. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Penusukan 'terkait' konflik agama

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 13, 2010 7:56 am

Terbaru 12 September 2010 - 19:02 GMT
Penusukan 'terkait' konflik agama
Image
Anggota HKBP melakukan kebaktian di depan Istana Merdeka

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe memprotes pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo yang melihat peristiwa penusukan anggota jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) hanya sebagai kriminal murni.

Anggota HKBP Sintua Sihombing ditusuk perutnya oleh orang yang mengendarai motor ketika sedang dalam rombongan menuju tempat kebaktian di Bekasi hari Minggu.

Menurut Andreas Yewangoe, belum ada investigasi tiba tiba Kapolda menyampaikan pernyataan seperti itu.

"Bagaimana itu mungkin kriminal murni kalau yang ditusuk adalah seorang penitua HKBP dan yang disiksa pendeta HKBP yang justru mempunyai persoalan pembangunan gereja di masa lalu," katanya.

"Menurut dugaan kami mestinya ada kaitan sebab tidak mungkin orang ditusuk saja, apalagi orang sedang berjalan menuju kebaktian tanpa merampok apa-apa," lanjutnya.

Menuju kebaktian

Menurut saksi mata, kata Andreas Yewangoe, anggota HKBP sedang beriringan untuk menuju tempat kebaktian di Bekasi.

"Saat beriringan tiba-tiba ada orang menumpang motor, katanya ada enam atau delapan orang, lalu berhenti di sekitar mereka, lalu langsung menusuk Sintua Sihombing, lalu mereka melarikan diri," katanya.

"Lalu Pendeta Luspida Simanjuntak yang berusaha menolong penitua Sihombing itu lalu dipukul kepalanya," jelasnya.


Menurut Pendeta Luspida Simanjuntak, dia mengenal orang yang menyerangnya.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Imam Sugianto dikutip mengatakan penyerang itu loncat dari motor kemudian menusuk perut Sintua Sihombing.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_i ... tack.shtml
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Mon Sep 13, 2010 7:59 am

Todung Mulya Lubis:
Penusukan Ini Bukan Kriminalitas Biasa

Minggu, 12 September 2010 | 12:39 WIB
Image
Persda/Bian Harnansa
Todung Mulya Lubis



JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus penusukan terhadap Pendeta ST Sihombing, penggerja di Gereja HKBP Ciketing, Bekasi, Minggu (12/9/2010) pagi tentu telah mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satu yang turut angkat bicara tentang kasus ini adalah pengacara senior, Todung Mulya Lubis.

Dalam akun Twitter-nya, Minggu pagi, Todung menduga penusukan atas Pendeta Sihombing bukan tindak kriminalitas biasa. "Penusukan Pendeta Sihombing nampaknya bukan tindak kriminal biasa. Ini teror terhadap hak beribadah. Tindakan ini menggergaji pilar kemajemukan bangsa," kata Todung.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penusukan terhadap Pdt Sihombing terjadi saat ia sedang berjalan kaki ketika hendak memimpin ibadah di HKBP Ciketing, Bekasi. Beberapa saat sebelum tiba di gereja, pengendara sepeda motor datang dan menusuk perut kanan Sihombing.

http://nasional.kompas.com/read/2010/09 ... itas.Biasa
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby doblank » Mon Sep 13, 2010 11:01 am

Kalo habib rieziq yg ditusuk, dan kronologisnya dibalik, apakah polisi tetap menyatakan hal tsb kriminal murni??
doblank
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 672
Joined: Wed Jun 02, 2010 8:44 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby APEL EMAS » Mon Sep 13, 2010 3:49 pm

pemerintah mencoba menutup nutupi dan pura pura menutup mata...!!! ini jelas jelas koflik agama " fakta dan data membuktikan, jaminan kebebasan beribadah memang tidak ada di indonesia...!!! :axe: :axe: [-X [-X
User avatar
APEL EMAS
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 900
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby MasTom » Mon Sep 13, 2010 4:09 pm

(1) bila umat muslim indonesia (dan sedunia) tidak buegggok-buegggooook bangets
maka mereka seharusnya dapat melihat dengan jelas
bahwa negara dalam hal ini diwakili pemerintah yang sah (polisi aktif dan eks wapres)
telah merendahkan islam serendah-rendahnya
dengan menyebut tidakan penusukan adalah perbuatan kriminal :finga:

(2) bagaimana mungkin para laskar Allah SWT
yang sedang berjuang menegakkan keutuhan akidah umat muslim indonesia
dari ancaman rongrongan kaum kafir laknatullah
kok disetarakan dengan copet, jambret, pemeras, tukang todong, pengedar ganja dst :finga:

(3) ini juga dapat diartikan menghina Allah SWT
sebagai bos copet, bos preman, bos tukang todong dst-dst
kalau tidak berani memprotes, sebaiknya kalian (muslim) lepas celana saja :finga: :finga:
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2569
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby poligami » Mon Sep 13, 2010 5:39 pm

PENUSUKAN JEMAAT HKBP MASUK KORAN NEW YORK TIMES
http://www.nytimes.com/aponline/2010/09 ... ss&emc=rss

Christian Worshippers Attacked in Indonesia
By THE ASSOCIATED PRESS
Published: September 12, 2010

BEKASI, Indonesia (AP) -- Indonesia's president ordered police to hunt down and arrest assailants who stabbed a Christian worshipper in the stomach and beat a minister in the head with a wooden plank as they headed to prayers.

Neither of the injuries appeared to be life-threatening.

No one claimed responsibility for Sunday's attacks. But suspicion immediately fell on Islamic hard-liners who have repeatedly warned members of the Batak Christian Protestant Church against worshipping on a field housing their now-shuttered church.

