. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Sun Aug 16, 2009 10:15 pm

hinadina wrote:memangnya mariah pernah dinikahi oleh muhammad???
boleh tahu haditsnya?


Sejujurnya saya belum pernah membaca hadits mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Mariah al Qibityah ra.
Namun saya pernah membaca referensi seperti ini yang disampaikan oleh Imam Qordlowi:
Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan menaklukan seuah negeri yang di dalamnya disebut-sebut Qirath (satuan berat di Mesir), maka berwasiatlah dengan penduduknya dengan kebaikan, karena memereka memiliki jaminan dan hubungan rahima (kekeluargan).” (HR. Muslim, juz. 12, Hal. 357, No. 4614. Al Maktabah Asy Syamilah) Berkata Imam An Nawawi: “Hubungan yang mereka miliki adalah Hajar (Ibu Nabi Ismail) adalah golongan Qibthy, sedangkan hubungan perbesanan dikarenakan Isteri Nabi SHallallahu “Alaihi wa Sallam, Mariah Al Qibthiyah, juga berasal dari mereka.” (Imam An Nawawi, Riyadhus Shalihin, Hal. 109. Maktabatul Iman)

Insya Allah akan saya cari terus referensi lain (terutama hadits) mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Mariah at Qibtiyah ra.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby curious » Mon Aug 17, 2009 7:22 pm

silancah wrote:Insya Allah akan saya cari terus referensi lain (terutama hadits) mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Mariah at Qibtiyah ra.


Mari baca buku Sejarah Hidup Muhammad versi Muhammad Haekal
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muh ... ml#Ibrahim lahir

Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Kopti Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu masih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm'l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di 'Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur. Ia sering berkunjung ke sana seperti biasanya orang mengunjungi hak-miliknya. Ia mengambilnya sebagai hadiah dari Muqauqis bersama-sama saudaranya yang perempuan, Sirin, dan Sirin ini diberikannya kepada Hassan b. Thabit. Sesudah Khadijah wafat, dari semua isterinya, baik yang muda remaja atau yang sudah setengah umur, yang dulu pernah memberikan keturunan, Muhammad tidak pernah menantikan mereka masih akan memberikan keturunan lagi, yang selama sepuluh tahun berturut-turut belum ada tanda-tanda kesuburan pada mereka.

Perhatikan: Maria bersatus hamba, bukan istri. Dia dikunjungi seperti biasanya orang mengunjungi hak miliknya. Maksudnya sudah tentu DIKUNJUNGI secara carnal.

Setelah ternyata Maria mengandung dan kemudian lahir Ibrahim - ketika itu usianya sudah lampau enampuluh tahun - sangat gembira sekali ia. Rasa sukacita telah memenuhi hati manusia besar ini. Dengan kelahirannya itu kedudukan Maria dalam pandangannya tampak lebih tinggi, dari tingkat bekas-bekas budak ke derajat isteri. Ini menambah ia lebih disenangi dan lebih dekat lagi.

SETELAH melahirkan, status BUDAK pun TAMPAK lebih tinggi. Artinya sebelum melahirkan (termasuk waktu disetubuhi & sewaktu hamil) statusnya rendah seperti budak.

Semoga jelas kiranya.
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Tue Aug 18, 2009 9:15 am

silancah wrote:Insya Allah akan saya cari terus referensi lain (terutama hadits) mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Mariah at Qibtiyah ra.

curious wrote:Mari baca buku Sejarah Hidup Muhammad versi Muhammad Haekal
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muh ... ml#Ibrahim lahir

Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Kopti Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu masih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm'l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di 'Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur. Ia sering berkunjung ke sana seperti biasanya orang mengunjungi hak-miliknya. Ia mengambilnya sebagai hadiah dari Muqauqis bersama-sama saudaranya yang perempuan, Sirin, dan Sirin ini diberikannya kepada Hassan b. Thabit. Sesudah Khadijah wafat, dari semua isterinya, baik yang muda remaja atau yang sudah setengah umur, yang dulu pernah memberikan keturunan, Muhammad tidak pernah menantikan mereka masih akan memberikan keturunan lagi, yang selama sepuluh tahun berturut-turut belum ada tanda-tanda kesuburan pada mereka.

Perhatikan: Maria bersatus hamba, bukan istri. Dia dikunjungi seperti biasanya orang mengunjungi hak miliknya. Maksudnya sudah tentu DIKUNJUNGI secara carnal.

Setelah ternyata Maria mengandung dan kemudian lahir Ibrahim - ketika itu usianya sudah lampau enampuluh tahun - sangat gembira sekali ia. Rasa sukacita telah memenuhi hati manusia besar ini. Dengan kelahirannya itu kedudukan Maria dalam pandangannya tampak lebih tinggi, dari tingkat bekas-bekas budak ke derajat isteri. Ini menambah ia lebih disenangi dan lebih dekat lagi.

