. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Penusukan 'terkait' konflik agama

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 20, 2010 10:14 pm

MUI: Pencabutan SKB Dua Menteri Bisa Picu Konflik
Senin, 20 September 2010 | 16:42 WIB
Image
Ratusan aktivis Forum Solidaritas Kebebasan Beragama melakukan aksi damai dengan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengaku tak setuju dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri soal Pendirian Rumah Ibadah. Amidhan beralasan, pencabutan SKB dua menteri bisa menimbulkan konflik agama yang meluas. "Kalau dicabut justru berbahaya,"kata Amidhan saat dihubungi Tempo, Senin 20 September 2010.

Menurutnya, peraturan disebut dibuat agara masyarakat tidak memiliki aturannya tersendiri. "Kalau dicabut atau direvisi nanti masing-masing agama akan memegang aturannya sendiri dan bisa kacau karena memicu benturan umat beragama,"ujar Amidhan.

Amidhan melanjutkan, yang harus dibenarkan adalah implementasi peraturan. "Kalau bisa memenuhi syarat itu tidak akan ada masalah, kalau tidak berarti pemda setempat yang harus berupaya memberikan tempat lain bagi mereka untuk beribadah,"ungkapnya.

SKB Dua Menteri no.8 dan 9 tahun 2006 menjadi masalah semenjak muncul kasus pendirian Gereja di Ciketing, Bekasi. Jemaah Gereja HKBP itu diserang oleh kelompok tertentu yang menganggap mereka tidak boleh melakukan ibadah di wilayah tersebut karena belum memenuhi persyarataan PBM. Dalam aturan tersebut disebutkan antara lain jumlah minimal jemaah pengguna rumah ibadah yaitu 90 orang dan adanya dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang.

Menyikapi permasalahan tersebut, ungkap Amidhan, masyarakat harus dapat membedakan antara kebebasan beragama dan beribadah dengan pendirian tempat ibadah. "Soal pendirian sudah ada aturannya yang disepakati semua agama ketika itu, laksanakan saja, jangan khianati kesepakatan,"tegasnya.

Secara terpisah, ketua umum Persatuan Gereja Indonesia pendeta Karel Erari menyatakan pemerintah telah melanggar konstitusi negara dengan adanya peraturan tersebut. "Negara absen dan melanggar konstitusi itu pelanggaran berat terhadap kehidupan beragama karena itu PBM harus dicabut tanpa syarat."jelasnya.

Serupa dengan Karel, aktivis keagamaan Jacobus Mayong juga menginginkan PBM untuk dicabut."Lebih baik diatur saja dalam peraturan tata ruang bukan PBM."ucapnya.

RIRIN AGUSTIA
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra ... 21,id.html
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 20, 2010 10:17 pm

Menteri Agama Anggap SKB Dua Menteri Direvisi
Senin, 20 September 2010 | 16:15 WIB
Image
Ratusan aktivis Forum Solidaritas Kebebasan Beragama melakukan aksi damai dengan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto


TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri soal pendirian rumah beribadah tak perlu direvisi. Ia menilai aturan itu masih diperlukan untuk menjaga kerukunan umat bergama.

"Tidak ada kepentingan mengubah SKB. Karena itu untuk menjaga kerukunan, kalau itu tidak ada siapapun bisa melakukan apapun," katanya di Kantor Presiden,Senin 20 September 2010.


Suryadharma mencontohkan syarat mendirikan rumah ibadah harus dengan persetujuan 60 orang seperti yang datur dalam SKB tersebut sudah moderat. "Dulu (syaratna) diminta 400 KK (kepala keluarga). (SKB) Itu hanya 60 orang," katanya.

Tuntutan agar SKB 2 Menteri diubah menyeruak menyusul adanya insiden penikaman terhadap seorang jamaat HKBP di Bekasi, Ahad pekan lalu. Insiden itu bermula dari keberatan warga atas adanya rumah ibadah di wilayan mereka.

Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri diteken Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri pada 2006 lalu. Salah satu pasal dalam peraturan ini mengatur syarat pendirian rumah ibadah yang harus mendapat dukungan masyarakat sekitar, minimal 60 orang.

DWI RIYANTO AGUSTIAR
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra ... 14,id.html
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 20, 2010 10:28 pm

Ribuan Umat Muslim Bekasi Menuntut Jemaat HKBP Ditahan
Jum'at, 17 September 2010 | 17:06 WIB
Image
Sekitar 3.000 umat muslim menggelar aksi demonstrasi dengan berjalan kaki dari Islamic Center menuju Kantor Wali Kota. Umat Islam menuntut jemaat HKBP Pondok Timur Indah, ikut diadili terkait insiden bentrokan di Kampung Ciketing Asem, pada Ahad (12/9) lalu. TEMPO/Hamluddin

TEMPO Interaktif, Bekasi - Sekitar 2.000 umat muslim Jabodetabek menggelar demonstrasi di Kantor Wali Kota dan Polres Metropolitan Bekasi, Jumat (17/9) siang. Mereka mengajukan protes terhadap penahanan 10 warga muslim yang ditahan di Polda Metro Jaya, sebagai tersangka penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah Asian Lumbantoruan Sihombing.

Massa mendesak Pemerintah Kota Bekasi menertibkan jemaat HKBP yang memaksakan pembangunan gereja di Kampung Ciketing Asem, Mustikajaya Kota Bekasi.

Kepada polisi, massa mendesak agar jemaat HKBP berlaku adil. Mereka meminta jemaat HKBP juga diperiksa dan ditahan, karena yang sebenarnya terjadi adalah bentrokan bukan penusukan terhadap jemaat HKBP.

Massa memulai aksi dari Islamic Center, jalan Achmad Yani, menuju Kantor Wali Kota sejauh satu kilometer. Massa kemudian melanjutkan aksinya ke Polres Metropolitan Bekasi.

Selain berorasi, massa membentangkan spanduk yang berisi kecaman. Seperti, 'Usir HKBP dari Bekasi', dan 'HKBP mengganggu kenyamanan warga Bekasi'.

Menurut kuasa hukum tersangka penusukan Salih Mangara Sitompul, sesungguhnya yang terjadi adalah bentrokan. "Bahkan sembilan anak kita yang ditahan dikeroyok 200 jemaat HKBP," kata Salih, dalam forum pertemuan umat Islam di masjid Islamic Center, seusai shalat Jumat (17/9).


