. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby pod-rock » Fri Apr 03, 2009 6:43 am

Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Prof. DR. Didin Hafidhuddin, MSC
Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional

dari:
Tabloid Suara Islam
Edisi 64
Tgl 3-17 April 2009M
7-21 Rabiul Akhir 1430H

Mungkinkah Indonesia menjadi negara berdasarkan syariah Islam? Mengapa tidak! Piagam Jakarta yang berkaitan erat dengan Mukadimah UUD 1945 telah menyebutkan "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pars pemeluk-pemeluknya". Dengan demikian, jika umat Islam Indonesia ingin kembali ke Piagam Jakarta, maka syaratnya hanya satu yakni partai-partai Islam harus memenangkan pemilu legislatif dan pilpres.

Tetapi kenyataannya menjelang pemilu legislatif yang tinggal menghitung hari ini; beberapa lembaga survei Melaporkan perolehan suara partai Islam termasuk partai berbasis massa Islam seperti PMB, PKS, PBR, PPP, PKNU, PKB, PAN, PBB dan PPNUI, diprediksi akan mengalami penurunan secara signifikan. Diprediksi pemilu kali ini bagi sebagian partai Islam hanya tinggal kenangan sejarah karena tidak mampu lagi mencapai 2,5 persen parliamentary treshold (PT).

Padahal pemilu pertama 1955, suara partai Islam yang diwakili Masyumi dan NU melebihi suara partai nasionalis (PNI). Sedangkan pemilu 1999 turun menjadi 36 persen, Sementara pemilu 2004 naik sedikit menjadi 38 persen.

Sementara dari berbagai lembaga survei seperti LP3ES dan LSI melaporkan penurunan suara partai Islam. Dari hasil survei LP3ES pada Maret ini menyebutkan, suara PKS hanya 4,7 persen dan PPP hanya 4,15 persen. Sedangkan survei LSI menyebutkan, suara PKB akan turun drastis dengan hanya mendapatkan 5 persen dari 12 persen pada pemilu lalu. Sementara PAN akan kehilangan 2 persen suara dan tinggal 4,7 persen. Jelas berbagai laporan lembaga survei itu cukup mengkhawatirkan partai Islam dan mass depannya di Indonesia.

Memang sebelumnya ada diskurus untuk membentuk Poros Islam yang berupa koalisi besar partai Islam pasta pemilu legislatif, sebagaimana Poros Tengah pada pilpres 1999 lalu. Sebab dengan berkoalisinya 9 partai islam maka diharapkan perolehan suaranya akan melebihi syarat pengajuan capres dan cawapres dengan' melampaui presidential, toreshold. Sebab sesuai dengan Pasal 9 UU Pilpres, minimal perolehan 25 persen suara atau 20 persen kursi parlemen, partai atau koalisi partai dapat mengajukan capres dan cawapres sendiri.

Karena begitu ketatnya syarat pengajuan capres dan cawapres, maka diprediksi pada pilpres nanti maksimal hanya 4 pasang capres-cawapres bahkan 3 pasang saja. Kalau 4 pasang capres, maka 3 dari partai nasionalis dan 1 koalisi partai Islam. Demikian pula kalau 3 pasang capres maka 2 dari partai nasionalis dan 1 partai Islam, Namun jika tidak, maka semua capres hanya dari partai nasionalis meski cawapresnya bisa dari partai Islam kalau berkoalisi dengan partai

Namun rasanya sangatlah sulit terbentuk Poros Islam dalam menghadapi pilpres, sebab baik partai Islam maupun nasionalis sama-sama bermanuver politik demi kepentingan diri sendiri. Terbukti PPP akan menjalin koalisi dengan Golkar dan PDIP dengan membentuk koalisi golden triangle bagi kepentingan pilpres. Sementara PKS, PKB, PAN dan Demokrat akan membentuk koalisi golden gate untuk menghadapi kekuatan golden triangle. Hal itu mengingatkan kita akan adanya permainan politik pada pilpres lalu dimana terbentuk koalisi kerakyatan dan koalisi kebangsaan.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah sebagai partai pendukung syariah, apakah partai Islam masih memiliki prospek baik untuk didukung mayoritas rakyat Indonesia yang beragama Islam? Sebab sebagaimana hasil survei Ray Morgan Research, yang dilakukan pada Juni 2008, 52 persen rakyat Indonesia menghendaki penerapan syariah Islam.

Sebenarnya prospek perolehan suara partai Islam akan semakin menggembirakan bahkan tidak mustahil akan memenangkan pilpres jika memiliki pasangan capres dan cawapres sendiri, tetapi syaratnya harus terbentuk koalisi besar partai Islam. Hal itu bisa terjadi karena kekuatan partai nasionalis dipastikan akan terpecah menjadi 2-3 pasangan capres-cawapres.

Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Suara Islam dengan Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan Ketua Umum BAZNAS, Prof. DR. Didin Hafidhuddin MSc, seputar prospek partai Islam dalam pemilu 2009 dan Indonesia menuju negara berdasarkan syariah Islam.

Bagaimana Partai Islam pada pemilu 2009?

sebagai umat Islam tentu saja kita memiliki keinginan yang kuat agar partai Islam mendapatkan suara mayoritas. Partai Islam adalah partai yang berasaskan Islam seperti PKS dan PBB. Sedangkan partai yang berbasiskan konstituen umat Islam, walaupun partai tersebut tidak mengasaskannya sebagai partai Islam, misalnya PAN dan PKB tetapi pendukungnya umat Islam, bisa disebut sebagai partai Islam.