SETELAH melahirkan, status BUDAK pun TAMPAK lebih tinggi. Artinya sebelum melahirkan (termasuk waktu disetubuhi & sewaktu hamil) statusnya rendah seperti budak.

Semoga jelas kiranya.


Maaf saya kok tidak melihatnya seperti itu ya.
Masalah kedudukan Maria ra lebih tinggi bukan berarti tadinya budak yang belum dinikahi kemudian menjadi istri.

Berikut argumentasi yang saya temukan mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Maria ra:
1. Al-Quran menyatakan dengan tegas bahwa yang menjadi milik tangan kananmu dapat digauli/ditiduri JIKA telah dimerdekakan, beriman (Islam) dan dinikahi
QS An Nisaa 4:3 "...maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki"
QS An Nisaa 4:24 "dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu..."
QS Al Baqarah 2:21 "Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu...."

2. Dari 'Amr bin al-Harits, saudara Juwairiyah Ummul Mu^minin, ia berkata: RasuluLlah SAW tidak meninggalkan waktu wafatnya satu dirham dan tiada dinar
dan tidak ada budak laki-laki, tidak ada budak perempuan dan tidak sesuatu, kecuali baghal beliau yang putih dan senjata beliau dan sekeping tanah yang
telah beliau mensedekahkannya (Diriwayatkan oleh Bukhari-1463-).

3. Martin Lings (Abu Bakr Siraj al Din) yang berjudul Muhammad hal 523
“Sirin dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Mariyah dinikahi nabi sendiri. Ia ditempatkan di rumah yang dulu dihuni Syafiyyah ketika rumahnya yang dekat masjid belum dibangun.”

4. Karen Amstrong –Muhammad, Prophet for our time hal 272
“Gubernur Iskandariah di Mesir telah mengirimkan baginya seorang gadis budak cantik berambut ikal sebagai hadiah. Maria adalah seorang Kristen dan tidak berkeinginan masuk Islam, tetapi dia menjadi Saraya Muhammad, seorang istri yang mempertahankan status budak tetapi anak-anaknya akan menjadi bebas”

Sayangnya memang hadits pernikahan Rasululloh SAW dan Mariah ra belum saya temui namun pada saat yang bersamaan pun hadits mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan beberapa istri yang lainnya pun belum saya temui namun itu tidak berarti Rasululloh SAW tidak menikahi istri2nya dengan sah.
Semoga bisa memberikan pandangan yang baru.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Om Girang » Tue Aug 18, 2009 11:52 am

Mbak, ayat referensi mu bukan fakta otentik yang menjelaskan bahwa Muhammad pernah menikah dengan Mariah. Dan dukungan opini dari para Muslim Solehamu tidak memberikan bukti bahwa Muhammad pernah menikah dengan Mariah. Bahkan opini mereka bukan Quran dan Hadist, dan tidak dapat menyangkal bahwa Quran dan hadist jelas2 tidak pernah mengatakan bahwa Muhammad menikah dengan Mariah. Apakah anda sudah menyadari itu?
Om Girang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 826
Joined: Sun Mar 22, 2009 2:11 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby kutukupret » Tue Aug 18, 2009 12:09 pm

silancah wrote:Sayangnya memang hadits pernikahan Rasululloh SAW dan Mariah ra belum saya temui namun pada saat yang bersamaan pun hadits mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan beberapa istri yang lainnya pun belum saya temui namun itu tidak berarti Rasululloh SAW tidak menikahi istri2nya dengan sah.
Semoga bisa memberikan pandangan yang baru.


hadisnya memang TIDAK ADA atau anda sedang berusaha utk mengarang mencari pembenaran ?
Gimana ...Bila ada Hadis yang menunjukan setelah perang selesai dan mereka ber-PESTA SEX ? bisa disebut ber-ZINAH nggak ? sehabis perang usai lho :green:
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Tue Aug 18, 2009 12:33 pm

kutukupret wrote:hadisnya memang TIDAK ADA atau anda sedang berusaha utk mengarang mencari pembenaran ?
Gimana ...Bila ada Hadis yang menunjukan setelah perang selesai dan mereka ber-PESTA SEX ? bisa disebut ber-ZINAH nggak ? sehabis perang usai lho :green:


Begini saja ... tunjukkan hadits (sahih) yang merujuk pada pesta sex.
Lalu tunjukkan juga semua hadits (sahih) pernikahan Rasululloh SAW dengan istri2nya yang lain (at least 10 istri beliau). Kalau tidak ada maka apakah anda menyimpulkan kalau Rasululloh SAW berzinah tidak hanya dengan Maria ra?

Itu kalau anda tidak berkeberatan sih ... sumber anda yang miliki lengkap sehingga tinggal mencomot saja, ya kan?

