http://www.jihadwatch.org/2011/12/malay ... ermit.html
by Debra Chong for the Malaysian Insider, December 9, 2011
Menurut hukum syariah, kaum dhimmi -- Yahudi dan Kristen yang hidup dalam ''perlindungan'' negara Islam -- dilarang "menunjukkan produk anggur atau babi atau membunyikan lonceng gereja atau memamerkan salib, membacakan Taurat atau Injil secara keras atau melakukan upacara penguburan atau pesta agama secara terbuka (manual syariah, 'Umdat al-Salik, o11.5(6)). Variasi syariah di Malaysia: Kristen boleh nyanyi2 ditempat umum untuk natal ASAL minta ijin polisi. Oh betapa moderatnya Malaysia!
KUALA LUMPUR, Dec 9 — Setiap tahun menjelang natal, kelompok2 gereja katolik turun ke jalan menyanyikan lagu2 natal, ''Silent Night.'' Tahun ini untuk pertama kalinya, mereka diperintahkan agar meminta ijin polisi terlebih dahulu.
Because carolling is done in public and requires moving from one spot to another.

Nyanyi2 lagu natal di Malingsia kini harus minta ijin polisi krn bisa mengganggu KEAMANAN NASIONAL! Sementara teroris gak perlu minta ijin polisi utk dakwah.
Setiap organisator grup tsb harus mengisi formulir ttg data2 pribadi, nomor KTP (MyKad), total jumlah partisipan, areal dan waktu mereka berkunjung.
Para pastor di Klang kaget ketika menerima memo dari kapolri setempat minggu ini untuk mengirimkan data2 tsb. Mereka juga diperintahkan agar mengirim surat pemberitahuan kepada DEWAN KEAMANAN NASIONAL, kata Rev Father Michael Chua. (Sebegitu parahnya lagu2 Silent Night sampai harus beritahu Dewan KEAMANAN Nasional ? Atau mereka kini disngka teroris??? gitu kali pikir si pastor.)
Hal aneh ini diperkirakan dilakukan sehubungan dengan UU ttg Perkumpulan2 Damai (Peaceful Assembly) yg baru dilewatkan baru2 ini bagi perkumpulan damai, yg dikatakan lebih restriktif dan regresif dari UU sebelumnya, demikian the Human Rights Commission of Malaysia, Kelompok Pengacara Malaysian dan sejumlah kelompok agama.
“Biasanya kami dapat ijin nyanyi2 tanpa persyaratan macam2,'' katasaid Rev Father Lawrence Andrew, kepala gereja St Anne dekat Port Klang.
“Ini sesuatu yang baru. Mereka kini mencoba mengatur ibadah,'' katanya dgn nada khawatir. Lawrence merasa polisi mencoba membatasi ibadah dng peraturan2 baru ini. Sejumlah petinggi agama Kristen juga mengungkapkan kekhawatiran mereka.
“Mengapa mereka perlu detil ttg semua kepala rumah tangga (para penyanyi)? INi keterlaluan,” katanya, sambil menambahkan bahwa biasanya kelompok2 penyanyi gereja amatir ini bernyanyi2 di sekitar Petaling Jaya, Shah Alam dan Klang, mengunjungi tiga atau empat rumah di masing2 daerah tanpa pernah ada masalah.
Kelompok2 agama non-Islam diseluruh negeri menyatakan kemarahan mereka setelah DPR (Dewan Rakyat) mensahkan UU Peaceful Assembly yg kontroversialo yang melarang demo2 di jalan, dua minggu lalu....
Biasanya polisi menyarankan para grup penyanyi agar berhenti menyanyi pada pk 12 malam shg tidak mengganggu tetangga yang bukan Kristen dan untuk MEMASTIKAN bahwa tidak ada Muslim yang ikut bergabung nyanyi2 dgn mereka.
Kadang, polisi mewajibkan para penyanyi agar menjaga jarak 2km dari mesjid/surau setempat kalau mau menyanyi didepan sebuah rumah, yang merupakan ketentuan yang tidak mungkin dipatuhi mengingat 60% penduduk adalah Muslim. Maksudnya, dimana2 ada mesjid, gmn mau jaga jarak dua km antara mesjid dgn rumah si engkong?
Perhatikan Bang Ical ... bentar lagi Indonesia yg kata anda 'moderat' itu bentar lagi juga akan spt ini! Dan ingat, para investor juga tidak ****! Biar indonesia pertumbuhan ekonominya 8% kek, hal2 kyk gini nih yang akan jadi batu ganjalan.