In recent months, they have thrown shoes and water bottles at the church members, interrupted sermons with chants of ''Infidels!'' and ''Leave Now!'' and dumped piles of feces on the land.

Local police Chief Imam Sugianto said Asia Sihombing, a worshipper, was on his way to the field when assailants jumped off a motorcycle and stabbed him in the stomach.

The Rev. Luspida Simanjuntak was smashed in the head as she tried to come to his aid.

''I was trying to help get him onto a motorcycle so we could get him to a hospital,'' she told reporters in the industrial city of Bekasi, 25 miles (40 kilometers) east of Jakarta.

She said the face of one of the assailants looked familiar.

President Susilo Bambang Yudhoyono, who relies heavily on Islamic parties in parliament, has been widely criticized in the media for failing to crack down on hard-liners.

But he immediately called on authorities to investigate and to hold accountable those responsible.

''We know who's behind it,'' said Maj. Gen. Timur Pradopo, the police chief in Jakarta, without elaborating. ''But I don't believe this is an inter-religious conflict.''

Indonesia, a secular country of 237 million people, has more Muslims than any other in the world. Though it has a long history of religious tolerance, a small extremist fringe has become more vocal in recent years.

Leading the charge against the Batak Christians has been the Islamic Defenders Front, which is pushing for the implementation of Islamic-based laws in Bekasi and other parts of the nation.

They are known for smashing bars, attacking transvestites and going after those considered blasphemous with bamboo clubs and stones. Perpetrators are rarely punished or even questioned by police.

The front also pressured the local government early this year to shutter the Batak church.

The Batak worshippers have refused to back down. Every week, about 20 or so return to the field to pray, defying threats and indimidation.

------------------------------------- :bear:

Semoga warga New York jadi makin sadar bagaimana kelakuan muslim sesungguhnya dinegeri mayoritas muslim.


Salam Poligami... :turban:
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby ekasaputra » Mon Sep 13, 2010 6:02 pm

[quote][/quote]
"Bagaimana itu mungkin kriminal murni kalau yang ditusuk adalah seorang penitua HKBP dan yang disiksa pendeta HKBP yang justru mempunyai persoalan pembangunan gereja di masa lalu," katanya.

Beginilah agama yg membawa damai....dimana-mana selalu membawa damai.....! mari kita tunggu...apa komentar Bung habib rieziq dan abu akar bazir......jangan2 ini rekaya Yahudi dan America..... :axe:
ekasaputra
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 38
Joined: Mon Nov 30, 2009 5:26 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby love_peaceful2 » Mon Sep 13, 2010 6:15 pm

Sabilla wrote:
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe memprotes pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo yang melihat peristiwa penusukan anggota jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) hanya sebagai kriminal murni.

Betapa tidak profesionalnya penegak hukum di negeri carut-marut ini. Mereka sendiri yg melecehkan hukum.
Proses peradilan blm berjalan sama sekali, ia sudah menyatakan sebagai tindakan kriminal umum.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby keriput_siput_lucu » Mon Sep 13, 2010 10:01 pm

muslim mode ON :

ini tindakan yahudi dan amerika beserta antek2nya....

Muslim mode OFF.
User avatar
keriput_siput_lucu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 175
Joined: Thu Aug 26, 2010 10:38 am
Location: deket mesjid sebelah

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:03 am

Menko Polhukam: Usut Penganiaya Pendeta!
Minggu, 12 September 2010 | 16:09 WIB
Image
KOMPAS.COM/HERU MARGIANTO
Pendeta Luspida Simanjuntak dipukul di pelipis kirinya dalam insiden kekerasan oleh orang tak dikenal di Gereja HKBP Ciketing, Bekasi, Minggu (12/9/2010).



JAKARTA, KOMPAS.comMenteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto meminta Polri segera mengusut pelaku penusukan atau insiden penganiayaan terhadap dua pemuka Gereja HKBP Ciketing, yaitu Sintua ST Sihombing dan Pdt Luspida Simanjuntak. Kedua tokoh gereja HKBP itu ditusuk pada Minggu (12/9/2010) pagi.

"Saya instruksikan Polri segera mencari dan menindak pelaku penganiayaan sesuai hukum berlaku," katanya di Jakarta melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto segera berkoordinasi dengan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dan jajarannya hingga ke tingkat Polres Metro Bekasi untuk segera menangkap pelaku penusukan di HKBP.

"Presiden menginstruksikan polisi untuk memburu, mengejar, menangkap, dan mengadili pelaku tindak kekerasan terhadap dua pendeta HKBP," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha.


Julian mengatakan, Presiden juga kembali menegaskan, tak ada ruang bagi para pelaku tindak kekerasan di Indonesia. Tindak kekerasan, atas dasar dan alasan apa pun, tidak dapat ditoleransi.

Para pelaku juga harus dipastikan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Presiden juga menegaskan, kejadian ini tidak dapat dikategorikan sebagai konflik agama," kata Julian.

Presiden memerintahkan, polisi beserta jajarannya harus dapat memastikan bahwa kejadian serupa tak terjadi lagi pada masa mendatang.

Editor: Ignatius Sawabi | Sumber : ANT
http://nasional.kompas.com/read/2010/09 ... ya.Pendeta.
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:04 am

Penusukan di HKBP
Janggal, Polisi Kirim Peringatan ke HKBP

Minggu, 12 September 2010 | 13:28 WIB
Image
SHUTTERSTOCK


JAKARTA, KOMPAS.com — Ada suatu kejanggalan sebelum peristiwa penusukan terjadi terhadap Pendeta ST Sihombing, gembala sidang Gereja Huria Kristen Batak Protestan Ciketing atau HKBP Ciketing, Minggu (12/9/2010) pagi.

