-gereja Asia, Ketua Dewan Gereja-gereja se-Dunia, dll.
3. L Manik
    pencipta lagu satu nusa satu bangsa...
4. Wilhelmus Zakaria Johannes
    Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes sering juga ditulis dalam ejaan baru Wilhelmus Zakaria Yohannes, (Pulau Rote, 1895 – Den Haag, Belanda, 4 September 1952) adalah ahli radiologi pertama di Indonesia. Sebagai dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda WZ Johannes juga menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran Indonesia sehingga mendapat gelar Pahlawan Nasional. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timur yakni RSU WZ Johannes. Nama pahlawan ini juga diabadikan menjadi nama sebuah kapal perang TNI-AL yakni KRI Wilhelmus Zakaria Johannes. Ia dimakamkan di Pemakaman Jati Petamburan, Jakarta Pusat.
    WZ. Johannes adalah sepupu Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, guru besar UGM yang adalah paman dari Helmi Johannes, presenter berita dan produser eksekutif televisi VOA Indonesia.
5.Agustinus Adisucipto & Bapak Penerbang RI
    Agustinus Adisutjipto, Marsekal Muda Anumerta[1] (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 3 Juli 1916 – meninggal di Bantul, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 31 tahun) adalah seorang pahlawan nasional dan seorang komodor udara Indonesia.
    Adisutjipto dilahirkan 3 Juli 1916 di Salatiga, mengenyam pendidikan GHS (Geneeskundige Hoge School) (Sekolah Tinggi Kedokteran) dan lulusan Sekolah Penerbang Militaire Luchtvaart di Kalijati.
    Pada tanggal 15 November 1945, Adisutjipto mendirikan Sekolah Penerbang di Yogyakarta, tepatnya di Lapangan Udara Maguwo, yang kemudian diganti namanya menjadi Bandara Adisutjipto, untuk mengenang jasa beliau sebagai pahlawan nasional.
    Pada saat Agresi Militer Belanda I, Adisujipto dan Abdulrahman Saleh diperintahkan terbang ke India. Penerobosan blokade udara Belanda menuju India dan Pakistan berhasil dilakukan. Namun dalam perjalanan pulang membawa bantuan obat-obatan dari Malaya, pesawat Dakota VT-CLA ditumpanginya jatuh ditembak oleh dua pesawat P-40 Kittyhawk[2] Belanda di Dusun Ngoto pada tanggal 29 Juli 1947.
    Beliau dimakamkan di pekaman umum Kuncen I dan II, dan kemudian pada tanggal 14 Juli 2000[1] dipindahkan ke Monumen Perjuangan di Desa Ngoto, Bantul, Yogyakarta.
6. Ignatius Slamet Riyadi

  1. Siswa>> MULO Afd.B Pertahanan >>Bumi Putra>>1940
  2. Sekolah Tinggi Pelayaran >> Rekrutmen Pemuda oleh tentara Jepang >>(1943)
  3. Navigator kapal kayu Pemberontakan kapal,milik Jepang >> (1945)
  4. Dan.Yon.Res.I, Divisi I >> Perang di Krsd. Solo melawan Jepang & Belanda >>(1945)
  5. Dan.Yon.Res.I, Divisi I >> Penumpasan pemberontakan PKI Madiun >> (1948)
  6. Dan.Wehrkreise I >> Perang Kemerdekaan II, Serangan Umum Solo >> (1949)
  7. Wakil Pemerintah RI >> Penyerahan Kota Solo >> 29-12-1949
  8. Komando Yon.352 >> Mendukung Div.Siliwangi menumpas APRA di Jabar.>> 1949
  9. Wakil.Panglima TT VII. >> Penumpasan Pemberontakan di Makasar, >> RMS Ambon >> 1950
    Wakil.Panglima TT VII. >> Gugur di gerbang benteng Victoria >> Ambon >> 4-11-1950
7. I Gusti Ngurah Rai
8. Frans Kaisiepo
9. Romo Albertus Soegijaprana
10. Johannes Leimena
11. Sam Ratulang
12 Sisingamangaraja_XII
13. Yos Sudarso
    mana Madya Yosaphat Soedarso (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 24 November 1925 – meninggal di Laut Aru, 13 Januari 1962 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia gugur di atas KRI Macan Tutul dalam pertempuran Laut Aru melawan armada Belanda pada masa kampanye Trikora. Hal yang kurang lazim adalah, sebagai seorang Kepala Staff Angkatan Laut tidak seharusnya ia ikut terjun langsung di dalam operasi tersebut. Namanya kini diabadikan pada sebuah KRI dan pulau.
14. Arie Frederick Lasut
    Arie Frederik Lasut (lahir di Kapataran, Lembean Timur, Minahasa, 6 Juli 1918 – meninggal di Pakem, Sleman, Yogyakarta, 7 Mei 1949 pada umur 30 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dan ahli pertambangan dan geologis. Dia terlibat dalam perang kemerdekaan Indonesia dan pengembangan sumber daya pertambangan dan geologis pada saat-saat permulaan negara Republik Indonesia. Lasut dilahirkan di desa Kapataran, yang sekarang berada di kabupaten Minahasa, propinsi Sulawesi Utara. Dia adalah putera tertua dari delapan anak dari Darius Lasut dan Ingkan Supit. Adiknya yang bernama Willy Lasut sempat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara.
    Arie Frederik Lasut mendapat penghargaan Pahlawan Pembela Kemerdekaan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 20 Mei 1969.
15. Herman Johannes
    Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, sering juga ditulis sebagai Herman Yohannes atau Herman Yohanes (lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun) adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951).
16. I Gusti Jelantik
17. Johannes Abraham Dimara
    Johannes Abraham Dimara dilahirkan di Korem,Biak Utara,Papua,16 April 1916.ia tamat Pendidikan Dasar di Ambon pada Tahun 1930.ia kemudian masuk Sekolah Pertanian di Laha hingga Tahun 1940.ia kemudian,masuk Sekolah Pedidikan Injil yang kemudian setelah lulus ia menjadi seorang guru Injil di Pulau Buru.pada tahun 1946 ia ikut serta dalam Pengibaran Bendera Merah Putih di Biak. Bersama Frans Kaisiepo yang sama sama berasal dari Papua,ia turut memperjuangkan pengembalian Irian Barat ke Indonesia.pada tahun 1950 ia diangkat menjadi Ketua OPI(organisasi Pembebasan Irian Barat.ia pun menjadi anggota TNI dan melakukan Infiltrasi pada tahun 1954 yang menyebabkan ia ditangkap oleh Tentara Belanda.hingga ia di bebaskan tahun 1960.ketika Presiden Soekarno mengumandangkan TRIKORA ia menyeru kepada seluruh Masyarakt Irian Barat Agar mendukung penyatuan Irian Barat pada Indonesia.pada tahun 1962 diadakanlah Persetujuan New York.ia sendiri menjadi salah satu delegasinya.akhirnya isi dari persetujuan itu Belanda bersedia menyerahkan Irian Barat ke tangan Indonesia.maka mulai saat itu Irian Barat Menjadi salah satu bagian dari Indonesia.
18. Maria Walanda Maramis
    Menyadari wanita-wanita muda saat itu perlu dilengkapi dengan bekal untuk menjalani peranan mereka sebagai pengasuh keluarga, Maramis bersama beberapa orang lain mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT) pada tanggal 8 Juli 1917. Tujuan organisasi ini adalah untuk mendidik kaum wanita yang tamat sekolah dasar dalam hal-hal rumah tangga seperti memasak, menjahit, merawat bayi, pekerjaan tangan, dan sebagainya.

