. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Duladi » Wed Jun 24, 2009 5:00 pm

Muhammad menerapkan hukuman rajam bagi sepasang Yahudi yang berzinah

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 531-533

    Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata kepadaku, ia mendengar seseorang dari Muzainah dari salah seorang ulama yang berbicara dengan Sa'id bin Al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata kepada mereka, bahwa rahib-rahib Yahudi berkumpul di Baitul Midras -ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah- dan sebelumnya salah seorang dari mereka telah berzina -setelah ia menikah- dengan seorang wanita Yahudi yang telah menikah.

    Mereka berkata, `Bawalah pria dan wanita ini kepada Muhammad, kemudian tanyakan kepadanya bagaimana hukum keduanya, dan beri dia hak untuk mengadili keduanya. Jika ia menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya seperti kalian, dia seorang raja dan ikuti dia. Jika dia menjatuhkan hukuman rajam kepadanya, dia seorang nabi dan jagalah apa yang ada pada kalian jangan sampai dia merampasnya.'

    Mereka mendatangi Rasulullah SAW kemudian berkata, `Hai Muhammad. orang ini telah menikah kemudian berzina dengan wanita ini yang juga telah menikah. Adililah keduanya, karena kami telah memberi hak kepadamu untuk mengadili keduanya.'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan hingga tiba di rahib-rahib mereka di Baitul Midras. Beliau bersabda kepada mereka. `Hai orang-orang Yahudi, keluarkan untukku ulama kalian.'

    Mereka mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam.
    Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian orang dari Bani Quraidzah berkata kepadaku, selain mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka juga mengeluarkan Abu Yasir bin Akhthab dan Wahb bin Yahudza. Rahib-rahib Yahudi berkata, `Orang-orang inilah ulama kami.'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang masing-masing ulama mereka tersebut hingga akhirnya mereka berkata tentang Abdullah bin Shuriya, `Orang ini lebih pandai tentang Taurat daripada ulama-ulama kami lainnya.'

    Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk berduaan dengan Abdullah bin Shuriya. Abdullah bin Shuriya adalah orang termuda di antara ulama-ulama Yahudi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mencecar Abdullah bin Shuriya dengan pertanyaan-pertanyaan, dan bertanya kepada Abdullah bin Shuriya, `Hai anak Shuriya, aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, dan dengan hari-hari Allah yang ada di Bani Israel, tidakkah engkau tahu bahwa Allah memutuskan hukuman rajam bagi muhshan (orang yang telah menikah) yang berzina dalam Taurat.'

    Abdullah bin Shuriya berkata. `Ya, demi Allah! Demi Allah, wahai Abu Al-Qasim, sesungguhnya orang-orang Yahudi telah mengetahui bahwa engkau nabi yang diutus, namun mereka merasa iri kepadamu.'

    Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dan memerintahkan kedua orang tersebut dirajam di depan pintu masjid beliau di Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Shuriya kafir dan tidak mengakui kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

    Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang orang-orang Yahudi tersebut,

      Hai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera kepada kekafiran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, Kami telah benman, ' padahal hati mereka belum beriman, dan di antara orang-orang Yahudi yang amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan perkataan orang lain yang belum pemah datang kepadamu; mereka mengubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, Jika diberikan ini kepada kalian, maka terimalah, dan jika kalian diberi yang bukan ini, maka hati hatilah. Barangsiapa Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka memperoleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.' (Al-Maidah: 41)

    Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Thalhah bin Yazid bin Rukanah berkata kepadaku dari Ismail bin Ibrahim dari Ibnu Abbas yang berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pelaksanaan hukuman rajam kepada kedua pelaku zina tersebut, kemudian keduanya dirajam di depan masjid beliau. Ketika laki-laki Yahudi tersebut mulai mendapatkan lemparan batu, ia berdiri menuju sahabat wanitanya, kemudian menelungkupinya guna melindungi dari lemparan batu hingga akhirnya keduanya mati. Itulah salah satu yang diperbuat Allah bagi Rasul-Nya dalam melaksanakan eksekusi zina terhadap kedua orang tersebut."