Tiga hari sebelum kejadian, pihak HKBP Ciketing menerima surat dari Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi yang isinya meminta agar jemaat Gereja Ciketing tidak menjalankan ibadahnya di tempat tersebut. Alasannya, ada potensi gangguan keamanan terhadap jemaat.

"Logika hukumnya, polisi sudah tahu bahwa akan terjadi sesuatu atau mungkin polisi yang berbuat? Kenapa polisi tidak melakukan SOP standar untuk pengamanan?" ungkap pengacara jemaat Gereja HKBP, Saor Siagian, yang dihubungi Kompas.com siang ini.

Saor mengaku curiga jika polisi terlibat dalam kasus-kasus kekerasan di HKBP. "Seharusnya, jika mereka sudah tahu ada potensi tersebut, maka mereka mengamankan wilayah ini," kata Saor lagi.

Kejanggalan berikutnya adalah imbauan polisi di dalam surat tersebut agar jemaat tidak melakukan ibadah. Ini merupakan sebuah penyimpangan. "Polisi tidak mempunyai hak untuk meminta orang beribadah atau tidak beribadah. Kalau demikian, polisi sudah berpolitik. Mereka tidak melakukan fungsinya," ujar Saor lagi.

Editor: Glori K. Wadrianto
http://nasional.kompas.com/read/2010/09 ... an.ke.HKBP
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:10 am

HKBP: Polisi Jangan Cepat Menyimpulkan
Menurut mereka, polisi telah lalai menjalankan tugas dan tidak profesional.

Senin, 13 September 2010, 13:06 WIB
Renne R.A Kawilarang

Image
Asia Lumbantoruan Sihombing, korban penusukan (Dok Pribadi)


VIVAnews - Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menyatakan tidak bisa menerima pernyataan polisi bahwa insiden di Bekasi, Minggu 12 September 2010, adalah kriminal murni. Bagi mereka, pernyataan itu bukan hasil penyelidikan dan bersifat prematur.

Demikian pernyataan Ephorus HKBP yang berkedudukan di Pearaja Tarutung yang diterima VIVAnews, Senin 13 September 2010. Mewakili 4,1 juta warga jemaat, pimpinan HKBP menyatakan penyerangan atas Pendeta Luspida Simanjuntak, pengurus gereja Hasian Sihombing, dan beberapa anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah di Ciketing, Bekasi, sebagai tindakan brutal dan biadab.

"Karena itu, kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan brutal yang dialami anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah yang mau beribadah," demikian pernyataan pimpinan HKBP, dto Pdt. Dr. Bonar Napitupulu dan Sekretaris Jenderal HKBP, dto Pdt. Ramlan Hutahaean.

Mereka juga tidak dapat mengerti dengan pernyataan pihak kepolisian - seperti yang diutarakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Timur Pradopo - bahwa tindakan itu merupakan kriminal murni. "Bagi kami kesimpulan semacam itu adalah prematur, tidak berdasar, dan bukan merupakan hasil penyelidikan," demikian pernyataan HKBP.

Selanjutnya, pimpinan HKBP juga mempertanyakan mengapa pihak kepolisian langsung mengambil kesimpulan itu padahal polisi sendiri mengaku masih mendalami motif si pelaku. "Bagi kami jelas bahwa tindakan pelaku adalah tindakan yang direncanakan," ujar pernyataan itu.

Menurut mereka, pihak kepolisian telah lalai menjalankan tugas dan telah bersikap sama sekali tidak profesional. Kami mendesak agar polisi tidak terburu-buru mengambil kesimpulan apapun sebelum melakukan penyelidikan yang mendalam.

"Pada kesempatan ini kami mendesak Bapak Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agar memberi perhatian khusus untuk mengusut tuntas kasus ini," demikian pernyataan HKBP.

Sebelumnya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengungkapkan hal sama. "Bagaimana mungkin langsung mengatakan ini kriminal murni padahal belum ada langkah penangkapan dan penyelidikan," ujar Ketua PGI Andreas Yewangoe usai membesuk dua petinggi HKBP yang menjadi korban di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Senin 13 September 2010.

• VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/ ... nyimpulkan

Ini Kronologi Penusukan Jemaat HKBP
"Ini murni kriminal," kata Kombes Pol. Imam Sugiarto, Kapolres Bekasi.

Minggu, 12 September 2010, 12:37 WIB
Ita Lismawati F. Malau

Image

VIVAnews - Seorang jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur, Kampung Ciketing ditusuk orang tak dikenal. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Timur.

Kapolres Bekasi Kombes Imam Sugiarto menyatakan insiden ini tidak perlu dikaitkan dengan konflik yang tengah melanda Gereja HKBP ini. "Ini murni kriminal," kata Imam saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 12 September 2010.

Imam menjelaskan korban, Asia Lumbantoruan Sihombing, saat itu sedang berjalan menuju Gereja HKBP sekitar pukul 8.40 WIB. "Dia berjalan beriringan. Sekitar satu kilometer berjalan, dari arah berlawanan ada delapan orang naik motor berboncengan," kata Imam.

Salah satu penumpang motor turun dan langsung menusuk Hasean di bagian rusuk kanan. "Ini menyebabkan luka empat sentimeter pada korban yang berusia sekitar 50 tahunan itu," jelasnya.

Setelah itu, para pelaku langsung kabur.