Tetapi kalau melihat dari realitas yang ada, kita harus jujur mengakui bahwa untuk menjadikan partai Islam sebagai mayoritas di parlemen, kelihatannya agak sulit. Pertama, pada internal partai Islam sendiri kelihatannya tidak solid dengan memperlihatkan ukhuwah Islamiyah yang kuat. Kasus konflik internal PKB sebagai contoh, terlihat betapa perpecahan internal itu sangat memprihatinkan. Mudah-mudahan tidak ada lagi perpecahan yang begitu berat. Karena itu secara realitas, mungkin kita harusjujur, perjuangan partai Islam untuk mendapatkan suara di DPR, adalah perjuangan yang sangat berat.

Mengapa dalam setiap pemilu Partai nasionalis selalu unggul dari partai Islam kecuali pemilu 155?

Karena partai nasionalis merupakan partai yang platformnya seolah-olah menjaga betul kesatuan RI. Padahal partai Islam platformnya juga sama, dimana tidak ada partai Islam kecuali ingin menjaga keutuhan bangsa dan negara dari segala macam rongrongan dari luar. Tetapi kemudian seolah-olah diopinikan kalau partai Islam akan mendirikan negara Islam yang berbeda dengan NKRI, Sedangkan partai nasionalis seolah-olah sebagai pahlawannya. Padahal dalam praktek seandainya mendapatkan kekuasaan, saya yakin negara ini akan lebih makmur dan sejahtera kalau dipimpin partai Islam daripada partai nasionalis.

Menurut saya, nasionalisme juga akan terbangun dengan baik, karena nasionalisme yang paling baik adalah nasionalisme yang berdasarkan keimanan kepada ketauhidan. Karena bagi kita umat Islam, mempertahankan negara dari tangan penjajah adalah bagian dari akidah dan keimanan. Oleh karena itu tidaklah benar NKRI akan hancur jika partai islam berkuasa atau akan, runtuh ketika partai nasionalis berkuasa, belum tentu. Tetapi opini sudah begitu dahsyat, seolah-olah partai Islam tidak berpihak pada NKRI.

Apakah pemilu yang demokrasi, sudah sesuai dengan syariah Islam ?

Demokrasi yang murni dari Barat tentu saja banyak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Karena dalam pandangan Islam, yang namanya kebenaran itulah yang menentukan kemenangan, walaupun seorang diri tetapi kalau benar harus diikuti. Namun sebaliknya, walaupun mayoritas orang misalnya tidak setuju dengan kebenaran itu, tetapi tetap saja dalam pandangan Islam kebenaran harus ditegakkan.

Tetapi kita melihat, sesungguhnya demokrasi dapat diisi dengan nilai-nilai Islam ketika demokrasi itu dianggap sebagai sebuah syuro. Sebab syuro merupakan salah satu praktek demokrasi dalam Islam. Tetapi syuro sesungguhnya berkaitan dengan masalah teknis operasional, bukan teknis mendasar. Adapun yang dikatakan syuro dalam pandangan Islam sangat berbeda dengan demokrasi sekarang. Karena untuk menjadikan syuro sebagai bagian dari kebutuhan berbangsa dan bernegara, memang diperlukan waktu.

Oleh karena itu, menurut saya partai Islam harus betul-betul memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa ketika mereka mendapatkan suara yang balk atau signifikan, menempatkan prinsip-prinsip syuro dalam demokrasi. Jadi demokrasinya hanya sebagai baju saja tetapi isinya adalah praktek syuro, itulah yang sebenarnya kita harapkan.

Hampir semua lembaga survei mengatakan, dalam pemlu 2009 partai Islam akan mengalami penurunan secara signifikan jika dibandingkan dengan pemilu 1999 (38 persen) dan pemilu 2004 (34 persen). Bagaimana menurut anda ?

Saya kadangkala percaya kadangkala tidak dengan lembaga survei. Sebab mereka selalu memojokkan partai Islam atau suara umat Islam. Menurut saya, hasil survei harus dijadikan pelajaran oleh semua pihak terutama partai Islam, dimana harus ada perjuangan yang kuat. Saya berharap kalau sekarang musim koalisi, maka partai Islam'seperti PKS, PMB, PAN, PBB, PPP, PKB, PKNU, PBR dan PPNUI harus melakukan koalisi besar.

Kalau PPP berkoalisi dengan PDIP rasanya platformnya yang kata elitenya sama, tetapi tetap berbeda di level grass-roots. PPP jangan bikin koalisi golden triangle dengan PDIP dan Golkar, PPP harus keluar dari koalisi semacam itu. Jangan hanya kekuasaan yang dilihat, tetapi harus dilihat, apa betul dengan kekuasaan kita dapat melaksanakan syariat Islam. Kecuali kalau memang PPP sudah tidak ingin lagi melaksanakan syariat Islam, hanya sekedar ingin mendapatkan kekuasaan. Menurut saya, PPP cocoknya berkoalisi dengan partai Islam, bukan dengan PDIP atau Golkar.

Apakah koalisi besar parpol Islam itu dalam rangka pilpres? Sebab kalau untuk pemilu, legislatif rasanya sudah tidak mungkin lagi mengingat waktunya sudah mendesak.

Saya kira untuk dua hal. Pertama, untuk pilpres. Kedua, untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Syukur syukur kalau pilpres dimenangkan oleh partai yang didukung umat Islam. Tetapi juga pemerintah yang kuat, dimana para menteri anggota kabinet betul betul dipilih dari mereka yang mempunyai wawasan, landasan, berkekuatan untuk ber-Islam. Jadi koalisi kedepan untuk pilpres dan koalisi untuk membentuk pemerintahan yang kuat.