    Melalui kepemimpinan Maramis di dalam PIKAT, organisasi ini bertumbuh dengan dimulainya cabang-cabang di Minahasa, seperti di Maumbi, Tondano, dan Motoling. Cabang-cabang di Jawa juga terbentuk oleh ibu-ibu di sana seperti di Batavia, Bogor, Bandung, Cimahi, Magelang, dan Surabaya. Pada tanggal 2 Juni 1918, PIKAT membuka sekolah Manado. Maramis terus aktif dalam PIKAT sampai pada kematiannya pada tanggal 22 April 1924.
19. Martha Christina Tiahahu
20. DI Panjaitan
    Panjaitan lahir di Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925. Pendidikan formal diawali dari Sekolah Dasar, kemudian masuk Sekolah Menengah Pertama, dan terakhir di Sekolah Menengah Atas. Ketika ia tamat Sekolah Menengah Atas, Indonesia sedang dalam pendudukan Jepang. Sehingga ketika masuk menjadi anggota militer ia harus mengikuti latihan Gyugun. Selesai latihan, ia ditugaskan sebagai anggota Gyugun di Pekanbaru, Riau hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
    Ketika Indonesia sudah meraih kemerdekaan, ia bersama para pemuda lainnya membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNI. Di TKR, ia pertama kali ditugaskan menjadi komandan batalyon, kemudian menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi pada tahun 1948. Seterusnya menjadi Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera. Dan ketika Pasukan Belanda melakukan Agresi Militernya yang Ke II, ia diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
21. Robert Wolter Mongonsidi
22. Kapitan Pattimura
23. Cornel Simanjutak
    Cornel Simanjuntak (Pematangsiantar, Sumatera Utara, 1921 - Yogyakarta, 15 September 1946) adalah seorang pencipta lagu-lagu heroik dan patriotik Indonesia. Ia dianggap sebagai tokoh yang membawa bibit unggul perkembangan musik Indonesia.
    Cornel Simanjuntak yang beragama Katolik dilahirkan di Pematang Siantar tahun 1921 dari keluarga pensiunan Polri. Cornel tamatan HIS St. Fransiscus Medan, 1937, HIK Xaverius College Muntilan 1942.
    Cornel memiliki sejumlah pengalaman perang. Di tahun 1945-1946, ia mengarahkan moncong senjatanya kepada tentara Gurkha/Inggris. Malang, dalam sebuah pertempuran di daerah Senen - Tangsi Penggorengan Jakarta, pahanya tertembak. Dirawat di RSUP. Belum sembuh benar, ia diselundupkan ke Karawang karena Gurkha melakukan pembersihan.

    Dari Karawang ia dikirim ke Yogyakarta. Di kota inilah kemudian lahir lagu-lagu yang heroik dan patriotik. Antara lain: Tanah Tumpah Darah, Maju Tak Gentar, Pada Pahlawan, Teguh Kukuh Berlapis Baja, Indonesia Tetap Merdeka.

24. Mr Amir Sjarifoeddin Harahap
Tokoh ini adalah seorang murtadin yang dihubungkan dengan pemberontakan partai komunis tahun 1948 di Madiun. Penghargaan layak diberikan kepadanya ditengah-tengah kontroversi atas kisahnya..

    Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap (ejaan baru: Amir Syarifuddin Harahap) (lahir di Medan, Sumatera Utara, 27 April 1907 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 19 Desember 1948 pada umur 41 tahun) adalah seorang tokoh Indonesia, mantan menteri dan perdana menteri pada awal berdirinya negara Indonesia.

    Ayahnya, Djamin gelar Baginda Soripada (1885-1949), seorang jaksa di Medan. Ibunya, Basunu Siregar (1890-1931), dari keluarga Batak yang telah membaur dengan masyarakat Melayu-Islam di Deli. Ayahnya keturunan keluarga kepala adat dari Pasar Matanggor di Padang Lawas Tapanuli.

    Menjelang invasi Jepang ke Hindia Belanda, Amir berusaha—menyetujui dan menjalankan garis Komunis Internasional agar kaum kiri menggalang aliansi dengan kekuatan kapitalis untuk menghancurkan Fasisme. Barangkali ini mempunyai hubungan dengan pekerjaan politik Musso dengan kedatangannya ke Hindia Belanda dalam tahun 1936.

    Pada bulan Januari 1943 ia tertangkap oleh fasis Jepang, di tengah gelombang-gelombang penangkapan yang berpusat di Surabaya. Kejadian ini dapat ditafsirkan sebagai terbongkarnya jaringan suatu organisasi anti fasisme Jepang yang sedikit banyak mempunyai hubungan dengan Amir. Terutama dari sisa-sisa kelompok inilah Amir, kelak ketika menjadi Menteri Pertahanan, mengangkat para pembantunya yang terdekat. Namun demikian identifikasi penting kejadian Surabaya itu, dari sedikit yang kita ketahui melalui sidang-sidang pengadilan mereka tahun 1944, hukuman terberat dijatuhkan pada bekas para pemimpin Gerindo dan Partindo Surabaya.