"Tapi ada beberapa saksi yang mengenali dan kami sedang melakukan pengejaran dengan bantuan dari Polda Metro Jaya," kata dia. Pelaku, kata dia, sudah terindentifikasi.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan saat ini sedang dioperasi. "Pendarahan di luka luar sudah berhenti. Tinggal luka dalam," kata dia. Keluarganya juga sudah dikabari.

"Sekarang saya masih di rumah sakit," kata Kombes Imam. (adi)

• VIVAnews
http://metro.vivanews.com/news/read/177 ... emaat-hkbp

Komentar

v_rossy
13/09/2010
sdr kurniawan n tajudin,jgn mmancing di air keruh.ktany kalian cinta damai,tp suka memfitnah n berburuk sangka.klo ngomong dipikir dulu.klo tjdi kerusuhan scr tidk langsung anda ikut andil.ap anda siap menanggung semua dosa di hadapan sang pencipta?mikir!
• Balas
tikus
13/09/2010
Kemenangan yg sesungguhnya ialah saat seseorang mampu membalas kejahatan, kekejian, dgn kebaikan. Kejahatan dari setan, sedangkan kebaikan itu dari Allah... cuma manusia berkarakter kuat, beriman teguh, yg akan dimampukan. Apakah Anda sudah MENANG?
• Balas
budi anduk
12/09/2010
biang smua ini adalah SKB 3 Menteri soal pndirian rmh ibadah.pdhal di UU dijamin kebebasan beribadah,kok di SKB mnghrskan ada 60 tnda tangan prsetujuan wrga utk blh beribadah didaerah tsb. masa kita mau beribadah pd Tuhan hrs minta izin dulu ke manusia.
• Balas
batax_man
12/09/2010
Dasar Republik Kacau,... Di Tapanuli, muslimnya kadang cuma 2 orang, mesjid ada satu... dan tidak diusik.... ayo Presiden Terhormat...., batalkan SKB menteri itu,
• Balas
Tajudin
12/09/2010
Kami warga Indonesia Timur sangat miris karena kejadian serupa berulang kali terjadi di jawa Barat, pembakaran gereja dan pelarangan umat nasrani mendirikan rumah ibadah, ingat indonesia negara bhineka tunggal ika bukan negara islam, kami nanti juga bisa.
• Balas
JONI KRISTIAN
12/09/2010
Beginilah kalo pemerintah kurang tegas dan kurang mampu mengayomi warganya. Kalau dibiarkan terus... mungkin mrpk awal hancurnya Indonesia. Woi kalian yang sok suci. Negara ini dibangun dengan keberagaman, jadi bukan punya kalian aja...
• Balas
ronald
12/09/2010
dari beberapa komentar tmn2 sudah bs terlihat klo beberapa sudah terpancing.. Saya menghimbau tolong kita jangna terpancing, ini sebagian dr upaya untuk memecah belah... DAMAI INDONESIA KU... (gmn mau lawan negara lain?! klo kaya gini)
• Balas
AHMAD
12/09/2010
UUD 45 APAKAH MASIH BERLAKU ??
• Balas
tikus
12/09/2010
Ga usah marah, Allah SWT pasti memberikan ganjaran yang setimpal di dunia & di akherat untuk aktor intelektual maupun pelaku insiden ini, koq! POLRI hopeless, tidak amanah, tidak profesional.
• Balas
POLTAK
12/09/2010
Coba rekonsiliasi dulu kah? Apakah betul hanya sekedar isu IMB yang jadi pemicu? Kalau ya, pastikan semua rumah ibadah memiliki IMB. Masjid, Gereja, Pura, Vihara. Ada yang berani jawab agama mana yang paling benar di dunia ini? Turut berduka,
• Balas
Last edited by Sabilla on Tue Sep 14, 2010 9:01 am, edited 1 time in total.
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:22 am

PGI: Polisi Harus Minta Maaf
Pernyataan Kapolda Metro Jaya bahwa insiden penusukan itu kriminal biasa dinilai prematur.

Senin, 13 September 2010, 13:53 WIB
Yuniawan Wahyu Nugroho

Image
Jemaat Gereja HKBP (HKBP.or.id)


VIVAnewsKetua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Andreas A Yewangoe menuntut permintaan maaf Kapolda Metro Jaya, Irjen Timur Pradopo. PGI menyesalkan penyataan Kapolda bahwa aksi penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan pada Minggu, 12 September 2010 adalah peristiwa kriminal biasa.

“Bagaimana mungkin langsung mengatakan ini kriminal murni padahal belum ada langkah penangkapan dan penyelidikan," kata Andreas Yewangoe usai membesuk dua petinggi HKBP itu di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Senin 13 September 2010.

Menurut Andreas, dalam peristiwa itu Kapolda terlalu menyederhanakan masalah. “Jangan anggap kasus ini seolah-olah kasus ringan," Andreas Yewangoe menambahkan.

Insiden berdarah itu terjadi saat jemaat HKBP Ciketing Bekasi melakukan arak-arakan menuju lokasi ibadah mereka, pada Minggu 12 September 2010, sekitar pukul 08.45. Rombongan itu tiba-tiba berhadapan dengan iring-iringan sepeda motor. Kekerasan terjadi saat motor itu sengaja dipacu menabrak jemaat HKBP.

Akibatnya, Pendeta Luspida Simanjuntak dan Situa (majelis) Hasian Lumbantoruan Sihombing terluka. Luspida luka di kening, sedangkan Hasian Sihombing mengalami luka tusuk. Seorang saksi menyebut, setelah pengendara sepeda motor menabrakkan diri, seorang pengendaranya turun, dan menikam Hasian Sihombing. Hasian kini tengah dirawat di rumah sakit Mitra Keluarga, Bekasi.