Menurut Salih, pada Ahad pagi lalu sembilan tersangka yang telah ditahan di Polda Metro Jaya melintas di hadapan jemaat HKBP yang sedang berkonvoi menuju lokasi kebaktian di Ciketing Asem.

Kebetulan di depan sembilan pengendara sepeda motor itu ada mobil melintas dan menyerempet salah satu pengendara. Jemaat HKBP yang berjalan didepannya berteriak maling, sembilan pengendara sepeda motor itu berhenti. Mereka terlibat adu pukul, empat orang luka. Dari jemaat HKBP, Asian Lumban Toruan dan Pendeta Luspida Simanjuntak yang mengalami luka memar di pelipis kiri.

Dari pengendara sepeda motor, Ade Firman tulang tangan kirinya lepas dari siku karena dihantam batu. Ismail, kepalanya bocor akibat ditusuk payung salah seorang jemaat HKBP. "Kami minta jemaat HKBP yang memukuli mereka juga ditangkap," katanya.

Salih menyesalkan tokoh-tokoh pemerintahan di Jakarta memberikan komentar yang memojokkan umat Islam di Kota Bekasi, setelah insiden perkelahian yang dianggap tidak berimbang itu. "Padahal mereka tidak tahu persoalan yang sebenarnya terjadi," katanya.

HAMLUDDIN
http://www.tempointeraktif.com/hg/krimi ... 76,id.html

:-k
Kongres Umat Islam Bekasi Minta Perkara Penusukan Jemaat HKBP Dihentikan
Minggu, 19 September 2010 | 13:46 WIB
Image
Koordinator Ormas Islam Murhali Barda (tengah) bersitegang dengan salah seorang pendeta gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah di kampung Ciketing Asem, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/8). Ormas Islam mendesak acara kebaktian mingguan dibubarkan karena tidak ada izin. TEMPO/Hamluddin

TEMPO Interaktif, Bekasi - Kongres Umat Islam Bekasi merekomendasikan perkara penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, dihentikan untuk meredam gejolak masyarakat. Kongres juga meminta 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya segera dibebaskan.

Dua rekomendasi itu diputuskan dalam forum silaturrahmi Kongres Umat Islam bersama Wali Kota Mochtar Mohamad dan Wakil Wali Kota Rahmat Effendi, di Islamic Center, Minggu (19/9) siang.


Sekretaris Presiden Kongres Umat Islam Bekasi Salih Mangara Sitompul mengatakan, rekomendasri forum segera bisa dilaksanakan. "Awal pekan ini, surat permohonan yang menyangkut dua hal di atas segera kami kirim ke Polda Metro Jaya selaku penyidik, tembusan ke Kapolri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Salih.

Sejak pekan lalu, Polda Metro Jaya telah menahan 10 tersangka penusukan Asi Sihombing, pengurus gereja HKBP Pondok Tiur Iindah. Asia menderita luka sedalam empat sentimeter dan lebar satu sentimeter di bagian perut sebelah kanan. Selain Asia, pendeta Luspida Simanjuntak, juga menderita memar di pelipis bagian kiri.

Menurut Salih, permohonan penghentian perkara dan pembebasan tersangka bukan bermaksud tidak menghormati hukum. Sebaliknya, kata Salih, sebagai wuju tanggungjawab seluruh umat Muslim Bekasi yang melihat perkara tersebut tidak berdiri sendiri.

Insiden penusukan, kata Salih, hanyalah rentetan peristiwa sebelumnya. Di mana setiap pekan 200 jemaat HKBP Pondok Timur Indah memaksa kebaktian di wilayah perkampungan Ciketing Asem, Mustika Jaya, meski telah ditolak warga.

Salih menilai, insiden tersebut adalah bentrokan antara sembilan warga Muslim melawan ratusan jemaat HKBP. TIdak hanya jemaat HKBP yang menderita luka, dua dari sembilan orang yang ditahan juga cidera serius. Ade Firman, tulang tangan kirinya lepas dari siku karena dihantam batu. Ismail, kepalanya bocor akibat ditusuk payung salah seorang jemaat HKBP. "Kalau Kongres meminta kasus tersebut dihentikan sangat wajar dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Salih.

Kalapun perkara tersebut tidak bisa dihentikan, Salih meminta ke-10 tersangka dibebaskan. "Kongres akan memberi jaminan bahwa ikhwan kami yang ditahan kooperatif," kata Salih yang juga selaku kuasa hukum para tersangka.

Ketua Penelitian dan Pengembangan Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Ali Anwar mengatakan, pihaknya juga memberi jaminan terhadap 10 tersangka itu. "Kalau perlu laskar BKMB akan kami siagakan di rumah 10 orang ini untuk meminta mereka tidak melarikan diri," kata Ali.

Ali mendesak polisi memeriksa jemat dan pengrus HKBP Pondok Timur Iindah yang terlibat dalam insiden, dan melakukan penganiayaan terhadap dua tersangka yang cidera serius. "Jangan hanya warga yang ditahan, pengurus HKBP juga harus ditahan dan diproses hukum," desaknya. "Sebab insiden sebenarnya adalah bentrokan."

Hamluddin
http://www.tempointeraktif.com/hg/layan ... 81,id.html

[-(
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 20, 2010 10:36 pm

12 Ribu Orang Tandatangani Petisi Perlindungan Kebebasan Beragama
Jum'at, 17 September 2010 | 18:00 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejumlah aktivis seperti Marco Kusumawijaya dan Ulil Abshar Abdalla menggalang 'Petisi Perlindungan Kebebasan Memeluk Kepercayaan Sesuai Kepercayaannya' terkait berbagai kejadian macam penusukan anggota jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan di Ciketing Bekasi. Hingga berita diturunkan, petisi daring (online) tersebut sudah ditandatangani 12.226 orang.

Dalam petisi yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para aktivis mengatakan, “Sangat prihatin terhadap maraknya kekerasan terhadap kelompok kepercayaan minoritas dan minimnya usaha dari pemerintah untuk menghentikan kekerasan ini.”


