. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby Al-Kafirun_Mukmin » Sun Mar 06, 2011 7:00 pm

memanga
" release ABB = lepaskan/bebaskn ABB "
User avatar
Al-Kafirun_Mukmin
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1135
Joined: Sat Jan 22, 2011 7:13 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby asal usil » Mon Mar 07, 2011 10:17 am

lagian si freax juga salah kalau ABB gratis mah ABB is for free....

Free ABB = bebaskan ABB
asal usil
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby bagoong » Mon Mar 07, 2011 6:54 pm

@atas

abb sudah renta sudah bau tanah, masih suka bikin kaco negara.
lo setuju gak dengan kelakuan abb ?
bagoong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 911
Joined: Tue Feb 15, 2011 4:33 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby Mohc moho » Tue Mar 08, 2011 8:05 am

meskipun tua masih sanggup layani 72 bidadari...hajar kek..asal jangan kambuh aja encoknya nanti...hahahaha
Mohc moho
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Wed Mar 02, 2011 8:04 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby saia » Tue Mar 08, 2011 11:26 am

Ini postingan saia di thread humor
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/post726354.html#p726354

Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?? kalo saia boleh ralat dikit sich, harusnya Mengapa kaum muslim tertinggal dari kaum-kaum kafir?? atau bisa juga keduanya :lol:

Saia kira the main principal yang dibangun dan berada di landasan pikir/jiwa terdalam rakyat Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa …(judulnya saja, untuk keperluan politis dogmatis bahwa semua bangsa indonesia itu sama), jadinya setiap manusia di Indonesia akan bertakwa kepada kepercayaannya masing-masing dan itu dijadikan prinsip utama dalam kehidupan mereka.
dalam artian seorang manusia di Indonesia akan mempunyai pola pikir/world view/weltanschauung terhadap dirinya, sosial, kehidupan, dan alam raya sesuai kepercayaannya masing-masing.

nggak hairan jika menurut ....
1. Orang islam itu dunia diciptakan aulloh SWT, dan sumber ilmu dan iman mereka dari al-quran al-karim al-akadarnya ...
2. Sedangkan orang kristen menganggap ilmu dan iman mereka didasarkan pada bible
3. Orang hindu dan buddha masih percaya reinkarnasi
kalau mereka ngomong di ranah ilmiah, mereka bawa argumen kitab suci … khususnya orang islam, ibarat mahasiswa yg sedang menyusun tugas akhirnya, baru tersadar bahwa IPTEK itu jauh lebih luas dibandingkan quran alkarim alakadarnya, ketinggalan zaman. Jadinya metodologi penelitian yg diambil adalah mencocokan IPTEk sekarang dengan quran, walopun ga nyambung dan banyak salahnya.

seperti halnya seorang Harun Yahya, seorang muslim tentunya, menekankan pemikiran ilmiah berdasarkan quran al karim alakadarnya. Penjelasan awal ilmiah menghasilkan kesimpulan mistis ghaib, tanpa argumen ilmiah, dan didasarkan atas argumen kitab suci yang jelas-jelas disusun tidak melalui methodologi dan observasi ilmiah … akhirnya kesimpulan dogmatis yg didapat, apa itu?? quran alkarim alakadarnya yg bilang seperti itu, jika beberapa ilmu IPTEK dan quran alkarim alakadarnya bersebarangan maka ilmu IPTEK itu salah, quran yg benar, TITIK!.
ini pemikiran manusia yg sudah keracunan yg namanya agama. saia sudah buktikan itu di forum FFI ini ...

Di Indonesia, sekelas doktor lulusan luar negeri dengan gelar Phd di bidang astronomy … belum tentu paham dengan dialektikal materialistis(CMIIW). bagaimana tidak?! landasan berpikir tidak ada, pola pikir orang macam ini selalu dimulai dengan bismillah dengan akhiran wallahualam. garis besarnya perkembangan otak yg belajar mengerti apa itu pentingnya material di dunia ini, seperti ...
tanaman untuk hidup membutuhkan air
binatang untuk hidup membutuhkan air
manusia untuk hidup membutuhkan air
kesimpulan: air adalah sumber kehidupan.
premis-premis filsafat dan logika ini sudah jauh-jauh hari dikontruksi oleh benda-benda material alam, dan juga cara bekerjanya alam mengkontruksi pemikiran manusia, jadi coba bandingkan dengan logika muslim yg selalu berprinsipil quran alkarim alakadarnya adalah sumber pengetahuan akan alam semesta. apalagi jika kita omongin tingkat rakyat bawah….pasti omongannya dukun santet, jin(seperti penghuni di FFI ini yg terkenal dgn kloningannya) tuyul dan mbak yul atau bahkan tifatul…?! :lol:

Lalu dari pemahaman sederhana ttg ilmu alam ini mereka mulai membuat hipothesa-hipothesa lebih advance/lebih luas/lebih tinggi??
jadi disini bisa disimpulkan benda dan cara kerja alam membentuk filsafat dan logika mereka. filsafat dan logika mereka kemudian mereka gunakan untuk menyusun hipothesa dan methodologi ilmu fisika modern.
Dari tradisi para filsuf-filsuf zaman jebot ini jelas bahwa mereka dibudayakan sebagai pemikir dan seorang penyelidik/observasi, beberapa filsuf beraliran materialis/fisis.