@ Om girang,
Jangan panggil mbak dong ... saya cowok tulen lho... hehe
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby endfinal » Tue Aug 18, 2009 12:35 pm

@"silancah"
Maaf saya kok tidak melihatnya seperti itu ya.
Masalah kedudukan Maria ra lebih tinggi bukan berarti tadinya budak yang belum dinikahi kemudian menjadi istri.

Berikut argumentasi yang saya temukan mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan Maria ra:
1. Al-Quran menyatakan dengan tegas bahwa yang menjadi milik tangan kananmu dapat digauli/ditiduri JIKA telah dimerdekakan, beriman (Islam) dan dinikahi
QS An Nisaa 4:3 "...maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki"
QS An Nisaa 4:24 "dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu..."
QS Al Baqarah 2:21 "Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu...."

maaf, kok saya lihatnya tidak begitu ya. alquran jelas menghalalkan jinah dengan budak. alquran gak bilang budak itu harus dinikahi dulu baru boleh disex. ayat2 alquran diatas anda telah salah tafsir.
qs 4:3 = tentang hak perempuan yatim. bukan tentang menikahi budak. budak dinikahi memang boleh kok. tapi jangan lupa kalau alquran bilang tanpa dinikahi pun boleh juga disex.
qs 4:24 = coba bandingkan dengan qs 23:5. allah swt juga ngerti lah. kalau jinahi istri orang tentu bisa digolok sama suaminya. kalau jinahi budak, siapa yang berani golok?
qs 2:21 = kalau budak halal dijinahi kok. hehehehe............ :rofl:

trus, tentang Mariah yg dinikahi dulu baru disex muhamad itu mana buktinya ya??

bagaimana dgn ayat alquran yg ini :
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5
kecuali terhadap isteri2 dan budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Konteks kalimat ini (yang tidak dikutip sepenuhnya) menjelaskan secara detail bahwa para pria Muslim diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual dengan para istri dan budak2 wanita.

Q 24:33
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.


2. Dari 'Amr bin al-Harits, saudara Juwairiyah Ummul Mu^minin, ia berkata: RasuluLlah SAW tidak meninggalkan waktu wafatnya satu dirham dan tiada dinar
dan tidak ada budak laki-laki, tidak ada budak perempuan dan tidak sesuatu, kecuali baghal beliau yang putih dan senjata beliau dan sekeping tanah yang
telah beliau mensedekahkannya (Diriwayatkan oleh Bukhari-1463-).

si budak Mariah dinikahi dulu baru disex sama muhamad itu mana buktinya bung???
ingat bung, Mariah disebut budak saat disex sama muhamad. tidak ada ditulis Mariah sebagai istri. jangan lupa itu.

3. Martin Lings (Abu Bakr Siraj al Din) yang berjudul Muhammad hal 523
“Sirin dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Mariyah dinikahi nabi sendiri. Ia ditempatkan di rumah yang dulu dihuni Syafiyyah ketika rumahnya yang dekat masjid belum dibangun.”

4. Karen Amstrong –Muhammad, Prophet for our time hal 272
“Gubernur Iskandariah di Mesir telah mengirimkan baginya seorang gadis budak cantik berambut ikal sebagai hadiah. Maria adalah seorang Kristen dan tidak berkeinginan masuk Islam, tetapi dia menjadi Saraya Muhammad, seorang istri yang mempertahankan status budak tetapi anak-anaknya akan menjadi bebas”

Sayangnya memang hadits pernikahan Rasululloh SAW dan Mariah ra belum saya temui namun pada saat yang bersamaan pun hadits mengenai pernikahan Rasululloh SAW dengan beberapa istri yang lainnya pun belum saya temui namun itu tidak berarti Rasululloh SAW tidak menikahi istri2nya dengan sah.
Semoga bisa memberikan pandangan yang baru.

terima kasih atas kejujuran anda. memang tidak pernah ada bukti Mariah dinikahi muhamad. dalam beberap hadits jelas tertulis Aisah dinikahi oleh muhamad sebelum disex diusia 9thn. sedangkan Mariah selalu disebut sebagai budak, bukan istri saat disex muhamad.

tentang pernikahan muhamad dengan istri2 yang lain tidaklah begitu penting apakah ada tertulis dalam hadits atau tidak. non muslim pun gak merasa penting amat. tapi lucu juga kalau ada orang ngaku nabi2 terakhir ternyata kisah kawin cerai, jinahi budak, dll lebih menonjol ketimbang urusan surgawi.
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Tue Aug 18, 2009 12:49 pm

endfinal wrote:@
maaf, kok saya lihatnya tidak begitu ya. alquran jelas menghalalkan jinah dengan budak. alquran gak bilang budak itu harus dinikahi dulu baru boleh disex. ayat2 alquran diatas anda telah salah tafsir.
qs 4:3 = tentang hak perempuan yatim. bukan tentang menikahi budak. budak dinikahi memang boleh kok. tapi jangan lupa kalau alquran bilang tanpa dinikahi pun boleh juga disex.
qs 4:24 = coba bandingkan dengan qs 23:5. allah swt juga ngerti lah. kalau jinahi istri orang tentu bisa digolok sama suaminya. kalau jinahi budak, siapa yang berani golok?
qs 2:21 = kalau budak halal dijinahi kok. hehehehe............ :rofl:

trus, tentang Mariah yg dinikahi dulu baru disex muhamad itu mana buktinya ya??

