. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Ttg surga, neraka, hari kiamat, bidadari, 72 perawan, houri.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Mon Oct 26, 2009 7:36 am

Akukomkamu wrote:Masih gak ngerti2 ??? Dalam sejarah nabi Musa juga ada wanita yg bernama Mariam sdr Harun tapi bukan Bunda Maria yg melahirkan Yesus hahahahaha....kok anda suka sekali memaksakan suatu sejarah yg keliru ya... :goodman:


Saya bukan ahli sejarah dan gak pernah berusaha untuk tahu banyak tentang sejarah. Cuma silahkan saja anda cari dalam catatan sejarah, saudara Harun yang bernama Maryam itu punya anak yang bernama 'Isa juga nggak ?
Saudara Harun itu hamilnya lewat proses pembuahan (perkawinan) atau tidak ?
Anaknya itu jadi Nabi gak ?


hahahahahaha....km lucu sekali nalika... :heart: Katanya km muslim coba baca Al-quran mu lalu km hubungkan dengan Taurat , kan Islam katanya juga meng imani Taurat juga. :lol:
Terus hubungkan dengan Injil .
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 9:01 am

Akukomkamu wrote: hahahahahaha....km lucu sekali nalika... :heart: Katanya km muslim coba baca Al-quran mu lalu km hubungkan dengan Taurat , kan Islam katanya juga meng imani Taurat juga. :lol:
Terus hubungkan dengan Injil .


:lol: :lol: :lol: :lol: Menyenangkan sekali bisa memberi kegembiraan pada orang-orang yang sedang diliputi kemarahan ........ :lol: :lol: :lol:

Saya bukan ahli Taurat atau Injil, dan gak ada gunanya juga pura-pura jadi ahli. Saya cuma tahu dikit-dikit karena sering baca. Jadi saya sudah postingkan di sini tulisan seorang pendeta Kristen yang masuk islam. Itu sudah lebih dari cukup kok.
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 9:13 am

berani_murtad wrote: tolong dijawab saja. karena dengan jelas alquran menyatakan kalau kisah nabi idris yang diceritakan dalam alquran dan yang seharusnya memang cerita idris harus tercantum dalam alquran. tolong jangan mencla-mencle. mana kisah idris itu, tunjukkan dengan bukti yang nyata. jangan dengan pola pemikiran sendiri... oke.


Jawaban saya tidak akan membantu anda dalam masalah ini, sebab pengetahuan saya tentang Nabi Idris sama sedikitnya dengan pengetahuan anda juga.
Cuma kalau saya sih gak merasa perlu ambil pusing, kalau ada Nabi pada abad ke lima dengan nama Muhammad, dan dia bilang dia bukan satu-satunya Nabi, apanya yang aneh. Bahwa Nabi itu ada yang diketahui sejarah hidupnya, ada yang cuma disebutkan namanya, atau bahkan sama sekali tidak disebut itu bukan hal penting buat saya.
Coba anda baca surat al-Kahfi, di sana ada banyak cerita juga. Tapi kita tidak tahu banyak tentang laki-laki yang Nabi Musa belajar kepadanya dan malah memperlihatkan sebuah perilaku terbalik dengan ajaran yang dibawa Nabi Musa.
Sebab buat saya yang penting itu ajarannya, bukan orangnya.
Kalau anda ingin data yang lengkap, daripada nyari di al Quran yang jelas-jelas gak bakal ada (soalnya saya hafal sebagian besar isinya), mending anda tanya pada dukun modern yang paling hebat si Mbah Google. Dalam waktu kurang dari satu detik , dia akan ngasih anda data yang melimpah.
Bahkan kalau anda merasa butuh informasi tentang ukuran celana dalam Miyabi, Google kayaknya bisa juga ngasih informasi akurat ...... :lol: :lol: :lol:

Tujuan sebuah buku (kitab) mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan. (Maulana Jalaluddin Rumi)
Last edited by nalika on Mon Oct 26, 2009 9:22 am, edited 1 time in total.
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 9:18 am

wohnoutka wrote:ente salah bro, Sidarta Ghautama ke neraka bukan buat disiksa, tapi buat menyelamatkan orang berdosa, contohnya seperti kang mamat, amrozi, noordin m top dkk


Siapa yang bilang dia ke neraka karena mau di siksa, apa neraka punya kesanggupan menyiksa Budha Gautama ?
Begitu Budha Gautama masuk neraka malah padam mungkin apinya.
Budha Gautama bilang,"Kalau aku tidak ke neraka, lantas siapa lagi yang harus masuk ? "
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Mon Oct 26, 2009 9:29 am

Akukomkamu wrote: hahahahahaha....km lucu sekali nalika... :heart: Katanya km muslim coba baca Al-quran mu lalu km hubungkan dengan Taurat , kan Islam katanya juga meng imani Taurat juga. :lol:
Terus hubungkan dengan Injil .


nalika:
:lol: :lol: :lol: :lol: Menyenangkan sekali bisa memberi kegembiraan pada orang-orang yang sedang diliputi kemarahan ........ :lol: :lol: :lol:

Saya tidak marah , cuman saya merasa nalika lucu sekali cuman bisa :vom: doang tp gak apa2 kok .I :heart: U :lol:

nalika:
Saya bukan ahli Taurat atau Injil, dan gak ada gunanya juga pura-pura jadi ahli. Saya cuma tahu dikit-dikit karena sering baca. Jadi saya sudah postingkan di sini tulisan seorang pendeta Kristen yang masuk islam. Itu sudah lebih dari cukup kok.

