. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Neraka menurut Islam

Sejarah penulisan Qur'an & Hadis, ayat2 Mekah & Medinah, kontradiksi Qur'an, tafsir Qur'an, dan hal2 yang bersangkutan dengan Qur'an.

Neraka menurut Islam

Postby ali5196 » Wed Nov 15, 2006 8:37 pm

Diterjemahkan oleh willie. Thanks man ! :wink:

An Account from Hell/Sebuah Catatan Dari Neraka
oleh Mumin Salih
14 November, 2006
http://www.islam-watch.org/MuminSalih/A ... omHell.htm

Berdasarkan ajaran Islam, semua manusia akan disiksa di neraka, dan bahkan sebelum itu mereka akan terlebih dulu disiksa di dalam kuburan mereka. Muslim juga akan termasuk dalam pesta-pora penyiksaan besar-besaran ini, tapi mereka memiliki keuntungan untuk menempati surga setelah menyudahi penyiksaan tersebut.

Hanya ada dua jalan pintas untuk menghindari penyiksaan tersebut:
1. Menjadi nabi
2. Menjadi syuhada / martir

Tentu saja, ada cara lain yang lebih mudah. Cara yang paling mudah adalah dengan tidak mempercayai keyakinan yang tidak masuk akal ini. Meskipun begitu, saya sangat yakin bahwa sebagian besar muslim tidak akan menggunakan cara yang paling mudah tersebut. Cara tersebut tidak akan menyentuh pikiran mereka bahwa rancangan-rancangan penyiksaan Islami tersebut, baik di neraka atau di dalam kubur hanyalah cuap2 omong kosong alias kebohongan.

Muhammad mencuri ide penyiksaan ini dari tulisan-tulisan Yahudi kuno sehingga ia dapat mematikan pikiran muslim secara efektif dengan menjadikan muslim paranoid dan hidup dalam ketakutan akan penyiksaan tersebut.

Memraktekkan Islam mirip dengan mengelola sebuah rekening bank, di mana mata uang yang digunakan disebut sebagai hasanat dan sayaat. Hasanat menunjuk kepada amal pahala yang telah dilakukan muslim selama merekahidup. Sayaat menunjuk kepada dosa-dosa mereka. Muslim bekerja keras untuk menjaga status rekening mereka
dalam keadaan ‘kredit’, atau dalam bahasa lain: akumulasi hasanat lebih banyak dari sayaat. Suatu kelalaian dapat membuat sayaat menjadi lebih berat dari hasanat dengan akibat parah pada kehidupan setelah mati.

Syarat dan ketentuan dari rekening tersebut ditetapkan dalam Quran dan hadis. Tidak ada pemberitahuan bulanan akan status rekening mereka dan Muslim dibiarkan tidak tahu-menahu ttg rekening mereka sendiri. Rekening tersebut hanya akan diumumkan kepada para pemilik mereka pada hari penghakiman. Dan betapa besarnya hari tersebut! Semua manusia akan dijejalkan pada satu tempat di depan Aulloh; masing-masing orang akan menunggu pengadilan mereka sendiri2.

Quran tidak jelas berbicara mengenai tempat pengumpulan besar-besaran tersebut, tapi hanya satu yang pasti: tempat tersebut akan penuh sesak, sangat sesak sehingga Aulloh menyebutnya sebagai ‘yawm alhashr’, ‘hari yang penuh sesak’. Muslim percaya bahwa pada hari itu, mereka akan dalam keadaan telanjang, tidak disunat ( :shock: dongeng yang aneh..), dan dalam keadaan penghancuran yang ekstrim. Quran menggambarkan event-event dramatis tersebut seperti misalnya dari surat Abasa:

QS 80:
(34) pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, (35) dari ibu dan bapaknya, (36) dari istri dan anak-anaknya. (37) Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.


Hari penghakiman ala Islam dimulai dengan berbunyinya sebuah peluit yang sangat keras, sangat keras sehingga dapat membangkitkan orang mati. Aulloh yang maha kasih memulai proses interogasi kepada manusia yang pada waktu itu akan berada dalam suatu keadaan pikiran tertentu.

Makhluk ciptaan Aulloh yang lain, seperti binatang dan tumbuhan dan batu-batuan, akan berdiri sebagai saksi. Aulloh akan menggunakan suatu timbangan khusus untuk menghitung hasanat dan sayaat. Surat Al Quaria (QS 101) menggambarkannya sebagai berikut:

QS 101:
(6) Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, (7) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. ( Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, (9) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (10) Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (11) (Yaitu) api yang sangat panas.