bagaimana dgn ayat alquran yg ini :
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5
kecuali terhadap isteri2 dan budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Konteks kalimat ini (yang tidak dikutip sepenuhnya) menjelaskan secara detail bahwa para pria Muslim diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual dengan para istri dan budak2 wanita.

Q 24:33
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

terima kasih atas kejujuran anda. memang tidak pernah ada bukti Mariah dinikahi muhamad. dalam beberap hadits jelas tertulis Aisah dinikahi oleh muhamad sebelum disex diusia 9thn. sedangkan Mariah selalu disebut sebagai budak, bukan istri saat disex muhamad.

tentang pernikahan muhamad dengan istri2 yang lain tidaklah begitu penting apakah ada tertulis dalam hadits atau tidak. non muslim pun gak merasa penting amat. tapi lucu juga kalau ada orang ngaku nabi2 terakhir ternyata kisah kawin cerai, jinahi budak, dll lebih menonjol ketimbang urusan surgawi.


Maaf, saya memiliki pandangan/penafsiran yang berbeda.
Semua ayat2 di atas menyatakan kalau yang halal itu adalah istri2 dan budak (namun setelah yang dinikahi terlebih dahulu).
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby endfinal » Tue Aug 18, 2009 12:51 pm

@"silancah"
Lalu tunjukkan juga semua hadits (sahih) pernikahan Rasululloh SAW dengan istri2nya yang lain (at least 10 istri beliau). Kalau tidak ada maka apakah anda menyimpulkan kalau Rasululloh SAW berzinah tidak hanya dengan Maria ra?

kalau gak ada 10 maka Mariah bukan budak saat dinikahi moh??
jangan-jangan muhamad pun berjinah dgn wanita2 yg ngaku istri muhamad karena tidak ada bukti ijab kabul.

setahu saya hanya Aisah yg jelas dinikahi muhamad diusia 6-7 thn. sisanya gak jelas. kalau gitu berarti muhamad berjinah dgn banyak wanita tanpa ijab kabul??
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby endfinal » Tue Aug 18, 2009 12:57 pm

silancah wrote:Maaf, saya memiliki pandangan/penafsiran yang berbeda.
Semua ayat2 di atas menyatakan kalau yang halal itu adalah istri2 dan budak (namun setelah yang dinikahi terlebih dahulu).

saya sih cuma mau mengingatkan. jangan ente mendustakan alquran. nanti masuk neraka dan kena azab allah swt. sama seperti poligami yg adalah ketentuan allah swt, jangan anda menolak ketentuan allah swt yg menghalalkan jinahi budak seperti yg muhamad lakukan terhadap mariah. resiko api neraka ada ditangan anda sendiri jika anda menolak ketentuan allah swt.

alquran jelas menghalalkan jinahi budak. banyak negara islam seperti arab saudi menuruti perintah allah swt itu. banyak TKI diperkosa majikan arab. jika ente tidak setuju maka ente menolak ketentuan allah swt dan anda telah menjadi kafir islam.

hati-hatilah dengan pandangan pribadi anda karena allah swt tidak bisa berkompromi dengan tafsiran muslim.
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby hinadina » Tue Aug 18, 2009 1:28 pm

silancah wrote:Maaf, saya memiliki pandangan/penafsiran yang berbeda.
Semua ayat2 di atas menyatakan kalau yang halal itu adalah istri2 dan budak (namun setelah yang dinikahi terlebih dahulu).

memangnya kalo budak sudah di nikahi statusnya tetap budak atau istri?
hinadina
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 486
Joined: Sat Jan 12, 2008 1:54 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Tue Aug 18, 2009 1:29 pm

endfinal wrote:@"silancah"
kalau gak ada 10 maka Mariah bukan budak saat dinikahi moh??
jangan-jangan muhamad pun berjinah dgn wanita2 yg ngaku istri muhamad karena tidak ada bukti ijab kabul.

setahu saya hanya Aisah yg jelas dinikahi muhamad diusia 6-7 thn. sisanya gak jelas. kalau gitu berarti muhamad berjinah dgn banyak wanita tanpa ijab kabul??