    Sebuah dokumen NEFIS (Netherlands Expeditionary Forces Intelligence Service), instansi rahasia yang dipimpin Van Mook, tertanggal 9 Juni 1947 menulis tentang Amir; "ia mempunyai pengaruh besar di kalangan massa dan orang yang tak mengenal kata takut". Belanda mungkin tahu bahwa penghargaan berbau mitos terhadapnya di kalangan Pesindo berasal dari cerita para tahanan sesamanya. Bagaimana ia menghadapi siksaan fisik dan moral yang dijatuhkan Jepang. Diceritakan, misalnya, bagaimana ia tertawa ketika para penyiksa menggantungnya dengan kaki di atas.

    Dalam Persetujuan Renville tanggungjawab yang berat ini terletak dipundak kaum Komunis, khususnya Amir sebagai negosiator utama dari Republik Indonesia. Kabinet Amir Sjarifuddin mengundurkan diri dengan sukarela dan tanpa perlawanan samasekali, ketika disalahkan atas persetujuan Renville oleh golongan Masyumi dan Nasionalis.

    Setelah Peristiwa Madiun 1948, pemerintahan Hatta menuduh PKI berupaya membentuk negara komunis di Madiun dan menyatakan perang terhadap mereka. Amir Sjarifuddin, sebagai salah seorang tokoh PKI, yang pada saat peristiwa Madiun meletus sedang berada di Yogyakarta dalam rangka kongres Serikat Buruh Kereta Api (SBKA) turut ditangkap beserta beberapa kawannya.

    19 Desember 1948, sekitar tengah malam, di kompleks makam desa Ngalihan, kepala Amir Sjarifuddin ditembak dengan pistol oleh seorang letnan Polisi Militer, sebuah satuan khusus dalam Angkatan Bersenjata Indonesia. Sebelum itu beberapa orang penduduk desa setempat diperintahkan menggali sebuah lubang kubur besar. Dari rombongan sebelas orang yang diangkut dengan truk dari penjara di Solo, Amir orang pertama yang ditembak mati malam itu. Beberapa hari sebelumnya, ia dan beberapa orang lainnya, secara diam-diam telah dipindahkan ke rumah penjara ini dari tempat penahanan mereka di Benteng Yogyakarta

Bagi Para Kafir yang ingin menyumbang artikel dipersilahkan.
Saya akan berusaha update thread ini..

salam
KalangKilang
Last edited by kalangkilang on Thu Jun 16, 2011 11:05 am, edited 4 times in total.
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Fitnah 1 :Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Thu Apr 14, 2011 4:51 pm

PARTISIPASI PARA KAFIR MENGANGKAT HARGA DIRI BANGSA..
berikut ini saya buat daftar kafir dalam bidang olahraga, yang membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang di Gelanggang Internasional. Kumandang Lagu yang membuktikan bahwa RI, adalah negara yang layak diperhitungkan. Bagian ini juga merupakan berisi olahragawan Kafir yang jadi Pionir Tingkat Dunia..

1. Susi Susanti
    Lucia Francisca Susi Susanti (Hanzi: 王蓮香, Pinyin: Wang Lian-xiang, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971; umur 40 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia.
    Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996.
    daftar prestasi:
      = Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
      = Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
      = Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
      = Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995
      = Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989
      = Juara World Cup 1989, 1993, 1994, 1996, 1997
      = Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996
2. Alan Budi Kusuma
    Alan Budikusuma Wiratama alias Goei Ren Fang (Dalam aksara Tionghoa: 魏仁芳), (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 1968; umur 43 tahun) adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang meraih medali emas bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992 dalam nomor tunggal putra. Ia pensiun dari dunia bulu tangkis setelah Olimpiade Atlanta 1996.
3. Tony Gunawan
    Tony Gunawan (吴俊明) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 April 1975; umur 36 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Tony berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Victo Wibowo, Candra Wijaya, Halim Haryanto, Bob Malaythong, dan Howard Bach.
    Pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya banyak menjuarai kejuaraan dan berhasil menduduki peringkat satu dunia. Pasangan ini berhasil meraih medali emas Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Demikian juga saat berpasangan dengan Halim Haryanto, pasangan ini juga berhasil menjuarai berbagai kejuaraan dan menduduki peringkat satu dunia.
4. Rafael Chandra Wijaya
    Rafael Candra Wijaya (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 16 September 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Candra berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan baik di ganda putra maupun ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Ade Sutrisna, Sigit Budiarto, Tony Gunawan, Nova Widianto, Eliza Nathanael, dan Jo Novita.
5. Elias Pical - Juara Dunia Pertama dari Indonesia
    Awal Bertinju
      Pical jatuh cinta kepada olahraga tinju sejak menonton pertandingan-pertandingan tinju di TVRI, terutama pertandingan Muhammad Ali.

      Pical telah menggeluti olahraga tinju sejak berusia 13 tahun, dengan berlatih sembunyi-sembunyi karena dilarang oleh kedua orangtuanya. Sebagai petinju amatir yang bermain di kelas terbang, ia kerap menjadi juara mulai dari tingkat kabupaten hingga kejuaraan Piala Presiden. Karier profesionalnya dimulai pada tahun 1983 dalam kelas bantam junior. Sejak itu, berturut-turut sederet prestasi tingkat dunia diraihnya, seperti juara OPBF setelah mengalahkan Hi-yung Chung asal Korea Selatan dengan kemenangan angka 12 ronde pada 19 Mei 1984 di Seoul, Korea Selatan. Atas kemenangan ini, Pical menjadi petinju profesional pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar internasional di luar negeri.

      Pukulan hook dan uppercut kirinya yang terkenal cepat dan keras itu, membawa Pical ke puncak popularitas. Oleh pers, pukulan tersebut dijuluki sebagai "The Exocet", merujuk pada nama sebuah rudal milik Perancis yang digunakan oleh Inggris yang dalam Perang Malvinas yang berkecamuk pada masa jaya Pical saat itu
    Kejuaraan Dunia
      Ia merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior (atau kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-do di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1985. Setelah mempertahankan gelar melawan petinju Australia, Wayne Mulholland, 25 Agustus 1985, Pical harus mengakui keunggulan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco dengan angka di Jakarta. Namun Pical mampu bangkit dan membalas kekalahannya atas Polanco dengan balik memukul KO Polanco pada pertandingan kedua di Jakarta, 5 Juli 1986.

      Sempat mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan, Dong-chun Lee, langkah Pical terhenti setelah menyerah dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy dengan KO pada ronde 14, pada tahun 1987.