Petisi tersebut muncul terkait kekerasan terhadap jemaat Gereja HKBP di Ciketing, Bekasi, saat mereka hendak beribadah. Akibat insiden tersebut, sembilan orang terluka termasuk pendeta yang harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, petisi tersebut juga menyebut kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah yang membuat sekitar 200 ribu pengikut Ahmadiyah ketakutan.

Para penandatangan petisi yang di antaranya adalah Leila S Chudori (wartawan), Mira Lesmana (produser film), Jajang C. Noer (Seniman), Butet Kertaredjasa mengajukan lima tuntutan kepada pemerintah.


Tuntutan tersebut adalah:

1. Adanya jaminan kebebasan dan perlindungan dari negara bagi warga negara menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29.

2. Presiden mengambil tindakan nyata untuk membuktikan janji kampanye dan pidato-pidatonya tentang bahwa pemerintah telah memberi jaminan kebebasan dan perlindungan dari negara bagi warga negara menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing, sebagaimana terakhir disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat pada 16 Agustus 2010.

3. Menuntut pemerintah menindaklanjuti laporan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pada 30 Agustus 2010 tentang organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berbuat anarkis. Menurut laporan Kapolri, beberapa organisasi itu terlibat 49 tindakan kekerasan pada 2010 dan total 107 tindakan kekerasan pada beberapa tahun terakhir, termasuk penyerangan terhadap kebebasan beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing, baik terhadap penganut agama dan keyakinan tersebut maupun tempat-tempat ibadah mereka.

4. Mendesak polisi mengusut tuntas berbagai tindakan kekerasan terhadap kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing, dan menangkap pelaku dan otak pelanggaran terhadap hak asasi manusia tersebut, serta memrosesnya secara hukum.

5. Mendorong dialog antar anggota masyarakat dan elemen kebangsaan tentang kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing dengan presiden sebagai aktor utama yang sensitif di dalam negeri, alih-alih memprioritaskan isu serupa di luar negeri.

Para penandatangan petisi juga mendesak pemerintah merespons dengan cepat tuntutan tersebut. Mereka juga mengajak masyarakat lain yang ingin bergabung dalam petisi tersebut untuk menandatanganinya di http://www.petitiononline.com/agamaind/petition.html.

Sejak petisi tersebut digulirkan pada 13 September sampai saat ini, tercatat telah ada 12.226 orang yang menandatangani secara daring.

KODRAT SETIAWAN
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra ... 95,id.html

Sehubungan dengan proses penyempurnaan web, untuk sementara kolom komentar pembaca kami non-aktifkan. Kolom ini segera akan diaktifkan kembali setelah proses penyempurnaan selesai. Redaksi mohon maaf atas ketidaknyamanan ini

Komentar (22)

@NDEWOR,
kamu jangan bandingkan dengan negara yang kecil sebesar sekota itu...populasinya juga cuma sebanyak kota kebumaen..gw bicarakan negara dgn 230 juta manusia...men

Toto, 20/09/2010 10:55:19 wib

mayoritas org indon penuh kebencian,munafik,iri, dengki terhadap sesama warga negaranya yg beda keyakinan,itulah mengapa malaysia bisa seenaknya, dan TERORIS tumbuh subur di bumi indon ini.Lama lama liat aja akan hancur sendiri.

Indon, 20/09/2010 10:02:30 wib

Sebaiknya tidak ada agama di Indonesia, nyusahin , bikin perpecahan dan kekerasan

Wistanu, 20/09/2010 10:01:52 wib

@ TOTO anda yakin? apa jaminanya
contoh brunai darussalam menjadi negara termakmur di dunia itu karena prinsip islam di jalankan

Ndewor, 20/09/2010 10:00:15 wib

KAUM MUSLIM DIMANA MANAPUN DIBELAHAN DUNIAMANAPUN SELALU MEMAKSAKAN KEHENDAKNYA
KE ORANG LAIN,MAKANYA DIMANAPUN DIDUNIA INI
MEREKA TIDAK BISA DITERIMA..
DIMANA MANA NUAT ANARKIS...DISENGGOL SEDIKIT
MARAHNYA MINTA AMPUN,ENGGAK TAHU AJARAN APA YANG MEREKA ANUT,PENUH AMARAH,MUNAFIK...

MAHMOUD ABBAS, 20/09/2010 09:15:25 wib

Cak Ulil!, baru "bangun tidur" tanpa bermimpi?
Tak beritahu ya!, kebebasan beragama itu sudah sejak dulu (tanpa harus!, beri mie instan dll dsbnya). Yang harus diatur itu "caranya" melaksanakan ibadah agamanya, karena di nagara kita ada 5 agama yang "diakui" oleh negara. Sadar! ... sadar! ... sadar!, jangan "pingsan" terus!

Weeto onedee, 20/09/2010 07:51:51 wib

Para penandatangan petisi yang di antaranya adalah Leila S Chudori (wartawan), Mira Lesmana (produser film), Jajang C. Noer (Seniman), Butet Kertaredjasa...seharusnya anda pergi ke PAPUA dan NTT dulu sebelum membuat petisi.....lihat disana bagaimana nasib orang-orang Islam.....atau anda semua memang mengidap islampobia sebagaimana panutan anda yahudi amerika.itu

Zed, 20/09/2010 07:34:05 wib

Ini petisi orang-orang sok pinter tapi **** seperti katak dalam tempurung..............cuman 12 ribuan orang aja sudah sok amat ..umat islam bekasi jutaan orang ndak pernah koar-koar..
Kaum minoritas sudah sangat enak hidup di indonesia.....kalau merasa kurang itu namanya tak tahu diri......sebaiknya pindah saja ke negara-negara yang mayoritas kristen..seperti amerika, timor leste, filipina atau israel sekalian.....

