Tell A Friend

Share/Bookmark

Pengen tau TTG AYAT PEDANG

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Moderator: Forum Watch

Postby dondon » Wed Dec 06, 2006 9:45 pm

kong na'if wrote:Asalamualaikum... pengen_tau !


Alhamdulillah kong...
Maju terus ya dalam memberikan jawaban kepada netters kristen disini :wink:
User avatar
dondon
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 381
Joined: Fri Sep 23, 2005 11:04 am

Postby curious » Thu Dec 07, 2006 4:33 am

Pengen_TAU wrote:karena gue faham bener...ayat2 al-quran itu diturunklan secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian (gak mungkin cuma satu hari). jadi ada sebab ada akibatnya.

betul... tepat sekali.
ayat quran "turun" begitu dibutuhkan oleh muhammad. misalnya ketika dia bernafsu birahi melihat zainab istri zaid anak angkat muhammad, dan muhammad berpura-pura menolak ketika zaid menawarkan untuk menceraikan zainab supaya bisa dinikahi muhammad, maka "TURUN" lah ayat yang diperlukan muhammad itu, yaitu ayat teguran dari "auloh" mengapa muhammad mengingkari keinginan auloh. anehnya lagi, mula mula sewaktu muhammad menjodohkan zainab dengan zaid, dan zainab menolak, juga telah "TURUN" ayat yang menegur zainab. aneh ya, perkawinan zainab & zaid yang merupakan kemauan auloh juga kok gagal dan harus dikoreksi auloh dengan menegur muhammad mengawini zainab sendiri ;)

dan ketika pada malam pesta perkawinan muh-zainab tamu tamu tak kunjung pulang padahal si nabi sudah kebelet pengen bobok dengan istri baru, maka "TURUN" juga ayat nya pada waktunya.

sama juga seperti setelah muhammad tertangkap basah meniduri maria budak perempuannya di ranjang hafsa pada hari giliran hafsa, dan kemudian hafsa & aisha mulai melawan muhammad, "TURUN" juga ayat menegur kedua bini pembangkang itu. dan masih banyak lagi... baca saja di http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2398

pikir saja sendiri, enak ya jadi muhammad. selalu diselamatkan dengan turunnya ayat-ayat pada saat dia kepepet ;)

__________________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby kong na'if » Thu Dec 07, 2006 10:06 am

ali5196 wrote:
Pengen_TAU wrote:Kong Na'if, gw salut juga ame engkong....kayaknya engkong tau bener sejarah turun nya ayat-ayat Alqur'an.

Apanya yg dia tahu ? Wong ditanya beda ayat Mekah dan Medinah, kok ngelantur ke Ummul KITAB ???

Jawaban KONG sesuai dengan pertanyaan , barangkali Koh Ali waktu membaca nya lagi kelilipan .

ali5196 wrote:Tapi paling tidak si kong Na'if memang tidak membantah bahwa Allah memang suka gonta ganti ayat :

Oleh karena ada beberapa ayat yang turun secara teratur demikian yang ketiga menggenapkan yang kedua dan yang kedua menggenapkan yang pertama , apakah ini bukan bantahan ?

kongNaif wrote:Q 16:101 wrote: Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya

ali5196 wrote:Tapi ah, masak cuma terbatas pada minuman keras ? Gimana dgn ayat2 Mekah yg dibatalkan dgn Medinah ? Kok si ngkong bungkam seribu bahasa ngkong ?
INI JUGA NIH ! KOK NGGAK DIJAWAB SIH ???
Adadeh wrote:Jadi Allahnya Muhammad memang bisa berubah drastis. Kalau dulu melarang memerangi kafir dan harus bersikap sabar terhadap mereka, sekarang Muslim boleh dan malah harus memerangi kafir sampai para kafir tunduk di bawah Islam, sampai semua agama adalah agama Allah (Islam) dan sampai semua mengaku bahwa Allah adalah Tuhan dan Muhammad adalah Rasul Allah.


Yang dibahas Adadeh, MEMERANGI KAFIR SAMPAI SEMUA KAFIR TUNDUK DIBAWAH ISLAM, si ngkong ngelantur ke jangan memilih kafir sbg pemimpin... :shock: aneh !


Koh ali , Mas Adadeh dalam postednya kemarin , beliau mengajukan mas'alah berdasarkan ayat-ayat yang di sodorkan sebagai
bukti atw dalil bahwa apa yang diasumsikan nya adalah benar,sudah barang tentu KONG menyanggah berdasarkan dalilnya tsb.

Dibaca sekali lagi yah Koh ! , memang model nya KONG menjawab pertanyaan seperti itu .

ali5196 wrote:Lagipula, ayat bahwa Muslim tidak boleh mengambil kafir sbg pemimpinPUN tidak dianggapnya sbg DISKRIMINATIF ! Padahal menurut Piagam HAM PBB, ketentuan macam ini JELAS DISKRIMINATIF !

Koh , coba tolong perhatikan baik-baik tulisan KONG , Kalau untuk jadi PEMIMPIN (amir) suatu negara yang mayoritasnya orang islam .Jelas dilarang .
Siapa yang melarang ? Allah , Kepada siapa larangan itu ? kepada orang yang beriman . Kalau ada pemilihan presiden jelas kami muslim pasti pilih muslim juga .

PBB itu alat Amerika untuk membungkam negara Islam , dengan hak veto nya lah Amerika bersimaharajalela , pembunuhan yang dilakukan di Irak dengan alasan yang di buat-buat .

Bagaimana dengan Yahudi membantai Anak-anak ? , bukankah Yahudi sampai sekarang masih Enjoy aja membunuhi muslim ? , apa sebab ? ,
ada BOS BESAR DIBELAKANG .:lol: :lol: :lol:

ali5196 wrote:Mana ada piagam negara barat yg mengatakan bahwa pemimpinnya TIDAK BOLEH MUSLIM, atau TIDAK BOLEH ORANG YG BERAGAMA SELAIN KRISTEN atau ATHEIS?

Masalah ada atw tidak nya Piagam Negara Barat KONG tidak tau , yang jadi masalah maukah KRISTEN atau ATHEIS memilih
Muslim menjadi pemimpin di negrinya ? he ... he ... he... yang KONG tau gak lah yauuu.... ! .
ali5196 wrote:Ayo pengen_tau; kalau ada negara yg mencantumkan ini di UUDnya, kau anggap diskriminatif nggak ? Jawab yg jujurlah ! Pemimpin harus dipilih berdasarkan kemampuannya dan bukan warna kulit ataupun jenis agamanya. Ketahuilah bahwa Muslim paling demen hidup di Barat dibawah pemimpin2 Barat. Justru NONMuslim yg memberi Muslim jauh lebih banyak hak daripada yg pernah diberikan Muslim kpd Muslim.

Ini saja sudah jelas menunjukkan sifat diskriminatif 'Allah.'

Diskriminatif ? , jelas tidak ! , kan sudah jelas dalam ayat tsb , siapa ? memimpin siapa ? .

karena gue faham bener...ayat2 al-quran itu diturunklan secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian (gak mungkin cuma satu hari). jadi ada sebab ada akibatnya.
ali5196 wrote:Ayat2 dlm Quran disusun menurut panjangnya ayat. Dari yg semakin panjang ke yg semakin pendek. Cek aja Quranmu. Lihat aja ayat2 paling belakang. Semakin pendek khan ? Ayat2 dlm Quran sama sekali tidak ada kronologi, tidak ada detil2 peristiwanya.

Ha! Ha..ssyiiiihhh ... ! ! , kebanyakan kopy and pastel :roll: :roll: :roll:

Ahmed Simon wrote:Quran tidak memiliki parabel, satupun biografi nabi, sejarah, geografi tempat2 yg bersangkutan, tanggal dan deskripsi peristiwa, anggota2 keluarga para nabi, kronologi, aturan peristiwa, zabur, peribahasa, inspirasi dsb.
Bab2 Quran tidak diatur menurut urutan pentingnya Bab, kontinuitas, kesucian, biografi, kronologi, ataupun spiritualitas, tetapi menurut PANJANGNYA bab. Yg paling panjang disusul dgn yg kurang panjang dan Bab yg paling pendek hanya mengandung 6 garis.
Jadi bagian pertama Quran hanya mengandung 20 bab, dan bagian kedua mengandung 94 bab. Ayat2nya campur aduk, dlm topik2 yg tidak berhubungan. Yg paling barbar adalah bahwa Allah mengumbar2 hadiah bagi ketidakmoralan, pembunuhan, pencambukan, pemotongan tubuh dan diskriminasi kelamin terhpd Muslim dan khususnya terhdp non-Muslim.

Mengeramput ................

pengen-tau wrote:gak bisa maen hajar ajah, sembarangan mengutip ayat2 tersebut....
ali5196 wrote:Setuju ! Jangan spt si Ngkong Naif ah !

He ... he .... he ... Koh Ali !, Koh Ali ! .
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby kong na'if » Thu Dec 07, 2006 10:56 am

["Koh ali5196"]
!! 2:53, Allah mengatakan, “ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang
benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.
Ini diulang2 6 kali dlm bab2 lain. Kitab mana yg dimaksudkan Allah ? Kitab Taurat / Kitab Sucinya Yahudi ? Kalau iya,
ini sungguh konyol ! Mengapa ? Mudah saja : kebanyakan nabi dlm AlKitab itu BELUM DILAHIRKAN saat Kitab tsb ‘diberikan kpd
Musa.’

[KONG NA'IF]
Sebelum Nabi Musa a.s sudah ada nabi-nabi sebelumnya seprti : Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s


["Koh ali5196"]
14:39 "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak.” Lagi2 Allah keseleo !
Bgm dgn ke enam putera lainnya Abraham, setelah Ishmael/Isaac? Allah lupa ?

[KONG NA'IF]
Do'a nya Nabi Ibrahim a.s yang mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan dua orang putra : Ismail dan Ishak ,
tidak ada Nabi Ibrahim berputra lain selain Ismail dan Ishak , dan ayat ini sebagai penyangkalan kalau nabi Ibrahim ada
Putra lain selain Ismail dan Ishak .
Dari Jalur Nabi Ishak a.s lahirlah Nabi-nabi : Ya'kub , Yusuf , Syu'aeb , Musa , Harun, Yusya',Ilyasa', Ilyas , Zulkifly ,
Daud , Sulaiman , Zakariya , Yahya dan Isa Almasih a.s .
Dari keturunan Nabi Ismail lahirlah khotimul Anbiya' (penutup para Nabi) ialah : Nabi Muhammad S.A.W .


["Koh ali5196"]
20:86 - 97, Allah mengatakan, "orang Samaria membantu mendirikan Kerbau Emas."
Encyclopedia-mu akan menunjukkan bahwa Samaria di jaman Musa (1250BC) BELUM EKSIS. Samaria hanya eksis pada tahun 879 BC.
Jadi Allah kecolongan 400 tahun !! Jadi Surat 12 = salah total ! Bgm Allah bisa salah besar spt itu ?
payah bener nih !

[KONG NA'IF]
Dikatakan dalam Al-qur'an , yang membuat patung lembu dari emas adalah SAMIRI nama "orang" bukan kaum .

Didalam Al-Qu'an ada diceritakan kisah Nabi Musa sbb :
Sangatlah berbeda jalan kisah didalam Al-Qur’an Surat Thaha ayat 83 sampai dengan 98
dengan jalan kisah yang tercatat didalam perjanjian lama (Bible) yang menurut kepercayaan orang yahudi dan kristen
adalah kitab suci .

Arkian tersebutlah didalam “Kitab Keluaran” Fasal 32 bahwa yang membuat anak patung emas bukanlah SAMIRI melainkan
Nabi Harun sendiri ayat 1 s/d 8 dan ayat 15 s/d 25 .

Kemudian itu , maka diakhir Fasal 32 ini yaitu ayat 35 dijelaskan sekali bahwa kejadian yang buruk ini tertimpalah
kesalahan kepada Nabi Harun :

35 . Maka demikianlah disiksakan Tuhan akan bangsa itu , sebab telah diperbuatnya anak lembu , yang diperbuat oleh
Harun akan mereka itu .

Disini dapatlah kita lihat perbedaan yang sangat jauh tentang kisah membuat berhala anak lembu daripada emas
ini sepanjang yang diceritakan dalam Al-Qur’an dengan apa yang diceritakan di dalam Kitab Keluaran Fasal 32 itu .

Didalam kitab keluaran yang di anggap Kitab Suci oleh Kaum Yahudi sekarang dan Kaum Nasrani .
Bani Israil itu meminta kepada Nabi Harun supaya mereka dibuatkan berhala karena dari hal Nabi Musa tidak ada
khabar beritanya lagi . Lalu Nabi Harun memperkenankan permintaan mereka dengan meminta kepada mereka supaya
mereka menanggalkan barang-barang emas pakaian anak perempuan dan anak laki-laki mereka .
Lalu Nabi Harun menganjurkan mereka supaya memuja menyembah kepada berhala anak lembu yg diperbuat dari emas itu.

Kemudian setelah Nabi Musa datang ,lalu bertanya kepada Nabi Harun , maka dia pun mengaku kaum itu memang jahat .
Sedang didalam Al-Qur’an jelas diterangkan bahwa yang mengajak membuat berhala dengan mengumpulkan emas adalah
SAMIRI . Nabi Harun ada menghalangi perbuatan mereka itu, tetapi nyaris dia di bunuh ;menurut pengakuannya sendiri
kepada Nabi Musa .

Dari kedua kisah ini dapatlah kita memperbandingkan Peribadi seorang Nabi menurut pandangan Islam dan menurut kitab
yang jadi pegangan mereka .
Menurut Islam tidaklah makan di akal bahwa seorang Nabi , seorang Rasul yang telah diangkat Tuhan kepada martabat
setinggi itu akan menjadi pelopor dari pendurhakaan kepada Allah Tuhan sarwa sekalian Alam .

Makanlah di akal jika Nabi Harun membantah keras perbuatan itu , meskipun dia tidak sanggup menentang keras ,
sebagai sikap Nabi Musa , karena perlainan bawaan Pribadi .

Nabi Musa orangnya keras , sedang Nabi Harun adalah orang yang selalu menekan perasaan .
Dia larang , lalu Dia hendak dibunuh . Karena itu dia berdiam diri , tetapi dia tidak turut campur .

Menurut jalan kisah dalam “keluaran” itu Harun yang mewakili Musa selama pergi tidak berusaha melarang atau
memberi nasehat kepada orang-orang yang ingin menyembah berhala itu ,malahan dia sendiri yang membikinkan ,
dan dia sendiri pula yang mengajak memujanya , dan setelah Musa datang , dia membersihkan diri dengan menuduh
bahwa memang kaumnya itu jahat .