Muslim yang memiliki hasanat lebih besar akan memegang buku rekening mereka dengan tangan kanan (Q.69: 19-21, Q.84: 7-9), dan akan dikirim ke surga setelah tinggal sementara dalam api neraka (Q.19: 71). Muslim yang memiliki sayaat lebih besar akan memegang buku rekening mereka dengan tangan kiri di belakang punggung mereka (Q.69: 25-32, Q.84: 10) sebagai sebuah tanda bahwa mereka akan menghabiskan waktu yang sangat lama di neraka. Dongeng yang aneh.. :lol:

Quran menyatakan dengan jelas bahwa semua muslim akan merasakan api neraka, tidak peduli seberapa baik mereka selama mereka hidup di dunia. Mari kita membacanya dari surat Maryam:

QS 19:71
71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.


Pertanyaannya bukanlah apakah Muslim akan pergi ke neraka atau tidak,
tapi muslim sudah pasti akan ke neraka. Pertanyaannya tinggal: berapa lama Muslim akan dipanggang api neraka tanpa ampun ?

Terlihat aneh karena Aulloh tetap akan menyiksa Muslim meskipun mereka telah dengan rajin beribadah dan berpuasa selama hidup mereka di bumi. Pola pikir Aulloh yang absurd ini akan menjadi jelas jika kita mengetahui apa yang dimaksud dengan 'dosa' (haram) dalam ajaran Islam.

Mari kita menghitung ulang secara ringkas dosa-dosa harian yang bahkan mungkin tidak diperhatikan oleh muslim sendiri. Kegiatan-kegiatan yang termasuk haram tersebut adalah: menonton televisi, mendengarkan musik, melihat wanita, memotret, memberi ucapan selamat atas hari raya agama lain, berpakaian dan bertingkah laku seperti non-muslim, makan dengan tangan kiri, makan pada meja makan, makan dengan sendok dan garpu, tidak menjilat telapak tangan setelah makan, dan kurangnya konsentrasi ketika sholat.

Ingat, saya baru saja mendaftarkan sedikit saja contoh betapa mudahnya muslim terjerumus dosa. Oleh karena itu, Muslim harus melakukan sesuatu untuk menyeimbangkan timbunan besar sayaat mereka. Menjalankan kewajiban-kewajiban ala Islam, yang disebut sebagai furuds, seperti sholat, naik haji, dan berpuasa tidak menghasilkan Muslim poin ekstra, meskipun kelalaian untuk melakukan hal-hal tersebut adalah suatu bencana besar karena hal-hal tersebut dihitung sebagai dosa besar.

Dilaporkan bahwa Muhammad pernah berkata: “jika muslim tidak berpuasa pada bulan Ramadhan tanpa alasan yang sah, maka puasa seumur hidup tidak akan cukup untuk membayar dosanya itu!

Pada sebuah agama dengan peraturan-peraturan yang sangat keras, tidak heran jika Muslim selalu berada dalam keadaan ketakutan. Dan sinilah nampak peranan Muhammad ! Muhammad memperkenalkan kepada Muslim suatu sistem baru pada saat kepepet. Muslim menyebut sistem itu sebagai sunnah, yang pada dasarnya adalah suatu ibadat tambahan yang dapat memberikan tambahan hasanat jika dilakukan.

Sunnah tersebut sangat mirip dengan tambahan jam kerja lembur di luar jam kerja standard dan akan mendapatkan bayaran tambahan uang / tambahan hasanat.

Muslim dapat mengerjakan sunnah dengan melakukan ibadat tambahan seperti: sholat tambahan (sholat sunnah), puasa tambahan (puasa sunnah), dan umroh. Muhammad sendiri sangat tekun dalam mengerjakan sunnah, mungkin karena ia merasa bersalah karena kelakuannya yang kurang ajar berjalan2 kesurga, yang dikenal dng Isra Mi’raj (apakah kata Mi’raj kemudian ber-evolusi menjadi kata ‘Mirage’ dalam bahasa Inggris yang berarti: ‘khayalan belaka’?).

Muhammad mengklaim bahwa malaikat Gabriel mengantarkannya melalui sebuah perjalanan menakjubkan di mana ia ditunjukkan tempat-tempat penting seperti Neraka dan Surga, menemui nabi-nabi sebelumnya, dan bahkan menemui Aulloh sendiri. Dalam pertemuan itu, Muhammad menggunakan pengaruhnya untuk membuat Aulloh merubah pikiranNya dan mengurangi jumlah sholat dari jumlah yang tidak masuk akal, 50 kali sehari menjadi hanya 5 kali sehari. Hal itu mengindikasikan bahwa Muhammad memiliki kebijaksanaan lebih daripada Aulloh sendiri.

Dengan meninjau hal tersebut, kita akan tahu kalau Aulloh ternyata tidak realistis dengan permintaan awalnya akan 50 kali sholat sehari, karena Muslim tidak akan memiliki waktu lagi untuk melakukan hal-hal lain, bahkan untuk mempelajari Islam!