Negeri Russia konon sebelum Bolshevik merupakan negeri yang kondisinya seperti pakistan saat ini. Banyak rakyat mati kelaparan. Kemudian Lenin melakukan revolusi bolshevik.
Saia kira essensi dari revolusi bolshevik itu bukan masalah Lenin menggantikan Tsar, tapi di Russia secara fundamental seluruh sistem dan aspek kehidupan diganti. Sistem ekonomi diganti komunisme, Agama diganti oleh fisika/materialisme.Jadi tepatnya Lenin dan Stalin itu mengganti agama rakyat Russia menjadi agama fisika.

Jadi ga heran jika paham komunis tidak begitu populer di negeri ini, pola-pikir cendikiawan, ilmuwan, dan golongan rakyat bawah tidak jauh berbeda, simple minded menjurus ke takhayul. saia ingat dulu ketika salah satu teman berangkat naik haji lalu pulang membawa air zam-zam, bener atau tidak, dia bilang air zam-zam punya kuasa menyembuhkan beragam penyakit. jika pola-pikir orang sehat, berapa banyak liter air zam-zam yg diminum tidak mungkin menyembuhkan penyakit bengek, kudis, eksim, flue dan batuk atau bahkan penyakit **** yg diderita teman saia ini, ironisnya teman saia ini juara olimpiade matematika nasional tahun 2003-2004, pinter tapi ****, tragedi dalam tragedi.

Amerika mencapai kemajuannya dengan jalan panjang (ratusan tahun)
tapi negeri Russia dan China memperoleh kemajuannya dengan jalan cepat…(puluhan tahun)
dari perspektive saya, kedua negara bekas 'komunis' dan ‘komunis’ ini pada dasarnya mengedepankan pengetahuan di tingkat rakyatnya dulu untuk mengakselerasi kecepatan ekonominya…
di negeri Russia pernah dilarang agama kristen, dan belief system rakyatnya diganti dengan paham kebersamaan, dialektikal materialistis.
di negeri China, segala kepercayaan mistis seperti falun gong dan buddha digerus dan diketati…
tapi mereka punya alasan dan tujuan jelas dalam melakukan tiran terhadap kepercayaan takhyul..
yaitu kemajuan pola-pikir rakyat yang pada efek selanjutnya adalah kemajuan ekonomi…

Agama sebagai belief system jika kita analogikan dengan arsitektur komputer (bagi mahasiswa IT atau lulusan IT tahu soal ini, ane ga bilang pakar IT yee),
Kita definisikan dulu agama sebagai belief system atau layer bawah, atau di dalam terminologi operating system komputer maka ini disebut kernel.
Kernel/agama ini akan membuat cara berpikir kita dalam memandang kehidupan, sosial, dan alam semesta.
jadi kernel/agama ini adalah prinsip dasar pola pikir manusia…
nah…sekarang kembali lagi ke tujuan…
pola pikir kita mau dibawa kemana?
kalau mau menjadi spiritualis, ya kita instal agama takhyul di kernel jidat rakyat indonesia…
kalau mau menjadi negeri maju dengan akselerasi ngebut, ya kita instal fisika matrialistis di kernel jidat rakyat indonesia…
ini semua boleh fleksibel, artinya seperti negeri Russia juga…
mereka pernah install fisika matrialits plug-in di kernel jidat rakyatnya,
lalu kini mereka bolehkan agama diajarkan kembali…
yang penting susunannya jangan kebalik…
fisika matrialistis yang menjadi kernel paling dasar (belief system dasar)
agama berada di layer berikutnya
dengan demikian maka melihat agama dari perspektive fisika….
kalau susunannya kebalik….yaitu
agama yang menjadi kernel paling dasar
lalu belajar fisika
maka akibatnya fisika dilihat dari perspektive agama…
hasil akhirnya ya seperti uraian seorang doktor Indonesia lulusan luar negeri….
ngomong big bang…hasil akhirnya disimpulkan itu semua atas kehendak aullllllllllloooohhh swt.

ah .... cape dehhh .... :lol:
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby asal usil » Tue Mar 08, 2011 1:47 pm

Allah swt. menuangkan sebagian kecil dari ilmu-Nya kepada umat manusia dengan dua jalan. Pertama, dengan ath-thariqah ar-rasmiyah (jalan resmi) yaitu dalam jalur wahyu melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasul-Nya, yang disebut juga dengan ayat-ayat qauliyah. Kedua, dengan ath-thariqah ghairu rasmiyah (jalan tidak resmi) yaitu melalui ilham secara kepada makhluk-Nya di alam semesta ini (baik makhluq hidup maupun yang mati), tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena tak melalui perantaraan malaikat Jibril, maka bisa disebut jalan langsung (mubasyaratan). Kemudian jalan ini disebut juga dengan ayat-ayat kauniyah.

Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh sebab itu manusia harus berusaha membacanya, mempelajari, menyelidiki dan merenungkannya, untuk kemudian mengambil kesimpulan. Allah swt. berfirman: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan alam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)

Apa yang salah dengan itu...?
Negara2 Islam tidak pernah alergi kok dengan ilmu pengetahuan... contohnya era khalifa abbasiyah umat Islamlah yang menggabungkan menterjemahkan buku2 filsafat yunani, ilmu pengetahuan dari mesir, India, persia dan teknik pembuatan dan percetakan kertas dari China.. menjadi satu. untuk kemudian mengembangkannya dan mengklasifikasikan ilmu2 tersebut menjadi disiplin2 ilmu tersendiri..

http://perindukhilafah.blogdetik.com/20 ... -berfikir/

Jacques C. Reister juga berkomentar, “Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatan, ilmu pengetahuan, dan peradabannya yang tinggi.”

