. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Thu Nov 25, 2010 4:11 pm

yg nanyain populasi juga sapa.?
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby clouye » Thu Nov 25, 2010 4:17 pm

rosesi4 wrote:Islam itu BUKAN arab,dan arab juga belum tentu Islam,ada juga arab kafir. dan pelajari jg mengapa Islam dan nabi Muhammad pertama kali diturunkan di kalangan arab...krn ibaratnya bataknya Indonesia. negara yg Islami BUKAN dipimpin oleh raja,karena hanya Allah lah satu-satunya yg berhak menyandang gelar raja. paham piiir?!


tuh Islam itu bukan Arab dan Arab jga blon tentu Islam.
padahal pertanyaan dan jawaban dijawab dia sendiri juga, dah gitu ilang dihapus and kabur orangnya.

tokoh-yang-menyebarkan-islam-jihad-selamatkanlah-indonesia-t41855/page20.html
rosesi4 wrote:Arab itu belum tentu Islam, ada kafirnya juga, dan Islam juga bukan arab.


rosesi4 wrote:ya wajar kalau negara memungut pajak/jizyah. pikir juga mengapa Allah menurunkan nabi Muhammad justru di tanah arab,krn suku arab itu ibaratnya bataknya Indonesia. negara muslim itu bukan berbentuk kerajaan,hanya Allah yg berhak menyandang gelar raja. Coba ikut training ESQ,supaya punya sedikit gambaran yg lebih jelas.
clouye
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 299
Joined: Fri Nov 12, 2010 3:49 pm

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby suga » Sat Nov 27, 2010 6:18 am

http://www.jpnn.com/read/2010/11/25/779 ... b-Saudi-(1)-

FEATURES
Kamis, 25 November 2010 , 08:08:00
Mengunjungi Kandara, Lokasi Pelarian Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi (1)
Bayar Calo agar Ditangkap Polisi, Tiket Disediakan Jelang Pemilu

Image

Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berkumpul di kolong jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi menunggu pemulangan gratis dari pemerintah Arab Saudi. Foto : Agus Wiryawan/Jawa Pos
Nasib TKI di tanah para nabi sungguh memilukan. Banyak di antara mereka yang disiksa, diperkosa, dan ditipu majikannya. Supaya bisa pulang, mereka berkumpul di bawah jembatan agar ditangkap polisi, ditahan, lalu dipulangkan. Itu pun harus membayar "calo polisi" sebesar 1.200 riyal (sekitar Rp 3 juta).

======================
AGUS WIRAWAN, Jeddah
======================

KANDARA adalah lokasi yang cukup "beken". Setiap sopir taksi pasti tahu karena di situlah para hidung belang biasanya mencari pelacur ketika malam tiba. Di bawah jembatan layang yang lebarnya sekitar 15 meter itu banyak sekali muka-muka orang Indonesia. Ada juga yang dari negara lain, seperti Pakistan, Bangladesh, dan Filipina.

Tak banyak yang mereka lakukan. Hanya duduk-duduk, bersenda gurau. Bunyi lalu lalang kendaraan di atas mereka tidak dihiraukan. Mereka tidur di trotoar, beralas tikar, dan berbantal tas-tas yang mereka bawa. "Di sini ngeri. Kalau malam, nggak bisa tidur tenang karena selalu ada keributan dengan orang-orang dari negara lain yang suka menggoda wanita kita,?" ujar Rokib, 32, TKI asal Kudus, Jawa Tengah.

Banyak pria hidung belang Arab yang menganggap wanita Indonesia "baik". Tapi, menurut Rokib, kata baik yang disebutkan mereka menjurus ke hal negatif terkait urusan ranjang dan organ kewanitaan. "Kadang mereka melintas pakai mobil seperti memilih-milih. Kita nggak terima, lalu kita lempari batu. Besoknya mereka balas, malah pernah pakai molotov," ujarnya.

Dia mengatkan, memang ada sebagian TKW asal Indonesia yang menjual diri kalau malam. Itu pun dilakukan untuk bertahan hidup di bawah kolong jembatan Kandara. Sementara TKW Indonesia yang memegang prinsip sampai rela tidak makan berhari-hari. "Sekarang Indonesia 150-an orang. Tinggal sedikit karena dua hari lalu ada pengambilan (oleh polisi Arab)," kata dia.

