Kelihatannya anda sangat menaruh perhatian terhadap Budha Ghautama ini. Dia memang seorang yang mulia , dan pengikutnya juga memiliki pengetahuan yang sangat banyak tentang hal-hal yang sangat praktis sekaligus rumit, terutama para Lhama di Tibet.
Iya... betul,
karena sy pribadi sangat mengagumi pola ajaran Siddartha itu sendiri (yg sarat dgn filosofi hidup dan nilai” toleransi*) ,
serta berbagai macam pandanganNya tentang agama lain –bgmn hrs memaknai dan kemudian bersikap-
(kisah ini banyak terdapat dlm Sutta – serupa dgn hadist – dan ironisnya banyak Sutta Buddha ini yg dibakar sewaktu periode invasi Islam*).
Tapi saya terpaksa harus mengecewakan anda, sebab pengetahuan saya tentang Budha mungkin malah lebih sedikit dari pengetahuan yang anda miliki.
Sama sekali tidak
Al Quran menegaskan bahwa Allah telah mengutus kepada setiap bangsa yang ada di dunia Rasul-Rasul. Sebagian dari mereka diceritakan dalam Al Quran dan sebagian lagi tidak. Dan para Nabi ini berbicara dengan menggunakan bahasa kaumnya sendiri (bilisani qawmih), dan akibatnya setiap agama dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya lokal dimana Nabi tersebut hidup. Tapi air tetaplah air, dengan nama apa pun dia di sebut dan dalam wadah apa pun dia disimpan....... bahwa dua agama ini pasti berasal dari agama samawi.
Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalan lurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.
namun hidayah iu adalah dari Allah, Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.
Tulisan itu sy ambil setelah membaca lgsg kisah 25 Nabi dan Rasul
Nabi menurut Al Quran hanyalah membawa risallah Tauhid, menyembah Allah dgn cara yg benar (Shalat 5 waktu*),
jadi argumen km yg diatas tidak tepat Nalika,
harap km perhatikan bahwa agama Buddha, Hindu bukanlah agama Tauhid
Dengan standar Islam yang mana ?
Anda harus tahu kalau umat Islam itu terpecah dalam banyak kelompok, madzhab dan kepentingan. Masing-masing mereka memiliki paradigmanya sendiri.
Sebenarnya sy igin km menarik kejadian ini melalui cerita/kisah dari 25 Nabi dan Rasul
nah berpijak dr situ khan bisa ditentukan Siddartha (Buddha*) dan pendahulunya Hindu hidup di zaman Nabi yg mana ?!?!
lalu apakah Buddha n Hindu itu mmg menerima hidayah lgsg dr Allah.
utk yg di-underline
Justru itu yg membuat sy penasaran dari dulu, tidak adakah satu kajian (dr mazhab apapun*) yg membahas ttg masalah ini. dan kenapa agama ini (Islam*) selalu meng-eksklusifkan diri dari agama pendahulunya (baik samawi maupun non-samawi*) yg seakan-akan ingin menunjukkan
1. Ini lho sebutan Tuhan yg benar (Allah*)
2. Begini cara yg benar utk menyembahNya lalu
3. Kamu dan semua manusia harus ikut dlm sistemKu (Syariah n Khilafah*), argumen sy ttg ini bs km lihat di post sy selanjutnya
sambil di satu sisi tidak adanya kejelasan untuk semua hal,... lalu siapakah yg salah ?
Pantaskah penilaian dr ayat ini ditujukan kepada mereka (umat sblm risallah monotheistik dtg*)
Diskriminasi non-Muslim
Allah mendiskriminasi antara Muslim dan non Muslim. (Allah mengatakan bahwa kaum beriman dan kafir tidak pernah sederajad—(ibn Kathir - penafsir Quran)…45:21
21. Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (QS. 45:21)
Kafir layaknya org cacatKafir buta; mereka tidak dapat sederajad dgn mereka yg mengikuti Islam, jalan lurus…67:22
22. Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (QS. 67:22)
Kafir adalah budeq, tuli dan buta (lihat juga 6:39, 2:171, 7:179, 8:23, 24:40, 22:46, 46:26, 43:36 37) …2:18
Allah tidak dapat memperlakukan Muslim sama dgn kafir …68:35
35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? (QS 68:35)
Menyamakan Kafir spt binatang
Allah menyebut non-Muslim dlm 8:55 sbg mahluk yang seburuk2nya (mahluk yg teramat buruk) di mata Allah.