Penilaian Peribadi Harun yang seperti itu , membuktikan bahwa kitab keluaran yang Asli memang tidak ada lagi.
“Keluaran” yang beredar sekarang ini hanya catatan dari orang yang datang, jauh kemudian .

Jadi SAMIRI adalah nama seseorang bukan kaum atw kabilah , dan Al-Qur'an meluruskan nya .

ali5196 wrote:
payah bener nih !

ada orang kepayahan teriak payah , abis ngapain KOH ! .
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby kong na'if » Thu Dec 07, 2006 12:07 pm

Adadeh wrote:
Kong Na'if wrote:UMMUL KITAB - IBU KITAB - PUSAT TULISAN , ada pada Allah sendiri .

Maksudmu tepatnya adalah: UMMUL KITAB - IBU KITAB - PUSAT TULISAN , ada pada Muhammad sendiri.

Sesuai yang KONG katakan , ada pada Allah sendiri .

Maka tibalah ayat yang keras , bahaya minuman keras dan judi , dan disama ratakan dengan memberi hidangan kepada berhala dan meminta keizinan pada berhala ; semuanya itu ajaran syaithan (Q 5-90 & 91) .
Adadeh wrote:Ayat Surah 5 itu turun sewaktu Muhammad sudah lama mengembangkan karirnya sebagai jagoan garong gurun pasir di Medinah. Ayat 2:219 (pelarangan minum arak) turun lebih awal di masa Medinah ketika Muhammad mengawali karirnya sebagai kepala garong. Pada waktu di Mekah, Muhammad menghalalkan minum arak, bahkan berkata di surga ada sungai arak segala yang halal untuk diminum (Muhammad ayat 15). Pelarangan minum minuman keras total baru terjadi setelah si Hamzah mabok2an setelah sukses perampokan Badr sehingga dia membabat punuk unta betina jatah jarahan si Ali menantu Muhammad.
“Dikisahkan oleh Ali:
Aku dapat unta betina sebagai bagianku jarahan Perang Badr, …. Rasul Allah mulai mengomeli Hamza karena perbuatannya, tapi Hamza mabuk dan matanya merah ….
“ (Khumus, Sahi Bukhari).
Yang jadi pertanyaan adalah: setelah minum arak jadi haram, terus gimana dong dengan sungai arak di sorga? Mengapa Allah plin-plan, dulu boleh minum arak, malah ada sungai arak di surga, tapi lalu tahu2 minum arak dinyatakan haram? Gimana kalau minum arak sedikit saja dan tidak pernah mabok? Boleh kagak? Kalau tidak, mengapa tidak boleh?

Yang Halal jelas dan yang Haram juga terang , sedikit atau banyak tetap saja hukumnya haram , dan syari’at ini ditetapkan Allah selagi umat islam Hidup di Alam Dunia , dan tentu saja tidak lah sama hakekat arak yang ada disurga dan di dunia , nama boleh sama hakekat dari pada Arak tersebutlah berbeda

Syari'at yang demikian teratur dari Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam , mereka katakan diada-adakan saja oleh Muhammad.
Padahal Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam tahu yang diturunkannya
Adadeh wrote:Semua pembatalan ayat yang beratus-ratus kali (Suyuti mengatakan sekitar 500 ayat telah dibatalkan) ini justru menunjukkan bahwa Allah SWT bukanlah tuhan yang maha mengetahui dan maha kuasa. Jika memang Allah itu maha mengetahui dan maha kuasa, maka dia tidak perlu membuat ayat2 yang nantinya harus dibatalkan. Tuhan yang maha kuasa seharusnya mampu menciptakan ayat sempurna sekali jadi yang kekal selamanya dan tidak butuh dibatalkan segala. Ini jelas akal2an Muhammad yang serba salah melulu dalam membuat ayat sehingga perlu dibatalkan sampai ratusan kali.

Turunnya ayat-ayat tentunya ada peristiwa yang menyebabkan ayat itu turun , kalau dikatakan dibatalkan lalu kenapa ayat itu masih akan tetap ada sampai akhir zaman kelak ? .

Ayat tersebut digenapkan , seperti yang KONG katakan pada yang lalu : Oleh karena ada beberapa ayat yang turun secara teratur demikian yang ketiga menggenapkan yang kedua dan yang kedua menggenapkan yang pertama .

Justru hal semacam inilah yang menunjukkan kebesaran ALLAH , bahwa umat islam harus mengetahui proses turunnya wahyu dan sebab musababnya , dan ada hikmat yang terkandung didalam nya .
Adadeh wrote:Mari kita lihat siapa yang ***** nih.

Yang ***** tidak ada , yang ada hanya beda pandang , KONG memandang dari Kulon antum memandang dari Wetan .
Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam yang pandai .
Adadeh wrote:Q 8:39
Dan perangilah mereka sampai tiada fitnah (menyembah yang lain selain Allah), dan agama (ibadah) hanyalah bagi Allah saja.
Apakah yang dimaksud dengan FITNAH menurut ayat di atas? Lo punya tafsir Qur'an si Ibn Kathir tidak?

Ibn Katheer said: Allaah commands us to fight the kuffaar so that there will be no fitnah, i.e., shirk, and the religion will all be for Allaah alone, i.e., the religion of Allaah will prevail over all other religions.

Terjemahan
Ibn Kathir berkata: Awloh memerintahkan kita untuk memerangi kafir sampai tiada fitnah lagi, yakni shirk, dan semua agama hanya bagi Awloh saja, dan ini berarti agama Awloh unggul di atas agama2 lain.

Ibn Jareer said:
So fight them until there is no more shirk, and none is worshipped except Allaah alone with no partner or associate, and trial s and calamities, which are disbelief and polytheism, are lifted from the slaves of Allaah on earth, and religion is all for Allaah alone, and so that obedience and worship will be devoted to Him alone and none else.

Terjemahan:
Ibn Jareer berkata:
Jadi perangi mereka sampai tiada shirk lagi, dan tiada yang disembah kecuali Awloh saja tanpa memperilahkannya dengan yang lain, dan cobaan dan bencana yakni ketidakpercayaan dan paganisme ditiadakan dari diri budak2 Awloh di bumi, dan agama hanya bagi Awloh saja, sehingga ketaatan dan pemujaan hanya diperuntukkan baginya saja dan tidak bagi yang lain

Ma’na SYIRIK Mas ! , ialah menyamakan sesuatu benda atau machluk sama dengan Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam .
Maka nya dikatakan : Janganlah kamu menyembah dua tuhan , sesungguhnya Allah lah tuhan yang Esa , dan inilah Risalah yang dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul .
Adadeh wrote:Q 2:193
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan (sehingga) menjadilah agama itu semata-mata kerana Allah. Kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang yang zalim.
Tentang ayat 2:193, Tafsir Ibn Kathir menyatakan:
Maka Allah memerintahkan Muslim untuk membunuh kafir “sampai tiada Fitnah lagi.” Menurut Ibn Abbas dan lainnya, “Fitnah” berarti polytheisme, “Dan Agama bagi Allah” berarti agama Allah harus berkuasa dan unggul di atas agama2 lain. Di Sahihyan, dilaporkan bahwa sang Nabi berkata: “Aku telah diperintahkan oleh Allah untuk memerangi orang2 (kafir) sampai mereka berkata: “Tiada yang layak disembah selain Allah, dan siapapun yang mengatakan ini akan selamat nyawa dan hartanya dariku kecuali melanggar hukum (Sharia yang menentukan hak dan keadaan di mana dia akan dihukum dengan adil).

Inilah cermin yang senantiasa dilakukan oleh orang yang benci Islam gak ketolongan , didalam syi’ar nya mereka mengambil ayat qur’an semau-maunya , dalam posted yang lalu telah KONG jelaskan perihal ayat tsb . Berkesinambungan antara ayat Q 2-190 s/d 193 satu ayat saja dipisah akan kacaulah maksud ayat .
Adadeh wrote:Sekarang kembali ke perkataan Muhammad:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
Isi hadis di atas cocok sekali dengan isi Q 9:5, Q 8:39, Q 2:193 dan berbagai ayat ganas Qur'an lainnya yang sudah dijelaskan pula dalam berbagai tafsir Qur'an oleh Ibn Jareer, Tabari, Suyuti, Ibn Kathir, dll. Jadi kafir tidak perlu berbuat apa2 untuk dapat diperangi Muslim. Cukup hanya jadi kafir saja cukup alasan bagi Muhammad untuk memeranginya. Ini sudah dilakukan berkali-kali-kali dalam hidupnya sebagai contoh bagi Muslim untuk dituruti. Dan memang hal ini pun dituruti pula oleh para kalifah pengganti Muhammad dengan menyerang kanan kiri membabi buta untuk menjarah dan merampok kafir dengan selubung menyebarkan agama

Rasul Allah sangat mendambakan perdamaian, dan tidak menyukai perang. Dalam hal ini selama hidupnya ia sangat cermat sekali.
Ia tidak menempuh jalan itu, kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan, membela agama dan kepercayaan.

Cuplikan dari Sirah Muhammad , ketika mendengar ada mata-mata memanggil-manggil Quraisy, memberi peringatan
tentang mereka itu, penduduk Yathrib yang ikut mengadakan Ikrar Aqaba kedua berkata kepadanya?
"Demi Allah yang telah mengutus tuan atas dasar kebenaran kalau sekiranya tuan sudi, penduduk Mina itu besok
akan kami habiskan dengan pedang kami."
Dijawabnya: "Kami tidak diperintahkan untuk itu."
Bukankah ayat pertama yang datang mengenai perang berbunyi?
"Diijinkan (berperang) kepada mereka yang diperangi, karena mereka dianiaya;
dan sesungguhnya Allah Maha kuasa menolong mereka." (Qur'an, 8: 39)
Dan bukankah ayat berikutnya mengenai soal perang itu Tuhan berfirman?
"Dan perangilah mereka supaya jangan ada lagi fitnah, dan agama seluruhnya untuk Allah." (Qur'an, 2: 193)

Jadi pertimbangan pikiran Muhammad dalam hal ini hanya mempunyai satu tujuan yang luhur, yaitu menjamin
kebebasan beragama dan menyatakan pendapat.
Hanya untuk mempertahankan itulah perang dibenarkan, dan hanya untuk itu pula dibenarkan menangkis
serangan pihak agresor, sekian cuplikan sirah rasul oleh Muhammad Husein Haekal .
Adadeh wrote:Ah, masa? Masa kagak ingat lagi korban2 Muslim yang dipancungin dan dibledagin di Poso, Ambon, Bali, Jawa? Lalu ribuan gereja, kuil, kelenteng yang dibakarin itu kan cocok dengan sunnah nabi? Belon lagi cewek2 kafir Tionghoa yang diperkosa sama Muslim? Bukankah sampai sekarang tidak ada tuh seorang pun yang masuk penjara karenanya? Semua itu cocok benar dengan sunnah nabi yang memang doyan perkosa kafir, bakar rumah ibadah non-Muslim, pancung kafir, dll.

Dan Bagaimana umat islam di bredel di tanjung priok , bukankah waktu itu menpangabnya LEONARDUS BENNY MURDANI ,
sampai sekarang bagaimana ……. ? .
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby Umar bin Khatab » Thu Dec 07, 2006 12:58 pm

curious wrote:
Pengen_TAU wrote:karena gue faham bener...ayat2 al-quran itu diturunklan secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian (gak mungkin cuma satu hari). jadi ada sebab ada akibatnya.

betul... tepat sekali.
ayat quran "turun" begitu dibutuhkan oleh muhammad. misalnya ketika dia bernafsu birahi melihat zainab istri zaid anak angkat muhammad, dan muhammad berpura-pura menolak ketika zaid menawarkan untuk menceraikan zainab supaya bisa dinikahi muhammad, maka "TURUN" lah ayat yang diperlukan muhammad itu, yaitu ayat teguran dari "auloh" mengapa muhammad mengingkari keinginan auloh. anehnya lagi, mula mula sewaktu muhammad menjodohkan zainab dengan zaid, dan zainab menolak, juga telah "TURUN" ayat yang menegur zainab. aneh ya, perkawinan zainab & zaid yang merupakan kemauan auloh juga kok gagal dan harus dikoreksi auloh dengan menegur muhammad mengawini zainab sendiri ;)



Saya tambahkan detail peristiwanya :



Romantika Percintaan Muhammad,Zaid bin Muhammad dan Zainab


Kisah percintaan dan nafsu yang melibatkan ketiga insan ini sungguh merupakan salah satu romantika cinta yang luar biasa. Kisah ini melebihi kisah cinta manapun, lebih hebat dari cerita Romeo dan Juliet. Mungkin saja akan ada sutradara yang tertarik dengan kisah ini dan menjadikannya sinetron tampaknya akan menjadi top hit.

Kutipan-kutipan dalam pembahasan berikut menggunakan beberapa sumber yaitu :
1. Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
Penerbit PUSTAKA JAYA
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
Cetakan Kelima, 1980
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html

2. Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002


I. TENTANG ZAID
Zaid bin Haritsah adalah bekas budak yang kemudian dibebaskan bahkan diangkat anak oleh Muhammad. Muhammad mendapatkan Zaid sebagai hadiah pernikahannya dari Khadijah.
Sumber :
Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 65
Pada hari pernikahannya ….. Khadijah menghadiahinya salah satu budaknya sendiri, seorang remaja berusia lima belas tahun bernama Zaid. …. Zaid dan beberapa pemuda lainnya baru saja dibeli dengan harga mahal dari Ukaz oleh keponakan Khadijah …Sambil berdiri di Hijr, dengan lantang, ia (Muhamamd) berkata, “Wahai semua yang hadir! Saksikanlah, bahwa Zaid adalah anakku ….” …. Sejak hari itu, pendatang baru bagi bani Hasyim di Mekah dikenal sebagai Zaid bin Muhammad.

Sumber yang digunakan oleh Lings adalah Kitab Tabaqat karya Ibn Sa’d.

Untuk waktu yang cukup lama, Zaid dikenal sebagai Zaid bin Muhammad sebagaimana dikonfirmasi oleh Bukhari
Sumber :
Sahih Al-Bukhari
Volume 6, Buku 60, nomor 305
We used not to call Zaid bin Haritha the freed slave of Allah's Apostle except Zaid bin Muhammad till the Qur’anic Verse was revealed: "Call them (adopted sons) by (the names of) their fathers. That is more than just in the Sight of Allah." (33.5)
Kami tidak terbiasa memanggil Zaid bin Haritha, budak yang dibebaskan oleh Rasulullah melainkan memanggil dengan Zaid bin Muhammad hingga ayat Al-Qur’an diwahyukan …..


