by MuridMurtad » Sun Dec 31, 2006 8:08 pm
Karl May, pengarang buku petualangan mampu mengecoh pembaca seolah-olah ia pernah mengunjungi tempat-tempat yang disebut dalam bukunya, padahal ia tidak pernah ke mana-mana tetapi hanya mengutip dari berbagai literature dan penuturan dari orang lain yang pernah ke tempat tsb.
Sama seperti Karl May , berabad-abad sebelumnya (sampai sekarang), Muhammad mampu mengecoh jutaan orang yang percaya atas bualannya dan menganggap hayalannya adalah pesan dari alam ghoib. Tapi berbeda dengan Karl May yang menulis bukunya begitu sempurna, maka kisah dari Muhammad hanya sempurna bagi orang-orang **** dan tidak berpengetahuan seperti dirinya, kerena sebenarnya banyak kisah atau anekdot yang menurut Muhammad berasal dari Allah ternyata banyak cacatnya.
Dalam peristiwa Isra Miraj, selain salah mengira ada Mesjid di situs ex kuil Herodes, Jerusalem, Muhammad juga salah kaprah dengan mengatakan di langit ke 7 ada Sungai Nil. Kenapa nggak sekalian aja sungai Ciliwung ya ?
Sahih Bukhari, Volume 4, Book 54, Number 429 (Isra Miraj ke langit ke 7)
………………………………………………………………………………………….
Kemudian aku melihat Sidrat-ul-Muntaha (pohon kuldi) dan aku melihat buah-buah Nabk yang seperti kendi tanah liat Hajr, dan daun-daunnya seperti telinga gajah, dan empat sungai berasal dari akar-akarnya, dua kelihatan nyata dan dua tersembunyi. Aku berkata kepada Jibril tentang sungai-sungai itu dan dia berkata, ‘Dua sungai tersembunyi di dalam Firdaus, dan yang terlihat adalah sungai Nil dan Efrat.’……………………………..
Sumber contekan Muhammad :
Kejadian 2:10-14
Ada suatu sungai yang mengalir membasahi taman (Eden) itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi 4 cabang. Yang pertama namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada……….Nama sungai yang kedua adalah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi tanah Kusy. Nama sungai yang ketiga adalah Tigris,……..dan sungai yang ke empat adalah Efrat.
Bibel tidak pernah menyebut sungai Efrat ada di langit ke 7. Itu adalah sungai-sungai yang ada di wilayah Mesopotamia (sekarang Iraq) , kampung halaman Ibrahim. Lalu dari mana Muhammad kemudian memunculkan nama sungai Nil ?
Nama sungai Nil muncul kerena orang-orang dulu menafsirkan kata Kusy (Cush) dalam Kejadian 2:10-14 adalah Ethiopia (Bible terjemahan King James menyebut Ethiopia), yang letaknya di Afrika, sehingga sungai Gihon disamakan dengan sungai Nil. Padahal kalau demikian kejadiannya maka Taman Eden menjadi sangat luas (meliputi Asia Tengah dan Afrika dan laut Merah !).
Sementara Kusy atau Cush dalam Bibel sebenarnya adalah nama anaknya Ham anak Nuh, yang memperanakan Nimrod, yang menurut islam secara ngaco dikatakan sejaman dengan Ibrahim !!
Kejadian 10 : 8 – 10 :
Kusy memperanakkan Nimrod……..Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh dan Akkad, semuanya di tanah Sinear.
Sinear adalah sebutan untuk tanah berdirinya Babylonia. Jadi keturunan Kusy awalnya ada di daerah Babylonia yang letaknya meliputi daerah Mesopotamia. Kalau kemudian Ethiopia disebut keturunan Kusy, barangkali kerena migrasi. Nama Cush sendiri tersebar diberbagai daerah tidak hanya di Ethiopia, misal Hindu-Kush di Afganistan, ataupun Khuzestan.
Jadi sungai Gihon itu bukan ada di Afrika melainkan didaerah Mesopotamia, dan satu pertemuan dengan Eufrat dan Tigris. Dan sungai itu di masa sekarang sudah berganti nama (tapi tidak perlu si bahas lebih jauh).
Kemudian anggapan bahwa empat sungai itu ada di langit disebabkan kekeliruan tafsiran Yahudi (dan Nasrani) yang menganggap Taman Eden ada di Surga. Padahal yang dimaksud “surga” bukanlah sebuah tempat tapi suatu keadaan bersamanya manusia dengan Tuhan. Dimana ada kehadiran Tuhan, tempat itu boleh disebut surga. Jadi kalau manusia mati masuk surga, artinya kembali bersama-sama Tuhan, seperti waktu Adam belum diusir dari Taman Eden, bukan kembali ke perbatasan Iran - Irak atau ke langit ke 7 !.
Sementara kisah Taman Eden (Quran : Jannatul Adn) sendiri berlatar belakang legenda Sumeria (tempat asal muasal Ibrahim) yang wilayahnya di apit oleh sungai Eufrat dan Tigris. Dalam bahasa Akkadian Edin artinya “plain” atau padang (rumput). Dikisahkan manusia awalnya telanjang (sementara para ilah berpakaian) mengembara di edin. Manusia itu kemudian ditangkap oleh para ilah, dimana kemudian ditempatkan di Taman dan dijadikan BUDAK ILAH untuk merawat Taman itu. Oleh para ilah (kerena tidak tahan melihat manusia telanjang) manusia itu kemudian diberi pakaian (mirip Allah SWT menyuruh muslimat dibungkus mirip pocong !) . Taman itu disebut Taman Edin.
Dalam Bibel kisah itu kemudian dibalik dengan menyatakan manusia bukan budak para ilah, melainkan GAMBAR dari ilah, dan jika manusia kemudian berpakaian (menjadi seperti Ilah) itu atas kesadarannya sendiri kerena memakan buah terlarang.
Muhammad yang dipengaruhi TAFSIRAN YANG SALAH, kemudian mengembalikan kepercayaan Sumeria yaitu manusia adalah BUDAK ILAH (ALLAH), bahkan percaya bahwa sungai Eufrat ada di langit ke 7.
Tapi barangkali kalau Muhamad menyebut secara benar keempat sungai, masih dapat dimaafkan, TAPI YANG LEBIH PARAHNYA, Muhammad mengatakan sungai Gihon sebagai sungai Nil …
Jadi kisah Isra Miraj tidak lebih hanya hayalan, mimpi, atau entah apa namanya. Demikian juga dengan kisah-kisah Alquran, semua hanya karangan saja dan TIDAK ADA YANG NAMANYA WAHYU TUHAN DIDIKTEKAN……………….kalau ada Tuhan seperti itu, namanya Tuhan guoblokkk.
--