Rokib berada di tempat itu setelah tidak betah bekerja di Hotel Al Waton yang manajernya ringan tangan. Selama tiga bulan bekerja, setiap pergantian shif jam 10 pagi Rokib mendapat makian dari sang manajer asal Mesir. Tak jarang kepalanya ditempeleng hingga beberapa kali jika dia melakukan kesalahan kecil saja. "Saya kerja cleaning service. Tapi, kerjanya kayak militer," ujarnya.

Belum lagi dia merasa ditipu karena gajinya ternyata tidak sesuai dengan perjanjian kontrak (PK) yang diterima saat diberangkatkan PJTKI (perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia). "Janjinya, saya digaji 900 riyal (sekitar Rp 2,25 juta dengan kurs Rp 2.500 per riyal). Tapi, ternyata saya cuma dikasih 700 riyal plus tempelengan tiap hari," ungkapnya, lantas tersenyum kecut.

Daripada keselamatan jiwanya terancam, Rokib memilih kabur dari pekerjaannya. Sayang, paspor dan semua dokumennya dipegang manajemen hotel tersebut. Oleh karena itu, dia memutuskan pergi ke jembatan Kandara yang selama ini dikenal sebagai tempat pelarian para TKI di Saudi. "Semua TKI dari Makkah, Madinah, Jeddah, dan kota-kota lain kalau lari pasti ke sini," tuturnya.

Selain mendapatkan teman senasib, mereka berharap pihak kepolisian Saudi menangkap mereka agar bisa pulang gratis. Namun, hal itu tidak terjadi setiap waktu. Bisa seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan setahun sekali. Cara paling cepat agar bisa ditangkap polisi dan dipulangkan ke tanah air adalah membayar "calo polisi".

Hal itu diungkapkan Hani Marsiana, TKW asal Karawang, Jawa Barat. Dia pernah ditawari seorang "calo Indonesia" yang bisa mengatur agar dirinya ditangkap polisi Saudi dengan membayar 1.200 riyal. Triknya, sang calo bekerja sama dengan oknum polisi "menciduk" TKI di suatu tempat. "Setelah tertangkap, dibawa ke tarkhil (penampungan), lalu beberapa minggu kemudian dikirim pulang ke Indonesia," terangnya.

Akibat praktik kongkalikong itu, hanya TKI-TKI berduit yang bisa lepas dari Kandara. Sementara yang tidak punya duit terpaksa melacur untuk mencari uang sogok. Namun, sang calo pun tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Terkadang, setelah bayar sogokan, ditangkap polisi, tapi tidak dibawa ke tarkhil, dan malah dipereteli perhiasan dan telepon genggamnya. "Kadang malah diperkosa," ungkap Hani sambil terisak.

Hani berharap, pemerintah Indonesia mau melihat sendiri keadaan para TKI yang berada di Kandara. Sebab, konsulat jenderal (Konjen) di Arab Saudi tidak pernah memperhatikan mereka. "Mereka (staf Konjen) nggak pernah sekali pun ke sini. Di TV aja mereka kelihatan sok perhatian sama kami. Tidak seperti TKI Filipina yang dikirimi makanan oleh pemerintahnya. Coba, Bapak Presiden atau Menteri cek langsung ke sini (Kandara)," tantangnya.

Lain lagi cerita Zakaria, 40, asal Indramayu, Jawa Barat, yang pernah ditawari pulang menjelang pemilu tahun lalu. Informasi tentang pemulangan besar-besaran itu terdengar dari mulut ke mulut oleh para TKI di Saudi. Kabarnya, pemulangan ribuan TKI itu disponsori salah satu partai finalis pemilu. "Tiket sudah disediakan. Jadi, setelah ditahan di tarkhil sehari, langsung bisa pulang ke Indonesia. Tapi, ada syaratnya, harus pilih partai itu," jelasnya.(*/c4/dos)
suga
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 658
Joined: Fri Jun 18, 2010 6:37 am

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby suga » Sat Nov 27, 2010 6:19 am

http://www.jpnn.com/read/2010/11/26/780 ... b-Saudi-(2)-#

FEATURES
Jum'at, 26 November 2010 , 08:08:00
Mengunjungi Kandara, Lokasi Pelarian Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi (2)
Diperkosa, Lolos, Diperkosa Lagi, Nina pun Hilang Ingatan