II. ALLAH DAN MUHAMMAD MEMAKSAKAN PERNIKAHAN

Kutipan berikut saya ambil dari buku karya Muhammad Husain Haekal.
Haekal mengatakan bahwa ada kolaborasi antara Allah SWT dengan Muhammad dalam menjodohkan Zainab dengan Zaid, bahkan sampai turun ayatnya dari Allah SWT untuk menikahkan Zainab dengan Zaid DIBAWAH ANCAMAN SEGALA.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Bagian XVII : Istri-Istri Nabi
"Bagi laki-laki dan wanita yang beriman, BILAMANA ALLAH DAN RASULNYA TELAH MENETAPKAN suatu ketentuan, mereka tidak boleh mengambil kemauan sendiri dalam urusan mereka itu. Dan barangsiapa TIDAK MEMATUHI ALLAH DAN RASULNYA, mereka telah melakukan KESESATAN YANG NYATA SEKALI." (Qur'an, 33:36)
Setelah turun ayat ini tak ada jalan lain buat Abdullah dan Zainab saudaranya, selain harus tunduk menerima. "Kami menerima, Rasulullah," kata mereka. Lalu ZAID DIKAWINKAN KEPADA ZAINAB setelah mas-kawinnya oleh Nabi disampaikan.


III. PRAHARA PERNIKAHAN

Uniknya setelah Zainab dan Zaid MENURUTI ketentuan pernikahan yang diatur oleh Allah SWT dan Muhammad, ternyata BUKANNYA KEBAHAGIAAN yang mereka peroleh namun JUSTRU KESESATAN YANG NYATA sekali yaitu perselisihan yang tidak henti-hentinya.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Bagian XVII : Istri-Istri Nabi
Dan sesudah Zainab menjadi isteri, ternyata ia tidak mudah dikendalikan DAN TIDAK MAU TUNDUK. MALAH IA BANYAK MENGGANGGU ZAID. Ia membanggakan diri kepadanya dari segi keturunan dan bahwa dia katanya tidak mau ditundukkan oleh seorang budak.
Sikap Zainab yang tidak baik kepadanya itu tidak jarang oleh Zaid diadukan kepada Nabi, dan bukan sekali saja ia meminta ijin kepadanya hendak menceraikannya. Tetapi Nabi menjawabnya: "Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan.Hendaklah engkau takut kepada Allah."


IV. PERTEMUAN MUHAMMAD DENGAN ZAINAB
Karena prahara sudah sedemikian rupa, maka harus ada jalan untuk mengakhiri pernikahan tersebut. Langkah awal pemutusan pernikahan adalah diawali dengan bertamunya Muhammad ke rumah Zaid dan ternyata hanya menjumpai Zainab.
Sumber :
Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 341 dan 342
Suatu hari, nabi pergi kerumah Zaid untuk membicarakan satu masalah. Ketika beliau datang, Zaid sedang tidak dirumah. Zainab, karena tidak menyangka akan ada tamu diwaktu-waktu tersebut, sedang BERPAKAIAN SEADANYA. ….. Zainab lari kepintu tanpa mengenakan alas kaki untuk mempersilahkan nabi masuk dan menunggu hingga suaminya kembali. …. Saat Zainab berdiri dipintu, ia tampak berseri-seri dan riang gembira, dan NABI KAGUM OLEH KECANTIKANNYA. Beliau cepat berbalik dan pergi sambil menggumankan kata-kata yang tak terdengar oleh Zainab. Kata-kata yang sempat didengarnya hanyalah sebuah pujian kekaguman : “Mahaagung Allah, Mahaagung. Dia yang menguasai hati manusia”

Dalam hal ini, Lings mengutip dari Kitab Al Tabaqat Al Kabir karya Muhammad ibn Sa’d.


V. MUHAMMAD MULAI JATUH CINTA KEPADA ZAINAB

Tidaklah jelas kapan Muhammad mulai jatuh cinta kepada Zainab. Haekal bahkan menolak kalau Muhamamd jatuh cinta dengan Zainab.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Bagian XVII : Istri-Istri Nabi
Untuk menghapuskan semua cerita mereka yang kita baca itu dari dasarnya, cukup kalau kita sebutkan, bahwa Zainab bt. Jahsy ini adalah puteri Umaima bt. Abd'l-Muttalib, bibi Rasulullah a.s. Ia dibesarkan di bawah asuhannya sendiri dan dengan bantuannya pula. Maka dengan demikian ia sudah seperti puterinya atau seperti adiknya sendiri. Ia sudah mengenal Zainab dan mengetahui benar apakah dia cantik atau tidak, sebelum ia dikawinkan dengan Zaid. Ia sudah melihatnya sejak dari mula pertumbuhannya, sebagai bayi yang masih merangkak hingga menjelang gadis remaja dan dewasa, dan dia juga yang melamarnya buat Zaid bekas budaknya itu.

Namun pandangan Haekal ini bertabrakan dengan dua kitab tafsir terbesar dalam khazanah Islam yaitu Tafsir Al-Jalalayn dan Tafsir Zamakhshari menuliskan bahwa MUHAMMAD MEMANG JATUH CINTA KEPADA ZAINAB segera setelah Zainab menikah dengan Zaid.
Sumber :
23 YEARS: A Study of the Prophetic Career of Mohammad
Ali Dashti
Diterjemahkan dari bahasa Persia oleh F.R.C. Bagley
Mazda Publishers, Costa Mesa, California, 1994, halaman 132, 133
The Prophet’s love for Zaynab arose later, and the time and circumstances of its incidence are diversely reported. The account in the Tafsir al-Jalalayn suggests that his attitude began to change soon after her marriage to Zayd. "After a time (probably meaning a short time) his eye fell on her, and love for Zaynab budded in his heart.

Cinta Rasulullah terhadap Zainab timbul kemudian, waktu dan kejadiannya dilaporkan secara berbeda. Laporan dalam Tafsir Al-Jalalayn mengindikasikan bahwa sikap Muhammad berubah SEGERA SETELAH PERNIKAHAN Zainab dengan Zaid. “Setelah waktu yang pendek, mata Muhammad memandang Zainab, DAN CINTA KEPADA ZAINAB BERSEMI DIHATI MUHAMMAD.
Zamakhshari, in his comment on verse 37 sura 33, states that it was after Zaynab’s marriage to Zayd that the Prophet’s eye fell on her. She pleased him so much that he could not help saying, "Praise be to God who makes hearts beat!" The Prophet had seen Zaynab before but she had not then pleased him; otherwise he would have asked for her hand. Zaynab heard the Prophet’s exclamation and told Zayd about it. Zayd knew intuitively that God had cast an unease with Zaynab into his heart. He therefore went in haste to the Prophet and asked whether he might divorce his wife. The Prophet asked what had happened and whether he suspected her. Zayd replied that he had met with nothing but kindness from her, but was distressed because she considered herself more noble than himself and more suitable for the Prophet. It was then that the words "Keep your wife for yourself and fear God" in verse 37 came down. (Ref. 7, page 132-133)

Zamakhshari dalam komentarnya terhadap QS 33 : 37, menyatakan bahwa SETELAH PERNIKAHAN Zainab dan Zaidlah, mata Muhamamd memandang Zainab. ZAINAB SANGAT MENYENANGKAN BAGI MUHAMMAD hingga dia tidak bisa menahan untuk berkata, “Terpujilah Tuhan yang membuat hati berdebar” Rasulullah telah pernah melihat Zainab sebelumnya, tetapi tidak pernah menyenangkan seperti sekarang ini ; jika tidak Rasulullah sudah pasti akan memintanya. ….

Jadi Muhammad jatuh cinta kepada istri anak angkatnya. Luar biasa juga.
Yang dikatakan sebagai nabi terakhir ternyata menutup kenabian dengan melanggar perintah Tuhan dalam Taurat yang berikut :
Keluaran 20 : 17 :
Jangan mengingini rumah sesamamu; JANGAN MENGINGINI ISTERINYA, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Ironis adalah, karena selama ini muslim mencemooh kisah Raja Daud yang jatuh dalam dosa sebagai kebohongan dalam Alkitab. Menurut muslim, nabi tidak berdosa. Sebagai contoh posting di FFI yang lama oleh Rasul Petrus.
Sumber :
TUHAN MELEGALKAN PERZINAHAN?
a. Solomo anak hasil zina
Ketika Daud sedang bangun sore melihat seorang wanita yang sedang mandi nan elok rupanya. Wanita bernama Batsjeba binti Eliam ISTERI URIA orang Het (Samuel II 11: 2-4)
“Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya (Daud), lalu DAUD TIDUR dengan dia.... Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: Aku mengandung” (Samuel II 11:2-6)”
“Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia dan perempuan melahirkan seorang anak laki-laki,lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu (Samuel II 12:25)

Hal tersebut tidak benar, sebab Daud dan Sulaiman bukan nabi dan akhlaknya tidak seburuk yang digambarkan Alkitab, hal ini ditegaskan oleh Al Quran:

Maka Kami ampuni baginya (Daud) kesalahanya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik; (QS 38: 25)”

Jadi bagaimana dengan perbuatan Muhammad diatas yang jelas-jelas melanggar hukum Taurat?? Atau memang akhlak Muhammad tidak sebaik raja Daud??.


VI. PERCERAIAN


Peristiwa pertemuan Muhammad dengan Zainab yang sangat menggetarkan hati Muhammad itu diceritakan oleh Zainab kepada Zaid. Dan sebagai anak angkat yang baik hati tidak banyak pilihan bagi Zaid kecuali menemui sang ayah angkat sekaligus pemimpin Islam yaitu Muhammad dan menawarkan untuk menceraikan Zainab. Namun Muhammad masih jaga gengsi, dan menasehati Zaid untuk menjaga pernikahannya.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Bagian XVII : Istri-Istri Nabi
Zainab merasa bangga terhadap dirinya dan apa yang didengarnya itu diberitahukannya kepada Zaid. Langsung waktu itu juga Zaid menemui Nabi dan mengatakan bahwa IA BERSEDIA MENCERAIKANNYA. Lalu kata Nabi kepadanya:
"Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan. Hendaklah engkau takut kepada Allah."
Tetapi pergaulan Zainab dengan Zaid sudah tidak baik iagi.Kemudian IA DICERAI.

[size=12]Jadi setelah dipaksa menikah dengan ancaman Muhammad dan Allah SWT, pernikahan ini harus diakhiri dengan perceraian.[/size]

Sungguh menggelikan, karena perceraian adalah sesuatu yang sangat dibenci Allah SWT.
Sumber :
Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
Dr. Yusuf Qardhawi
Citra Islami Press, Januari 1997
Sub bab : Talak (Perceraian)
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/M ... Cerai.html
…..
Tidak setiap perceraian itu dibolehkan dalam Islam, karena ada talak yang dimakruhkan, bahkan diharamkan. Karena hal itu dapat merobohkan bangunan rumah tangga yang sangat ditekankan Islam agar kita membina dan membangunnya. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda, "PERKARA HALAL YANG PALING DIBENCI OLEH ALLAH ADALAH PERCERAIAN."

Atau yang berikut :
Sumber :
Sunan Abu Dawud, Buku 13 ayat 3
Dari Ibnu Umar r.a dari Nabi Muhammad saw beliau bersabda yang bermaksud,
"PERBUATAN HALAL YANG DIMURKAI ALLAH IALAH TALAK"


Dan sungguh menggelikan pernikahan yang sudah ditentukan Allah dan Rasulnya pun ternyata tidak LANGGENG

[size=9]Aneh sekali:
ALLAH SWT DAN MUHAMMAD MERANCANG SESUATU YANG SANGAT DIBENCI ALLAH SWT.
[/size]

VII. PERNIKAHAN MUHAMMAD DAN ZAINAB
]

Setelah hatinya tergerak oleh kecantikan Zainab yang berbusana “ala kadarnya”. Hati Muhammad gelisah. Apalagi saat itu Zainab sudah dicerai oleh Zaid. Jadi terbukalah jalan untuk menikahinya. Namun masih ada hambatan karena tradisi Arab adalah menganggap anak angkat sama seperti anak kandung sehingga untuk menikahi mantan istri anak angkat adalah sesuatu yang tabu.Namun penantian Muhammad tidak perlu berlama-lama, muncullah lagi wahyu yang menyelamatkannya.
Sumber :
Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 342 dan 343
Bulan demi bulan berlalu. Suatu hari, disaat nabi sedang bercakap-cakap dengan salah satu istrinya, suatu kekuatan wahyu menyelimuti dirinya. Ketika pulih, kata-kata pertama yang beliau ucapkan adalah, “Siapa yang akan pergi kerumah ZAINAB DAN MENYAMPAIKAN BERITA DARI LANGIT BAHWA ALLAH TELAH MENIKAHKAN DIA DENGANKU?”

Atau tulisan dari Muhammad Husain Haekal berikut.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Bagian Tujuhbelas : Istri-Istri Nabi
Muhammad menahan diri tidak segera mengawininya sekalipun hatinya gelisah. Ketika itu firman Tuhan datang :
Al Quran 33:37
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah ", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang ALLAH AKAN MENYATAKANNYA, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah -lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), KAMI KAWINKAN KAMU DENGAN DIA supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah KETETAPAN ALLAH ITU PASTI TERJADI.

Jadi saat kepepet mau menikahi Zainab, segeralah Allah SWT menolong rasulNya. Makanya tidaklah mengherankan jika Aisyah sendiri merasa heran kenapa Allah SWT senantiasa memberikan yang enak-enak buat Muhammad.Sumber :
Sahih Al-Bukhari, Volume 6, buku 60, Number 311
Narrated Aisha:
I used to look down upon those ladies who had given themselves to Allah's Apostle and I used to say, "Can a lady give herself (to a man)?" But when Allah revealed: "You (O Muhammad) can postpone (the turn of) whom you will of them (your wives), and you may receive any of them whom you will; and there is no blame on you if you invite one whose turn you have set aside (temporarily)." (33.51) I said (to the Prophet), "I feel that your Lord hastens in fulfilling your wishes and desires."
Aku biasa memandang rendah kepada wanita-wanita yang bersedia menyerahkan dirinya kepada Rasulullah dan aku berkata, “Bisakah seorang wanita menyerahkan dirinya kepada seorang laki-laki?”. Tetapi ketika Allah berfirman, “Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu (33 : 51)”. Aku berkata (kepada Rasulullah), “AKU MERASA BAHWA TUHANMU SELALU CEPAT-CEPAT MEMENUHI PERMOHONAN DAN KEINGINANMU”

VIII. ZAID BIN MUHAMMAD MENJADI ZAID BIN HARITHA

Tampaknya sekalipun sudah mendapat wahyu ilahi untuk menikahi mantan istri anak angkat dan telah memboyong Zainab sebagai istrinya yang sah, Muhamamd masih belum merasa nyaman. Tampaknya karena orang-orang masih memanggil sang anak angkat dengan Zaid bin Muhammad, sementara Muhammad sendiri menikahi janda dari Zaid bin Muhammad. Akibatnya harus turunlah ayat yang menyatakan anak angkat dibedakan dengan anak kandung. Dan, sim salabim, muncullah lagi ayat yang menyelamatkan Muhammad, yaitu :
QS 33 : 4 :
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar [1199] itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

Dipertegas lagi dengan ayat berikut.
QS 33 : 40 :
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu [1224],

Yang artinya :
[1224] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.