Klo boleh sedikit narsis tanpa kehadiran umat Islam mungkin ilmu2 tersebut akan tetap tercerai berai dan akan bernasib sama seperti peradaban Atlantis dimana ilmu mereka hilang begitu saja tanpa ada yang mewarisi. dan peradaban manusia bisa mulai dari awal lagi.

Klo umat Islam sekarang mengalami kemunduran dan kebekuan dalam berpikir harus diakui masih banyak orang Islam yang terlalu sibuk dalam urusan2 yang tidak perlu kemiskinan dan kebodohan juga masih menjadi problem.. sistem pendidikan di negara2 Islam sekarang juga carut marut.
Apakah pemerintahan negara2 muslim sekarang adalah pemerintahan Islam..?

saia wrote:Saia kira essensi dari revolusi bolshevik itu bukan masalah Lenin menggantikan Tsar, tapi di Russia secara fundamental seluruh sistem dan aspek kehidupan diganti. Sistem ekonomi diganti komunisme, Agama diganti oleh fisika/materialisme.Jadi tepatnya Lenin dan Stalin itu mengganti agama rakyat Russia menjadi agama fisika.


Apakah dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan.....?

saia wrote:quran alkarim alakadarnya yg bilang seperti itu, jika beberapa ilmu IPTEK dan quran alkarim alakadarnya bersebarangan maka ilmu IPTEK itu salah, quran yg benar, TITIK!.


Berarti ada yang salah...? Bukan berarti salah semua. makanya disuruh mencari menggunakan metodologi ilmiah...
Apakah ada ayat Al Quran yang menyalahi ilmu pengetahuan...

Darwinisme (Teori evolusi) yang menggunakan metodologi ilmiah apakah pasti sebuah kebenaran...?

http://www.harunyahya.com/indo/buku/atlas/atlas_01.html
asal usil
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby freax » Tue Mar 08, 2011 2:33 pm

Al-Kafirun_Mukmin wrote:memanga
" release ABB = lepaskan/bebaskn ABB "

asal usil wrote:masih salah tuh... :butthead:

Freedom for ABB = kebebasan untuk ABB

Release ABB = melepaskan, membebaskan ABB

pertanyaannya lapis legit khan

Bebaskan ABB... :finga:


Tuh, kan. nunjukin dengan gamblang kebodohannya :-"
Al-Kafirun_Mukmin sudah benar, pakai "release"
kalau "membebaskan", pakai "releasing"

asal usil wrote:lagian si freax juga salah kalau ABB gratis mah ABB is for free....

Free ABB = bebaskan ABB


Image

Image

Image

Image

Image


:rock: freax
User avatar
freax
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 300
Joined: Tue Apr 13, 2010 9:29 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby saia » Tue Mar 08, 2011 4:55 pm

asal usil wrote:
Jacques C. Reister juga berkomentar, “Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatan, ilmu pengetahuan, dan peradabannya yang tinggi.”

Klo boleh sedikit narsis tanpa kehadiran umat Islam mungkin ilmu2 tersebut akan tetap tercerai berai dan akan bernasib sama seperti peradaban Atlantis dimana ilmu mereka hilang begitu saja tanpa ada yang mewarisi. dan peradaban manusia bisa mulai dari awal lagi.

Klo umat Islam sekarang mengalami kemunduran dan kebekuan dalam berpikir harus diakui masih banyak orang Islam yang terlalu sibuk dalam urusan2 yang tidak perlu kemiskinan dan kebodohan juga masih menjadi problem.. sistem pendidikan di negara2 Islam sekarang juga carut marut.
Apakah pemerintahan negara2 muslim sekarang adalah pemerintahan Islam..?


apa ini?? narsis?? :---)
okelah, sebut saja narsis, bangga akan kejayaan peradaban islam, saia ga akan memungkiri karena faktanya memang begitu. saia hanya bilang bahwa urutan pola pikir manusia seperti yg saia analogikan tadi pada 'kernel' komputer menciptakan pola-pikir yang terbalik

al-kindy, scientist abad pertengahan berlaku pola-pikir bahwa segala sesuatunya adalah hasil dari buah pikiran dengan pengaruh-pengaruh lingkungannya (dialektikal matrialistis), tanpa menoleh kitab quran alkarin alakadarnya. segala ilham pengetahuan tidak bersumber pada kitab ente,

lho kok bisa??
memangnya dari kesluruhan buku yg dikarang al-kindy itu mendapat ilham dari quran?? jelas tidak!, bisa saja ente klaim bahwa paradigma berpikir itu adalah
ath-thariqah ghairu rasmiyah


bagi saia, seorang al-kindy atau al-khawarizmi hanyalah seorang mujaddid dalam arti pembaharu dari perkembangan ilmu yg sudah ada. bukan ilmu dari quran atau dibisik-bisiki jibril
ath-thariqah ar-rasmiyah
:lol:
ini bisa dilihat dari kontradiksi quran dengan scient (bisa dilihat di thread saia http://indonesia.faithfreedom.org/forum/menjawab-tantangan-prof-abdaan-scient-quran-itu-kontradiktif-t38790/)


Apakah dapat menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan.....?