Aku tahu nalika bukan ahli Taurat atau Injil , aku pun juga bukan ahli Taurat atau Injil tapi aku mau pake logika dan nalarku.
Masalah pendeta Kristen masuk Islam itu not my business hahaahahaha... :lol:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 9:42 am

Akukomkamu wrote: Saya tidak marah , cuman saya merasa nalika lucu sekali cuman bisa :vom: doang tp gak apa2 kok .I :heart: U :lol:


Yep karena kita hanya bisa menyampaikannya lewat kata-kata. Kalau saya bisa memperlihatkan seluruh yang saya maksudkan lewat sebutir apel dan saya cukup yakin anda akan memahaminya dengan tepat, pasti saya akan ngirim apel buat anda ..... :lol: :lol: :lol:

Aku tahu nalika bukan ahli Taurat atau Injil , aku pun juga bukan ahli Taurat atau Injil tapi aku mau pake logika dan nalarku.
Masalah pendeta Kristen masuk Islam itu not my business hahaahahaha... :lol:


Memang apa yang sedang saya lakukan sekarang .... bersenang-senang dengan logika dan nalar tentunya ....... :lol: :lol: :lol:
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 10:03 am

Kafiru euy wrote: ...pernah ada banyak Nabi di dunia ini mengajarkan agama sebagai petunjuk bagi kehidupan pada [u]semua umat manusia di muka bumi

... Di poin itu sy setuju dgn anda.
Semua umat manusia, sy rasa tidak.
Agama berlaku pada umat tertentu dan di zaman tertentu, oleh karena itu ia terikat dgn konsep “ruang dan waktu”


Bagaimanapun setiap orang punya persepsi sendiri-sendiri tentang agama. Coba anda renungkan atau coba pahami gagasan ini !

AGAMA

Semua agama, sebagaimana para teolog -- dan lawan-lawan mereka -- memahami kata, merupakan sesuatu yang lain dari yang diasumsikan.
Agama adalah kendaraan. Ekspresi (ungkapan perasaan), ritual, moral dan ajaran-ajaran lainnya di dirancang untuk menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu (elevasi), pada waktu tertentu, pada komunitas tertentu.
Karena kesulitan mempertahankan ilmu manusia, agama diadakan (dilembagakan) sebagai suatu alat (untuk) mendekati kebenaran. Alat selalu menjadi tujuan bagi orang-orang yang tidak sungguh-sungguh (berpikiran dangkal), kendaraan menjadi berhala (sesuatu yang dipuja).
Hanya orang yang bijak, bukan orang yang percaya atau cerdas, dapat menyebabkan kendaraan berjalan lagi. (Alauddin Aththar)

Saya sengaja kasih link itu supaya anda bs tanyakan lgsg. kepada yg kompeten di bidangnya (Siddartha*) dan kemudian mencegah agar tidak terjebak dgn unnecessary pre-asumption.

tadinya sy berharap, akan ada jwbn setidaknya yg mewakili umat Buddha
(apakah mereka menerima konsep anda “menyamakan Siddartha sbg nabi”)
tp sudahlah tdk perlu dibahas toh ternyata hal itu tdk penting bagi anda.

Perlu sy tegaskan : “bahwa sy ini tidak mewakili suatu agama apapun dan
sudut pandang sy –netral- bahkan sy tadinya berlatarbelakang Monotheistik juga.“

Disini saya hanya berusaha masuk ke dlm topik bahasan (Siddartha*) dan kemudian berusaha untuk menerima jalur pikir anda (Islam*).


Saya tidak berada pada posisi untuk berdebat atau mendakwahkan ajaran Budha, sebab saya seorang muslim. Penerimaan saya kepada Budha Gautama itu murni dari ajaran islam yang saya pahami, tidak berbeda dengan saya menerima Nabi 'Isa atau Nabi Musa atau bahkan Nabi Muhammad. Karena al Quran memerintahkan orang islam untuk tidak membeda-bedakan para Nabi. "Laa nufarriqu bayna ahadim-minhum".

Mmg.....diskusi Agama melalui perspektif sejarah (past events*), dan
berbagai macam perspektif yg berbeda mmg perlu untuk menarik benang merah dr setiap peristiwa/kejadian.
Mudah”an anda setuju dgn saya....


Perspektiv sejarah tidak sama dengan fakta sejarah .... karena perspektiv berasal dari pengetahuan kita dan cara kita menafsirkan sejarah. Tapi fakta , tidak pernah bisa menjadi lebih dari itu.
Barngkali anda berfikir bahwa jika saya bisa memperlihatkan sebuah KTP Sidarta Gautama atau CV-nya, yang memperlihatkan sebuah bukti dan fakta tentang propesinya semasa dia hidup, apakah dia seorang pedagang, atau seorang politisi, atau seorang agamawan atau bahkan seorang Nabi yang tercantum dalam KTPnya itu, anda bisa menerima asumsi-asumsi saya bahwa dia seorang Nabi ?

Ya benar, utk bag. yg di-underline itu bs dijelaskan ?
Soalnya yg sy tangkap semua agama baik sebelum maupun sesudah kedatangan Islam diturunkan oleh Tuhan yg sama ...Allah (versi Islam* ya)!?!?!


Islam hanya menerima kemungkinan bahwa semua ajaran agama yang datang sebelumnya berasal dari seorang Nabi. Tapi jelas dan saya kira sejarahpun membuktikan bahwa tidak ada lagi kenabian setelah Nabi terakhir (Muhammad) diutus dan artinya tidak ada agama baru lagi setelah itu.
Ada bebrapa orang yang ngaku-ngaku Nabi dan mencoba membuat ajaran baru, tapi menurut saya itu hanya tiruan dan gagsannya tentang agama hanya tambal sulam. Yep akhirnya ajran mereka itu mirip baju gembel karena terdiri dari berbagai macam kain yang ditumpuk jadi satu ....
Gak ada menarik-menariknya buat dijadikan kepercayaan. :lol:
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Mon Oct 26, 2009 10:06 am

Akukomkamu wrote: Saya tidak marah , cuman saya merasa nalika lucu sekali cuman bisa :vom: doang tp gak apa2 kok .I :heart: U :lol:


nalika:
Yep karena kita hanya bisa menyampaikannya lewat kata-kata. Kalau saya bisa memperlihatkan seluruh yang saya maksudkan lewat sebutir apel dan saya cukup yakin anda akan memahaminya dengan tepat, pasti saya akan ngirim apel buat anda ..... :lol: :lol: :lol:


Neh , apel nya http://e-quran.sourceforge.net/chapter/019.html gak usah km kirim deh.
Aku tahu nalika bukan ahli Taurat atau Injil , aku pun juga bukan ahli Taurat atau Injil tapi aku mau pake logika dan nalarku.
Masalah pendeta Kristen masuk Islam itu not my business hahaahahaha... :lol:


nalika:
Memang apa yang sedang saya lakukan sekarang .... bersenang-senang dengan logika dan nalar tentunya ....... :lol: :lol: :lol:

Baca dan pahami ya... kalo km gak merasa aneh dr ayat itu ya...udah , berarti penerimaan logika n nalar mu berbeda ama aku, ok. :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 10:32 am

Kafiru euy wrote:tadinya sy berharap anda akan mengambil referensi dari “Kisah 25 Nabi dan Rasul”


Berdasarkan reverensi yang pernah saya baca, dia dikenal dengan nama Dzulkipli. Tapi itu juga sebatas dugaan, tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Definisi kata “Proof (bukti) dari Dictionary.com adalah: "The evidence or argument that compels the mind to accept an assertion as true."
(kesaksian atau argumen yang kuat yang memaksa benak untuk menerimanya sebagai kebenaran.)
Maka, .......