      Setelah terjadi pergulatan batin berbulan-bulan karena depresi pasca kekalahan melawan Galaxy, Pical mampu bangkit dan merebut gelar IBF kelas bantam yunior kembali dari sang juara bertahan waktu itu Tae-ill Chang, juga dari Korea Selatan. Gelar ini sempat bertahan sampai 2 tahun, hingga akhirnya Pical harus terbang ke Ronoake, Virginia, Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar melawan Juan Polo Perez dari Kolombia, (4 Oktober 1989, dan Pical harus menyerahkan gelarnya setelah kalah angka.
    Masa pensiun
      Pasca kekalahan dari Perez, Pical sempat bertanding non gelar sebanyak 3 kali, hingga akhirnya ayah dari Lorinly dan Matthew Pical ini pun sedikit demi sedikit menyingkir dari ring tinju. Pical yang tidak sempat lulus SD ini kemudian bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di sebuah diskotik di Jakarta.

      Ia ditangkap pada 13 Juli 2005 oleh polisi karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik. Penangkapannya sempat menuai kritikan dari berbagai pihak yang menyoroti tiadanya jaminan hidup yang diberikan pemerintah kepada atlet yang telah mengharumkan nama negara. Pical lalu divonis hukuman penjara selama 7 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

6. Chris John - The Indonesian Thin Man
    Introduksi
      Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John (lahir di Jakarta, 14 September 1979; umur 31 tahun) adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia ketiga yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.
    Kemenangan
      3.1 Meraih gelar juara kelas bulu WBA
      3.2 Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang
      3.3 Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama
      3.4 Menang melawan Derrick Gainer
      3.5 Menang melawan Tommy Browne di Australia
      3.6 Menang melawan Juan Manuel Marquez
      3.7 Menang melawan Renan Acosta
      3.8 Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua
      3.9 Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang
      3.10 Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia
      3.11 Menang melawan Hiroyuki Enoki
      3.12 Seri melawan Ricardo Rocky Juarez
      3.13 Menang melawan Ricardo Rocky Juarez
      3.14 Menang Melawan Fernando David Saucedo
    Kutipan falsafah Chris John..
        "Orang hanya mengenal saya seperti sekarang ini; sukses, terkenal, dan memiliki banyak uang. Tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana saya berjuang, sejak kecil digembleng ayah saya berlatih tinju dan saya hampir tidak mempunyai waktu bermain seperti anak sebaya saya."
        "Saat debut tinju dalam kejuaraan tinju amatir di Banjarnegara, saya begitu grogi, sehingga saat memukul, saya memejamkan mata sambil memukul, dan rupanya banyak yang kena, sehingga saya dinyatakan menang angka."
        "Biarlah orang lain menganggap gelar juara saya sekedar juara di atas kertas (paper champion) dll, tapi saya akan buktikan bahwa saya bukan seorang paper champion."

7. Irene Kharisma Sukandar - Grand Master Wanita
    Irene Kharisma Sukandar (lahir di Jakarta, 7 April 1992; umur 19 tahun) adalah seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung mulai Desember 2008.
Last edited by kalangkilang on Fri Apr 15, 2011 3:04 am, edited 2 times in total.
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Thu Apr 14, 2011 5:09 pm

Tokoh Kafir yang mengisi Kemerdekaan Jaman Modern dengan kualitas Kelas Dunia

1. Yap_Thiam_Hien - Pendekar HAM
Bagi para aktivis HAM, nama ini pasti tidak asing, bahkan nama beliau diabadikan Nama Penghargaan bagi pejuang HAM di Indonesia. Siapapun dibela oleh beliau, tidak peduli komunis, islam garis keras, tahanan politik, bahkan beliau adalah seorang figur antikorupsi.


    Yap Thiam Hien (lahir di Koeta Radja, Aceh, 25 Mei 1913 – meninggal di Brusel, Belgia, 25 April 1989 pada umur 75 tahun) adalah seorang pengacara Indonesia keturunan Tionghoa. Ia mengabdikan seluruh hidupnya berjuang demi menegakkan keadilan dan hak asasi manusia (HAM). Namanya diabadikan sebagai nama sebuah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar bagi penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

    Aktivitas:
      Selama menjadi pengacara, Yap pernah membela pedagang di Pasar Senen yang tempat usahanya tergusur oleh pemilik gedung. Yap juga menjadi salah seorang pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

      Pada era Bung Karno, Yap menulis artikel yang mengimbau presiden agar membebaskan sejumlah tahanan politik, seperti Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Mochtar Lubis, Subadio, Syahrir, dan Princen.

      Begitu pula ketika terjadinya Peristiwa G30S, Yap, yang dikenal sebagai pribadi yang antikomunis, juga berani membela para tersangka G30S seperti Abdul Latief, Asep Suryawan, dan Oei Tjoe Tat. Yap bersama H.J.C Princen, Aisyah Aminy, Dr Halim, Wiratmo Sukito, dan Dr Tambunan yang tergabung dalam Lembaga Pembela Hak-hak Asasi Manusia (LPHAM) yang mereka dirikan 29 April 1966 dan sekaligus mewakili Amnesty International di Indonesia, meminta supaya para tapol PKI dibebaskan.

      Ia juga membuktikan nasionalisme tidak dapat dikaitkan dengan nama yang disandang seseorang. Ini dibuktikannya dengan tidak mengganti nama Tionghoa yang ia sandang sampai akhir hayatnya walaupun ada himbauan dari pemerintah Orde Baru kepada orang Tionghoa di Indonesia untuk mengganti nama Tionghoa mereka.

      Ia juga membela Soebandrio, bekas perdana menteri, yang menjadi sasaran cacian massa pada awal Orde Baru itu. Pembelaan Yap yang serius dan teliti kepada Soebandrio itu sempat membuat hakim-hakim militer di Mahmilub (Mahkamah Militer Luar Biasa) bingung dan kesal.

      Yap juga seorang tokoh yang antikorupsi. Ia bahkan sempat ditahan selama seminggu pada tahun 1968 sebagai akibat kegigihannya menentang korupsi di lembaga pemerintah.