Para menteri harus orang-orang yang berpihak kepada syariah. Indonesia harus dipimpin oleh orang-orang yang memiliki komitmen kuat kepada syariah. Presiden, wakil presiden dan para menterinya harus memiliki komitmen kuat kepada syariah. Sekarang kita harus jujur, bahwa sistim apapun tidak akan bisa kita bangun dengan baik jika sistim itu bertentangan dengan nilai nilai Illahi dan Islam.

Apalagi dalam bidang ekonomi,jelas sekali sistim ekonomi kapitalisme dan materialisme sekarang telah gaga) dan harus diganti dengan sistim ekonomi Islam. Hukum sekarang juga sangat tidak jelas, tidak sekedar pada prakteknya saja, tetapi juga diktum hukum dalam KUHP pidana maupun perdata dan dalam undang-undang. Memang harus diganti kepada hal yang bersemangat dengan Islam.

Jadi saya berharap, presiden yang terpilih nanti berpihak pada syariah dan para menteri juga berpihak pada syariah. Kenapa? karena harus diyakinkan betul bahwa sistim syariah itu untuk kebaikan. Karena selama ini terns diimejkan bahwa syariah itu potong tangan dan berbagai hal yang mengerikan. Padahal yang namanya syariah itu berkaitan dengan kemakmuran, keadilan, persamaan, pemerintahan yang kuat, transparansi dan sebagainya.

Kalau sampai terbentuk, besar besar partai Islam, apakah harus pasangan capres dan cawapres sendiri?

Wajib dan harus dicoba! Kalau memang suara partai Islam signifikan diatas 20 persen, maka mereka harus berkoalisi dan memilih presiden dan wakil presiden yang tidak akan mengecewakan karena akhlaknya, pribadinya, perilakunya, keluarganya yang baik, juga yang baik cars pandangnya. Adapun yang terpenting adalah tidak tergantung sama AS. Karena kalau terlalu tergantung sama AS, nanti kurang takut sama Allah SWT. Takut sama AS seperti takut sama siapa begitu?. Padahal AS sekarang adalah negara yang morat marit dan porak poranda, sehingga sudah tidak bisa diharapkan lagi, dimana hanya image saja negara adidaya dan adikuasa, padahal sebenarnya sudah hancur, dimana pengangguran disana banyak dan hutangnya besar. Maka setiap stimulus yang diberikan sekarang, tidak akan mampu mengembalikan kekuatan AS.

Karena itu jika nanti ada yang terpilih menjadi presiden atau wakil presiden dari partai Islam, harus memililki kesungguhan komitmen kekuatan aqidah yang istiqomah dan konsisten; jangan yang berbau syirik, klenik atau perdukunan. Itu semua melemahkan keimanan dan tidak percaya diri. Kalau sudah takut sama dukun berarti takut sama orang. Presiden yang akan datang harus presiden yang tidak berdukun. Presiden yang betul-betul memiliki keyakinan kuat beribadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT

Kalau ternyata nanti partai islam berhasil memenangkan pemilu legislatif dan pilpres, apakah syariat Islam harus diberlakukan di Indonesia?

Saya kira harus, walaupun namanya bisa langsung syariah atau lainnya. Tetapi prinsipnya harus diberlakukan syariah Islam. Misalnya, ekonomi tidak harus dengan sama ekonomi Islam atau ekonomi syariah, tetapi bisa ekonomi kerakyatan, ekonomi keadilan dan sebagainya. . Tetapi prinsipnya, harus berdasarkan pada asas Islam, atau namanya syariat Islam secara langsung tetapi diperjuangkan melalui undangundang secara elegan dan terbuka. Seperti adanya UU Zakat, Haji, Sukuk dan Perbankan Syariah semuanya lewat DPR. Ketika syariah Islam diberlakukan dengan cara-cara yang sesuai aturan, itu yang harus kita tempuh. Saya yakin kita sepakat untuk semuanya itu.

jika syariah Islam berlaku di Indonesia, apakah tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila

Tidak sama sekali! karena UUD 1945 pembukaannya dengan jelas sekali mengatakan "Atas berkat rahmat Allah". Sedangkan Pancasila-kan Ketuhanan Yang Maha Esa, saya kira itu syariah Islam bagi orang Islam. Saya kira tidak perlu ragu-ragu lagi, itu sudah masa lalu. Kalau kita bersyariah Islam maka akan bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, itu sudah warisan zaman dulu yang harus kita tinggalkan. Menurut saya itu hanya masa lalu saja, selama diperjuangkan dengan elegan sesuai dengan undang undang, maka kita tidak perlu takut untuk menghadapinya.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby pod-rock » Fri Apr 03, 2009 6:44 am

Profil Singkat Partai Islam dan Berbasis Muslim
(diolah Bari sites parpol dan sumber lain)

dari:
Tabloid Suara Islam
Edisi 64
Tgl 3-17 April 2009M
7-21 Rabiul Akhir 1430H

PARTAI MATAHARI BANGSA

VISI dan MISI:
- Terwujudnya misi Islam rahmatan lilalamin dalam bingkai NKRI.
- Mewujudkan misi Islam berkemajuan menuju masyarakat utama, adil, makmur dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

PLATFORM PEMIKIRAN:
- Memperjuangkan demokrasi yang diyakini memiliki nilai-nilai humanisme universal yang sesuai Islam: al-musawah (egalitarianisme), al-hurriyah (kemerdekaan), al-ukhuwwah (persaudaraan), dan al-syura (musyawarah).
- Penegakan nilai-nilai kemanusiaan sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang menjamin dan melindungi hak hidup (hifdz al-nafs), beragama (hifdz al-din), kebebasan berfikir (hifdz al-aql) dan kepemilikan (hifdz al-mal).

PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA

VISI dan MISI:
- Mewujudkan cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
- Mengamankan bentuk NKRI sebagai bentuk kenegaraan Indonesia yang final

PLATFORM PEMIKIRAN:
- PKNU didirikan pads 21 Nopember 2006 di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timor, sebagai alai politik pars ulama untuk memperjuangkan kebangkitan nasional sebagai perwujudan rasa cinta tanah air (hubbul wathon).

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

VISI dan MISI:
- Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hokum, penghormatan HAM, serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman.
- Mencegah berkembangnya faham-faham atheisme, komunisme/marxisme/ leninisme, serta sekularisme, dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

VISI dan MISI:
- Memperjuangkan Islam sebagal solusl kehidupan berbangsa dan bernegara. - Mempelopori dan menggalang kerjasama dengan berbagai kekuatan yang secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam rahmatan lil'alamin.
- Menyebarluaskan da'wah Islam dan mencetak kader-kadernya sebagai anashir taghyir.
- Membangun kesadaran politik masyarakat, melakukan pembelaan, pelayanan dan pemberdayaan hak-hak kewarganegaraannya.

PARTAI AMANAT NASIONAL

VISI dan MISI:
- Menciptakan masyarakat Indonesia yang Jemokratis, berkeadilan sosial, mandiri, Jan cerdas. Menentang segala bentuk kediktatoran, totalitarisme, dan otoriterisme.

PARTAI BULAN BINTANG

VISI dan MISI:
- Terwujudnya misi Islam rahmatan lil'alamin dalam bingkai NKRI.
- Memulihkan Piagam Jakarta.

PLATFORM PEMIKIRAN:
- Mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sejahtera lahir dan batin, adil dan makmur yang merata serta maju, berkhidmat dan bertanggungjawab bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya dengan penuh ampunan dan ridha Allah SWT.

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

VISI dan MISI:
- Mewujudkan tatanan masyarakat beradab yang sejahtera lahir dan batin, tang setiap warganya mampu nengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaannya. Meliputi, kebebasan iwa (hifdzu al-Nafs), agama (hifdzu al-din), ikal dan jaminan atas kebebasan berekspresi serta berpendapat hifdzu al-Aql), keturunan (hifdzu al-nasl) Ilan harts (hifdzu al-mal).

PLATFORM PEMIKIRAN:
- Partai terbuka dalam pengertian lintas agama, suku, ras, dan lintas golongan yang limanivestasikan dalam bentuk visa, misi, Program perjuangan, keanggotaan dan Kepemimpinan.

PARTAI BINTANG REFORMASI

VISI dan MISI:
- Mewujudkan masyarakat madani Indonesia yang sejahtera lahir batin, adil, mandiri dan demokratis yang diridhoi Allah SWT dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
- Sebagai wadah tempat berhimpun umat Islam Indonesia tanpa memandang latar belakang suku, keturunan, ras, profesi dan pemahaman keagamaan.
- Sebagai wadah perjuangan —untuk-mewujudkan masyarakat Indonesia yang Islami.
- Sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik umat Islam dalam upaya memperkuat demokrasi.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby pod-rock » Fri Apr 03, 2009 6:44 am

Syariah Pada Pemilu 2009

dari:
Tabloid Suara Islam
Edisi 64
Tgl 3-17 April 2009M
7-21 Rabiul Akhir 1430H

Asrama Haji Pondok Gede Jakarta tak seperti biasanya. Asrama yang biasanya dipakai menjelang musim haji ini, Sabtu (28/1) terasa lain. Ratusan tokoh umat Islam dari berbagai ormas, pesantren dan partai Islam berduyun-duyun menghadiri Musyawarah Umat Islam Untuk Pemilu 2009 yang digelar oleh Forum Umat Islam (FUI).

Pukul 09.00 terlihat beberapa tokoh ormas yang sedang mencalonkan diri menjadi anggota parlemen hadir di arena musyawarah di Gedung Serbaguna 3. Tokoh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Eggi Sudjana, dengan semangat hadir dan membagi-bagikan brosurnya kepada para peserta. Maklum, pads pemilu 9 April mendatang ini, Eggi mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari ProvinsiJawa Barat.

Tak berselang lama, hadir ketua umum FBR, KH. Fadloli El Muhir. Tak berbeda dengan Eggi, tokoh gaek Betawi ini dibantu oleh beberapa pengurus FBRjuga membagi-bagikan brosur pencalonan dirinya menjadi anggota DPD dari DKI Jakarta. Tapi, tak ada yang menyangka kehadirannya di acara FUI ini ternyata merupakan perjumpaan terakhir dengan para pimpinan ormas Islam. Sehari setelah acara FUI, Ahad sore, pukul 15.00 WIB, Suara Islam mendapatkan kabar dari salah satu pengurus DPP FBR bahwa beliau telah meninggal dunia. Innalillahi wa innailaihi rajiun.