ini yg saia bilang pola-pikir ala islami, apakah dapat menjamin kebahagian dan kesejahteraan?? :lol:
aulloh dan tuhan yg lain aja ga bisa jamin, kebahagiaan dan kesejahteraan dirasakan oleh yg merasakannya, bukan dari lingkungan yg menciptakan kondisi seperti itu. ada juga orang miskin yg bahagia, apa yg bikin dia bahagia?? ideologinya?? agamanya?? ngaco ah pertanyaan ente ...

ente seharusnya simak apa yg saia post, ga asal nyaplok aje

Dalam konstektual sebuah bangsa, biasanya diletakan sebuah ideologi. Tujuan ideologi ini agar masyarakat berpikiran seragam, meski pemikiran setiap orang tidak bisa absolutely seragam 100%, namun ideologi dibuat dengan tujuan agar masyarakat mempunyai pemikiran fundamental yang sama atau diarahkan ke arah sana.

ente juga sudah tahu (saia harap begitu) dengan namanya ideologi
saia berikan garis besarnya saja
ideologi liberal mencerminkan suatu proses yang benar-benar dialektis. Kebebasan berpikir akan membuat proses dialektis dalam perkembangan masyarakat menjadi dinamis, masryarakat yg berkembang tanpa tuntutan apapun.
lalu ada ideologi dogmatis akan menghentikan/melambatkan proses perkembangan masyarakat, karena pada prinsipnya masyarakat mengalami keterkekangan berpikir, sehingga secara fundamental akan berpikiran sama, sehingga membentuk masyarakat yang cenderung statis (perkembangan lambat)

jadi yg mana ideologi islam itu?? apa terpisah berdasarkan klasifikasi yg saia buat?? menjadi ideologi tersendiri

tapi apapun itu, ideologi islam lebih menunjukan sebagai ideologi logika/dogmatis/keterkekangan dan jauh daripada hukum berpikir dialektika/dialog.
Untuk itu kiranya tidak heran apabila perkembangan masyarakat di Indonesia dan dunia-dunia islam lambat, dan juga selalu terjadi krisis kepemimpinan yang berkualitas. Seorang besar/pemimpin besar akan lahir dari proses molekular berpikir yang dinamis didalam masyarakat. Apabila masyarakat mempunyai kebebasan berpikir yang dialektis/dialog, maka terjadi proses perkembangan masyarakat yang dinamis dan tumbuh dengan cepat, dan akan muncul pemikir-pemikir besar yang kreatif akibat proses molekular dialektis didalam perkembangan masyarakat.
Sehingga, saya menyimpulkan bahwasanya pemimpin besar adalah pemimpin yang bisa melahirkan pemimpin yang lebih besar lagi, dan bukannya pemimpin yang hanya besar karena dirinya sendiri saja lalu tidak melahirkan proses kepemimpinan yang berkesinambungan/estafet kepemimpinan.
Pemimpin besar akan mampu meletakan dasar-dasar fondasi pemikiran masyarakat/peradaban dengan tepat, pemimpin besar akan meletakan ideologi yang tepat bagi masyarakatnya dari zaman ke zaman mengikuti gerak perubahan, dan dari ideologi/dasar pemikiran masyarakat tersebut lahir lagi pemimpin yang lebih besar, demikian terus menerus yang harus berkesinambungan/terjadi estafet kepemimpinan.

Soekarno bukan pemimpin besar, karena pemimpin besar akan selalu bisa melahirkan pemimpin yang lebih besar lagi bagi masa depan, atau melahirkan tongkat estafet kepemimpinan yang lebih kuat dan berkarakter sesuai tantangan zaman dan masalah-masalah yang dihadapi di jamannya.

Mohon maaf pula, saia menyanjung pemimpin pendiri Soviet, Lenin dilanjutkan oleh Stalin, meski Stalin dianggap sebagai penghancur dialektika Lenin, tapi Stalin punya jasa besar menghentikan perang dunia ke dua, kemudian melahirkan Nikita Khruschev yang membentuk Uni Soviet menjadi 15 negara, sampai saat ini mereka punya Vladimir Putin yang menjadi person of the year majalah Time di tahun 2008.

atu Hitler, semua mengakui dia mampu membangun negara yg mapan dan ditakuti dari bangsa yg kalah perang pada perang dunia I dan ekonomi yg hancur.
walaupun, Hitler juga adalah musuh nomor 1 dunia pada saat itu. tapi pemimpin selanjutnya BISA belajar dari semuanya. dari tahun 1945 kesudahan perang - sekarang, ente lihat Jerman seperti apa, mundur atawa maju??

Demikian juga di China, dari Mao, menjadi Deng Xiaoping yang tidak hanya punya karakter sendiri, tapi juga menegasi revolusi budaya Mao, dan juga memberikan sinthesis sejarah dari dasar-dasar prinsip dialektika yang dibangun Mao, hingga proses sejarah melahirkan Jiang Zemin, dan kemudian berlanjut ke Hu Jin Tao, sebagai seorang pemimpin yang berpengaruh nomor 2 di dunia setelah Barrack Obama versi majalah Time 2009. (majalah Time 2009, Barrack Obama, Hu Jin Tao, Vladimir Putin)

Korea Selatan, Jepang??

coba ente bandingkan dengan perkembangan pemimpin di timteng sana?? apakah melahirkan seorang pemimpin yg baik, seperti khadaffi?? mubarak?? atau raja saudi??

intinya adalah, ideologi macam ini bukan melahirkan pemimpin yg cerdas dalam memimpin. dari satu pemimpin yg buruk melahirkan pemimpin yg jauh lebih buruk, coba lihat track record kepimpinan masyarakat Indonesia. itulah yg terjadi dalam dunia islam.

