. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Penelitian CRCS-Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010

Muslim moderat, radikal, bgm pemikiran mereka & bgm hubungan mereka dgn NON-Muslim, sejarah perlakuan Muslim terhdp NON-Muslim, Dhimmi & Jizyah

Penelitian CRCS-Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010

Postby dulilah » Tue Feb 22, 2011 11:34 pm

Siaran Pers

LAUNCHING DAN DISKUSI
Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010
(UGM Jakarta, 1 Pebruari 2011, jam 12.00-selesai)

Program Studi Agama dan Lintas Budaya
(Center for Religious and Cross-cultural Studies / CRCS)
Sekolah Pascasarjana, UGM



Tahun 2011, Tahun Bebas Kekerasan?

Berkaca dari tahun sebelumnya, tahun 2010 masih diwarnai aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan aspirasi keagamaan. Karena itu, pertanyaan apakah tahun 2011 akan menjadi tahun yang bebas kekerasan berbasiskan identitas keagamaan patut diajukan.

Potret kehidupan beragama di Indonesia yang ditampilkan Laporan Tahunan 2010 cukup kompleks. Agama dalam banyak dimensinya memainkan peran penting dalam banyak hal. Mulai dari keterlibatan dalam penanganan bencana, terorisme, perumusan kebijakan publik, hingga pemilihan kepala daerah. Ada contoh-contoh solidaritas yang kuat, namun juga masih ada kecurigaan antarkomunitas.

Laporan Tahunan ini menyajikan tiga bagian yang terdiri dari sebelas poin pembahasan. Dalam siaran pers ini kami menggarisbawahi empat hal yang sangat penting dan mendesak untuk diperhatikan.

Pertama, pada 12 April 2010 Mahkamah Konstitusi menolak judicial review yang diajukan untuk UU No. 1 tahun 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama (PPA). Kata-kata "menolak permohonan seluruhnya" menjadi judul berita banyak media massa. Pesan yang belum ditangkap dalam putusan MK setebal 322 halaman adalah pesan eksplisit perlunya revisi UU tersebut. Jadi sebenarnya MK pun memberikan pengakuan akan adanya masalah dalam UU tersebut. Selain itu MK juga menerima saran para ahli agar "pluralisme dihormati dan melindungi hak-hak kelompok lemah" (Putusan MK hlm. 219). Oleh karena itu substansi pandangan ini perlu diakomodasi dalam rencana digodoknya RUU Kerukunan Umat Beragama yang telah diwacanakan oleh Kementerian Agama, dan akan dibahas di DPR pada tahun 2011 ini.

Kedua, di luar masalah itu, Laporan ini memandang penerapan UU PPA akan terus menjadi "bola liar", sebagaimana sebagian praktiknya selama ini, yang dapat menyasar setiap pandangan dan praktik keagamaan yang dianggap oleh wacana dominan sebagai menodai agama, kadang dengan tuduhan yang semena-mena. Di luar kasus Ahmadiyah, laporan ini menemukan 20 kasus tuduhan penodaan agama dan beberapa diantaranya mengedepankan aksi kekerasan. Laporan ini juga mencatat pelanggaran hak-hak sipil, politik dan ekonomi terhadap pengungsi Ahmadiyah di Mataram, dan aksi kekerasan serta penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Manis Lor Kuningan pada akhir Juli 2010. Hingga kini, tidak ada proses pengadilan atas kasus tersebut.

Ketiga, masalah di seputar rumah ibadah masih menjadi isu paling hangat selama tahun 2010. Laporan ini menemukan ada 39 rumah ibadah yang menjadi persoalan, sebagian besar menyangkut keberadaan gereja yang dipermasalahkan oleh sebagian umat Muslim. Menariknya, 70 % kasus terkonsentrasi di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Sejumlah 32 kasus (82 %) menyangkut masalah antar umat beragama dan 4 kasus (10 %) konflik intern umat beragama. Diantara hal yang memprihatinkan adalah masih adanya kekerasan fisik sebanyak 17 kasus (43 %) dalam masalah rumah ibadah tersebut.