      Pada Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) 1974, Yap juga tampil teguh memosisikan diri membela para aktivis mahasiswa. Ia pun ditahan tanpa proses peradilan. Ia dianggap menghasut mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran. Begitu pula ketika terjadi Peristiwa Tanjung Priok pada 1984, Yap maju ke depan membela para tersangka

2. Yohannes Surya - Bapak Olimpiade Fisika Indonesia
Saya salut kepada tokoh kita yang satu ini, makanya saya berani menyebut Bapak Olimpiade Fisika Indonesia. Perjuangan beliau untuk memasyaratkan Fisika di Indonesia, dan perjuangannya supaya Indonesia dikenal juga sebagai negara Fisika telah bisa dibuktikan dengan banyaknya medali emas fisika yang bisa dibawa pulang ke indonesia dalam setiap kompetisi tingkat dunia.
    Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat. Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar Ph.D., Yohanes Surya menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia – Amerika Serikat (1994). Walaupun sudah punya Greencard (izin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat), Yohanes Surya pulang ke Indonesia dengan tujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika (semboyannya waktu itu adalah “Go Get Gold”) serta mengembangkan fisika di Indonesia.
    Pulang dari Amerika, disamping melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes Surya menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI untuk bidang fisika nuklir (tahun 1995 –1998). Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika Internasional.[2] Pada tahun 2006 [3]seorang siswa binaannya, Jonathan Pradana Mailoa[4], berhasil meraih predikat "The Absolute Winner" (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura.
    Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang), penggagas dan president Asian Physics Olympiad (2000-sekarang), Chairman of The first Asian Physics Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000), Executive member of the World Physics Federation Competition, Chairman of The International Econophysics Conference 2002, Chairman the World Conggress Physics Federation 2002, Board of Experts di majalah National Geographic Indonesia serta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di Denpasar, Bali.

    Selama berkarier di bidang pengembangan fisika, Yohanes Surya pernah mendapatkan berbagai award/fellowship antara lain CEBAF/SURA award AS ’92-93 (salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Pada tahun 2007, beliau menulis buku “Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia” yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia.

3. W.J.S Poerwadarminta - Penyusun Kamus Bahasa Indonesia
Tokoh kafir katolik yang juga murtadin ini adalah salah seorang penyusun kamus bahasa indonesia yang akhirnya menjadi standart tata bahasa indonesia.

    Prof. Dr. A Teeuw memberi kesan terhadap Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta sebagai berikut :
    Of the Indonesia explanatory dictionaries, Poerwadarminta’s Kamus Umum (1952 ) deserves mention before all others : a standard work, Coming right at the beginning of the history of Bahasa Indonesia lexicography, and excelling in the large number of well chosen examples of the use of words. The dictionary by Zain is bay no means so good.

4. Basuki Abdullah - Sang Maestro Lukis Indonesia
Tokoh kafir yang satu ini yang adalah seorang murtadin, adalah maestro lukis nomor 1 di Indonesia, pengakuan dari manca negara sudah membuktikannya.

    Pada masa Pemerintahan Jepang, Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

    Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.
    Karir :
    - Royal Court Artist Istana Raja Muangthai (1963- sekarang)
    - Dianugerahi Bintang Poporo sebagai Royal Court Artist oleh Raja Muangthai, Bhumibol Adulyadej
    - Pernah melukis kepala negara, antara lain, Marcos dan Imelda Marcos, Soekarno, Soeharto, Tanom Kittikachorn.

5. Romo Y.B Mangunwijaya - Pejuang kemerdekaan, Bapak Arsitektur Modern Indonesia, Ulama Katolik, Penulis, Pejuang HAM, Tokoh Pendidikan
Walaupun saya bukan kafir Katolik, namun menurut pribadi saya, tokoh ini adalah salah satu putra terbaik negeri ini yang pernah dilahirkan. Memberi seluruh kemampuan terbaiknya bagi Republik Indonesia. Tokoh ini, menurut pribadi saya adalah Rasul di jaman modern. Ulasan khusus tokoh ini agak lebih panjang, sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau.

    PEJUANG KEMERDEKAAN

      Yusuf Bilyarta Mangunwijaya adalah nama lengkapnya. Ia dilahirkan pada tanggal 6 Maret 1929 di Ambarawa, Jawa Tengah, sebagai anak sulung dari dua belas bersaudara. Ayahnya bernama Yulianus Sumadi, sedangkan ibunya Serafin Kamdaniyah.

      Romo Mangun mengawali pendidikannya di HIS Fransiscus Xaverius, Muntilan, Magelang (1936 -- 1943). Lalu berturut-turut di STM Jetis, Yogyakarta (1943 -- 1947), dan SMU-B Santo Albertus, Malang (1948 -- 1951). Selanjutnya ia menempuh pendidikan seminari pada Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta, yang dilanjutkan ke Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan, Magelang.

      Pada masa-masa sekolahnya, Romo Mangun sudah ikut dalam gerakan kemerdekaan. Ia, misalnya, ikut dalam aksi pencurian mobil-mobil tentara Jepang. Ia pun bergabung dalam Batalyon X Divisi III sebagai prajurit TKR. Ia turut pula dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, dan Mranggen. Selain menjadi prajurit Tentara Pelajar, ia pernah pula bertugas sebagai sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan. Pernah pula ia menjabat sebagai komandan Tentara Pelajar saat Agresi Militer Belanda I pada Kompi Kedu
    IMAM YANG MENEKUNI ARSITEKTUR

      Pada tahun 1951, ia masuk ke Seminar Menengah di Kotabaru. Setahun kemudian, ia pindah ke Seminari Menengah Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang. Ia melanjut ke Institut Filsafat dan Teologi Santo Paulus di Kotabaru. Di sinilah ia bertemu mentornya, Uskup Soegijapranata, SJ., sosok yang juga menjadi tokoh Nasional. Uskup Soegijapranata, SJ. merupakan uskup agung pribumi pertama di Indonesia. Tidak hanya mengajar, Soegijapranata pulalah yang menahbiskan Romo Mangun sebagai imam pada tahun 1959.

      Meski telah menjabat sebagai imam, cita-cita Romo Mangun sejak lama untuk menjadi insinyur tidaklah hilang. Itulah sebabnya, setelah ditahbiskan, ia justru melanjutkan pendidikannya di Teknik Arsitektur ITB, juga pada tahun 1959. Dari ITB, ia melanjutkan studinya di universitas yang sama dengan B.J. Habibie, yaitu di Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman pada 1960, yang diselesaikannya pada tahun 1966. Pendidikan arsitektur inilah yang kemudian memberinya landasan yang kuat untuk menghasilkan beragam karya arsitektural yang justru menghadirkan nuansa baru dalam arsitektur Indonesia. Tidak heran pula bila ia kemudian dikenal sebagai bapak arsitektur modern Indonesia.