Muhammad dan para pengikutnya juga berzinah, tapi tidak dihukum rajam

Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195
    Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasul SAW melakukan persetubuhan dg Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (di belakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, "Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku." Hazrat (yg mulia) itu berkata, "Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”


Tidak lama berselang, dia bukannya taubat karena telah berzinah dg Mariyah, malah dia mengarang ayat untuk membatalkan sumpahnya itu supaya dia boleh meniduri Mariyah kembali:

Q 66:1-2
    Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Muhammad terus melakukan zinah dengan Mariyah, dan status Mariyah tetap budak (bukan istri) sampai dia melahirkan anak haram.

http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Ibrahim1.html
    Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Koptiik, Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu masih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm'l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di 'Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur.

Sumber-sumber Islam tertua lainnya membenarkan riwayat di atas:

Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
    Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
    Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?" Rasulullah lalu berkata, "Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun." Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, "Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu...."

Tafsir Maududi Q33:50 (http://www.quranenglish.com/tafheem_quran/033-2.htm)
    Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.

Dalam Alquran yang diterbitkan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 H, Tafseer dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi, dijelaskan secara gamblang latar belakang dikarangnya ayat-ayat at-Tahrim tersebut:

    Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari2nya diantara istri2nya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi ke rumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Coptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk di depan pintu tsb sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan keluar rumah dengan keringat bercucuran di wajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, 'diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, utk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah Hafsah ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya.

Dan ini juga sama, kelakuan para pengikutnya, MEMPERKOSA PARA WANITA TAWANAN:

Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 459:
    Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
    Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus (=membuang sperma di luar vagina). Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506:
    Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
    Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan2 wanita dan ingin menyetubuhi wanita2 itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus …

Memperkosa para tawanan dengan teknik azl memang sudah menjadi kebiasaan Muhammad dan pengikutnya:

Al-Waqidi vol.i, p.413
    Seorang Yahudi berkata padaku, "Abu Said, tidak heran mengapa kau mau menjual dia (tawanan wanita) karena apa yang dikandungnya dalam perutnya adalah bayi dari kamu.” Aku berkata, “Tidak, aku melakukan ‘azl.” Mendengar ini dia menjawab (dengan kasar), “Itu hampir sama dengan pembunuhan anak!” Ketika aku sampaikan kisah ini kepada sang Nabi, dia berkata, “Orang2 Yahudi itu bohong. Orang2 Yahudi itu bohong.”

Malah, Muhammad juga mengijinkan pengikutnya menzinahi wanita tawanan di depan suaminya:

Hadist Sunan Abu Dawud Nomor 2150
    Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki."

Demi keadilan, apa hukuman buat Muhammad dan para pengikutnya????????
Dia menerapkan rajam bagi pelaku zinah Yahudi, tapi kenapa dia sendiri yang berzinah kebal dari hukum???
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Duladi » Wed Jun 24, 2009 5:34 pm

Hukum Rajam dalam Syariat Islam

Hadis Sahih Bukhari, volume 9, nomer 37
    Dikisahkan oleh Abu Qilaba:
    Suatu saat Umar bin Abdul Aziz duduk di kursi kebesarannya di halaman rumahnya sehingga orang2 bisa mengelilinginya … Dia berkata, “Demi Allah, rasul Allah tidak pernah membunuh siapapun kecuali orang itu melakukan tiga hal ini:
    1. Orang yang membunuh orang lain secara tak adil, dibunuh (dalam Qisa)
    2. Orang yang telah menikah melakukan hubungan seks ilegal (berzina)
    3. Orang yang melawan Allah dan RasulNya dan meninggalkan Islam dan jadi murtad.


________________________________________________________________

http://ustsarwat.com/search.php?id=1193730278

Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?