Justru ini, menurut saya, penarikan kesimpulan yang salah.
Hanya karena belum ditemukannya hadits yang mengisahkan pernikahan Rasululloh SAW dengan istri2nya bukan berarti pernikahan itu tidak ada.
Hanya karena belum ditemukannya hadits yang mengisahkan pernikahan Rasululloh SAW dengan Mariah Qibtiyah bukan berarti Rasululloh SAW menzinahi beliau sebelum kelahiran Ibrahim
endfinal wrote:saya sih cuma mau mengingatkan. jangan ente mendustakan alquran. nanti masuk neraka dan kena azab allah swt. sama seperti poligami yg adalah ketentuan allah swt, jangan anda menolak ketentuan allah swt yg menghalalkan jinahi budak seperti yg muhamad lakukan terhadap mariah. resiko api neraka ada ditangan anda sendiri jika anda menolak ketentuan allah swt.

alquran jelas menghalalkan jinahi budak. banyak negara islam seperti arab saudi menuruti perintah allah swt itu. banyak TKI diperkosa majikan arab. jika ente tidak setuju maka ente menolak ketentuan allah swt dan anda telah menjadi kafir islam.

hati-hatilah dengan pandangan pribadi anda karena allah swt tidak bisa berkompromi dengan tafsiran muslim.


Terima kasih atas peringatannya bro ...
Insya Allah, selama ini pun saya menghindari untuk mendustakan Al Quran dan berusaha menafsirkan Al Quran sesuai dengan akal sehat dan ijma ulama yang jauh lebih mumpuni dari saya.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby cikoko » Tue Aug 18, 2009 11:41 pm

DHS: BACA YAH BIAR GA DIKENTUTIN DULADI MULU............


[ASBABUN NUZUL QS 66 1-2] ======>dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw minum madu dirumah saudah, kemudian pergi ke rumah Aisyah. Aisyah berkata :"Aku mencium bau yang tidak sedap". Kemudian Rasulullah saw bersabda :"barangkali berasal dari minuman yg diminum di rumah Saudah. Demi Allah saya tidak akan meminumnya lagi"". Maka turunlah ayat ini (QS 66:1-2) sebagai teguran kepada Rasulullah yg telah mengharamkan yg halal baginya.(diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dgn sanad SHAHIH yg bersumber dari Ibnu Abbas. Hadists ini mempunyai SYAHID-SYAHID (saksi-saksi) di dalam shahihain.
(asbabun nuzul : .Khq shaleh, h.A.A dahlan, drs mddahlan)



======>.Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (QS 66:1) turun berkenaan dgn mariyah al-qibthiyyah (seorang sahaya Rasulullah s.a.w) yg diharamkan disentuh olehNya.(diriwayatkan oleh Al-Bazzar dengan sanad yang shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas). :turban:



[ASBABUN NUZUL QS 4:24 ]======> dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum muslimin mendapat tawanan wanita yg mempunyai suami dari peperangan Authos. Mereka tidak mau dicampuri oleh yg berhak terhadap tawanan itu. Maka bertanyalah kaum muslimin kepada Rasulullah saw hingga turunlah ayat (QS 4:24). (diriwayatkan muslim, abu dawud, tirmidzi dan An-Nasai yg brsumber dari Abi sa'id Al khudri.).

======>Dalam rwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (4:24) diwaktu perang Hunain, tatkala Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dan dapat tawanan beberapa ahli kitab. Keitika akan dicampuri mereka menolak dengan alasan bersuami, dan kaum muslimin bertanya kepada Rasulullah. Dan Rasulullah s.a.W menjawab berdasarkan pd ayat tsbt.(riwayat Ath-thabarani yg bersumber dari Ibnu Abas).
======>(QS 4:24)" DAN (DIHARAMKAN JUGA KAMU MENGAWINI)wanita-wanita yg masih bersuami (tambahan dr ayat 23 sehingga menjadi 14 macam yg tdk boleh dikawini), kecuali budak-budak yg kamu miliki(yg suaminya tidak ikut bersamanya). Begitulah ketetapan hukum-hukum Allah kepadamu. Dan dihalalkan kamu mengawini wanita-wanita selain dari yang tersebut itu. Dengan hartamu(kesanggupanmu) kamu boleh mencari (memilih) wanita-wanita untuk dikawini(secara halal) bukan ber-Zina. Kepada isteri isteri yg telah kamu campuri(bersetubuh) hendaklah kamu berikan mas kawinnya (secukupnya), sebagai suatu kewajiban. Dantidaklah menjadi dosa bagimu jika ada kerelaan antara kamu sesudah maskawin itu ditetapkan(untuk menambah, mengurangi atau sama sekali tidak menyerahkannya asal ada kerelaan). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. :turban:
User avatar
cikoko
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 223
Joined: Sat Aug 01, 2009 8:03 pm
Location: pribumi

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby gabrielnotjibril » Wed Aug 19, 2009 1:52 am

jibaok penyembah batu hitam... bagaimana kasus mohamad dengan maria pembantu hafsa.