Persoalan ijin pendirian masih menjadi isu utama dalam kasus-kasus rumah ibadah. Sebanyak 24 kasus (62 %) mengandung unsur tidak (belum) adanya ijin rumah ibadah itu. Kami memantau ada 4 kasus (10 %) menyangkut rumah ibadah yang telah memiliki ijin namun tetap saja dipersoalkan. Apa yang disebut terakhir ini menegaskan pada kenyataannya masalah di seputar rumah ibadah tidak saja menyangkut masalah kerukunan beragama, tapi juga kebebasan beragama.

Keempat, isu lain yang muncul cukup marak pada 2010 adalah terkait dengan perempuan, orientasi seksual dan immoralitas. Belakangan ini muncul kecenderungan menjadikan perempuan sebagai sumber imoralitas, dan dengan demikian dikenai aturan-aturan yang amat membatasi. Paradigma ini tampaknya masih kuat tertanam di sebagian kelompok masyarakat dan pembuat peraturan. Salah satu kasus yang diangkat dalam bagian ini adalah peraturan Bupati Aceh Barat yang melarang perempuan di daerahnya memakai pakaian dan celana ketat, karena dianggap memancing kemaksiatan. Alasan imoralitas juga muncul dalam beberapa serangan terhadap kelompok-kelompok berbeda orientasi seksual, yang cukup sering pada 2010. Beberapa di antaranya penyerangan atau penggagalan terhadap tiga acara berturut-turut di tiga kota, oleh Front Pembela Islam (FPI), dan tak bisa dicegah oleh aparat penegak hukum.

Di akhir Laporan ini kami memaparkan rekomendasi atas setiap bahasan masalah. Laporan ini disusun oleh Tim Peneliti CRCS-UGM.

Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010 dapat di unduh di:
http://www.rapidshare.com/files/4492437 ... a_2010.pdf


Grafik: Laporan Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan 2007-2010


Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

------------------------------------------------------

Kita bisa mengambil kesimpulan dalam sudut yg berbeda atas penelitian diatas sejak tahun 2007: Kecenderungan kasus Achmadiyah adalah test case bagi penganut islam utk menegakkan syariah di negeri ini. Mereka memulai kekerasan yg semakin lama semakin meningkat baik kuantitas dan kualitas kekerasannya.
Melihat2 apakah yg akan dilakukan pemerintah, bila ternyata sikap pemerintah semakin melunak, maka langkah berikutnya adalah menghantam agama2 lainnya, dimulai dari perusakan tempat ibadah hingga merembet penghilangan nyawa...

Semuanya jelas bersumber pada satu hal: Ajaran Islam.
Konsep MENOLONG agama Allah dan RasulNya adalah sumber pergerakan umat muslim meneguhkan kekerasan.
Kata kerja 'menolong' atau 'MENEGAKKAN' berarti mereka harus AKTIF menelisik orang2 beriman selain mereka untuk digempur.

S U R A T M U H A M M A D

47:7. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

S U R A T A L - H A D I D

57:25. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

S U R A T A L - A N F A A L

8:12. Ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Apakah Allah, Sang Pencipta alam semesta ini perlu ditolong ?

Salam.
Last edited by dulilah on Thu Feb 24, 2011 3:45 am, edited 1 time in total.
User avatar
dulilah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 295
Joined: Fri Nov 23, 2007 8:50 pm

Re: Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010

Postby Si Amang Miyang » Wed Feb 23, 2011 11:58 am

nice thread... =D>
User avatar
Si Amang Miyang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 533
Joined: Thu Dec 16, 2010 9:54 am
Location: sebuah toilet yg bernama ka'bah

Re: Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010

Postby dulilah » Thu Feb 24, 2011 3:38 am

Atas hasil Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010 oleh Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies / CRCS), hampir semua kalangan islam kebakaran jenggot dan keringat membasahi sorban mereka.