      Sebagai arsitek, ia merancang membangun banyak gedung. Sebut saja kompleks peziarahan Sendangsono, Gedung Keuskupan Agung Semarang, Bentara Budaya Jakarta, pelbagai bangunan lain, termasuk beberapa gereja. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pun menganugerahinya IAI Awards 1991 dan 1993 sebagai penghargaan atas beberapa karyanya. Adapun karya arsitekturalnya di Kali Code menjadi salah satu "monumen" Romo Mangun. Ia membangun kawasan pemukiman warga pinggiran itu tidak sebatas pembangunan fisik, tapi sampai pada fase memanusiakan manusia.

      "Penataan lebih pada segi sosio-politis dan pengelolaan kemasyarakatan," demikian tutur Romo Mangun, yang dikenal juga sebagai bapak dari masyarakat "Girli" (pinggir kali) mengenai "monumen"-nya tersebut. Penataan lingkungan di Kali Code itu pun membuahkan The Aga Khan Award for Architecture pada tahun 1992. Tiga tahun kemudian, karya yang sama ini membuahkan penghargaan dari Stockholm, Swedia, The Ruth and Ralph Erskine Fellowship Award untuk kategori arsitektur demi rakyat yang tak diperhatikan
    MEMIHAK RAKYAT KECIL

      Sisi humanisme Romo Mangun memang begitu kental. Pada tahun 1986, ia mendampingi warga Kedungombo yang kala itu memperjuangkan lahannya dari pembangunan waduk. Pembelaannya kepada nasib penduduk Kedungombo menyebabkan presiden, yang saat itu masih dijabat oleh Soeharto, menuduhnya sebagai komunis yang mengaku sebagai rohaniawan. Berbagai teror dan intimidasi menghampirinya pula.

      "Kalau saya dituduh melakukan kristenisasi kepada para santri, silakan tanyakan langsung kepada warga Kedungombo. Kalau saya dikatakan sebagai warga negara yang tidak taat kepada pemerintah, saya jawab, ketaatan itu harus pada hal yang baik. Orang tidak diandaikan untuk menaati perintah yang buruk. Apa yang saya kerjakan sesuai dengan Mukadimah UUD 1945 dan Pancasila," komentarnya tenang.

      Upaya yang tidak sia-sia mengingat pada tanggal 5 Juli 1994, akhirnya Mahkamah Agung RI mengabulkan tuntutan kasasi 34 warga Kedungombo tersebut. Malahan warga memperoleh ganti rugi yang nilainya lebih besar daripada tuntutan semula.
    SEBAGAI PENULIS SEKALIGUS PENDIDIK

      Karya tulis yang dihasilkan Romo Mangun bukanlah karya tulis sembarangan. Semua dihadirkan dengan alam pikir yang kompleks. Hal ini terwujud pula dari kalimatnya yang panjang-panjang, yang tak jarang sulit dipahami. Namun, ia berkata, "Tulisan saya realitas. Realitas itu kompleks, tidak sederhana, tidak satu dimensi, canggih, rumit, dan banyak segi. Kalimat mestinya begitu juga."

      Faruk H.T. berkomentar, "Karya-karya sastra Romo Mangun pada dasarnya berisi cerita tentang pengorbanan dan penyerahan kekuasaan yang tidak menutup kemungkinan bagi munculnya pengkhianatan" (Gatra 20 Februari 1999).

      Kekayaan tulisan Romo tidak hanya terlihat lewat bingkai sejarah yang dihadirkan, tetapi juga persoalan kultur turut dibahasnya. Dalam bukunya, "Pasca-Indonesia, Pasca-Einstein" (1999), masalah kultur dan dikotomi Barat-Timur, ia bahas secara tajam.

      Dalam bidang kesusastraan, buah tangannya tidak dimungkiri pula. Sebut saja "Burung-Burung Manyar" (1981) yang menuai penghargaan dari Ratu Thailand Sirikit lewat ajang The South East Asia Write Award 1983. Ia juga menjadi orang Indonesia kedua setelah Goenawan Mohammad yang mendapat penghargaan The Professor Teeuw Award di Leiden, Belanda, untuk bidang susastra dan kepedulian terhadap masyarakat. Adapun karya sastra terakhirnya berjudul "Pohon-Pohon Sesawi", yang diterbitkan setahun setelah ia meninggal.

      Tidak hanya dalam bidang arsitektur dan penulisan, Romo Mangun pun memiliki keprihatinan terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Ia mewujudkannya dengan mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Catherine Mills, yang menulis tesis mengenai Romo Mangun, mengutip perkataan Romo, "When I die, let me die as a primary school teacher (kalau saya meninggal, biarkan saya meninggal sebagai guru sekolah dasar)." Bagi Romo Mangun, pendidikan dasar jauh lebih penting daripada pendidikan tinggi. Itulah sebabnya, ia pun pernah berujar, "Biarlah pendidikan tinggi berengsek dan awut-awutan. Namun, kita tidak boleh menelantarkan pendidikan dasar."

6. Prof. Pantur Silaban Ph.D-fisikawan pertama Indonesia (bahkan Asia Tenggara) dalam teori relativitas
Karena tokoh ini satu kampung dengan saya, pembahasannya agak lebih panjang, :lol:

    Biografi Singkat
      Prof. Pantur Silaban Ph.D (lahir di Sidikalang, Dairi, 11 November 1937; umur 73 tahun) adalah salah seorang fisikawan Indonesia. Beliau menjadi guru besar fisika teori Institut Teknologi Bandung per Januari 1995 dan dikenal sebagai fisikawan pertama Indonesia (bahkan Asia Tenggara) dalam teori relativitas khususnya Relativitas umum yang tergolong langka di bidangnya. Ayahnya Israel Silaban dan ibunya Regina br Lumbantoruan adalah pedagang buta huruf, tapi Pantur terdidik sampai PhD lalu profesor di lembaga pendidikan terkemuka: ITB.
    Perjalanan Pendidikan
      Pada tahun 1967, beliau berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar relativitas umum dan ia diterima di pusat gravitasi kajian Syracuse langsung di bawah bimbingan oleh Peter Gabriel Bergmann dan Joshua N. Goldberg yang dikenal sebagai otoritas relativitas umum setelah pencetusnya, Albert Einstein. Di sana Pantur Silaban memasuki isu paling hangat yakni mengawinkan Medan Kuantum dan Relativitas Umum untuk meminak Teori Kuantum Gravitasi. Itulah impian terkenal Albert Einstein yakni meramu keempat interaksi yang ada di alam semesta dalam satu formulasi yang gagal ia peroleh sampai akhir hayatnya: Grand Unified Theory. Pekerjaan ini diselesaikan dengan disertasi yang berjudul "Null Tetrad, Formulation of the Equation of Motion in General Relativity" pada tahun 1971.