Jorge sapulete, 20/09/2010 07:26:02 wib

mau debat sepanjang apapun tak ada gunanya. Yang jelas, kristen selalu kalah pintar, kalah nasib, kalah perang melawan kaum muslim. Mengapa? Hanya kristen satu2nya yang tidak diberkati oleh Bunda Waria. natal sudah menjelang, rok mini dibuka lagi, semakin semangat jualan selangkangan. ya roh kudus semoga laku tuh daging belahnya. Seru-seru.... Tp lebih seru lagi di http://www.indonesiakristen.freesex.com. Silahkan aja berdebar debar disitu kalo pnya barang...wkkkk Silakan membaca buku "yesus love" karangan sam joney...kalian akan mendapatkan banyak info tentang yesus alias yaiyes.
bagaimana dia secara nafsu dan horny menjadi tuhan...disembah...disepong anak 6 tahun dsb,-Paus Benediktus XVI mengatakan kasus pelecehan seksual pedofilia yang dilakukan para pastor sangat memalukan dan menghina dirinya serta Gereja Katolik.wuahahaha.......

Dargombez, 19/09/2010 22:53:26 wib

Biarkanlah masing-masing meyakini keyakinannya masing-masing. Amal ibadah masing-masing. Sudah barangtentu ada perbedaan, tetapi bukan menjadi inti masalah. Masalahnya adalah hati dan fikiran masing-masing yang masih terbelenggu belum mau menerima perbedaan, dipicu oleh hal lain yang tidak terkait dengan perbedaan keyakinan itu sendiri.

BAMBANG_S, 19/09/2010 22:39:27 wib

Murhali Barda! Awas lu kalok sampek masuk penjara! Napi Batak akan bikin lu jadi budak dan lu bakal disuruh makan tahi babi! Awas deh lu, hahaha...

Saut, 19/09/2010 22:34:40 wib

kalok FPI bener-bener berani Jihad, pergi dong ke Palestina sana dan usir Israel dari sana! kalok cumak berani koar-koar di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, itu mah BANCI namanya, Bukan JIHAD! hahaha...

Saut, 19/09/2010 22:32:20 wib

FPI = Fascis Pura-pura Islam

sebuah kelompok banci yang berani koar-koar cumak kerna bertameng nama "Islam"! kacian deh lu, hahaha...

Saut, 19/09/2010 22:29:01 wib

mau debat sepanjang apapun tak ada gunanya. Yang jelas, kristen selalu kalah pintar, kalah nasib, kalah perang melawan kaum muslim. Mengapa? Hanya kristen satu2nya yang tidak diberkati oleh Bunda Waria. natal sudah menjelang, rok mini dibuka lagi, semakin semangat jualan selangkangan. ya roh kudus semoga laku tuh daging belahnya. Seru-seru.... Tp lebih seru lagi di http://www.indonesiakristen.freesex.com. Silahkan aja berdebar debar disitu kalo pnya barang...wkkkk Silakan membaca buku "yesus love" karangan sam joney...kalian akan mendapatkan banyak info tentang yesus alias yaiyes.
bagaimana dia secara nafsu dan horny menjadi tuhan...disembah...disepong anak 6 tahun dsb,,dsb

Dargombez, 19/09/2010 15:21:22 wib

Bagi komentar fanatik disini adalah salah mengartikan ini konflik agama. Karna saya yakin baik Anda yg pro muslim ataupun pro kristen, jika Anda dilahirkan memeluk agama sebaliknya maka Anda tetap akan fanatik dan melecehkan agama yg berseberangan dgn Anda. Intinya bukan perbedaan agama tapi karna hati Anda yg tidak mau menerima perbedaan itu. Sadarlah wahai saudara2ku dan berjiwalah seperti pemimpin2 bangsa kita yg dulu ketika mendirikan negara kita yg terdiri dari multi etnis & agama dgn semboyan Bhinneka Tunggal Ika = Walaupun berbeda beda tetapi tetap bersatu.

NKRI, 19/09/2010 14:46:11 wib

@ Ray,
Anda bisa masuk agama Yahudi,tapi anda harus ngumpet ngumpet sembahyangnya.klo tidak.. leher anda akan ditebas ama IB...

Tiko, 19/09/2010 13:32:26 wib

Didaerah saya 70% muslim, mereka sendiri menghujat FPI sebagai biang keladi kerusuhan serta kerukunan umat beragama,
Gerombolan yang mengandalkan kekerasan dan mengatasnamakan agama. Maaf ya tidak semua umat muslim seperti itu.
tapi coba lihat dimana ada basis FPI, masyarakatnya cenderung Anarkis. BTW tergantung sikap aparat dan instansi terkait punya
nyali tidak membubarkan Ormas satu ini.
Dan didaerah saya ada 5 Mesjid serta beberapa Mushola serta 1 gereja...1 Vihara..serta sering rumah tinggal dijadikan sarana ibadah
Selama ini tidak pernah terjadi percekcokan antar umat beragama, jika ada hajatan kaum non muslim juga sering diundang demikian
sebaliknya. jadi maaf para komentator disini jangan terhasut oleh FPI yang notabene hanya ingin merusak kerukunan beragama
Sejarah kekerasan Ormas ini..sangat panjang. tolong ditelaah dan dicerna dengan akal sehat dan hati yang jernih.
Contohlah NTT yang dengan tegas menolak masuknya Ormas-ormas Anarkis.

ASMARA, 19/09/2010 13:24:30 wib

Kebebasan yang seperti apa yaaa??? kalau saya mau memeluk agama di luar yang 5 ini bisa dijamin gak keselamatan saya?

Ray, 19/09/2010 13:22:04 wib

sebenarnya semua agama pernah merintah Indonesia ( nusantara ), hindu ama budha sejak jaman majapahit dan sriwijaya. krstiani sejak jaman belanda ( 3,5 abad ). sejak belanda yang dihasilkan kemelaratan bagi masyarakat pribumi, hasil alam dan kekayaan nenek mooyang kita dibawa ke negaranya, kebodohan karena hanya etnis tertentu dan pejabat kerajaan yang dibolehkan sekolah. Itulah maha karya yang mereka hasilkan. Sekarang Kita berusaha mengatasi kerusakan yang telah ditimbulkan selama tiga setengah abad tersebu. tapi antek-antek yang masih tersisa tampaknya ingin mengatakan kepada dunia,sekarang Indonesia gagal dan ingin seperti dulu lagi. Padahal lebih maju pesat daripada jaman penjajahan

Melarat, 19/09/2010 13:11:47 wib

masalah keyakinan tidak ada yang melarang, orang Islam ada yang masuk kristen, orang kristen ada yang masuk islam. hal yang sama juga terjadi di budha dan hindu. yang diatur itu kan pendirian rumah ibadah, umat muslim mau bangun mesjid di Bali sama Papua tentu juga harus melihat sikonnya, tidak bisa menggunakan konstitusi melulu. kalau bangun mesjid ditempat yang mayoritas agama lain sebenarnya hak, tapi secara bathin pasti ada tentangan dari komunitas lain. disinilah sadar diri dan tahu diri perlu dikedepankan

Salut, 19/09/2010 12:59:25 wib

Umpama mayoritas di Indonesia bukan muslim,pasti RI sudah makmur dan kaya raya.
juga aman sentosa.

