. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Pembantaian Etnis Cina di Batavia - 1740

Pembantaian Etnis Cina di Batavia - 1740

Postby ali oncom » Sat Nov 12, 2005 9:03 am

Source : http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/chinezenengels.htm

Since the foundation of Batavia, the Chinese have settled in and around the city. At first, they were used for building Batavia and the cultivation of the surrounding areas.

Very soon a lot of Chinese tradesmen entered the country, which eventually resulted in the dependency of the VOC on these tradesmen for trade with China. In fact, the prosperity of the VOC depended on Inter-Asian trade, so in fact they were mostly dependent on the Chinese tradesmen from Batavia who naturally had the best trade contacts. Both parties needed each other, so peace and order was required.

However, the Dutch in Batavia started to get more and more annoyed by the privileges the Chinese had; they were a bit jealous. The Chinese were virtually equal to the Dutch on the level of status and this was an important deal for the Dutch, who felt superior to the Chinese. Just the Dutch and the Chinese paid taxes and this made a lot of people angry...

One of the branches that were mainly under control by the Chinese was, for instance, the growth of sugar in the Ommelanden of Batavia. The bigger part of the work was done by large amounts of Chinese koelies, who were hired by Chinese entrepreneurs. This resulted in an enormous growth of the Chinese population in the area reigned by the VOC in and around Batavia. Right before 1740 approximately half of the population in and around Batavia was Chinese.

Even around 1690 they tried to limit the immigration from China. The koelies were legally excluded from everything. They can be compared to our 'illegal aliens' of this time. So, for the Chinese traders it became more and more favourable to hire koelies: it was not possible to earn taxes for illegal Chinese. A well known vicious circle that is still applicable! This way it was possible for an extensive army of completely illegal, exploited Chinese labourers to rise in the Ommelanden. They were so afraid of being handed over to the Dutch authorities, that they did not even make demands to improve their situation of living. Moreover, the Dutch (as corrupt as they were) simply participated in these practises up to the level of the Governor-General: this way everybody had cheap labourers and so an economical balance developed between the Dutch, the Chinese and the koelies. And this went terribly wrong....

From 1720 on the sugar market slowly collapsed. The European markets became satisfied; moreover the competition from Brazil (which was cheaper) became bigger. Dozens of Chinese sugar tradesmen went bankrupt and with them the koelies. This way great unemployment arose and this almost automatically led to revengeful gangs of koelies who, without money or food, saw no other way out. Evidently nothing was done by Batavia to lessen the problems because that way their own corrupt practises would be discovered.

In July 1740 it was announced that all koelies from the Ommelanden would be transferred to the Dutch stations on Ceylon (Galle). The rumour that during the transfer the koelies would be thrown overboard was quickly born. True or not: the exploited Chines revolted. Large killing and plundering gangs roamed through the Ommelanden and they even tried to attack Batavia.

In the night of 8 October the run on Batavia could barely be rejected. Nobody dared to go in the Ommelanden anymore! That is when the rumour started that the Chinese in Batavia wanted to cooperate with the Chinese in the Ommelanden.

On 9 October, the houses of over 5000 Chinese living within the walls of Batavia were searched. This went completely out of hand:
for three days in a row every Chinese was murdered. Even already captured Chinese and Chinese that were registered in 'hospitals' were killed. Even the government gave out a reward for every decapitated head... Order was reinstated after a few days by that same government. From that moment on the Chinese were allowed to live only in special districts. In Batavia that would be the Glodok district, where a lot of Chinese still live.


Very soon after the massacres they started searching the accountable : : for the first time the highest authorities from Batavia had to account for their actions at the Heeren XVII in Amsterdam! One of the responsible authorities Governor-General Valckenier died while he was taken into temporary arrest.
Another responsible authority, the next Governor-General van Imhoff died in 1750.

And then the cover up came again.

It is estimated that 5,000 - 10,000 victims fell in three days. A preacher in Batavia even made it look like the massacre was carried out with Gods help...But even then there were people who protested and so the Heeren XVII were forced to take action.