Namun tidak seperti yang sering dipikirkan non-muslim, Aulloh sebenarnya sangat pengasih dan pemurah. KemurahanNya sangat jelas terlihat pada sistem yang Ia perkenalkan 1400 tahun yang lalu untuk membantu Muslim mengurangi siksaan yang akan mereka derita pada kehidupan akan datang. Satu buah hasanat yang didapat oleh muslim akan dihitung sebagai 10 buah. Itu dapat diartikan sebagai insentif bagi Muslim untuk melakukan lebih banyak pekerjaan baik lagi.

Sebagai tambahan atas tawaran ‘do one get nine free’ ini, dilakukan juga promosi-promosi yang lain, seperti: sholat semalam panjang pada hari ke-27 pada bulan Ramadhan (lailatul qadr), berpuasa pada hari ke-9 pada bulan Zulhijah … dll.

Sistem rekening penyimpanan ala Islam sangat tepat, akurat, dan efisien. Rekening tersebut bebas kesalahan dan bebas kecurangan, meskipun hanya menggunakan teknologi primitif. Teknologi tersebut bekerja dengan cara:

Ada 2 malaikat yang duduk pada tiap pundak kita (dongeng yang cool..). 2 malaikat khusus ini secara konstan memonitori kegiatan-kegiatan kita. 1 malaikat yang duduk di pundak kanan mencatat hasanat dan 1 malaikat lagi duduk di pundak kiri untuk mencatat sayat (QS 50:17.18 ). Kedua catatan akan disimpan sampai hari penghakiman.

However, Muhammad sepertinya berpikir bahwa Aulloh tidak sabar menunggu hingga hari penghakiman untuk mulai menyiksa ciptaan-ciptaannya. Untuk mengatasi kebosanan ini, Muhammad memberitahukan pengikut-pengikutnya bahwa Aulloh telah memulai kesenangannya yang dikenal sebagai ‘siksa kubur’.

Sebagai perkenalan untuk orang-orang yang baru meninggal (new comers), 2 malaikat berkunjung ke kuburan muslim yang baru saja mati. Malaikat tersebut kemudian menyiksa orang mati itu dalam kegelapan kubur mereka. Muhammad tidak memberikan penjelasan tentang penyambutan yang kasar tersebut, atau alasan mengapa menyiksa orang tsb diadili terlebih dahulu pada hari penghakiman. However, kabar baiknya adalah bahwa siksa kubur akan secara otomatis mengurangi hutang penyiksaan di neraka. Siapa tahu ? Siapa tahu ini ada gunanya, di samping itu, ini akan membantu memperkenalkan muslim secara pelan2 life-style baru mereka nanti (penyiksaan kekal ala Islam).

Gambaran di atas mungkin terlihat seperti cerita komik, sayangnya tidak. Ini adalah kenyataan absolut, semua Muslim tahu akan hal ini dan oleh karena tiu mereka terus berada dlm keadaan ketakutan. Ketakutan ini menjelaskan mengapa Muslim bekerja keras untuk mengurangi ‘siksa kubur’ mereka dan sebisa mungkin memperpendek waktu tinggal mereka di neraka.

Muslim juga mengetahui rahasia lain tentang Islam. Mereka tahu bahwa ada satu cara untuk menghindari siksa kubur ataupun bahkan tidak perlu mampir di neraka sama sekali. Cara tersebut adalah: MENJADI SYUHADA!

Menurut Islam, syuhada tidaklah mati sama sekali. Mereka mengambil jalan pendek dan mulus ke surga (seperti para nabi), tanpa memperhitungkan dosa-dosa mereka atau status keseimbangan hasanat dan sayaat mereka (Q, 2.154, Q.3.169- 170).

Apakah ada yang masih heran dengan alasan mengapa banyak Muslim ingin menjadi suicide bombers ? :wink:

Image
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=9476


------------------------------
Referensi Quran:
http://www.pesantrenvirtual.com/index.p ... &Itemid=33

Q. 69: 19 Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".
[1508]. Kata ‘kitab’ maksudnya: catatan amalan perbuatannya.

Q. 69: 20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

Q. 69: 21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

Q.74: 39. kecuali golongan kanan,

Q.84: 7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

Q.84: 8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

Q.84: 9. dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira.

Q.69: 25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

Q.69: 26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab (catatan) terhadap diriku

Q.69: 27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikanku.

Q.69: 28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku!

Q.69: 29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku"...

Q.69: 30. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya,

Q.69: 31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Q.69: 32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta!”

Q.84: 10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

Q.50: 17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Q.50: 18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Q.2. 154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Q.3. 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.

Q.3. 170. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

:wink:
Last edited by ali5196 on Sat Jul 28, 2007 9:32 pm, edited 5 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Nov 15, 2006 10:14 pm

Hari Kiamat menurut Quran/Hadis, oleh A SINA
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c.php?t=32
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby coudry1 » Mon Jul 14, 2008 5:10 pm

QS 19:71
71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

datang disitu bukan berarti disiksa bro,
coudry1
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Sat Jul 12, 2008 9:04 pm


Return to Resource Centre: Quran & Hadits



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users