Toto, 19/09/2010 12:56:09 wib

JANGANKAN 12 RIBU , 12 JUTA TANDA TANGANPUN TIDAK ADA GUNANYA KARENA MEMANG KELOMPOK2 ANARKIS DENGAN KEDOK AGAMA INI SENGAJA DILINDUNGI DAN DIPELIHARA OLEH PEMIMPIN NEGARA INI . SEPERTINYA SUDAH WAKTUNYA KELOMPOK2 INI DILAWAN DENGAN KEKERASAN JUGA KARENA PARA PENEGAK HUKUM NEGARA INI TIDAK BISA DIHARAPKAN ALIAS MANDUL MENGHADAPI KELOMPOK ANARKIS INI.

Samiun, 19/09/2010 12:43:18 wib
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby dROGBa » Mon Sep 20, 2010 10:52 pm

brobig :
Salut dah buat momed and aloohnya, emang bener-bener MAHA PENYESAT SEJATI.


tidak sulit utk memakluminya bro, etika moral yg jungkir balik kayak gini kdg mengkhawatirkan kaum minoritas, tp percayalah Tuhan punya caranya sendiri...
dROGBa
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 558
Joined: Fri Jun 05, 2009 8:52 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Islam Keren » Tue Sep 21, 2010 12:31 am

bigkong wrote:Bener-bener dah....
sampe ga bisa koment apa-apa...
cuma bisa heran aja, kok bisa ya manusia hidup tanpa memakai perasaan dan akalnya...

Salut dah buat momed and aloohnya, emang bener-bener MAHA PENYESAT SEJATI.


=D> =D> =D> =D>

Wah hebat sekali komentarmu .. sepertinya tidak mencerminkan manusia beradab deh ...
Islam Keren
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Thu Sep 02, 2010 7:57 am

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby DHS » Tue Sep 21, 2010 3:06 am



Lapor:

13129. Hafsah Sukarti

Hayo siapa lagi!! MAAJUUU!!!
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby love_peaceful2 » Tue Sep 21, 2010 4:22 am

IK wrote:Permasalahan disini adalah Muslim yang ada di eropa dan usa itu bertingkah laku sopan dan sangat bersosialisasi dengan non muslim.

Bandingkan dengan HKBP di Ciketing ... bikin resah warga sekitarnya. Ini bukan Rasis yaa ...

Ada kejadian di sekitar tanah merah Jakarta Utara warga Batak gerejanya HKBP juga bertingkah laku sama seperti yang ada di Ciketing Bekasi. Arogan. Ngajak berantem warga sekitar. Kalau Malam Mabok-mabokan sambil nyanyi teriak-teriak ganggu warga sekitarnya yang sedang tidur. Ada anak kecil sampai menangis mendengarkan lagu-lagu mereka sambil mabok.

Ketika di tegur !! mereka malah marah dan menantang warga yang menegur itu. Ya sama kejadiannya akhirnya terjadi tawuran lah !!

Itulah dua karakter orang batak !!! senang makan babi .. kalau gak makan babi gak afdol !! wajarlah warga sekitar resah. Kalau mau begitu seharusnya tinggalnya di tanah batak saja. Tapanuli !! baru gak ada yang resah ..

Inilah karakter bicara orang-orang batak ... saya kenal banget dengan mereka.

bigkong wrote:Bener-bener dah....
sampe ga bisa koment apa-apa...
cuma bisa heran aja, kok bisa ya manusia hidup tanpa memakai perasaan dan akalnya...

Salut dah buat momed and aloohnya, emang bener-bener MAHA PENYESAT SEJATI.


=D> =D> =D> =D>

Islam Keren wrote:Wah hebat sekali komentarmu .. sepertinya tidak mencerminkan manusia beradab deh ...

Kau itu yahhh:
1. Pake standar ganda utk melindungi awloh bin Moh-Mad.
2. Mau menang sendiri, ukuranmu kau paksakan ke org lain, ukuran org lain kau anggap angin lalu,
3. Rasialis, urusan agama kau bawa2 jadi urusan suku.
4. Otakmupun otak udang menilai org Batak.
5. Wajarlah kau tersesat oleh Awloh bin Moh-Mad.


Inilah potret dirimu itu mewakili muslim beringas anti-kebebasan hidup beragama:

Image
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 21, 2010 9:36 am

DPRD Kota Bekasi Bentuk Pokja Insiden HKBP
Senin, 20 September 2010 - 13:18 wib
Image
Ilustrasi (Dok. Okezone)

BEKASI- Para wakil rakyat Kota Bekasi melalui Komisi A dan B membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk merumuskan solusi tempat peribadatan bagi jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Tim Pokja yang terdiri dari 23 orang tersebut akan mengkaji tiga opsi yang ditawarkan Pemerintah Kota Bekasi.

“Pokja nantinya akan melakukan verifikasi atas opsi yang disampikan pihak pemerintah kota,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Supriyono usai mendengarkan paparan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad di gedung DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/9/2010).

Sebelumnya, dalam pertemuan yang dimulai sekira pukul 12.00 WIB hingga 12.30 WIB tadi, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad menjelaskan mengenai tindak lanjut atas pembangunan gereja jemaat HKBP.

Dijelaskan, pemerintah telah memberikan tiga opsi. Yaitu memberikan lahan di PT Timah, lahan di Yayasan Strada, dan pemberian fasilitas peribadatan sementara Jemaat HKBP di gedung eks OPP di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur.

Supriyono menjelaskan, tim akan menguji tiga opsi di atas. Seperti menelusuri informasi apakah lahan alternatif di PT Timah yang ditawarkan sudah tidak ada masalah. Jangan sampai masyarakat di sekitar lokasi yang ditawarkan juga resisten terhadap rencana pembangunan gereja.