In 1902 (during the pacification of Aceh!) even a pamphlet appeared: "The murder of 10,000 harmless Chinese was never punished. One of the most important people responsible, Governor-General Valckenier, died in prison and the Heeren XVII declared the trial that was run against him" abolished by death".The case would be forever covered up."

Image

jadi, saudara2 cina ku sekalian yang turun temurun tinggal di Glodok, besar kemungkinan nenek moyang kalian pernah dibantai Belanda berdasarkan ajaran ??? you know lahhh... [/b]
User avatar
ali oncom
Banned
 
Posts: 220
Joined: Mon Sep 19, 2005 8:55 am
Location: Pasar Rumput

Postby ali514L » Sat Nov 12, 2005 10:51 am

Kaciah dech olang cina indon, benci setengah mati olang alab sebagai sama2 bekas bangsa kelas dua di indo kalena mungkin melasa kalah pengaluh telhadap plibumi eee lha dalah... koq malah memuja-muja bangsa penjajah yg dulu membantai nenek yang meleka.

Sungguh ilonis. kenapa ya merela yg benci plibumi lucunya pada ga tau diri nekad tinggal di indo, kenapa ga pada miglasi aja ke tanah bangsa pujaan meleka?!?

Ada apa ini gelangan mas oncom kila-kila?

Jadi tambah banyak aja mocin di indo.
User avatar
ali514L
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Tue Oct 25, 2005 3:41 pm

Postby vivaldi » Sat Nov 12, 2005 12:47 pm

ali oncom
jadi, saudara2 cina ku sekalian yang turun temurun tinggal di Glodok, besar kemungkinan nenek moyang kalian pernah dibantai Belanda berdasarkan ajaran ??? you know lahhh...


Yang membantai termasuk PENDUDUK PRIBUMI LHO.

Sumber :
Tionghoa Dalam Pusaran Politik
Benny G. Setiono
Elkasa, 2003, halaman 112, 116 dan 118


… Dijalan-jalan hanya terdapat kerumunan orang-orang non Tionghoa yang semakin lama semakin besar, hampir setiap penduduk Batavia, kecuali orang-orang Tionghoa berada dijalan-jalan untuk menunggu suatu “tanda”….
… pada 1 dan 2 Oktober 1742 … orang-orang Tionghoa yang berada di rumah sakit tersebut dieret keluar kemudian dibunuh dengan sangat kejam. Pembunuhan ini dilakukan oleh orang-orang Eropa, orang Pribumi dan orang kulit hitam (budak dan bekas budak) ….
…. Orang-orang Belanda maupun orang Eropa lainnya baik militer maupun sipil bersama-sama melakukan perampokan dan pembunuhan dengan dibantu oleh pasukan-pasukan pribumi yang lebih kejam dan rakus.


:oops:
vivaldi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 176
Joined: Sat Sep 17, 2005 12:02 pm
Location: Jakarta

Postby ali514L » Sat Nov 12, 2005 4:32 pm

Orang pribumi waktu itu masi kurang giziii makan ketela doang jadi **** mudah di hasut ma bule penjajah yang sehat cerdas penuh giziii makan susu dan kejuuu.
Siapa otak pelakunya? bule, pribumi ato budak? Mana yang paling logis jadi dalang? keju, jagung, singkong?
User avatar
ali514L
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Tue Oct 25, 2005 3:41 pm

Postby freeman1 » Wed Nov 23, 2005 8:58 pm

ali514L wrote:Orang pribumi waktu itu masi kurang giziii makan ketela doang jadi **** mudah di hasut ma bule penjajah yang sehat cerdas penuh giziii makan susu dan kejuuu.
Siapa otak pelakunya? bule, pribumi ato budak? Mana yang paling logis jadi dalang? keju, jagung, singkong?
Hmm..jadi kamu mau bilang pribumi sekarang juga sama bodohnya dgn pribumi zaman itu sehingga terjadi peristiwa Mei'98.
freeman1
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 37
Joined: Mon Oct 10, 2005 6:48 am

Postby brillianti » Mon Nov 28, 2005 11:21 am

vivaldi wrote:
ali oncom
jadi, saudara2 cina ku sekalian yang turun temurun tinggal di Glodok, besar kemungkinan nenek moyang kalian pernah dibantai Belanda berdasarkan ajaran ??? you know lahhh...