Assalamu''alaikum Wr Wb

Berdasarkan Tulisan H. Nadri Sadudin dari Kelompok Studi Islam Ahmadina di mailist, saya mendapati pendapat bahwa hukum rajam itu tidak ada.
Katanya hukum rajam adalah hukum Taurat yangditerapkan nabi saw sebelum ayat surat annisa turun menghapus hukum itu. Dalam ayat itu, hanya ada hukum cambuk.
Bagaimana menurut ustadz, mohon penjelasan.

Terima kasih.

Wassalamu''alaikum Wr Wb

jawaban

Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang secara sekilas dan lewat kaca mata orang awam, hari ini kita tidak akan menemukan ayat Quran yang memerintahkan hukum rajam bagi pezina.

Namun adalah sebuah kesalahan fatal kalau kemudian disimpulkan bahwa agama Islam tidak mensyariatkan hukumrajam bagi pezina. Ada dua kemungkinan mengapa ada orang bicara demikian. Pertama, mungkin ilmunya belum sampai. Kedua, ilmunya sudah sampai tapi hatinya memang ingkar kepada Allah.

Kalau kesalahan itu tidak disengaja, mungkinkarena keterbatasan ilmu, kurang wawasan, kurang bacaan, kurang banyak mengaji ilmu syariah kepada para ulama, rasanya kita pun masih bisa memaklumi. Namanya juga orang lagi belajar, wajar kalau ilmunya terbatas dan kesimpulannya salah.

Tetapi kalau kesalahannya itu memang disengaja, dia tahu bahwa syariat Islam menetapkan hukum rajam buat pezina, tapinyata-nyata inginmengingkari salah satu dari ijma'' ulama tentang kewajiban merajam pezina, maka levelnya sudah sampai kufur.

Dan kalau judulnya sudah ingin merusak syariat Islam lewat pendapat-pendapat nyeleneh ala JIL dan sejenisnya, sambil membodoh-bodohi umat Islam yang memang kebetulan rada awam dengan syariah, maka urusannya jadi beda. Urusannya tidak sesederhana dengan sekedar tidak tahu. Yang model begini perlu diberi pelajaran sedikit biar mulutnya tidak asal jeplak.

Logika Bengkok

Para aktifis sekuler dan liberal memang pandai membodohi umat Islam. Ada-ada saja lagaknya untuk membuat umat ini semakin bingung dan puyeng. Salah satunya adalah penggunaan logika bengkok ala ingkarussunnah yang sesat itu.

Contoh sederhananya adalah apa yang anda sampaikan, mereka ingin kufur kepada syariat rajam, lalu alibi yang mereka pakai adalah bahwa di Al-Quran tidak ada perintah untuk merajam pezina.

Logika ini sebenarnya selain lemah juga menggambarkan keluguan. Sebab kita dengan mudah bisa membalik logika itu dengan argumentasi sederhana. Misalnya, kita bisa katakan baiklah kalau dianggap bahwa di dalam Al-Quran tidak ada syariah rajam, lalumenurut andarajam itu tidak perlu dilaksanakan. Anggaplah sementara kesimpulan itu benar.

Lalu bagaimana dengan menshalati jenazah bila nanti kita nanti meninggal? Bukankah di dalam Al-Quran pun tidak ada perintahnya? Bahkan di Al-Quran juga tidak ada perintah untuk memandikan, mengkafani dan menguburkan jenazah. Mau dicari ayatnya sampai botak licin kepala, tidak akan ketemu.

Kalau kita menggunakan logika bengkok versi teman kita itu, seharusnya semua orang meninggal tidak perlu dimandikan jenazahnya, karena tidak ada perintahnya di dalam Al-Quran. Juga tidak perlu dikafani, tidak perlu dishalati dan dikuburkan. Biar saja dibuang di tempat sampah. Toh tidak ada ayat yang memerintahkan 4 kewajiban kifa''i kepada jenazah.

Kami yakin sesekuler-sekulernya seorang aktifis JIL, pastilah tidak mau kalau nanti mati mayatnya cukup dibuang ke TPA Bantar Gebang misalnya. Pastilah dia minta dimandikan, dikafani dan dikuburkan seperti umumnya muslimin, meskipun tidak ada ayat Quran yang memerintahkannya.