Demikian pula, pemimpin cerdas akan bisa melahirkan pemimpin yang lebih cerdas lagi dari zaman ke zaman mengikuti gerak perubahan…
Sekali lagi, di Indonesia akan terjadi proses perkembangan masyarakat yang statis dan kelangkaan kepemimpinan yang berkualitas akibat macetnya proses dialektis/dialogis/kebebasan berpikir masyarakatnya, ini semua akibat ideologi yang dogmatis/statis/tidak fleksibel/kaku/keterkekangan.

kok bisa begitu?? ya jelas, pemimpi lahir dari masyarakat, masyarakat yg model seperti apa?? yg diperbudak oleh tuntutan junjungan nabi, tuhannya atau ajaran akhidah agamanya. tambah ngaco .... itu baru kepimpinan belum ilmu pengetahuan ](*,) ](*,)


Berarti ada yang salah...? Bukan berarti salah semua. makanya disuruh mencari menggunakan metodologi ilmiah...
Apakah ada ayat Al Quran yang menyalahi ilmu pengetahuan...

Darwinisme (Teori evolusi) yang menggunakan metodologi ilmiah apakah pasti sebuah kebenaran...?


believe me, banyak sekali kontradiksi dalam quran, lihat di thread saia aja deh, terlalu banyak kalo ditampilkan disini.

saia pribadi tidak terlalu setuju dengan Teori Evolusi, tapi saia ambil hikmahnya saja, inti sari dari teori itu. bagaimana jika saia tanya ente, apa bener manusia terbuat dari tanah liat atau lumpur, dan si hawa dari tulang rusuk manusia??

nah sekelas harun yahya saja, ane yakin jawabannya wallaualam :lol: atau dapat disimpulkan itu kehendak aulloh :lol: , ya ga bakal maju-maju ilmu pengetahuan klo analisa berpikir kek begitu. ga tau dah kalo al-kindy en ilmuwan muslim lainnya :lol:

coba pahami bro

wassalam
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby lapis legit » Wed Mar 09, 2011 2:01 pm

Dalam perspektif Islam tidak ada dikotomi dalam ilmu pengetahuan. Justru islam mendorong pengikutnya untuk belajar baik itu ayat kauliyah (Quran) ataupun kauniyah (alam)

asal usil wrote:Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah),


asal usil wrote:Allah swt. menuangkan sebagian kecil dari ilmu-Nya kepada umat manusia dengan dua jalan. Pertama, dengan ath-thariqah ar-rasmiyah (jalan resmi) yaitu dalam jalur wahyu melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasul-Nya, yang disebut juga dengan ayat-ayat qauliyah. Kedua, dengan ath-thariqah ghairu rasmiyah (jalan tidak resmi) yaitu melalui ilham secara kepada makhluk-Nya di alam semesta ini (baik makhluq hidup maupun yang mati), tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena tak melalui perantaraan malaikat Jibril, maka bisa disebut jalan langsung (mubasyaratan). Kemudian jalan ini disebut juga dengan ayat-ayat kauniyah.


lalu anda mengatakan :

saia wrote:al-kindy, scientist abad pertengahan berlaku pola-pikir bahwa segala sesuatunya adalah hasil dari buah pikiran dengan pengaruh-pengaruh lingkungannya (dialektikal matrialistis), tanpa menoleh kitab quran alkarin alakadarnya. segala ilham pengetahuan tidak bersumber pada kitab ente,


Lho.. memang ada yang mengatakan apa yang dilakukan al kindy salah..
Tentu saja tidak semua ilmu pengetahuan ada dalam Al Quran...

Dalam ayat dijelaskan..

Dan jika sesungguhnya pepohonan di bumi jadi pena, dan laut kemudian ditambah lagi tujuh laut (menjadi tinta), niscaya tidak akan habis (dituliskan) kalimah Allah, sesungguhNya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana (QS al Lukman 27)

Bagaimana mungkin semua ilmu pengetahuan ada dalam Al qURAN.beberapa keterangan sains tidak lebih. hanya sebagai contoh bahwa kitab tersebut benar2 dari Tuhan Yang Maha Mengetahui. selebihnya manusialah yang harusnya menempa diri mencari ilmu pengetahuan..

saia wrote:Dalam konstektual sebuah bangsa, biasanya diletakan sebuah ideologi. Tujuan ideologi ini agar masyarakat berpikiran seragam, meski pemikiran setiap orang tidak bisa absolutely seragam 100%, namun ideologi dibuat dengan tujuan agar masyarakat mempunyai pemikiran fundamental yang sama atau diarahkan ke arah sana.


