mari kita konsen ke sini lagi :
Satu wrote:
Semua muslim (bukan orang islam yah) pernah menyaksikan wujud Allah, termasuk gue, karena itulah kesaksian seorang muslim bukanlah kesaksian kosong
1. apakah anda (sdr. satu) benar2 yakin akan pernyataan ini ?
Allah itu seperti Jesus, seperti sang hyang widi, seperti sidharta gautama...............
2. apakah pernyataan kedua ini hasil dari 'penyaksian' anda ?
dalam hal ini kuanggap bahwa penyaksian=penglihatan, sekalipun anda boleh saja mengatakan bahwa penglihatan anda adalah penglihatan secara batin, supranatural, ataupun dengan 'mata rohani' !
apabila jawaban anda adalah "ya", . . . .pertanyaan berikutnya adalah :
3. apakah anda tidak bertentangan dengan doktrin islam yang menyatakan bahwa tidak ada ciptaannya yang serupa dengan (seperti) allah swt ?
Sabda Nabi muhammad tuh *Matilah kau sebelum kau mati*...... Kallo lo tanya kapan kematian gue itu ,Jawaban gue rada ga masuk akal yeee : sekarangpun gue udah mati dan gue ga mau hidup lagi......
4. bisa anda tunjukkan dalam hadist yang mana beliau mengatakan itu ?
5. bukankah pernyataan 'mati di dalam hidup' adalah ajaran kebatinan jawa (ada juga yg menyebutnya 'tarekat jawa') bukan murni ajaran islam ?
ini adalah satu kutipan yang mungkin mendasari pernyataan anda, dalam bhs. jawa :
(tolong diterjemahkan)
"
lakune ahli tarekat, atapa pucuking wukir, mungguh Hyang Suksma parenga, amati sajroning urip, angenutaken ragi, suwung tan ana kadulu, mulane amartapa, mrih punjul samining janmi, wus mangkana kang kandheganeng tarekat"
6. dalam penyaksian wujud allah yang pernah anda alami, apakah anda juga menyaksikan sosok muhammad di sampingnya ?
wassalam