“Apakah PT Timah sudah dapat izin dari warga sekitar atau belum. Hal ini dilakukan agar tidak memindahkan permasalahan,” ujarnya.


Selain itu juga para wakil rakyat juga meminta agar lahan seluas 5 hektare di PT Timah tidak hanya dibangun gereja. Tapi masjid dan kantor polisi. “Karena lahan tersebut adalah fasilitas umum,” ungkapnya.(wahab firmansyah/Koran SI/ful)

http://news.okezone.com/read/2010/09/20 ... siden-hkbp
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 21, 2010 9:47 am

Massa API Medan Kecam Insiden HKBP
Chaerul Dharma dan Amrizal
20/09/2010 19:52


Liputan6.com, Medan: Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pluralisme Indonesia (API) berunjuk rasa di DPRD Sumatra Utara, Senin (20/9). Mereka prihatin atas insiden kekerasan terhadap kebebasan beragama di Tanah Air, seperti yang terjadi belakangan ini.

Dalam orasinya, massa API mengaku prihatin dan terusik atas kekerasan terhadap jemaat HKBP di Bekasi Timur. Mereka juga terganggu dengan pembakaran tempat ibadah di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Langkat, Sumut. Kejadian di atas dianggap penistaan terhadap kebebasan beragama dan mengancam pluralisme di Indonesia.


Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dengan sejumlah anggota Dewan. Pasalnya, massa marah karena yang mendengarkan aspirasi mereka bukan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, melainkan hanya anggota Dewan. Merasa aksinya tidak ditanggapi, ratusan massa ini melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Sumut.(APY/ULF)

http://berita.liputan6.com/daerah/20100 ... siden.HKBP

Pasca Insiden HKBP Bekasi, Puluhan LSM di Sumut Bentuk ‘API’
Posted in Berita Utama by Redaksi on September 20th, 2010

Medan (SIB)
Sedikitnya 30-an lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) bidang budaya dan keagamaan di Sumut, menyatu dan membentuk wadah keprihatinan nasional dengan nama ‘Aliansi Pluralisme Indonesia’ (API) untuk menyikapi berbagai peristiwa nasional di sejumlah daerah yang dinilai sedang dan semakin mengancam persatuan dan kesatuan rakyat dalam bernegara
pada setiap wadah dan organisasi maupun individunya.

Ketua Umum LSM Korps Pelita Sejahtera (KPS) Sumut Gindo Nadapdap SH dan pengurus Badan Advokasi & Keadilan Untuk Masyarakat Sumatera Utara (BAKUMSU), Mangaliat Simamarta SH, keduanya selaku pemimpin rapat dan moderator, menyatakan pembentukan ‘API’ ini tidak hanya untuk menyikapi situasi pasca kasus atau insiden HKBP Bekasi, melainkan juga untuk menyikapi kasus lainnya yang sejenis seperti kasus pembakaran gereja di Asahan, Tanjung Balai, kasus penganiayaan pendeta di Tapanuli Selatan, kasus terbengkalainya pembangunan gereja di Binjai Baru, dan kasus serupa di daerah lainnya.

“Forum atau wadah ‘API’ ini memang dibentuk atau terbentuk pasca terjadinya insiden HKBP Bekasi, tapi itu hanya sebagai puncak atau klimaks atas berbagai peristiwa serupa yang sudah banyak terjadi. Soal peradaban dan pluralisme di negeri kita ini memang sedang betul-betul terancam, dan kita tidak bisa diam begitu saja karena ini menyangkut hak hidup atau hak ibadah orang banyak. Nasionalisme kita jadi kabur bahkan hilang karena kapitalisme. Begitu banyak isu-isu atau kasus yang dimunculkan untuk menutupi kasus-kasus besar yang menjadi masalah utama di negeri ini, misalnya kasus Century dsb. Banyak hak hidup yang terampas tapi kita diam saja, misalnya kasus penguasaan tanah perkebunan di Langkat oleh Malaysia. Sekarang ini tiba masalah kebebasan beragama yang justru terancam ‘tidak bebas’ lagi” papar Gindo Nadapdap di Medan, Jumat (17/9).

Hal senada juga dicetuskan Mangaliat Simarmata dan seorang advokat Armardi Lubis SH, bahwa tingkat kegelisahan warga Indonesia termasuk Sumut sendiri, saat ini benar-benar sedang memuncak, sehingga dibutuhkan suatu wadah atau forum organisasi yang integral untuk menyikapi momentum demi momentum ke depannya. Rakyat selaku pemegang kedaulatan negara dinilai perlu menyatakan sikap untuk memperoleh kepastian hukum atas kebijakan dan makna maupun tujuan dari kebebasan beragama sebagaimana dijamin UUD 1945 itu.

“Surat Keputusan Bersama (SKB 2 Menteri) atau Peraturan Bersama, khususnya soal aturan pendirian rumah ibadah itu sebenarnya justru menimbulkan ketidaknyamanan karena dalam klausulnya banyak pasal yang malah jadi bertentangan dengan kebebasan beragama itu sendiri. Ini memang menjadi salah satu dari sekian indikator kegagalan pemimpin negara ini,” ujar mereka (Mangaliat dan Asmardi Lubis) senada.

Mereka mencetuskan hal itu dalam rapat antar LSM dan Ormas di Medan di aula LSM KPS Jln Cempaka Kompleks Perumahan Pemda (Tanjung Sari) Medan. Rapat yang kemudian sepakat membentuk ‘API’ itu dihadiri sejumlah pengurus LSM dan Ormas seperti : LPP HAM Nusantara, Formatsu, GMNI Unika, Parpem GBKP, JKLPK, YSKD, PETA, Lepemas, Letare, BKAG, KAMG, Lampion, Lentera, BEM-UHN, LSPR, KSPPM, GAMKI Sumut, Tep-Lok, JHSU, LBH KSBSI, ISCO, CC Sumut, KOTIB, FOI, dll. Hadir juga sejumlah pengurus partai politik seperti Apoan Simanungkalit Ketua DPC PDIP Deli Serdang, Edward Pakpahan dari Partai Buruh Sumut, dan Henry John Hutagalung dari PDIP Kota Medan.