Namun, dapat dibayangkan bahwa orang-orang masih tetap berkata : “Muhammad (bin Abdullah) menikahi janda Zaid bin Muhammad (bin Abdullah)”
Tentu saja tidak mengenakkan bagi Muhammad.
Jadi harus turun lagi wahyu yang menyelamatkannya. Dan lagi-lagi ala David Copperfield, muncullah wahyu yang menyelamatkannya.
Sumber :
Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 343
Ayat berikutnya juga menyatakan bahwa untuk masa-masa berikutnya, seorang anak angkat harus menyertakan nama ayah kandungnya. Maka sejak itu Zaid dipanggil dengan nama Zaid bin Haritha sebagai pengganti ZAID BIN MUHAMMAD, NAMA YANG TELAH DISANDANGNYA SEJAK DIADOPSI NABI 35 TAHUN SILAM.
Dan ayat yang dimaksud adalah.
QS 33 : 5 :
Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, ……..

Jadilah Zaid bin Muhammad berubah lagi menjadi Zaid bin Haritha.

Jadi omongan orang sebelumnya :
“Muhammad (bin Abdullah) menikahi janda Zaid bin Muhammad (bin Abdullah)”

berubah menjadi :
“Muhammad (bin Abdullah) menikahi janda Zaid bin Haritha”

Perubahan yang cukup memuaskan bagi Muhammad tentunya.


IX. PENUTUP
Mengikuti jalan cerita kisah diatas terlihat bagaimana carut marutnya kejadian-kejadian tersebut.

1. Muhammad dan Allah memaksa Zaid dan Zainab menikah dibawah ancaman “kesesatan nyata”

2. Zaid dan Zainab mematuhi perintah Muhammad dan Allah dan hasilnya malah “kesesatan nyata” karena pernikahan tidak bahagia dan berujung perceraian, perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

3. Kemudian Allah dan Muhammad ingin memberi suri tauladan bahwa menikahi janda anak angkat itu halal, akibatnya Muhammad harus menikah dengan Zainab.

4. Allah dalam QS 33 : 37 menyatakan telah menetapkan bahwa Muhammad harus menikah dengan Zainab, ketetapan ini sudah ada di Ummul Kitab. Dan karena Al-Qur’an sudah tertulis di Ummul Kitab (QS 13 : 39 : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)). Karenanya pernikahan Zaid dan Zainab hanyalah lelucon dari Allah saja, toh Allah sudah menetapkan di Ummul Kitab bahwa Muhammad akhirnya akan memperistri Zainab

5. Apalah gunanya ayat tersebut selain untuk Muhammad seorang? Apa betul ayat tersebut sudah ada dari dulu,atau hanya karangan belaka ?

6. Aneh sekali.sebelum Islam Anak angkat sudah terbiasa memakai nama Bapak angkatnya,tapi dengan kedatangan Islam,terpaksa anak angkat tidak boleh memakai nama Bapak Angkatnya.

Terlihatlah bagaimana muter-muternya alur cerita diatas.

Satu hal yang sangat mendasar adalah :

[size=9]Dalam masyarakat beradab manapun, jatuh cinta terhadap istri anak angkat dan kemudian menikahi mantan istri anak angkat tidaklah pantas dilakukan.[/size]
Sekian
Umar bin Khatab
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 244
Joined: Thu Nov 30, 2006 11:19 am

Postby Umar bin Khatab » Thu Dec 07, 2006 1:20 pm

kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
!! 2:53, Allah mengatakan, “ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang
benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.
Ini diulang2 6 kali dlm bab2 lain. Kitab mana yg dimaksudkan Allah ? Kitab Taurat / Kitab Sucinya Yahudi ? Kalau iya,
ini sungguh konyol ! Mengapa ? Mudah saja : kebanyakan nabi dlm AlKitab itu BELUM DILAHIRKAN saat Kitab tsb ‘diberikan kpd
Musa.’

[KONG NA'IF]
Sebelum Nabi Musa a.s sudah ada nabi-nabi sebelumnya seprti : Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s


Wah,setau saya di alkitab itu yang nabi itu mulai dari musa,trus yesaya,samuel dan seterusnya sampai yesus.

Apakah Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s disebut NABI di alkitab?

Atau saya yang salah.maaf ya kalau saya salah.jarang baca alkitab sih


kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
14:39 "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak.” Lagi2 Allah keseleo !
Bgm dgn ke enam putera lainnya Abraham, setelah Ishmael/Isaac? Allah lupa ?

[KONG NA'IF]
Do'a nya Nabi Ibrahim a.s yang mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan dua orang putra : Ismail dan Ishak ,
tidak ada Nabi Ibrahim berputra lain selain Ismail dan Ishak , dan ayat ini sebagai penyangkalan kalau nabi Ibrahim ada Putra lain selain Ismail dan Ishak .
Dari Jalur Nabi Ishak a.s lahirlah Nabi-nabi : Ya'kub , Yusuf , Syu'aeb , Musa , Harun, Yusya',Ilyasa', Ilyas , Zulkifly ,
Daud , Sulaiman , Zakariya , Yahya dan Isa Almasih a.s .
Dari keturunan Nabi Ismail lahirlah khotimul Anbiya' (penutup para Nabi) ialah : Nabi Muhammad S.A.W .



AH bukankah itu cuman pendapat kong sendiri :)

kenapa harus disangkal kalau IBRAHIM punya anak selain ishak dan ismail?
Apakah ada yang salah gitu kalau anak ibrahim lebih dari dua?
Ada tidak ayat dalam quran yang menerangkan alasan ALLAH swt yang menyangkal putra ibrahim selain ishak dan ismail?

Ada gak ayat yang terang yang berbunyi 'yahudi itu sudah merubah dan memalsukan,Anak ibrahin dua orang pun diganti mereka menjadi lebih dari dua orang'

Pinter banget kong TAQIYAH ya. :)
Umar bin Khatab
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 244
Joined: Thu Nov 30, 2006 11:19 am

Postby Adadeh » Fri Dec 08, 2006 3:09 am

Kong Na'if wrote:Ma’na SYIRIK Mas ! , ialah menyamakan sesuatu benda atau machluk sama dengan Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam .

Itu kan pendapatmu sendiri yang tidak sama dengan pendapat akhli Islam ternama yang karya tulis dan tafsir Qur'annya sudah diakui di dunia Islam seperti Ibn Kathir, Ibn Jareer, Suyuti. Para ahli ini dengan jelas menerangkan bahwa yang dimaksud dengan FITNAH itu adalah tidak mengakui Allah sebagai satu2nya Tuhan yang layak disembah dan tidak pula mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah. Pernyataan Fitnah inilah yang dianggap sebagai Syirik. Silakan periksa sendiri buku2 tafsir mereka jika tidak percaya.

Daripada debat kusir, lebih baik saya kutip saja seluruh keterangan dari Ibn Kathir tentang Ayat Pedang (9:5)
Image
Pertama-tama, mari kita lihat Tafsir dari Ibn Kathir tentang Surah 109 (Mekah). Saya cantumkan sekalian bahasa Arab dan Inggrisnya agar pembaca bisa memeriksanya sendiri. Yang berwarna biru adalah ayat Qur’an, yang berwarna merah tua adalah tafsir Ibn Kathir. Catatan: Tjmh = Terjemahan

Kathir 109 menyatakan:
Allah said
Tjmh: Allah berkata

﴿لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴾
(I worship not that which you worship) meaning, statues and rival gods.
Tjmh:
(Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah) berarti, patung2 dan dewa2 saingan.

﴿وَلاَ أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴾
(Nor will you worship whom I worship) and He is Allah Alone, Who has no partner. So the word Ma (what) here means Man (who). Then Allah says,
Tjmh:
(Dan kamu tidak mahu menyembah yang aku sembah) dan Dia adalah Allah yang Esa, Yang tidak punya pasangan. Jadi kata Ma (apa) di sini berarti Man (siapa). Maka Allah berkata,

﴿وَلاَ أَنَآ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴾
(And I shall not worship that which you are worshipping.) meaning, `I do not worship according to your worship, which means that I do not go along with it or follow it. I only worship Allah in the manner in which He loves and is pleased with.' Thus, Allah says,
Tjmh:
(Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.) berarti, ‘Aku tidak akan beribadat seperti caramu beribadat, berarti aku tidak setuju dengan cara itu dan tidak mengikutinya. Aku hanya beribadat pada Allah dengan cara yang disukaiNya dan menyenangkanNya.’ Maka Allah berkata,

﴿وَلاَ أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴾
(Nor will you worship whom I worship.) meaning, `you do not follow the commands of Allah and His Legislation in His worship. Rather, you have invented something out of the promptings of your own souls.' This is as Allah says,
Tjmh:
(Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.) berarti, ‘kau tidak mengikuti perintah Allah dan Aturan IbadahNya. Sebaliknya, kau menciptakan tata ibadah sendiri menurut keinginanmu.’ Dengan demikian Allah berkata,

﴿إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الاٌّنفُسُ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ الْهُدَى﴾
(They follow but a guess and that which they themselves desire, whereas there has surely come to them the guidance from their Lord!) (53:23) Therefore, the disavowal is from all of what they are involved. For certainly the worshipper must have a god whom he worships and set acts of worship that he follows to get to him. So the Messenger and his followers worship Allah according to what He has legislated. This is why the statement of Islam is "There is no God worthy of being worshipped except Allah, and Muhammad is the Messenger of Allah.'' This means that there is no (true) object of worship except Allah and there is no path to Him (i.e., way of worshipping Him) other than that which the Messenger came with. The idolators worship other than Allah, with acts of worship that Allah has not allowed. This is why the Messenger said to them,
Tjmh:
(Mereka yang berbuat demikian, tidak menurut melainkan sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsunya. Padahal demi sesungguhnya telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.) (53:23) Karenanya, pengingkaran dilakukan oleh semua yang mereka lakukan. Karena tentunya mereka punya tuhan yang mereka sembah dan yang menentukan tatacara ibadat yang diakuinya untuk menyembahnya. Maka sang Rasul dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan tatacara ibadat yang ditetapkanNya. Karena inilah maka pernyataan Islam adalah sebagai berikut “Tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah.” Ini berarti tiada objek sesembahan apapun selain Allah dan tiada jalan menujuNya (tatacara beribadat padaNya) kecuali yang disampaikan RasulNya. Kaum pagan menyembah tuhan lain selain Allah, dan ini dilarang Allah. Karena inilah sang Rasul berkata pada mereka,

﴿لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴾
(To you be your religion, and to me my religion.) This is similar to Allah's statement,
Tjmh:
(Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.) Hal ini sama dengan pernyataan Allah,

﴿وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَاْ بَرِىءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ ﴾
(And if they belie you, say: "For me are my deeds and for you are your deeds! You are innocent of what I do, and I am innocent of what you do!'') (10:41) and He said,
Tjmh:
(Dan jika mereka terus-menerus mendustakanmu (wahai Muhammad), maka katakanlah: Bagiku amalku dan bagi kamu pula amal kamu. Kamu tidak bertanggungjawab akan apa yang aku kerjakan dan aku juga tidak bertanggungjawab akan apa yang kamu kerjakan.) (10:41) dan Dia berkata,

﴿لَنَآ أَعْمَـلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـلُكُمْ﴾
(To us our deeds, and to you your deeds.) (28:55) Al-Bukhari said, "It has been said,
Tjmh:
(Bagi kami amal kami dan bagi kamu pula amal kamu) (28:55) Al-Bukhari berkata,”Telah dikatakan,

﴿لَكُمْ دِينَكُمْ﴾
(To you be your religion.) means disbelief.
Tjmh:
(Bagimu agamamu) berarti tidak percaya.

﴿وَلِىَ دِينِ﴾
(and to me my religion.) means, Islam.
Tjmh:
(dan bagiku agamaku) berarti Islam.
Inilah akhir Tafsir Surat Qul ya Ayyuhal-Kafirun.

Jadi sudah jelas dinyatakan dalam Tafsir Ibn Kathir bahwa Muslim menyembah Allah, dan orang pagan adalah mereka yang yang tidak percaya pada Allah. Semua non-Muslim adalah mereka yang tidak percaya pada Allah dalam Islam.

Mari kita lihat sekarang ayat 9:5 yang dikenal sebagai “Ayat Pedang”. Bagi mereka yang bertanya siapa yang memberi julukan Ayat Pedang tersebut, maka jawabnya adalah: pihak Muslim sendiri.