Banyak sekali laman web yg mengecam bahkan menjelek2an hasil penelitian dengan tingkat yg akurat ini. Mereka menyebut bahwa CRCS-UGM Menyesatkan & Sudutkan Umat Islam tanpa bisa menunjukkan apa yg menyesatkan dan bagaimana bisa menyudutkan dengan data yg akurat. Yang lebih mengenaskan, Kalangan islam melansir berita bahwa seolah-olah CRCS-UGM mengakui Laporannya Tidak Komprehensif & Kurang Data, tanpa dapat menyebutkan di forum apa dan di kesempatan apa CRCS-UGM pernah men-declare hal tsb.
Jelas tuduhan dari kalangan muslim tsb adalah hal mengada-ada serta nyata-nyata pembohongan publik. Banyak muslim lainnya mempercayai lantas dgn membabi-buta menyebarkan dalam laman2 web mereka.

Sumber berita penyangkalan tanpa bisa menyuguhkan data/fakta yg memadai adalah dari www.voa-islam.com yg lalu dikutip FPI dan lain2nya.

http://www.voa-islam.com/news/indonesia ... rang-data/

Peneliti CRCS-UGM Akui Laporannya Tidak Komprehensif & Kurang Data

JAKARTA (voa-islam.com) – Peneliti CRCS Zainal Abidin Baqir mengakui, “Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010” ini bukan laporan komprehensif tentang kehidupan beragama di Indonesia dalam semua aspeknya. Ia juga mengakui keterbatasan waktu untuk membuat laporan yang komprehensif. Jika mengakui ada keterbatasan, lalu kenapa tergopoh-gopoh membuat kesimpulan yang hanya bernafsu menggiring opini publik, tidak objektif dan akurat? Sebeginikah peneliti sekaliber UGM? Ironis!

Dikatakan Zainal, seleksi atas peristiwa ditentukan oleh penilaian atas peristiwa yang terjaring, dan dibatasi oleh data yang dimiliki. Sumber datanya hanya dari kliping sekitar 30 media massa nasional dan daerah, cetak dan online. Termasuk penelusuran lapangan untuk beberapa hal, dan dokumen-dokumen (BPS, Komnas HAM, Kemenag, dsb).

Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010 yang diteliti CRCS menyajikan tiga bagian: Pertama, kehidupan beragama dalam masyarakat. Kedua, tantangan kerukunan dan kebebasan (Masalah Rumah ibadah dan tuduhan penyesatan). Ketiga, agama dalam kebijakan publik dan politik lokal.

CRCS menyimpulkan, berkaca dari tahun sebelumnya, tahun 2010 masih diwarnai aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan aspirasi keagamaan. Potret kehidupan beragama di Indonesia tahun 2010 cukup kompleks. Agama dalam banyak dimensinya memainkan peran penting dalam banyak hal. Mulai dari keterlibatan dalam penanganan bencana, terorisme, perumusan kebijakan public, hingga pemilihan kepala daerah. Keragaman agama dapat menjadi sumber kekayaan, tapi juga sumber ketegangan ketika ada persaingan di ruang publik.

“Ada solidaritas yang kuat, juga masih ada kecurigaan antar komunitas. Apakah tahun 2011 akan menjadi tahun yang bebas kekerasan berbasiskan identitas keagamaan?” tanya peneliti CRCS.

....Jika mengakui ada keterbatasan, lalu kenapa tergopoh-gopoh membuat kesimpulan yang hanya bernafsu menggiring opini publik, tidak objektif dan akurat?....

Keresahan dan Kekesalan CRCS

Ada empat point yang menjadi keresahan dan kekesalan CRCS selama 2010. Pertama, ketika Mahkamah Konstitusi (MK) menolak judicial review yang diajukan untuk UU No.1 tahun 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama (PPA), tepatnya pada 12 April 2012. Itulah sebabnya, CRCS mendukung rencana digodoknya RUU Kerukunan Umat Beragama yang telah diwacanakan oleh Kementerian Agama, dan akan dibahas di DPR tahun ini (2011).

Keresahan kedua CRCS, menyangkut tuduhan penodaan agama. Peneliti Pascasarjana UGM itu menemukan 20 kasus tuduhan penodaan agama, beberapa di antaranya mengedepankan aksi kekerasan. Laporan ini mencatat pelanggaran hak-hak sipil, politik, dan ekonomi terhadap pengungsi Ahmadiyah di Mataram, serta aksi penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Manis Lor Kuningan, Jawa Barat pada akhir Juli 2010.