      Setelah kembali ke Indonesia, Pantur Silaban menjadi orang pertama di Indonesia yang mempelajari relativitas Einstein sampai tingkat doktor. Beberapa risetnya diterbitkan Journal of General Relativity and Gravitation. Sekian banyak makalahnya dimuat berbagai proceedings. Seniornya, Prof. Achmad Baiquni (almarhum), selalu menyebut nama Pantur Silaban sebagai otoritas bila menyinggung nama Einstein dan beberapa kali diundang sebagai pembicara di International Centre for Theoretical Physics (ICTP), Trieste, Italia, yang didirikan [b]Nobelis Fisika, Abdus Salam[/b]. Pantur Silaban selalu mencermati indikasi akan keberhasilan Teori Kuantum Gravitasi hingga kini.
    Ucapan beliau :
      "Saya memang terkesan dengan etos kerja Yahudi," katanya. "Anda tahu Syracuse itu universitas orang Yahudi. Hanya ada dua jenis manusia yang diterima di sini. Kalau bukan Yahudi, ya pasti orang pintar. You tahu saya bukan Yahudi."

    Pandangan tentang pendidikan indonesia.

      Salah satu, kualitas kita yang makin rendah dalam ilmu dasar. Saya mau katakan, kualitas lulusan pascasarjana fisika lima tahun terakhir ini lebih rendah ketimbang kualitas sarjana fisika semasa Anda tahun 1980-an. Bayangkan banyak yang tak mengerti bagaimana menginversikan matriks. Dalam hal ini, di ASEAN, Indonesia peringkat 7 dari 10. Di bawah kita hanya Laos, Myanmar, dan Kamboja. Vietnam di atas kita. Sebelum Perang Vietnam punya banyak orang pintar. Saya kira Vietnam hanya bisa dipertandingkan dengan Singapura.

      Saya pernah tanya, negara mana yang kuat di dunia ini tapi ilmu dasarnya lemah. Enggak ada. Rusia kuat, ilmu dasarnya kuat. Demikian pula Inggris, Perancis, apalagi Amerika Serikat.

      Beberapa murid pintar SMA dari kalangan Batak pernah datang ke saya ingin belajar serius fisika. Penghalangnya justru orangtua mereka. "Kalau lulus, kamu mau makan apa? Paling kamu jadi guru." Begitu ancaman orangtua. Dari situ kelihatan, profesi guru dilecehkan. Padahal, yang menentukan maju-tidaknya sebuah bangsa adalah guru.
Last edited by kalangkilang on Fri Apr 15, 2011 4:43 am, edited 3 times in total.
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby ahaQ » Fri Apr 15, 2011 3:03 am

nice trit kk KK... nandain trit yaaa
User avatar
ahaQ
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 865
Joined: Sun Sep 12, 2010 7:41 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Fri Apr 15, 2011 3:49 am

ahaQ wrote:nice trit kk KK... nandain trit yaaa

Oke sis,,

Semoga thread ini berguna, nambah wawasan juga sekalian memberi pandangan kepada teman-temen muslim yang ngomong, orang kafir indonesia tidak ikut berjuang merebut dan membela kemerdekaan..

saya usahakan update thread ini deh..

salam
KalangKilang
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Fri Apr 15, 2011 4:08 am

KIPRAH PENGUSAHA NON MUSLIM MEMBANGUN REPUBLIK INDONESIA..

Pada bagian ini saya berusaha membuat daftar pengusaha Non Muslim yang ikut membangun Republik Indonesia, hingga kita bisa menikmati hasil-hasilnya seperti sekarang ini.

1. Dr. Ir. Ciputra
Tokoh ini terkenal sebagai Raja properti di Indonesia,

    biografi singkat
      Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 79 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.
    Masa Muda
      Ciputra, yang memiliki nama lahir Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Parigi, Sulawesi Tengah. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Bapaknya Tjie Siem Poe ditangkap oleh pasukan tak dikenal,[1] karena dituduh sebagai mata-mata Belanda/Jepang dan tidak pernah kembali lagi pada tahun 1944.

      Ketika remaja ia bersekolah di SMP dan SMA Frater Don Bosco di Manado. Setamatnya dari SMA, ia meninggalkan desanya menuju Jawa. Ia kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung. Pada tingkat empat, ia bersama dua temannya mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur pada tahun 1960, ia pindah ke Jakarta.
    Karir dan bisnis
      Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB, Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itusebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

      Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby tulipputut » Fri Apr 15, 2011 9:45 am

Semoga thread ini berguna, nambah wawasan juga sekalian memberi pandangan kepada teman-temen muslim yang ngomong, orang kafir indonesia tidak ikut berjuang merebut dan membela kemerdekaan..


Siiip...deh!
Sangat bermanfaat bagi saya bung Kilang,

TQ.


Eeeh....avatarnya kok diganti serem gitu siih????
Last edited by tulipputut on Fri Apr 15, 2011 12:55 pm, edited 1 time in total.
User avatar
tulipputut
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 978
Joined: Mon Dec 06, 2010 10:26 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Fri Apr 15, 2011 12:43 pm

saya tambahin ya :
Laksamana Muda John Lie


Image

ini nih tokoh pahlawan yg baru gw knal yg petualangannya ruaaaarr biasa. inilah tokoh pahlawan kita yg berani menembus blokade belanda diawal2 masa kemerdekaan demi mengisi kas negara dan menyuplai senjata bagi angkatan bersenjata kita.

pada awalnya, John lie muda bekerja di maskapai pelayaran milik belanda, KPM. Dia rela mempertaruhkan nyawa dengan berhenti dari maskapai belanda tsb demi kembali ke indonesia untuk berjuang. Dengan kapal kecil nya yg diberi nama "Outlaw", John lie berkali2 menembus blokade belanda dan radio BBC inggris menjuluki kapal John Lie dengan sebutan "The Black Speedboat" karena kemahirannya beroperasi dimalam hari tanpa penerangan tanpa tertangkap oleh belanda.

selain mempertahankan RI dari belanda, John lie jg ikut serta dalam penumpasan beberapa pemberontakan seperti PERMESTA, DI/TII, dan RMS. Peran john Lie bagi RI tidak dapat dianggap remeh. karena berkat usahnya maka NKRI dapat dipertahankan. Cerita ttg Laksamana muda John Lie ini pernah diangakat oleh Metro Files

"When I was a boy, Lie says, "I did wrong. The Lord told me to move on, and I went to the sea. I spent 15 years on Dutch sailing between Durban and Shanghai. But I saw Dutch did wrong, so once again I moved on. I went to the Holy Land. The God told me to go home and help make Indonesia a Garden of Eden."