Dan saya rasa umat islam memandang Quran seperti ini

Saat Bucaille menerbitkan bukunya yang terkenal Bible, Qoran dan Science pada tahun 1976 di Paris, buku tersebut segera menjadi best seller di negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam dan diterjemahkan kehampir semua bahasa negara-negara tersebut termasuk Indonesia. Dalam bukunya tersebut Bucaille melakukan pendekatan ulang hubungan antara kitab-kitab suci dengan ilmu pengetahuan. Dalam konteks hubungan antara Al-Quran dengan ilmu pengetahuan dia menyimpulkan bahwa Al-Quran mengandung informasi tentang ilmu pengetahuan. Kedua, kebanyakan informasi ilmu pengetahuan dalam Al-Quran adalah sesuai dengan ilmu pengetahuan modern dan karenanya masuk akal. Ketiga, karena informasi sains dalam Al-Quran didukung oleh ilmu pengetahuan modern, maka Islam adalah agama yang logis dan saintifis. Buku tersebut menimbulkan kontroversi tidak hanya di kalangan ummat Islam tapi juga ummat yang lain. Ummat Islam tersanjung dengan penjelasannya bahwa Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Padahal paham Bucaille (Bucaillisme) ini patut dikritisi lebih lanjut, dengan melihat kembali bagaimana sebenarnya Islam memandang ilmu pengetahuan.

Dampak pendekatan Bucaille tersebut pada ilmuwan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dihampir seluruh negara Islam sangatlah besar. Sejak itu terjadi rush dalam menggali kebenaran ilmiah Al-Quran, termasuk Indonesia. Ahli Anatomi menggali ayat-ayat yang berkaitan dengan Anatomi. Ahli Faal juga melakukan hal yang sama begitu pula di bidang Farmakologi, Mikrobiologi, Patologi, Kesehatan Masyarakat, Biokimia, dan tentu berbagai disiplin ilmu murni lainnya.

Upaya untuk mencari ”kebenaran ilmiah” Al-Quran tersebut tidak selalu berhasil bahkan dalam banyak hal sering mengalami kekecewaan. Sebagain dari yang gigih memang berhasil menemukan ayat-ayat sains, dan karenanya memperkuat ”kebenaran ilmiah” Al-Quran tersebut. Cukup banyak memang Bucaille ”baru” muncul. Tapi sementara itu banyak pula yang kecewa, karena ayat-ayat ilmu pengetahuan sulit ditemukan yang akan menunjang ilmu pengetahuan yang digelutinya.

Sebenarnya kekecewaan tersebut adalah tidak beralasan. Yang keliru adalah postulat yang dipakai, bahwa Al-Quran mengandung jawaban terhadap segala masalah yang dihadapi manusia. Yang benar adalah Al-Quran hanya mengandung masalah dalam garis-garis besar semata. Bahkan Allah sendiri mengatakan bahwa dalam jumlah ayat yang sangat terbatas tersebut hanya sebagian kecil yang tergolong ayat-ayat muhkamat, sedang sisanya yang justru meliputi sebagian besar dari Al-Quran tersebut tergolong ke dalam ayat-ayat mutasyabbihat.

Menurut Sardar dikutip dari Jurnalis Udin (Jurnal Yarsi) sedikitnya ada 2 bahaya yang muncul dari paham Bucailisme yaitu Pertama, adanya anggapan yang mengatakan bahwa Al-Quran pasti mengandung semua teori-teori ilmu pengetahuan modern. Suatu hal yang sangat keliru, karena Al-Quran bukanlah buku teks yang merangkum segala macam disiplin ilmu. Yang benar adalah Al-Quran merupakan petunjuk (guidance) dan motivator bagi seluruh ummat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dimulai dari Al-Quran, bukannya berakhir dalam Al-Quran. Kedua, dengan mencocok-cocokkan ayat Al-Quran dengan ilmu pengetahuan modern, maka terjadi kecenderungan bahwa ilmu pengetahuan terangkat derajatnya menjadi setara dengan Al-Quran itu sendiri. Ilmu pengetahuan dianggap sama dengan kitab suci itu sendiri. Sebagai akibatnya, maka ayat-ayat Al-Quran agar dapat diakui kewahyuannya, harus lebih dulu mendapat ’verifikasi’ dari ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat berbahaya, karena jika ada ayat Al-Quran yang tidak mendukung ilmu pengetahuan maka kita bisa meragukan kebenaran Al-Quran itu sendiri, sebagaimana yang simpulkan oleh Bucaille terhadap kitab suci yang lain. Disamping itu, apa yang saat ini oleh ilmu pengetahuan diakui sebagai teori yang mumpuni, bisa saja teori tersebut di masa yang akan datang tertolak, karena adanya teori baru yang lebih baik.

Islam membedakan dua wilayah bahasan berkaitan dengan pengetahuan. Satu wilayah berkaitan dengan urusan manusia (baik politik, sosial, ekonomi, hukum, peribadatan, dan lain-lain) dan wilayah lainnya berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni (pure science), kita dapat mengasah pemikiran kita dan mengambil dari kontribusi orang lain dalam bidang yang murni teknis dan murni keilmuan. Misalnya, jika seorang dokter ingin melakukan tindakan sirkumsisi (khitan) pada pasien, maka ia akan merujuk pada ilmu yang telah didapatkan tanpa memandang siapa yang pertama kali menemukan teknik sirkumsisi tersebut. Ilmu pengetahuan murni tidak terkait dengan pandangan hidup seseorang, kapitalisme, budhisme, dan lain-lain. Ilmu pengetahuan murni bersifat sama bagi semua manusia.