Hal menarik pada pertemuan adalah kehadiran sejumlah insan muslim dari kalangan pengurus sejumlah LSM maupun hadir sebagai individu yang peduli dan mendukung gerakan keprihatinan melalui barisan ‘API’ tersebut. Misalnya T Chairuman dari LLP HAM Nusantara, Sofyan Piliang, Didi Anwar dan Zulherdy. Namun, beberapa peserta tampak ragu-ragu sehingga menuliskan nama dan lembaganya dengan samar nyaris tak terbaca. Sementara sejumlah tokoh dan aktivis LSM yang hadir antara lain Parlin Manihuruk mantan Ketua KPS, Sahat Lumbanraja, Lindung Marpaung, Johnson Tamba, Sarma Hutajulu, Dimpos Manalu, Sulaiman Telaumbanua, dll.

“Agenda atau aksi pertama forum ‘API’ ini adalah ‘demo keprihatinan’ pada Senin (20/9) ke kantor DPRD Sumut dan kantor Gubernur Sumut. Topiknya adalah desakan dan gugatan moral kepada pemerintah atas jaminan kebebasan beragama, beribadah, dan berkepercayaan sebagaimana dijamin UUD 1945,” ujar Gindo dan Mangaliat, sembari menambahkan jumlah massa pendukung dalam aksi keprihatinan itu diperkirakan mencapai 500-an orang.
Ajakan demo keprihatinan berupa aksi damai itu kembali digencarkan para deklarator ‘API’ melalui pesan sms ke sejumlah warga, termasuk wartawan sebagai tembusan informasi, pada Sabtu siang (18/9). Aksi demo itu merupakan respon peserta rapat API atas saran dan tawaran yang diajukan Dimpos Manalu dari KSPPM Parapat. (M9/f)

http://hariansib.com/?p=141610
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby poligami » Tue Sep 21, 2010 6:40 pm

@ Sabilla
Sekedar saran. :yawinkle:
Jangan terlalu banyak mengopas panjang2, pembaca malah jadi pusing.. :lol:

------------------------ :bear:

Btw kasus HKBP ini mengingatkan saya dengan foto2 dibawah ini:
Image
Image
Image
Image

KEBANYAKAN MUSLIM DIMANAPUN SELALU MEMPERSULIT IBADAH NON MUSLIM...!!!
WALAUPUN HARUS DENGAN CARA KEKERASAN..!!!

KARENA ITULAH YANG DIAJARKAN MUHAMMAD KEPADA MEREKA..!!! :vom:
Last edited by poligami on Tue Sep 21, 2010 6:49 pm, edited 2 times in total.
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby poligami » Tue Sep 21, 2010 6:46 pm

Dan kasus penusukan jemaat HKBP juga mengingatkan saya dengan foto dibawah ini:
(YANG MERASA LEMAH JANTUNG HARAP JANGAN DILIHAT..!!!)

SISWI POSO YG DIPENGGAL JIHADIS MUSLIM PEMUJA MUHAMMAD..!!!

Image
Image
Image

AWLOHWHOBARBAR.....!!!!
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Islam Keren » Tue Sep 21, 2010 10:02 pm

poligami wrote:Dan kasus penusukan jemaat HKBP juga mengingatkan saya dengan foto dibawah ini:
(YANG MERASA LEMAH JANTUNG HARAP JANGAN DILIHAT..!!!)

SISWI POSO YG DIPENGGAL JIHADIS MUSLIM PEMUJA MUHAMMAD..!!!

Image
Image
Image

AWLOHWHOBARBAR.....!!!!

Btw .. Kalau gak salah yang di bunuh itu Jasad perempuan Muslim yang dibunuh sama orang Kristen deh ...
Islam Keren
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Thu Sep 02, 2010 7:57 am

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby poligami » Tue Sep 21, 2010 10:52 pm

Islam Keren wrote:Btw .. Kalau gak salah yang di bunuh itu Jasad perempuan Muslim yang dibunuh sama orang Kristen deh ...

ASTAGA INI MUSLIM "Islam Keren" MENJIJIKKAN BANGET...!!!
MALAH NUDUH ITU ADALAH MUSLIM YG DIBUNUH KRISTEN... :vom:


Image
Beritanya ada dimana-mana:
http://www.indonesiamatters.com/804/beheadings-trial/
http://komisiyudisial.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=466%3APembunuhan+siswi+Poso+Hasanuddin+Divonis+20+Tahun&catid=1%3ABerita+Terakhir&Itemid=295&lang=en
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/15/time/160654/idnews/708502/idkanal/10
http://www.antaranews.com/print/1163574921
Image

KALO PERLU INI UDAH THREADNYA DARI DULU:
=> poso-3-siswi-dipenggal-foto2-graphic-t488/
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby becak » Tue Sep 21, 2010 11:33 pm

@Islam Keren <== typical mu sama kaya panutan mu (Muhammad) and sama persis kayak FPI !! Jelas2 sudah melakukan, masih saja selalu mencari kambing hitam dan memutar balikkan fakta. Ga dimana-mana pengikut islam di seluruh dunia ini seperti gaya mu itu. Apalagi yg islam nya sangatt taat, wah, makin ga bener hati nurani nya dan IQ nya, pasti drop drastis :finga: :drinkers:
User avatar
becak
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 991
Joined: Wed Apr 02, 2008 8:25 pm
Location: Ka'bah Umum @ [Team Haha Hihi]

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby elkie » Wed Sep 22, 2010 5:27 am

Islam Keren wrote:
Btw .. Kalau gak salah yang di bunuh itu Jasad perempuan Muslim yang dibunuh sama orang Kristen deh ...



bro bisakah anda memberikan link sumber berita/web yang mendasari pernyataan anda itu ? anda tidak ingin membuat rekan-rekan muslim anda MALU atas apa yang anda katakan, bukan ?
ayo, cobalah secara jantan (kecuali jika anda memang BETINA) pertanggung-jawabkan perkataan anda itu. maaf, masak pakai nick Islam Keren tapi perkataannya TIDAK KEREN, apa kata dunia ?
elkie
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 393
Joined: Sun Jul 25, 2010 9:09 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Thu Sep 23, 2010 12:44 am

Mendagri Setuju Rumah Ibadah Diatur UU
Sosbud / Rabu, 22 September 2010 16:49 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan setuju apabila ketentuan pendirian rumah ibadah diatur dalam undang-undang. "Saya setuju saja pengaturan pendirian rumah ibadah itu diatur dengan undang undang," kata Gamawan dalam pesan singkatnya melalui telepon seluler, di Jakarta, Rabu (22/9).