Hadirjuga seorang purnawirawan TNI, Mayjen (Pure) H. Ampi Nurkamal Tanudjiwa. Mantan Wadan Kodiklat TNI yang terakhir menjabat anggota DPR dari Fraksi ABRI ini sangat antusias mengikuti acara umat Islam tersebut. Menanggapi berbagai fenomena mantan jenderal yang male menjadi capres, kepada Suara Islam Ampi Tanudjiwa mengatakan bahwa teman-temannya yang sekarang maju menjadi capres itu adalah muslim abangan, bahkan ada yang hobi judi dan main perempuan. Selain itu mereka juga Bering ingkar terhadap janji-janji politiknya.

Acara Musyawarah Umat Islam ini diawali dengan serangkaian seremonial pembukaan. Antara lain sambutan dari Forum Masyarakat Peduli Syariah (MPS) dan pencanangan Gerakan Penerapan Syariah Islam Dalam Pengelolaan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Bambang Setyo, M.Sc, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan kalam iftitah oleh Sekjen FUI, KH. Muhammad Al Khaththath.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu usaha untuk memenangkan Syariah dalam Pemilu 2009. Nanti akan dibuat rumusan kritera caleg pro syariah yang akan menjadi panduan bagi umat Islam untuk memilih calon anggota parlemen" ungkap Al Khaththath.

Setelah Al Khaththath, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dan keynote speaker MUI yang diwakili oleh Wakil Dewan Penasehat MUI Pusat, Prof. H. Fuad Amsyari, Ph.D. la menjelaskan tentang proses lahirnya fatwa MUI tentang hukum memilih pemimpin pads ljtima' Ulama Komisi Fatwa MUI di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Menurut Cendekiawan muslim itu, fatwa MUI tersebut banyak di salah pahami orang. Ini terjadi karena kesalahan pemberitaan yang dilakukan oleh berbagai media. Ironisnya, banyak sekali tokoh-tokoh umat Islam yang belum membaca isi fatwa tersebut, akhirnya terpengaruh oleh media yang menyatakan seolah-olah MUI mengharamkan golput. "Padahal Mestinya tidak demikian" ungkap anggota Bowan penasehat ICMI Pusat itu.

Pilih Caleg dan Capres Pro Syariah

Sidang pertama dalam musyawarah umat Islam ini adalah Sidang Perumusan Kritera Caleg Pro Syariah dan Strateg Pemenangan Syariah. Pengacara senior yang juga anggota tim advokasi FUI, H.M Luthfie Hakim didaulat untuk memimpir sidang.

Pemilu 2009 bagi rakyat Indonesia adalah pemilihan yang paling remit. Dengan 38 partai nasional dan 11.868 caleg yang akan memperebutkan kursi di DPD, DPR dan DPRD. Bagi calon pemilih yang berpendidikan rendah tentu akan sangat sulit memilih calon yang akan mewakili mereka di parlemen. Pasalnya, mereka harus mencari nomor urut partai, kemudian masih harus memilih nomor urut caleg yang akan dicontreng. Berapa lama mereka akan tertegun di bilik pemilihan?.

Di sadari atau tidak, para pemilih yang mayoritas umat Islam sekarang ini dalam keadaan bingung. Karena itu, sebagai tindak lanjut dari Fatwa MUI yang menegaskan kewajiban memilih pemimpin yang beriman, bertaqwa, shiddiq, amanah, tabligh, fathonah, dan memperjuangkan kepentingan umat Islam, FUI juga merekomendasikan agar umat Islam memilih caleg pro syariah yang berjuang untuk menjaga aqidah dan menjadikan syariah sebagai Undang-undang atau hukum positif.

Akhirnya setelah sekitar satu setengah jam melakukan sidang dan setelah mendengarkan berbagai masukan dari peserta, musyawarah berhasil merumuskan kriteria caleg dan capres pro syariah.(kritera caleg dan capres pro syariah terlampir).

Jaring Capres Pro-Syariah

Untuk menjaring capres pro Syariah, FUI menghadirkan tiga tokoh umat Islam Indonesia berbicara dalam forum itu. Cendekiawan muslim Prof. Fuad Amsyari, Ph.D, Ketua umum Partai Bulan Bintang, Dr H. MS. Kaban dan ketua MUI Pusat yang juga ketua dewan mustasyar PKNU, KH. Ma'ruf Amin. Sidang untuk men-dengarkan visi dan mini capres pro syariah ini dipimpin oleh Ketua MUI Pusat, KH. A Cholil Ridwan, Lc.

Secara garis besar, Fuad Amsyari menjelaskan kepada peserta musyawarah konsep-konsep Islam untuk pengelolaan negara. Konsep yang ia paparkan bertajuk "Visi-Misi Presiden RI Pro Syariat, Rasional Dan Bentuk Kebijakan Nasionalnya".

"Seorang capres pro Syariah harus memiliki konsep yang ia bangun sendiri untuk diterapkan. Sebab jika konsep yang disusun ternyata yang membuat orang lain, sudah pasti konsep itu sulit untuk dilaksanakan" ungkap Fuad.

Sementara itu, KH. Ma'ruf Amin, yang hadir memakai jas dan surban putih menjelaskan keharusan ulama untuk berpolitik. Anggota Wantimpres itu mengajak para ulama untuk kembali kepada khittahnya untuk bersama-sama memperjuangkan syari'at. Sebab Islam adalah rahmaton lil'alamin, Islam itu sesuai untuk kapan saja dan dimana saja. "Jika ini diterapkan akan membawakan keberkahan bagi Indonesia." papar Kiyai Ma'ruf.