Islam mewajibkan kepada umatnya untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat. Sekalipun Islam telah menunjukkan dunia ini kepada manusia agar mau berpikir dan mendorong manusia untuk melakukan penemuan-penemuan tentang hukum alam, namu Alquran tidaklah dapat dikatakan sebagai buku sumber ilmu pengetahuan (pure science). Akan tetapi, Alquran diturunkan untuk mengatur hubungan vertikal manusia dengan Allah dan hubungan horizontal manusia dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan. Karena itu hukum Islam terkait dengan penggunaan fakta-fakta keilmuan yang muncul dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan tidak terkait dengan penemuan itu sendiri." walaupun banyak penemuan yang sejalan dengan isi Quran.
lapis legit
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 200
Joined: Tue Jan 11, 2011 11:38 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby saia » Wed Mar 09, 2011 6:59 pm

saia wrote:
al-kindy, scientist abad pertengahan berlaku pola-pikir bahwa segala sesuatunya adalah hasil dari buah pikiran dengan pengaruh-pengaruh lingkungannya (dialektikal matrialistis), tanpa menoleh kitab quran alkarin alakadarnya. segala ilham pengetahuan tidak bersumber pada kitab ente,


lapis legit wrote:
Lho.. memang ada yang mengatakan apa yang dilakukan al kindy salah..
Tentu saja tidak semua ilmu pengetahuan ada dalam Al Quran...


lho, memangnya saia kesannya menyalahkan al-kindy ya :lol: , saia tidak pernah menyalahkan seorang al-kindy, justru saia mengaguminya seperti halnya, al-Khawarizmi. ente harus liat konteks permasalahan dalam thread ini, KENAPA negara islam tertinggal dari negara kafir?? (postingan pertama saia, ada permintaan dari saia, sebenarnya judul thread kurang mengena, kalo menurut saia, KENAPA muslim selalu tertinggal dari kaum kafir??)

ente mengatakan
Tentu saja tidak semua ilmu pengetahuan ada dalam Al Quran...

'tentu saja tidak semua' berarti ada, apa itu??

Bagaimana mungkin semua ilmu pengetahuan ada dalam Al qURAN.beberapa keterangan sains tidak lebih. hanya sebagai contoh bahwa kitab tersebut benar2 dari Tuhan Yang Maha Mengetahui. selebihnya manusialah yang harusnya menempa diri mencari ilmu pengetahuan..

ini yg salah, keterangan beberapa sains tidak bisa dijadikan tolak-ukur bahwa kitab ente benar2 dari aulloh, lha kitab yg lain juga begitu, apa ntu semua dari aulloh?? pan ga lucu jadinya :lol:

sebenarnya ente sudah menunjukan pola-pikir yg salah pada muslim pada umumnya,

Menurut Sardar dikutip dari Jurnalis Udin (Jurnal Yarsi) sedikitnya ada 2 bahaya yang muncul dari paham Bucailisme yaitu Pertama, adanya anggapan yang mengatakan bahwa Al-Quran pasti mengandung semua teori-teori ilmu pengetahuan modern. Suatu hal yang sangat keliru, karena Al-Quran bukanlah buku teks yang merangkum segala macam disiplin ilmu. Yang benar adalah Al-Quran merupakan petunjuk (guidance) dan motivator bagi seluruh ummat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dimulai dari Al-Quran, bukannya berakhir dalam Al-Quran. Kedua, dengan mencocok-cocokkan ayat Al-Quran dengan ilmu pengetahuan modern, maka terjadi kecenderungan bahwa ilmu pengetahuan terangkat derajatnya menjadi setara dengan Al-Quran itu sendiri. Ilmu pengetahuan dianggap sama dengan kitab suci itu sendiri. Sebagai akibatnya, maka ayat-ayat Al-Quran agar dapat diakui kewahyuannya, harus lebih dulu mendapat ’verifikasi’ dari ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat berbahaya, karena jika ada ayat Al-Quran yang tidak mendukung ilmu pengetahuan maka kita bisa meragukan kebenaran Al-Quran itu sendiri, sebagaimana yang simpulkan oleh Bucaille terhadap kitab suci yang lain. Disamping itu, apa yang saat ini oleh ilmu pengetahuan diakui sebagai teori yang mumpuni, bisa saja teori tersebut di masa yang akan datang tertolak, karena adanya teori baru yang lebih baik.


dulu, Hegel mengenalkan hukum dialektika atau hukum berpikir. Menurut Hegel, manusia berpikir secara logis/lurus dan dialektis
Hukum berpikir logis adalah hukum persamaan identitas A equal dengan A, A=A
sedangkan hukum berpikir dialektis adalah hukum berpikir yang mempunyai 3 hal pokok yang berdiri atas 1 hukum utama
hukum utama adalah hukum yang paling pasti adalah perubahan (ini diambil dari filsuf Heraclitus)
selanjutnya berdiri 3 hukum turunan yaitu
a. hukum berpikir kontradiktif, unity of opposite (versi dari Lenin), A bertemu B menjadi C, dan selanjutnya C mengalami kontradiktif dengan D menjadi E, dan seterusnya
b. hukum perubahan kuantitas menjadi kualitas dan vice versa
c. hukum saling menegasi (negation der negation)

nah, bucaillsm mengesampingkan manifestasi berpikir seperti ini bahkan menunjukan pola yg terbalik,
jika hasil sains = quran benar jika proposisinya salah; jika tidak, hasilnya adalah salah. :lol: , dan terpaku pada hal-hal itu saja.