Perintah Rajam buat Pezina dalam Syariah Islam

Memang benar bahwa di dalam Al-Quran kita tidak menemukan ayat yang berisi perintah untuk merajam pezina. Namun sebagaimana kita tahu, syariat Islam bukan hanya Al-Quran, hadits nabawi pun merupakan syariat Islam.

Bahkan pada hakikatnya hadits nabawi itu pun wahyu dan firman Allah SWT juga. Hadits bukan semata-mata perkataan seorang nabi, tetapi lebih dari itu, apa yang keluar dari mulut nabi SAW adalah wahyu yang turun dari langit.

Maka siapa pun yang menolak keberadaan hadits nabi yang shahih, pada hakikatnya dia sedang ingkar kepada kitabullah dan wahyu dari langit. Dus, otomatis dia sedang kafir kepada Allah SWT.

Dan tiadalah yang dia (Muhammad) ucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan (QS. An-Najm: 3-4)

Hadits Tentang Rajam

Syariat untuk merajam pezina punya dasar yang sangat kuat, karena haditsnya dishahihkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

    Dari Masruq dari Abdillah ra berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina, orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah."(HR Bukhari, Muslim, At-Tirmizy, An-Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimy)

Orang yang berzina halal darahnya menurut hadits di atas. Maksudnya memang harus dibunuh. Dan bentuk pembunuhannya adalah rajam sebagaimana praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Selama masa hidup Rasulullah SAW paling tidak menurut ingata kamiada sampai3 kali beliau merajam pezina. Mereka adalahAsif, Maiz dan seorang wanita Ghamidiyah.

Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda, `Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah`.

Kisah Maiz diriwayatkan dari banyak alur hadits di mana Maiz pernah mengaku berzina dan Rasulullah SAW memerintahkan untuk merajamnya.

Kisah seorang wanita Ghamidiyah yang datang kepada Rasulullah SAW mengaku berzina dan telah hamil, lalu Rasulullah SAW memerintahkannya untuk melahirkan dan merawat dulu anaknya itu hingga bisa makan sendiri dan barulah dirajam.

Riwayat tentang Rasulullah SAW merajam pezina yang bukan yahudi boleh dibilang sudah mutawatir.Dan dibenarkan oleh semua ahli hadits dari sisi keshahihannya.

Makanya semua kitab fiqih baik yang besar maupun yang kecil-kecil, semua memuat syariat rajam untuk pezina. Kecuali kitab fiqih versi liberal. Untungnya kitab fiqih versi liberal tidak pernah ada. Kalau pun ada, tidak ada orang yang menganggapnya sebagai kitab fiqih.

Ayat Rajam dalam Al-Quran

Meski saat ini kita tidak menemukan ayat rajam dalam Al-Quran, namun Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ''anhu telah meriwayatkan bahwa dahulu Allah SWT telah mensyariatkan rajam di dalam Al-Quran. Maksudnya dahulu pernah turun ayat yang khusus memerintahkan untuk merajam pezina.

Kalau sekarang tidak kita temukan, kasusnya karenasetelah itu secara lafadz dihapuskan atau istilahnya dinasakh. Namun meski demikian, secara hukum dan esensinya tetap berlaku dan wajib dilaksanakan.

Di dalam Al-Quran ada ayat-ayat tertentu yang mengalami nasakh atau penghapusan. Dan variasinya cukup beragam. Ada yang lafadznya dihapus tapi hukumnya tetap dan tidak dihapus. Contohnya ayat tentang rajam ini.

Nanti kita juga dapati di mana hukumnya saja yang dihapus tetapi lafadznya tetap masih ada. Dan ada juga yang dihapuskan hukum dan lafadznya sekaligus.

Ayat rajam yang lafadznya pernah ada lalu dihapus, sebagaimana diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab berbunyi:

    Laki yang sudah menikah dan perempuan yang sudah menikah apabila mereka masing-masing berzina, maka rajamlah sampai mati.