Polisi, kata Kepala Divisi Humas Polda Metro Kombes Boy Rafli Amar, sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. “Harapan kami pelaku secepatnya ditangkap. Ada lima saksi yang diperiksa, jemaat dan warga,” kata Boy Rafli, Senin 13 September 2010.

HKBP protes

Ephorus (sinode atau kantor pusat) HKBP menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Ephorus HKBP menilai peristiwa itu terjadi akibat ketidaktaatan hukum sebagian warga negara, sekaligus akumulasi pembiaran Pemerintah atas ketegangan yang terjadi belakangan ini.

Pihak ephorus HKBP juga menyesalkan pernyataan polisi yang menyebut peristiwa itu sebagai kriminal murni. “Kesimpulan semacam itu adalah prematur, tidak berdasar, dan bukan merupakan hasil penyelidikan," demikian bunyi pernyataan tertulis diterima VIVAnews, Senin 13 September 2010 itu. Pernyataan itu dikeluarkan oleh Ketua Ephorus Bonar Napitupulu, dan Sekjen HKBP Ramlan Hutahaean,

HKBP berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengambil tindakan serius. "Selama kepemimpinan Bapak, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu. Kami kini menunggu tindakan dari Bapak,” demikian bunyi pernyataan itu.

Muhammadiyah prihatin

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Din Syamsudin menyatakan keperihatinannya atas peristiwa penusukan dan pengeroyokan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Ia mendesak pemerintah mengungkap motif pelaku. "Ini tindakan yang sangat menodai kebebasan beragama yang dijamin negara," kata Din Syamsudin, Senin 13 Sepetember 2010.

Ia menambahkan, Islam memberi kebebasan kepada umat lain menjalankan ibadah. Dia mengimbau umat Islam memberi kebebasan kepada umat lain beribadah sesuai keyakinannya. Atas kasus itu, Din meminta masyarakat tidak terprovokasi. "Saya mengimbau agar masyarakat jangan terpancing," ujar Din.

Soal dugaan peristiwa itu dilatarbelakangi penolakan masyarakat atas rencana pendirian gereja HKBP setempat, Din menyatakan agar pemerintah segera memberikan kepastian atas masalah ini. "Secara prinsip kebebasan beragama sudah diatur. Kalau belum ada izin harus diverifikasi. Pemerintah harus turun tangan secara cepat, karena ini sudah berlangsung sekian lama," ujar Din.

Secara terpisah, keprihatinan juga disampaikan oleh sejumlah pimpinan partai politik semisal PKS, PPP, PKB, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. "Kasus ini tidak boleh ditoleransi, apalagi dijadikan preseden. Segera tangkap dan adili pelakunya," kata Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pesan singkat yang diterima VIVAnews, Senin 13 September 2010.

Wakil Ketua DPR RI Anis Matta juga telah meminta Komisi III bidang Hukum DPR memasukkan peristiwa penusukan jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi dalam agenda rapat kerja. "Agenda Raker Komisi dengan dengan Polri," kata Anis Matta.

Terkait insiden sebelumnya?

Sementara itu, Judianto Simanjuntak, pengacara jemaat HKBP Ciketing Bekasi dan anggota Tim Pengacara Pembela Kebebasan Beragama yakin kasus itu terkait kasus pelarangan ibadah pada 11 Juli lalu. "Tidak benar kalau ini murni kriminal. Ada hubungan antara penolakan gereja oleh sekelompok massa dengan kejadian penusukan," kata Judianto saat berbincang dengan VIVAnews, Minggu, 12 September 2010.

Tim Pengacara Pembela Kebebasan Beragama ini mencatat sudah terjadi lima kali intimidasi terhadap jemaat HKBP tersebut. "Bukan kali ini kejadiannya, tanggal 11 Juli, 18 Juli, 25 Juli, 8 Agustus, dan terakhir pagi ini jemaat HKBP diserang," ujar Judianto.

Dia menyesalkan reaksi polisi atas kasus-kasus itu. Selama ini para jemaat bersama tim pengacara telah memberi laporan dan informasi cukup detail, namun belum ada tindakan tegas. "Dan perlu dicatat, berdasarkan informasi dari jemaat sekelompok massa yang selalu menyerang kami berasal dari luar Mustika Jaya (Bekasi)," katanya.

Tim Pengacara Pembela Kebebasan Beragama mencatat, sudah terjadi lima kali intimidasi terhadap jemaat HKBP tersebut. "Bukan kali ini kejadiannya, tanggal 11 Juli, 18 Juli, 25 Juli, 8 Agustus, dan terakhir pagi ini jemaat HKBP diserang," ujar Judianto Simanjuntak, pengacara yang ditunjuk para jemaat.

FPI membantah terlibat

Polisi bersikukuh peristiwa ini adalah murni kriminal. Ditanya wartawan tentang adanya kemungkinan pelaku mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI), Juri Bicara Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli menyebutkan polisi belum bisa membenarkan hal itu. “Setelah ketangkep baru tahu. Jadi jangan sampai kita beranggapan dulu,” kata Boy.

Selanjutnya Boy juga menjelaskan polisi bukan lamban menangani kasus ini, tetapi karena mereka mengusahakan adanya dialog antara Jemaat HKBP dan Pemda Bekasi. Polisi menilai peristiwa itu adalah kriminal karena kejadiannya di jalan, dan bukan di gereja.

Sementara itu Front Pembela Islam (FPI) menyatakan tersudut dengan kasus penyerangan jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Kampung Ciketing, Bekasi, Minggu kemarin. FPI menegaskan mereka tak terlibat dalam kasus kriminal itu. "Isu keterlibatan FPI dalam peristiwa tersebut fitnah," kata Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab, dalam jumpa pers di kantornya, Petamburan, Jakarta, Senin, 13 September 2010.