Kecemasan CCRCS ketiga adalah terkait rumah ibadah. CRCS mencatat beberapa kasus diiringi kekerasan selama 2010, di antaranya, 39 rumah ibadah dipermasalahkan (sebagian besar gereja). 70 % kasus terkonsentrasi di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Sejumlah 32 kasus (82%) menyangkut masalah antarumat beragama, dan 4 kasus (10%) konflik internal umat beragama. Masih adanya kekerasan fisik sebanyak 17 kasus (43%) dalam masalah rumah ibadah tersebut.

Persoalan izin pendirian masih menjadi isu utama dalam kasus-kasus rumah ibadah. Sebanyak 24 kasus (62%) mengandung unsur tidak (belum) ada izin. CRCS juga memantau ada 4 kasus (10%) rumah ibadah yang telah memiliki izin, namun tetap saja dipersoalkan.

CRCS juga menyalahkan pernyataan Menteri Agama tentang perlunya pembubaran Ahmadiyah. Para peneliti bayaran ini merekomendasikan kepada pemimpin agama, untuk selalu mengingatkan Fatwa MUI yang menganggap Ahmadiyah sesat, tapi juga menyebut tentang tak boleh adanya kekerasan perlu lebih sering ditegaskan kembali. “Untuk kasus-kasus penodaan lain, hakim yang memutus perkara perlu berhati-hati,” kata Zainal, peneliti CRCS.

....Aneh, jika seorang intelektual sekaliber UGM mendukung kelompok-kelompok yang berbeda orientasi seksual....

CRCS rupanya dongkol dengan kasus penyerangan dan penggagalan acara-acara para pengusung kebebasan (sepilis) oleh ormas Islam tertentu, seperti: Konferensi ILGA ke-4 tingkat Asia, Surabaya (26 -28 Maret), Seminar dan Pemilihan Duta Waria untuk Hukum dan HAM, Depok (30 April), Perayaan International Day Against Homophobia (IDAHO), Yogyakarta, Mei.

Keresahan lain peneliti UGM ini adalah terkait soal pembatasan soal perempuan, orientasi seksual dan immoralitas. Sebagai contoh, CRCS Mempersoalkan peraturan Bupati Aceh Barat yang melarang perempuan di daerahnya memakai pakaian dan celana ketat, karena dianggap memancing kemaksiatan. Aneh, jika seorang intelektual sekaliber UGM mendukung kelompok-kelompok yang berbeda orientasi seksual. [Desastian]

--------------------------


Riset Kehidupan Beragama CRCS-UGM Menyesatkan & Sudutkan Umat Islam

JAKARTA (voa-islam.com) – Lagi-lagi umat Islam disudutkan dengan laporan-laporan penelitian para Islam phobi. Kali ini diungkap oleh CRCS-UGM. Yang menggelikan, tak ada yang berbeda dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh sejumlah LSM sebelumnya. Boleh jadi, karena “mahzab”nya serupa, maka data-nya seperti copy paste, tendensius, tidak valid, dan tidak objektif. Yang menarik, penelitian itu justru dibantah keras dan dipermalukan oleh seorang tokoh NU, Slamet Effendi Yusuf.

Dalam siaran pers-nya di Kampus UGM Jakarta, belum lama ini (1 Februari 2011), CRCS menyampaikan “Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010”. Ini merupakan laporan ketiga yang diterbitkan CRCS sejak tahun 2008. Hasil penelitian ini disusun oleh Zainal Abidin Bagir, Suhadi Cholil, Endy Saputro, Budi Asyhari, Mustaghfiroh Rahayu, dan AA GN Ari Dwipayana (penulis tamu).

Hadir sebagai pembahas laporan tahunan tersebut, yakni: Slamet Effendi Yusuf (Ketua PBNU), Franky Budi Hardiman (STF Driyakarya), dan Yuni Chuzifah (Komnas Perempuan). Perlu diketahui, Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies atau CRCS) adalah program S-2 (pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogjakarta, yang didirikan pada tahun 2000. Tiga wilayah studi yang menjadi focus pengajaran dan penelitian di CRCS adalah hubungan antaragama, agama dan budaya local, serta agama dan isu-isu kontemporer.