Kathir 9:5 wrote:
Tjmh:
Kathir 9:5 menyatakan:

This is the Ayah of the Sword
Tjmh:
Ini adalah Ayat Pedang

Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said that the four months mentioned in this Ayah are the four-month grace period mentioned in the earlier Ayah,
Tjmh:
Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam berkata bahwa empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini adalah bulan2 suci yang disebut di ayat sebelumnya,

﴿فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ﴾
(So when the Sacred Months have passed... ), meaning, `Upon the end of the four months during which We prohibited you from fighting the idolators, and which is the grace period We gave them, then fight and kill the idolators wherever you may find them.' Allah's statement next,
Tjmh:
(Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu… ), berarti, ‘Pada akhir empat bulan di mana Kami melarangmu untuk memerangi kaum pagan, dan ini adalah waktu suci yang Kami berikan pada mereka, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.’ Pernyataan Allah selanjutnya,

﴿فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ﴾
(then fight the Mushrikin wherever you find them), means, on the earth in general, except for the Sacred Area, for Allah said,
Tjmh:
(bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya), berarti, umumnya di atas tanah, kecuali di Tempat Suci, karena Allah berkata,

﴿وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾
(And fight not with them at Al-Masjid Al-Haram, unless they fight you there. But if they attack you, then fight them.) 2:191Allah said here,
Tjmh:
(dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjidilharam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka.) (2:191) (Allah berkata,

﴿وَخُذُوهُمْ﴾
(and capture them), executing some and keeping some as prisoners,
Tjmh:
(dan tangkaplah mereka), bunuh sebagian dan tangkap sebagian sebagai tawanan perang,

﴿وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ﴾
(and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush), do not wait until you find them. Rather, seek and besiege them in their areas and forts, gather intelligence about them in the various roads and fairways so that what is made wide looks ever smaller to them. This way, they will have no choice, but to die or embrace Islam,
Tjmh:
(juga kepunglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya), jangan tunggu sampai mereka menemukanmu. Tapi serang dan kepung mereka di daerah dan benteng2 mereka, cari keterangan tentang mereka di berbagai jalan dan tempat sehingga mereka tidak leluasa lagi. Karena itu, mereka tidak punya pilihan kecuali mati atau masuk Islam,

﴿فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَءاتَوُاْ الزَّكَوةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
(But if they repent and perform the Salah, and give the Zakah, then leave their way free. Verily, Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.) Abu Bakr As-Siddiq used this and other honorable Ayat as proof for fighting those who refrained from paying the Zakah. These Ayat allowed fighting people unless, and until, they embrace Islam and implement its rulings and obligations. Allah mentioned the most important aspects of Islam here, including what is less important. Surely, the highest elements of Islam after the Two Testimonials, are the prayer, which is the right of Allah, the Exalted and Ever High, then the Zakah, which benefits the poor and needy. These are the most honorable acts that creatures perform, and this is why Allah often mentions the prayer and Zakah together. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn `Umar said that the Messenger of Allah said,
Tjmh:
(Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat terhormat lainnya sebagai alasan memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakah. Ayat ini menginjinkan memerangi orang lain sampai orang tersebut memeluk Islam dan melaksanakan hukum dan kewajiban Islam. Allah menyatakan hal2 yang paling penting dalam Islam, dan juga yang hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam islam setelah Shahadah (pengakuan) adalah sembahyang bagi Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, lalu Zakat bagi yang miskin dan yang membutuhkan. Hal2 ini merupakan perbuatan yang paling terhormat yang dapat dilakukan manusia, dan karena itulah Allah seringkali mengatakan tentang sembahyang dan Zakat secara bersamaan. Dalam dua Shahih dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata bahwa Rasul Allah berkata,

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(I have been commanded to fight the people until they testify that there is no deity worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah, establish the prayer and pay the Zakah.) This honorable Ayah (9:5) was called the Ayah of the Sword, about which Ad-Dahhak bin Muzahim said, "It abrogated every agreement of peace between the Prophet and any idolator, every treaty, and every term.'' Al-`Awfi said that Ibn `Abbas commented: "No idolator had any more treaty or promise of safety ever since Surah Bara'ah was revealed. The four months, in addition to, all peace treaties conducted before Bara'ah was revealed and announced had ended by the tenth of the month of Rabi` Al-Akhir.''
Tjmh:
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sembahyang dan membayar Zakat). Ayat 9:5 yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang, dan tentang ini Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.” Al-`Awfi berkata bahwa Ibn `Abbas menyatakan: “Tidak seorang pun kaum pagan yang berada di bawah perjanjian damai atau janji keselamatan sejak Surah Bara’ah dinyatakan. Masa empat bulan di mana semua perjanjian damai ditetapkan sebelum Bara’ah diwahyukan dan diumumkan sudah berakhir pada tanggal sepuluh bulan Rab’ Al-Akhir.”

Surah 9:5 berlaku sepanjang masa sampai semua kafirun mengaku Allah adalah satu2nya Tuhan yang harus disembah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Jika ini belum terlaksana, maka Ayat Pedang masih terus berlaku. Pada saat Muslim lemah, maka “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Q 109)yang berlaku. Tapi pada saat sudah kuat, maka Ayat Pedanglah yang diterapkan. Jadi bohong kalau dikatakan Islam adalah agama damai. Islam baru damai setelah semua orang jadi Muslim. Tapi setelah itu pun akan terjadi pula Muslim bunuh Muslim, persis seperti yang kita lihat di Irak (Sunni vs. Shia), Indonesia (Sunni vs. JIL, Ahmadiyah), Pakistan (Sunni vs. Shia vs. Suffi vs. Ahmadiyah), dll. Pokoknya harus ada darah yang ngucur agar Islam tetap bernafas.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 6872
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Fri Dec 08, 2006 3:45 am

Kong Na'if wrote:Yang Halal jelas dan yang Haram juga terang , sedikit atau banyak tetap saja hukumnya haram ,

Jadi gimana, Kong? Minum arak itu halal atau haram?

Turunnya ayat-ayat tentunya ada peristiwa yang menyebabkan ayat itu turun , kalau dikatakan dibatalkan lalu kenapa ayat itu masih akan tetap ada sampai akhir zaman kelak ?

Ayat2 Mekah yang lunak adalah petunjuk bagi kaum Muslim untuk bersikap lunak pada kafir pada saat Muslim masih lemah dan belum punya kekuatan untuk menindas kafir. Hal inilah yang juga dilakukan Muhammad terhadap pagan kafir Quraish di Mekah. Setelah kuat dan punya kekuatan militer, ayat2 Medinah yang keraslah yang berlaku. Silakan baca lagi tafsir ayat 9:5 dari Ibn Kathir.

Yang ***** tidak ada , yang ada hanya beda pandang , KONG memandang dari Kulon antum memandang dari Wetan .

Hmmm... tapi dulu ngomong gini:
Ktw setengah mati KONG baca tulisan antum Mas , dapatlah dikatakan ini namanya FITNAH , dan fitnah makanan antum sehari-hari , kalau gak mem-fitnah hidup rasa kada nyaman, sebagai muslim KONG cuma bisa goleng-goleng kepala ngelus dada ... ADADEH ... ADADEH ... Kelakuan kok kaya orang kesambet setan kesiangan .

Sekarang kau tahu bahwa penjelasanku tentang FITNAH di ayat 2:193 itu ternyata dari para ahli Islam sendiri. Masih bisa ketawa, Kong?

Bukankah ayat pertama yang datang mengenai perang berbunyi?
"Diijinkan (berperang) kepada mereka yang diperangi, karena mereka dianiaya; dan sesungguhnya Allah Maha kuasa menolong mereka." (Qur'an, 8: 39)

Surah 8 tentang Jarahan Perang itu turun di awal masa hidup Muhammad di Medinah. Pada awal karirnya sebagai rampog, Muhammad berusah sampai 6 kali merampok pedagang Quraish tapi semuanya gagal karena belum pengalaman. Muhammad untuk pertama kalinya berhasil merampok kafilah pedagang Quraish di Nakhla, di bulan Desember 623 Masehi. Ini terjadi di bulan suci Ramadan, dan seharusnya di bulan suci semua warga Jazirah Arabia tidak diperkenankan untuk membunuh dan ini sudah merupakan tradisi adat mereka. Tapi Muslim membunuh pedagang Quraish dan ini meresahkan kaum Muslim lainnya. Muhammad menurunkan ayat2 ijin perang di bulan suci di Surah 2 dan lalu pembagian jatah rampokan di Surah 8. Ini semua terjadi sebelum Perampokan Badr.

Jadi pertimbangan pikiran Muhammad dalam hal ini hanya mempunyai satu tujuan yang luhur, yaitu menjamin kebebasan beragama dan menyatakan pendapat.

Ini bohong semua dan tidak sesuai dengan ajaran Muhammad. Tiada satupun suku2 Arab yang menyerang Muhammad terlebih dahulu. Muhammad berkali-kali sampai lebih dari 60 kali memerangi suku2 Arab yang tidak memeranginya. Muhammad melakukan hal ini demi harta jarahan, wanita2 dan anak2 untuk diperbudak, lahan2 jarahan, makanan, dan untuk sebar Islam dengan ancaman pedang. Hal ini tertulis jelas di seluruh kehidupan Muhammad di Medinah yang tertulis di sejarah2 Islam Sirat Rasul Allah, Tabari, Hadis Bukhari, Hadis Muslim.

Dan Bagaimana umat islam di bredel di tanjung priok , bukankah waktu itu menpangabnya LEONARDUS BENNY MURDANI , sampai sekarang bagaimana ……. ? .

:lol: :lol:
Dan yang memerintah Murdani adalah: HAJI MUHAMMAD SOEHARTO!!
Lagipula sejak kapan Yesus memerintah bunuh Muslim? Kalau Muhammad sih sering banget tuh memerintahkan Muslim untuk bunuh kafir.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 6872
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Fri Dec 08, 2006 4:13 am

kong na'if wrote:Jawaban KONG sesuai dengan pertanyaan , barangkali Koh Ali waktu membaca nya lagi kelilipan.
dari jawaban2mu ini ketahuan siapa yg lagi kelilipan.


Oleh karena ada beberapa ayat yang turun secara teratur demikian yang ketiga menggenapkan yang kedua dan yang kedua menggenapkan yang pertama , apakah ini bukan bantahan ?

Terima kasih atas konfirmasi bahwa Allah suka gonta ganti ayat. Katanya kitab sempurna, ehhhh ayatnya masih perlu 'digenap-genapkan' !


ali5196 wrote:Lagipula, ayat bahwa Muslim tidak boleh mengambil kafir sbg pemimpinPUN tidak dianggapnya sbg DISKRIMINATIF ! Padahal menurut Piagam HAM PBB, ketentuan macam ini JELAS DISKRIMINATIF !

Koh , coba tolong perhatikan baik-baik tulisan KONG , Kalau untuk jadi PEMIMPIN (amir) suatu negara yang mayoritasnya orang islam .Jelas dilarang. Siapa yang melarang ? Allah , Kepada siapa larangan itu ? kepada orang yang beriman. Kalau ada pemilihan presiden jelas kami muslim pasti pilih muslim juga.


Terima kasih lagi atas konfirmasi bahwa Allahmu itu memilih pemimpin BERDASARKAN AGAMA dan bukan berdasarkan KEMAMPUAN !! Kalau UUD Amerika isinya bahwa AS hanya boleh dipimpin oleh Kresten oleh atheis, ELU TERSINGGUNG NGGAK ??? Pasti khan ??? AYO JAWAB !

PBB itu alat Amerika untuk membungkam negara Islam , dengan hak veto nya lah Amerika bersimaharajalela , pembunuhan yang dilakukan di Irak dengan alasan yang di buat-buat .
Silahkan bilang pada Sekjen PBB bahwa PBB itu alat Amerika utk membungkam negara Islam. Jangan ngigau ah ! Kalau memang begitu, mengapa dong banyak negara Islam, termasuk Indonesia meratifikasi Piagam PBB bagi HAM ??

Bagaimana dengan Yahudi membantai Anak-anak ? , bukankah Yahudi sampai sekarang masih Enjoy aja membunuhi muslim ? , apa sebab ? ,ada BOS BESAR DIBELAKANG .:lol: :lol: :lol:

Ngigau lagi ! Muslim paling ENJOY bunuh Muslim elu nggak melihat. KELILIPAN SIH !! (sambil ngigau tentunya !)

kongNaif wrote:Masalah ada atw tidak nya Piagam Negara Barat KONG tidak tau , yang jadi masalah maukah KRISTEN atau ATHEIS memilih Muslim menjadi pemimpin di negrinya ? he ... he ... he... yang KONG tau gak lah yauuu.... !
Siapapun di negara berprinsip HAM tidak akan memilih pemimpin berdasarkan agamanya. Kalau orangnya tidak kompeten, biar agamanya sehebat apapun, tetap aja dia nggak kompeten. Terbukti semua negara Muslim, negaranya ambruk semua. Kenapa ? Karena pemimpinnya pada nggak becus. Semakin Islam, semakin nggak becus !

Selebihnya komentar2mu yg nggak bonafid dan mengigau tidak lagi perlu gua jawab. Kasihan ntar, elu tambah panik. Biar pengen_tau bisa mengambil kesimpulan sendiri. :wink:
ali5196
Translator
 
Posts: 13644
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Dec 08, 2006 4:18 am

AYO ! Kembali ke Ayat Pedang !! Jangan OOT dong....
ali5196
Translator
 
Posts: 13644
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby supercabe » Fri Dec 08, 2006 5:22 pm

oot dikit ah, harun itu bukan nabi! tapi imam!
yusuf itu bukan nabi tapi raja!
luth/lot is nobody, tapi kerabat ibrahim.
User avatar
supercabe
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1085
Joined: Fri Nov 03, 2006 1:31 pm
Location: Dimana-mana hatiku senang

Postby Pengen_TAU » Sat Dec 09, 2006 3:56 pm

asalamualikum

Buat adadeh,thx atas info nya.Gue baca2 dulu,soalnya ini masalah serius,jadi gue harus pahami benar-benar.
sampai sekarang banyak sekali bahan bahan yang harus saya baca.
jadi saya saat ini baru bisa meng-save reply dari teman2 sekalian.membaca nya dan menelaah.


wasalam...
Pengen_TAU
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 27
Joined: Sat Nov 25, 2006 1:33 pm

Postby kong na'if » Tue Dec 12, 2006 8:48 am

Salam Sejahtra Umar ! ,
Umar bin Khatab wrote:
kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
!! 2:53, Allah mengatakan, “ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang
benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.
Ini diulang2 6 kali dlm bab2 lain. Kitab mana yg dimaksudkan Allah ? Kitab Taurat / Kitab Sucinya Yahudi ? Kalau iya,
ini sungguh konyol ! Mengapa ? Mudah saja : kebanyakan nabi dlm AlKitab itu BELUM DILAHIRKAN saat Kitab tsb ‘diberikan kpd
Musa.’

[KONG NA'IF]
Sebelum Nabi Musa a.s sudah ada nabi-nabi sebelumnya seprti : Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s


Wah,setau saya di alkitab itu yang nabi itu mulai dari musa,trus yesaya,samuel dan seterusnya sampai yesus.

Apakah Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s disebut NABI di alkitab?
Atau saya yang salah.maaf ya kalau saya salah.jarang baca alkitab sih

Kong sarankan saudara Umar jalan-jalan ke gramedia , lihat buku kisah 25 nabi dan rasul .


kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
14:39 "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak.” Lagi2 Allah keseleo !
Bgm dgn ke enam putera lainnya Abraham, setelah Ishmael/Isaac? Allah lupa ?

[KONG NA'IF]
Do'a nya Nabi Ibrahim a.s yang mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan dua orang putra : Ismail dan Ishak ,
tidak ada Nabi Ibrahim berputra lain selain Ismail dan Ishak , dan ayat ini sebagai penyangkalan kalau nabi Ibrahim ada Putra lain selain Ismail dan Ishak .
Dari Jalur Nabi Ishak a.s lahirlah Nabi-nabi : Ya'kub , Yusuf , Syu'aeb , Musa , Harun, Yusya',Ilyasa', Ilyas , Zulkifly ,
Daud , Sulaiman , Zakariya , Yahya dan Isa Almasih a.s .
Dari keturunan Nabi Ismail lahirlah khotimul Anbiya' (penutup para Nabi) ialah : Nabi Muhammad S.A.W .