apakah sudah ada ulama top negeri ini yg membantah dan menerangkan secara detail kalau itu adalah cerita ngawur...!!! :-" :-" :-({|=
semuanya sama kayak elo jibaok bidat peyembah batu... cuma bisa bilang " nga ada itu ..... xixixixixi "
gabrielnotjibril
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 400
Joined: Sat Jan 03, 2009 7:34 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby hinadina » Wed Aug 19, 2009 9:46 pm

silancah wrote:Maaf, saya memiliki pandangan/penafsiran yang berbeda.
Semua ayat2 di atas menyatakan kalau yang halal itu adalah istri2 dan budak (namun setelah yang dinikahi terlebih dahulu).

memangnya kalo budak sudah di nikahi statusnya tetap budak atau istri?

mumpung silancah online....siapa tahu di balas
hinadina
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 486
Joined: Sat Jan 12, 2008 1:54 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Wed Aug 19, 2009 11:19 pm

hinadina wrote:memangnya kalo budak sudah di nikahi statusnya tetap budak atau istri?

mumpung silancah online....siapa tahu di balas


Pada Tafsir Ibnu Katsir untuk QS An Nisaa 4:24 dituliskan:
Sekelompok ulama salaf berpendapat bahwa menjual budak wanita merupakan tindakan perceraian dari suaminya.
Saat Aisyah ra membeli Barirah dan memerdekakannya maka perkawinannya tidak batal dengan suaminya.

Di sini sudah jelas bahwa saat budak dinikahi maka statusnya masih bisa berupa budak dan tidak otomatis menjadi istri.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby MasTom » Thu Aug 20, 2009 1:14 am

silancah wrote:Pada Tafsir Ibnu Katsir untuk QS An Nisaa 4:24 dituliskan:
Sekelompok ulama salaf berpendapat bahwa menjual budak wanita merupakan tindakan perceraian dari suaminya.


1. ini adalah budak perempuan yang dimiliki seorang laki-laki
yang kemudian menggaulinya SETELAH menikahinya (BISA TANPA DENGAN MEMERDEKAKANNYA)
ingat status ummu walad - seorang budak yang melahirkan anak bagi tuannya (sekaligus suaminya)

dalam hal ini perceraian (pemutusan hubungan nikah) maka
peristiwa perceraian membuka pintu bagi TUAN (eks suami) untuk menjual BUDAKbudaknya (eks istri)


Bulughul Maram
-Ibnu Hajar Al-Ashqolani-
Kitab Nikah
'Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata: Barirah disuruh memilih untuk melanjutkan kekeluargaan dengan suaminya atau tidak ketika ia merdeka.
Muttafaq Alaihi -dalam hadits yang panjang. Menurut riwayat Muslim tentang hadits Barirah: bahwa suaminya adalah seorang budak. Menurut riwayat lain: Suaminya orang merdeka. Namun yang pertama lebih kuat. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu riwayat Bukhari membenarkan bahwa ia adalah seorang budak.


silancah wrote:Saat Aisyah ra membeli Barirah dan memerdekakannya maka perkawinannya tidak batal dengan suaminya.


2. TUAN adalah aisyah (perempuan) dan BUDAK adalah barirah (perempuan)
bila dibaca dalam hadis di atas maka barirah (BUDAK) menikah dengan suaminya adalah atas perintah aisyah (TUAN)
memerdekakan barirah artinya barirah tidak terikat lagi dengan perintah aisyah
sehingga barirah bisa memilih bercerai atau melanjutkan pernikahannya

silancah wrote:Di sini sudah jelas bahwa saat budak dinikahi maka statusnya masih bisa berupa budak dan tidak otomatis menjadi istri.


3. muhammad HANYA DIIJINKAN allah untuk mempunyai 9 istri QS 33:52
hayyooooo didaftar apakah Mariyah termasuk yang sembilan (11?) atau tidak
kalau melihat tahun mariyah diberikan dan tahun ibrahim bin muhammad meninggal
maka TIDAK MUNGKIN muhammad menikahi mariyah karena akan melanggar perintah allah dalam QS 33:52 tsb


Al Ahzab 52. Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu[1227].

[1227]. Nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri sebanyak yang telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain.