Saat meriwayatkan hal ini, sebenarnya sayyidina Umar bin Al-Khattab sedang mematahkan argumentasi orang-orang yang ingin mengingkari syariat rajam buat pezina.

Rupanya di masa itu sudah ada kalangan yang ingin ingkar kepada hukum Allah yang satu ini, dan argumentasinya kebetulan sama, yaitu mereka bilang tidak ada perintah rajam di dalam Al-Quran.

Khalifah Umar tentu saja berang dengan kesimpulan sesat itu, maka beliau katakan bahwa ayatnya pernah ada namun kemudian dinasakh. Tetapi hukum yang terkandung di dalam ayat itu tidak pernah dinasakh. Buktinya beberapa kali Rasulullah SAW merajam pezina. Dan pezina itu bukan dari kalangan ahli kitab.

Kalau tuduhannya bahwa hukum rajam hanya berlaku di kalangan ahli kitab, ternyata Maiz, Asif dan wanita Al-Ghamidiyah itu bukan dari kalangan ahli kitab. Dan ini realita sejarah yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikumwarahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Rainn Forestha » Wed Jul 15, 2009 5:24 am

Momed emang makhluk licik. Enak kali dia ngerajam2 orang sementara dia bebas zina kemana2.
User avatar
Rainn Forestha
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 666
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby kutukupret » Wed Jul 15, 2009 8:20 am

Menurut Bung Kompas,

Ayat Cambuk = Ayat Rajm Image

kutukupret wrote:Di manakah ayat Rajam bagi perzinahan yang seharusnya terdapat dalam Qur'an?
Mengapa tiada lagi ayat Rajam dalam Qur'an sesuai yang di katakan dalam hadis tsb?

bisakah anda menunjukan dimana ayat rajam yang di maksud ?
kompas wrote:pir...pir.... nih gw copas lagi.... :rofl:

QS.24. 2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

:finga:

ImageImageImage
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Lovekirana » Wed Jul 15, 2009 9:20 am

bukan bang mamat namanya kalau nggak bisa ' NGELES' :finga: :finga: :finga:

pastinya dia udah punya ayat penangkis dong dan pengecualian untuk dia ... :finga: :finga: :finga: :finga:
Lovekirana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 456
Joined: Tue Jun 02, 2009 10:25 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Jibaok » Sat Aug 01, 2009 3:45 am

Duladi wrote:Demi keadilan, apa hukuman buat Muhammad dan para pengikutnya????????
Dia menerapkan rajam bagi pelaku zinah Yahudi, tapi kenapa dia sendiri yang berzinah kebal dari hukum???

pir pir pir, mao tao kenapa yach pir. Kerana Muhammad tidak pernah melakukan zinah. Itu aja koq repot2. ](*,)
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby endfinal » Sat Aug 01, 2009 10:04 am

Jibaok wrote:pir pir pir, mao tao kenapa yach pir. Kerana Muhammad tidak pernah melakukan zinah. Itu aja koq repot2. ](*,)

yakin loe baok?? bukti otentik dari TS ente anggap kisah dongeng arab?
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Jibaok » Sat Aug 01, 2009 5:52 pm

Jibaok wrote:pir pir pir, mao tao kenapa yach pir. Kerana Muhammad tidak pernah melakukan zinah. Itu aja koq repot2. ](*,)

endfinal wrote:yakin loe baok?? bukti otentik dari TS ente anggap kisah dongeng arab?

Absolutely, yakin. Gw gak nampak perkataan "zinah" ato berzinah" didalm kisah2 itu. Cuman khayalan kapir kolopir. :---) [-X
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby kapirun » Sun Aug 02, 2009 12:44 am

Dalam Alquran yang diterbitkan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 H, Tafseer dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi, dijelaskan secara gamblang latar belakang dikarangnya ayat-ayat at-Tahrim tersebut:

Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari2nya diantara istri2nya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi ke rumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Coptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk di depan pintu tsb sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan keluar rumah dengan keringat bercucuran di wajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, 'diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, utk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah Hafsah ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya.


kurang apa lagi si muhamed ini, istri2nya dah banyak masih nyari yang lain lagi.

