Yah..., jadi Nur Afni enggak boleh dibunuh ?
Eh lupa, sekarang khan darahnya haram krn sudah muslim!!!




omkangkung wrote:temen gw yang katolik kemaren mo kawin... dia diwajibkan ama grejanya ikut kursus pernikahan.... ada prinsip pernikahan katolik yang bikin gw kagum banget...
"pernikahan di hadapan Tuhan itu abadi... tidak terpisahkan oleh apapun, dengan alasan apapun, sampai maut menjemput"
dan sama sekali ga ada istilah boleh poligami... mo ga punya anak kek, mo pasangannya mendadak cacat kek, biarpun lakinya banyak harta dan mampu kawin sepuluh lagi juga ga boleh....
(masih si alley bilang islam paling menghargai pernikahan?)
hahahhahaha... emang paling gampang jadi muslim kalo urusah nafsu mah....


uyab wrote:mengenai poligami dan cerai, ya itulah enaknya jadi muslim, Allah mengetahui kelemahan manusia, namun Dia membolehkan manusia melakukannya tapi dengan aturan dan cara yg ditetapkan. ingin lebih dari 1 syaratnya harus adil dan mampu serta keikhlasan dari istri sebelumnya setelah itu dinikahi dengan cara yg halal ( bukan kumpul kebo atau perzinahan yg dilakukan orang barat ). kalo gak bisa memenuhi syarat di atas atau istri tidak ikhlas ya dilarang utk poligami. kalau ternyata tidak adil, ya terpaksa dicerai. simple kan ? apa yg salah ?..itulah namanya hukum, sama halnya dgn hukum buatan manusia, selalu ada aturan mainnya.
utk perceraian, setelah menemui jalan buntu dan tidak mencapai solusi/ perbaikan, daripada bikin stress ribut melulu dan gak membawa manfaat dan dosa terus ya dicerai saja walaupun itu dibenci oleh Allah. jadi intinya, Allah membolehkan cerai sekaligus cerai itu dibenci olehNYa karena seharusnya manusia dari awal berhati-hati dalam memilih pasangannya sehingga perceraian itu seharusnya menjadi pelajaran utk pernikahan berikutnya.
jadi Allah sendiri sebenarnya sudah sangat baik ke manusia untuk melaksanakan hak asasinya ( hak berpoligami dan bercerai ) tapi dengan syarat dan cara yg benar. Poligami itu dibolehkan karena Allah sangat menyadari bahwa pada kondisi-kondisi tertentu itu dibolehkan tapi bukan berarti itu diwajibkan dan jangan dianggap bahwa motivasi menikah itu semata-mata karena seks belaka walaupun alasan itu dibolehkan sebagai salah satunya. Seharusnya motivasi sosial lebih besar dari sekedar urusan seks, namun implementasinya tergantung dari pelaku poligami itu sendiri dan Allah selalu punya perhitungan atas segala perbuatan manusia. Allah tau persis kelemahan manusia dalam seks maupun perkawinan sehingga ada hal-hal yang ditoleransi oleh Allah tapi sesuai aturanNya. note : seks dan setan itu ciptaan Tuhan dan Tuhan pastinya punya alasan utk menciptakan kedua hal itu. kehadirannya tidak bisa dipungkiri tapi manusia diberi kemudahan-kemudahan tertentu untuk mengatasinya serta larangan-larangan tertentu yg diwajibkan.


Users browsing this forum: No registered users