....CRCS selalu mempersalahkan umat Islam terkait pendirian gereja yang digugat umat Islam di beberapa tempat....

Ketika CRCS selalu mempersalahkan umat Islam terkait pendirian gereja yang digugat umat Islam di beberapa tempat, Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf, balik bertanya, “Kenapa giliran umat Islam yang ingin membangun masjid di Papua, tidak ada yang berteriak. Bahkan tidak dilaporkan dalam penelitian tersebut?” ujar Slamet yang juga Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama (KUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Slamet memberi contoh, masyarakat Kristen Monokwari Papua Barat, misalnya, menyatakan keberatannya terhadap pembangunan masjid raya di Indonesia bagian timur tersebut. Begitu juga dengan Masjid Cendrawasih di Jayapura, bahkan di Wamena, ada musholla yang dibakar. Termasuk masjid di NTT Al Faidah, Kupang yang diganggu.

“Laporan ini datang dari orang NU sendiri. Kita tahu NU itu moderat, tidak ekstrim. Karenanya, CRCS jangan membuat laporan menyesatkan. Seharusnya data soal masjid yang ditolak warga Kristen juga harus dimuat dalam laporan ini. Sehingga menjadi objektif,” tandasnya gemes.

....CRCS jangan membuat laporan menyesatkan. Seharusnya data soal masjid yang ditolak warga Kristen juga harus dimuat dalam laporan ini. Sehingga menjadi objektif....

Slamet menyayangkan, jika selama ini kita selalu dipaksa untuk menerima laporan penelitian yang hanya menyenangkan stake holder dan pembaca. Bagaimana bisa objektif, jika sebuah laporan hanya bersumber dari kliping koran saja. Seharusnya, peneliti CRCS datang langsung ke lokasi. Perlu diketahui, tidak semua media yang mengekspos permasalahan umat Islam. Kasusnya sunyi senyap. Lalu, kenapa hanya gereja saja yang dipersoalkan.

Slamet menilai laporan yang diteliti CRCS tidak berimbang dan tidak valid. “Yang menjadi problem para peneliti adalah ketika menyangkut objektivitas. Apakah sudah valid atau hanya menyenangkan pembaca saja,” ujarnya tersenyum. [Desastian]

---------------------------------------

Sangat menggelikan, tidak ada data dan laporan penolakan pembangunan masjid terutama di Jawa Bali melalui kekerasan frontal. Di Papua penolakan sehubungan dengan Islamic Center Manokwari dilakukan melalui cara yg elegan, yakni melalui usulan Rakerda dan DPRD setempat, bukan dg cara2 kekerasan atau aksi hujatan agama. Itulah sebabnya CRCS - UGM tidak memasukkannya dalam Laporan Tahunan 2010.
Bandingkan dengan semua cara islami dalam menolak tempat peribadatan agama lainnya, bahkan di Papua yg mayoritas Non-Islam, Baasyir dgn nafsu membunuhnya demi Islam mengeluarkan statemen sbb:

“Kalau nanti (Manokwari) sudah jadi kota Injil, orang dilarang berjilbab, dilarang azan, dilarang bikin masjid, umat Islam harus menentang itu. Kalau itu betul-betul terjadi, saya berpendapat mengirimkan mujahidin ke sana, seperti Poso kemarin!”

Ustad ini beralasan bahwa pelarangan hak asasi umat Islam berarti menantang umat Islam.

“Kalau azan dilarang, shalat dilarang, itu mengajak perang namanya. Kalau mampu, lawan itu. Kalau tidak mampu sabar saja. Kita mampu melawan di Manokwari, kita datang ke sana, kita perangi mereka. Karena itu berarti mengumumkan perang melawan Islam,” tegasnya.

“Kalau pemerintah tidak mampu melawan, kita yang akan datang ke sana untuk melawan,” pungkasnya.

[muslimdaily.net/voa-islam]

http://www.muslimdaily.net/berita/lokal ... -manokwari
User avatar
dulilah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 295
Joined: Fri Nov 23, 2007 8:50 pm


Return to Resource Centre MUSLIM & KAFIR



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users