Yang membantai termasuk PENDUDUK PRIBUMI LHO.

Sumber :
Tionghoa Dalam Pusaran Politik
Benny G. Setiono
Elkasa, 2003, halaman 112, 116 dan 118


… Dijalan-jalan hanya terdapat kerumunan orang-orang non Tionghoa yang semakin lama semakin besar, hampir setiap penduduk Batavia, kecuali orang-orang Tionghoa berada dijalan-jalan untuk menunggu suatu “tanda”….
… pada 1 dan 2 Oktober 1742 … orang-orang Tionghoa yang berada di rumah sakit tersebut dieret keluar kemudian dibunuh dengan sangat kejam. Pembunuhan ini dilakukan oleh orang-orang Eropa, orang Pribumi dan orang kulit hitam (budak dan bekas budak) ….
…. Orang-orang Belanda maupun orang Eropa lainnya baik militer maupun sipil bersama-sama melakukan perampokan dan pembunuhan dengan dibantu oleh pasukan-pasukan pribumi yang lebih kejam dan rakus.


:oops:

Yang dimaksud dengan pasukan pribumi di atas, adalah orang LOKAL yang direkrut menjadi pasukan (baca : PENJILAT PANTAT) Belanda untuk menguasai Indonesia. Secara FISIK memang PRIBUMI tetapi "SOFTWARE-nya" adalah Belanda totok.

Pasukan Pemerintah Hindia Belanda, tentu saja BUKAN hanya terdiri bule Eropa, melainkan juga merekrut orang-orang pribumi dan juga budak yang diimpor dari Afrika; sebab jumlah SDM Belanda tidaklah mencukupi untuk mengisi tenaga pasukan yang bertugas MENJAJAH & MENGUASAI bumi nusantara yang luas ini yang letaknya nun jauh dari Eropa sana.

Mungkin kita masih ingat politik ADU DOMBA dan DEVIDE ET IMPERA yang dilakukan Belanda. Ini merupakan cara ampuh untuk menguasai Indonesia.

Bukan hanya warga Tionghua saja yang menjadi KORBAN, akan tetapi juga PRIBUMI-PRIBUMI yang TIDAK MAU tunduk kepada penjajah Belanda. Jadi perang di masa itu sebetulnya juga merupakan perang PRIBUMI (yang tergabung dengan pasukan Belanda) vs PRIBUMI yang cinta tanah air.

Jadi jangan dikira pasukan Belanda terdiri dari 100% bule. Tidak. Malah barangkali lebih banyak pribuminya.

Terima kasih untuk ali oncom atas thread yang anda bikin ini, membuka mata kita akan KEJAHATAN para bule Kristen yang merampas kekayaan dan tanah warisan nenek moyang kita yang akhirnya bisa kita ambil alih lagi melalui pengorbanan cucuran darah, air mata dan keringat seluruh rakyat (yang anti Belanda).
User avatar
brillianti
Banned
 
Posts: 248
Joined: Wed Sep 14, 2005 9:35 am

Postby ali514L » Tue Nov 29, 2005 7:54 am

freeman1 wrote:
ali514L wrote:Orang pribumi waktu itu masi kurang giziii makan ketela doang jadi **** mudah di hasut ma bule penjajah yang sehat cerdas penuh giziii makan susu dan kejuuu.
Siapa otak pelakunya? bule, pribumi ato budak? Mana yang paling logis jadi dalang? keju, jagung, singkong?
Hmm..jadi kamu mau bilang pribumi sekarang juga sama bodohnya dgn pribumi zaman itu sehingga terjadi peristiwa Mei'98.


*****! Jadi anda sebagai cecunguk bangsa penjajah mau bilang kalo gizi yg dimakan jaman kemerdekaan sekarang sama dengan jaman penderitaan di jajah kaum kafir belanda majikanmu?
User avatar
ali514L
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Tue Oct 25, 2005 3:41 pm

Postby anti islam » Tue Nov 29, 2005 7:58 am

ali514L wrote:Orang pribumi waktu itu masi kurang giziii makan ketela doang jadi **** mudah di hasut ma bule penjajah yang sehat cerdas penuh giziii makan susu dan kejuuu.
Siapa otak pelakunya? bule, pribumi ato budak? Mana yang paling logis jadi dalang? keju, jagung, singkong?


sampe sekarang juga mudah dihasut AMA DIBOHONGI makanya semuanya jadi teroris...apa karena masih kurang GIZI??


JAWANYA PAKE OTAK bRO, JANGAN PAKE JIDAT LO YANG UDAH BEBAL...
anti islam
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 706
Joined: Sat Nov 05, 2005 1:51 am

Postby Mr.Keren Abizz » Sun Dec 04, 2005 12:14 am

anti islam wrote:
ali514L wrote:Orang pribumi waktu itu masi kurang giziii makan ketela doang jadi **** mudah di hasut ma bule penjajah yang sehat cerdas penuh giziii makan susu dan kejuuu.
Siapa otak pelakunya? bule, pribumi ato budak? Mana yang paling logis jadi dalang? keju, jagung, singkong?


sampe sekarang juga mudah dihasut AMA DIBOHONGI makanya semuanya jadi teroris...apa karena masih kurang GIZI??


JAWANYA PAKE OTAK bRO, JANGAN PAKE JIDAT LO YANG UDAH BEBAL...


udah jangan OOT lu domba burig bawa2 Teroris segale, tuh china2 dibantain sama domba2 burig keristen. masih ngelak lu! owa ma liangsin
User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
 
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Postby wachdie.jr » Sun Dec 04, 2005 2:30 am

Kambing ama Onta tolol..

Jaman gene yang benci Cina ..juga ga jauh-jauh kok...
tetep aja
SETAN-SETAN ISLAM ARAB juga...

yang memperkosa tahun 98 juga ISLAM
yang menjarah juga ISLAM
yang membunuh juga ISLAM

at the end.. mo loe nyumpah serapah...
yang jadi setan belang nya adalah ISLAM sendiri..
User avatar
wachdie.jr
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Re: Pembantaian Etnis Cina di Batavia - 1740

Postby osama » Sun Dec 04, 2005 6:38 am

ali oncom wrote:[i]Source : [url]
[jadi, saudara2 cina ku sekalian yang turun temurun tinggal di Glodok, [/b]



sodara??
beda jauh woi
batek mah item gosong,otak ****,fisik lemah(terlihat jelas di berbagai perlombaan olahraga di dunia emas di asia tenggara pun susah )
kekeke :lol: :lol: :lol:
osama
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 28
Joined: Tue Oct 11, 2005 8:33 pm

Postby Mr.Keren Abizz » Mon Dec 05, 2005 12:09 am

wachdie.jr wrote:Kambing ama Onta tolol..

Jaman gene yang benci Cina ..juga ga jauh-jauh kok...
tetep aja
SETAN-SETAN ISLAM ARAB juga...

yang memperkosa tahun 98 juga ISLAM
yang menjarah juga ISLAM
yang membunuh juga ISLAM

at the end.. mo loe nyumpah serapah...
yang jadi setan belang nya adalah ISLAM sendiri..



he he he cara ampuh domba burig, buat manasin china, pasti bawa 2 mei 98, yang padahal belum terbukti kalau yang merkosa, menjarah dan bunuh semuanya islam. memang negara ini isine cuma islam kabeh?

kita semua dah tahu biang kriminal di jakarta ini, paling didominasi sama suku2 batak, ambon, irian (sorry ini bukan main suku). agama mereka adalah keristen. dan penghuni penjara juga kebanyakan dari suku2 itu karena agama mereka keristen. memang ada seh batak, ambon islam yang jadi begundal tapi mereka minoritas.

nah pada kerusuhan mei elu kira tuh begundal2 keristen batak, ambon dan irian keristen kagak ikut ambil bagian apa.

udah2 domba *** gak usah ngelak, sudah jelas domba2 keristen paling sering merugikan dan mendiskriminasi china, Amerika harus terima kasih sama china, karena rel2 kereta api, jalan2 disana dibangun ama orang china sebagai kuli2nya. tapi mereka diperlakukan seenaknya.

di sini china jadi raja tuh, bahkan banyak jadi konglomerat dan nguasain ekonomi. coba china di negara2 keristen ada gak yang dikasih kebebasan seluas disini.

makanya dombaku yng *** korban sodomi para pastor, kalau diskusi jangan ambil sumber dari gereja, karena sumber dari sana cuma penuh dengan ketololan yang menyesatkan, belum lagi permintaan para pastor yang doyan sodomi :lol: kembalilah kejalan yng benar dombaku, jauhilah rumah iblis (gereja) dan ajaran iblis (trinitas) daku jamin dikau selamat deh he he hehe :lol:
User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
 
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Postby wachdie.jr » Mon Dec 05, 2005 5:40 am

Ini contoh ketololan dan kebutaan ente akan agama ente yang kaga mau mengakui kebejatan agama pengikut agama ente..

Ga usah kaing-kaing kayak mohammad pas mo mati keracunan, karena kenyataan berbicara. Dimana-mana memang Islam cocok mendapat julukan pembunuh nomor satu.

Mo liat suku? kaga usah ke Jakarta dah, ente pernah ke Bali kaga?? liat penghuni penjara terbanyak dari mana???? agama nya apa??? ISLAM.
Mo liat penghuni penjara di Jakarta? isi nya terbanyak? ya ISLAM lagi...
Mo liat yang pasang bom di bali siapa? orang Islam juga toh...kecuali kalo ente pengikut Ba'asir yang teteeepp keukeuh percata Amerika yang ngeledakin...

Emang ente dan islam udah salah dari sono nya..jadi mo apa?
Otak ente ente emang udah di setir ama kata-kata sembahan ente, percuma aja ana berak-berak disini karena muntahan muhammad arab dan quran udah ente telan bulat-bulat.. jadi terusin eja erangan ente... sekalian cernain tuh muntahan nya si muhammad.
:lol:
User avatar
wachdie.jr
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby ali oncom » Mon Dec 05, 2005 7:04 am

dasar nich kaum domba taunya bikin OOT aja.

owe cuma mau bilang kalo sodala2 owe yang olang cina itu juga pelnah dicincang ama Belanda atas nama bapa, putla dan loh kudus...
User avatar
ali oncom
Banned
 
Posts: 220
Joined: Mon Sep 19, 2005 8:55 am
Location: Pasar Rumput

Postby wachdie.jr » Thu Dec 15, 2005 7:06 am

kekeke..

kambing yang doyan makan oncom kadang lucu juga ya..

sambil memamah biak sambil ngoceh..

"auulooohkubarbarrr..
aullohkukonak aisha duilleh ya hallal lah
muhaamad da rasull syetonlah..."

klepek..klepek...klepek...
User avatar
wachdie.jr
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby Lulldapull » Thu Jun 08, 2006 2:48 pm

Sekali lagi, berkat "kasih Kristus" rekan-rekan Tionghoa kita banyak yang terbuai dengan Kristen secara dogmatis non-kritis.

Sebelumnya mereka mengikuti Belanda, sekarang mengikuti AS lewat Evangelist dan born-again Christian-nya...untuk mewujudkan "tahta Kristus" di Indonesia dengan pertumpahan darah kaum non-Kristen. Haleluyaaaaaaaaaaaaaa...in nomine pater, fili et spiritus sanctus!
Lulldapull
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 275
Joined: Mon Jun 05, 2006 12:17 pm
Location: Dar Al-Harb

Postby Laurent » Fri Aug 18, 2006 2:28 pm

Ngomong2 Apakah peristiwa thn 1740 di Batavia itu masuk dlm Buku Sejarah di Negara Belanda sendiri
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5970
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am


Return to Politik Agama



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users