========================================================
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Penyusuan
Bab 10: Seorang istri boleh memberikan gilirannya kepada madunya yang lain
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ حَضَرْنَا مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ جَنَازَةَ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَرِفَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ هَذِهِ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا رَفَعْتُمْ نَعْشَهَا فَلَا تُزَعْزِعُوا وَلَا تُزَلْزِلُوا وَارْفُقُوا فَإِنَّهُ كَانَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعٌ فَكَانَ يَقْسِمُ لِثَمَانٍ وَلَا يَقْسِمُ لِوَاحِدَةٍ قَالَ عَطَاءٌ الَّتِي لَا يَقْسِمُ لَهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيِّ بْنِ أَخْطَبَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ قَالَ عَطَاءٌ كَانَتْ آخِرَهُنَّ مَوْتًا مَاتَتْ بِالْمَدِينَةِ
Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu : ia berkata:Kami bersama Ibnu Abbas menghadiri pemakaman jenazah di daerah Saraf. Ibnu Abbas berkata: Ini adalah jenazah istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam Apabila kamu mengangkat kerandanya, maka janganlah kamu goyangkan atau goncangkan, dan berhati-hatilah. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu memiliki sembilan orang istri, beliau biasa menggilir yang delapan dan tidak menggilir yang satu

============================

Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Mandi
Bab 12: Apabila Menyetubuhi Istri Lalu Mengulanginya dan Suami yang Menggilir Beberapa Istrinya dalam Satu Kali Mandi  
157. Anas bin Malik berkata, "Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mengelilingi (mendatangi) istri-istri beliau pada satu malam dan siang, dan mereka ada sebelas orang wanita (dalam satu riwayat: sembilan orang wanita, 6/117)." Salah seorang yang meriwayatkan hadits ini (yakni Qatadah) berkata, "Aku bertanya kepada Anas, 'Apakah beliau mampu melakukan hal itu?' Ia menjawab, 'Kami katakan bahwa beliau diberi kekuatan tiga puluh orang.'"



4. DISIMPULKAN
muhammad TIDAK PERNAH menikahi mariyah
muhammad menggauli mariyah KARENA HAK-NYA sebagai tuan atas budaknya
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2550
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Thu Aug 20, 2009 9:26 am

MasTom wrote:Bulughul Maram
-Ibnu Hajar Al-Ashqolani-
Kitab Nikah
'Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata: Barirah disuruh memilih untuk melanjutkan kekeluargaan dengan suaminya atau tidak ketika ia merdeka.
Muttafaq Alaihi -dalam hadits yang panjang. Menurut riwayat Muslim tentang hadits Barirah: bahwa suaminya adalah seorang budak. Menurut riwayat lain: Suaminya orang merdeka. Namun yang pertama lebih kuat. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu riwayat Bukhari membenarkan bahwa ia adalah seorang budak.
2. TUAN adalah aisyah (perempuan) dan BUDAK adalah barirah (perempuan)
bila dibaca dalam hadis di atas maka barirah (BUDAK) menikah dengan suaminya adalah atas perintah aisyah (TUAN)
memerdekakan barirah artinya barirah tidak terikat lagi dengan perintah aisyah
sehingga barirah bisa memilih bercerai atau melanjutkan pernikahannya


Kalau saya lihat di buku Tafsir Ibnu Katsir, paparan diungkapkan sehubungan dengan satu cerita ... yaitu mengenai Barirah yang menikah dengan suaminya (namun tidak memerdekakannya) kemudian barulah dibeli dan dimerdekakan oleh Aisyah ra. Setelahnya barulah Rasululloh SAW/Aisyah ra bertanya kepada Barirah apakah dia ingin bercerai atau tidak dengan suaminya. Jadi sebelum Aisyrah ra membeli, Barirah telah menikah dengan suaminya.

MasTom wrote:3. muhammad HANYA DIIJINKAN allah untuk mempunyai 9 istri QS 33:52
hayyooooo didaftar apakah Mariyah termasuk yang sembilan (11?) atau tidak
kalau melihat tahun mariyah diberikan dan tahun ibrahim bin muhammad meninggal
maka TIDAK MUNGKIN muhammad menikahi mariyah karena akan melanggar perintah allah dalam QS 33:52 tsb

Al Ahzab 52. Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu[1227].

[1227]. Nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri sebanyak yang telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain.


Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, berdasarkan pendapat yang paling shahih, pemahamannya adalah saat ayat itu diturunkan maka Rasululloh SAW tidak diijinkan untuk menikahi orang lain "He was forbidden to marry more women, even if he were to divorce any of them and wanted replace her with another, except for those whom his right hand possessed (slave women)." kecuali untuk menikah dengan budaknya yaitu Mariah Qibityah ... and that is exactly what Rasululloh SAW did. Menikahi Mariah Qibityah.
MasTom wrote:Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Penyusuan
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu memiliki sembilan orang istri, beliau biasa menggilir yang delapan dan tidak menggilir yang satu
4. DISIMPULKAN
muhammad TIDAK PERNAH menikahi mariyah
muhammad menggauli mariyah KARENA HAK-NYA sebagai tuan atas budaknya


Kalau dilihat dari Shahih Muslim di atas disebutkan bahwa Rasululloh SAW menggilir yang delapan (membagi waktunya yang adil di antara kedelapan istrinya yang diambil dari golongan yang merdeka) sementara tidak menggilir yang satu (Maria yang walaupun sudah menjadi istri namun statusnya masih belum merdeka) karena disebutkan - kalau tidak salah di Tafsir QS An Nisaa 4:23 - bahwa, walapun sangat dianjurkan, tetapi tidak ada kewajiban untuk membagi waktu dengan adil kepada (istri) yang statusnya masih budak sebagaimana kewajiban untuk bersikap adil kepada istri2 dari golongan yang merdeka.