Umar bin Khatab wrote:AH bukankah itu cuman pendapat kong sendiri :)

Yah memang pendapat KONG sendiri , bukankah Nabi Ibrahim mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan nya Ismail dan Ishak , ini berarti Nabi Allah Ibrahim tidak berputra lain selain Ismail dan Ishak , kalau ada keterangan lain yang berlawanan dengan yang ada dalam Al-qur’an , maka KONG menafikannya .
Umar bin Khatab wrote:kenapa harus disangkal kalau IBRAHIM punya anak selain ishak dan ismail?
Apakah ada yang salah gitu kalau anak ibrahim lebih dari dua?

Ya Salah ! , karna menyalahi keterangan dari Al-Qur'an
Umar bin Khatab wrote:Ada tidak ayat dalam quran yang menerangkan alasan ALLAH swt yang menyangkal putra ibrahim selain ishak dan ismail?
Ada gak ayat yang terang yang berbunyi 'yahudi itu sudah merubah dan memalsukan,Anak ibrahin dua orang pun diganti mereka menjadi lebih dari dua orang'

Sangkalan nya datang dari KONG sendiri , berdasarkan Q 14:39 , maka ayat tsb secara jelas mengatakannya , tak dapat diartikan lain , nyata jelas dan gamblang .
Umar bin Khatab wrote:Pinter banget kong TAQIYAH ya. :)

KONG tidak bertaqiyah , apa yang KONG sampaikan sesuai dengan Al-Qur’an itu sendiri .

Salam ,
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby kong na'if » Tue Dec 12, 2006 8:54 am

Salam Sejahtra Umar ! ,
Umar bin Khatab wrote:
kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
!! 2:53, Allah mengatakan, “ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang
benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.
Ini diulang2 6 kali dlm bab2 lain. Kitab mana yg dimaksudkan Allah ? Kitab Taurat / Kitab Sucinya Yahudi ? Kalau iya,
ini sungguh konyol ! Mengapa ? Mudah saja : kebanyakan nabi dlm AlKitab itu BELUM DILAHIRKAN saat Kitab tsb ‘diberikan kpd
Musa.’

[KONG NA'IF]
Sebelum Nabi Musa a.s sudah ada nabi-nabi sebelumnya seprti : Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s


Wah,setau saya di alkitab itu yang nabi itu mulai dari musa,trus yesaya,samuel dan seterusnya sampai yesus.

Apakah Nabi Adam a.s , Syts a.s , Nuh a.s , luth a.s , Idris a.s
Yunus a.s , Nabi Ibrahim a.s , Ismail a.s , Ishak a.s , Ya'kub a.s , Yusuf a.s , Syu'aeb a.s , anyar Nabi Musa a.s disebut NABI di alkitab?
Atau saya yang salah.maaf ya kalau saya salah.jarang baca alkitab sih

Kong sarankan saudara Umar jalan-jalan ke gramedia , lihat buku kisah 25 nabi dan rasul .


kong na'if wrote:["Koh ali5196"]
14:39 "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak.” Lagi2 Allah keseleo !
Bgm dgn ke enam putera lainnya Abraham, setelah Ishmael/Isaac? Allah lupa ?

[KONG NA'IF]
Do'a nya Nabi Ibrahim a.s yang mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan dua orang putra : Ismail dan Ishak ,
tidak ada Nabi Ibrahim berputra lain selain Ismail dan Ishak , dan ayat ini sebagai penyangkalan kalau nabi Ibrahim ada Putra lain selain Ismail dan Ishak .
Dari Jalur Nabi Ishak a.s lahirlah Nabi-nabi : Ya'kub , Yusuf , Syu'aeb , Musa , Harun, Yusya',Ilyasa', Ilyas , Zulkifly ,
Daud , Sulaiman , Zakariya , Yahya dan Isa Almasih a.s .
Dari keturunan Nabi Ismail lahirlah khotimul Anbiya' (penutup para Nabi) ialah : Nabi Muhammad S.A.W .

Umar bin Khatab wrote:AH bukankah itu cuman pendapat kong sendiri :)

Yah memang pendapat KONG sendiri , bukankah Nabi Ibrahim mensyukuri karunia Allah yang telah menganugerahkan nya Ismail dan Ishak , ini berarti Nabi Allah Ibrahim tidak berputra lain selain Ismail dan Ishak , kalau ada keterangan lain yang berlawanan dengan yang ada dalam Al-qur’an , maka KONG menafikannya .
Umar bin Khatab wrote:kenapa harus disangkal kalau IBRAHIM punya anak selain ishak dan ismail?
Apakah ada yang salah gitu kalau anak ibrahim lebih dari dua?

Ya Salah ! , karna menyalahi keterangan dari Al-Qur'an
Umar bin Khatab wrote:Ada tidak ayat dalam quran yang menerangkan alasan ALLAH swt yang menyangkal putra ibrahim selain ishak dan ismail?
Ada gak ayat yang terang yang berbunyi 'yahudi itu sudah merubah dan memalsukan,Anak ibrahin dua orang pun diganti mereka menjadi lebih dari dua orang'

Sangkalan nya datang dari KONG sendiri , berdasarkan Q 14:39 , maka ayat tsb secara jelas mengatakannya , tak dapat diartikan lain , nyata jelas dan gamblang .
Umar bin Khatab wrote:Pinter banget kong TAQIYAH ya. :)

KONG tidak bertaqiyah , apa yang KONG sampaikan sesuai dengan Al-Qur’an itu sendiri .

Salam ,
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby kong na'if » Tue Dec 12, 2006 9:40 am

Adadeh wrote:
Kong Na'if wrote:Ma’na SYIRIK Mas ! , ialah menyamakan sesuatu benda atau machluk sama dengan Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam .

Itu kan pendapatmu sendiri yang tidak sama dengan pendapat akhli Islam ternama yang karya tulis dan tafsir Qur'annya sudah diakui di dunia Islam seperti Ibn Kathir, Ibn Jareer, Suyuti. Para ahli ini dengan jelas menerangkan bahwa yang dimaksud dengan FITNAH itu adalah tidak mengakui Allah sebagai satu2nya Tuhan yang layak disembah dan tidak pula mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah. Pernyataan Fitnah inilah yang dianggap sebagai Syirik. Silakan periksa sendiri buku2 tafsir mereka jika tidak percaya.

Daripada debat kusir, lebih baik saya kutip saja seluruh keterangan dari Ibn Kathir tentang Ayat Pedang (9:5)
Image
Pertama-tama, mari kita lihat Tafsir dari Ibn Kathir tentang Surah 109 (Mekah). Saya cantumkan sekalian bahasa Arab dan Inggrisnya agar pembaca bisa memeriksanya sendiri. Yang berwarna biru adalah ayat Qur’an, yang berwarna merah tua adalah tafsir Ibn Kathir. Catatan: Tjmh = Terjemahan

Kathir 109 menyatakan:
Allah said
Tjmh: Allah berkata

﴿لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴾
(I worship not that which you worship) meaning, statues and rival gods.
Tjmh:
(Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah) berarti, patung2 dan dewa2 saingan.

﴿وَلاَ أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴾
(Nor will you worship whom I worship) and He is Allah Alone, Who has no partner. So the word Ma (what) here means Man (who). Then Allah says,
Tjmh:
(Dan kamu tidak mahu menyembah yang aku sembah) dan Dia adalah Allah yang Esa, Yang tidak punya pasangan. Jadi kata Ma (apa) di sini berarti Man (siapa). Maka Allah berkata,

﴿وَلاَ أَنَآ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴾
(And I shall not worship that which you are worshipping.) meaning, `I do not worship according to your worship, which means that I do not go along with it or follow it. I only worship Allah in the manner in which He loves and is pleased with.' Thus, Allah says,
Tjmh:
(Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.) berarti, ‘Aku tidak akan beribadat seperti caramu beribadat, berarti aku tidak setuju dengan cara itu dan tidak mengikutinya. Aku hanya beribadat pada Allah dengan cara yang disukaiNya dan menyenangkanNya.’ Maka Allah berkata,

﴿وَلاَ أَنتُمْ عَـبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴾
(Nor will you worship whom I worship.) meaning, `you do not follow the commands of Allah and His Legislation in His worship. Rather, you have invented something out of the promptings of your own souls.' This is as Allah says,
Tjmh:
(Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.) berarti, ‘kau tidak mengikuti perintah Allah dan Aturan IbadahNya. Sebaliknya, kau menciptakan tata ibadah sendiri menurut keinginanmu.’ Dengan demikian Allah berkata,

﴿إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الاٌّنفُسُ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ الْهُدَى﴾
(They follow but a guess and that which they themselves desire, whereas there has surely come to them the guidance from their Lord!) (53:23) Therefore, the disavowal is from all of what they are involved. For certainly the worshipper must have a god whom he worships and set acts of worship that he follows to get to him. So the Messenger and his followers worship Allah according to what He has legislated. This is why the statement of Islam is "There is no God worthy of being worshipped except Allah, and Muhammad is the Messenger of Allah.'' This means that there is no (true) object of worship except Allah and there is no path to Him (i.e., way of worshipping Him) other than that which the Messenger came with. The idolators worship other than Allah, with acts of worship that Allah has not allowed. This is why the Messenger said to them,
Tjmh:
(Mereka yang berbuat demikian, tidak menurut melainkan sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsunya. Padahal demi sesungguhnya telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.) (53:23) Karenanya, pengingkaran dilakukan oleh semua yang mereka lakukan. Karena tentunya mereka punya tuhan yang mereka sembah dan yang menentukan tatacara ibadat yang diakuinya untuk menyembahnya. Maka sang Rasul dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan tatacara ibadat yang ditetapkanNya. Karena inilah maka pernyataan Islam adalah sebagai berikut “Tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah.” Ini berarti tiada objek sesembahan apapun selain Allah dan tiada jalan menujuNya (tatacara beribadat padaNya) kecuali yang disampaikan RasulNya. Kaum pagan menyembah tuhan lain selain Allah, dan ini dilarang Allah. Karena inilah sang Rasul berkata pada mereka,

Telah KONG KATAKAN : Maka nya dikatakan : Janganlah kamu menyembah dua tuhan , sesungguhnya Allah lah tuhan yang Esa , dan inilah Risalah yang dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul , DISATU Sisi kaum pagan percaya kepada Tuhan , dan Tuhan itu dimanifestasikan dalam bentuk Berhala atau yang sejenis , Bukankah apa yang KONG katakan sejalan dengan yang dimaksud Ibn Katsir .
Contoh :
Ada yang yang menyukai kekuasaan ALLAH , tetapi disembahnya berhala dan dimintanya kepada berhala itu supaya menyampaikan permohonannya kepada Tuhan .
Usahkan memuliakan dan meng esakan Tuhan, bahkan dia telah berlaku syirik menurunkan martabat Tuhan .
Ada pula yang mengatakan Tuhan itu beranak dan anaknya itu perempuan belaka . Malaikat itu adalah anaknya semua sebab itu maka malaikat menurut taksiran mereka perempuan semua .

Ada pula yang mengatakan bahwa manusia ini telah berdosa , yaitu dosa yang diterima sebagai warisan dari Nabi Adam dan Ibu Hawa lantaran beliau telah melanggar larangan Tuhan memakan buah khuldi . Tetapi oleh karena belas kasih Nya kepada manusia,lalu allah itu mengirim putranya yang tunggal ke dunia untuk menebus dosa manusia itu dengan mati di atas kayu salib .

Putera nya itu ialah ISA AL MASIH , tetapi almasih itu Allah juga sebenarnya , cuma dia menjelma menjadi Anaknya .
Maka dalam diri Isa Almasih itu terkandung tiga oknum yaitu : Allah sebagai Bapak , Allah sebagai Putera dan Ruhul Qudus .
Maka yang Ruhul Qudus itu ialah Allah dan yang Allah itu ialah Isa Almasih dan Isa Almasih itu ialah Ruhul Qudus .
Adadeh wrote:﴿لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴾
(To you be your religion, and to me my religion.) This is similar to Allah's statement,
Tjmh:
(Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.) Hal ini sama dengan pernyataan Allah,

﴿وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَاْ بَرِىءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ ﴾
(And if they belie you, say: "For me are my deeds and for you are your deeds! You are innocent of what I do, and I am innocent of what you do!'') (10:41) and He said,
Tjmh:
(Dan jika mereka terus-menerus mendustakanmu (wahai Muhammad), maka katakanlah: Bagiku amalku dan bagi kamu pula amal kamu. Kamu tidak bertanggungjawab akan apa yang aku kerjakan dan aku juga tidak bertanggungjawab akan apa yang kamu kerjakan.) (10:41) dan Dia berkata,

﴿لَنَآ أَعْمَـلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـلُكُمْ﴾
(To us our deeds, and to you your deeds.) (28:55) Al-Bukhari said, "It has been said,
Tjmh:
(Bagi kami amal kami dan bagi kamu pula amal kamu) (28:55) Al-Bukhari berkata,”Telah dikatakan,

﴿لَكُمْ دِينَكُمْ﴾
(To you be your religion.) means disbelief.
Tjmh:
(Bagimu agamamu) berarti tidak percaya.

﴿وَلِىَ دِينِ﴾
(and to me my religion.) means, Islam.
Tjmh:
(dan bagiku agamaku) berarti Islam.
Inilah akhir Tafsir Surat Qul ya Ayyuhal-Kafirun.

Jadi sudah jelas dinyatakan dalam Tafsir Ibn Kathir bahwa Muslim menyembah Allah, dan orang pagan adalah mereka yang yang tidak percaya pada Allah. Semua non-Muslim adalah mereka yang tidak percaya pada Allah dalam Islam.

Benar Mas !, Non Muslim adalah orang yang tidak mengakui : Tiada ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah pesuruh Allah .

Dan Rosul Allah berpesan kepada Ummat nya : “ SIAPA ORANG YANG HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN ORANG YANG TIDAK BERAGAMA ISLAM , SEDANGKAN IANYA(NON MUSLIM) HIDUP RUKUN , KAMU(MUSLIM) MEMUSUHINYA , AKULAH YANG AKAN MENJADI
MUSUHNYA (MUSLIM) DI HARI KIAMAT “ , hadis ini KONG dengar dari KH SYUKRON MAKMUN dalam ceramahnya .