Kiyai Ma'ruf menawarkan konsep politik Islam. Yakni politik yang didasari oleh Islam yang berfungsi sebagai kaidah penuntun dan sumber inspirasi dalam berpolitik. Bukan Islam sebagai dagangan -politik.

Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS. Kaban mengamini pernyataan Kiyai Ma'ruf. Kaban menjelaskan tentang pentingnya kekuasaan dalam Islam. "Perjuangan politik adalah perjuangan di mans kita berada dan kita mau spa?. Nah, bicara tentang politik ber*arti akan bicara juga tentang kekuasaan. Bicara kekuasaan akan bicara siapa yang akan memimpin" papar Kaban.

Karena itulah, menurut Kaban, jika bicara tentang tokoh atau figur yang pro Syariah, maka harus diupayakan sungguh-sungguh. Parlemen harus dimasuki karena itu merupakan sarana untuk masuk ke pembuatan UU dan kekuasaan."Tidak akan mungkin kita tiba-tiba mengharapkan ada anggota parlemen atau presiders yang pro syariah jika kita tidak pernah melakukan usaha untuk mewujudkannya"papar Kaban. Tentu, para caleg atau capres yang pro Syariah harus datang dari parpol Islam.

Bagi Kaban, banyaknya parpol Islam saat ini yang berebut untuk menguasai parlemen tidaklah menjadi masalah. Hanya saja ia mengingatkan agar di antara parpol Islam jangan sampai terjadi politik jeruk makan jeruk. Maksudnya, di antara sesama parpol Islam jangan Baling membuka sib, black campaign, menjelek-jelekkan, dan sebagainya. "Perbedaan parpol Islam itu seperti perbedaan mazhab dalam fikh" ungkapnya.

Menurut Kaban, siapapun pemimpin umat Islam yang akan datang bergantung bagaimana rakyat memberikan amanahnya. Demikian pula jika ada parpol atau tokoh yang ingin memperjuangkan Syariah untuk diterapkan, hukumnya Bah berdasarkan konstitusi. "Ga perlu ditakuttakuti lagi" ungkapnya.

10 Nominasi Capres Pro Syariah

Selain merumuskan kritera caleg dan capres pro-syariah, musyawarah umat Islam juga menghasilkan 10 nominas capres pro Syariah. Mekanisme penentuan calon dilakukan melalui usulan para peserta. Seluruh peserta berhak untuk menyebut satu usulan nama capres prc Syariah.

Nominasi Calon Presiden Pro Syariah hasil Musyawarah Umat Islam untuk Pemilu 2009 yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam (FUI) di Asrama Haj Pondok Gede - Jakarta, Sabtu 28 Marel 2009:

1. Dr. H. MS. Kaban (Ketua Umum PBB)
2. Dr. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR/Mantan Presiden PKS)
3. Habib Rizieq Syihab, MA (Ketua Umum FPI)
4. KH. Abu Bakar Baasyir (Amir Jamaah Anshorut Tauhid)
5. KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat/Ketua Dewan Mustasyar PKNU)
6. Munarman, SH (Panglima Komando Laskar Islam)
7. KH. A. Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI Pusat)
8. Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc (Ketua BAZNAS)
9. Prof. Fuad Amsyari, Ph.D (Cendekiawan Muslim)
10.Dr. H. Eggi Sudjana (Dewan Syuro PPMI)

Ditetapkan dalam Musyawarah Umat Islam di Asrama Haji Pondok Gedelakarta. Sabtu, 1 Rabiul Akhir 1430 H/28 Maret 2009 M Pimpinan sidang : KH. A. Cholil Ridwan, Lc, Muhammad Zaitun, Lc, Muhammad Al Khaththath.

Selanjutnya, para tokoh yang masuk nominasi ini oleh FUI akan disosialisakan ke masyarakat. "Sepuluh nama ini insya Uah akan kita sosialisaikan ke masya-akat melalui media-media Islam. Jika :shun 2009 ini nama-nama ini belum berhasil kita majukan dalam pemilu, maka nudah-mudahan akan bisa calonkan di pemilu 2014" ungkap Al Khaththath.

Semoga Syariah bisa dimenangkan pada pemilu 2009 ini.
(shodiq ramadhan)
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby Foxhound » Fri Apr 03, 2009 7:46 am

pod-rock wrote:1. Dr. H. MS. Kaban (Ketua Umum PBB)
2. Dr. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR/Mantan Presiden PKS)
3. Habib Rizieq Syihab, MA (Ketua Umum FPI)
4. KH. Abu Bakar Baasyir (Amir Jamaah Anshorut Tauhid)
5. KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat/Ketua Dewan Mustasyar PKNU)
6. Munarman, SH (Panglima Komando Laskar Islam)
7. KH. A. Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI Pusat)
8. Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc (Ketua BAZNAS)
9. Prof. Fuad Amsyari, Ph.D (Cendekiawan Muslim)
10.Dr. H. Eggi Sudjana (Dewan Syuro PPMI)


Habib Rizieq ama Munarman itu yang kemarin dibui karena melanggar hukum kan?!?

KH. Abu Bakar Baasyir --> Lantas bagaimana dengan UUD bahwa Presiden harus orang Indonesia asli?!?