Duladi wrote:
Malah, Muhammad juga mengijinkan pengikutnya menzinahi wanita tawanan di depan suaminya:

Hadist Sunan Abu Dawud Nomor 2150
    Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki."


masya allohh..di depan suaminya diperbolehkan ngeseks?biadab tenan iki.
buat gw, mau dia itu tuan, nabi, utusan tuhan atau bahkan dia adalah tuhan itu sendiri, kalau dia berani2nya menyentuh istri gw, pasti dah langsung gw tikam pelan2.

sori emosi hihi :green:
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Jibaok » Sun Aug 02, 2009 12:51 pm

kapirun wrote:buat gw, mau dia itu tuan, nabi, utusan tuhan atau bahkan dia adalah tuhan itu sendiri, kalau dia berani2nya menyentuh istri gw, pasti dah langsung gw tikam pelan2.

pir pir pir, kapan Tuhan memasukin isteri loe ke neraka di akhirat ntar, loe tikam aja Tuhan itu pelan2. ](*,) :axe:
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby APOLLYON » Mon Aug 03, 2009 2:17 pm

"Jibaok" :
Absolutely, yakin. Gw gak nampak perkataan "zinah" ato berzinah" didalm kisah2 itu. Cuman khayalan kapir kolopir.

J elaahh nih orang mana berani dia tulis terang terangan kata zinah di dongen itu?? mau dipenggal kepalanya ??
](*,) muslim logikanya dimana kali ??
User avatar
APOLLYON
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 131
Joined: Tue Sep 02, 2008 1:07 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Jibaok » Mon Aug 03, 2009 4:10 pm

pir pir pir, jadi loe mengakui tuduhan kapir2 kolopir itu bukan berdasarkan adanya perkataan "zinah" ato "berzinah" didalam kisah2 itu, tetap si kapir kolopir mengutip2 kisah2 itu untuk mengaburkan.
Jadi dari kisah mana yang ada perkataan "zinah ato "berzinah" yang bisa loe kapir kolopir dasarkan tuduhan loe itu ?
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby APOLLYON » Tue Aug 04, 2009 2:24 pm

"Jibaok"
pir pir pir, jadi loe mengakui tuduhan kapir2 kolopir itu bukan berdasarkan adanya perkataan "zinah" ato "berzinah" didalam kisah2 itu, tetap si kapir kolopir mengutip2 kisah2 itu untuk mengaburkan.
Jadi dari kisah mana yang ada perkataan "zinah ato "berzinah" yang bisa loe kapir kolopir dasarkan tuduhan loe itu ?


jadi menurut lo bersetubuh dengan wanita yang bukan istrinya tuh bukan zinah yah ??
kek di pengadilan orang dituduh kamu berzinah.. terus orang itu bilang saya nga berzinah cuma bersetubuh dengan wanita yang bukan muhrimnya ... :rofl:
lo sama kompas cocok deh .. sebelas dua belas.. logikanya kaga dipake
User avatar
APOLLYON
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 131
Joined: Tue Sep 02, 2008 1:07 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Tue Aug 04, 2009 3:03 pm

' budi mengambil barang orang lain tanpa izin'

menurut jibaok : budi itu tidak mencuri.

alasannya : tidak ada kata mencuri dalam dalam kalimat tersebut.

ruaaar biasa otak muslim ini.... =D> =D> =D>
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4406
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Mawar Karo Bedil » Wed Aug 05, 2009 8:40 am

Knpa semua Muslim tabiatnya seragam semua ya? Histeris, frustasi, OOT, ngalor ngidul. Slim.. Slim.. Dungu..
Mawar Karo Bedil
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 103
Joined: Mon Jun 15, 2009 2:56 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby 4urfreedom » Wed Aug 05, 2009 9:21 am

Duladi wrote:Demi keadilan, apa hukuman buat Muhammad dan para pengikutnya????????
Dia menerapkan rajam bagi pelaku zinah Yahudi, tapi kenapa dia sendiri yang berzinah kebal dari hukum???