Science(sains aja, ribet nulisnya), terutama natural sains, mempunyai kerangka methodologis yang sangat reduktif namun sangat akurat/akurasinya tinggi sekali.(metodologi sains dibuat untuk konsistensi akurasi kebenarannya, semakin reduktif maka akurasinya akan semakin tinggi), jika kita bandingkan dengan quran, nilai metodologi untuk menguatkan akurasi sains sama sekali tidak ada, malah sebaliknya metodolgi sains digunakan utk menguatkan akurasi quran walopun salah

naaaah ....... ini yg membuat muslim selalu tertinggal, kurangnya berpikir kreatif(dialektikal) tapi mengagung-agungkan pola-pikir yg dogmatis
contoh:
Hukum Gravitasi
bisa saia buktikan secara empiris, saya lempar batu jatuh kebawah, anda juga lempar batu jatuh kebawah, semuanya terverifikasi secara empiris.

kalo menilik dari pikiran dogmatis,
karena kehendak aulloh yg mengakibatkan batu bisa jatuh kebawah karena dulu mr.mo pernah jatuh dari onta maka benarlah hukum gravitasi itu

kalo di atas cuma lucu-lucuan aja bro, jangan dianggap serius

selebihnya postingan ente, ane ga respons, soalnya bisa menjurus ke OOT. inget judul threadnya bro
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby yqy » Wed Mar 09, 2011 11:36 pm

siapa yg tertinggal,kasihan kafir masih aja diperbudak hal-hal keduniawian,sementara muslim bisa focus untuk beribadah,mengejar urusan akhirati.
yqy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 190
Joined: Thu Mar 03, 2011 11:26 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby karaskalo » Thu Mar 10, 2011 12:10 am

yqy wrote:siapa yg tertinggal,kasihan kafir masih aja diperbudak hal-hal keduniawian,sementara muslim bisa focus untuk beribadah,mengejar urusan akhirati.

inilah contoh muslim intelek yg mengejar urusan akhirati dengan membunuhi sesamanya
Image

menyenagkan awloh dengan membunuh manusia yg katanya "ciptaannya" :rolleyes: :rolleyes: :rolleyes:

masih aje muslim percaya tuhan arab itu maha pengasih dan penyayang =P~
karaskalo
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 559
Joined: Thu Sep 25, 2008 2:09 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby sixpackguy » Thu Mar 10, 2011 12:28 am

yqy wrote:siapa yg tertinggal,kasihan kafir masih aja diperbudak hal-hal keduniawian,sementara muslim bisa focus untuk beribadah,mengejar urusan akhirati.


Siapa bilang kafir gak mengejar urusan akhirat. Kafir kan bukan berarti ga punya Tuhan, mrk beribadah dan punya Tuhan jg kok. Hanya saja beda tuhannya dgn allahmu yg palsu.
Anyway kalo urusan akhirat hanya Tuhan yg tahu toh? Mangnya anda Tuhan bisa tahu kalo kafir tertinggal? [-o<

Nah kalo urusan duniawim memang nyata terlihat ketertinggalan islam. =D>
User avatar
sixpackguy
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1942
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby yqy » Thu Mar 10, 2011 2:59 am

ciri-ciri tuhan palsu ya spt tuhan kafir itu,disinilah keboudohan kafir,mengejar faltamorgana,yg neraka dikira surga,yg surga dikira neraka. lol!
yqy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 190
Joined: Thu Mar 03, 2011 11:26 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby Mohc moho » Thu Mar 10, 2011 7:33 am

yqy wrote:ciri-ciri tuhan palsu ya spt tuhan kafir itu,disinilah keboudohan kafir,mengejar faltamorgana,yg neraka dikira surga,yg surga dikira neraka. lol!

berarti si mamad nabi palsu dong bro... :turban:
Mohc moho
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Wed Mar 02, 2011 8:04 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby saia » Fri Mar 11, 2011 10:06 am

postingan si rose sudah membuktikan mengapa muslim selalu tertinggal dari orang kafir .... :lol:

rugi juga ane bikin tesis ini tesis itu, ternyata ada buktinya di sini secara faktual
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby 1234567890 » Fri Mar 11, 2011 8:04 pm

yqy wrote:ciri-ciri tuhan palsu ya spt OLLOHNYA MUSLIM itu,disinilah keboudohan MUSLIM,mengejar faltamorgana,yg GANG DOLLY dikira surga,yg surga dikira neraka. lol!


fixed for accuracy
1234567890
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby ahaQ » Fri Mar 11, 2011 8:09 pm

saia wrote:postingan si rose sudah membuktikan mengapa muslim selalu tertinggal dari orang kafir .... :lol:

rugi juga ane bikin tesis ini tesis itu, ternyata ada buktinya di sini secara faktual

Image
satu lagi kalo muslim ga pernah mau pake otaknya dengan baik... kalo ada berita yg menyanjung2 momed, sekalipun itu HOAX... mereka selalu bilang subhanallah... otaknya gak dididik untuk kritis...
User avatar
ahaQ
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 865
Joined: Sun Sep 12, 2010 7:41 pm

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby Al-Kafirun_Mukmin » Sat Mar 12, 2011 12:15 pm

@ abd
apa maksudmu?..
User avatar
Al-Kafirun_Mukmin
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1135
Joined: Sat Jan 22, 2011 7:13 am

Re: Mengapa negara Islam tertinggal dari negara Kafir?

Postby saia » Sat Mar 12, 2011 5:21 pm

Abd wrote:
Karena islam itu agama yg bner, sang juara pasti bersush payah dlu kan?
Selain itu, dalam ktab ta'limul muta'alim disebtkan bhwa pelajar yg akan dberi ilmu, pastilah berhadapan dgan sgala kekurangan


ahh ...teori, fakta berbicara lain tuh
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users