Ini mah muslim-muslim katrok tebal muka nggak tahu malu!!! Pengkhianat negara!!!!
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby berani_murtad » Fri Apr 03, 2009 8:34 pm

munculnya pedang dan alquran raksasa adalah salah satu permainan licik yang dimainkan partai islam agar penduduk indonesia yang muslim mau memilih partai islam agar negara indonesia menjadi syariah islam. kalau feeling saya ini adalah permainan dari Abu Bakar Baasyir, karena munculnya pedang yang berarti adanya haus darah. sedangkan yang menolak kafir untuk di indonesia adalah Abu Bakar Baasyir sendiri. pasti akan dikatakan mukjizat ntar lagi oleh MUI, karena auloh ingin agar negara indonesia menjadi negara islam. kita akan lihat pernyataan dari para penipu yang ingin mengubah negara indonesia ini.
berani_murtad
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2574
Joined: Sat May 19, 2007 3:11 pm
Location: Surga 72 bidadari

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby robint » Fri Apr 03, 2009 11:35 pm

buat muslim ktp. mending ambil keputusan dr sekarang sebelum murtad dilarang dan pelakunya menghadapi hukuman penjara!!
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby sorangan » Mon Apr 06, 2009 6:44 am

JANGAN PILIH PARTAI ISLAM!!!!!
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby a_man » Wed Apr 08, 2009 10:23 am

Kalau kita bersyariah Islam maka akan bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, itu sudah warisan zaman dulu yang harus kita tinggalkan.


Wah, nembak kepala sendiri nih muslim.
Jelas2 yg jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih uzur itu syariah Islam toh ?? :stun: :stun:
Berartiiiiiiii, justru syariah Islam yg harus ditinggalkan !!
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby Crown » Thu Apr 16, 2009 3:06 am

fayhem wrote:Orang muslim memang bodoh2 ya, sekalipun yang berkedudukan tinggi atau pintar

Muslim kalo udh mulai membahas kepercayaannya otaknya lgs drop ke level plg rendah, hasil doktrin dari si mamad hehehe... ](*,)
Crown
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 91
Joined: Tue Mar 24, 2009 8:57 am

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby walet » Fri Apr 17, 2009 2:42 am

Yesssss, partai Islam gak menang, di tingkat bontot nomor 4 dan itupun 50% dari yang nomer 3. Kaciannnnn dehh.....
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby Bigman » Mon Apr 20, 2009 10:03 pm

http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&t=52041
by Pemerhati Bangsa » Fri Apr 17, 2009 12:44 am
Konon salah satu issue yg 'menjatuhkan' suara PKS dari yg diprediksi adalah issue poligami. Suara PKS utk DKI anjlok, dan menurut satu lembaga survei quick count bahkan jadi pringkat tiga hanya 13%an di bawah PDIP yg mengumpulkan 15%an suara.

Rupanya wanita2 endonesha yg ikutan pemilu cerdas juga

Selain PKS, PPP juga mendapatkan award poligami. Berikut daftar caleg yg poligami, salahs satu di antaranya si tipatul sempring dan anis matta gembong taleban PKS.


Daftar Caleg Berpoligami

Posted by: lulu.xxxxxxxxxxxsoekarto
Fri Apr 3, 2009 7:31 am (PDT)
Daftar Caleg Berpoligami, PKS Dan PPP Mendapatkan Award Poligami
Senin, 30 Maret 2009, 00:19 WIB

Hukum berpoligami di Indonesia memang tidak diatur oleh undang-undang
resmi hukum negara, bahkan MUI sendiri tidak melarangnya.

Di mata agama sepanjang memiliki tingkat ketaqwaan yang tinggi dan
akhlakul karimah, hidup berpoligami sah-sah saja, bahkan jika diyakini
untuk menghindari zinah, nikah siri pun syah.

Namun dimata para aktivis perempuan Indonesia berpoligami sangat
merugikan kaum perempuan, setidaknya ini terlihat para LSM perempuan
sedang menggugat UU No. 1 tahun 1974 tentang hukum perkawinan terkait
nikah siri.

Menurut Nurwita Sari mengatakan bahwa poligami salah satu bentuk
kekerasan terhadap kaum perempuan, karena dilihat dari segi keadilan
suami tidak mungkin bersikap adil, " yang adil hanya tuhan, bukan
manusia, jika ada yang berkata saya adil dan bener , itu bohong
belaka," kata aktivis perempuan di Jakarta Minggu (29/3).

" Saya yakin, jika seorang perempuan di poligami didalam hati kecilnya
pasti tercabik-cabik, tak ada yang adilah soal poligami tersebut, kalu
sudah begitu kan kaum perempuan yang jadi korbanya," tandasnya.

Sementara itu, Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) telah mengumumkan
caleg yang suka berpoligami, termasuk Presiden Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring dan Sekjen PKS Anis Mata. Jika
dilihat dari daftar dibawah ini PKS dan PPP lah yang bisa disebut
sukses mendapatkan "award" poligami.(Nul/ Afz)

Berikut ini daftar politisi yang menganut paham Poligami versi SPI,
layakah mereka dipilih ?

1. Syahrizal D dari F-PPP (caleg DPR RI Dapil Riau I no 6 dan Ketua
F-PPP DPRD Riau), status pelaku poligami.

2. Akhmad Muqowam dari PPP (Ketua DPD PPP dan Ketua Komisi V),
status pelaku poligami.

3. Endin J Soefihara (caleg DPR RI Jabar no urut 1), status
pendukung poligami karena pernyataannya di Kontan 1 Maret 2003, "masa
poligami kekerasan, perempuan senang kok dijadikan istri kedua.

4. Usamah Muhammad Al Hadar FPPP (anggota Komisi I DPR, caleg no 1
DPR RI dapil 2 Jatim) - Dalam sebuah pertemuan dengan Komnas Perempuan
Usamah menyatakan, "poligami bukan hal yang negatif. Saya setuju
poligami". Usamah menambahkan, jumlah wanita di Indonesia sekarang
lebih banyak dari jumlah pria. "Kalau satu pria kimpoi satu, ada yang
nggak kebagian."