Jadi kesimpulan yang saya dapatkan sampai saat ini masih berbeda dengan kesimpulan yang anda miliki.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby kutukupret » Thu Aug 20, 2009 10:58 am

MasTom wrote:Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Penyusuan
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu memiliki sembilan orang istri, beliau biasa menggilir yang delapan dan tidak menggilir yang satu
4. DISIMPULKAN
muhammad TIDAK PERNAH menikahi mariyah
muhammad menggauli mariyah KARENA HAK-NYA sebagai tuan atas budaknya
silancah wrote:Kalau dilihat dari Shahih Muslim di atas disebutkan bahwa Rasululloh SAW menggilir yang delapan (membagi waktunya yang adil di antara kedelapan istrinya yang diambil dari golongan yang merdeka) sementara tidak menggilir yang satu (Maria yang walaupun sudah menjadi istri namun statusnya masih belum merdeka) karena disebutkan - kalau tidak salah di Tafsir QS An Nisaa 4:23 - bahwa, walapun sangat dianjurkan, tetapi tidak ada kewajiban untuk membagi waktu dengan adil kepada (istri) yang statusnya masih budak sebagaimana kewajiban untuk bersikap adil kepada istri2 dari golongan yang merdeka.

Jadi kesimpulan yang saya dapatkan sampai saat ini masih berbeda dengan kesimpulan yang anda miliki.


Kalau liat silancah mencari pembenaran memang hebat =D> =D> =D>

mas....sedang membela nabi pezinah ulung ya ?

gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah sebagai ISTRI ? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah sebagai BUDAK ? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah di nikahi dan terima MAHR? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa berhubungan SEX dgn BUDAK tanpa NIKAH itu HALAL ? YA/TIDAk

Ada bukti Mariah di nikahi ? ada bukti dia berhubungan SEX dgn Muhammad ?
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby silancah » Thu Aug 20, 2009 12:02 pm

kutukupret wrote:Kalau liat silancah mencari pembenaran memang hebat =D> =D> =D>

mas....sedang membela nabi pezinah ulung ya ?

gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah sebagai ISTRI ? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah sebagai BUDAK ? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa Mariyah di nikahi dan terima MAHR? YA/TIDAk
gini mas, adakah hadis yang mengatakan bahwa berhubungan SEX dgn BUDAK tanpa NIKAH itu HALAL ? YA/TIDAk

Ada bukti Mariah di nikahi ? ada bukti dia berhubungan SEX dgn Muhammad ?


Hehehehe .. terima kasih atas 'pujian'nya.

1. Yang secara spesifik belum saya temukan namun saya temukan Hadits berikut:
Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan menaklukan seuah negeri yang di dalamnya disebut-sebut Qirath (satuan berat di Mesir), maka berwasiatlah dengan penduduknya dengan kebaikan, karena memereka memiliki jaminan dan hubungan rahima (kekeluargan).” (HR. Muslim, juz. 12, Hal. 357, No. 4614. Al Maktabah Asy Syamilah)
Menurut Imam Nawawi: “Hubungan yang mereka miliki adalah Hajar (Ibu Nabi Ismail) adalah golongan Qibthy, sedangkan hubungan perbesanan dikarenakan Isteri Nabi SHallallahu “Alaihi wa Sallam, Mariah Al Qibthiyah, juga berasal dari mereka.” (Imam An Nawawi, Riyadhus Shalihin, Hal. 109. Maktabatul Iman)
2. Ya
3. Belum saya temukan
4. Tidak ada

Kalau bukti pernikahan berupa hadits belum saya temukan, yang saya miliki beberapa rujukan kepada Al Quran seperti :
- Al-Quran Karim menyatakan dengan tegas bahwa yang menjadi milik tangan kananmu dapat digauli/ditiduri JIKA telah dimerdekakan, beriman (Islam) dan dinikahi (4:3, 4:24, 2:221, dll).
- RasuluLlah SAW tidak meninggalkan waktu wafatnya satu dirham dan tiada dinar dan tidak ada budak laki-laki, tidak ada budak perempuan dan tidak sesuatu, kecuali baghal beliau yang putih dan senjata beliau dan sekeping tanah yang telah beliau mensedekahkannya (Diriwayatkan oleh Bukhari-1463-).

Serta tulisan penulis sejarah Martin Lings (Abu Bakr Siraj al Din) dan Karen Armstrong.
silancah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 394
Joined: Sat Jul 18, 2009 1:58 pm

PreviousNext

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users