Seperti apa yang KONG sampaikan pada tulisan yang lalu , KONG bertetangga dengan GALUNG (HUTAGALUNG) , tidak pernah ada benturan , adem ayem saja . dan pesan beliau lah yang KONG pakai sehari-hari didalam bermasyarakat .
Adadeh wrote:Mari kita lihat sekarang ayat 9:5 yang dikenal sebagai “Ayat Pedang”. Bagi mereka yang bertanya siapa yang memberi julukan Ayat Pedang tersebut, maka jawabnya adalah: pihak Muslim sendiri.

Kathir 9:5 wrote:
Tjmh:
Kathir 9:5 menyatakan:

This is the Ayah of the Sword
Tjmh:
Ini adalah Ayat Pedang

Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said that the four months mentioned in this Ayah are the four-month grace period mentioned in the earlier Ayah,
Tjmh:
Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam berkata bahwa empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini adalah bulan2 suci yang disebut di ayat sebelumnya,

﴿فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ﴾
(So when the Sacred Months have passed... ), meaning, `Upon the end of the four months during which We prohibited you from fighting the idolators, and which is the grace period We gave them, then fight and kill the idolators wherever you may find them.' Allah's statement next,
Tjmh:
(Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu… ), berarti, ‘Pada akhir empat bulan di mana Kami melarangmu untuk memerangi kaum pagan, dan ini adalah waktu suci yang Kami berikan pada mereka, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.’ Pernyataan Allah selanjutnya,

﴿فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ﴾
(then fight the Mushrikin wherever you find them), means, on the earth in general, except for the Sacred Area, for Allah said,
Tjmh:
(bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya), berarti, umumnya di atas tanah, kecuali di Tempat Suci, karena Allah berkata,

﴿وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾
(And fight not with them at Al-Masjid Al-Haram, unless they fight you there. But if they attack you, then fight them.) 2:191Allah said here,
Tjmh:
(dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjidilharam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka.) (2:191) (Allah berkata,

﴿وَخُذُوهُمْ﴾
(and capture them), executing some and keeping some as prisoners,
Tjmh:
(dan tangkaplah mereka), bunuh sebagian dan tangkap sebagian sebagai tawanan perang,

﴿وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ﴾
(and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush), do not wait until you find them. Rather, seek and besiege them in their areas and forts, gather intelligence about them in the various roads and fairways so that what is made wide looks ever smaller to them. This way, they will have no choice, but to die or embrace Islam,
Tjmh:
(juga kepunglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya), jangan tunggu sampai mereka menemukanmu. Tapi serang dan kepung mereka di daerah dan benteng2 mereka, cari keterangan tentang mereka di berbagai jalan dan tempat sehingga mereka tidak leluasa lagi. Karena itu, mereka tidak punya pilihan kecuali mati atau masuk Islam,

﴿فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَءاتَوُاْ الزَّكَوةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
(But if they repent and perform the Salah, and give the Zakah, then leave their way free. Verily, Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.) Abu Bakr As-Siddiq used this and other honorable Ayat as proof for fighting those who refrained from paying the Zakah. These Ayat allowed fighting people unless, and until, they embrace Islam and implement its rulings and obligations. Allah mentioned the most important aspects of Islam here, including what is less important. Surely, the highest elements of Islam after the Two Testimonials, are the prayer, which is the right of Allah, the Exalted and Ever High, then the Zakah, which benefits the poor and needy. These are the most honorable acts that creatures perform, and this is why Allah often mentions the prayer and Zakah together. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn `Umar said that the Messenger of Allah said,
Tjmh:
(Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat terhormat lainnya sebagai alasan memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakah. Ayat ini menginjinkan memerangi orang lain sampai orang tersebut memeluk Islam dan melaksanakan hukum dan kewajiban Islam. Allah menyatakan hal2 yang paling penting dalam Islam, dan juga yang hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam islam setelah Shahadah (pengakuan) adalah sembahyang bagi Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, lalu Zakat bagi yang miskin dan yang membutuhkan. Hal2 ini merupakan perbuatan yang paling terhormat yang dapat dilakukan manusia, dan karena itulah Allah seringkali mengatakan tentang sembahyang dan Zakat secara bersamaan. Dalam dua Shahih dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata bahwa Rasul Allah berkata,

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(I have been commanded to fight the people until they testify that there is no deity worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah, establish the prayer and pay the Zakah.) This honorable Ayah (9:5) was called the Ayah of the Sword, about which Ad-Dahhak bin Muzahim said, "It abrogated every agreement of peace between the Prophet and any idolator, every treaty, and every term.'' Al-`Awfi said that Ibn `Abbas commented: "No idolator had any more treaty or promise of safety ever since Surah Bara'ah was revealed. The four months, in addition to, all peace treaties conducted before Bara'ah was revealed and announced had ended by the tenth of the month of Rabi` Al-Akhir.''
Tjmh:
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sembahyang dan membayar Zakat). Ayat 9:5 yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang, dan tentang ini Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.” Al-`Awfi berkata bahwa Ibn `Abbas menyatakan: “Tidak seorang pun kaum pagan yang berada di bawah perjanjian damai atau janji keselamatan sejak Surah Bara’ah dinyatakan. Masa empat bulan di mana semua perjanjian damai ditetapkan sebelum Bara’ah diwahyukan dan diumumkan sudah berakhir pada tanggal sepuluh bulan Rab’ Al-Akhir.”

Surat ini dinamakan At-taubah yang bearti pengampunan dikarnakan kata at-taubah berulang kali disebutkan dalam surat ini.
Selain itu pula dinamakan juga Bara’ah yang namanya diambil dari permulaan ayat pernyataan pemutusan perhubungan .

Sebagaimana lajimnya sebuah surat permulaan nya diawali dengan Basmallah , dengan kata lain Basmallah adalah pembatas satu surat dengan yang lainnya , dan Basmallah bukanlah termasuk ayat dari pada surat yang akan dibaca kecuali Al-fatihah

Apa sebab pada surat At-taubah atau Al-bara’ah tidak memakai basmallah karena surat ini adalah pernyataan perang dengan
arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin mekkah .

Ibn katsyir dalam penafsiran beliau , perihal ayat 5 ini ada perkataan beliau :
وَهَذِهِ الْآيَة الْكَرِيمَة هِيَ آيَة السَّيْف
Yang artinya : dan ayat yang mulia ini dinamakan juga ayyatus syai’if (ayat pedang) .

Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.”

Dalam terjemahan Al-qur’an dengan transliterasi DEPAG mengenai ayat ini [q 9-5] yang di beri judul : Pengumuman perang terhadap kaum MUSYRIKIN .

Paus mengatakan, “Ajaran Kristiani selalu terikat dengan logika. Kaum Kristiani berbeda pandangan dengan orang-orang yang yakin dengan pola penyebaran agamanya dengan pedang,” demikian ungkap Paus seperti dilansir Reuters.

Dapatlah KONG berpendapat :Tak dapat tidak perkataan Beliau mengacu kepada penafsiran ibn katsir tersebut diatas .

KONG melihat bagaimana pendapat Ilmuwan Muslim dipakai untuk mendiskreditkan agama Islam itu sendiri , benar-benar suatu perkataan
Yang diluar batas kepatutan sebagai pemimpin umat .

Jadi wajarlah beliau mendapat protes dari kalangan umat islam sedunia .

Salam ,
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby kong na'if » Tue Dec 12, 2006 10:08 am

Adadeh wrote:
Kong Na'if wrote:Yang Halal jelas dan yang Haram juga terang , sedikit atau banyak tetap saja hukumnya haram ,

Jadi gimana, Kong? Minum arak itu halal atau haram?

SETIAP MINUMAN YANG MEMABOKKAN HUKUMNYA HARAM .
Adadeh wrote:Ini bohong semua dan tidak sesuai dengan ajaran Muhammad. Tiada satupun suku2 Arab yang menyerang Muhammad terlebih dahulu. Muhammad berkali-kali sampai lebih dari 60 kali memerangi suku2 Arab yang tidak memeranginya. Muhammad melakukan hal ini demi harta jarahan, wanita2 dan anak2 untuk diperbudak, lahan2 jarahan, makanan, dan untuk sebar Islam dengan ancaman pedang. Hal ini tertulis jelas di seluruh kehidupan Muhammad di Medinah yang tertulis di sejarah2 Islam Sirat Rasul Allah, Tabari, Hadis Bukhari, Hadis Muslim.

Rencana Kapir Quraisy yang hendak membunuh Rosul Allah , Sebelum Berangkat Hijrah :
Cuplikan Dari Sirah Muhammad , Husein Haikal .

RENCANA Quraisy akan membunuh Muhammad pada malam hari, karena dikuatirkan ia akan hijrah ke Medinah dan memperkuat diri di sana serta segala bencana yang mungkin menimpa Mekah dan menimpa perdagangan mereka dengan Syam sebagai akibatnya, beritanya sudah sampai kepada Muhammad.

Memang tak ada orang yang menyangsikan, bahwa Muhammad akan menggunakan kesempatan itu untuk hijrah. Akan tetapi, karena begitu kuat ia dapat menyimpan rahasia itu, sehingga tiada seorangpun yang mengetahui, juga Abu Bakr, orang yang pernah menyiapkan dua ekor unta kendaraan tatkala ia meminta ijin kepada Nabi akan hijrah, yang lalu ditangguhkan, hanya sedikit mengetahui soalnya.

Muhammad sendiri memang masih tinggal di Mekah ketika ia sudah mengetahui keadaan Quraisy itu dan ketika kaum Muslimin sudah tak ada lagi yang tinggal kecuali sebagian kecil. Dalam ia menantikan perintah Tuhan yang akan mewahyukan kepadanya supaya hijrah, ketika itulah ia pergi ke rumah Abu Bakr dan memberitahukan, bahwa Allah telah mengijinkan ia hijrah.

Dimintanya Abu Bakr supaya menemaninya dalam hijrahnya itu, yang lalu diterima baik oleh Abu Bakr. Di sinilah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman.

Sebelum itu Abu Bakr memang sudah menyiapkan dua ekor untanya yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah b. Uraiqiz sampai nanti tiba waktunya diperlukan. Tatkala kedua orang itu sudah siap-siap akan meninggalkan Mekah mereka sudah yakin sekali, bahwa Quraisy pasti akan membuntuti mereka. Oleh karena itu Muhammad memutuskan akan menempuh jalan lain dari yang biasa, Juga akan berangkat bukan pada waktu yang biasa.

Pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy untuk membunuhnya malam itu sudah mengepung rumahnya, karena dikuatirkan ia akan lari. Pada malam akan hijrah itu pula Muhammad membisikkan kepada Ali b. Abi Talib supaya memakai mantelnya yang hijau dari Hadzramaut dan supaya berbaring di tempat tidurnya.

Dimintanya supaya sepeninggalnya nanti ia tinggal dulu di Mekah menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan kepadanya. Dalam pada itu pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy, dari sebuah celah mengintip ke tempat tidur Nabi.

Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan merekapun puas bahwa dia belum lari. Tetapi, menjelang larut malam waktu itu, dengan tidak setahu mereka Muhammad sudah keluar menuju ke rumah Abu Bakr. Kedua orang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang, dan terus bertolak ke arah selatan menuju gua Thaur. Bahwa tujuan kedua orang itu melalui jalan sebelah kanan adalah di luar dugaan.

Sekian Cuplikan .

SIASAT BUSUK KAUM YAHUDI BANI NADHIR , YANG HENDAK MEMBINASAKAN UMAT MUSLIM DAN ROSUL ALLOH s.a.w

Perang KHANDAQ : musyrikin QURAISY dibantu kabilah Arab Ghathfaan , dan terjadinya perang Khandaq pun atas hasutan orang yahudi Bani Nadhiir , yang telah diusir dari Madinah karna kedapatan mufakat jahat mereka hendak Membunuh Rosul Allah s.a.w , ketika beliau datang kekampung mereka dipinggir kota Madinah .

Sebahagian dari mereka telah pindah ke khaibar . pergilah beberapa orang pemukanya , diantaranya ialah Salaam bin Abil Haqiiq dan Salam bin Misykam dan Kinanah Bin rabi . Mereka pergi menuju Mekkah menghubungi musyrikin Quraisy , menghasut mereka supaya suka menyerbu ke Kota Madinah dan mereka orang Yahudi bersedia memberikan bantuan orang-orang dan sokongan harta-benda.
Orang Quraisy tertarik oleh ajakan itu trus menyiapkan tentara , orang yahudi inipun pergi pula kepada Qabilah Arab Ghathfaan. Mereka hasut pula supaya menyerbu Madinah bersama Quraisy , sebab Quraisy sudah siap . Ghathfaanpun menyambut ajakan yahudi itu .

Quraisy berangkat keluar dg persiapan yang besar , mereka keluarkan pula habsy-habsy yang ada di Mekah dan diperlengkapi dengan senjata , Pemimpinnya ialah Abu Sofyan .

Ghathfaan pun keluar pula dengan perlengkapan besar , pemimpinnya ‘Uyyanah Bin Hashn Bin Badr , jumlah gabungan kedua tentara itu sampai sekitar 10.000 (sepuluh ribu orang) , satu penyerbuan yang hebat dahsyat dan dapat menghancurkan . Sedang bilangan kaum Muslimin dimasa itu sangat sedikit .

Dengan Angkatan bersenjata yang sedemikian besar , tentara gabungan hasil hasutan orang yahudi tersebut dapat meluluh lantakkan , hancur lebur hilang musnah , kaum Muslimin dan Raul Allah s.a.w .

Alhamdulillah , Allah menolong dengan ilham yang diberikan kepada Salman Al Farisiy untuk membuat Parit (Khandaq) , dan ide’ nya Salman al Farisy diterima Rasul Allah s.a.w maka inilah yang dinamakan perang Khandaq .

Dan memang berbohong adalah sifatnya yahudi :

3169. Narrated Abu Hurairah r.a.: When Khaibar was conquered, a roasted poisoned sheep was presented to the Prophet as a gift (by the Jews). The Prophet ordered, “Let all the Jews who have been here, be assembled before me.” The Jews were collected and the Prophet said (to them), “I am going to ask you a question. Will you tell the truth” They said, “Yes.” The Prophet asked, “Who is your father” They replied, “So-and-so.” He said, “You have told a lie; your father is so-and-so.” They said, “You are right.” He said, “Will you now tell me the truth, if I ask you about something” They replied, “Yes, O Abul-Qasim; and if we should tell a lie, you can know our lie as you have done regarding our father.” On that he asked, “Who are the people of the (Hell) Fire.” They said, “We shall remain in the (Hell) Fire for a short period, and after that you will replace us.” The Prophet said, “You may be cursed and humiliated in it! By Allah, we shall never replace you in it.” Then he asked, “Will you now tell me the truth if I ask you a question.” They said, “Yes, O Abul-Qasim.” He asked, “Have you poisoned this sheep” They said, “Yes.” He asked, “What made you do so” They said, “We wanted to know if you were a liar, in which case we would get rid of you, and if you are a Prophet then the poison would not harm you.”