Secara organisasi, kata Rizieq, FPI melarang anggotanya menganiaya dan membunuh menggunakan senjata tajam dalam aksi apapun. Larangan ini, kata Rizieq, tertera pada setiap kartu anggota FPI. Jika penyerang memakai baju gamis, Rizieq mengatakan itu bukan atribut FPI, melainkan atribut umat Islam pada umumnya. "Saya pastikan tak ada anggota kami yang terlibat," ujarnya.

Presiden SBY sendiri tampak serius mengikuti perkembangan kasus sensitif ini. Melalui Menkopolhukam, SBY memerintahkan Polri menangkap pelaku penusukan itu. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih juga telah ditugaskan membesuk korban pada hari Ahad lalu.

"Saya mewakili Presiden menyampaikan keprihatinan dari presiden kepada keluarga pasien dan jemaat," kata Endang usai membesuk Asia di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Minggu 12 September 2010. Kondisi pasien terlihat stabil setelah dioperasi menutup luka. "Pendarahannya pun sudah berhenti," ujar Endang.(np)

• VIVAnews
http://metro.vivanews.com/news/read/177 ... minta-maaf

Rating
Komentar

cah_imoeth
14/09/2010
pak polisi, gmn kalo saya potong tangan anak bapak, trus saya bilang, ini cuma kasus kenakalan remaja BIASA???
• Balas
simenak
13/09/2010
tidak mengerti agama seutuhnya. kedok ! topeng!
• Balas
Cari Gara2
13/09/2010
Bener, seharusx Police harus usut tuntas kasus ini & menghukum siapa yg bersalah jgn saling menuduh. Jgn saling menyalahkan krn klo sdh menyangkut SARA dan sampai terjadi kerusuhan spt di Ambon & Poso apa siap utk perang saudara bro?
• Balas
doomsday
13/09/2010
pembiaran oleh polisi adalah awal munculnya konflik sara yg akan datang... Yg rugi bkal indonesia, yg pantas dituntut dihukum mati adalah polisi2 itu sendiri yg membiarkan dan terus menerus membiarkan, gak pantas rasanya polisi ini menyandang sragam, bukt
• Balas
bingung
13/09/2010
@Pak Ahmad Nawawi..Pak mau tanya..kira-kira kalau kejadiannya dibalik bagaimana ya?..apakah Bapak akan adem ayem juga?..atau krn mmg Bapak juga gak suka 'sesama" Bapak yang kebetulan berbeda keyakinan hidup "dekat" komunitas tertentu gitu?takut apa sih Pa
• Balas
efendy naibaho
13/09/2010
ya, diusut saja
• Balas
glopez
13/09/2010
Pak SBY, Ada komen gak nih..Anak2 Bapak lagi pada "gak akur"..kasih instruksi tegas dong Pak pada pejabat dan aparat berwenang untuk bertindak adil diatas semua pihak..supaya jelas lho Pak..kasihan, kami ini orang Indonesia juga ..WNI lho Pak..
• Balas
carlos | 14/09/2010
bro glopez:beliau ga mw komen kl ga menyinggung pribadi n kinerjanya n yg ga tll ptg spt video ariel-luna-tari.kl ada mslh kedaulatan n agama,TKI-TKW beliau mah masa ****,maka ny pantas sibuyan diem aja disawah coz gi musim hujan so enk buat nanam padi l
ahmad nawawi
13/09/2010
Tiarap aja dulu, jangan emosi nanggapinya, takut meluas ke isu SARA. Klo dah perang saudara siapa yang rugi?
• Balas
protes
13/09/2010
giliran ngebangun di ground zero da di tolak warga sekitar tetep aja ngotot n ngancem, damai ? gila dan egois tepatnya, dunia ini milik bersama cuey... toleransi dong jangan cuma ngebacot doang, upin dan ipin aja brani nglunjak tuh, dasar pepesan kosong
• Balas
jeremia
13/09/2010
Pembiaran yang selama ini dilakukan pihak Kepolisian dan Pemerintahan terkait merupakan pembodohan publik yang disengaja dan lebih kejam dari teroris...! NKRI azasnya Pancasila danUUD 45 cuy,, dah harga mati..atau,,?
• Balas
carlos | 14/09/2010
bos,NKRI harga mati ud ga pantas lg.coz sby aja yg lulusan TNI aja cuek aja.apalgi masalah kerukunan beragama.ora urus kata nya
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:35 am

Nasional
HUKUM
Senin, 13 September 2010 | 15:04 oleh Lamgiat Siringoringo

TINDAK KEKERASAN
PGI dan KWI tak percaya kasus HKBP kriminal biasa


JAKARTA. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) tak yakin kasus penusukan majelis HKBP Bekasi adalah kriminal biasa. Kedua organisasi agama ini mendesak polisi mengungkapkan motif kasus berdasarkan investigasi.

Sebelumnya, polisi mengumumkan penusukan terhadap jemaat HKBP Asiah Lumbuan Toruan Sihombing murni kriminal biasa. "Polisi harus melakukan investigasi terlebih dahulu baru bisa bicara ini hanya kriminal biasa," ujar Ketua Umum PGI Andreas A. Yewangoe dalam konferensi pers di kantor Kementerian Agama, Senin (13/9).