Image

Nina (kanan) TKW asal Majalengka korban pemerkosaan, bersama temannya di bawah kolong jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi. Foto : Agus Wirawan/Jawa Pos
Jembatan Kandara cukup dikenal sebagai tempat berkumpulnya para TKI (tenaga kerja Indonesia) di Arab Saudi yang bernasib apes. Sering terjadi, TKW (tenaga kerja wanita) dibuang di sana setelah disiksa dan diperkosa majikannya. Ironisnya, staf KBRI di sana seakan menutup mata.

======================
AGUS WIRAWAN, Jeddah
======================

KULITNYA putih, umurnya sekitar 20 tahun. Dia berasal dari Jawa Barat. Sayang, mulutnya terkunci. Setiap ditanya, dia tak menjawab. Pandangan matanya pun kosong, seperti baru saja mengalami peristiwa yang mengguncang jiwanya.

Tiga perempuan lain, penghuni kolong jembatan Kandara, setia menemani. "Dia habis diperkosa," ujar Hani Marsiana yang duduk di samping perempuan yang mulutnya tak berkata apa-apa itu. Dia berkata sambil berbisik. Maksudnya agar tak terdengar perempuan yang tatapannya kosong yang diketahui bernama Nina tersebut.

Hani, TKW asal Karawang, Jawa Barat, itu menceritakan, dua minggu lalu, Nina ditemukan tergeletak tidak jauh dari jembatan Kandara, tempat berkumpulnya orang-orang Indonesia yang gagal mengadu nasib di Saudi. "Kondisinya mengenaskan. Tubuhnya biru-biru, memar-memar seperti habis dipukuli. Badannya lemas seperti orang pingsan," ungkapnya.

Beruntung, tubuh Nina yang lunglai itu ditemukan para TKI di lokasi tersebut. Mereka kemudian merawat Nina hingga siuman. Namun, setelah badan Nina mulai bergerak dan mampu duduk, batinnya seolah belum mampu merespons lingkungan di sekitarnya. Secara pelan-pelan, penghuni kolong jembatan Kandara mengorek informasi dari dia.

"Pelan-pelan kami ajak ngomong. Akhirnya, sedikit-sedikit dia bisa cerita bahwa habis diperkosa majikannya orang Arab," ungkap Hani mencoba menceritakan kisah Nina kepada Jawa Pos.

Namun, nasib buruk belum berhenti sampai di situ. Setelah bisa meninggalkan majikannya yang bejat itu, Nina kembali mengalami nasib buruk. Seorang warga Mesir yang sebelumnya mau menampung ternyata juga mempunyai niat buruk seperti majikan Nina. Dia bercerita, selama seminggu dirinya disekap orang Mesir tersebut dan dipaksa melayani nafsu bejatnya. Setelah itu, dia dibuang di kawasan Kandara. "Memang ada yang lihat, Nina ini diturunkan dari mobil Camry oleh orang Mesir," lanjut Hani.

Berdasar pengakuan yang sempat diceritakan kepada teman-temannya warga kolong jembatan Kandara, Nina berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Dia sudah memiliki suami dan anak di sana. Sayang, banyak hal yang, tampaknya, tidak bisa lagi diingat Nina. Misalnya, saat ditanya usianya, Nina diam saja. "Dia masih seperti orang hilang ingatan," tuturnya.

Menurut Rokib, 32, TKI yang juga penghuni kolong jembatan Kandara, sudah sering terjadi peristiwa seperti yang dialami Nina. Mereka dibuang tidak jauh dari jembatan Kandara dengan harapan warga Indonesia yang berada di kolong jembatan itu bisa mengambil dan merawatnya.

"Kalau yang kondisinya parah, ya meninggal di sini. Ada juga yang hamil tua dibuang disini, jadi ya mbrojol (melahirkan) di kolong jembatan ini," ujarnya.

Rokib mengungkapkan, para TKI di bawah jembatan Kandara tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa. Sebab, konsulat jenderal (konjen) yang seharusnya mewakili pemerintah Indonesia di negeri Arab tidak pernah memperhatikan mereka. "Percuma saja kami lapor ada TKW diperkosa, misalnya. Paling mereka tanya ada saksinya atau tidak," ungkapnya.