Sampai dengan undang-undang tersebut lahir, Gamawan menegaskan, aturan yang dipakai tetap Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri Nomor 9 Tahun 2006/Nomor 8 Tahun 2006. Sebelumnya, Gamawan mengatakan, soal pendirian rumah ibadah lebih baik diatur dalam undang-undang. Namun, belum ada UU yang mengatur tentang rumah ibadah, sehingga kemudian dibuat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan peraturan bersama dua menteri yang mengatur mengenai rumah ibadah jika ditingkatkan menjadi undang-undang akan lebih baik. Namun, ia menegaskan Peraturan Bersama Menag dan Mendagri yang salah satunya mengatur soal rumah ibadah itu tidak bermasalah sehingga tidak perlu direvisi atau dicabut.

"Peraturan bersama dua menteri itu tidak ada masalah, sehingga tidak perlu direvisi. Apalagi dicabut," kata Suryadharma Ali. Menurut dia, peraturan bersama dua menteri mengenai pendirian rumah ibadah diberlakukan untuk seluruh agama yang ada di Indonesia, bukan hanya untuk agama tertentu, sehingga tidak ada diskriminasi.

Berkaitan dengan konflik antarumat beragama di Bekasi, Jawa Barat, Suryadharma mengatakan itu disebabkan faktor lain, bukan disebabkan oleh keberadaan peraturan bersama dua menteri. Hal serupa juga pernah disampaikan Mendagri bahwa permasalahan yang timbul akhir-akhir ini, seperti kasus Huria Kristen Batak Protestan, disebabkan permasalahan teknis saat menerapkan aturan bersama dua menteri.(Ant/DOR)

http://www.metrotvnews.com/index.php/me ... Diatur-UU/
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby bigkong » Thu Sep 23, 2010 1:57 am

Islam Keren wrote:Btw .. Kalau gak salah yang di bunuh itu Jasad perempuan Muslim yang dibunuh sama orang Kristen deh ...


MANTABBBB TENAN KOMENTARMU LE....

EMANG BENER-BENER TOP DAH JEBOLAN PONPES NGRUKI SATU INI
User avatar
bigkong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 555
Joined: Wed Jun 30, 2010 2:49 am

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby labang » Thu Sep 23, 2010 2:25 pm

Islam Keren wrote:Btw .. Kalau gak salah yang di bunuh itu Jasad perempuan Muslim yang dibunuh sama orang Kristen deh ...


siipppp cara berfikir muslim memang khas kaya begini, cocok dikau jadi muslim nak. lanjutkan ya, bersama muslim kamu bisa (bisa2nya otak ditaruh di dengkul).
labang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 511
Joined: Thu Aug 19, 2010 3:31 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Thu Sep 23, 2010 10:07 pm

Kebebasan Beragama
PBM Mengandung Cacat Konstitusional

Kamis, 23 September 2010 | 20:31 WIB
Image
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Lahan kosong yang biasa digunakan jemaat HKBP Ciketing, Bekasi untuk beribadah dihiasi sejumlah spanduk penolakan, Senin(13/9/2010).



JAKARTA, KOMPAS.com - Peraturan Bersama Menteri (PBM) yang mengatur kebebasan beragama di Indonesia bertentangan dengan norma-norma jaminan kebebasan beragama/berkeyakinan yang ada dalam Konstitusi Republik Indonesia (RI). Dalam implementasinya, PBM ini melahirkan diksriminasi terhadap kelompok minoritas, yang bertolak belakang dengan prinsip non diskriminasi dalam UUD 1945.

Dalam lapangan kebebasan beragama sulit ditegakkan. Kaum minoritas tidak dapat membangun rumah ibadah.
-- Ismail Hasani


"PBM mengandung cacat konstitusional. Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tersebut bertentangan dengan norma-norma jaminan kebebasan beragama yang ada dalam Konstitusi RI," ucap Ismail Hasani, Manajer Program dan Peneliti SETARA Institute, dalam konferensi pers "Mendesak Legal Review terhadap PBM", Kamis (23/9/2010) di Kantor SETARA Institute, Jakarta.

Menurut Ismail, PBM sejak awal telah dimaksudkan dan ditujukan dalam rangka membatasi kebebasan kelompok-kelompok lain dalam mendirikan rumah ibadah, sehingga nyata dalam implementasinya PBM melahirkan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Hal ini bertentangan dengan prinsip non diskriminasi dalam Pasal 28 I (2) mengenai jaminan kebebasan dan kesetaraan beragama/berkeyakinan serta beribadat dalam Pasal 28 E dan Pasal 29 UUD 1945, yang adalah bentuk penegasan konsensus nasional bahwa setiap warga negara bebas untuk memeluk agama/keyakinan dan menjalankan ibadat.

"Dalam lapangan kebebasan beragama sulit ditegakkan. Kaum minoritas tidak dapat membangun rumah ibadah," katanya.


Dijabarkannya, dalam disiplin hak asasi manusia, kebebasan beragama/berkeyakinan dan beribadah merupakan negative right, yang menuntut negara tidak ikut campur dalam pemenuhan jaminan kebebasan tersebut. Semakin negara menjauh dan membiarkan warga beribadat menurut agama/keyakinan masing-masing, maka negara mencapai derajat tinggi dalam memenuhi HAM.

"Namun sebaliknya, apabila semakin negara ikut campur, bahkan mempersulit sebagaimana yang dipresentasikan melalui PBM, maka semakin buruk komitmen negara terhadap HAM," katanya.

Ismail melanjutkan, PBM hakikatnya sulit ditegakkan karena karakternya yang diskriminatif. "Terbukti, dalam berbagai peristiwa, seluruh tindakan yang berhubungan dengan rumah ibadat, semuanya berdalih karena adanya pelanggaran terhadap PBM," tegasnya.

Penulis: Margareta Engge | Editor: I Made Asdhiana
http://nasional.kompas.com/read/2010/09 ... titusional.
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

PreviousNext

Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users