Anggota KWI Benny Susetyo menilai kasus penusukan ini merupakan bentuk intoleransi dari masyarakat terhadap kebebasan beragama. Dia berharap polisi bisa bekerja profesional untuk mencari pelaku dan mengungkapkan motif tindak kekerasan ini. "Jangan sampai dipetieskan seperti kasus kekerasan anggota ICW yang dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Asia Sihombing anggota majelis HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi ditusuk oleh orang tidak dikenal. Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor. Lokasi kejadian di sekitar daerah Ciketing Mustika Jaya. Akibat peristiwa tersebut, Sihombing kini dia masih dirawat RS Mitra Bekasi. Polisi sendiri menyatakan, kasus ini merupakan kriminal biasa dan tidak berkaitan dengan konflik agama.

"Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa seizin redaksi Kontan adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©"
Sumber : http://nasional.kontan.co.id/v2/read/na ... nal-biasa-

Ada 4 Komentar

DONI
Posted on 13/09/2010 at 05:37:25
PERNYATAAN POLISI MEMANG MENYESATKAN. PERNYATAAN BHW INI KASUS KRIMINAL MURNI MERUPAKAN UPAYA PENYANGKALAN KETIDAK MAMPUAN INTELIJEN MEMBERI INFORMASI DAN KETIDAKMAMPUAN POLISI MENJAGA WARGANYA. PANTAS SAJA TERORIS BERTUMBUH DI INDONESIA. PGI DAN KWI HARUS SELALU MENGINGATKAN PEMERINTAH. JANGAN BIARKAN TERTINDAS DI NEGERI SENDIRI HANYA KARENA BEDA AGAMA.
BOM
Posted on 13/09/2010 at 10:59:04
Segera bertindak Aparat sbelum..yan lain bertindak...jgn Diamkan...jika tidak mau indonesia ini terdiam....Pelakunya sama dengan TERORIS
sukirman
Posted on 13/09/2010 at 11:26:05
Orang Batak satu aja bisa hidup dijakarta...dan merepotkan gmana ntar...menghadapi..banyak orang batak Pak Polisi n Pemerintah...ojo..anggap remeh yo...masalah iki...diselesaikan...sing serius yooo.
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:39 am

HKBP: Selama SBY Memimpin Indonesia Kekerasan Beragama Meningkat Tajam
Senin, 13 September 2010 , 11:42:00 WIB
Laporan: Teguh Santosa

Image
ILUSTRASI


RMOL. Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berkedudukan di Pearaja Tarutung, Sumatera Utara, meminta Presiden SBY untuk bertindak tegas dan mengambil langkah serius dalam menghadapi persoalan yang dihadapi jamaat HKBP Pondok Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Permintaan itu disampaikan Ephorus HKBP Dr. Bonar Napitupulu dan Sekretaris Jenderal HKBP Ramlan Hutahaean, MTh, dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online.

“Kami meminta agar Bapak memberikan perhatian yang sangat serius untuk menjamin berlakunya hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama kepemimpinan Bapak, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu. Kami kini menunggu tindakan dari Bapak,” tulis kedua pendeta dalam rilis Biro Informasi HKBP, Ebenezer L. Gaol, itu.

Menurut HKBP, kekerasan terhadap jamaat HKBP Pondok Timur Bekasi yang terjadi kemarin (Minggu, 12/9) menorehkan luka baru bagi bangsa Indonesia.

Kemarin, sekitar pukul 08.30 WIB, anggota jemaat HKBP yang dalam perjalanan menuju tempat beribadah diserang orang tidak dikenal. Dalam kejadian itu Sintua Hasian Sihombing terkena tusukan senjata tajam, sementara Pendeta Luspida Simanjuntak dan beberapa anggota jemaat lainnya mengalami memar akibat pukulan dan tendangan.

“Kami berpendapat bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi itu merupakan akibat dari ketidaktaatan hukum oleh sebagian warga negara sekaligus akumulasi dari pembiaran oleh Pemerintah atas ketegangan yang terjadi belakangan ini. Pembiaran seperti ini justru akan memperkeruh suasana terlebih potensi konflik horizontal,” demikian pimpinan pusat HKBP. [guh]
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=3749
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:41 am

PENUSUKAN JEMAAT HKBP
Istana Tanggapi Kritik Pimpinan HKBP

Senin, 13 September 2010 , 13:56:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom


Image

RMOL. Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berkedudukan di Pearaja Tarutung, Sumatera Utara, mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain meminta Presiden SBY untuk bertindak tegas dan mengambil langkah serius dalam menghadapi persoalan yang dihadapi jamaat HKBP Pondok Timur, Bekasi, Jawa Barat, pimpinan HKBP juga meminta Presiden memberikan perhatian yang sangat serius untuk menjamin berlakunya hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena selama kepemimpinan SBY, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu.

Jurubicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, menanggapi pernyataan HKBP itu. Menurut Julian, Presiden SBY pun merasakan keprihatinan yang dalam atas apa yang dialami oleh jemaat HKBP di Bekasi. Namun begitu, menurut Julian, sejauh ini kerukunan umat beragama dalam skala nasional masih terjaga dengan baik.

"Perlu kita lihat kembali karena sejauh ini, secara nasional kalau kita lihat kerukunan umat beragama tetap terjaga dan harmonis, sehingga tak ada kasus yang serius secara nasional," ujar Julian.


Mengenai adanya gesekan-gesekan antar umat beragama dan ketidaknyamanan dalam melakukan ibadah, Julian mengatakan bahwa semua itu seharusnya tidak terjadi.

"Apalagi, gangguan itu dilakukan pihak dari agama lain," tegasnya. [ald]
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=3758
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby rationalist » Tue Sep 14, 2010 7:44 am

Emangnya polisi kita sudah ada yang professional terutama yang jujur? Sudah pengetahuan umum hanya dua polisi yang jujur: 1) patung polisi, dan 2) polisi tidur.
rationalist
 

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:52 am

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan
"Pelakunya ditengarai lima orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Ade Arysyam.