5. Dr H Daud Rasyid MA (caleg PKS untuk DPR RI dapil Sumut III no
2), status pendukung poligami karena menjadi pembicara utama dalam
penganugerahan Poligami Awards di Hotel Aryaduta 24 Juli 2003.

6. Didin Amaruddin (Wakil Bendahara Umum DPP PKS), status pelaku poligami.

7. Tifatul Sembiring (Presiden PKS, caleg DPR RI dapil Sumut I),
pelaku poligami.

8. Anis Matta (Sekjen PKS, caleg DPR dapil Sulsel I), pelaku poligami.

9. Zulikifliemansyah (Waka FPKS caleg DPR RI dapil Banten), pelaku poligami.

10. Effendi Choirie (caleg PKB), pendukung poligami karena menolak
revisi PP No 45 tahun 1990, revisi PP No 10 tahun 1983 tenyang izin
perkwainan dan perceraian bagi PNS.

11. AM Fatwa dari PAN (Wakil Ketua MPR, calon anggota DPD Jakarta),
pelaku poligami.

Daftar Caleg Berpoligami (Tambahan)
Posted by: xxxxxxxxx lulu.djojosoekarto
Fri Apr 3, 2009 7:54 am (PDT)
Jumat, 03/04/2009 21:20 WIB

LSM Perempuan Minta Caleg Pendukung Poligami Jangan Dipilih
M. Rizal Maslan - detikPemilu

Jakarta - Isu calon anggota legislatif yang berpoligami atau yang
mendukung poligami diminta agar jangan dipilih pada pemilihan umum
sudah bergulir beberapa hari ini. Bahkan, sebuah lembaga swadaya
masyarakat (LSM) Solidaritas Perempuan Indonesia menyebutkan 21 nama
caleg untuk tidak dipilih dalam Pemilu 2009.

Nama-nama calon anggota DPR RI pada pemilu yang direkomendasikan tidak
dipilih ini disampaikan oleh aktivis Solidaritas Perempuan, Yeni Rosa
Damayanti, dalam acara Dialog Publik bertema 'Poligami di Antara
Politisi' di Gedung YLBHI, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat,
Jumat (3/4/2009).

Dalam acara itu, sejumlah caleg perempuan pun hadir, termasuk sejumlah
selebritis.

Dalam kesempatan itu, Yeni pun menyebutkan sejumlah nama yang dinilai
mendukung poligami. Di antaranya, Ketua DPD PPP DKI Jakarta Akhmad
Muqowan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR. Caleg PPP
untuk DPR Dapil Jawa Barat, Endin J Soefihara, caleg PPP untuk DPR
Dapil Riau H Syahrizal D, caleg PPP untuk DPR Dapil Jawa Timur yang
saat ini menjabat anggota Komisi I DPR Usamah Umah Al Hadar, Sekjen
DPP PPP Djumah Mahja (PPP).

Selain itu, caleg PPP yang juga Ketua DPC PPP DKI Jakarta H Abraham
Lunggana, caleg PD untuk DPR Dapil Jawa Barat Daday Huday, caleg PD
untuk DPR Dapil Jawa Timur 9 Balkan Kaplale, caleg PKS untuk DPR Dapil
Sumut Daud Rasyid, Caleg PKS yang juga Wakil Bendahara DPP PKS Didin
Amarudin, Presiden PKS yang juga caleg DPR Dapil Sumut Tifatul
Sembiring, Sekjen DPP PKS yang juga caleg DPR Dapil Sulawesi Selatan.

Nama lainnya, Wakil Ketua FPKS DPR yang juga caleg DPR Dapil Banten
Zulkiflimansyah, caleg PKB untuk DPR Effendy Choirie, Hidayat Nurwahid
(PKS), A.M. Fatwa (PAN) Ketua Majelis Pertimbangan PAN dan calon
anggota DPD Jakarta, Arbab Paproeka (PAN) caleg DPR RI Dapil Maluku,
Ali Mochtar Ngabalin (PBB) Ketua DPP PBB caleg dapil Sulsel 3,
Nursaymsi Nurlan (PBB) caleg DPR RI dapil Sumbar 2, Agun Gunanjar
(Partai Golkar) caleg DPR RI dapil Jabar X, Anwar Fatta (PDI-P) Caleg
DPR-RI Dapil Sulsel.
======================

:turban: Orang yang bininya dua, tiga, empat, ngurusin keluarganya udah refot banget,
boro2 ngurusin keluarga yang lain, apalagi anaknya banyak, wow !!!
Kalo mentri bininya banyak, apalagi kaya doeloe Hamzah Hash bininya empat, mana bisa ngurusin negare R.I.,
kite2 perlu memperhatikan calon2 mentri yang bininya banyak dari partai2 islam, pasti boros.........
:axe:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3223
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Postby mohamedbincamel » Sat May 30, 2009 8:40 am

ndak mungkin NKRI jadi negara Islam, USA pasti ndak tinggal diam.
negara Islam cuma wacana PKS ,yg sampe mampus pun gak bakal terlaksana.
mayoritas muslim masih toleran dan pro pluralisme, cuma sedikit yg dukung PKS.
tapi kita patut berhati hati terhadap PKS yg berdasarkan mazhab Wahabi, Islam garis keras,
mereka suka sekali mengkafirkan muslim NU.
mohamedbincamel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users