Dia menilai, memang banyak kerugian dalam pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke Saudi. Sebab, model perumahan warga Saudi yang tertutup tembok-tembok tinggi tidak memungkinkan TKW untuk keluar jika terjadi tindakan buruk yang menimpa mereka. "Kalaupun teriak, nggak bakal ada yang mendengar. Percuma saja. Paling ya pasrah," tegasnya.

Ketika disinggung soal rencana pemerintah memberikan telepon seluler kepada setiap TKW yang bekerja di Saudi, Rokib menilai percuma saja. Sebab, kebanyakan TKW sudah memiliki peranti itu. Hanya, penggunaannya tidaklah sebebas di negara lain. "Ini negara Arab. Majikan itu seperti raja. Nggak boleh dibantah oleh babu seperti kita ini," ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang mengirim para TKW tidak mau tahu apa yang terjadi. Akibatnya, para TKW harus berjuang sendiri untuk bisa selamat dari nasib buruk yang menimpa mereka di Saudi. "Kasihan sekali mereka (TKW, Red). Kadang nggak dibayar berbulan-bulan, disiksa, diperkosa, lalu dibuang ke jembatan Kandara," ungkapnya. (c5/kum)


tuh lihat kenyataannya bagi yang sering koar-koar islam menghargai peremfuan.
bagi yang suka menjilati bokong orang arab, baca tuh.
suga
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 658
Joined: Fri Jun 18, 2010 6:37 am

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby Kaperarezoo » Sat Nov 27, 2010 9:32 am

Grmph.. Sedih.. Prihatin.. Geram.. B4n6544tt bener.. Kayak gitu masih di bilang tanah suci.. Kayaknya perlu nabi lagi nih bangsa..Kalo gak kasih kiamat kecil aja biar nyadar.. O Tuhan..
Kaperarezoo
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 292
Joined: Wed Sep 22, 2010 10:19 am

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Sat Nov 27, 2010 5:50 pm

suga wrote:tuh lihat kenyataannya bagi yang sering koar-koar islam menghargai peremfuan.
bagi yang suka menjilati bokong orang arab, baca tuh.

gk perlu lu copas dimari ,gw udah liat dgn kepala sendiri pir,bahkan gw sering liat korban penganiayaan di Kedubes,yg gw tanyakan referensi halalnya.?
nah kalo ada dalilnya kan mudah,berarti lu nyalahin Islam adl kebenaran.
namun sampai saat ini masih kafir yg iri hati melihat agama Islam.
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby mimiko » Sat Nov 27, 2010 6:03 pm

Sumiati kan muslim, kok ga dibela sama FPI yah? FPI takut bela karena mereka sendiri banyak ARABnya sama dengan nimpukin T** ke muka sendiri hehehe
Dasar FPI Munafik - MUKA NA KAYA NABI TAPI FIKIRAN KOTOR!!! -
mimiko
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 10
Joined: Sat Nov 27, 2010 5:24 pm

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Sat Nov 27, 2010 7:01 pm

mimiko wrote:Sumiati kan muslim, kok ga dibela sama FPI yah? FPI takut bela karena mereka sendiri banyak ARABnya sama dengan nimpukin T** ke muka sendiri hehehe
Dasar FPI Munafik - MUKA NA KAYA NABI TAPI FIKIRAN KOTOR!!! -


fpi-fpi-tuntut-majikan-sumiati-dihukum-kisash-t41917/

usaha yg sudah kaum lu lakuin itu apa ,terutama kafir forum ini.?
selain dari salahin sana sini,tuding sana tuding sini.merasa sok,tp tiada arti....
katakanlah terlepas kaitan dari Islam,tkw/tki tsb adl penghasil devisa Negara,lngsung/tdk lu jga merasakan hasil jerih payah tki tsb..
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby angky » Sat Nov 27, 2010 8:00 pm

maz wrote:gk perlu lu copas dimari ,gw udah liat dgn kepala sendiri pir,bahkan gw sering liat korban penganiayaan di Kedubes,yg gw tanyakan referensi halalnya.?
nah kalo ada dalilnya kan mudah,berarti lu nyalahin Islam adl kebenaran.
namun sampai saat ini masih kafir yg iri hati melihat agama Islam.