Senin, 13 September 2010, 09:57 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Sandy Adam Mahaputra

Image
Asia Lumbantoruan Sihombing, korban penusukan (Dok Pribadi)


VIVAnews - Polres Metro Bekasi telah mengantongi identitas pelaku kekerasan terhadap pendeta dan majelis Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Minggu kemarin. Salah satu korban yang juga pembantu pendeta, Penatua Asia Lumbantoruan Sihombing sampai harus dirawat di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi.

"Pelakunya ditengarai lima orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Ade Arysyam kepada wartawan, Senin 13 September 2010. "Kami sedang melakukan pengejaran."

Kepolisian, kata dia, sudah mengetahui keberadaan para pelaku namun Ade tak mau menjelaskan lebih detail mengenai lokasi dan identitas para pelaku.

"Yang pasti, ini adalah kriminal murni," kata dia. Namun, sampai kini kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Sementara itu, korban Asia sampai saat ini masih terbaring lemah di kamar bedah ICU rumah sakit Mitra Bekasi. Tim dokter masih memberikan perawatan intensif.(np)

• VIVAnews
http://metro.vivanews.com/news/read/177 ... -penusukan

Komentar

protes
13/09/2010
iye.. dikantongi doang, apalagi kalo uang suap lebih cepet lagi ngantonginya sampe pada gendut, gantung dan tembak mati aja kapolrinya
• Balas
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:54 am

PENUSUKAN JEMAAT HKBP
Polda Metro: Identitas Pelaku Belum Dapat Dipastikan

Senin, 13 September 2010 , 11:34:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom


Image


RMOL. Pihak Kepolisian belum dapat memastikan identitas para pelaku penganiayaan disertai penusukan terhadap Pendeta dan mejelis jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, Minggu (12/9).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 13/9).

"Sedang diupayakan pengembangan informasi yang diperoleh. Untuk identitas pelaku belum bisa dipastikan," ujar Boy.

Sebelumnya, Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Kepolisian Metro Bekasi Kota telah memeriksa para saksi terkait kasus penganiayaan jemaat HKBP.

Presiden pun sudah menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agar kasus ini disidik dengan tuntas dan tegas.[ald]

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=3748
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Re: Penusukan 'terkait' konflik agama

Postby Sabilla » Tue Sep 14, 2010 7:59 am

Penusukan Majelis HKBP
Dua Orang yang Ditangkap Polisi, Tukang Sayur
Keduanya diamankan sesaat setelah penusukan Asia Lumbantoruan terjadi.

Senin, 13 September 2010, 13:52 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto, Syahid Latif

Image
Boy Rafli Amar (Antara/ Herka Yanis Pangaribowo)


VIVAnews - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengungkapkan bahwa dua orang yang sempat diperiksa dalam kasus penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Bekasi , ternyata hanya berprofesi sebagai pedagang sayuran. Keduanya kebetulan lewat di lokasi kejadian perkara (TKP) dan membawa senjata tajam.

Pendeta Luspida Simanjuntak dan majelis gereja Asia Lumbantoruan Sihombing mengalami kekerasan saat berangkat ke tempat peribadatan Minggu kemarin. Pendeta menderita luka memar sementara Asia menderita luka tusuk.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan tadi malam ternyata memang mereka tidak terkait dengan peristiwa yang terjadi. Mereka adalah pedagang sayuran yang kebetulan lewat di lokasi," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, Senin 13 September 2010.

Bagaimana bisa si pedagang sayur itu yang dibekuk. Polisi punya penjelasannya. Segera sesudah penusukkan itu polisi melakukan razia terhadap semua orang yang lewat di lokasi kejadian. Tujuannya tentu saja mencari pelaku. Dalam razia itu polisi menemukan dua orang yang membawa pisau. Nah, mereka dicurigai dan dibawa ke kantor polisi.

Aparat kepolisian sejauh ini sudah meminta keterangan dari lima orang saksi. Kelima saksi tersebut berasal dari masyarakat sekitar dan jemaat HKBP sendiri.

Polisi, kata Boy, belum bisa mengaitkan persoalan penusukan jemaat HKBP dengan kegiatan ibadah di lokasi yang ditentang sejumlah kelompok masyarakat. Polisi hanya bisa melihat kasus tindakan itu sebagai tindak pidana kriminal yang dilakukan oleh sekelompok orang ketika berpapasan di tengah jalan.

Apakah terkait tidak dengan pembangunan rumah ibadat itu, "Perlu pemeriksaan pelaku untuk memastikan maksud tujuan mereka melakukan itu," kata Boy. Tapi karena belum berhasil ditangkap. "Bersabarlah," kata Boy.

Sementara itu, Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Imam Sugiarto mengatakan pihaknya sudah memberi peringatan kepada jemaat untuk tidak beribadah, Minggu kemarin. "Karena potensi ancaman sangat kental," kata dia.

Namun, jemaat bersikeras melakukan kegiatan ibadah. Menurut pengacara HKBP, Saor Siagian, kejadian ini malah makin memicu jemaat untuk terus melakukan ibadah.

• VIVAnews
http://metro.vivanews.com/news/read/177 ... kang-sayur

Komentar

JOHN
13/09/2010
NAH nyari KAMBING HITAM YAH ? Lagi lagi wong cilik jd korban
• Balas
giggsy
13/09/2010
woii...pak kapolres, mau ibadah koq dilarang-larang...harusnya kalian sbg polisi tugasnya ngamanin...turun aj dr kapolres,kyk ga skolah aje lu
• Balas


uwwoOOOWWW............................. [-(
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm

Next

Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users