Harusnya sih kalau benar2 adil & konsisten muhammad tuh dah pasti dihukum rajam tapiiii...........,

Muhammad kagak bisa dihukum karena hukum adalah muhammad dan muhammad adalah hukum.
alloh swt menasakh ayatnya sendiri ttg hukum rajam ( walau blm terbukti ada ayat tsb ) demi nabi kesayangannya. So gue mau ngomong apa lagi. [-(

What about you ???
4urfreedom
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 624
Joined: Thu Mar 05, 2009 8:52 am

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby kutukupret » Wed Aug 05, 2009 9:25 am

Mawar Karo Bedil wrote:Knpa semua Muslim tabiatnya seragam semua ya? Histeris, frustasi, OOT, ngalor ngidul. Slim.. Slim.. Dungu..

semua harus maklum kalau semua muslim demikian, kalau nggak begitu artinya bukan Islam. :green:
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Mawar Karo Bedil » Wed Aug 05, 2009 10:10 am

Gua dapet dari Amrik to Boss! Nyang mayoritas Kristen.

Itu sebagai bukti real adanya kebebasan beragama di Amrik. Rule yang menegaskan bahwa dalam zona tersebut, siapa saja berhak berkreasi, mengajukan kritik, dan berargumentasi. Gak seperti di negara2 Islam. Senggol dikit; tersinggung. Senggol dikit; bom bunuh diri. Kita2 semua turut berduka cita atas kedunguan Muslim2. Pola pikirnya sempit, subjektif, dan penuh dengan standard ganda (mengkritik orang, tp klo dikritik ngambek!) Histeris, tersinggung, OOT, ngalor ngidul! Sangat menyedihkan!
Mawar Karo Bedil
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 103
Joined: Mon Jun 15, 2009 2:56 pm

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby 4urfreedom » Wed Aug 05, 2009 10:24 am

Mawar Karo Bedil wrote:Itu sebagai bukti real adanya kebebasan beragama di Amrik. Rule yang menegaskan bahwa dalam zona tersebut, siapa saja berhak berkreasi, mengajukan kritik, dan berargumentasi. Gak seperti di negara2 Islam. Senggol dikit; tersinggung. Senggol dikit; bom bunuh diri. Kita2 semua turut berduka cita atas kedunguan Muslim2. Pola pikirnya sempit, subjektif, dan penuh dengan standard ganda (mengkritik orang, tp klo dikritik ngambek!) Histeris, tersinggung, OOT, ngalor ngidul! Sangat menyedihkan!


Absolutely right bro tidak seorang pun manusia yg waras mampu berpikir dan bertindak seperti seorang muslim tulen. Menyedihkan :partyman:
4urfreedom
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 624
Joined: Thu Mar 05, 2009 8:52 am

Re: Muhammad berzinah, kenapa tidak dirajam?

Postby Jibaok » Thu Aug 06, 2009 9:58 pm

"Jibaok"
pir pir pir, jadi loe mengakui tuduhan kapir2 kolopir itu bukan berdasarkan adanya perkataan "zinah" ato "berzinah" didalam kisah2 itu, tetap si kapir kolopir mengutip2 kisah2 itu untuk mengaburkan.
Jadi dari kisah mana yang ada perkataan "zinah ato "berzinah" yang bisa loe kapir kolopir dasarkan tuduhan loe itu ?


APOLLYON wrote: menurut lo bersetubuh dengan wanita yang bukan istrinya tuh bukan zinah yah ??

pir pir pir, dimana pula ada didalam kisah2 yang dikutip kapir2 kolopir itu ada mengatakan Muhammad "bersetubuh dengan wanita yang bukan istrinya" ?
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Next

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users