maz baca kompas hari ini, 27 nov, kolom tulisan said agil siraj, ane kutip secara bebas :

Bangsa arab masih menganggap perbudakan sebagai budaya mereka, tenaga kerja wanita mereka anggap sebagai budak mereka.
pertanyaannya : mengapa penduduk tanah suci masih menganggap perbudakan sebagai hal yg biasa?? apa yang salah dengan tanah suci maz??
angky
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3289
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Sat Nov 27, 2010 9:14 pm

itu masih anggapan "mereka".
gw nanya dari Versi Islam,bukan dari Versi budaya Arab.
dah tu jwb dulu pertanyaan taun lalu,
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby Jebot » Sat Nov 27, 2010 9:39 pm

Kayaknyé ada turunan arab di Indonesia yang kelepek² baca nih thread! Image
User avatar
Jebot
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 580
Joined: Sat Sep 13, 2008 8:16 pm
Location: SomeWhere

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Sat Nov 27, 2010 9:48 pm

cuma NgeJunk...
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby oglikom » Sat Nov 27, 2010 10:14 pm

maz wrote:itu masih anggapan "mereka".
gw nanya dari Versi Islam,bukan dari Versi budaya Arab.
dah tu jwb dulu pertanyaan taun lalu,

Ente pikir, Negara yang mana adalah tempat lahirnya Islam sudah pasti semua aturan dan budayanya adalah Islam.
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,)
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Sun Nov 28, 2010 7:20 pm

oglikom wrote:Ente pikir, Negara yang mana adalah tempat lahirnya Islam sudah pasti semua aturan dan budayanya adalah Islam.
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,)

Islam dari Arab,tp tdk semua orang Arab Islami.

yang saya pertanyakan tulisan yg ini

"
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,) "
sudah jelas pembantu bukanlah budak,
kalo lu ngoceh masalah budak,memang ada benarnya,sebab dasar hukum penghalalan budak bnyk bertebaran,
tp skrg lu2 pade ngoceh masalah pembantu,nah hukum penghalalanya tu mane.?
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby oglikom » Sun Nov 28, 2010 8:27 pm

oglikom wrote:Ente pikir, Negara yang mana adalah tempat lahirnya Islam sudah pasti semua aturan dan budayanya adalah Islam.
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,)

maz wrote:Islam dari Arab,tp tdk semua orang Arab Islami.

Islami yang bagaimana anda maksud??
Sudah jelas kebudayaan, perilaku, dan hukum bangsa* Arab berdasar Islam.... :rolleyes:
maz wrote:yang saya pertanyakan tulisan yg ini

"
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,) "
sudah jelas pembantu bukanlah budak,
kalo lu ngoceh masalah budak,memang ada benarnya,sebab dasar hukum penghalalan budak bnyk bertebaran,
tp skrg lu2 pade ngoceh masalah pembantu,nah hukum penghalalanya tu mane.?

Pembantu bukanlah budak adlah cara pandang kita sebagai manusia yang beradab.
Kalau ente baca berita dan bisa tanya orang yang pernah jadi pembantu di Arab, dech.
Mereka bisa diperjual belikan dan diperlakukan seperti budak oleh mereka yang berbudaya, berperilaku, dan hukumnya semua adalah Islam.
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby ahaQ » Sun Nov 28, 2010 8:59 pm

[/quote]
Islam dari Arab,tp tdk semua orang Arab Islami.

yang saya pertanyakan tulisan yg ini

"
Dan semua perilaku masyarakatnya sudah pasti Versi Islam termasuk memperkosa dan memperlakukan TKW sebagai budak..... ](*,) "
sudah jelas pembantu bukanlah budak,
kalo lu ngoceh masalah budak,memang ada benarnya,sebab dasar hukum penghalalan budak bnyk bertebaran,
tp skrg lu2 pade ngoceh masalah pembantu,nah hukum penghalalanya tu mane.?[/quote]

Arab Saudi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
المملكة العربية السعودية
Al-Mamlakah al-'Arabiyah as-Sa'udiyah

Bendera Lambang
Motto: لا إله إلا الله محمد رسول الله
Lagu kebangsaan: "Aash Al Maleek"
"Panjang Umur sang Raja"
Ibu kota
(dan kota terbesar) Riyadh
Bahasa resmi Arab
Pemerintahan Monarki Multak Islam
- Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud
- Pangeran Sultan bin Abdul Aziz al-Saud
Persatuan
Luas
- Total 2,240,000 km2 (15)
- Air (%) dapat dihiraukan
Penduduk
- Perkiraan 2006 27.019.731 (46)
- Sensus 2004 25.100.430
- Kepadatan 11/km2 (169)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
- Total US$576,4 miliar (24)
- Per kapita US$15.338 (46)
Mata uang Riyal (SAR)
Zona waktu (UTC+3)
- Musim panas (DST) (UTC+3)
Domain internet .sa
Kode telepon 966

Arab Saudi atau Saudi Arabia atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Orang Arab menyebut kata gurun pasir dengan kata sahara.

Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.

Pada tanggal 23 September 1932, Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa'ud—dikenal juga dengan sebutan Ibnu Sa‘ud—memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi atau Saudi Arabia (al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Su‘udiyah) dengan menyatukan wilayah Riyadh, Najd (Nejed), Ha-a, Asir, dan Hijaz. Abdul Aziz kemudian menjadi raja pertama pada kerajaan tersebut. Dengan demikian dapat dipahami, nama Saudi berasal dari kata nama keluarga Raja Abdul Aziz as-Sa'ud

Arab Saudi terkenal sebagai Negara kelahiran Nabi Muhammad SAW serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam, sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti "Tidak ada tuhan (yang pantas) untuk disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusannya".

dari benderanya ajah udah nunjukin dia berpedoman sama Islam... masi kurang melek Maz?... nerima kenyataan emang pait, tapi kalo berusaha diterima, idup kamu akan jauh lebih baik...
User avatar
ahaQ
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 865
Joined: Sun Sep 12, 2010 7:41 pm

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby Jebot » Sun Nov 28, 2010 9:09 pm

Turunan arab di Indonesia padé kelepek² baca nih thread! Image
User avatar
Jebot
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 580
Joined: Sat Sep 13, 2008 8:16 pm
Location: SomeWhere

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Mon Nov 29, 2010 5:51 am

semua orang sdh tau Arab adlh negara berlandaskan Islam,namun dalam topic ini yg gw tanyakan cuma 1,hukum penghalalanya,?
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby maz » Mon Nov 29, 2010 6:03 am

menerima kenyataan memang pahit,apalagi menjawb 1 pertanyaan..
Islam lahir dan tumbuh pertama kali dari Arab,namun tidak semua orang Arab memegang teguh ajaran2 Islam,,jadi di Arab tu ada orang baek,bnyk juga yg jahat,dalam topic ini permasalahanya kan TKW,....nah kalo ada penyiksaan,pemerkosaan/pembunuhan TKW lu2 pade kan pada nyalahin Islam,yg gw tanyakan dasar hukum dri Islam itu sendiri.?
maz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1704
Joined: Thu Apr 08, 2010 11:30 am
Location: set off

Re: Migrant Care : Arab Saudi Penjahat Kemanusiaan

Postby Akukomkamu » Mon Nov 29, 2010 7:38 am

maz wrote:menerima kenyataan memang pahit,apalagi menjawb 1 pertanyaan..
Islam lahir dan tumbuh pertama kali dari Arab,namun tidak semua orang Arab memegang teguh ajaran2 Islam,,jadi di Arab tu ada orang baek,bnyk juga yg jahat,dalam topic ini permasalahanya kan TKW,....nah kalo ada penyiksaan,pemerkosaan/pembunuhan TKW lu2 pade kan pada nyalahin Islam,yg gw tanyakan dasar hukum dri Islam itu sendiri.?


Jhiaaaah... :---) coba kesini islam-dan-perbudakan.html

Ntar pasti si maz ini ngomong budak ga sama dengan TKW ( pembantu ) , pasti dah itu yg ada dibenak maz...biasa islam kalo ga bikin pembenaran akan kelihatan sesatnya emang. ](*,)



Piss... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

PreviousNext

Return to Ruang TKW Indonesia



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users