. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

Postby Adadeh » Sat Oct 24, 2009 3:36 am

Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

[Salah satu editor FFI meminta Pak Parviz menerangkan mengapa dia meninggalkan Islam. Pak Parviz menanggapi pertanyaan dengan positif dan menuliskan keterangannya pada FFI.]

Sebagaimana yang mungkin telah kalian ketahui, aku seringkali menulis komentar di FFI dengan gaya bahasa lembut pada masyarakat Muslim, tapi tetap menunjukkan horror Islam. Aku menulis bagaikan bagi masyarakat yang sangat sensitif dan beradab. Aku mencoba memenangkan ‘hati’ mereka dengan harapan mereka bisa jadi lebih ‘cerdas.’ Hal ini karena cara pemikiran Kristenku, dan bukan dari sudut pandang atheist (di satu pihak mencoba menyentuh hati, di pihak lain memancing pemikiran logis yang cerdas).

Aku dengan senang hati akan memberi keterangan singkat mengapa aku meninggalkan Islam. Aku murtad lama, lamaa sekali sebelum terjadi semua pembunuhan, pemboman, dan kekerasan atas nama Islam. Saat itu Syah Iran sangat dihormati dan diterima dengan tangan terbuka oleh Eropa dan Amerika, sehingga Islam tak nampak sebagai masalah atau ancaman bagi masyarakat Barat. Saat itu kaum Arab juga tidak begitu kaya untuk bisa membiayai segala macam kekacauan dengan uang minyak mereka. Saat itu adalah akhir tahun 1950-an, dan di tahun 1958 aku murtad meninggalkan Islam. Aku murtad karena bagiku tulisan² Qur’an tidak masuk akal. Semakin giat aku berusaha untuk mengerti, semakin bingung pula aku dibuatnya. Pikiranku yang waras akhirnya berkata, “Bagaimana mungkin kau bisa mengikuti dan menggantungkan nasib selama-lamanya pada ajaran yang sama sekali tak masuk akal?”

Aku saat itu adalah remaja pria yang masih sangat muda, dan aku mengambil keputusan untuk mempelajari bagaimana, mengapa, oleh siapa, dan kapan Qur’an ditulis. Pada jaman itu, tidak ada internet atau google!! Tak ada segala kemudahan seperti itu di jaman dulu, juga tak ada Ali Sina dan FFI. Nah, anak laki berusia 14-15 tahun ini menghabiskan semua waktu luangnya di perpustakaan Universitas Birmingham pada saat teman2 sekelasnya sibuk berdansa mengikuti irama musik Elvis Presley. Aku mencari tahu mengapa, mengapa, dan mengapa aku harus mengatakan bahwa “Aku adalah seorang Muslim!!” Aku memang pada dasarnya adalah seorang kutu buku. Akhirnya, keterangan² yang kutemukan mengejutkan diriku. Aku kaget sekali tatkala mengetahui bahwa Muhammad menerima ayat² pertama Qur’an di dalam sebuah gua, lalu dia pulang ke rumah istrinya, gemeteran dan menggigil sambil memberi tahu istrinya bahwa Setan telah menghampirinya dan mengatakan ayat² tersebut baginya. Bahkan bagi anak muda usia 14-15 tahun, keterangan seperti ini bisa membuyarkan semua isi Qur’an lainnya. Di malam itu aku tidak bisa tidur, seakan-akan mimpi buruk menyelimutiku. Bagaimana mungkin Qur’an yang disebut datang dari Tuhan dan muzizat Muhammad, ternyata disampaikan oleh Setan? Dengan begitu, aku lalu mempertanyakan apakah umat Muslim, termasuk orangtuaku dan saudara²ku adalah para penyembah Setan? Bagi seseorang seperti aku yang menganggap penting kehidupan abadi setelah mati dan nasib orang² yang kucintai, hal ini merupakan pertanyaan² penting yang membutuhkan jawaban² yang serius. Aku kemudian bertanya, “Apakah tujuan Qur’an dibuat, mengapa buku ini diberikan pada orang² Arab, dan lalu pada lebih dari semilyar orang? Aku tidak menemukan jawaban bagi pertanyaan ini. Qur’an jelas tidak membuat orang berakhlak lebih baik. Qur’an tidak mengajarkan keramahan, keadilan, kedamaian, kesucian, kasih terhadap sesama manusia, damai sejahter, kebaikan, kesetiaan, kelembutan, atau pengekangan diri. Sebaliknya, yang kutemukan malah tingkah laku Muhammad yang mengerikan. Dia menunjukkan kerendahan akhlak seksualnya, kenajizan dan pelampiasan hawa nafsu, kebencian, pertikaian, kedengkian, amarah yang meluap-luap, ambisi yang mementingkan diri sendiri, perpecahan, orgy (ngesex rame²), dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui hal2 ini, aku tidak keberatan sama sekali meninggalkan Muhammad dan ajarannya yang terkutuk dan mengerikan. Setelah itu aku tidur dengan nyenyaknya, penuh perasaan bahagia dan nalar yang jelas.

Wahai Editor, tadinya aku hanya mau menulis pesan singkat aja, tapi jadi panjang begini. Jika Anda pikir ini layak ditayangkan, maka silakan tayangkan sebagai kesaksianku.

Dengan ucapan terima kasih dan hormat,
Parviz.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

Postby wongjowo » Sat Oct 24, 2009 3:42 am

Alhamdulilah klo sudah menemukan pencerahan :turban:
User avatar
wongjowo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1478
Joined: Sun Sep 06, 2009 7:43 am
Location: Apa Liat-Liat ?!?

Re: Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

Postby slowrock » Sat Oct 31, 2009 6:56 pm

congratulation!
=D>
slowrock
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Joined: Tue May 06, 2008 2:21 am

Re: Parviz: Mengapa Aku Meninggalkan Islam

Postby I Want You » Sun Nov 01, 2009 10:22 am

Alhamdullilah , makin banyak orang menemukan Terang dan kebenaran ! =D> =D> =D>
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem


Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users