In verse 7:176 Allah says those who reject faith are like panting dogs; preaching to them is a waste of time.
In verse 7:177 Allah says: Those who reject the Qur’an, wrong themselves; they are evil. According to ibn-e- Abbas (an Interpreter of Koran ), their example is that of a dog.After killing unbelievers, their corpses are to be fed to dogs.
Verse 5:60 in which Allah says that He transformed some unbelievers(non-Muslims) into monkeys and pigs.
Verse 19:86 Even on the resurrection day the unbelievers will be driven to hell like thirsty cattle hastened to water.
Hukuman ketika di akhirat
Albaqarah ayat 24
"Innakum wa maa ta'buduuna min duunillaahi hashobu jahannam"
"Kalian dan sembahan kalian akan menjadi bahan bakar neraka".
Surah Al-Anbiya ayat 98
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Bersikap rileks dan gak banyak menuntut.
Percayalah sampai saat ini pun sy selalu rileks dan
tuntutan sy dr dulu cm satu yaitu “Kejelasan” melalui bukti dan studi Ilmiah.
Kedua aspek itu harus ada dan saling melengkapi.
'Dekatilah ajaran dengan pribadi kita yang paling sederhana dan paling jujur !'.
Jika semua informasi itu sudah berada di dalam cengkeraman mental anda, dan jika anda bisa bersikap dengan tepat, semuanya akan terurai dengan sendirinya dan anda akan bisa melihat jalan keluar melalui pemahaman terhadap hubungan realitas segala sesuatu yang ada di dunia.
Mmg itu yg selalu sy lakukan dlm meng-explore segala hal.
dan satu hal yg akhirnya sy sadari bahwa ada beberapa dimensi yg tidak bisa dipakai
untuk menilai kemudian menggunakannya utk mendapatkan pemahaman yg holistik,... dlm hal ini menilai dgn pendekatan Kitab Suci (Apapun namanya*)
Ada semacam “missing line” dlm konteks pengenalan dan perkembangan konsep “Agama”.
Saya kurang memahami maksud anda dengan mengutip hadits dan ayat ini. Tapi untuk hadits itu, jika anda mempelajari karya sufi, anda akan memperoleh banyak informasi tentang maksudnya.
Diceritakan Abdullah ibn Amr ibn al-As: Kudengar rasul berkata: 'Allah mentakdirkan kualitas dari ciptaannya 50.000 tahun sebelum dia menciptakan langit dan bumiBukankah maksud dlm hadist itu sdh jelas bahwa
Allah sebelum menciptakan langit dan bumi sudah menuliskan cerita/skenario untuk makhluk ciptaanNya kelak. Bertolak dr poin itu,... pertanyaan yg wajar adlh....
Kenapa harus ada konsep genap-menggenapi dlm suatu Agama dan
seperti yg anda lihat..... masing” meng-klaim bahwa Agamanya yg paling benar dan
merasa plg tahu ttg maksud Tuhan lantas ia pun bertindak mewakili Tuhan itu sendiri.
Dan hal ini semakin menguatkan persepsi sy soal Agama.
Bagi saya , sadar atau tidak, mau ataupun tidak, semua manusia dalam perjalanan PULANG terlepas apapun agama ataupun kepercayaannya.. Semua sedang belajar di sekolah kehidupan..Dan
Saya pribadi pun tidak mau ambil pusing untuk urusan surga dan neraka karena,...
Surga bagi saya adalah ketika kita bisa meninggalkan dunia dengan nama baik buat anak-anak, istri, dan keluarga.
Orang mengenang kita sebagai orang baik yang bermanfaat buat orang lain.
Neraka adalah ketika kita tidak berbuat apapun, atau berbuat buruk dalam hidup; ketika orang menista kita sesudah kita tak ada lagi.
Itulah sebenar-benarnya neraka bagi saya.
Mungkin cerita ini cocok dgn uraian yg diatas
"Be Responsible for Yourself" klik
renungan-hari-ini-t35440/page20.html