- Lie dalam wawancara dengan LIFE magz 26 okt 1949 -

Tjoa Tek Swat

Image

Tjoa Tek Swat (Cicurug, Sukabumi, 29 September 1911 - Jakarta, 12 Desember 1944) adalah seorang pendeta Kristen yang terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap penjajahan Jepang melalui sebuah gerakan bawah tanah yang dinamai "Piet van Dam". Organisasi ini bergerak di Bogor dan di Jakarta. Selain Tjoa Tek Swat sendiri, dua orang anggota lainnya adalah Wernick dan Lie Beng Giok (yang belakangan berganti nama menjadi LBG Suryadinata).

Dr. Oen Boen Ing

Image

Menurut kesaksian Soelarso, Ketua Paguyuban Rumpun Eks Tentara Pelajar Detasemen II Brigade XVII, "...tanpa menghiraukan tembakan Belanda, Dr Oen keluar masuk wilayah TNI untuk mengobati para prajurit..."
Last edited by MaNuSiA_bLeGuG on Fri Apr 15, 2011 2:57 pm, edited 2 times in total.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Tue May 31, 2011 8:05 am

fayhem wrote:Info yang bagus =D> Thanks

Sama-sama sis, kalau akhinya thread ini bisa membantu,,kalau ada masukan dari anda, mohon ditambahkan.. :green:

tulipputut wrote:Siiip...deh!
Sangat bermanfaat bagi saya bung Kilang,

Trims,,sis, kalau ada tambahan baik nama atau referensi, mohon masukannya..

tulipputut wrote:Eeeh....avataranya kok diganti serem gitu siih????

Dah saya ganti sis, apa sih yang ga buat sis :green: (*sstt..bobo dipeluk lagi offline kan?*)

@netter MaNuSiA_bLeGuG
trims atas tambahannya bro,
Laksamana Muda John Lie ini keturunan tionghoa yah, baguslah.
Kebetulan saya lagi mencari-cari pejuang pembela kemerdekaan kafir dari etnis tionghoa. Biar lengkap gitu ada batak, ambon, Bali, papua, minahasa, Tionghoa, Jawa, NTT, Kalimantan.

salam
KalangKilang
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby kalangkilang » Wed Jun 15, 2011 7:30 pm

sehabis jalan-jalan di topik : ra-kartini-islam-penting-t1230/page100.html#p766538

menemukan sebuah kalimat diskusi :

shara wrote:
hanya islam yang berjuang....???baca Sejarah Dong !!!

muslim_netral wrote:
Kalaupun ada yang kafir, yang jelas bukan nasrani..

oleh karena itu, sundul dulu topik ini, biar para penyesat akhirnya kembali ke jalan yang benar... :lol:

salam
kk
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby je_prince97 » Wed Jun 15, 2011 8:21 pm

DAHSYAT!!!!! :prayer:

Kalau TUHAN SEJATI yang bergerak, RUAAAARRR BIASAAAA!!!! :prayer:

Thanks atas info penting ini, biar antek2 iblis itu nyaho' semuanya! :supz:
User avatar
je_prince97
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby muslim_netral » Wed Jun 15, 2011 9:29 pm

Tapi tetep aja lebih banyak kafir penjajah dibanding kafir pejuang... :-"
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby je_prince97 » Wed Jun 15, 2011 9:31 pm

muslim_netral wrote:Tapi tetep aja lebih banyak kafir penjajah dibanding kafir pejuang... :-"

Ngayal lagi...ngayal lagi. Kalau bisa kasih buktinya dooonk, jangan asal koar. #-o
User avatar
je_prince97
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1088
Joined: Wed Oct 01, 2008 1:44 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby muslim_netral » Wed Jun 15, 2011 9:39 pm

je_prince97 wrote:Ngayal lagi...ngayal lagi. Kalau bisa kasih buktinya dooonk, jangan asal koar. #-o


Jadi kau pikir yang jajah indonesia berabad-abad itu orang Arab? ](*,)
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby oglikom » Wed Jun 15, 2011 9:51 pm

Sayang makhluk secantik anda di 'jajah' oleh doktrin pagan Arab.. [-(
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby muslim_netral » Wed Jun 15, 2011 10:15 pm

oglikom wrote:Sayang makhluk secantik anda di 'jajah' oleh doktrin pagan Arab.. [-(


Sayang sekali makhluk-makhluk yang namanya missionaris malah ikut rame-rame berbonceng ria dengan penjajah, al-kitab di tangan kanan, amunisi di tangan kiri
begitukah ajaran kasih? membunuh,merampas,merampok dan membaptis !!!! :finga:
User avatar
muslim_netral
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1701
Joined: Mon Jul 12, 2010 12:58 am

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby oglikom » Wed Jun 15, 2011 10:19 pm

Dalilnya dhunk.... :goodman:
Entar saya pasti balas dengan dalil pagan Arab :turban:
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby Wong lawas » Wed Jun 15, 2011 10:58 pm

Kalo kafir menguasai nusantara(bkn indonesia) diblg menjajah, tp kalo muslim menguasai spanyol(cordoba) ato turki thd byzantium diblg jaman keemasan islam.. Trus apa standartnya si penjajah tulen.?
Wong lawas
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 281
Joined: Wed Jan 12, 2011 12:50 am
Location: Alas roban

Re: Penyesatan 1: Kafir Tidak ikut berjuang dalam Kemerdekaan RI

Postby Wong lawas » Wed Jun 15, 2011 11:00 pm

Kalo kafir menguasai nusantara(bkn indonesia) diblg menjajah, tp kalo muslim menguasai spanyol(cordoba) ato turki thd byzantium diblg jaman keemasan islam.. Trus apa standartnya si penjajah tulen.?
Wong lawas
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 281
Joined: Wed Jan 12, 2011 12:50 am
Location: Alas roban

Next

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users