Kalau bukti-bukti semacam itu yang anda cari, kelihatannya anda belum menemukannya saya kira ?
Sebab anda mencarinya dengan cara yang salah, ditempat yang salah dan diwaktu yang salah pula .... gak aneh kalau gak nemu-nemu bukti yang anda inginkan itu.
Alasannya sederhana saja, anda mencoba membuat atau mendefinisikan sesuatu pada saat 'sesuatu' itu belum bisa dikenali dan didefinisikan dengan baik. Anda membuat berbagai persyaratan untuk 'sebuah kebenaran' yang mungkin bisa anda terima sebagai 'kebenaran'. Ini bahkan bukan sebuah tanda pencarian pengetahuan apalgi kebenaran, anda sekedar sedang berusaha 'melanjutkan keyakinan'.
Definisi tentang bukti yang anda kutip itu merupakan definisi hikmah dalam islam. Syaikh Abdul Qadir Jailani mengatakan,"Hikmah adalah datangnya kebenaran tanpa adanya unsur keraguan didalamnya".

Pahami statement itu,.....sy ingin lebih mendalami ttg sejarah Islam, anda bisa mengambil referensi dr sumber Islam lgsg “Sirah, Hadist, Quran, Ijma sahabat, dsb”.


Oh anda belum tahu gaya berdiskusi saya. Saya kurang suka mengubah ajaran islam (terutama Al Quran dan sunnah Nabi) menjadi tongkat yang dipakai buat memukuli orang lain yang menurut saya bertentangan dengannya.
Saya hanya menggunakannya jika itu betul-betul memberikan manfaat den berfungsi efektip untuk mendukung jalannya diskusi ini. Dengan kata lain saya akan mengirimkannya kepada anda sebagai sebuah hadiah.

Saya tidak meminta anda untuk bisa seperti itu,
baca sekali lagi : disitu sy meminta anda untuk menjawabnya berdasarkan Al Quran
“Khan klaimnya.....Al Quran sudah ditulis jauhhh.... sebelum dunia ini ada/tercipta”,
kl sy salah tlg koreksi ya !

Karena di Islam sendiri,... manusia pertama adam dan hawa beragama Islam
lalu bgmn anda menjelaskan hal ini ?


Al Quran itu kitab yang diwahyukan pada Nabi Muhammad, dan tentunya dia bersumber dari sumber yang sama dengan kitab-kitab lain yang turun sebelumnya.
Jadi isi dari Al Quran (bentuknya atau maknanya), pernah diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad. Tapi karena para Nabi berbicara dengan 'Lisan kaumnya', jelas sekali tampilan luarnya gak bakal sama atau identik dengan Al Quran yang kita kenal sekarang.
Saya pernah membaca sebuah pernyataan dari Nabi bahwa seluruh Al Quran sudah diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya kecuali penutup surat Al Baqarah (ayat 284-286). Penutup surat ini hanya diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul yang terakhir.
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 10:38 am

Akukomkamu wrote: Neh , apel nya http://e-quran.sourceforge.net/chapter/019.html gak usah km kirim deh.


Tadi saya buka sebentar, isinya surat Maryam. Tapi sayangnya saya sudah hafal diluar kepala seluruh isi surat ini....


Baca dan pahami ya... kalo km gak merasa aneh dr ayat itu ya...udah , berarti penerimaan logika n nalar mu berbeda ama aku, ok. :heart:


Keliatannya gak ada yang aneh tuh ..... kamu aja kali yang kurang paham maksudnya ?
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Mon Oct 26, 2009 3:41 pm

Nalika cb bantu saudaramu di sini

Klik duladi-mengadili-muhammad-mari-kita-usut-tuntas-t35363/page60.html#p540763

dan disini klik..... post540574.html#p540574

Untuk dikusi sementara kita tunda dulu, smg km tdk keberatan.... :yawinkle:
(bsk sy pastikan sdh ada tanggapannya)
Wass....
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Mon Oct 26, 2009 4:11 pm

Kafiru euy wrote:Nalika cb bantu saudaramu di sini

Klik duladi-mengadili-muhammad-mari-kita-usut-tuntas-t35363/page60.html#p540763

dan disini klik..... post540574.html#p540574

Untuk dikusi sementara kita tunda dulu, smg km tdk keberatan.... :yawinkle:
(bsk sy pastikan sdh ada tanggapannya)
Wass....


Oh saya di sini cuma single fighter kok, gak mewakili siapa pun atau faham apa pun. Biarkan saja si Duladi itu dengan lawannya, saya sih cuma nonton aja. Kalau dia mau main-main sama saya, pasti deh saya juga gak nolak.
Tapi thread nya terlalu banyak nih, sampai susah nyarinya dan pusing nyari mana yang mau dimasuki .....
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Tue Oct 27, 2009 2:33 am

nalika wrote:Bagaimanapun setiap orang punya persepsi sendiri-sendiri tentang agama. Coba anda renungkan atau coba pahami gagasan ini !

AGAMA

Semua agama, sebagaimana para teolog -- dan lawan-lawan mereka -- memahami kata, merupakan sesuatu yang lain dari yang diasumsikan.
Agama adalah kendaraan. Ekspresi (ungkapan perasaan), ritual, moral dan ajaran-ajaran lainnya di dirancang untuk menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu (elevasi), pada waktu tertentu, pada komunitas tertentu.
Karena kesulitan mempertahankan ilmu manusia, agama diadakan (dilembagakan) sebagai suatu alat (untuk) mendekati kebenaran. Alat selalu menjadi tujuan bagi orang-orang yang tidak sungguh-sungguh (berpikiran dangkal), kendaraan menjadi berhala (sesuatu yang dipuja).
Hanya orang yang bijak, bukan orang yang percaya atau cerdas, dapat menyebabkan kendaraan berjalan lagi. (Alauddin Aththar)


Sebuah pengakuan jujur
Kritik tentang Agama

Agama adalah cara manusia dalam menggambarkan sosok Tuhan
dan akan sy coba jabarkan sec. garis besar .

Manusia sejak jaman nenek moyang kita (Caveman*) selalu berusaha mencari eksistensi/sosok yg lebih besar dari dirinya, dan dari hal itu mereka membuat semacam ritual-ritual guna memuaskan segala khayalan mereka akan sosok yg tidak pernah ada.

Untuk mempersingkat,.. sy langsung masuk ke topik bahasan Allah.
Inti dr topik ini adlh bahwa Agama hanyalah sebuah proyeksi manusia. Allah, malaekat, surga, neraka tidak mempunyai kenyataan pada dirinya sendiri, jadi ini sekedar angan-angan manusia tentang hakekatnya sendiri.
Pendeknya Agama adalah proyeksi dari hakekat manusia.

Ya manusia sendirilah yg menciptakan Allah, karena sesudah Allah diciptakan oleh manusia, ia menguasai manusia, mengasingkannya dari dirinya sendiri dan dari dunianya. Allah membuat manusia menjadi kerdil, mengkorupsikan moralitasnya.
Allah itu dipasang sebagai kebenaran dan dengan demikian membuat manusia tenggelam dalam kebohongan.

Agama adalah ciptaan mereka yang kalah, yang tidak berani berontak, tidak berani berkuasa dan mereka yg dlm hidup nyata telah kalah, berharap sesudah hidup ini ingin dimenangkan oleh kekuatan di alam baka.

Oleh karena itu harus manusia sendirilah yang menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, terima realitas dunia apa adanya tanpa dipotong, dan pilih-pilih. Katakan “tidak” thd apa saja yg melemahkan, katakan “Iya” thd apa saja yg membuat kuat.
- manusia adlh sesuatu yg harus diatasi-.

(ga ush ditanggapi, ini hanya persepsi sy dlm memandang suatu Agama*)
Peace.......
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Tue Oct 27, 2009 2:36 am

Saya tidak berada pada posisi untuk berdebat atau mendakwahkan ajaran Budha,

Ga minta kok

Barngkali anda berfikir bahwa jika saya bisa memperlihatkan sebuah KTP Sidarta Gautama atau CV-nya, yang memperlihatkan sebuah bukti dan fakta tentang propesinya semasa dia hidup, apakah dia seorang pedagang, atau seorang politisi, atau seorang agamawan atau bahkan seorang Nabi yang tercantum dalam KTPnya itu, anda bisa menerima asumsi-asumsi saya bahwa dia seorang Nabi ?


Betul, lalu.... apakah di mata anda sy salah ?
Saya hanya ingin ada suatu pembuktian yg jelas utk semuanya.
dan juga ingin mendapatkan pemahaman yg holistik seperti
Musa – Yahudi
Yesus – Nasrani
Muhammad – Islam

lalu dimanakah letak kenabian Siddartha....?
saya ingin mengetahui sequencenya ?
mengenai Dzulkipli, bisa berikan link-nya ?

Anda membuat berbagai persyaratan untuk 'sebuah kebenaran' yang mungkin bisa anda terima sebagai 'kebenaran'. Ini bahkan bukan sebuah tanda pencarian pengetahuan apalgi kebenaran, anda sekedar sedang berusaha 'melanjutkan keyakinan'.


Kebenaran yg saya inginkan adlh melalui Sequence yg jelas (dg standar Islam*)
“Ayat yg menceritakan kisah Nabi Musa ada di dlm Quran,
Yesus juga ada, Muhammad apalagi”.

"Hikmah adalah datangnya kebenaran tanpa adanya unsur keraguan didalamnya".

Mangkanya bantu saya dong, hindari generalisasi dan asumsi pribadi.
sertakan pula sumber yg jelas baik berupa link atau ayat.


Saya kurang suka mengubah ajaran islam (terutama Al Quran dan sunnah Nabi) menjadi tongkat yang dipakai buat memukuli orang lain yang menurut saya bertentangan dengannya.

Ga minta kok apalagi memukul.

Sy selama ini berdiri pada hadis ini

Sahih Muslim, Buku 32, No.6416

Diceritakan Abdullah ibn Amr ibn al-As: Kudengar rasul berkata: 'Allah mentakdirkan kualitas dari ciptaannya 50.000 tahun sebelum dia menciptakan langit dan bumi

dan anda pun spertinya berdiri pada ayat ini

[12.111]....., akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

“Koreksi kl sy salah”


Dengan kata lain saya akan mengirimkannya kepada anda sebagai sebuah hadiah.

Sy tunggu ya hadiahnya....


Saya sdh meniatkan diri utk membagi diskusi ini dlm 3 fase dan ini sdh fase ke dua, jadi...
Mohon dgn sangat utk memperhatikan setiap detail dr jwbn anda.
krn sy menghormati anda sebagai lawan bicara
Wass...
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Tue Oct 27, 2009 6:52 am

Terima kasih atas penghormatannya dan saya juga sangat salut dengan anda.

Kafiru euy wrote:Kritik tentang Agama

Agama adalah cara manusia dalam menggambarkan sosok Tuhan
dan akan sy coba jabarkan sec. garis besar .

Manusia sejak jaman nenek moyang kita (Caveman*) selalu berusaha mencari eksistensi/sosok yg lebih besar dari dirinya, dan dari hal itu mereka membuat semacam ritual-ritual guna memuaskan segala khayalan mereka akan sosok yg tidak pernah ada.

Untuk mempersingkat,.. sy langsung masuk ke topik bahasan Allah.
Inti dr topik ini adlh bahwa Agama hanyalah sebuah proyeksi manusia. Allah, malaekat, surga, neraka tidak mempunyai kenyataan pada dirinya sendiri, jadi ini sekedar angan-angan manusia tentang hakekatnya sendiri.
Pendeknya Agama adalah proyeksi dari hakekat manusia.

Ya manusia sendirilah yg menciptakan Allah, karena sesudah Allah diciptakan oleh manusia, ia menguasai manusia, mengasingkannya dari dirinya sendiri dan dari dunianya. Allah membuat manusia menjadi kerdil, mengkorupsikan moralitasnya.
Allah itu dipasang sebagai kebenaran dan dengan demikian membuat manusia tenggelam dalam kebohongan.

Agama adalah ciptaan mereka yang kalah, yang tidak berani berontak, tidak berani berkuasa dan mereka yg dlm hidup nyata telah kalah, berharap sesudah hidup ini ingin dimenangkan oleh kekuatan di alam baka.

Oleh karena itu harus manusia sendirilah yang menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, terima realitas dunia apa adanya tanpa dipotong, dan pilih-pilih. Katakan “tidak” thd apa saja yg melemahkan, katakan “Iya” thd apa saja yg membuat kuat.
- manusia adlh sesuatu yg harus diatasi-.

(ga ush ditanggapi, ini hanya persepsi sy dlm memandang suatu Agama*)
Peace.......


Ini bukan tanggapan .......
Sangat menyenangkan mendengar orang yang bisa berbicara dengan jujur tentang pandangannya terhadap agama.
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Tue Oct 27, 2009 7:28 am

Kafiru euy wrote:Betul, lalu.... apakah di mata anda sy salah ?
Saya hanya ingin ada suatu pembuktian yg jelas utk semuanya.
dan juga ingin mendapatkan pemahaman yg holistik seperti
Musa – Yahudi
Yesus – Nasrani
Muhammad – Islam

lalu dimanakah letak kenabian Siddartha....?
saya ingin mengetahui sequencenya ?
mengenai Dzulkipli, bisa berikan link-nya ?


Kelihatannya anda sangat menaruh perhatian terhadap Budha Ghautama ini. Dia memang seorang yang mulia , dan pengikutnya juga memiliki pengetahuan yang sangat banyak tentang hal-hal yang sangat praktis sekaligus rumit, terutama para Lhama di Tibet.
Tapi saya terpaksa harus mengecewakan anda, sebab pengetahuan saya tentang Budha mungkin malah lebih sedikit dari pengetahuan yang anda miliki. Tapi saya melihatnya dari sudut pandang yang positif.
Al Quran menegaskan bahwa Allah telah mengutus kepada setiap bangsa yang ada di dunia Rasul-Rasul. Sebagian dari mereka diceritakan dalam Al Quran dan sebagian lagi tidak. Dan para Nabi ini berbicara dengan menggunakan bahasa kaumnya sendiri (bilisani qawmih), dan akibatnya setiap agama dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya lokal dimana Nabi tersebut hidup. Tapi air tetaplah air, dengan nama apa pun dia di sebut dan dalam wadah apa pun dia disimpan.

Nah sejarah membuktikan bahwa di Benua Asia selama ribuan tahun, hanya ada dua agama besar (Hindu dan Budha) yang betul-betul asli muncul dari wilayah ini. Jadi tentu saja dengan menggunakan deduksi logis biasa pun kita bisa langsung narik kesimpulan (dengan asumsi awal kita memang percaya pada Al Quran) bahwa dua agama ini pasti berasal dari agama samawi. Ada memang Kong Hu Cu dan Tao, tapi pengaruhnya gak seluas Hindu dan Budha.
Tapi jika anda sejak awal tidak percaya dengan pernyataan Al Quran (ada Nabi di setiap bangsa), sebanyak apa pun bukti yang disodorkan dan secanggih apa pun paradigma yang digunakan, tetap saja gak bakal bermanfaat.

Mengenai link, saya tidak bisa memberikannya karena memang saya gak punya. Saya lebih banyak mendapat informasi lewat buku yang saya baca.

Kebenaran yg saya inginkan adlh melalui Sequence yg jelas (dg standar Islam*)
“Ayat yg menceritakan kisah Nabi Musa ada di dlm Quran,
Yesus juga ada, Muhammad apalagi”.


Dengan standar Islam yang mana ?
Anda harus tahu kalau umat Islam itu terpecah dalam banyak kelompok, madzhab dan kepentingan. Masing-masing mereka memiliki paradigmanya sendiri.
Jika anda ingin pengetahuan yang bersifat faktual, sebaiknya anda mencarinya sendiri dan jangan terlalu mengandalkan orang lain kecuali untuk tambahan informasi. Itulah yang dulu dan sampai sekarang saya lakukan.
Syaratnya cuma satu, Jangan berprasangka dan bacalah setiap literatur seperti anda membaca komik atau majalah. Bersikap rileks dan gak banyak menuntut.


"Hikmah adalah datangnya kebenaran tanpa adanya unsur keraguan didalamnya".

Mangkanya bantu saya dong, hindari generalisasi dan asumsi pribadi.
sertakan pula sumber yg jelas baik berupa link atau ayat.


Link atau ayat tidak akan membantu anda sama sekali. Itu sama saja mencoba naik ke langit pake tali, sebuah kesia-sian. Pelajari saja semua yang bisa anda pelajari dengan cara yang wajar dan apa adanya. Prinsipnya, 'Dekatilah ajaran dengan pribadi kita yang paling sederhana dan paling jujur !'.
Jika semua informasi itu sudah berada di dalam cengkeraman mental anda, dan jika anda bisa bersikap dengan tepat, semuanya akan terurai dengan sendirinya dan anda akan bisa melihat jalan keluar melalui pemahaman terhadap hubungan realitas segala sesuatu yang ada di dunia.

Sy selama ini berdiri pada hadis ini

Sahih Muslim, Buku 32, No.6416

Diceritakan Abdullah ibn Amr ibn al-As: Kudengar rasul berkata: 'Allah mentakdirkan kualitas dari ciptaannya 50.000 tahun sebelum dia menciptakan langit dan bumi

dan anda pun spertinya berdiri pada ayat ini

[12.111]....., akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

“Koreksi kl sy salah”


Saya kurang memahami maksud anda dengan mengutip hadits dan ayat ini. Tapi untuk hadits itu, jika anda mempelajari karya sufi, anda akan memperoleh banyak informasi tentang maksudnya.

Sy tunggu ya hadiahnya....


Jika anda berpendapat bahwa kutipan Al quran dan hadits yang saya tulis tidak digunakan untuk 'menghakimi' anda, tapi sekedar untuk memperlihatkan sudut pandangnya , maka itu sebuah bentuk kiriman (hadiah) untuk anda.

Saya sdh meniatkan diri utk membagi diskusi ini dlm 3 fase dan ini sdh fase ke dua, jadi...
Mohon dgn sangat utk memperhatikan setiap detail dr jwbn anda.
krn sy menghormati anda sebagai lawan bicara
Wass...[/b]


Sangat menyenangkan bisa berdiskusi dengan anda .... Wass..
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Wed Nov 04, 2009 2:11 am

Kelihatannya anda sangat menaruh perhatian terhadap Budha Ghautama ini. Dia memang seorang yang mulia , dan pengikutnya juga memiliki pengetahuan yang sangat banyak tentang hal-hal yang sangat praktis sekaligus rumit, terutama para Lhama di Tibet.

Iya... betul,
karena sy pribadi sangat mengagumi pola ajaran Siddartha itu sendiri (yg sarat dgn filosofi hidup dan nilai” toleransi*) ,
serta berbagai macam pandanganNya tentang agama lain –bgmn hrs memaknai dan kemudian bersikap-
(kisah ini banyak terdapat dlm Sutta – serupa dgn hadist – dan ironisnya banyak Sutta Buddha ini yg dibakar sewaktu periode invasi Islam*).


Tapi saya terpaksa harus mengecewakan anda, sebab pengetahuan saya tentang Budha mungkin malah lebih sedikit dari pengetahuan yang anda miliki.

Sama sekali tidak

Al Quran menegaskan bahwa Allah telah mengutus kepada setiap bangsa yang ada di dunia Rasul-Rasul. Sebagian dari mereka diceritakan dalam Al Quran dan sebagian lagi tidak. Dan para Nabi ini berbicara dengan menggunakan bahasa kaumnya sendiri (bilisani qawmih), dan akibatnya setiap agama dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya lokal dimana Nabi tersebut hidup. Tapi air tetaplah air, dengan nama apa pun dia di sebut dan dalam wadah apa pun dia disimpan....... bahwa dua agama ini pasti berasal dari agama samawi.


Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalan lurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.
namun hidayah iu adalah dari Allah, Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.


Tulisan itu sy ambil setelah membaca lgsg kisah 25 Nabi dan Rasul
Nabi menurut Al Quran hanyalah membawa risallah Tauhid, menyembah Allah dgn cara yg benar (Shalat 5 waktu*),
jadi argumen km yg diatas tidak tepat Nalika,
harap km perhatikan bahwa agama Buddha, Hindu bukanlah agama Tauhid

Dengan standar Islam yang mana ?
Anda harus tahu kalau umat Islam itu terpecah dalam banyak kelompok, madzhab dan kepentingan. Masing-masing mereka memiliki paradigmanya sendiri.

Sebenarnya sy igin km menarik kejadian ini melalui cerita/kisah dari 25 Nabi dan Rasul
nah berpijak dr situ khan bisa ditentukan Siddartha (Buddha*) dan pendahulunya Hindu hidup di zaman Nabi yg mana ?!?!
lalu apakah Buddha n Hindu itu mmg menerima hidayah lgsg dr Allah.

utk yg di-underline
Justru itu yg membuat sy penasaran dari dulu, tidak adakah satu kajian (dr mazhab apapun*) yg membahas ttg masalah ini. dan kenapa agama ini (Islam*) selalu meng-eksklusifkan diri dari agama pendahulunya (baik samawi maupun non-samawi*) yg seakan-akan ingin menunjukkan
1. Ini lho sebutan Tuhan yg benar (Allah*)
2. Begini cara yg benar utk menyembahNya lalu
3. Kamu dan semua manusia harus ikut dlm sistemKu (Syariah n Khilafah*), argumen sy ttg ini bs km lihat di post sy selanjutnya

sambil di satu sisi tidak adanya kejelasan untuk semua hal,... lalu siapakah yg salah ?


Pantaskah penilaian dr ayat ini ditujukan kepada mereka (umat sblm risallah monotheistik dtg*)


Diskriminasi non-Muslim

Allah mendiskriminasi antara Muslim dan non Muslim. (Allah mengatakan bahwa kaum beriman dan kafir tidak pernah sederajad—(ibn Kathir - penafsir Quran)…45:21
21. Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (QS. 45:21)

Kafir layaknya org cacat

Kafir buta; mereka tidak dapat sederajad dgn mereka yg mengikuti Islam, jalan lurus…67:22
22. Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (QS. 67:22)
Kafir adalah budeq, tuli dan buta (lihat juga 6:39, 2:171, 7:179, 8:23, 24:40, 22:46, 46:26, 43:36 37) …2:18

Allah tidak dapat memperlakukan Muslim sama dgn kafir …68:35
35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? (QS 68:35)


Menyamakan Kafir spt binatang

Allah menyebut non-Muslim dlm 8:55 sbg mahluk yang seburuk2nya (mahluk yg teramat buruk) di mata Allah.

In verse 7:176 Allah says those who reject faith are like panting dogs; preaching to them is a waste of time.

In verse 7:177 Allah says: Those who reject the Qur’an, wrong themselves; they are evil. According to ibn-e- Abbas (an Interpreter of Koran ), their example is that of a dog.After killing unbelievers, their corpses are to be fed to dogs.

Verse 5:60 in which Allah says that He transformed some unbelievers(non-Muslims) into monkeys and pigs.

Verse 19:86 Even on the resurrection day the unbelievers will be driven to hell like thirsty cattle hastened to water.

Hukuman ketika di akhirat

Albaqarah ayat 24
"Innakum wa maa ta'buduuna min duunillaahi hashobu jahannam"
"Kalian dan sembahan kalian akan menjadi bahan bakar neraka".

Surah Al-Anbiya ayat 98
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Bersikap rileks dan gak banyak menuntut.

Percayalah sampai saat ini pun sy selalu rileks dan
tuntutan sy dr dulu cm satu yaitu “Kejelasan” melalui bukti dan studi Ilmiah.
Kedua aspek itu harus ada dan saling melengkapi.


'Dekatilah ajaran dengan pribadi kita yang paling sederhana dan paling jujur !'.
Jika semua informasi itu sudah berada di dalam cengkeraman mental anda, dan jika anda bisa bersikap dengan tepat, semuanya akan terurai dengan sendirinya dan anda akan bisa melihat jalan keluar melalui pemahaman terhadap hubungan realitas segala sesuatu yang ada di dunia.

Mmg itu yg selalu sy lakukan dlm meng-explore segala hal.
dan satu hal yg akhirnya sy sadari bahwa ada beberapa dimensi yg tidak bisa dipakai
untuk menilai kemudian menggunakannya utk mendapatkan pemahaman yg holistik,... dlm hal ini menilai dgn pendekatan Kitab Suci (Apapun namanya*)
Ada semacam “missing line” dlm konteks pengenalan dan perkembangan konsep “Agama”.

Saya kurang memahami maksud anda dengan mengutip hadits dan ayat ini. Tapi untuk hadits itu, jika anda mempelajari karya sufi, anda akan memperoleh banyak informasi tentang maksudnya.

Diceritakan Abdullah ibn Amr ibn al-As: Kudengar rasul berkata: 'Allah mentakdirkan kualitas dari ciptaannya 50.000 tahun sebelum dia menciptakan langit dan bumi

Bukankah maksud dlm hadist itu sdh jelas bahwa
Allah sebelum menciptakan langit dan bumi sudah menuliskan cerita/skenario untuk makhluk ciptaanNya kelak. Bertolak dr poin itu,... pertanyaan yg wajar adlh....
Kenapa harus ada konsep genap-menggenapi dlm suatu Agama dan
seperti yg anda lihat..... masing” meng-klaim bahwa Agamanya yg paling benar dan
merasa plg tahu ttg maksud Tuhan lantas ia pun bertindak mewakili Tuhan itu sendiri.
Dan hal ini semakin menguatkan persepsi sy soal Agama.


Bagi saya , sadar atau tidak, mau ataupun tidak, semua manusia dalam perjalanan PULANG terlepas apapun agama ataupun kepercayaannya.. Semua sedang belajar di sekolah kehidupan..

Dan

Saya pribadi pun tidak mau ambil pusing untuk urusan surga dan neraka karena,...
Surga bagi saya adalah ketika kita bisa meninggalkan dunia dengan nama baik buat anak-anak, istri, dan keluarga.
Orang mengenang kita sebagai orang baik yang bermanfaat buat orang lain.
Neraka adalah ketika kita tidak berbuat apapun, atau berbuat buruk dalam hidup; ketika orang menista kita sesudah kita tak ada lagi.
Itulah sebenar-benarnya neraka bagi saya.

Mungkin cerita ini cocok dgn uraian yg diatas
"Be Responsible for Yourself" klik renungan-hari-ini-t35440/page20.html
Last edited by Kafiru euy on Wed Nov 04, 2009 3:08 am, edited 4 times in total.
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Wed Nov 04, 2009 2:32 am

Islam adalah suatu kepercayaan yang menimbulkan hukum. Di atas hukum itu berdiri sistem. Dari aqidah, hukum dan sistem terbentuklah
pohon Islam. Sebagaimana halnya dengan setiap pohon kayu, maka dia terdiri dari akar, batang dan buah.

Kerana itu Islam merasa perlu agar supaya hukum itu menjadi peraturan kehidupan: “Siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang ingkar.”

Negara Islam itu telah dimulai semenjak kaum Muslimin itu baru berupa sekumpulan kecil manusia, yang sanggup mempertahankan diri
terhadap permusuhan, dan sanggup pula memelihara diri terhadap godaan untuk menyeleweng dari agama Allah, dan bahawa mereka berkumpul
dalam sebidang tanah yang dilindungi oleh bendera Islam.
Ketika itulah Islam berubah menjadi suatu sistem kemasyarakatan yang mengatur hubungan antara kaum Muslimin. Ia berubah menjadi suatu
sistem sejagat di mana atas dasarnya orang Islam bergaul dengan orang-orang lain.

Kemudian Islam merembes ke segenap penjuru dunia, dan ke manapun ia sampai, ia selalu membawa aqidahnya, hukumnya dan
sistemnya. Siapa yang ingin memeluk aqidahnya boleh masuk Islam. Siapa yang tidak mahu masuk, maka: “Tidak ada paksaan dalam agama,”
tetapi hukum dan sistem Islam selalu melindungi setiap bumi yang dimasukinya

dan saya pribadi sangat khawatir atas dampak yg ditimbulkan dr ayat ini


“Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman, dengan janji bahawa mereka itu akan mendapat syurga.
Mereka berjuang di jalan Allah. Mereka membunuh dan terbunuh. Ini adalah suatu janji yang benar yang terdapat dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an.
Dan siapakah yang lebih memenuhi janji dari Allah?”
(At-Taubah: 111)

“Siapa yang berjuang untuk menegakkan kalimat Allah yang tinggi, Ia berjuang di jalan Allah.”
(Hadith riwayat Bukhari)

“Agama menurut pandangan Allah adalah Islam.” “Siapa yang mencari agama selain dari Islam, tidak akan diterima daripadanya.”
(Ali-Imran: 19)


Pemahaman yg dapat kita ambil dr ayat" di atas adlh
Al-Qur ‘an itu diturunkan hanyalah: “untuk membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan untuk menjaganya.”
Karena itu sudah sepantasnya kalau seluruh manusia kembali kepada Islam, sehingga dapat direalisasikan kalimat Allah di atas dunia.

Setiap kekuatan yang menghambat da’wah atau menggunakan kekerasan untuk memaksakan dalam persoalan agama, dianggap melawan kalimat Allah. Siapa yang berjuang untuk ketinggian kalimat Allah adalah berjuang di jalan Allah.

Sesuai dengan ini maka peperangan dan kemenangan.kemenangan Islam dalam masa-masanya yang pertama, yang telah menyebarluaskan
agama Islam dan yang telah mengukuhkan tegaknya di tempat-tempatnya yang pertama, baik di dalam mahupun di luar Jazirah Arabia, adalah untuk
menegakkan kalimat Allah. Peperangan dan kemenangan itu didahului oleh da’wah Islam.
Perang baru terjadi kalau terdapat dua hal:
1. Kalau ada kekuatan materialistik yang menghambat da’wah yang bersifat damai
2. Apabila terjadi serangan terhadap kebebasan beragama, dan godaan agar kaum Muslimin keluar dari agamanya, baik secara
perseorangan atau secara berkelompok.

“Siapa di antara kamu yang melihat hal yang terlarang, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Kalau ia tidak sanggup, dengan lidah. Kalau ia
tidak sanggup maka dengan hati. Ini adalah iman yang terlemah”
(Al-Hadith)
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Sat Nov 07, 2009 9:40 pm

Kafiru euy wrote:Iya... betul,
karena sy pribadi sangat mengagumi pola ajaran Siddartha itu sendiri (yg sarat dgn filosofi hidup dan nilai” toleransi*) ,
serta berbagai macam pandanganNya tentang agama lain –bgmn hrs memaknai dan kemudian bersikap-
(kisah ini banyak terdapat dlm Sutta – serupa dgn hadist – dan ironisnya banyak Sutta Buddha ini yg dibakar sewaktu periode invasi Islam*).


Maaf nih saya baru sempat mampir lagi.
Dalam hal Budha Gautma, pendapat saya juga sama. Dia adalah orang kedua yang paling saya kagumi setelah Nabi Muhammad. Waktu saya berumur 17 tahun, saya bahkan pernah menjadikan agama Budha sebagai alternatif kalau misalnya saya terpaksa harus keluar dari ajaran islam. Waktu itu saya sudah membuat keputusan, kalau seandainya islam tidak bisa membuktikan dirinya sendiri sebagai agama yang benar, saya akan menjadi seorang Budhis atau agnostik. Tapi akhirnya saya menemukan islam dalam bentuk yang lain, yang tersimpan dalam warisan para sufi. Merekalah yang membuat saya tetap menjadi muslim sampai sekarang.
Banyak buku ajaran Budha yang dibakar ya ?
Begitulah sejarah, kadang memang sangat tidak menyenangkan. Tidak jauh bedanya dengan hancurnya seluruh perpustakaan di Baghdad akibat invasi bangsa Mongol. Di masa lalu, orang-orang memang belum mengembangkan etika peperangan selengkap di zaman kita ini.

Sama sekali tidak


Syukurlah kalau begitu

Tulisan itu sy ambil setelah membaca lgsg kisah 25 Nabi dan Rasul
Nabi menurut Al Quran hanyalah membawa risallah Tauhid, menyembah Allah dgn cara yg benar (Shalat 5 waktu*),
jadi argumen km yg diatas tidak tepat Nalika,
harap km perhatikan bahwa agama Buddha, Hindu bukanlah agama Tauhid


Anda harus tahu bahwa setiap orang berfikir,berbicara, dan bertindak sesuai dengan prasangka dominan yang ada di dalam dirinya. Jika anda bertanya kepada seorang literalis muslim tentang agama lain, jawabannya akan selalu sama. Itulah kesalahan anda yang paling utama, anda tidak mempercayai kata-kata mereka tapi anda terus-menerus mengharapkan jawaban yang sesuai dengan pendapat anda dari mereka. Sampai kapan pun cara seperti itu tidak akan membawa hasil.
Lagipula anda melihat dan membandingkan setiap agama dengan sisi luar ajaran islam, jelas gak bakal nyambung. Sebab letak kesamaannya itu ada pada esensi bukan pada tampilan luarnya. Sebab seperti yang ditegaskan oleh Al Quran, "Setiap Nabi berbicara dengan bahasa kaumnya." Jadi anda mencoba mencari persamaan atau kesesuaian pada tempat di mana hal itu memang tidak ada.
Kalau masalah Hindu dan Budha, saya tetap berpendapat bahwa itu pada awalnya adalah agama wahyu. Ajaran Hindu itu mempunyai banyak kemiripan dengan Yahudi dan Budha dengan Kristen. Coba anda pelajari Baghawad Ghita dan bandingkan dengan Asmaul-Husna, anda akan menemukan banyak kemiripan di sana.

Sebenarnya sy igin km menarik kejadian ini melalui cerita/kisah dari 25 Nabi dan Rasul
nah berpijak dr situ khan bisa ditentukan Siddartha (Buddha*) dan pendahulunya Hindu hidup di zaman Nabi yg mana ?!?!
lalu apakah Buddha n Hindu itu mmg menerima hidayah lgsg dr Allah.


Tidak bisa seperti itu, sebab Al Quran hanya menceritakan sejarah para Nabi yang memang dikenal baik oleh orang Arab, terutama Nabi-Nabi dari Bani Israil. Apa manfaatnya Al quran bercerita tentang seorang Nabi yang muncul dikalangan Indian Aztec ?
Sejarah 25 Nabi ditulis berdasarkan pengetahuan seorang muslim, dan ajaran Hindu dan Budha memang kurang begitu dikenal dikalangan umat Islam. Jadi sulit mengharapkan informasi yang akurat dari buku sejarah para nabi.
Kalau menurut saya, daripada anda repot-repot mencari informasi dari umat islam, kenapa anda gak langsung masuk kedalam ajaran Budha sendiri. Anda kan sudah tahu agama islam, jadi dengan langsung masuk ke agama Budha anda bisa membuat perbandingannya dengan lebih akurat.

Justru itu yg membuat sy penasaran dari dulu, tidak adakah satu kajian (dr mazhab apapun*) yg membahas ttg masalah ini. dan kenapa agama ini (Islam*) selalu meng-eksklusifkan diri dari agama pendahulunya (baik samawi maupun non-samawi*) yg seakan-akan ingin menunjukkan
1. Ini lho sebutan Tuhan yg benar (Allah*)
2. Begini cara yg benar utk menyembahNya lalu
3. Kamu dan semua manusia harus ikut dlm sistemKu (Syariah n Khilafah*), argumen sy ttg ini bs km lihat di post sy selanjutnya

sambil di satu sisi tidak adanya kejelasan untuk semua hal,... lalu siapakah yg salah ?


Islam itu sebuah agama, dan seperti pada umumnya sebuah agama, selalu memutlakkan dirinya sendiri dan mengabaikan yang lain. Dan ini tidak selamanya buruk sebab tujuannya adalah membuat penganutnya berkonsentrasi pada apa yang disajikan. Jika anda memiliki sebuah tangga, maka anda harus berkonsentrasi pada tangga yang anda miliki, meskipun kenyataannya banyak tangga lain disekeliling anda.
Anda jangan bersikap seperti orang yang ingin minum, terus berlari dari satu sumur ke sumur yang lain. Dan akhirnya anda mati karena kelelahan, bukan karena kehausan.
nalika
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Sat Nov 07, 2009 9:59 pm

Saya cuman PESAN aja...dituruti ok...gak pun no problem...

"jadikan agama sebagai pelayan setia Anda , jika tidak , ia akan menjadi majikan yang sangat penuntut"

"Dengan kata lain , belajarlah mengendalikan agama , atau agama akan mengendalikan Anda"


:heart: :heart: :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

PreviousNext

Return to SURGA & NERAKA Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users