3169. Dari Abu Hurairah r.a.: Ketika peristiwa Khaibar terjadi, sebuah daging domba panggang yang beracun diberikan kepada Rasulullah sebagai hadiah (dari kaum Yahudi). Rasulullah berkata, “Panggillah semua orang Yahudi yang pernah hadir di sini.”

Orang-orang Yahudi itu pun dikumpulkan dan Rasulullah berkata (kepada mereka), “Aku akan menanyakan kepadamu sebuah pertanyaan. Apakah kamu akan mengatakan yang sejujurnya” Mereka berkata, “Ya.” Rasulullah bertanya, “Siapakah ayahmu” Mereka menjawab, “Si fulan dan si fulan.” Ia berkata, “Kamu telah berbohong; ayahmu adalah si fulan dan si fulan.” Mereka berkata, “Engkau benar.”

Beliau berkata, “Apakah sekarang kamu akan mengatakan yang sebenarnya, bila aku bertanya tentang sesuatu” Mereka menjawab, “Ya, Ya Abul-Qasim; dan bila kami berbohong, engkau akan mengetahuinya seperti engkau mengetahui kebohongan kami mengenai ayah kami.”

Beliau bertanya, “Siapakah penghuni neraka itu” Mereka berkata, “Kami akan menjadi penghuni neraka untuk waktu yang singkat, dan setelah itu engkau akan mengangkat kami darinya.”

Rasulullah berkata, “Kalian akan dikutuk dan dipermalukan di sana! Demi Allah, kami tak akan pernah mengangkatmu darinya.” Lalu beliau bertanya, “Apakah sekarang kamu akan mengatakan yang sebenarnya bila aku mengajukan sebuah pertanyaan.” Mereka berkata, “Ya, Ya Abul-Qasim.”

Beliau bertanya, “Apakah kamu meracuni domba ini” Mereka berkata,”Benar.” Beliau bertanya, “Apa yang membuatmu melakukannya” Mereka berkata, “Kami ingin mengetahui apakah engkau adalah seorang pembohong, dimana kami kelak akan mengejekmu, dan bila engkau benar seorang Rasul maka racun tersebut tak akan mencelakaimu .

Siapakah yang berbohong …….. ?:lol: :lol: :lol:
User avatar
kong na'if
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Mon Sep 18, 2006 8:39 am

Postby Pengen_TAU » Tue Dec 12, 2006 5:39 pm

wah...makin banyak nih masukkan yang aku terima...

aku baca2 dulu yah....
aku harus benar2 memahaminya
thanx yah....

tapi aku masih menunggu info selanjutnya
Pengen_TAU
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 27
Joined: Sat Nov 25, 2006 1:33 pm

Postby Adadeh » Wed Dec 13, 2006 4:27 am

Telah KONG KATAKAN : Maka nya dikatakan : Janganlah kamu menyembah dua tuhan , sesungguhnya Allah lah tuhan yang Esa , dan inilah Risalah yang dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul , DISATU Sisi kaum pagan percaya kepada Tuhan , dan Tuhan itu dimanifestasikan dalam bentuk Berhala atau yang sejenis , Bukankah apa yang KONG katakan sejalan dengan yang dimaksud Ibn Katsir.

Saya tidak peduli orang mau nyembah dua tuhan, tiga tuhan, seribu tuhan, sejuta tuhan. Bukan itu masalahnya di sini. Yang menjadi masalah adalah perintah Muhammad kepada kaum Muslim untuk memerangi non-Muslim sampai non-Muslim masuk Islam. Itulah inti tafsir 9:5.

Dan Rosul Allah berpesan kepada Ummat nya : “ SIAPA ORANG YANG HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN ORANG YANG TIDAK BERAGAMA ISLAM , SEDANGKAN IANYA(NON MUSLIM) HIDUP RUKUN , KAMU(MUSLIM) MEMUSUHINYA , AKULAH YANG AKAN MENJADI
MUSUHNYA (MUSLIM) DI HARI KIAMAT “ , hadis ini KONG dengar dari KH SYUKRON MAKMUN dalam ceramahnya .

Tolong tunjukkan referensinya. Isinya jelas sangat amat berbeda dengan perintah 9:5, tafsir 9:5 dari para ilmuwan Islam, dan isi Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24 yang saya cantumkan di posting saya terdahulu.

Dapatlah KONG berpendapat :Tak dapat tidak perkataan Beliau mengacu kepada penafsiran ibn katsir tersebut diatas . KONG melihat bagaimana pendapat Ilmuwan Muslim dipakai untuk mendiskreditkan agama Islam itu sendiri , benar-benar suatu perkataan. Yang diluar batas kepatutan sebagai pemimpin umat .

Paus mengutip perkataan Kaisar Byzantium dan isi kutipan memang benar. Muhammad MEMANG MENYEBARKAN ISLAM DENGAN ANCAMAN PEDANG. Lihat keterangan dari literatur Islam di bawah ini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 482#107482
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 483#107483

SETIAP MINUMAN YANG MEMABOKKAN HUKUMNYA HARAM .

Arak termasuk minuman haram dong. Tapi kenapa ya tersedia sungai arak di surga yang lezat dan boleh diminum segala sama Muslim?
47:15
Sifat Syurga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (ialah seperti berikut): Ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya) dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta beberapa sungai dari arak yang lazat bagi orang-orang yang meminumnya.

Apa sebab pada surat At-taubah atau Al-bara’ah tidak memakai basmallah karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin mekkah.

Salah. Bukan untuk memerangi kaum kafir di Mekkah saja, tapi di juga kaum kafir di seluruh dunia sampai semua kafir memeluk Islam. Ayat 9:5 tidak hanya berlaku selama Muhammad masih idup, tapi juga berlaku sepanjang masa selama masih ada kafir di muka bumi. Mana ada keterangan dari Muhammad bahwa setelah masyarakat Mekah jadi Islam, ayat 9:5 tidak berlaku lagi?
Last edited by Adadeh on Wed Dec 13, 2006 4:38 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 6872
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Dec 13, 2006 4:30 am

PEMBUNUHAN KARENA PENYEBARAN AGAMA 1

In a speech, Benedict quoted a 14th-century Byzantine emperor as saying, “Show me just what Muhammad brought that was new, and there you will find things only evil and inhuman, such as his command to spread by the sword the faith he preached.
terjemahan:
Dalam pidatonya, Benedict mengutip perkataan Kaisar Bizantium abad ke 14 yang berkata, "Tunjukkan hal baru apa yang Muhammad bawa, dan kau hanya akan menemukan hal2 yang jahat dan tidak berperikemanusiaan, seperti perintahnya yang menyebarkan agamanya dengan pedang."

Mengapa umat Muslim marah2 atas kutipan tersebut? Apakah karena pendapat Paus atau sang Kaisar itu salah dan Muhammad tidak memerintahkan penyebaran agama lewat pedang? Untuk tahu akan hal ini, maka kita perlu melihat bagaimana Muhammad menyebarkan Islam.

Qur’an 7:4
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

Pada saat di Mekah dan awal masa tinggal di Medinah, musuh Muhammad hanyalah satu saja yakni kaum Pagan (penyembah berhala) Quraish. Muhammad bermusuhan dengan mereka karena kaum Pagan menolak ajaran agama ciptaannya. Setelah tinggal di Medinah, musuh Muhammad bertambah lagi, yakni kaum Yahudi. Alasan permusuhan ya sama saja seperti di Mekah dulu: kaum Yahudi menolak ajaran agama ciptaannya. Nah, setelah Muhammad semakin berpengalaman jadi garong dan punya banyak tentara bayaran, dia tidak segan2 lagi menyerang suku2 Yahudi yang memang kaya raya, banyak harta benda, dan punya perkebunan yang subur makmur. Kaum Yahudi adalah satu2nya kelompok masyarakat yang sanggup mengubah gurun pasir jadi ladang perkebunan yang subur.

Inilah yang dikatakan nabi ‘agama yang damai’ kepada para Yahudi B. Qaynuqa di pasar mereka:
“O orang2 Yahudi, takutlah akan pembalasan yang Tuhan akan timpakan padamu seperti yang Dia timpakan kepada orang2 Quraish. Terimalah Islam, karena kau tahu aku adalah nabi yang dikirim Tuhan. Kau akan temukan ini juga di Alkitabmu dan di Perjanjian Tuhan denganmu”
[Tabari, vol.vii, p.85]

Mendengar ancaman Muhammad, orang2 Yahudi di pasar itu membalas dengan tidak mempedulikan ajakannya masuk Islam dan balik menantangnya. Ini jawaban mereka terhadap Muhammad:
“Muhammad, kaupikir kami ini seperti orang2mu? Jangan tertipu karena kau bertemu dengan orang2 yang tidak tahu berperang dan kau sedang dapat kesempatan baik. Demi Tuhan, jika kau berperang melawan kami, kamu akan tahu bahwa kami benar2 pria sejati!” [ Tabari, vol.vii, p.85] Maka Muhammad minta pajak Jizya dari orang Yahudi tapi mereka menghina Muhammad dengan mengatakan Allah-nya miskin. Allah yang marah di ayat Q 3:181 seketika menjanjjkan pembalasanNya terhadap orang2 Yahudi.

Muhammad lalu secara bertahap menyerang, merampok, mengusir dan memancungi suku2 Yahudi Qurayza, Qaynuqa, dan An Nadir yang tinggal di sekitar Medinah. Setelah mereka semua “dilenyapkan” maka Muhammad perlu cari calon korban baru agar bisa tetap makan, dan tentunya calon korban juga harus “makmur dan banyak harta” doonk.. Pilihan jatuh pada suku Yahudi termakmur yakni Yahudi Khaybar.

[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

Hadis Sahih Bukhari Volume 1, Book 11, Number 584:
Dikisahkan oleh Humaid:
Anas bin Malik berkata, “Kapanpun sang Nabi pergi bersama kami untuk berperang (demi tujuan Allah) melawan negara manapun, dia tidak pernah memperbolehkan kami menyerang sampai pagi dan dia akan menunggu dan melihat: jika dia mendengar suara Azan, dia akan membatalkan serangan dan jika dia tidak mendengar suara Azan, dia akan menyerang mereka.” Anas menambahkan, “Kami mencapai Kahibar di malam hari dan di pagi hari ketika dia tidak mendengar suara Azan untuk sembahyang, dia (sang Nabi) memacu (kuda) dan aku memacu di belakang Abi Talha dan kakiku menyentuh kaki Nabi. Penduduk Khaibar ke luar dengan keranjang dan pacul dan mereka melihat sang Nabi dan berteriak, “Muhammad! Demi Allah, Muhammad dan tentaranya.” Ketika Rasul Allah melihat mereka, dia berkata, “Allahu-Akbar! Allahu-Akbar! Khaibar hancur. Kapanpun kami mendekati daerah (yang bermusuhan untuk diperangi), maka kesialan datang di pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.”


Perhatikan kalimat “jika dia mendengar suara Azan, dia akan membatalkan serangan dan jika dia tidak mendengar suara Azan, dia akan menyerang mereka.” pada Hadis di atas. Muhammad jelas menyerang orang2 tak berdosa karena, salah satu alasannya, mereka bukan Muslim. Alasan lain karena mereka kaya akan makanan dan daging berlemak.

Setelah Yahudi Qurayza, Qunayqa, An-Nadir, dan Khaybar disikat habis, siapa donk calon korban berikut yang tak kalah makmur dan gemuknya? Siapa lagi kalau bukan Yahudi Al-Mustaliq. Di perampokan2 terdahulu, biasanya dia mengikuti aturan buatannya sendiri yakni memberikan waktu tiga hari bagi para kafir untuk mengambil keputusan mau menerima Islam atau kalau tidak akan menghadapi penghancuran. Kenyataannya, Muhammad sekarang tidak suka jika suku yang kaya raya ini masuk Islam, karena ini berarti tidak ada barang jarahan bagi para Jihadisnya. Bagi Muhammad memang jauh lebih baik jika B. al-Mustaliq tidak memeluk Islam sehingga kaum Muslim bisa menjarah apa saja melalui serangan mendadak. Ini Hadisnya:

Sahih Muslim Book 019, Number 4292:
Ibn ‘Aun mengisahkan: Aku menulis pada Nafi’ menanyakan keterangan dari dia apakah perlu untuk mengajak (kaum kafir) untuk menerima (Islam) sebelum memaksa mereka lewat pertempuran. Dia menulis (jawabannya) padaku bahwa hal ini perlu di hari2 awal Islam. Rasul Allah menyerang Banu Mustaliq pada saat mereka tidak siap dan unta2 mereka sedang minum air. Dia membunuh mereka yang melawan dan menawan selebihnya. Pada hari yang sama, dia menangkap Juwairiya bint al-Harith. Nafi’ mengatakan bahwa tradisi ini disampaikan padanya oleh Abdullah b. Umar yang (dia sendiri) berada diantara para tentara yang menyerang.

Siapakah Juwairiya? Duuh, masakan tidak tahu…
Sunaan Abu Dawud Book 29, Number 3920:
Dikisahkan oleh Aisha, Ummul Mu’minin:
Juwariyyah, putri al-Harith ibn al-Mustaliq, jatuh ke tangan Thabit ibn Qays ibn atau kepada saudara sepupunya. Dia mengadakan perjanjian (dengan penawannya) untuk membeli kemerdekaannya. Dia adalah wanita yang cantik, yang paling menarik dipandang mata.

Muhammad tidak puas hanya merampok dan membunuhi yang melawan saja, tapi juga merasa berhak mengambil tawanan wanita Yahudi yang paling cantik untuk dikawininya. Muhammad sangat benci pada kaum Yahudi, tapi doyan sekali akan duit Yahudi, harta benda Yahudi, tanah milik Yahudi, ajaran2 agama Yahudi dan juga terutama wanita2 cantik Yahudi. Ingatlah bahwa dua istri Muhammad adalah remaja putri ningrat Yahudi yang cantik sekali: Safiyah dan Juwariyah. Belum lagi budak seks Muhammad hasil pembantaian terhadap Yahudi Qurazya: Rohaynah.

Nah, setelah melihat contoh2 di atas, bukankah sudah jelas bahwa Muhammad memang menyebarkan agamanya lewat pedang (sambil sekalian merampok)? Mengapa umat Muslim musti marah kalau Paus mengucapkan hal yang sebenarnya? Jawaban yang logis hanya satu: masyarakat Muslim marah dan malu karena borok Islam diungkapkan oleh Paus dan borok ini tampak jelas di seluruh dunia.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 6872
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

PreviousNext

Return to Quran & Hadist

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests