Bila kita jujur mau membandingkan kedua tokoh di atas, Yesus dan Muhammad, kita akan dapati bahwa di antara keduanya terdapat PERBEDAAN yang sangat besar.
Kerapkali muslim mengatakan bahwa Yesus dan Muhammad memiliki kesamaan, yaitu sama-sama mengesakan Tuhan.
- Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, YHVH Elohim kita, YHVH itu esa.
QS 112:1
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Tapi kita jangan lupa, bahwa setan pun juga mengesakan Tuhan.
- Yakobus 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Elohim saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Bahwasanya menyembah HANYA PADA SATU SESEMBAHAN SAJA, itu bukanlah hal yang menakjubkan dan patut dibangga-banggakan. Sebab setan-setan pun mengakui keesaan Tuhan. Agama-agama lain pun mengakuinya. Jadi, kenapa kita hanya fokus pada sesuatu yang sudah umum? Menyatakan TUHAN ITU SATU, adalah sesuatu yang sudah umum, basi dan tidak layak dijadikan tolok ukur kebenaran.
Mungkin muslim akan berkata, “Hanya Muhammad saja yang mengajarkan KEESAAN TUHAN dengan MURNI.”
Siapa bilang keesaan “tuhan” model Muhammad adalah keesaan Tuhan yang murni? Apa yang dimaksud “esa” oleh Muhammad? Muhammad menyamakan esa-nya Tuhan itu seperti tauhidnya sebuah batu bernama hajar aswad. Inikah yang dikatakan KEESAAN MURNI? Dahulu, di sekeliling ka’bah ada 360 berhala, dan batu hitam hajar aswad sembahan suku Quraish itu adalah ratunya. Kemudian, untuk memurnikan keesaan awloh, Muhammad menyingkirkan yang 360 itu, dan menyisakan satu saja, yaitu ratunya (hajar aswad). Bagi Muhammad, mengesakan “tuhan” berarti mengesakan hajar aswad, sebab hajar aswad itulah awloh-nya.
Lagi pula, mengadopsi ritual-ritual pagan (penyembah berhala Arab), seperti mencium batu, mengelilingi kotak hitam di Mekkah, melempar jumroh, berlari-lari antara Safa dan Marwa, apakah dapat dikatakan AJARAN MURNI dari TUHAN yang ESA?
Ulama Arab kerap mengatakan, “ritual-ritual dalam haji itu adalah bagian dari ibadat agama monoteisme yang diajarkan Abraham.” Ha ha ha ha ha ha....... Entah dengan propaganda dan pembodohan-pembodohan apa lagi, agar mereka bisa menutupi “KETIDAKMURNIAN” ajaran Muhammad ini.....
Sudah jelas bahwa itu adalah ritual para penyembah berhala, masih dibela-belain kalau itu juga dilakukan oleh ABRAHAM? Abraham yang mana? Kalau Abraham-nya suku Quraish, mungkin saja..... Tapi kalau Abraham yang dimaksud adalah Abraham Bapak dari Ishak yg pernah hidup pada tahun 2000-an Sebelum Masehi, yang berasal dari Mesopotamia dan singgah di Kanaan, yang dijanjikan oleh YHVH akan memiliki negeri itu sebagai milik pusaka anak cucunya di kemudian hari, maka klaim Arab itu adalah kibulan dogol yang hanya pantas diceritakan pada anak-anak idiot yang tidak pernah membaca sejarah.
Kalau kalian ingin mendebat muslim yang berkata demikian, coba berikan pertanyaan ini pada mereka: “Berdasarkan sumber catatan sejarah manakah, sehingga ulama Arab itu bisa mengklaim Abraham dulunya juga melakukan ritual haji, cium-cium batu berhala, berlari-lari antara Safa dan Marwa serta melempari setan pakai batu kerikil?”
Kita sudah tahu, bahwa apa yang dikatakan oleh orang-orang Arab itu adalah PROPAGANDA & KEBOHONGAN untuk membodohi kita. Kita tentu tidak sebodoh muslim, bukan?
Kenapa hanya fokus pada satu hal, dan mengesampingkan yang lain?
Muslim HANYA FOKUS pada masalah ketauhidan saja, dan membandingkan dua tokoh itu, Yesus dan Muhammad, sebagai 2 tokoh yang sejalan. Muslim tidak berani menelaah ajaran-ajaran yang lain selain dari masalah ketauhidan, sebab muslim tahu, MUHAMMAD bertentangan dengan YESUS.
Kerapkali muslim blegug, untuk membela nabi kesayangannya, mereka MENUDUH ORANG LAIN TERLEBIH DULU, agar babi mereka tidak dijadikan TERTUDUH. Ini adalah trik Arab kuno, MALING TERIAK MALING, mirip trik kanak-kanak.
Mereka mengatakan, Paulus, telah mengajarkan AJARAN YANG SAMA SEKALI BERBEDA dengan ajaran Yesus. Seharusnya kalau mereka mau jujur, tidak ada ajaran Paulus yang berseberangan dengan ajaran Yesus, malah, justru, ajaran Muhammad-lah yang BERSEBERANGAN & BERLAWANAN dengan ajaran Yesus. Ini adalah trik maling teriak maling untuk menutupi PERBEDAAN MUHAMMAD dengan Yesus.
Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa mengatakan Muhammad sama dengan Yesus lantaran kita hanya melihat ajaran keesaannya saja, sungguhlah tidak tepat. Sebab setan pun juga mengesakan Tuhan. Jadi hal keesaan ini tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa kedua tokoh itu mengajarkan hal yang sama.
Sekarang mari kita lihat, apakah dua tokoh itu memang mengajarkan hal yang sama.
TENTANG MENGASIHI SESAMA MANUSIA
- YESUS:
Kasihilah musuhmu. (Matius 5:44; Lukas 6:27)
PAULUS:
Hiduplah selalu dalam KASIH. (Roma 8:35; Roma 14:15; 1 Korintus 13:1-3; Galatia 5:13,22)
MUHAMMAD:
Kasihilah sesama kawananmu, dan bencilah musuhmu (mirip naluri binatang)
QS 48:29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,
QS 9:14
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
QS 16:126
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
Masihkah kita dapat mengatakan, bahwa MUHAMMAD & YESUS mengajarkan ajaran yang sama?
TENTANG PERZINAHAN (KETIDAKSETIAAN)
- YESUS:
Berzinah adalah dosa, walaupun hanya dilakukan dalam hati (Matius 5:28)
PAULUS:
Setiap orang haruslah setia pada pasangannya (Roma 1:27; 1 Timotius 3:2,12;
MUHAMMAD:
Tidak apa-apa tidak setia pada istri pertama, kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau setubuhi budak-budakmu.
QS 23:5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
TENTANG PERCERAIAN
- YESUS:
Orang yang sudah disatukan di hadapan TUHAN, tidak boleh diceraikan manusia. Perkawinan adalah suci, tidak boleh dibuat main-main. (Matius 5:32; Matius 19:6; Lukas 16:18)
Bandingkan juga dengan PERKATAAN YHVH dalam perjanjian lama:
Maleakhi 2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman YHVH, Elohim Israel—juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman YHVH semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
PAULUS:
Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! (1 Korintus 7:27)
1 Korintus 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
MUHAMMAD:
Seorang pria boleh gonta-ganti istri (atau menceraikan istri dengan seenaknya bila bosan)
QS 4:20
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?
TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
- YESUS:
Umat Tuhan haruslah saling mengasihi (Yoh 13:34)
PAULUS:
Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Kolose 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
MUHAMMAD:
Pukullah istrimu!
QS 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Kurunglah mereka seumur hidup!
QS 4:15
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya
Wanita adalah sekedar obyek kenikmatan, bukan patner yang sederajat.
QS 2:223
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
TENTANG SUMPAH
- YESUS:
Berkatalah yang benar, kalau Iya katakan Iya, kalau Tidak katakan Tidak. (Matius 15:19; Matius 5:34-37)
Bandingkan dengan perkataan YHVH dalam perjanjian lama:
Zakharia 8:17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN."
MUHAMMAD:
QS 2:225
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Hal-hal di atas hanyalah sebagian kecil saja perbedaan ajaran dari kedua tokoh, Yesus dan Muhammad. Masih ada banyak lagi perbedaan-perbedaan yang ada.
Dengan membandingkan AJARAN-AJARAN 2 TOKOH di atas, kita bisa menentukan, siapa yang mengajarkan HAL-HAL BAIK, dan siapa yang mengajarkan HAL-HAL JELEK.
Muhammad, seorang tokoh Arab yang mengajarkan keburukan-keburukan, kebiadaban dan kejahatan, tidak bisa diklaim SAMA DENGAN Yesus, sebab sudah sangat jelas sekali, bahwa AJARAN KEDUA TOKOH tersebut BERBEDA.
Bila kita hanya fokus pada persoalan KEESAAN TUHAN saja, itu sama halnya kita melihat kesamaan antara MALING dengan POLISI. Maling punya mata, punya hidung dan punya mulut, SAMA DENGAN polisi yang juga punya mata, hidung dan mulut. Itu cara pandang yang konyol, sebab itu terlalu umum. Tapi apa yang membedakannya? Maling itu perbuatannya jelek, jahat, pelanggar hukum. Sebaliknya, polisi adalah penegak hukum.
Dengan merujuk pada Bibel, dapatlah kita simpulkan bahwa Muhammad adalah tokoh yang dipakai setan untuk MEMBENARKAN SEGALA KEJAHATAN dengan atas nama KEESAAN TUHAN.
Yesus sudah mengingatkan kita:
Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi tuhannya.
Dan Yakobus mengatakan:
Yakobus 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Tuhan saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Muslim tidak melihat segala kejahatan yang diajarkan dan dilakukan Muhammad, sebab mata mereka sudah dibutakan oleh AJARAN TAUHID.
Mereka mengira, “ajaran tauhid” dari Arab itu bisa membawa mereka ke surga, tidak peduli seberapa bobrok dan bejatnya ajaran-ajaran lain yang menyertainya. Mereka hanya melihat satu hal saja, dan mengabaikan hal lain yang justru lebih penting.
Mereka melihat apa yang diyakini setan, yaitu “TUHAN ITU SATU”, tapi tidak melihat apa yang tidak disukai setan, yaitu “KEBAIKAN”.
Kita ikut Muhammad, sama dengan ikut setan. Kita ikut Yesus, sama dengan ikut Tuhan.
Telah jelas perbedaan di antara keduanya, pilihan tegas ada di tangan Anda. Artikel ini setidaknya berusaha membantu Anda untuk melihat GARIS BATAS yang membedakan Yesus dan Muhammad.





